Hi semuanya,
Saya mau berbagi pengalaman saya sewaktu mengikuti workshop GIPA
(Greater Involvement of People Living/Affected by HIV/AIDS) di
Bangkok pada tanggal 27-29 Mei 2005.
Workshop ini diadakan oleh 7 Sisters. Walaupun workshop ini juga
masih bentuknya pilot projek, tapi workshop ini memberikan banyak
sekali keuntungan bagi pesertanya. Peserta pesertanya adalah wakil
dari network di dalam 7 Sisters itu sendiri. Peserta berasal dari
berbagai negara, di antara lain Filipin, Vietnam, Thailand,
Indonesia, Nepal, Fiji, dan lain lain.
Fasilitator utama dari workshop ini adalah Joel dan Malu dari
Filipin. Teknik teknik fasilitasi yang digunakan di dalam workshop
ini juga sangat membantu dalam menjaga ketertarikan dan konsentrasi
peserta dalam memahami materi yang di sampaikan.
Pembahasan utama di dalam workshop ini adalah bagaimana
mengimplementasikan prinsip GIPA di dalam organisasi lokal atau
network. Diskusi menjadi semakin menarik ketika sampai kepada
definisi dari "affected people". Karena memang kadang kita susah
mendefinisikan siapa siapa saja komunitas yang terdampak. Akhirnya
topik tersebut kita tinggalkan dan di jadikan "hot issue" (bahasa
Indonesianya=issue panassss….) untuk di diskusikan pada pertemuan
selanjutnya.
Hal yang menarik juga adalah ketika kita membicarakan mengenai
menanggapi tantangan tantangan yang ada dan bagaimana bekerja dengan
prinsip ini.
Dari perspektif saya sendiri, GIPA memang prinsip yang sangat
effektif dan dapat memberikan dampak besar bagi usaha usaha kita
dalam merespon epidemi HIV/AIDS ini. Saya, sebagai orang yang
positif juga, hanya kadang suka concern dengan "Rock Star" syndrome
yang sering kejadian di Indonesia. Well, memang situasi sekarang
memang serba salah. Saya berharap GIPA ini dapat di implementasikan
dengan benar, yaitu dengan melibatkan orang dengan HIV/AIDS atau
yang terdampak, dan keterlibatannya sesuai dengan skill dan
kemampuan untuk bertanggung jawabnya. Kita tidak bias melibatkan
ODHA hanya karena ke-ODHA-annya saja…
Thanks all…
Rico Gustav