Skip to search.

Breaking News Visit Yahoo! News for the latest.

×Close this window

wartaaids

The Yahoo! Groups Product Blog

Check it out!

Group Information

  • Members: 1038
  • Category: AIDS-HIV
  • Founded: Nov 4, 1999
  • Language: Indonesian
? Already a member? Sign in to Yahoo!

Yahoo! Groups Tips

Did you know...
Hear how Yahoo! Groups has changed the lives of others. Take me there.

Messages

Advanced
Messages Help
Messages 685 - 714 of 3520   Oldest  |  < Older  |  Newer >  |  Newest
Messages: Show Message Summaries Sort by Date ^  
#685 From: "Chris W. Green" <wartaaids@...>
Date: Wed Mar 2, 2005 7:43 am
Subject: Artikel yang menarik
wartaaids
Send Email Send Email
 
Berikut ada beberapa artikel dan dokument yang menarik, yang dapat
diakses/didownload dari situs web:

Clinical Implications of Immune Reconstitution in AIDS
http://hivinsite.ucsf.edu/InSite?page=kb-03-04-03

BETA Winter 2005
Neurological Complications of HIV/AIDS
Headache and HIV
Immune Reconstitution Syndrome
Drug Watch: Therapeutic Vaccines -- Ready for Prime (and Boost) Time?
Women and HIV: Symptoms and Quality of Life in Women
http://www.thebody.com/sfaf/winter05/contents.html

The Pocket Guide to Adult HIV/AIDS Treatment: January 2005
Full text of the Pocket Guide written by Dr. John G. Bartlett of the Johns
Hopkins University Division of Infectious Diseases. The Pocket Guide is
intended to be a quick reference for antiretroviral drugs, antiretroviral
therapy, opportunistic infections, and related issues
http://hopkins-aids.edu/publications/pocketguide/pocketgd0105.pdf

#686 From: "Chris W. Green" <wartaaids@...>
Date: Fri Mar 4, 2005 7:45 am
Subject: (Fwd) APMG Management IDU Projects Course Bali April 05
wartaaids
Send Email Send Email
 
------- Forwarded message follows -------
From:            Dbsyd@...
Date sent:       Fri, 4 Mar 2005 02:31:09 EST
Subject:         APMG Management IDU Projects Course Bali April 05
To:              hiv-and-development-l@...

Dear colleagues

As you may know, AIDS Projects Management Group has among other projects
successfully run an international training course in Chiang Mai last year
on Managing HIV Programs among IDUs. An evaluation of the program can be
found at our website: www.aidsprojects.com. In this course, participants
from South-East, East, South and Central Asia (UNODC, Uzbekistan) mixed
with participants from Eastern Europe (Moldova).

The course is being repeated in Bali from 27 April to 5 May. As the course
is international in scope, it is provided in English. Please find a
brochure about the Bali course at the website.

Cheers from Sydney

Dave Burrows
Director
AIDS Projects Management Group
www.aidsprojects.com
dave@...

------- End of forwarded message -------

#687 From: martin kurniawan <martointea@...>
Date: Sat Mar 5, 2005 2:40 pm
Subject: mohon bantuan
martointea
Send Email Send Email
 
dear all,

Saya lagi membutuhkan referensi yang lengkap mengenai PMTCT dan prosedur
penggunaan profilaksis bagi seseorang yang terpajan, Karena yang selama ini saya
dapatkan seringkali kurang lengkap.
Mohon bantuannya.

Martin Kurniawan
Bandung Plus Support


---------------------------------
Celebrate Yahoo!'s 10th Birthday!
  Yahoo! Netrospective: 100 Moments of the Web

[Non-text portions of this message have been removed]

#688 From: "Chris W. Green" <wartaaids@...>
Date: Sun Mar 6, 2005 10:24 am
Subject: Re: [WartaAIDS] mohon bantuan
wartaaids
Send Email Send Email
 
Martin,

Depkes, bekerja sama dengan UNICEF, sedang membentuk pedoman PMTCT untuk
Indonesia. Pengertian saya, pedoman ini akan diterbitkan Tidak Lama Lagi.

Ada informasi juga di Pedoman ART untuk Indonesia, yang sedang disusn oleh
Depkes. Sudah dikeluarkan draf, dan saya dapat E-mailkan ini pada Anda
(PDF, 655KB). Katanya versi cetak akan diterbitkan Tidak Lama Lagi.

Harus dipaham bahwa PMTCT berkembang terus, karena ini masalah yang masih
ditelitikan, dan ada uji coba dengan berbagai alternatif. Jadi pedoman
yang diterbitkan di negara maju cepat 'out-of-date', apalagi versi
Indonesia...

Salam hangat
Babe

On 5 Mar 2005 at 6:40, martin kurniawan wrote:

> Saya lagi membutuhkan referensi yang lengkap mengenai PMTCT dan prosedur
> penggunaan profilaksis bagi seseorang yang terpajan, Karena yang selama ini
> saya dapatkan seringkali kurang lengkap. Mohon bantuannya.

----------------------------------
Chris W. Green (chrisg@...)
Treatment Educator, Spiritia Foundation
Jakarta, Indonesia
Tel: +62 (21) 7279 7007  Fax: +62 (21) 726-9521

#689 From: Rudi Nuriadi <rudinuriadi@...>
Date: Mon Mar 7, 2005 12:23 am
Subject: Re: [WartaAIDS] mohon bantuan
rudinuriadi
Send Email Send Email
 
Dear Martin dan kawan-kawan lain

Sekarang sedang dikembangkan Pedoman Nasional PMTCT. Nanti resminya akan
diterbitkan oleh Direktorat Kesehatan Keluarga - DepKes RI (Direktur: Dr Lukman)
bekerja sama dengan UNICEF. Pak Husein Habsyi dari YPI bersama dengan
teman-teman lain termasuk saya ada dalam team pengembang pedoman tersebut.
Sedikit lagi akan rampung.

Di Jawa Barat ada baiknya Martin menghubungi Dr Djatmika Setiabudi, Spesialis
Anak dari RS Hasan Sadikin Bandung kalau perlu mendapatkan arahan mengenai
PMTCT. Beliau dan kawan-kawan lain dari RSHS dan RSCM dan pakar lain termasuk
dalam team pengembang pedoman ini.

Terima kasih atas perhatiannya, salam,
Rudi (ASA / FHI)

martin kurniawan <martointea@...> wrote:
dear all,

Saya lagi membutuhkan referensi yang lengkap mengenai PMTCT dan prosedur
penggunaan profilaksis bagi seseorang yang terpajan, Karena yang selama ini saya
dapatkan seringkali kurang lengkap.
Mohon bantuannya.

Martin Kurniawan
Bandung Plus Support


---------------------------------
Celebrate Yahoo!'s 10th Birthday!
Yahoo! Netrospective: 100 Moments of the Web

[Non-text portions of this message have been removed]


Yahoo! Groups SponsorADVERTISEMENT


---------------------------------
Yahoo! Groups Links

    To visit your group on the web, go to:
http://groups.yahoo.com/group/wartaaids/

    To unsubscribe from this group, send an email to:
wartaaids-unsubscribe@yahoogroups.com

    Your use of Yahoo! Groups is subject to the Yahoo! Terms of Service.



---------------------------------
   Yahoo! Messenger - Communicate instantly..."Ping" your friends today! Download
Messenger Now

[Non-text portions of this message have been removed]

#690 From: "Dr. D.N. Wirawan" <ykpdps@...>
Date: Wed Mar 9, 2005 4:34 am
Subject: Perilaku resiko tinggi di era ARV
ykpdps@...
Send Email Send Email
 
Mas Priyadi, dan teman-teman pemerhati masalah HIV/AIDS Yth:


Relaps perilaku di ERA ARV seperti yang Mas Priyadi sampaikan sudah
banyak dipresentasikan pada 12th WORLD AIDS CONFERENCE di GENEVA pada
tahun 1998.

Di Amerika dan Eropa, sebelum ada ARV perilaku mereka sudah banyak
berubah, tetapi kemudian terjadi relaps perilaku (kambuh) setelah adanya
ARV. Kalau di negara kita, mungkin bukan relaps, tetapi tetap perilaku
risiko tinggi .. alias memang tidak pernah turun.

Terlebih sekarang, "gaung" program-program pencegahan banyak memudar.
Penanggulangan STI tidak jelas arahnya. Bahkan boleh dikatakan sudah
"tidak ada".

Program "Pemakaian Kondom 100%" tersandung oleh bongkahan-bongkahan
besar ..... bukan tersandung krikil. Bongkahan-bongkahan tersebut antara
lain, bongkahan politik, bongkahan moral, dst. dst.

Cakupan NEP dan program methadone amat rendah dan sudah beberapa tahun
masih tetap dalam bentuk uji coba hanya di Bali dan Jakarta.

Sebagai pelaku, saya memang amat frustrasi karena dikelilingi oleh
bongkahan-bongkahan besar tadi. Mau maju ... macet, mau belok kanan ...
mentok, mau belok kiri ...... kepepet. Kadang-kadang muncul pikiran
..... "emangnya gue pikirin" ......

