Search the web
Sign In
New User? Sign Up
wartaaids
? Already a member? Sign in to Yahoo!

Yahoo! Groups Tips

Did you know...
Want your group to be featured on the Yahoo! Groups website? Add a group photo to Flickr.

Best of Y! Groups

   Check them out and nominate your group.
Having problems with message search? Fill out this form to ensure your group is one of the first to be migrated to the new message search system.

Messages

  Messages Help
Advanced
Pecandu Narkoba di Jakarta   Message List  
Reply | Forward Message #416 of 3230 |
Re: [WartaAIDS] Pecandu Narkoba di Jakarta

Mas Eddy sebetulnya bertanya: "Apakah tidak memungkinkan di sosialisikan
program pemberian ato penjualan jarum suntik single use untuk para
pecandu?". Ada dua ringkasan (di bawah) yang diterbitkan di BeritaNAZA
pada 2000 yang membahas penggunaan semprit sekali pakai atau sulit pakai
ulang yang mungkin bisa menjawab pertanyaan.

Satu kebiasaan pengguna narkoba suntikan adalah 'pumping'. Kebiasaan ini,
yang bermaksud agar tidak ada putaw disisakan dalam tabung, sulit
dilakukan dengan semprit sekali pakai, dan karena itu, semprit tersebut
tidak nyaman buat IDUs.

Chris

Ringkasan: Semprit "Sekali Pakai" untuk Mencegah Penularan HIV di antara
IDU

Latar belakang: Untuk mencegah penyebaran infeksi virus berbahaya,
termasuk HIV dan hepatitis C, akibat penggunaan jarum suntik yang berulang
kali di dalam lingkungan kesehatan, diciptakanlah beberapa jenis semprit
'sekali pakai'. Semprit tersebut, yang juga disebut auto-disable, secara
otomatis menutup penghisap semprit setelah penyuntikan agar tidak dapat
dikeluarkan lagi. WHO, UNICEF dan lembaga kesehatan lain menetapkan tahun
2003 sebagai batas akhir program imunisasi di negara berkembang untuk
menghentikan pemakaian semprit yang dapat dipakai berulang kali, dan
menggantikannya dengan semprit 'sekali pakai' tersebut. Untuk informasi
lebih lanjut mengenai ini, lihat 'WHO, UNICEF Luncurkan Upaya Dunia Untuk
Cegah Tusukan Jarum Suntik' di HindarAIDS No. 43.

Memberikan perlengkapan suntik sekali pakai kepada orang yang menyuntik
narkoba ilegal mungkin dianggap cara yang efektif untuk mengurangi
penularan HIV. Namun, wawancara dengan produsen semprit, petugas program
pertukaran semprit, dan pengguna narkoba mengungkap adanya kesulitan lain
dengan pemecahan teknologi tinggi ini. Semua bentuk perlengkapan suntik
tersebut masih dapat digagalkan, sehingga lebih cocok disebutkan
perlengkapan suntik yang sulit dipakai ulang. Juga, ada masalah dengan
penerimaan konsumen terhadap perlengkapan suntik yang sulit dipakai ulang
dan dengan pembuangan jumlah besar limbah berbahaya ini secara aman. Walau
begitu, penelitian tambahan akan sangat membantu, terutama potensi
menempatkan perlengkapan suntik yang sulit dipakai ulang di galeri-galeri
suntik.

[Des Jarlais, Don C. "'Single-use' needles and syringes for the prevention
of HIV infection among injection drug users" Journal of Acquired Immune
Deficiency Syndromes and Human Retrovirology, 1998. 18(Suppl 1): 552-556]

Ringkasan: Dapatkah Semprit Sekali Pakai Mengurangi HIV di antara IDU?

Memakai jarum suntik bersama di antara IDU adalah salah satu cara utama
penyebaran HIV. Beberapa orang menganjurkan bahwa penyebaran semprit sulit
dipakai kembali (difficult to reuse--DTR) akan memperlambat penyebaran
HIV. Penulis mengembangkan model matematika sederhana yang menggambarkan
bagaimana perubahan dalam jumlah pemakaian semprit DTR atau semprit biasa
selama sejumlah penyuntikan tertentu akan mempengaruhi proporsi infeksi
yang berpotensi menular dan, dengan demikian, penularan HIV. Ini
mengesankan bahwa peningkatan pemakaian jenis semprit apa pun akan
mengurangi proporsi penyuntikan yang berpotensi menular. Namun, untuk
setiap satu semprit yang ditambah, pengurangan tersebut senantiasa lebih
besar jika semprit biasa ditambah daripada semprit DTR. Demikian pula,
menyediakan sejumlah semprit DTR tertentu dan sekaligus mengurangi
pemakaian semprit biasa dengan jumlah yang sama akan meningkatkan, justru
akan meningkatkan, bukan mengurangi, proporsi penyuntikan yang menular.
Semprit DTR lebih mahal dibanding semprit biasa, jadi ada sedikit alasan
untuk mengganti semprit biasa dengan semprit DTR.

[Jonathan P. Caulkins, Edward Harris Kaplan, Peter Lurie, Thomas O'Connor,
Sung-Ho J. Ahn, Can Difficult-to-Reuse Syringes Reduce the Spread of HIV
Among Injection Drug Users?, Interfaces, v.28, no. 3, Mei-Juni 1998]

URL: http://www.rand.org/cgi-bin/Abstracts/e-getabbydoc.pl?RP-689

[Sumber: Situs Web, RAND Corporation]
----------------------------------
Chris W. Green (chrisg@...)
Treatment Educator, Spiritia Foundation
Jakarta, Indonesia
Tel: +62-21 7279 7007 Fax: +62-21 726-9521





Sun Apr 4, 2004 9:04 am

wartaaids
Offline Offline
Send Email Send Email

Forward
Message #416 of 3230 |
Expand Messages Author Sort by Date

Daku menemukan 100 % infeksi HIV dan Hepatitis C pada pasien pencandu narkoba tipe suntikan, sekitar 6 orang di Jakarta dalam kurun waktu 1 tahun. Apakah tidak...
eddyJP
eddyjp@...
Send Email
Apr 2, 2004
1:09 am

Rekan Eddy Yth: Pemerintah pusat telah merancang proyek rintisan pembagian jarum suntik steril kepada IDU (injecting drug users) di Jakarta dan Denpasar...
Dr. D. N. Wirawan
ykpdps@...
Send Email
Apr 2, 2004
4:54 am

Mas Eddy sebetulnya bertanya: "Apakah tidak memungkinkan di sosialisikan program pemberian ato penjualan jarum suntik single use untuk para pecandu?". Ada dua...
Chris W. Green
wartaaids
Offline Send Email
Apr 4, 2004
9:25 am
Advanced

Copyright © 2009 Yahoo! Inc. All rights reserved.
Privacy Policy - Terms of Service - Guidelines - Help