Search the web
Sign In
New User? Sign Up
wartaaids
? Already a member? Sign in to Yahoo!

Yahoo! Groups Tips

Did you know...
Want to share photos of your group with the world? Add a group photo to Flickr.

Best of Y! Groups

   Check them out and nominate your group.
Having problems with message search? Fill out this form to ensure your group is one of the first to be migrated to the new message search system.

Messages

  Messages Help
Advanced
Layanan (care and support) bagi odha di LP   Message List  
Reply | Forward Message #421 of 3230 |
Teman-teman Yth:

Pemakai narkotika HIV+ yang sudah masuk fase AIDS saat ini sudah banyak
dijumpai pada narapidana di LP (seperti juga diberitakan oleh Harian
"Jawa Pos" 8 Apr 2004).

Saya ingin sekedar berbagi pengalaman dengan teman-teman pegiat
HIV/AIDS.

LP Kerobokan (Kuta, Badung, Bali) bekerja sama dengan rumah sakit,
puskesmas, LSM, KPAD, saat ini telah memberi beberapa layanan pada odha
di LP. Kegiatan yang selama ini telah dilakanakan antara lain:

1. Bila ada yang dicurigai menderita TB (Catatan: sebagian besar infeksi
oportunistik yang dijumpai adalah TB), LP minta bantuan puskesmas untuk
periksa dahak napi dan sekaligus memberikan obatnya. LP Kerobokan
mempunyai satu petugas kesehatan. Obat diserahkan oleh puskesmas ke
petugas kesehatan di LP. Obat disimpan oleh petugas kesehatan LP dan
napi diminta datang ke klinik LP setiap akan minum obat. Mekanisme ini
bisa meningkatkan kepatuhan minum obat.

2. LP Kerobokan sudah mulai memberikan layanan VCT. Konselornya dari LSM
yang kerja sama dengan LP. Yang memfasilitasi kerja sama ini adalah
KPAD. Peminat napi (ex IDU) untuk VCT ternyata amat tinggi. Pengamatan
saya selama ini, kalau hasil test menunjukkan HIV+, belum ada gejolak di
LP (mudah-mudahan terus berjalan lancar). Rupa-rupanya karena LP ini
sejak 3 tahun yang lalu "dibanjiri" dengan informasi HIV/AIDS, maka HIV+
dianggap biasa-biasa. Yang ambil darah ke LP kadang-kadang perawat dari
salah satu LSM disertai konselornya. Selama ini biaya test HIV
ditanggung oleh LSM dengan dukungan dari para donatur. Belakangan ini
lebih sering petugas LP bersama-sama konselornya yang mengantar napi
untuk datang ke klinik (petugas LP, mobil LP disertai pengawal dari LP)
untuk ambil darah baik untuk test HIV maupun untuk test CD4. Test CD4
juga ditanggung LSM.

3. Karena layanan kesehatan di dalam LP amat minim, layanan profilaksis
dan pengobatan infeksi oportunistik lain masih diberikan dari luar.
Salah satu LSM di Bali menjadi "jembatan" antara petugas kesehatan di LP
dan petugas kesehatan di luar LP. LSM ini memang sering memberikan
pelatihan, NA, dll bagi napi pemakai narkotika di LP.

4. Belakangan ini muncul kebutuhan lain. Karena jatah makanan di LP amat
terbatas, beberapa LSM secara bergilir membantu makanan tambahan bagi
odha di LP. Mereka yang sudah agak sembuh dari TBC ternyata terus lapar
dan banyak diantaranya sama sekali tidak punya anggota keluarga.

5. Pengobatan ARV bagi napi odha di LP Kerobokan rencananya akan dimulai
bulan ini (bagi odha yang memenuhi syarat seperti kepatuhan, dll).

Barangkali layanan-layanan tersebut juga ikut memberikan andil sehingga
minat ex-IDU di LP untuk VCT amat tinggi.