Salam,
Wirawan
Yayasan Kerti Praja
Denpasar


Priyadi Prihaswan wrote:
>
> Pemerhati AIDS,
> Saya mendapatkan artikel di bawah ini, dan menurut saya sangat penting untuk
> teman-teman aktivis pencegahan AIDS di Indonesia utk mulai memikirkan
> kemungkinan munculnya situasi yg sama.
>
> Fenomena peningkatan angka penularan HIV dan IMS yg lain kembali merebak dan
> telah didokumentasikan serta dilaporkan dari berbagai kota di berbagai
> Negara (Australia, Belanda, Amerika, Canada). Di Sydney, Australia, di
> laporkan peningkatan 15% kasus HIV baru selama 2001-2002, dan 6% thn 2003.
> Dikawasan saya bekerja, dilaporkan peningkatan 75% kasus baru syphilis
> selama thn 2004. Kasus-kasus ini tercatat di kalangan kaum gay, kelompok
> perilaku resiko tinggi utk HIV.
>
> Peningkatan angka baru penularan ini mungkin disebabkan karena:
> ·       Harapan epidemi AIDS telah berlalu
> ·       Menurunnya pemakaian kondom
> ·       Penerapan berbagai metoda penurunan resiko (selain pemakaian kondom)
>
> Di Indonesia, akses ke ARV masih menjadi perjuangan utama Odha. Jumlah Odha
> yg bisa mendapatkan ARV masih sangat rendah. Saya melihat situasi ini
> sebagai suatu kesempatan utk mengingatkan kepada Odha dan masyarakat utk
> tetap menerapkan program pencegahan HIV, IMS dan hepatitis. Dengan
> keterbatasan pilihan obat dan rendahnya angka pemakaian kondom, kemungkinan
> terjadinya superinfeksi, co-infection (dimana seseorang tertular HIV dan
> infeksi yg lain pada waktu yg bersamaan), dan resistensi thd obat-obat ARV
> yg tersedia sangatlah besar. Masalah HIV/AIDS di Indonesia yg memiliki
> beragam kelompok perilaku resiko tinggi, terbatasnya akses ARV, terbatasnya
> penerapan harm minimisation strategi,  menjadikannya lebih kompleks
> dibanding permasalahan HIV/AIDS di Australia. Dengan terbatasnya sumber dana
> yg ada, situasi seperti ini akan menyebabkan perjuangan melawan AIDS semakin
> berat.
>
> Salam,
> Priyadi
>
> Priyadi Prihaswan
> Gay Men's Sexual Health Project
> Health Promotion Team
> Sexual Health Service
> Sydney South West Area Health Service
> Ground Floor, Building 12
> Missenden Rd, Camperdown NSW 2050
>
> Phone: 9515 5155
> Fax: 9557 3899
>
> ------------------------------
> Results: Sexually Transmitted Diseases
> (C) Copyright 2005 American Sexually Transmitted Diseases Association
>
> ----------------------------------------------
> Volume 32(3)             March 2005             pp 176-177
> ----------------------------------------------
>
> Resurgence of Risk Behaviors Among Men Who Have Sex With Men: The Case for
> HAART
> Realism
> [Editorial]
> Rietmeijer, Cornelis A. MD, PhD
> Denver Public Health Department and Department of Preventive Medicine and
> Biometrics, University of Colorado at Denver and Health Sciences Center,
> Denver,
> Colorado
> Correspondence: Cornelis A. Rietmeijer, MD, PhD, Denver Public Health
> Department,
> 605 Bannock Street, Denver, Colorado 80204-4507. E-mail:
> kees.rietmeijer@....
>
> ----------------------------------------------
>
> Outline
>
> The Revenge of the Health Belief Model
> References
>
> ----------------------------------------------
>
> Over the course of the AIDS epidemic, behavioral scientists have sought to
> apply
> theoretical constructs to explain risk behaviors associated with HIV
> transmission
> and to develop interventions leading to behavior change. One of the oldest
> cognitive behavioral theories is the health belief model. According to this
> theory, individuals are more likely to change a given behavior if they
> believe
> that such behavior increases their risk for a certain condition and if they
> believe that this condition will form a serious threat to their health or
> well-being. In addition, they are also more likely to make behavioral
> adjustments
> if they believe that behavioral change will reduce susceptibility to the
> condition or its severity and that the perceived benefits of changing
> behavior
> outweigh potential negative effects.1 The health belief model has been used
> as a
> theoretical framework for a variety of health behavioral interventions,
> including breast self-examination, seatbelt use, exercise, nutrition,
> smoking
> cessation, and making visits to physicians for health checkups.1 It is
> interesting, therefore, that during the era of greatest activity in the
> development of theory-based behavioral interventions to prevent transmission
> and
> acquisition of HIV infection (roughly between 1985 and 1995), there did not
> seem
> to be much interest in using the health belief model as a guiding
> theoretical
> construct. A major reason for this seems to be that at the time there
> appeared
> to be an apparent lack of association between perceived risks of exposure to
> HIV
> (or of getting AIDS) and the likelihood of taking actions to prevent HIV
> transmission.2 In defense of the health belief model, however, it could be
> argued that the main behavioral effects as predicted by the model had
> already
> occurred when spontaneous, grass-roots prevention actions had taken place in
> the
> early phases of the epidemic, i.e., long before behavioral scientists became
> seriously involved in the development and implementation of theory-driven
> behavioral interventions. When they did, high-risk populations (the targets
> for
> such interventions) had been depleted of those individuals for whom the mere
> perception of risk and seriousness of disease had been sufficient to remove
> themselves from the risk pool. The size of this effect should not be
> underestimated.
> Behavioral change among men who have sex with men (MSM), particularly
> reductions
> in number of partners and episodes of unprotected anal intercourse, was
> significant across the United States and Europe in the early phases of the
> epidemic, as witnessed by dramatic declines in the incidence of gonorrhea
> and
> syphilis in this population. For example, among MSM visiting the Denver
> Public
> Health sexually transmitted infections (STI) clinic, cases of gonorrhea
> plummeted from 1809 cases in 1982 to 90 cases in 1988 (a 95% decrease),
> while
> primary and secondary syphilis cases fell from 138 to 20 (an 85% decrease).3
>
> As the remaining at-risk populations appeared to be less sensitive to
> prevention
> messages targeting risk perceptions, behavioral scientists sought to apply
> other
> theoretical models to guide the development of interventions, including
> psychological constructs focusing on self-efficacy or the importance of
> attitudes and perceived social norms, as well as sociological models such as
> diffusion of innovation and peer-leader models.4 Still, it could be argued
> that
> these interventions continued to "work" against the backdrop of perceived
> susceptibility and threats to health, providing the extra push needed to
> accomplish risk reductions that others had already achieved by just
> pondering
> the risks alone.
>
> The Revenge of the Health Belief Model
>
> The study by van der Snoek et al.5 in this issue of Sexually Transmitted
> Diseases provides further evidence for the continued, or perhaps renewed,
> importance of the health belief model for HIV and STI prevention, albeit "in
> reverse." The data provided in this paper strongly suggest that the
> perception
> of a reduced threat of HIV/AIDS since the introduction of highly active
> antiretroviral therapy (HAART) was related to incident STD and HIV among a
> cohort of MSM in Rotterdam. Previously published studies had already
> suggested a
> link between "HAART optimism" (or "AIDS optimism") and resurgent risk
> behaviors
> among MSM, but these studies relied on self-reported behaviors.6,7 The
> strength
> of the paper by van der Snoek et al. is that it provides biomedical evidence
> for
> this association.
>
> Still, there has been considerable controversy over the relationship between
> HAART optimism and resurging risk behaviors among MSM. Some have outright
> rejected the existence of such an association,8 while others suggest that
> associations between optimism and high-risk behavior may exist but that
> these do
> not necessarily imply a causal relationship. In fact, individuals at high
> risk
> may "use" their optimistic beliefs as a post hoc rationalization for their
> actions.9 Even when accepting a causal relationship, the impact of HAART
> optimism at the population level has been considered to be quite small
> because
> many studies show that the majority of MSM are quite "realistic" where it
> pertains to the ongoing threat of HIV/AIDS and that only few men are
> optimistic.10
> In my view, however, the opposition of the terms optimism and realism gauges
> the
> problem in an inappropriate semantic dichotomy. In many studies dealing with
> this issue, HAART optimism is not simply seen as a positive outlook on the
> progression of HIV disease in the presence of adequate treatment but is
> often
> contextualized as something naive and unrealistic. Clearly, the view that
> HAART
> is the cure for AIDS is not only optimistic, it is also wrong. At the same
> time,
> though, it is quite realistic to view HIV/AIDS as a more manageable
> condition
> compared to just 10 years ago. Indeed, it would be considered rather callous
> for
> a counselor or clinician not to tell his or her newly diagnosed HIV-infected
> patient that the diagnosis no longer carries an automatic death sentence and
> that life can be prolonged and its qualitatively improved with the use of
> HAART.
> The reality is that HIV infection is a less severe condition than it was 10
> years ago. In addition, there is at least a scientific rationale for the
> perception that the reduction in HIV viral load through HAART will affect
> the
> likelihood of HIV transmission. It is hard to believe that these new
> realities
> have failed to affect public perceptions on a wide scale. One therefore
> wonders
> whether the studies that purport to investigate the relationship between
> changed
> perceptions and high-risk behaviors, and that show only small fractions of
> their
> populations to be "optimistic," are measuring the right thing.
>
> In conclusion, the downside of the remarkable pharmacological progress in
> the
> treatment of HIV infection has come at the price the health belief model has
> predicted and for which the van der Snoek et al.5 article provides further
> supporting evidence. The effects on prevention may be profound. In the
> post-HAART prevention landscape, we are not in Kansas anymore. We have to
> rethink our strategies and carefully evaluate how changed perceptions and
> beliefs have affected the effectiveness of our current interventions. We
> should
> start to refocus our education and prevention efforts with a rational
> approach
> to the persisting and resurgent risks for HIV transmission in the era of
> "HAART
> realism."
>
> References
>
> 1. Rosenstock I, Strecher V, Becker M. The health belief model and HIV risk
> behavior change. In: DiClemente R, Peterson J, eds. Preventing AIDS:
> Theories
> and Methods of Behavioral Interventions. New York: Plenum Press; 1994.
>
> 2. Fishbein M, Guinan M. Behavioral science and public health: a necessary
> partnership for HIV prevention. Public Health Rep 1996;111(suppl):5-10.
>
> 3. Rietmeijer CA, Patnaik JL, Judson FN, Douglas JM Jr. Increases in
> gonorrhea
> and sexual risk behaviors among men who have sex with men: a 12-year trend
> analysis at the Denver Metro Health Clinic. Sex Transm Dis 2003;30:562-567.
> Ovid
> Full Text Bibliographic Links
>
> 4. DiClemente R, Peterson J. Preventing AIDS: Theories and Methods of
> Behavioral
> Interventions. New York: Plenum; 1994.
>
> 5. van der Snoek E et al. Incidence of STDs and HIV infection related to
> perceived HIV/AIDS threat since HAART and PEP availability in men who have
> sex
> with men: the Dutch MSM-cohort study. Sex Transm Dis 2004;Current issue.
>
> 6. Van de Ven P, Rawstorne P, Nakamura T, Crawford J, Kippax S. HIV
> treatments
> optimism is associated with unprotected anal intercourse with regular and
> with
> casual partners among Australian gay and homosexually active men. Int J STD
> AIDS
> 2002;13:181-183. Bibliographic Links
>
> 7. Stolte IG, Dukers NH, Geskus RB, Coutinho RA, de Wit JB. Homosexual men
> change to risky sex when perceiving less threat of HIV/AIDS since
> availability
> of highly active antiretroviral therapy: a longitudinal study. AIDS
> 2004;18:303-309.
>
> 8. Elford J, Bolding G, Sherr L. High-risk sexual behaviour increases among
> London gay men between 1998 and 2001: what is the role of HIV optimism? AIDS
> 2002;16:1537-1544. Ovid Full Text Bibliographic Links
>
> 9. Huebner D, Rebchook G, Kegeles S. A longitudinal study of the
> associateion
> between treatment optimism and sexual risk behavior in adult gay and
> bisexual
> men. J Acquir Immun Defic Syndr 2004;37:1514-1519.
>
> 10. Elford J. HIV treatment optimism and high-risk sexual behaviour among
> gay
> men: the attributable population risk. AIDS 2004;16:2216-2217. Accession
> Number:
> 00007435-200503000-00007

