Search the web
Sign In
New User? Sign Up
wartaaids
? Already a member? Sign in to Yahoo!

Yahoo! Groups Tips

Did you know...
Hear how Yahoo! Groups has changed the lives of others. Take me there.

Best of Y! Groups

   Check them out and nominate your group.
Having problems with message search? Fill out this form to ensure your group is one of the first to be migrated to the new message search system.

Messages

  Messages Help
Advanced
Re: [aids-ina] Pertanyaan tentang AIDS   Message List  
Reply | Forward Message #532 of 3230 |
Pak Syaiful dan teman-teman pemerhati masalah HIV/AIDS Yth:


Betul Pak, dalam seminar, lokakarya, dll, banyak juga muncul pertanyaan
serupa bahkan juga dari anggota-anggota KPAD beberapa provinsi termasuk
Bali.

Penjelasan saya dibawah ini mungkin tidak sistematis dan tidak komplit.
Saya yakin akan ada penjelasan juga dari teman-teman lain.

Pertama, dari segi BIOMEDIS

AIDS disebabkan oleh virus yang sampai saat ini belum ada vaksinnya.
Obatnya baru tersedia, tetapi juga belum bisa memusnahkan virus ini dari
tubuh manusia sehingga obat harus diminum seumur hidup. Pengalaman
menunjukkan bahwa obat TBC yang hanya diminum 6 bulan saja, sekitar 50%
dari pemakai obat drop-out, padahal obatnya cuma-cuma.

Perjalanan penyakit yang amat panjang (khronis) yang amat berbeda dengan
penyakit-penyakit lain seperti SARS, demam berdarah, dan penyakit akut
lainnya. Masa infeksi SARS hanya sekitar 10 hari. Karena itu, penderita
cukup diisolasi 10 hari (di RS atau di rumahnya), dan setelah itu tidak
menular lagi. Orang yang terinfeksi HIV tampak sehat bertahun-tahun dan
bisa menularkan virusnya pada orang lain selama puluhan tahun.

Saya sering menjelaskan hal ini IBARATNYA PERANG DI IRAK. SARS saya
ibaratkan ketika Amerika menjatuhkan Irak hanya dalam waktu 1 bulan.
HIV/AIDS saya ibaratkan seperti yang dialami oleh Amerika setelah 1
bulan tersebut sampai detik ini. SARS ibaratnya perang frontal di gurun
pasir, HIV/AIDS ibaratnya perang grilya yang memakan waktu
bertahun-tahun dan ..... Amerika pun sering kalah (Irak, Vietnam).

Dari segi EPIDEMIOLOGI

Penularan HIV berbeda dengan virus lain. Dia bisa menular melalui
seksual, melalui darah, dan dari ibu hamil ke bayi. Jarang ada kuman
yang menularnya seperti ini.

Angka prevalen (jumlah penduduk) dunia yang saat ini mengidap HIV
sekitar 40 juta dan setiap hari ada jutaan infeksi baru (angka insiden).
Mortalitasnya juga bisa dikatakan 100%, dan matinya pelan-pelan dimana
selama itu virus terus bisa ditularkan. Seandainya sekarang tertular HIV
lalu 3 hari setelah itu langsung meninggal, maka angka prevalennya tidak
akan sampai 40 juta karena masa penularannya pendek.

Dari segi SOSIAL

Karena menular melalui seksual (pekerja seks/pelanggan, dll) dan jarum
suntik (terutama pemakai narkotika), maka penanggulangannya menjadi amat
sulit karena pasti akan pro-kontra, karena menyangkut aspek legal,
moral, dll. Akhirnya mereka juga akan menjauhkan diri dan dijauhkan oleh
masyarakat lain. Ini tambah mempersulit. Dengan demikian, penularan
terus berjalan. Kalau pada SARS tidak ada issue moral, agama, dll.

