Teman-teman pemerhati masalah HIV/AIDS Yth:
Saya ingin diskusi/mohon tanggapan dari teman-teman tentang beberapa
model VCT yang saat ini sedang dikembangkan di negara kita. Yang saya
ketahui ada dua model. Mungkin ada model lain yang sedang dilaksanakan
oleh teman-teman yang tidak saya ketahui.
1. Model pertama, adalah yang saat ini difasilitasi oleh Depkes.
Pusat layanan VCT terletak di 25 RS di Indonesia. Yang dilatih umumnya
staf RS. Ada yang menyebut in model "HOSPITAL BASED". Pada model ini
konon tingkat pendidikan calon peserta dipakai prasyarat. Ciri khas
model ini adalah statis (tidak outreach) dan karena itu ada juga yang
menyebut ini adalah "KONSELOR STATIS/TIDAK MOBILE". Konselor ini akan
dapat klien kalau ada rujukan dari lapangan. Jadi, mereka harus punya
jaringan dengan orang-orang di lapangan.
2. Model kedua adalah yang difasilitasi oleh LSM-LSM. Pada model ini
petugas outreach LSM yang telah lama melakukan pekerjaan pendampingan
dilatih sebagai konselor VCT. Sambil melaksanakan tugasnya sebagai
outreach juga sebagai konselor VCT. Bila ada kelompok dampingannya yang
berminat test HIV, lalu diantar ke lab. untuk test. Pada model ini yang
dipentingkan adalah petugas lapangan yang punya akses pada kelompok
dampingannya. Latar belakang pendidikan tidak begitu dipentingkan.
Mereka keliling di lapangan. Bila ada penduduk dampingannya yang HIV+,
mereka terus melakukan kontak kepada odha sampai saatnya nanti mereka
memakai ARV dan banyak kemudian yang menjadi PMO (pengawas minum obat
ARV). Karena bergerak, ada yang menyebut ini adalah "MOBILE KONSELOR".
Ada yang menyebut, model nomer 1 adalah "HOSPITAL BASED" dan model kedua
adalah "COMMUNITY BASED". Karena pada model nomer dua latar belakang
pendidikan tidak dipentingkan, ada yang menyebut ini "LAY KONSELOR".
Karena odha biasanya hanya mau terbuka tentang status HIV-nya pada
konselor-nya saja, maka pada model kedua hubungan antara odha dengan
konselor bisa berlanjut karena mereka akan sering ketemu (karena
sifatnya yang MOBILE).
Pada model nomer satu, setelah test HIV maka hubungan antar konselor
dengan kliennya bisa putus karena sifatnya yang STATIS.
BAGUS SEKALI BILA KITA BISA BERBAGI PENGALAMAN DAN DISKUSI TENTANG
MODEL-MODEL INI.
Salam,
Wirawan
Denpasar, Bali