#691 From: "Dr. D.N. Wirawan" <ykpdps@...>
Date: Thu Mar 10, 2005 5:40 am
Subject: Re: [aids-ina] alamat VCT Indonesia
ykpdps@...
Send Email Send Email
 
Dear all,

Milis aids-ina@yahoogroups.com dirancang sedemikian rupa sehingga TIDAK
BISA TERIMA attach files.

Attach files bisa dikirim ke alamat e-mail pribadi yang memerlukan.

Karena amat sering ada klien di Jakarta yang menanyakan tempat-tempat
VCT di Jakarta, apakah ada yang tahu bagaimana caranya agar bisa diakses
oleh para klien setiap hari?

Wirawan
Denpasar

Laurensia Kekek wrote:
>
> Yth,
>
> Berikut alamat layanan VCT yang dibutuhkan.
> Di dalam format attach files.
>
> ke2k
>

#692 From: "Chris W. Green" <wartaaids@...>
Date: Thu Mar 10, 2005 7:58 am
Subject: Re: Alamat VCT di Indonesia
wartaaids
Send Email Send Email
 
Daftar alamat layanan VCT yang disediakan oleh Kekek (ASA) sudah diupload
ke Arsip WartaAIDS. Untuk anggota WartaAIDS, dapat diakses dengan browse
ke <http://health.groups.yahoo.com/group/wartaaids/files/Dokumen/>

#693 From: Mitra Indonesia <ymijak@...>
Date: Thu Mar 10, 2005 12:25 pm
Subject: Turut Berduka cita
ymijak
Send Email Send Email
 
Innalillahi Wainnailaihi Rojiun
Kami keluarga besar Yayasan Mitra Indonesia,
turut berduka cita atas meninggalnya Beby Amaliah.
Semoga segala amalnya diterima di sisi Allah swt.
Amin

Yayasan Mitra Indonesia
Jl. Jati Rawasari No. 9 Mardani Raya
Jakarta Pusat 10520
Phone/Fax : 021-424 9654
Mobile. 0818 745534
E-mail : ymijak@...





__________________________________
Do you Yahoo!?
Yahoo! Small Business - Try our new resources site!
http://smallbusiness.yahoo.com/resources/

#694 From: ymt ntb <ymt_ntb@...>
Date: Fri Mar 11, 2005 1:26 am
Subject: Turut Berduka......
ymt_ntb
Send Email Send Email
 
Innalillahi Wainnailaihi Rojiun
Kami keluarga besar Yayasan Mirah Trasna/ YMT Lombok-NTB,
turut berduka cita atas meninggalnya Beby Amaliah.
Semoga segala amalnya diterima di sisi Allah swt dan kelluarga yang ditinggalkan
smoga mendapatkan kesabaran.
Amin



Afipuddin

Pengurus



...........

Office : Jl. Sakura IV Gg. 3 No.7 Gomong Sakura

Mataram 83126 Lombok-NTB

Telp : (0370) 640962

Fax : (0370) 621873

Mobile : 081339505434







---------------------------------
Do you Yahoo!?
  Yahoo! Small Business - Try our new resources site!

[Non-text portions of this message have been removed]

#695 From: ymt ntb <ymt_ntb@...>
Date: Fri Mar 11, 2005 1:35 am
Subject: Selamat Hari Raya Nyepi
ymt_ntb
Send Email Send Email
 
Kami keluarga besar Yayasan Mirah Trasna/ YMT Lombok-NTB,
Mengucapkan Selamat “Hari Raya Nyepi, bagi kawan-kawan yang melaksanakannya,
semoga mendapatkan kebahagiaan dan kesucian jiwa.



Afipuddin

Pengurus



...........

Office : Jl. Sakura IV Gg. 3 No.7 Gomong Sakura

Mataram 83126 Lombok-NTB

Telp : (0370) 640962

Fax : (0370) 621873

Mobile : 081339505434





---------------------------------
Do you Yahoo!?
  Yahoo! Small Business - Try our new resources site!

[Non-text portions of this message have been removed]

#696 From: Adi Sasongko <adi.sasongko@...>
Date: Fri Mar 11, 2005 5:05 am
Subject: Re: [WartaAIDS] Turut Berduka cita
adi.sasongko@...
Send Email Send Email
 
Kami di Yayasan Kusuma Buana juga terkejut mendengar kabar ini dan
mendoakan semoga almarhumah mendapat tempat yang sebaik-baiknya di
sisi Tuhan YME.

Yayasan Kusuma Buana


On Thu, 10 Mar 2005 04:25:30 -0800 (PST), Mitra Indonesia
<ymijak@...> wrote:
>
>
> Innalillahi Wainnailaihi Rojiun
> Kami keluarga besar Yayasan Mitra Indonesia,
> turut berduka cita atas meninggalnya Beby Amaliah.
> Semoga segala amalnya diterima di sisi Allah swt.
> Amin
>
> Yayasan Mitra Indonesia
> Jl. Jati Rawasari No. 9 Mardani Raya
> Jakarta Pusat 10520
> Phone/Fax : 021-424 9654
> Mobile. 0818 745534
> E-mail : ymijak@...
>
> __________________________________
> Do you Yahoo!?
> Yahoo! Small Business - Try our new resources site!
> http://smallbusiness.yahoo.com/resources/
>
>
>
> Yahoo! Groups Links
>
>
>
>
>


--
Adi Sasongko
Yayasan Kusuma Buana
Jakarta, Indonesia
Tel. (62-21) 829 6337
Fx.  (62-21) 831 4764
Website: www.kusumabuana.or.id

#697 From: "Chris W. Green" <wartaaids@...>
Date: Fri Mar 11, 2005 10:47 am
Subject: Terapi Berdenyut: Penelitian FOTO
wartaaids
Send Email Send Email
 
Terapi Berdenyut: Penelitian FOTO

Penelitian FOTO: Penelitian percobaan terhadap pengobatan yang
dihentikan sementara dengan siklus pendek (short-cycle treatment
interruption), memakai obat antiretorviral (ARV) untuk lima hari pakai,
dua hari tidak pakai (five days on, two days off/FOTO), untuk mereka
dengan viral load yang tertekan oleh rejimen berdasarkan protease
inhibitor (PI) atau efavirenz (EFV).
Oleh C J Cohen dkk, CRI New England, Boston, AS

Latar belakang: Penelitian terhadap pemberhentian jangka pendek
menunjukkan hasil yang beraneka ragam dalam menahan tekanan pada virus.
Tujuan kami adalah untuk menilai kendalian virologis, jumlah CD4, dan
pilihan pasien pada orang yang sudah menekan virusnya secara
terus-menerus, yang mengganti terapi antiretroviral (ART) dari harian
menjadi jadwal pengobatan 5-hari pakai/2-hari tidak pakai (5/2). Jadwal
ini dipilih untuk meminimalkan risiko lolos virus dengan penghentian
singkat, sementara memaksimalkan kepatuhan dengan meniru jadwal minggu
kerja 5-hari diikuti liburan akhir pekan 2 hari. Pendekatan ini juga
mengurangi pajanan pada ARV dan biaya 28 persen.

