Search the web
Sign In
New User? Sign Up
wartaaids
? Already a member? Sign in to Yahoo!

Yahoo! Groups Tips

Did you know...
Show off your group to the world. Share a photo of your group with us.

Best of Y! Groups

   Check them out and nominate your group.
Having problems with message search? Fill out this form to ensure your group is one of the first to be migrated to the new message search system.

Messages

  Messages Help
Advanced
Saran untuk Layanan Dokter di Indonesia   Message List  
Reply | Forward Message #562 of 3230 |
KONSULTASI KESEHATAN
Oleh Prof. Dr. Samsuridjal Djauzi
Kompas Minggu, 19 Desember 2004

Saran untuk Layanan Dokter di Indonesia

SAYA pernah bekerja di perusahaan asing dan ditempatkan di Malaysia,
Singapura, dan Thailand. Jadi saya pernah merasakan layanan dokter di
negara tersebut. Meski saya sekarang sudah pensiun, mungkin pengalaman
saya berobat di berbagai negara dapat dibandingkan dengan layanan dokter
di Indonesia.

Latar belakang pendidikan saya ekonomi, namun saya amat percaya bahwa
dokter Indonesia tak kalah kemampuannya dengan dokter di negara tetangga
kita. Mungkin ada perbedaan dalam penggunaan teknologi kedokteran. Rumah
sakit di Singapura mungkin mempunyai peralatan lebih lengkap, tetapi
Thailand dan Malaysia lebih kurang sama dengan kita.

Perbedaan yang dirasakan jika berobat di negara lain adalah perhatian
dokter dan perawat kepada pasien. Perhatian tersebut ditunjukkan dalam
bentuk datang pada waktunya. Jika kita membuat janji dengan dokter boleh
dikatakan kita akan mendapat layanan sesuai janji.

Selain itu kita diberi kesempatan mengungkapkan keluhan secara rinci serta
juga diberi penjelasan lengkap. Jika pasien yang dirawat memerlukan,
dokter akan datang segera karena dokter tersebut bekerja penuh di rumah
sakit tersebut. Atau jika dia tidak ada, ada dokter pengganti yang
mempunyai keahlian serupa. Kita juga dapat bertanya mengenai lama akan
dirawat dan perkiraan biaya rawat.

Kita juga dapat menelepon dokter yang kita perlukan baik untuk
menyampaikan perkembangan penyakit maupun membuat janji konsultasi.
Seorang dokter ahli atau konsultan akan membatasi jumlah pasiennya
sehingga dapat memberi perhatian penuh sehingga tidak tergesa-gesa
melayani pasien.

Di Indonesia sulit membedakan layanan dokter umum dengan dokter spesialis
atau konsultan. Banyak dokter spesialis atau konsultan yang menerima
pasien di atas 30 orang dan hanya menyediakan waktu 3 sampai 5 menit untuk
pasiennya padahal tarifnya ya tarif dokter spesialis. Jika pasien hanya
sakit ringan diterima juga tanpa dianjurkan ke dokter umum.

Dokter di Indonesia tidak dapat hanya menyalahkan pasien yang berobat ke
luar negeri. Untuk dapat bersaing dengan sejawatnya dokter luar negeri,
dokter Indonesia harus memperbaiki layanannya dan berorientasi pada
kepentingan pasien.

Sebagai pasien saya ingin menyarankan agar dokter di Indonesia
meningkatkan pelayanan. Untuk itu diperlukan beberapa langkah di
antaranya: 1. Bekerja penuh di satu rumah sakit saja, jika terpaksa
misalnya karena kekurangan tenaga dokter ahli boleh di dua rumah sakit,
tetapi dengan izin kepala rumah sakitnya. Hubungan kerja dengan rumah
sakit kedua tidak dilakukan secara pribadi, tetapi secara institusi dengan
pengawasan rumah sakit pertama.

2. Menerapkan sistem rujukan. Dokter spesialis hanya menerima pasien
rujukan, sedangkan pasien dengan penyakit ringan harus ke dokter umum.
Jika dirasa perlu dirujuk baru dikirim ke dokter spesialis.

3. Pasien diberi waktu cukup untuk berkonsultasi dengan dokter misalnya
dokter umum menyediakan waktu 10 menit dan dokter spesialis 15 menit.
Dengan mengetahui haknya untuk berkonsultasi, maka pasien dapat leluasa
memanfaatkan waktu tersebut untuk bertanya secara lebih rinci. Terutama
jika menghadapi operasi atau terapi yang mungkin menimbulkan risiko.

4. Pasien yang dirawat di rumah sakit atau keluarganya setelah tiga hari
perawatan sudah harus mendapat penjelasan lengkap tentang penyakitnya dan
apa yang akan dilakukan selanjutnya. Sebaiknya dokter juga memanfaatkan
tenaga apoteker untuk menjelaskan obat-obat yang harus digunakan pasien
sehingga penggunaan obat dapat dilaksanakan tepat.

