Sering Mutauw, Tewas Kena HIV
SURABAYA- Korban HIV bertambah lagi. Kali ini, virus mematikan itu
merenggut nyawa Basori (nama samaran), 22 tahun. Berdasarkan surat
kematian yang ditandatangani dr Luki disebutkan bahwa Basori
meninggal pukul 22.00 (10/4) akibat gagal nafas dan positif HIV.
Kematian warga Nginden ini sangat mengagetkan kelaurganya. Sebab
belum genap sehari Basori dirawat di RSU dr Soetomo. "Baru tadi pagi
(Sabtu) masuk IRD. Kok sekarang sudah meninggal," ujar ayah Basori.
Sebelum meninggal, Basori telah lama sakit batuk yang tak kunjung
sembuh. Selain itu, tubuhnya juga makin kurus karena diare
berkepanjangan. "Kira-kira dua bulan ini dia sakit perut dan batuk,"
ucap Sutomo. Saat itu, Basori sudah diminta untuk pergi ke dokter.
Tapi tidak mau hingga badannya kurus seperti tak berdaging. "Eh baru
mau ke dokter ternyata sudah telat. Dia meninggal dunia," imbuhnya.
Perihal virus HIV yang ada ditubuh anak keduanya, ia mengaku tidak
tahu. Tapi, lelaki 45 tahun ini tak menyangkal jika lingkungan sosial
anaknya jelek. "Teman-temannya suka dugem dan ngisap putauw,"
ungkapnya. Karena itu, ia tidak menampik kemungkinan anaknya
mengonsumsi narkoba. "Saya tak tahu. Tapi kemungkinan tersebut memang
ada," lanjutnya dengan nada sedih.
Menurut beberapa temannya yang ditanyai Jawa Pos, korban memang
pecandu putauw. "Dia itu termasuk "tetua". Dia tidak pernah absen
dugem sama kelompoknya," ungkap salah seorang teman korban. Basori
baru berhenti sejak sakit dua bulan lalu. "Sejak sakit, dia hanya di
rumah saja. Tidak bisa kemana-mana," katanya.
Dokter yang merawatnya menjelaskan kondisi Basori memang terbilang
kritis. Kondisi ini diperburuk dengan penyakit diare dan batuk yang
tak kunjung sembuh. "Virus HIV berarti telah merusak saluran
percernaan dan paru-parunya," terangnya. Virus tersebut membuat
korban jadi gagal nafas dan meninggal dunia. (ai)
[Sumber: Jawa Pos, 12 April 2004]