Metode: Penelitian tidak-acak, open-label yang masih diteruskan. Dua
puluh peserta HIV-positif dilibatkan: viral load di bawah 75 selama
sedikitnya tiga bulan, jumlah CD4 di atas 200, yang memakai rejimen
berdasarkan PI (n=10) atau EFV (N=10). Semuanya menganti jadwalnya
menjadi 5/2 pada awal penelitian.

Hasil: Demografik: 16/20 laki-laki; usia rata-rata 41 tahun (31-59);
jumlah CD4 rata-rata 502 (221-1162). Rejimen EFV: EFV plus 2 (n=8) atau
3 (n=2) analog nukleosida. Rejimen PI: lopinavir/ritonavir (Kaletra,
LPV/r) +/- PI kedua +/- analog nukleosida (n=8); nelfinavir (NFV)
(n=2). Pemantauan rata-rata 42 minggu untuk kedua kelompok (8-48
minggu). Selama intervensi 5/2, 10/10 yang memakai EFV tetap menekan
virus (di bawah 400), sementara 8/10 yang memakai PI tetap menekan
virus. Dua pasien dengan viral load kembali di atas 400 dua-duanya
memakai LPV/r; hal ini terjadi pada minggu ke-24. Pada kedua kelompok,
jumlah CD4 rata-rata dan kolesterol total pada minggu 24 tidak berbeda
dengan angka awal. Tidak satu pun peserta melaporkan efek kerugian dari
jadwal 5/2; tidak dilaporkan efek samping terkait EFV dengan
berhentu/mulai kembali. 19/20 pasien mengisi survei mutu hidup dan
semuanya melaporkan paling menyukai jadwal 5/2 dibandingkan terapi
harian terus-menerus.

Kesimpulan: Pasien yang memakai rejimen penekanan virus yang mengandung
EFV kemungkinan besar akan tetap menekan virus dengan memakai ARV lima
dari tujuh hari per minggu. Pasien yang memakai PI sebaiknya
ditelitikan lebih lanjut untuk menilai risiko peningkatan kembali pada
viral load dengan pendekatan ini. Masih dilakukan pekerjaan untuk
menentukan ketahanan dan hasil tambahan pada mutu hidup, pilihan
pasien, dan kepatuhan serta juga efek samping terkait dengan pajanan
jangka panjang pada obat.

[Catatan: Dalam wawancara dengan John James dilaporkan pada AIDS
Treatment News #407, 31 Desember 2004, Dr. Cal Cohen melaporkan bahwa
penelitian lanjutan juga melibatkan sepuluh orang yang memakai ART
dengan nevirapine. Hanya tujuh sudah dipantau sampai 24 minggu, tetapi
semua tujuh ini tetap mempunyai viral load di bawah 50. Lagi pula,
dimulai penelitian di Afrika dengan pendekatan 5/2 ini. Namun dia
mengingatkan bahwa penelitian ini baru melibatkan sedikit orang untuk
jangka waktu yang masih pendek. Dikatakan, "Kami belum siap menyarankan
pendekatan ini di luar rangka penelitian sebelum ada lebih banyak
data."

Untuk informasi lebih lanjut mengenai Terapi Berdenyut, lihat Lembaran
Informasi Spiritia 417]

Sumber: Kongres Internasional AIDS Bangkok Juli 2004, Poster Abstract
Number: TuPeB4575

URL: http://www.iasociety.org/ejias/show.asp?abstract_id=2173663

#698 From: "Abadi Purwadaksina" <abadi@...>
Date: Sun Mar 13, 2005 4:25 am
Subject: Sudah 32 Pengidap HIV Terdeteksi
abadip
Send Email Send Email
 
Sudah 32 Pengidap HIV Terdeteksi
Anehnya, Identitas Mereka Tidak Diketahui

PASURUAN - Maraknya ajang seks bebas yang saat ini melanda Pasuruan,
membuat semakin banyaknya penderita HIV di kabupaten
Pasuruan.Menurut data yang diperoleh Radar Bromo dari Dinas
Kesehatan Kabupaten Pasuruan, tercatat sebanyak 32 orang yang
positif menderita penyakit menular dan mematikan ini.

Data tersebut dikumpulkan Dinas Kesehatan sejak tahun 1993 sampai
dengan 2005. Namun, dari semua penderita HIV ini menurut Kadis
Kesehatan Kabupaten Pasuruan, dr. Nanang Hari P, ke 32 pengidap
penyakit paling mematikan itu tidak diketahui identitasnya.

"Kami hanya mengumpulkan sample darahnya, tanpa mengetahui identitas
masing-masing pemilik darah tersebut," jelas Nanang. Sample darah
yang diambil Dinas Kesehatan tersebut, diambil dari mereka-mereka
yang bekerja sebagai penjaja seks komersial (PSK) yang ada di
Kabupaten Pasuruan.

Namun, dr. Nanang menambahkan dari hasil pemeriksaan terhadap PSK
yang ada di Kabupaten Pasuruan ini memang tidak diketahui
identitasnya. Pasalnya, sebagian besar PSK tersebut ketika di
periksa mengaku malu dan takut apabila dirinya terjangkit penyakit
mematikan ini.

Sementara pemeriksaan yang dilakukan Dinkes terhadap PSK hanya
sebatas pengambilan sample darah semata. Sehingga, identitas pemilik
dari sample darah itupun tak diketahui jelas.

"Memang dari hasil pemeriksaan yang kami lakukan, terdapat 32 sampel
darah yang positif terkena HIV. Namun sekali lagi kami tidak dapat
mengetahui siapa pemilik darah itu," tambahnya.

Dinas Kesehatan sebenarnya memaklumi apa yang menjadi ketakutan dan
kecemasan para PSK yang diperiksa sample darahnya. Namun, hal ini
jadi disayangkan. Karena dari hasil pemeriksaan tersebut, membuat
Dinkes kesulitan mencari siapa-siapa yang memiliki sample darah
positif teridap HIV.

"Kami menghargai hak PSK tersebut untuk tidak mau memberikan
identitasnya ketika diperiksa. Tapi ini jelas membuat kami jadi
kesulitan mencari siapa pemilik sample darah yang positif mengidap
HIV itu," akunya.

Lantas bagaimana mengenai penanggulangan serta pencegahan penyakit
ini? Dr. Nanang mengaku, selama ini pihak Dinkes sudah melakukan
upaya-upaya mencegah penyebaran penyakit mematikan ini di Kabupaten
Pasuruan.

"Kami sudah mencoba melakukan pencegahan penyebaran penyakit
HIV/AIDS. Lewat upaya penanggulangan dan kegiatan penyuluhan serta
penyebaran informasi kepada masyakat, juga kita galakkan. Mulai
pengobatan Penyakit Menular Seksual (PMS) di semua Kecamatan dengan
menggunakan metode pendekatan syndrome maupun upaya penyuluhan pada
berbagai lapisan masyarakat tentang bahaya HIV/AIDS," tuturnya
kemarin.

"Kami juga pernah melakukan seminar tentang HIV/AIDS pada anak
sekolah dan generasi muda. Untuk masyarakat umum, kami juga lakukan
siaran di salah satu radio sebanyak enam kali dalam setahun. Dan
pada hari AIDS sedunia, kami juga memasang spanduk sekedar
mengingatkan masyarakat akan bahaya penyakit ini," tambahnya.

Selain upaya promotif yang dilakukan Dinkes untuk menanggulangi
penyakit AIDS diatas, dikatakan juga saat ini puskesmas-puskesmas
sudah membuka konseling penyakit menular yang diakibatkan dari seks
bebas.

Sementara itu, kalangan ulama yang diwakili Gus Fahrur ikut angkat
bicara mengenai masalah HIV/AIDS. Menurutnya, pemkab dalam hal ini
Dinas Kesehatan harus bertindak cepat menangani kasus ini. Karena
apabila dibiarkan berlarut-larut akan menambah jumlah penderita
HIV/AIDS di Pasuruan.

Dia menambahkan, ulama Pasuruan sebenarnya juga tidak henti-hentinya
mendakwakan masalah zinah yang berakibat munculnya penyakit
mematikan ini. Untuk itu, Gus Fahrur mengimbau pada pemkab agar
memaksimalkan penyuluhan terhadap bahaya AIDS ini. Serta lebih
mensosialisasikan Perda (peraturan daerah) mengenai perbuatan
maksiat ini.

"Kami dari kalangan ulama Pasuruan mengharapakan agar pemerintah
daerah dalam menangani masalah ini tidak bertindak setengah-
setengah. Ingat, sudah 32 orang teridap HIV. Meski itu jumlah total
sejak 1993, tapi itu harus terus diwaspadai agar tidak meningkat
tiap tahunnya. Mengerikan," tandasnya. (df)

http://www.jawapos.co.id





::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::\
::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::
Seorang gadis kampung dari pinggiran Kota Bandung telah menggemparkan
Dunia.... betapa tidak? Ia di usia menjelang 25 tahun telah berpenghasilan
lebih dari $20.000,- per bulan... http://www.kerjapintar.com
::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::\
::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::

[Non-text portions of this message have been removed]

#699 From: "Galuh Savitri" <gsavitri@...>
Date: Mon Mar 14, 2005 2:15 am
Subject: Turut Berduka cita
gsavitri@...
Send Email Send Email
 
Kami keluarga besar Project Concern International (PCI) Indonesia,
turut berduka cita atas meninggalnya Beby Amalia.
Semoga segala amal ibadah beliau diterima di sisi Allah SWT dan segala
dosanya di ampuni.
Amin.