Saya tak tahu apakah usulan untuk dokter Indonesia ini terlalu berat. Saya
rasa tidak karena tidak memerlukan alat canggih atau pendidikan tambahan.
Hanya memerlukan kepedulian terhadap pasien. Maksud saya mengajukan usul
ini adalah agar layanan kesehatan di negeri kita dapat maju dan bersaing
dengan negara tetangga. Saya tak tahu bagaimana peran Ikatan Dokter
Indonesia atau Departemen Kesehatan dalam pembinaan layanan dokter di
Indonesia. Mudah-mudahan instansi terkait dapat mengatur layanan tersebut
yang dapat meningkatkan kepercayaan dan kenyamanan pasien sehingga pasien
tak perlu lagi berobat ke luar negeri.

S di J


Terima kasih banyak atas usulan Anda dan juga atas kepedulian Anda pada
pengembangan layanan dokter di Indonesia. Saya rasa usul Anda amat
positif. Sikap seperti ini dapat mendorong agar layanan kedokteran di
Indonesia semakin baik.

Saya teringat kepada guru-guru saya sewaktu saya baru menjadi mahasiswa
fakultas kedokteran dulu. Seingat saya guru-guru tersebut amat
memperhatikan mahasiswa dan mendidik dengan memberi contoh. Jika mereka
bicara tentang etika kedokteran misalnya, perilaku mereka sehari-hari
memang sesuai dengan apa yang mereka ajarkan.

Tanggung jawab mendidik dan merawat pasien di rumah sakit dilaksanakan
dengan penuh rasa tanggung jawab. Bahkan seingat saya beberapa orang guru
besar dan dokter senior memilih bekerja penuh di rumah sakit pemerintah
meski gajinya kecil. Mereka menolak merangkap bekerja di rumah sakit
swasta. Kalaupun mereka berpraktik sore hanya sekadarnya saja, 2 sampai 3
jam, dan itu pun kadang-kadang hanya tiga kali seminggu.

Sekarang keadaan memang sudah berubah. Kebutuhan hidup semakin meningkat.
Dokter memerlukan pendapatan cukup untuk memenuhi kebutuhan hidup sehari-
hari sehingga sudah terbiasa dokter rumah sakit pemerintah merangkap juga
bekerja di rumah sakit swasta bahkan di banyak rumah sakit swasta. Karena
harus melayani banyak rumah sakit, maka dokter tak dapat memberi layanan
yang diharapkan pasien. Usulan Anda dapat menjadi masukan yang baik meski
belum tentu seluruhnya dapat dilaksanakan sesuai usulan Anda.

Ikatan Dokter Indonesia (IDI) sebagai wadah organisasi profesi dokter
berkewajiban melakukan pembinaan dan pengawasan. Saya mengetahui keinginan
meningkatkan layanan dokter di Indonesia telah lama menjadi topik bahasan
di IDI. Begitu pula Departemen Kesehatan telah mendorong rumah sakit di
Indonesia untuk mengamalkan budaya kerja baru yang lebih memperhatikan
kepentingan pasien dan keluarga.

Jika selama ini kami para dokter mungkin merasakan kami dibutuhklan
pasien, maka budaya baru tersebut adalah kami, para dokter, perlu memberi
layanan terbaik untuk pasien dan keluarga. Sikap ini tidak hanya berkaitan
dengan akan diberlakukannya pasar global, tetapi sebenarnya yang paling
hakiki adalah profesi kedokteran menghendaki dokter mengutamakan
kepentingan pasien. Salah satu ciri profesi adalah altruisme (mengutamakan
kepentingan orang banyak), ciri ini dianut profesi kedokteran.

Pemerintah telah mengundangkan Undang-Undang Nomor 29 Tahun 2004 tentang
Praktik Kedokteran yang isinya mengatur dokter dalam melaksanakan praktik
kedokteran di Indonesia. Usulan Anda tepat waktu mungkin usulan tersebut
diperlukan oleh Dewan Kedokteran Indonesia yang tidak lama lagi akan
terbentuk sehingga dapat diwujudkan melalui pembinaan, peraturan, dan
pengawasan.

Namun, yang lebih penting masukan Anda (sekurangnya bagi diri saya)
mengingatkan dokter akan sumpah dokter dan etika kedokteran. Saya percaya
komunikasi yang baik antara dokter dan pasien serta empati dokter terhadap
pasien akan mendukung pelaksanaan etika kedokteran. Sekali lagi terima
kasih atas usulan Anda.

http://www.kompas.com/kompas-cetak/0412/19/konsumen/1446893.htm





Sun Dec 19, 2004 1:32 am

wartaaids
Offline Offline
Send Email Send Email

Forward
Message #562 of 3230 |
Expand Messages Author Sort by Date

KONSULTASI KESEHATAN Oleh Prof. Dr. Samsuridjal Djauzi Kompas Minggu, 19 Desember 2004 Saran untuk Layanan Dokter di Indonesia SAYA pernah bekerja di...
Chris W. Green
wartaaids
Offline Send Email
Dec 19, 2004
1:33 am
Advanced

Copyright © 2009 Yahoo! Inc. All rights reserved.
Privacy Policy - Terms of Service - Guidelines - Help