Search the web
Sign In
New User? Sign Up
wartaaids
? Already a member? Sign in to Yahoo!

Yahoo! Groups Tips

Did you know...
Real people. Real stories. See how Yahoo! Groups impacts members worldwide.

Best of Y! Groups

   Check them out and nominate your group.
Having problems with message search? Fill out this form to ensure your group is one of the first to be migrated to the new message search system.

Messages

  Messages Help
Advanced
Mohon masukan/komentar/diskusi/tanggapan tentang beberapa model VCT   Message List  
Reply | Forward Message #553 of 3230 |
Teman-teman pemerhati masalah HIV/AIDS Yth:


Saya ingin diskusi/mohon tanggapan dari teman-teman tentang beberapa
model VCT yang saat ini sedang dikembangkan di negara kita. Yang saya
ketahui ada dua model. Mungkin ada model lain yang sedang dilaksanakan
oleh teman-teman yang tidak saya ketahui.

1. Model pertama, adalah yang saat ini difasilitasi oleh Depkes.
Pusat layanan VCT terletak di 25 RS di Indonesia. Yang dilatih umumnya
staf RS. Ada yang menyebut in model "HOSPITAL BASED". Pada model ini
konon tingkat pendidikan calon peserta dipakai prasyarat. Ciri khas
model ini adalah statis (tidak outreach) dan karena itu ada juga yang
menyebut ini adalah "KONSELOR STATIS/TIDAK MOBILE". Konselor ini akan
dapat klien kalau ada rujukan dari lapangan. Jadi, mereka harus punya
jaringan dengan orang-orang di lapangan.

2. Model kedua adalah yang difasilitasi oleh LSM-LSM. Pada model ini
petugas outreach LSM yang telah lama melakukan pekerjaan pendampingan
dilatih sebagai konselor VCT. Sambil melaksanakan tugasnya sebagai
outreach juga sebagai konselor VCT. Bila ada kelompok dampingannya yang
berminat test HIV, lalu diantar ke lab. untuk test. Pada model ini yang
dipentingkan adalah petugas lapangan yang punya akses pada kelompok
dampingannya. Latar belakang pendidikan tidak begitu dipentingkan.
Mereka keliling di lapangan. Bila ada penduduk dampingannya yang HIV+,
mereka terus melakukan kontak kepada odha sampai saatnya nanti mereka
memakai ARV dan banyak kemudian yang menjadi PMO (pengawas minum obat
ARV). Karena bergerak, ada yang menyebut ini adalah "MOBILE KONSELOR".

Ada yang menyebut, model nomer 1 adalah "HOSPITAL BASED" dan model kedua
adalah "COMMUNITY BASED". Karena pada model nomer dua latar belakang
pendidikan tidak dipentingkan, ada yang menyebut ini "LAY KONSELOR".

Karena odha biasanya hanya mau terbuka tentang status HIV-nya pada
konselor-nya saja, maka pada model kedua hubungan antara odha dengan
konselor bisa berlanjut karena mereka akan sering ketemu (karena
sifatnya yang MOBILE).

Pada model nomer satu, setelah test HIV maka hubungan antar konselor
dengan kliennya bisa putus karena sifatnya yang STATIS.

BAGUS SEKALI BILA KITA BISA BERBAGI PENGALAMAN DAN DISKUSI TENTANG
MODEL-MODEL INI.

Salam,
Wirawan
Denpasar, Bali




Fri Dec 10, 2004 3:00 am

ykpdps@...
Send Email Send Email

Forward
Message #553 of 3230 |
Expand Messages Author Sort by Date

Teman-teman pemerhati masalah HIV/AIDS Yth: Saya ingin diskusi/mohon tanggapan dari teman-teman tentang beberapa model VCT yang saat ini sedang dikembangkan di...
Dr. D.N. Wirawan
ykpdps@...
Send Email
Dec 10, 2004
3:01 am
Advanced

Copyright © 2009 Yahoo! Inc. All rights reserved.
Privacy Policy - Terms of Service - Guidelines - Help