Salam hangat,
PCI Indonesia
----- Original Message -----
From: "Mitra Indonesia" <ymijak@...>
To: <aids_forum@yahoogroups.com>
Cc: "AIDS INA" <aids-ina@yahoogroups.com>; <wartaaids@yahoogroups.com>;
<apakabarmitra@yahoogroups.com>
Sent: Thursday, March 10, 2005 7:25 PM
Subject: [WartaAIDS] Turut Berduka cita


>
>
> Innalillahi Wainnailaihi Rojiun
> Kami keluarga besar Yayasan Mitra Indonesia,
> turut berduka cita atas meninggalnya Beby Amaliah.
> Semoga segala amalnya diterima di sisi Allah swt.
> Amin
>
> Yayasan Mitra Indonesia
> Jl. Jati Rawasari No. 9 Mardani Raya
> Jakarta Pusat 10520
> Phone/Fax : 021-424 9654
> Mobile. 0818 745534
> E-mail : ymijak@...
>
>
>
>
>
> __________________________________
> Do you Yahoo!?
> Yahoo! Small Business - Try our new resources site!
> http://smallbusiness.yahoo.com/resources/
>
>
>
>
> Yahoo! Groups Links
>
>
>
>
>

#700 From: "Abadi Purwadaksina" <abadi@...>
Date: Tue Mar 15, 2005 4:40 am
Subject: Situs tentang aids
abadip
Send Email Send Email
 
Dear member,

ada yg bisa kasih refrensi situs tentang aids?
tentang pencegahan, penularan dll

terima kasih
salam,
abadi



::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::
::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::
:::
Seorang gadis kampung dari pinggiran Kota Bandung telah menggemparkan
Dunia.... betapa tidak? Ia di usia menjelang 25 tahun telah berpenghasilan
lebih dari $20.000,- per bulan... http://www.kerjapintar.com
::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::
::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::
:::

#701 From: "vodkaturbo" <vodkaturbo@...>
Date: Tue Mar 15, 2005 8:44 am
Subject: HIV Testing di Lapangan
vodkaturbo
Send Email Send Email
 
Bapak2 dan Ibu2 yth,

Boleh tanya bagi yang bisa membantu?

1) Kalau HIV Testing yang dilakukan di Rumah Sakit, Klinik, Lab, etc.
itu dilakukan oleh para Dokter dan/atau profesional medis yang
lainnya, apakah ini hal yang sama dengan HIV testing yang di lapangan?
Apakah HIV testing yang di lapangan juga di kerjakan oleh para
volunteer/AIDS activist yang tanpa pengalaman medis?

2) Dengan metode apa HIV testing yang di lakukan di lapangan itu di
kerjakan? Rapid, ELISA atau EIA?

Terima kasih. Salam.

#702 From: Rudi Nuriadi <rudinuriadi@...>
Date: Wed Mar 16, 2005 5:32 am
Subject: Re: [WartaAIDS] Situs tentang aids
rudinuriadi
Send Email Send Email
 
Dear Abadi,

Berikut adalah websites favorit saya. Silakan browsing.


AEGiS: http://www.aegis.org
AIDSmap: http://www.aidsmap.com
AIDSmeds: http://www.aidsmeds.com/
Australian multilingual HIV-AIDS and Hepatitis C Information:
http://www.multiculturalhivhepc.net.au/

The British HIV Association: http://www.bhiva.org/

The Body: http://www.thebody.com
HIV and Hepatitis: http://www.hivandhepatitis.com
Johns Hopkins AIDS: http://www.hopkins-aids.edu/
Medscape: http://www.medscape.com/Home/Topics/AIDS/AIDS.html
New Mexico AIDS InfoNet: http://www.aidsinfonet.org/
WHO HIV/AIDS: http://www.who.int/hiv/en/
RHRC: http://www.rhrc.org/

Untuk visualisasi secara sederhana tentang penularan HIV, lihat:

HIV-AIDS, Hepatitis C and Sexual Health Website Information for the Public
http://www.health.qld.gov.au/sexhealth/factsheets/HIV_AIDS.shtml#

Untuk informasi yang scientific:

HIV InSite

http://hivinsite.ucsf.edu/

Salam



Abadi Purwadaksina <abadi@...> wrote:
Dear member,

ada yg bisa kasih refrensi situs tentang aids?
tentang pencegahan, penularan dll

terima kasih
salam,
abadi



::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::
::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::
:::
Seorang gadis kampung dari pinggiran Kota Bandung telah menggemparkan
Dunia.... betapa tidak? Ia di usia menjelang 25 tahun telah berpenghasilan
lebih dari $20.000,- per bulan... http://www.kerjapintar.com
::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::
::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::
:::


Yahoo! Groups SponsorADVERTISEMENT


---------------------------------
Yahoo! Groups Links

    To visit your group on the web, go to:
http://groups.yahoo.com/group/wartaaids/

    To unsubscribe from this group, send an email to:
wartaaids-unsubscribe@yahoogroups.com

    Your use of Yahoo! Groups is subject to the Yahoo! Terms of Service.




---------------------------------
   Yahoo! Messenger - Communicate instantly..."Ping" your friends today! Download
Messenger Now

[Non-text portions of this message have been removed]

#703 From: "Dony Agustinus" <bon3x@...>
Date: Thu Mar 17, 2005 1:14 am
Subject: CD4
bon3x
Send Email Send Email
 
Salam,
saya odha dengan latar belakang IDU, usia 24 tahun.. Saya mengetahui
status saya sejak 4 tahun yg lalu.. slama saya tes CD4 saya, selalu
dalam kisaran 400-600.. terakhir saya tes CD4 maret tahun lalu,
hasilnya sekitar 500.. dikarenakan keadaan saya tahun ini penuh
dengan beban pikiran, gaya hidup saya mulai kacau, merokok sampai 2
bungkus/ hari, tidur cuma 1-2 jam perhari dan berbagai gaya hidup yg
menurut saya sudah sangat tidak sehat. Tapi saya tidak kembali
mengkonsumsi narkoba. Hal itulah yg membuat saya khawatir kalo CD4
saya turun drastis, dikarenakan saya sudah menjalani gaya hidup yg
tidak benar tadi selama lebih dari 2 bulan.. Didorong oleh
kekhawatiran tersebut, saya tes. dan kemarin ketika mengambil
hasilnya, saya sudah sangat" pesimis dan takut untuk membuka
hasilnya.. ternyata, berkat kuasa tuhan yg memang tidak bisa
dijelaskan dengan pikiran manusia, CD4 saya 1200! Untuk para ahli
HIV/AIDS saya ingin tahu, bagaimana ini bisa terjadi? yg pasti saya
senang sekali.. oh ya, saya belum memulai terapi ARV.
Terima kasih

#704 From: Sam N <samuel_nugraha@...>
Date: Thu Mar 17, 2005 4:33 am
Subject: Re: [WartaAIDS] CD4
samuel_nugraha
Send Email Send Email
 
Hi bon3x,

Kita pernah ke Pattaya bareng ga yah? di workshop "leadership for result" yang
bikin undp new delhi. Gua jadi simultaneous interpreteurnya Indonesia. Anyway,
gua juga ada 3 orang teman yang mengalami hal yang serupa. CD4nya kaya roller
coaster, naik turun dan tanpa ada campur tangan ARV. Dengan kata lain ke 3 orang
temen gua ini positif HIV dan con-infeksi dengan HCV (Hepatitis C) yang umum
sekali dikalangan IDU. CD4-nya dari 300-400 bisa sampe 700- 1000 tanpa obat. dan
temen2 gua pasti senang dong. Tapi informasi ini ada yang mengganjal di
pemikiran gua. Setiap ada kesempatan untuk bertemu para ahli baik dari dalam dan
luar negri seperti pertemuan TREAT ASIA, International AIDS Conference kemaren
dan yang lainnya, kita perwakilan Indonesia selalu menanyakan hal ini.

Respon dari beberapa dokter mengatakan hal yang serupa; bahwa memeng ada
kemungkinan CD4 naik tanpa ARV, TAPI bukan perubahan yang drastis seperti
beberapa kasus di atas. Menurut mereka kemungkinan ada masalah pada mesin CD4
testnya. Dimana biaya perawatan mesinnya mahal sekali, SDMnya dan faktor2 lain.

Sebetulnya saya tidak menjawab pertanyaan bon3x@... tapi saya ingin
bertanya juga dengan para ahli di Indonesia mengenai kasus ini yang mulai
bertambah.

Saya dengan teman2 yang lain melalui  sedang mengumpulkan materi untuk melakukan
need assessment seputar treatment issue. Jika ada hal-hal lain yang disampaikan
oleh teman2 dari pengalamannya, silahkan kirim ke email saya,
rico_gustav@..., dan irin_135@... kami akan membahasnya juga dalam
wokshop yang sedang disiapkan dalam waktu dekat ini.