Dari segi EKONOMI

Wabah HIV/AIDS mencuat pertama kali di Amerika dan negara-negara kaya
lainnya. Tetapi di negara-negara tersebut, jumlah infeksi baru terus
menurun. Bagaimana dengan Afrika dan negara-negara miskin lainnya? Amat
susah, karena amat erat dengan kemiskinan dan tingkat pendidikan
penduduknya. Jumlah pekerja seks di Thailand baru bisa berkurang setelah
lapangan kerja di desa-desa yang amat miskin ditingkatkan oleh
pemerintahnya terutama melalui program agrobisnisnya.

MENGAPA ADVOKASI PADA ODHA AMAT GENCAR?

Pertanyaan ini juga banyak muncul kalau saya menghadiri pertemuan,
lokakarya, dll. Biasanya saya menjawab dengan pendek, "untuk membongkar
dasar gunung es-nya", agar mereka "mau muncul ke permukaan". Agar
penduduk yang perang grilya dan sembunyi di hutan-hutan mau muncul. Agar
mereka mau (tidak takut) untuk mengikuti VCT.

Salah satu tujuan VCT adalah untuk melakukan perubahan perilaku mereka.
Dari nyuntik narkoba menjadi berhenti nyuntik atau agar tidak berbagi
jarum dengan orang lain. Agar mereka "mau turun gunung", maka mereka
harus merasakan apa manfaatnya, atau dengan kata lain ... tujuan VCT
yang kedua adalah untuk meningkatkan kualitas hidup mereka. Ini timbal
balik. Mereka mau VCT kalau dirasakan ada manfaatnya atau dengan kata
lain kualitas hidup mereka akan membaik (ada layanan medis, dll). Kalau
kualitas hidupnya bertambah baik ... akan lebih mudah untuk melakukan
behavior change pada mereka.

Dengan kalimat pendek ... agar pengidap HIV yang kita tidak tahu entah
siapa .... mau "turun gunung". Setelah turun gunung lalu diajak bicara.
Kalau setelah turun gunung lalu ditembak, ya ... mereka perang grilya
lagi.

Wah .....penjelasan saya terlalu panjang dan mungkin simpang siur. Teman
lain pasti punya penjelasan yang pendek tapi pas.

Salam hormat,
Wirawan
Denpasar, Bali


infokespro wrote:
>
> Saya sering berhadapan dengan orang-orang yang bertanya:
>
> 1. "Mengapa, sih, begitu banyak perhatian terhadap HIV/AIDS?"
> (yang bertanya memberikan alasan penyakit lain juga perlu
> diprehatikan)
>
> 2. "Mengapa, sih, advokasi obat untuk Odha sangat gencar?"
> (yang bertanya memberikan alasan obat penyakit lain juga muahal)
>
> Agar jawaban saya bisa cespleng, tolong, dong, rekan-rekan di milis
> ini memberikan alasan yang bernalar agar dapat ditangkap semua orang
> dengan lapang dada.
>
> Salam takzim,
> Syaiful W. Harahap




Thu Oct 7, 2004 7:18 am

ykpdps@...
Send Email Send Email

Forward
Message #532 of 3230 |
Expand Messages Author Sort by Date

Pak Syaiful dan teman-teman pemerhati masalah HIV/AIDS Yth: Betul Pak, dalam seminar, lokakarya, dll, banyak juga muncul pertanyaan serupa bahkan juga dari...
Dr. D.N. Wirawan
ykpdps@...
Send Email
Oct 7, 2004
7:21 am

Pak Syaiful dan teman2, Sebagaimana biasa jawaban Pak Wirawan dapat membantu pemahaman kita semua. Untuk menjawab pertanyaan ke-2: "Mengapa, sih, advokasi obat...
Nafsiah Mboi
nmboi@...
Send Email
Oct 11, 2004
12:17 am
Advanced

Copyright © 2009 Yahoo! Inc. All rights reserved.
Privacy Policy - Terms of Service - Guidelines - Help