Flukonazol Menggandakan Tingkat Nevirapine, Meningkatkan Risiko
Toksisitas Hati
Oleh Edwin J. Bernard, 16 Juli 2004
Para peneliti dari Afrika Selatan menemukan bahwa obat antijamur
flukonazol meningkatkan tingkat nevirapine dalam darah dua kali lipat.
Hal ini dapat menyebabkan peningkatan secara bermakna pada kejadian
efek samping obat, termasuk toksisitas hati terkait nevirapine.
Penemuan ini dipresentasikan pada sesi oral di Konferensi AIDS
baru-baru ini di Bangkok.
Pitt dan rekan dari Desmond Tutu HIV Centre di University of Cape Town
melakukan penelitian satu tempat, satu kelompok, 'open label' untuk
menyelidiki parameter farmakokinetik (PK) flukonazol sendiri dan dalam
kombinasi dengan nevirapine pada 24 laki-laki dan perempuan yang
memakai regimen tetap tiga analog nukleosida. Sebagian besar berkulit
hitam (76 persen) dan perempuan (68 persen pada penelitian PK, 71
persen pada penelitian keamanan).
Nevirapine diminum dengan cara biasa: 200mg sekali sehari untuk dua
minggu pertama agar menghindari ruam terkait nevirapine, kemudian 200mg
dua kali sehari. Mereka menemukan bahwa efek nevirapine terhadap
parameter PK flukonazol adalah kecil.
Namun, penguraian nevirapine dipotong 50 persen bila ditambah dengan
flukonazol, dengan akibat tingkat Cmin, Cmax dan AUC (ukuran tingkat
obat dalam darah) dikaliduakan dibandingkan dengan data dari penelitian
asli Boehringer-Ingelheim (B-I) sendiri [B-I adalah pemegang paten
nevirapine]. Tingkat puncak nevirapine (Cmax = 12,9ng/ml; kisaran
3,0-17,9) dilihat sebagai penyebab tingginya toksistas hati terkait
nevirapine yang mengherankan, dibandingkan dengan data asli (2,5
persen). 95 persen dari efek samping ini hanya terjadi setelah dosis
ditingkatkan menjadi penuh (hari 39 penelitian). Selama fase ini, 25
persen (CI 7-43 persen) pasien mengembangkan toksisitas parah termasuk
dua kasus hepatitis klinis (8,3 persen) dan enam kasus peningkatan
transaminase grade 4 yang sementara (25 persen). Tiga kasus ruam
dilihat, dua (8,3 persen) makular-papular, dan satu (4,2 persen)
vesikular.
Ada keterbatasan pada penelitian ini. Penelitian adalah kecil yang
dilibatkan mayoritas perempuan asal Afrika, yang mungkin terutama
rentan terhadap toksisitas hati terkait nevirapine. Tingkat nevirapine
mungkin juga lebih tinggi dibanding kontrol asli akibat berat badan
yang lebih rendah yang dilihat baik pada perempuan maupun pada orang
Afrika dibanding dengan mayoritas orang berkulit putih yang terlibat
dalam penelitian B-I. Tambahannya, watak genetik pada reaksi
hipersensitivitas nevirapine tidak dapat dikesampingkan.
Pada sesi tanya-jawab yang diikutinya, ada keprihatinan tentang
kesimpulan dari penelitian ini, yaitu "kombinasi flukonazol dan
nevirapine harus dipakai secara hati-hati, tetapi belum disarankan
perubahan dosis saat ini." Ketua bersama sesi, farmakolog terkemuka
Professor David Back dari Liverpool University, mengatakan bahwa ini
"potensinya data yang sangat penting yang melawan dengan apa yang kami
menganggap benar tentang flukonazol... Namun anggapan bahwa perubahan
dosis tidak disarankan berarti penelitian ini harus ditindaklanjuti."
Adalah penting menelitikan interaksi antara nevirapine - yang dipakai
dalam dua dari empat kombinasi generik disarankan oleh WHO untuk
program "3 pada 5"-nya - dan obat lain yang dipakai secara luas oleh
Odha dalam rangkaian sumber daya terbatas. Bila tersedia dan mampu
dibeli, antijamur dipakai baik untuk profilaksis maupun untuk
pengobatan. Karena sudah diketahui bahwa nevirapine menurunkan tingkat
antijamur lain, yaitu ketokonazol, sebesar 63 persen, flukonazol
kemungkinan akan dipakai secara luas bersama dengan nevirapine. Sebuah
penelitian baru ini di Thailand menemukan bahwa profilaksis primer
dengan flukonazol menurunkan risiko kematian empat kali lipat pada
orang dengan penyakit HIV lanjut. Di Uganda, meningitis kriptokokkal -
infeksi oportunistik utama yang dicegah dan diobati oleh flukonazol -
adalah 38 persen penyakit yang mendefinisikan AIDS di antara orang yang
dirumahsakitkan dan 17 persen kematian.
Referensi: Pitt J et al. The effect of fluconazole on nevirapine
pharmacokinetics. XV International AIDS Conference, Bangkok, abstract
WeOrB1239, 2004.
URL:
http://www.aidsmap.com/en/news/95B0CCE5-6855-403B-AE46-71C51E56BD59.asp