Terima kasih,

Sam


bon3x@... wrote:

Salam,
saya odha dengan latar belakang IDU, usia 24 tahun.. Saya mengetahui
status saya sejak 4 tahun yg lalu.. slama saya tes CD4 saya, selalu
dalam kisaran 400-600.. terakhir saya tes CD4 maret tahun lalu,
hasilnya sekitar 500.. dikarenakan keadaan saya tahun ini penuh
dengan beban pikiran, gaya hidup saya mulai kacau, merokok sampai 2
bungkus/ hari, tidur cuma 1-2 jam perhari dan berbagai gaya hidup yg
menurut saya sudah sangat tidak sehat. Tapi saya tidak kembali
mengkonsumsi narkoba. Hal itulah yg membuat saya khawatir kalo CD4
saya turun drastis, dikarenakan saya sudah menjalani gaya hidup yg
tidak benar tadi selama lebih dari 2 bulan.. Didorong oleh
kekhawatiran tersebut, saya tes. dan kemarin ketika mengambil
hasilnya, saya sudah sangat" pesimis dan takut untuk membuka
hasilnya.. ternyata, berkat kuasa tuhan yg memang tidak bisa
dijelaskan dengan pikiran manusia, CD4 saya 1200! Untuk para ahli
HIV/AIDS saya ingin tahu, bagaimana ini bisa terjadi? yg pasti saya
senang sekali.. oh ya, saya belum memulai terapi ARV.
Terima kasih




Yahoo! Groups SponsorADVERTISEMENT


---------------------------------
Yahoo! Groups Links

    To visit your group on the web, go to:
http://groups.yahoo.com/group/wartaaids/

    To unsubscribe from this group, send an email to:
wartaaids-unsubscribe@yahoogroups.com

    Your use of Yahoo! Groups is subject to the Yahoo! Terms of Service.



[Non-text portions of this message have been removed]

#705 From: "Dr. D.N. Wirawan" <ykpdps@...>
Date: Fri Mar 18, 2005 1:50 am
Subject: Re: [aids-ina] CD4
ykpdps@...
Send Email Send Email
 
Rekan Doni dan teman-teman lain Yth:

Saya tambahkan sedikit penjelasannya Mas Pri, bahwa tidak semua mesin
untuk periksa CD4 yang ada di Indonesia bisa menghitung % CD4.

Yang di Denpasar (Facscount), hanya bisa dipakai menghitung jumlah
absolut. Yang di RS Dharmais bisa dapat % CD4. Saya kurang tahu yang ada
di RS di Yogya.

Kalau dari 450 lalu naik menjadi 1200, ini pasti mesinnya salah hitung.
Sebaiknya diulang. Kalau kisarannya sekitar 30% (spt dijelaskan Mas Pri)
ini bisa terjadi karena variasi biologis (spt juga telah dijelaskan oleh
Mas Pri).

Walaupun mesin, sering salah. Karena itu quality controlnya harus
betul-betul terjamin. Itulah salah satu alasan, mengapa kami di Bali
meletakkan mesin-nya di Prodia. Quality controlnya relatif paling
terjamin.

Salam,
Wirawan


Priyadi Prihaswan wrote:
>
> Hello Doni,
> Fenomena naik turunnya angka tes CD4 adalah umum. Angka CD4 dipengaruhi oleh
> jml total sel darah putih, % lymphocytes, dan % CD4. Sebagai contoh, kalau
> jml total sel darah putih adalah 4000/mililiter dan angka persen
> lymphocytesnya adalah 50%, artinya 2000 dari 4000 sel darah putih adalah
> lymphocytes. Kalau misalnya persentasi CD4 nya adalah 25%, artinya angka CD4
> nya adalah 500.
>
> Perubahan angka CD4 disebabkan karena jml total sel darah putih bisa
> berubah-ubah bergantung misalnya: waktu pengambilan darah (pagi, saing atau
> sore), aktivitas sehari-hari, berbagai infeksi yang sedang didapat, stress,
> dll.  Perubahan sekitar 30% adalah umum. Jadi misalnya kalau bisanya angka
> CD4 berkisar pada 500, angka CD4 antara 350 – 650 adalah wajar.  Oleh karena
> itu akan lebih bijak kalau melihat angka CD4 sebagai trend, bukan sebagai
> angka yg mutlak. Angka persentasi CD4 lebih akurat dan stabil sebagai
> indikasi, dibandingkan angka CD4.
>
> Berdasarkan keterangan ini, ada baiknya utk melakukan tes CD4 lagi, dan
> melihat trendnya. Kalau memang hasilnya ada di kisaran yg sama, berarti
> memang itulah angka CD4 nya. Akan tetapi kalau tidak (misalnya hasilnya
> adalah 450) maka, hasil yg terdahulu (1200) adalah kesalahan laboratorium.
> Lebih bagus kalau bisa mendapatkan angka persentasi CD4 nya.
>
> Memonitor angka CD4 memang penting bagi Odha. Akan tetapi janganlah kemudian
> terpenjara dg angka-angka ini. Yang lebih penting adalah bagaimana Doni
> menjaga keseimbangan antara stress, istirahat, makan, dan santai dalam
> kehidupan sehari-hari, sehingga bisa mempertahankan angka CD4 yang masih
> relative tinggi.
>
> Salam,
> Priyadi
>
> Priyadi Prihaswan
> Gay Men's Sexual Health Project
> Health Promotion Team
> Sexual Health Service
> Sydney South West Area Health Service
> Ground Floor, Building 12
> Missenden Rd, Camperdown NSW 2050
>
> Phone: 9515 5155
> Fax: 9557 3899
>
> -----Original Message-----
> From: Dony Agustinus [mailto:bon3x@...]
> Sent: Thursday, 17 March 2005 12:14 PM
> To: aids-ina@yahoogroups.com
> Subject: [aids-ina] CD4
>
> Salam,
> saya odha dengan latar belakang IDU, usia 24 tahun.. Saya mengetahui
> status saya sejak 4 tahun yg lalu.. slama saya tes CD4 saya, selalu
> dalam kisaran 400-600.. terakhir saya tes CD4 maret tahun lalu,
> hasilnya sekitar 500.. dikarenakan keadaan saya tahun ini penuh
> dengan beban pikiran, gaya hidup saya mulai kacau, merokok sampai 2
> bungkus/ hari, tidur cuma 1-2 jam perhari dan berbagai gaya hidup yg
> menurut saya sudah sangat tidak sehat. Tapi saya tidak kembali
> mengkonsumsi narkoba. Hal itulah yg membuat saya khawatir kalo CD4
> saya turun drastis, dikarenakan saya sudah menjalani gaya hidup yg
> tidak benar tadi selama lebih dari 2 bulan.. Didorong oleh
> kekhawatiran tersebut, saya tes. dan kemarin ketika mengambil
> hasilnya, saya sudah sangat" pesimis dan takut untuk membuka
> hasilnya.. ternyata, berkat kuasa tuhan yg memang tidak bisa
> dijelaskan dengan pikiran manusia, CD4 saya 1200! Untuk para ahli
> HIV/AIDS saya ingin tahu, bagaimana ini bisa terjadi? yg pasti saya
> senang sekali.. oh ya, saya belum memulai terapi ARV.
> Terima kasih
>
> Yahoo! Groups Links
>
> "This message is intended for the addressee named and may contain confidential
information. If you are not the intended recipient, please destroy it and notify
the sender. Views expressed in this message are those of the individual sender,
and are not necessarily the views of the Sydney South West Area Health Service."
>
>
> Yahoo! Groups Links
>
>
>
>

#706 From: "Chris W. Green" <wartaaids@...>
Date: Fri Mar 18, 2005 6:07 am
Subject: The 12th International Course on AIDS Prevention and Care in Asia
wartaaids
Send Email Send Email
 
Course: "The 12th International Course on AIDS Prevention and Care in
Asia"
Location: Tokyo, Japan
Duration: 25 May - 5 July, 2005
Organiser: Japan Foundation for AIDS Prevention (JFAP)

Dear all,

JFAP (Japanese Foundation for AIDS Prevention) is happy to invite
applications for the 12th International Course on AIDS Prevention and
Care in Asia, targeting Health officers, Programme officers, and
HIV/AIDS-related NGO staff members in 15 Asian Countries (Bangladesh,
Cambodia, China, India, Indonesia, Korea, Lao PDR, Malaysia, Mongolia,
Myanmar, Philippines, Sri Lanka, Thailand, Vietnam or Japan).

We have conducted the course successfully for the last eleven years in
cooperation with the Research Institute of Tuberculosis (RIT) located in
Kiyose City, suburb of Tokyo.

We had held the course in autumn for the last eleven years. This year,
however, we will hold the course from May 25 to July 5 in order to take
part in the ICAAP KOBE as a part of the course.

All of the cost of this course including course fee, accommodation,
round trip economy airfare, daily allowances, and ICAAP registration fee
are basically covered by JFAP.

In selection of participants for our course, special (but not absolute)
considerations are given to the applicants who have submitted abstracts to
the ICAAP or whose abstracts to the ICAAP have been accepted.

Number of seats for the course: 18

Application deadline: 24 March 2005

For more details, please visit our website followed:
http://www.jfap.or.jp/english/program/program_frame.htm

You can download the Application Form from the above our site.

