Infeksi HIV Meningkatkan Risiko Malaria yang Parah
NEW YORK (Reuters Health) Mar 19 - Infeksi HIV berhubungan dengan
risiko mengalami malaria parah dua kali lipat dan mengakibatkan risiko
kematian enam sampai delapan kali lipat. Ini menurut hasil penelitian
di Afrika Selatan.
Interaksi antara HIV dan malaria sudah lama suka bertengkar, menurut
para peneliti dalam jurnal AIDS terbitan 20 Februari 2004. "Tetap tidak
jelas apakah penekanan kekebalan terkait HIV berdampak buruk pada hasil
klinis malaria."
Untuk menelitikannya, Dr. Kate Grimwade dan rekan dari Rumah Sakit
Hlabisa di KwaZulu-Natal, Afrika Selatan menentukan kaitan antara
status HIV dan hasil malaria pada orang dewasa yang tinggal di wilayah
Hlabisa, di mana prevalensi HIV dan malaria adalah tinggi. Kelompoknya
terdiri dari 613 orang dewasa dengan infeksi malaria yang dikonfirmasi
dengan mikroskop. Di antara peserta ini, 180 (29,9 persen) HIV-positif.
Lebih banyak pasien HIV-positif secara bermakna mengalami malaria parah
atau rumit dibanding dengan pasien HIV-negatif (47 vs 30 persen) dan
lebih banyak pasien HIV-positif secara bermakna meninggal (20 vs 3,8
persen).
Pada pasien yang harus dirumahsakitkan, infeksi HIV adalah faktor
risiko kuat untuk malaria parah dan rumit (rasio kemungkinan 2,3) dan
faktor risiko independen untuk kematian (rasio kemungkinan 7,5).
Asidosis dan koma juga berhubungan secara independen dengan peningkatan
risiko kematian, dengan rasio kemungkinan berturut-turut 50,1 dan 37,2.
Infeksi HIV mempunyai "hubungan yang besar secara tidak terduga" dengan
hasil malaria di wilayah dengan penularan malaria yang tidak stabil,
menurut kesimpulan peneliti. "Anggapan sebelumnya bahwa tidak ada
interaksi antara HIV dan malaria harus diubah."
Referensi: AIDS 2004;18:547-554.
URL: http://www.medscape.com/viewarticle/472178