Salam,
Wirawan
Yayasan Kerti Praja
Denpasar, Bali


infokespro wrote:
>
> Sorry, judul berita itu sudah merupakan masalah besar karena lagi-
> lagi terjadi STIGMATISASI. Yang dihukum kan "Tahanan AIDS".
> Syukurlah, ada yang bisa memahami konteks berita.
> Tapi, coba tanya yang lain apakah memang mereka menanggapinya seperti
> Anda.
> Salam,
> Syaiful W. Harahap
>
> --- In aids-ina@yahoogroups.com, "Slamet Riyadi" <sriyadi@y...> wrote:
> >
> >
> > Kalau dalam konteks berita itu menurut saya yang bersangkutan
> disebut
> > melakukan pelanggaran pidana karena narkoba, tidak ada kaitan
> dengan
> > status HIV nya.
> >
> > Berbagi cerita saja, menurut beberapa 'orang dalam' di LP dan
> > departemen kehakiman, justru kalau yang bersangkutan ketahuan
> > terinfeksi HIV maka bisa jadi vonis yang diberikan jauh lebih
> ringan
> > dari yang seharusnya diterima karena LP tidak mau terlalu
> > lama 'dibebani' dengan napi yang HIV+.Saya tidak tahu kita harusnya
> > sedih atau senang mendengar selentingan ini.
> >
> > Saya kira yang perlu dicermati dalam membaca berita ini adalah pada
> > kalimat terakhir dimana dinyatakan 'kami telah mengisolasinya dari
> > tahanan yang lain'. Tindakan yang tidak menyelesaikan masalah
> > melainkan justru menimbulkan masalah baru.
> >
> >
> > Salam,
> >
> > ayi
> >
> >
> > --- In aids-ina@yahoogroups.com, "infokespro" <infokespro@y...>
> wrote:
> > > Saya kian bingung membaca berita di koran Surabaya. Ini salah
> satu
> > > contohnya.
> > > Saya ketinggalan kereta, rupanya, atau 'kuper', karena di
> Surabaya
> > > orang yang terdeteksi AIDS termasuk pelanggaran pidana. Masya
> Allah.
> > > Salam takzim,
> > > Syaiful W. Harahap
> > >
> > > Harian "Jawa Pos", 08 Apr 2004
> > >
> > > Tahanan AIDS Divonis Lima Bulan
> > >
> > > SURABAYA - Kemarin, majelis hakim Pengadilan Negeri Surabaya
> > > menjatuhkan pidana terhadap Iwan (samaran) seorang terdakwa yang
> > > mengidap AIDS. Meski tanpa kehadiran terdakwa, majelis hakim
> > > menjatuhkan hukuman pidana penjara lima bulan atas keterlibatan
> > Iwan
> > > dengan narkotika jenis putauw.
> > >
> > > Kasus ini bermula dengan ditangkapnya Iwan pada Jumat, 14
> November
> > > 2003 jam 10.00. Waktu itu, dia kedapatan membawa narkotika di Jl
> > > Ngagel. Oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU) Iwan dijerat dengan pasal
> 78
> > > ayat (1) huruf 6 UU no 22 tahun 1997 tentang Narkotika.
> > >
> > > Hukuman yang dijatuhkan hakim ini jauh lebih ringan dari tuntutan
> > > jaksa yang 2,5 tahun. Kenapa demikian? "Kami juga
> mempertimbangkan
> > > masalah kemanusiaan," kata Soeroso Ono, ketua majelis hakim yang
> > > menyidangkan kasus ini.
> > >
> > > Sebenarnya, Iwan sudah datang di PN untuk mengikuti Sidang. Dia
> > > datang sekitar pukul 12.00 dengan diantar dokter Rutan Medaeng,
> dr
> > > Arifin dan drg Syaiful. Badannya tampak kurus, matanya sangat
> > cekung
> > > dan wajahnya begitu pucat ketika berada di ruang tahanan PN.
> > >
> > > "Rasanya, saya tidak kuat lagi, Pak," katanya dengan suara lirih
> > saat
> > > Syaiful menengok keadaannya. Karena kondisinya yang sangat lemah,
> > > hakim dan jaksa mengizinkan Iwan kembali ke Medaeng.
> > >
> > > Ketika dikonfirmasi, dr Afirin mengatakan bahwa Iwan diketahui
> > > mengidap AIDS setelah berada dalam tahanan rutan. "Kami sudah
> > > memberikan perawatan maksimal dan juga telah mengisolasinya dari
> > > tahanan lain," terangnya. (lin)





Mon Apr 12, 2004 1:36 am

ykpdps@...
Send Email Send Email

Forward
Message #421 of 3230 |
Expand Messages Author Sort by Date

Teman-teman Yth: Pemakai narkotika HIV+ yang sudah masuk fase AIDS saat ini sudah banyak dijumpai pada narapidana di LP (seperti juga diberitakan oleh Harian ...
Dr. D. N. Wirawan
ykpdps@...
Send Email
Apr 12, 2004
2:54 am

Mas Slamet Yth: Setahu saya, kalau yang di Bali komitmen Rotary terhadap HIV/AIDS cukup tinggi. Saat ini saya dibantu oleh Rotary Club Ubud untuk mengajukan ...
Dr. D. N. Wirawan
ykpdps@...
Send Email
Apr 13, 2004
2:12 am
Advanced

Copyright © 2009 Yahoo! Inc. All rights reserved.
Privacy Policy - Terms of Service - Guidelines - Help