Best regards,
Mikio Hashimoto (Mr)
International Cooperation Division, JFAP
E-mail: hashimoto@...
----------------------------------
Chris W. Green (chrisg@...)
Treatment Educator, Spiritia Foundation
Jakarta, Indonesia
Tel: +62 (21) 7279 7007  Fax: +62 (21) 726-9521

#707 From: "Dr. D.N. Wirawan" <ykpdps@...>
Date: Sat Mar 19, 2005 2:12 am
Subject: Re: [aids-ina] Normal tidak sih??
ykpdps@...
Send Email Send Email
 
Rekan Tuti dan teman-teman lain Yth:

Wah, dari 27 naik menjadi 152 dalam 9 bulan, ini sudah bagus sekali.
Berarti respons ART Anda bagus.

CD4 memang pelan-pelan naiknya dan naikknya CD4 tidak linier dengan
turunnya virus dalam darah. Membangun sistem kekebalan agak pelan
dibanding turunnya kadar virus. Viral load Anda pasti sudah banyak
turun.

Kalaupun tidak ada pemeriksaan CD4, keadaan fisik Anda sudah cukup
dipakai ukuran. Bila berat badan naik, OI semakin jarang, ini pertanda
ART Anda berhasil.

Salam,
Wirawan
Klinik Amertha
Yayasan Kerti Praja
Denpasar



Tuti Sugiarti wrote:
>
> Dear all
>
> Nama saya tuti, usia 27 tahun. saya adalah odha yang sudah terpi ARV kurang
lebih 9 bulan. pada awal terapi cd4 saya 27 setelah terapi selama 9 bulan dengan
pernah ganti kombinasi karena efek samping cd4 saya 152. saya tidak pernah lupa
minum obat dan selalu tepat, makan teratur dan istirahat cukup. kondisi fisik
saya juga dibandingkan 9 bulan yang lalu jauh lebih baik saya naik 15 kg tapi
kok cd4 saya naiknya sedikit, atau itu memang normal?
> terima kasih.
>
> salam hangat
>
>
> Tuti
>
> ---------------------------------
>   Yahoo! Messenger - Communicate instantly..."Ping" your friends today!
Download Messenger Now
>
> [Non-text portions of this message have been removed]
>
>
> Yahoo! Groups Links
>
>
>
>

#708 From: "Abadi Purwadaksina" <abadi@...>
Date: Fri Mar 18, 2005 12:17 pm
Subject: Artikel : Buah Merah asli Papua berkhasiat mujarab sebagai penangkal AIDS ?
abadip
Send Email Send Email
 
Kekayaan biodiversitas alam Indonesia khas pulau Papua -yg sejak lama
dikenal sebagai kawasan tempat tumbuh subur beragam anggrek eksotik-
menjelang tutup tahun 2004 y.l. tiba-tiba dihebohkan dengan liputan media yg
meluas tentang sensasi penemuan Buah Merah asli Papua yg berkhasiat sebagai
ramuan penangkal HIV/AIDS.

Belum tuntas adanya memang penelitian tentang keampuhan khasiat sari buah
Merah Papua sebagai penangkal AIDs serta beberapa penyakit degeneratif
lainnya. Namun setidaknya penelitian riset ilmiah khasiat Buah Merah Papua
atas karya temuan peneliti Indonesia sendiri dapat menjadi modal yg amat
berharga dalam upaya terobosan penyembuhan medis penyakit AIDS yg hingga
kini belum ada obatnya dimana pun di seluruh dunia. Selain itu setidaknya
penelitian khasiat Buah Merah Papua sebagai obat penyakit degeneratif dan
suplemen kesehatan, serta upaya pembudidayaan tanaman Buah Merah oleh bangsa
sendiri dapat menjadikannya dikenal khalayak seperti halnya popularitas
khasiat sari buah mengkudu yg telah terlebih dulu mendunia.

Nama latin Buah Merah adalah "Pandanus conoideus Lam" (Red Froot=English)
adalah tanaman khas spesifik atau endemik yang tumbuh di p.Papua dan
sebagian kepulauan Maluku. Tanaman Buah Merah termasuk tanaman keluarga
pandan-pandanan dgn pohon menyerupai pandan, namun tinggi tanaman dapat
mencapai 16m dengan tinggi batang bebas cabang sendiri setinggi 5 sampai 8 m
yang diperkokoh akar-akar tunjang pada batang sebelah bawah.

Kultivar buah berbentuk lonjong dgn kuncup tertutup daun buah. Buah Merah
sendiri panjang buahnya mencapai 55 cm, diameter 10-15 cm, dan bobot 2-3 kg.
Warnanya saat matang berwarna merah maroon terang. Walau sebenarnya ada
jenis tanaman ini yg berbuah berwarna coklat dan coklat-kekuningan.
Budidaya tanaman dipelopori oleh seorang warga lokal Nicolaas Maniagasi
sejak tahun 1983, dan atas jerih payahnya tersebut mendapatkan penghargaan
lingkungan hidup Kehati Award 2002.

Adapun penelitian tentang khasiat pengobatan Buah Merah pertama kali
dilakukan oleh peneliti dosen Universitas Cendrawasih di Jayapura yaitu Drs.
I Made Budi M.S. Sebagai ahli gizi dan dosen Universitas Cendrawasih sempat
mengamati secara seksama kebiasaan masyarakat tradisional di Wamena, Timika
dan desa-desa kawasan pegunungan Jayawijaya yang mengonsumsi buah merah
sebagai obat cacing, penyakit kebutaan, dan penyakit kulit.
Selain itu pengamatan atas masyarakat lokal berbadan lebih kekar dan
berstamina tinggi, pd hal hidup sehari-hari secara asli tradisional yg serba
terbatas dan terbuka dalam berbusana dalam kondisi alam yg keras serta
terkadang bercuaca cukup dingin di ketinggian pegunungan. Keistimewaan fisik
penduduk lain yakni jarang yg terkena penyakit degeneratif seperti;
hipertensi, diabetes, penyakit jantung dan kanker.
Dengan meneliti kandungan komposisi gizinya, ternyata dalam ujud sari buah
merah itu banyak mengandung antioksidan (kandungan rata-rata):
- Karoten (12.000 ppm)
- Betakaroten (700 ppm)
- Tokoferol (11.000 ppm)
Disamping beberapa zat lain yang meningkatkan daya tahan tubuh, a.l:
asam oleat, asam linoleat, asam linolenat, dekanoat, Omega 3 dan Omega 9, yg
semuanya merupakan senyawa aktif penangkal terbentuknya radikal bebas dalam
tubuh.

Betakaroten berfungsi memperlambat berlangsungnya penumpukan flek pada
arteri. Jadi aliran darah ke jantung dan otak berlangsung tanpa sumbatan.
Interaksinya dengan protein meningkatkan produksi antibodi. Ini meningkatkan
jumlah sel pembunuh alami dan memperbanyak aktifitas sel T Helpers dan
limposit. Suatu kutipan studi membuktikan konsumsi betakaroten 30-60 mg/hari
selama 2 bulan membuat tubuh dapat memperbanyak sel-sel alami pembasmi
penyakit. Bertambahnya sel-sel alami itu menekan kehadiran sel-sel kanker
karena ampuh menetralisasikan radikal bebas senyawa karsinogen penyebab
kanker.

Dalam beberapa penelitian terbatas yg dilakukan I Made Budi dengan metode
pengobatan langsung dengan sari buah Buah Merah, peneliti mengungkapkan
keberhasilan yg amat tinggi dalam upaya pengobatan yg dilaksanakan terhadap
penyakit yaitu; tumor otak, tumor kandungan, tumor payudara, kanker hati,
bahkan juga HIV/AIDS yg sebagian besar kasus penyembuhan terjadi atas
pasien-pasien di Papua maupun penderita penyakit di P. Jawa.
Tulisan tentang penelitian serta cara proses pembuatan sari buah Buah Merah
kini dipublikasikan di buku tulisan Drs. I Made Budi M.S. dan Ir. Fendy
R.Paimin berjudul "Buah Merah" terbitan Penebar Swadaya yg muncul pada akhir
tahun 2004.



---------------------------------------------------------------------->>>
Seorang gadis kampung dari pinggiran Kota Bandung telah menggemparkan
Dunia.... betapa tidak? Ia di usia menjelang 25 tahun telah berpenghasilan
lebih dari $20.000,- per bulan... http://www.kerjapintar.com

#709 From: "Chris W. Green" <wartaaids@...>
Date: Wed Mar 23, 2005 12:04 am
Subject: PANOS/STOP TB MEDIA FELLOWSHIPS
wartaaids
Send Email Send Email
 
PANOS/STOP TB MEDIA FELLOWSHIPS

An estimated two million people die annually from tuberculosis. TB and its
traditional roots in poverty are now being compounded by HIV/AIDS. These
linkages are under-reported and Panos believes the media has a crucial
role in ensuring these issues are addressed.

For this reason, the Panos Global AIDS Programme and the Stop TB
Partnership are running fellowships for print and photo journalists in the
South to raise local debate and understanding of TB and, in particular,
its link with poverty and HIV/AIDS.

The fellowships will be awarded to local journalists in India, Bangladesh,
Pakistan, the Philippines, Indonesia, Zambia, Malawi, Ethiopia and Haiti.
Panos will award fellowships to two print journalists in each country and
to one photo journalist in every region. One additional fellowship will be
awarded in India. Fellowships will run from June to October, and articles
and photos will be published in the Fellows’ local newspapers. The closing
date for applications is 2 May 2005.

Panos plans to publish a best practice reporting guide on TB and organise
a photo exhibition based on the Fellows’ work.

