Frustasi, Pasien HIV/AIDS Nekat Bunuh Diri
Pontianak,- Diduga frustasi karena sakit yang menderanya, seorang
pasien HIV/AIDS, Su, sebut saja demikian, nekat mengakhiri hidupnya
saat dirawat di RSUD dr Soedarso, Sabtu (3/7) sore.
Mujur, sebelum nyawanya terenggut, perbuatan nekatnya itu diketahui
perawat di ruangan terkait, dan bergegas dilarikan ke ruang operasi
seketika itu juga. Berkat tindakan sigap tim medis, nyawanya bisa
diselamatkan dan Sr pun mendapatkan perawatan lebih lanjut.
Informasi dikumpulkan EQUATOR, pasien ini berasal dari Sungai Purun
Kabupaten Pontianak. Namun berapa lama pria ini sudah terinfeksi dan
menderita HIV/AIDS belum diketahui secara pasti.
Oleh pihak keluarga, Sr dilarikan ke RSUD dr Soedarso untuk
mendapatkan perawatan lebih lanjut. Tapi tanpa diduga, saat sedang
menjalani perawatan, Sr malah memilih jalan pintas.
Menurut salah seorang petugas rumah sakit yang dikonfirmasi EQUATOR
via telepon sekitar pukul 19.30 WIB, membenarkan tentang percobaan
bunuh diri yang dilakukan pasien ini. Katanya, hingga kemarin kondisi
pasien tersebut masih lemah.
Ketika ditanya lebih rinci kapan pasien tersebut masuk ke rumah
sakit, perawat ini menyerahkan telepon kepada perawat lainnya. Namun,
ketika EQUATOR kembali konfirmasi, petugas yang satu ini enggan
menjelaskan karena merupakan kode etik mereka. Dia menyarankan untuk
menghubungi atasan mereka.
"Mohon maaf, karena kode etik kami tidak bisa memberikan keterangan.
Sebaiknya ditanyakan langsung kepada direktur rumah sakit saja,"
sarannya.
Demikian pula saat ditanya tim dokter yang merawat pasien ini,
perawat perempuan ini enggan menyebutkan. Meskipun tidak menyebutkan
nama dokter yang merawat, perawat ini mengatakan bahwa pasien
tersebut dirawat oleh beberapa orang dokter.
Sementara itu, Direktur RSUD Dr Soedarso dr HM Subuh MPPM belum bisa
dimintai keterangannya. Ketika dikonfirmasi via telepon, ponselnya
tidak dapat dihubungi karena tidak aktif atau diluar jangkauan. (ray)
URL: http://www.equator-news.com/berita/index.asp?
berita=Utama&id=39478
[Sumber: EQUATOR, Pontianak, 8 Juli 2004]