Pak dr. Suharto,
Agar saya berani tarohan dengan dr. Adi Sasongko (lihat tantangan beliau
di bawah ini), apakah Pak Suharto bisa bantu saya?
Teman-teman di KPA mohon print e-mail saya tentang hasil pengamatan kami
di Bali thd mesin kondom tersebut, lalu bagikan ketika rapat (di KPA
dengan BKKBN) atau kalau tidak ada acara rapat boleh juga titipkan ke
BKKBN.
Siapa tahu saya menang ........ tapi kemungkinannya amatttt tipis karena
mesin kondomnya mungkin sudah kadong dibeli.
Kalau saya menang, saya tidak perlu ke Jakarta tetapi Pak Suharto yang
akan ditraktir oleh Pak Adi. Kalau saya kalah, tolong Pak Suharto yang
traktir Pak Adi .... he.....he.
Sebenarnya BKKBN ... BISA, AMAT POTENSIAL, PERLU dan HARUS ikut kampanye
dan desensitisasi kondom, tetapi jangan mesin yang dibeli. Tiru saja
cara-cara yang ditempuh oleh Mechai (di Thailand).
Wirawan
ykb-jkt@... wrote:
>
> Halo Pak Wirawan,
>
> Saya mau ngajak tarohan nih
>
> Kalau himbauan Pak Wirawan untuk menghentikan pengiriman mesin kondom
> tersebut didengar oleh aparat yang bersangkutan dan kemudian dibatalkan,
> maka Pak Wirawan akan saya traktir makan enak di Jakarta dengan catatan
> biaya Denpasar - Jakarta tidak saya tanggung :)
>
> Tetapi kalau himbauan Pak Wirawan tidak di dengar dan mesin kondom tetap
> dikirim ke Papua, maka Pak Wirawan yang harus nraktir saya di Bali dengan
> catatan biaya transpor Jakarta - Denpasar pp ditanggung ya :)
>
> Gimana hayoooo?
>
> Adi Sasongko