* Download full details (pdf)
<http://www.panosaids.org/files/tb_fellowships_announce.pdf>

* Download English press release (pdf)
<http://www.panosaids.org/files/tb_fellowships_press.pdf>

http://www.panosaids.org/tb_fellowships/index.htm

#710 From: "Abadi Purwadaksina" <abadi@...>
Date: Thu Mar 24, 2005 3:37 pm
Subject: MENGAPA AIDS PERLU PERHATIAN KHUSUS?
abadip
Send Email Send Email
 
MENGAPA AIDS PERLU PERHATIAN KHUSUS?

Sampai saat ini belum ditemukan obat atau vaksin untuk menyembuhkan AIDS.
Orang yang telah terinfeksi HIV akan dapat menularkan virus tersebut kepada
orang lain selama hidupnya, walaupun tidak merasa sakit dan tampak sehat.

Menurut data dari WHO, didunia saat ini terdapat lebih dari 5,000,000 sampai
dengan 10,000,000 orang yang telah terinfeksi. Hampir dapat dikatakan, para
pengidap AIDS meninggal dalam jangka waktu 5 (lima) tahun setelah
menunjukkan gejala pertama AIDS.

Data yang telah dilaporkan ke WHO untuk orang-orang yang telah meninggal
karena AIDS sekitar kurang-lebih 150,000 orang.


----------------------------------------------------------------------------
-
Dalam pekerjaan saya sebagai seorang Perencana Keuangan, seringkali saya
membutuhkan banyak sekali alat serta referensi dalam membantu pekerjaan
saya. Misalnya e-course tentang bagaimana kita bisa pensiun dalam
waktu yang lebih cepat (Safir Senduk) http://www.kerjapintar.com

#711 From: "Abadi Purwadaksina" <abadi@...>
Date: Fri Apr 1, 2005 3:42 pm
Subject: Artikel : GEJALA AIDS
abadip
Send Email Send Email
 
GEJALA AIDS

Gejala-gejala yang disebutkan dibawah ini BELUM BISA MEMASTIKAN bahwa
seseorang telah terinfeksi HIV karena gejala tersebut banyak dijumpai pada
penyakit lain. Untuk memastikan gejala-gejala tersebut harus dilakukan tes
darah ELISA-1 dan ELISA -2 serta jika tetap positif harus dikonfirmasi
dengan tes WESTERN BLOT.

Gejala-gejalanya antara lain :
           o RASA LELAH YANG BERKEPANJANGAN
           o SESAK NAFAS DAN BATUK YANG BERKEPANJANGAN
           o PEMBESARAN KELENJAR (SEKITAR LEHER DAN LIPATAN PAHA) TANPA
SEBAB
           o SERING DEMAM (LEBIH DARI 38 DERAJAT CELCIUS) DISERTAI KERINGAT
TANPA SEBAB YANG JELAS,      DIMALAM HARI
           o BERAT BADAN MENURUN SECARA MENYOLOK
           o DIARE YANG BERKEPANJANGAN
           o BERCAK-BERCAK MERAH KEBIRUAN YANG TIMBUL PADA KULIT


----------------------------------------------------------------------------
--
Kerja keras (hard work) saja tidak menjamin orang menjadi kaya. Perlu juga
diimbangi dengan kerja pintar (smart work) http://www.kerjapintar.com
----------------------------------------------------------------------------
--

#712 From: Purple Chin <chin_purple@...>
Date: Fri Apr 1, 2005 2:46 pm
Subject: Infoterapi.com
chin_purple
Send Email Send Email
 
Dear rekan-rekan,


Dengan kerendahan hati dan puji syukur pada Tuhan YME, saya ingin
menginformasikan bahwa website InfoTerapi (IT) sudah bisa diakses.

Sajian utama dari IT adalah direktori (daftar nama &alamat) 11 kategori profesi
yg terkait dengan bidang terapi: psikolog, psikiater, spesialis anak, terapis,
ahli lainnya,pusat terapi, pusat rehabilitasi, pusat konseling & tes, sekolah
khusus, program non-formal, produk diet & alat terapi.

Menu lainnya adalah
- Konsultasi Pakar Bulan Ini
- Jurnal&Artikel
- Seminar, Buku & Komunitas
- Berbagi Kisah

Visi dari web ini adalah:
- pelayanan masyarakat (dgn memberi info cuma2 )
- pendidikan masyarakat (dgn memberi info yg benar)
- pengembangan ilmu (memfasilitasi diskusi antar pakar)

Sampai sejauh ini web Infoterapi sudah dikunjungi 389 org dalam 20 hari pertama
kemunculannya, padahal publikasinya masih di kalangan terbatas. Rencana ke depan
adalah memperluas publikasi, menjalin link dgn web terkemuka lainnya, membuka
online store dan menyelenggarakan berbagai seminar. Harapan IT dalam jangka
panjang, kalau sdh benar2 established, bisa menyediakan beasiswa utk anak2
keluarga tidak mampu yg butuh terapi/sek khusus...amin, mudah2n terwujud.

Bila ada rekan yg telah terdaftar dalam direktori kami & ada informasi yang
perlu diubah, silakan menghubungi saya. Bila ada yg belum terdaftar, mohon maaf,
silakan menghubungi saya secepatnya.

Web yg masih "bayi" ini sangat membutuhkan dukungan dari rekan-rekan, berupa
saran, kritik, bantuan mempublikasi (dgn memforward email ini). Web ini juga
terbuka bagi kerja sama dengan pihak manapun

Atas segala perhatiannya, saya ucapkan terima kasih.

Salam,
Ike R. Sugianto, Psi
-----------------------------------------------------------------------
http://www.InfoTerapi.com
1st Directory for Therapy in Indonesia
Taman Kedoya Permai A16-30
Jakarta Barat 11530
021-70834036, 0812-9060509
Email: redaksi@...





Send instant messages to your online friends http://uk.messenger.yahoo.com

[Non-text portions of this message have been removed]

#713 From: "Chris W. Green" <wartaaids@...>
Date: Sat Apr 2, 2005 3:57 am
Subject: Pedoman AS Terapi Antiretroviral untuk Anak
wartaaids
Send Email Send Email
 
Pedoman AS Terapi Antiretroviral untuk Anak

Baru dikeluarkan versi baru Pedoman untuk Penggunaan Obat
Antiretroviral (ARV) dengan Infeksi HIV Pediatrik (Guidelines for the
Use of Antiretroviral Agents in Pediatric HIV Infection), 24 Maret
2005. Pedoman ini juga dilengkapi dengan tiga suplemen: Suplemen I:
Informasi ARV Pediatrik; Suplemen II: Penatalaksanaan Komplikasi
Infeksi HIV pada Anak Terinfeksi HIV yang Memakai Terapi
Antiretorviral; dan Suplemen III: Efek Obat yang Merugikan.

Suplemen II mencakup informasi yang sangat lengkap mengenai
penatalaksanaan nyeri pada anak.

Pedoman dan suplemen dapat didownload dari
<http://www.aidsinfo.nih.gov/guidelines/default_db2.asp?id=51>. Dari
situs web ini, juga dapat diakses presentasi mengenai pedoman baru
(Updated Slide Set for Pediatric Guidelines from the National Resource
Center).

#714 From: "Chris W. Green" <wartaaids@...>
Date: Sun Apr 3, 2005 1:48 am
Subject: Efavirenz Berisiko pada Janin
wartaaids
Send Email Send Email
 
Efavirenz Berisiko pada Janin

Saat ini, pedoman untuk penggunaan efavirenz (Stocrin) mengusulkan agar
obat ini tidak dipakai oleh perempuan hamil. Obat tersebut sampai saat
ini dianggap sebagai FDA (AS) Kategori C (Risiko dampak buruk pada
janin tidak dapat dikesampingkan). Namun baru ini dikeluarkan
pengumuman oleh FDA yang mengubah klasifikasi menjadi Kategori D (Bukti
positif adanya risiko pada janin). Etiket efavirenz diperbarui dengan
pernyataan berikut:

"Efavirenz dapat mengakibatkan dampak buruk pada janin bila diberi pada
perempuan hamil. Perempuan sebaiknya tidak menjadi hamil atau menyusui
bayi saat memakai efavirenz. KB rintangan (barrier) [mis. kondom]
selalu harus dipakai dalam kombinasi dengan cara KB lain (mis. KB oral
atau hormon lain). Bila seorang perempuan menjadi hamil saat memakai
efavirenz selama triwulan pertama kehamilan, dia harus diberi tahu
mengenai dampak buruk potensial pada janin."

Perubahan ini adalah hasil dari empat laporan retrospektif mengenai
kecacatan pada pembuluh saraf (neural tube) pada bayi yang dilahirkan
oleh perempuan yang terpajan pada efavirenz selama triwulan pertama,
termasuk tiga kasus meningomielosele (meningomyelocele) dan satu kasus
sindrom Dandy Walker. Karena efavirenz dapat menimbulkan dampak buruk
pada janin bila diberi pada perempuan hamil selama triwulan pertama.
kehamilan sebaiknya dihindari oleh perempuan yang memakai efavirenz.

Sumber: FDA Listserve 31 Maret 2005

URL: http://www.fda.gov/oashi/aids/new.html#ustiva

Messages 685 - 714 of 3520   Oldest  |  < Older  |  Newer >  |  Newest
Add to My Yahoo!      XML What's This?

Copyright © 2010 Yahoo! Inc. All rights reserved.
Privacy Policy - Terms of Service - Guidelines NEW - Help