Teman-teman pemerhati masalah HIV/AIDS Yth:
Pada tanggal 7 Mei 2004 yang lalu, semua Bupati se-Bali, Gubernur, Wakil
Gubernur, Kanwil Kehakiman & HAM serta Ketua DPRD Prop. dan Kab/Kota
dengan difasilitasi oleh Menteri Dalam Negeri, Menteri Sosial dan
Menteri Kesehatan (diwakili Dirjen) telah menanda tangani Komitmen Sanur
yang bunyinya adalah seperti di bawah ini.
Ini baru sebatas menanda tangani suatu kesepakatan (moral). Yang berat
bagi kami di Bali saat ini dan selanjutnya adalah menindak lanjuti
kesepakatan tersebut.
Salam,
Wirawan
KPAD Prop. Bali
KOMITMEN SANUR
DALAM UPAYA PENCEGAHAN DAN PENANGGULANGAN HIV/AIDS DI BALI
Bali adalah satu dari 6 (enam) propinsi prioritas di Indonesia dengan
epidemi HIV/AIDS yang terkonsentrasi. Saat ini sekitar 3.000 penduduk di
Bali diperkirakan telah terinfeksi HIV dari berbagai lapisan
masyarakat, baik dari kota maupun dari desa. Dari jumlah tersebut,
sekitar 1.900 orang diperkirakan tertular melalui hubungan seksual dan
1.100 orang melalui pemakaian narkoba suntik.
Bila tidak dilakukan antisipasi dan tindakan yang cepat dan tepat, maka
dalam waktu singkat gelombang epidemi akan melanda seluruh lapisan
masyarakat di Bali.
Berdasarkan kondisi tersebut di atas dan memperhatikan Komitmen Sentani
yang ditanda tangani oleh Pejabat Pusat dan Daerah termasuk oleh
Pemerintah Propinsi Bali maka kami yang berkumpul di Sanur pada hari
Jumat, tanggal 7 Mei 2004 dalam rangka pertemuan koordinasi
penanggulangan HIV/AIDS di Bali dengan sadar dan penuh tanggung jawab
menyatakan kesepakatan bersama dalam suatu gerakan untuk menanggulangi
HIV/AIDS, sesuai dengan Strategi Nasional Penanggulangan HIV/AIDS
2003-2007 dan Strategi Penanggulangan HIV/AIDS Propinsi Bali 2000-2005,
dengan:
PERTAMA
Meningkatkan penggunaan kondom pada setiap aktifitas seksual berisiko
dengan target 60% pada akhir tahun 2005 dan menjadi 80% pada akhir
tahun 2007.
KEDUA
Meningkatkan jangkauan dan cakupan kegiatan pengurangan dampak buruk
pada semua penggunaan narkoba suntik termasuk di Lembaga Pemasyarakatan
(Lapas) dengan target 75% pada akhir tahun 2005.
KETIGA
Meningkatkan pelayanan dan dukungan yang komprehensif termasuk pemberian
ARV pada setiap orang dengan HIV/AIDS (ODHA) sekurang-kurangnya untuk
200 orang pada akhir tahun 2005 dan 500 orang pada akhir tahun 2007.
KEEMPAT
Mengurangi stigma dan diskriminasi terhadap orang dengan HIV/AIDS
(ODHA).
KELIMA
Memperkuat dan memberdayakan peran dan fungsi KPAD
Propinsi/Kabupaten/Kota di Bali.
KEENAM
Mengupayakan dukungan peraturan perundangan dan penganggaran untuk
pelaksanaan penanggulangan HIV/AIDS tersebut.
KETUJUH
Meningkatkan kampanye penanggulangan HIV/AIDS dengan melaksanakan
pendidikan perubahan perilaku melalui semua jalur.
KEDELAPAN
Menggalang keterlibatan semua komponen masyarakat baik pemerintah,
lembaga non-pemerintah, kelompok maupun perorangan.
Kami sadar bahwa keberhasilan upaya penanggulangan HIV/AIDS merupakan
kewajiban dan tanggung jawab yang harus dilaksanakan untuk menyelamatkan
masyarakat di Bali khususnya dan Indonesia umumnya dari keadaan yang
lebih buruk.
Sanur, Jumat 7 Mei 2004
PEJABAT PROVINSI
Gubernur Bali
DEWA BERATHA
Ketua DPRD Bali
IDA BGS PUTU WESNAWA, BA
Kapolda Bali
IRJEN. POL. Drs. MADE M PASTIKA
Ka. Kanwil Departemen Agama
Drs. I GST MADE NGURAH
Ka. Kanwil Departemen Kehakimandan Hak Asasi Manusia Bali
I GEDE RATA, SH
PEJABAT KABUPATEN/KOTA :
Bupati Badung
A A NGURAH OKA RATMADI, SH
Ketua DPRD Badung
IDA BGS. GEDE SURYATMAJA, SH
Bupati Tabanan
NYOMAN ADI WIRYATAMA, S. Sos
Ketua DPRD TabananI MADE ARIMBAWA, SH
Bupati Jembrana
Prof. Dr. Drg. I GEDE WINASA
Ketua DPRD Jembrana
I WAYAN MAWA
Bupati Buleleng
Drs. PUTU BAGIADA, MM
Ketua DPRD Buleleng
Drs. NYOMAN SUDARMAJA
Walikota Denpasar
A A NGURAH PUSPAYOGA
Ketua DPRD Kota Denpasar
I KETUT SUKITA, SE
Bupati Karangasem
Drs. I GD. SUMANTARA ADIPRANATA
Ketua DPRD Karangasem
I NYOMAN MATAL
Bupati Klungkung
I WAYAN CHANDRA, SH. MA
Ketua DPRD Klungkung
I WAYAN SUTENA, SH
Bupati Bangli
I NENGAH ARNAWA, S. Sos
Ketua DPRD Bangli
I WAYAN KALER SUDIRA, BSc
Bupati Gianyar
A A GEDE AGUNG BHARATA, SH
Ketua DPRD Gianyar
I WAYAN ARDITA