Interaksi Antara Metadon dan Obat ARV/TB (update)
Sering muncul pertanyaan apakah ada interaksi antara metadon dan obat
antiretroviral/obat TB. Tabel berikut diambil dari 2004 Medical
Management of HIV Infection (Johns Hopkins) halaman 234:
Obat Dampak pada Dampak pada Catatan
tingkat metadon tingkat obat
Abacavir Turun Puncak turun Sesuaikan dosis kemungkin
tidak dibutuhkan
Amprenavir Turun 13% Turun 25% Pantau, naikkan dosis
metadon? Sakaw tidak dilihat
Atazanavir Belum ada data - Belum ada data
AZT Tiada Tidak sesuaikan dosis
d4T Tiada Turun 27% Tidak sesuaikan dosis
ddI (dapar) Tiada Turun 63% Dosis dinaikkan?
ddI (EC) Tiada Tiada Ganti versi dapar
Delavirdine Belum ada data Tiada Pakai dosis baku
Efavirenz Turun 52% ? Naikkan dosis metadon?
Fenitoin Turun banyak - Naikkan dosis metadon?
Flukonazol Naik 30% - Tidak sesuaikan dosis
Indinavir Tiada Tiada Tidak sesuaikan dosis
Lopinavir/r Turun 26-36% ? Pantau, naikkan dosis
metadon (data bertantangan)?
Nelfinavir Turun - Pantau, naikkan dosis
metadon?
Nevirapine Turun banyak - Sesuaikan dosis kemungkin
dibutuhkan
Rifampin Turun banyak - Naikkan dosis metadon
Rifabutin Tiada - Tidak sesuaikan dosis
Ritonavir Turun 37% Tiada Pantau, naikkan dosis
metadon?
Saquinavir/r Turun 20% Tiada Pantau, naikkan dosis
metadon?
Tenofovir Belum ada data - Belum ada data, kemungkinan
tiada interaksi
Dapat disimpulkan bahwa metadon tidak mempengaruhi dosis ARV atau obat
TB selain ddI versi dapar (buffered). Bila ada langganan metadon yang
memakai ddI, mungkin dosis ddI harus dinaikkan atau sebaiknya ddI versi
dapar diganti dengan ddI EC (bila tersedia). Tetapi beberapa obat dapat
mempengaruhi efeknya metadon. Jadi petugas klinik metadon seharusnya
selalu memantau penggunaan obat lain oleh langganannya. Bila setelah
mulai memakai obat lain, langganan mengalami sakaw atau 'high',
sebaiknya dosis metadon disesuaikan.