Pak Zubairi, Pak Suharto dan Bu Naf,
Usul saya, agar tidak terus-terusan terjadi disinformasi, ada baiknya
segera dilakukan diskusi/dialog dengan teman kita yang dari Universitas
Cendrawasih di depan publik (TV). Setelah itu, dilanjutkan dengan
konferensi pers dengan media cetak dan elektronik.
Peserta dialog (4-5 orang): misalnya dr. Kartono M, Pak Zubairi, Pak
Samsu, BPOM, dan teman kita yang dari Universitas Cendrawasih.
Karena ini berkaitan dengan program penanggulangan AIDS, saya rasa KPA
yang mempunyai tanggung jawab moral untuk memfasilitasinya. Dana untuk
biaya transport, dll dari teman yang dari Papua bisa dicarikan pada
donor agency. Pasti dapat. Kalau tidak dapat, KPAD Bali bersedia urunan
(langsung saja telepon atau e-mail saya).
Biaya untuk TV, mungkin tidak perlu bayar, bahkan mereka mungkin amat
tertarik mendialogkan hal ini. Karena isunya hangat, biasanya banyak
iklan yang mendaftar.
Saya khawatir, jangan-jangan teman kita yang dari Univ. Cendrawasih
tidak pernah mengatakan bahwa buah merah bisa menyembuhkan AIDS, tetapi
media yang mengatakan demikian.
Dialognya secara ilmiah, karena yang dari Univ. Cendrawasih juga seorang
ilmuwan. Saya kira dia pasti mau. Kalau informasinya bisa langsung dari
dia, kemungkinan masyarakat akan lebih percaya.
Di Thailand, beberapa tahun yang lalu juga pernah terhadi hal seperti
ini. Waktu itu, puluhan ribu pasien AIDS memakai obat tradisional disana
yang dikatakan mirip seperti buah merah di Indonesia. Lalu pemerintahnya
melaksanakan dialog dan ditayangkan langsung ke publik.
Ini perlu segera dilaksanakan. Di Bali saya lihat banyak apotik dan toko
obat pasang spanduk untuk promosi buah merah. Saya sangat khawatir apa
yang dikatakan Pak Zubairi dan yang terjadi di Thailand terjadi juga di
negara kita. Sebenarnya sudah terjadi, tetapi mungkin belum ribuan kasus
meninggal karena mereka menghentikan ARV dan beralih ke buah merah.
Ada ide lain?
Salam,
Wirawan
KPAD Bali
zubairi djoerban wrote:
>
> Teman-teman Yth.,
>
> Di lapangan yang kami hadapi sbb.: akibat
> disinformasi, beberapa pasien kanker dan AIDS
> menghentikan pengobatan dan menggantinya dg buah merah
> Pasien2 tsb kemudian meninggal.
>
> Kewajiban siapa melindungi masyarakat, thd info medik
> yang salah, juga ttg terapi urine, susu kuda liar dsb?
> Ya kita kewajiban kita semua. Tentu silahkan saja
> kalau ada yg ingin menggali potensi obat tradisional /
> nasional, namun dg cara yang benar.
>
> Buah merah seperti juga tomat mengandung anti oksidan.
> Antioksidan melindungi sel dari kerusakan akibat
> molekul tidak stabil yg disebut radikal bebas
> Penelitian lab dan binatang menunjukkan antioksidan
> mencegah kerusakan sel oleh radikal bebas, namun uji
> klinik tidak konsisten.
>
> (beta karoten, lycopene, vitamins C, E, and A
> Antioksidan terdapat pada makanan yang mengandung
> sayur dan buah: tomat, mangga, wortel, bayem, jeruk,
> jambu, semangka, papaya, kacang)
>
> Kombinasi beta carotene dan vitamin A tidak ada
> gunanya buat perokok. Bahkan menyebabkan peningkatan
> insiden kanker paru dan peningkatan insiden kematian
> akibat penyakit kardiovaskular dan cardiovascular
> disease) Journal of the National Cancer Institute,
> Vol. 95, No. 1, Jan 1, 2003 dan NEJM, 334:1150-1155,
> 1996 Effects of a Combination of Beta Carotene and
> Vitamin A on Lung Cancer and Cardiovascular Disease)
>
> Zubairi Djoerban
>
> __________________________________________________
> Do You Yahoo!?
> Tired of spam? Yahoo! Mail has the best spam protection around
> http://mail.yahoo.com
>
>
> Yahoo! Groups Links
>
>
>
>