Yth. Teman-teman sekalian
Saya sependapat dengan bapak Wirawan, tentang beberapa cara mengurangi
stigma dan diskriminasi, disini saya katakan mengurangi, karena untuk
menghilangkan secara total rasanya tidak akan mungkin, kenapa??. Seperti
juga pada persoalan apapun, setiap hari, setiap minggu, setiap bulan dan
seterusnya akan ada rekan-rekan yang baru muncul, yang baru gede, yang
memang belum tahu, jadi intinya upaya promosi untuk mengurangi stigma dan
diskriminasi adalah merupakan perjuangan sepanjang jalan.
Tentang Film serial kupu-kupu ungu yang dibintangi al oleh Nurul Arifin
(sejak ini pula Nurul Arifin) lebih banyak dikenal sebagai Artis peduli
HIV/AIDS, selain dapat ditanyakan lewat Ford Foundation, juga dapat
diminta/ditanyakan Lewat Pusat Promosi Kesehatan Departemen Kesehatan, Jl.
HR. Rasuna Said Kav. X5 no 4-9 Jakarta Selatan Telp : 021 5203873
Sekian dan Trim's
>From: "Dr. D.N. Wirawan" <ykpdps@...>
>Reply-To: aids-ina@yahoogroups.com
>To: putri_calya <putri_calya@...>
>CC: AIDS-INA <aids-ina@yahoogroups.com>, wartaaids@yahoogroups.com
>Subject: [aids-ina] Re: [WartaAIDS] AIDS dan stigma
>Date: Thu, 29 Apr 2004 11:36:21 +0800
>
>Rekan Watiek dan kawan-kawan lain Yth:
>
>Menurut hemat saya, hal-hal yang menyangkut stigma, diskriminasi dan
>sejenisnya selain ada unsur kognitif, juga mengandung unsur afektif
>(attitude, sikap).
>
>Untuk mengurangi hal-hal seperti itu, selain memberikan informasi (unsur
>kognitif), yang tidak kalah pentingnya adalah menyentuh afektif dari
>publik. Harus tersentuh "batinnya".
>
>Untuk HIV/AIDS, kiat-kiat untuk menyentuh afektif antara lain dengan
>memutar film. Saya pernah menonton film Amerika (kisah nyata) tentang
>stigma yang dibuat sekitar akhir tahun 1980-an. Film tersebut dibuat
>untuk masyarakat Amerika yang saat itu stigma-mya amat tinggi. Film
>Philadelphia saya rasa juga dibuat untuk mengurangi stigma di Amerika.
>
>Bisa juga dengan drama, pameran atau pertunjukkan lain. Kami di Bali
>mengembangkan pertunjukan seni tradisional (keliling ke desa-desa) dalam
>rangka untuk mengurangi stigma. Kami juga pernah menayangkan TV Spot
>(durasi 45 detik) dengan memerankan Nurul Arifin dan seorang odha di
>Bali. Dulu kami tayangkan di TPI, RCTI, Trans TV dan TV-7. Tapi karena
>biaya penanyangannya amat mahal, kami hanya bisa tayangkan 3 minggu
>saja. Kalau ada pertemuan-pertemuan, biasanya kami tayangkan lagi untuk
>audien terbatas.
>
>Film serial yang berjudul "Kupu-Kupu Ungu", dengan bintang-nya Nurul
>Arifin (dibuat Depkes, sponsor Ford Foundation) saya kira juga untuk
>mengurangi stigma. Kalau mau pinjam film-nya, pasti masih ada di Ford
>Foundation Jakarta.
>
>Selain itu, bisa pula dengan menghadirkan orang dengan HIV/AIDS dalam
>pertemuan-pertemuan di kampus. Semakin banyak mereka mau terbuka dan
>dihadirkan di depan publik maka stigma-nya akan semakin berkurang.
>
>Saya lihat hal itu yang saat ini amat gencar dilaksanakan oleh Babe (Pak
>Chris Green) dan Yayasan Spiritia di Indonesia. Para odha diberdayakan
>agar mereka "mau bicara".
>
>Selain itu, saya lihat di banyak kota di Indonesia telah ada usaha-usaha
>semacam ini yang banyak dipelopori oleh perkumpulan odha dan LSM lain
>seperti Joy (DIY), Pelita Plus (Jakarta), Bali Plus (Bali), dll.
>
>Di Surabaya rasanya juga sudah ada, cuma saya lupa namanya.
>
>Selamat mencoba.
>
>Salam hangat,
>Wirawan
>Ketua Yayasan Kerti Praja
>Denpasar, Bali
>
>
>putri_calya wrote:
> >
> > saya Watiek,mahasiswi fakultas psikologi Unair. kebetulan di kampus
> > saya terdapat organisasi peduli Napza dan HIV/AIDS yg didirikan tahun
> > 2000.
> > masalah HIV/AIDS sepertinya masih saja terus menerus menjadi
> > problematika. banyak hal disekitar saya, terutama di kampus, yg
> > membuat saya jadi sedih bgt. Ters terang aja, para mahasiswa
> > sepertinya tampak kurang begitu memahami tentang fenomena HIV/AIDS.
> > Berbagai alasan yg mereka kemukakan pada saya, misalnya aja takut
> > ketularanlah,ngerilah,dll. Bahkan ketika skripsi saya mengambil tema
> > HIV/AIDS, banyak temen-temen dan dosen yg sepertinya merasa takut dan
> > men-stigma bgt terhadap fenomena HIV/AIDS.
> > melalui organisasi yg ada di kampus itu, saya berharap sekali agar
> > dapat menghilangkan stigma ttg HIV/AIDS di kampus dan tentu saja juga
> > memberikan pembelajaran kognitif kepada semua civitas kampus.
> > Keterbatasan sarana dan resources AIDS untuk active campaing serta
> > SDM itulah yg masih menjadi kendala bagi organisasi kami.
> > melalui email ini, saya berharap ada yg memberikan saran, masukan,
> > ataupun resources ttg HIV/AIDS yg nantinya dapat dimanfaatkan untuk
> > menghilangkan stigma HIV/AIDS di lingkungan kampus.
> > terima kasih
> > watiek
> > putri_calya@...
> > 08121703350
>
>
>
>
>
>Yahoo! Groups Links
>
>
>
>
>
_________________________________________________________________
Add photos to your messages with MSN 8. Get 2 months FREE*.
http://join.msn.com/?page=features/featuredemail