Search the web
Sign In
New User? Sign Up
wartaaids
? Already a member? Sign in to Yahoo!

Yahoo! Groups Tips

Did you know...
Message search is now enhanced, find messages faster. Take it for a spin.

Best of Y! Groups

   Check them out and nominate your group.
Having problems with message search? Fill out this form to ensure your group is one of the first to be migrated to the new message search system.

Messages

  Messages Help
Advanced
Re: AIDS pada Anak Umur 8 Tahun   Message List  
Reply | Forward Message #415 of 3230 |
Berita "Parah, Bocah Delapan Tahun Terkena AIDS", Jawa Pos, 26 Maret
2004, memang tidak komprehensif. Tapi, maaf, tanggapan berupa
klarifikasi dari MPA Jatim juga tidak `layak muat'.

Klarifikasi terhadap berita, dalam hal ini dilakukan oleh pihak lain
yang tidak terkait langsung dengan berita, berupa `suara pembaca'
sedangkan Hak Jawab ada pada objek berita. Jadi, karena suara pembaca
maka klarifikasi berupa tanggapan terhadap berita.

Karena di "Jawa Pos" rubik yang menampung suara pembaca sangat kecil
porsinya (Gagasan) maka klarifikasi pun harus mengikuti kolom yang
disediakan. Kalau ingin menanggapi dengan komprehensif maka buat
dalam bentuk tulisan untuk rubrik opini dalam bentuk features.

Maaf, dalam klarifikasi tidak dikutip bagian yang dianggap MPA Jatim
tidak seduai dengan fakta. Jika ingin menanggapi berita maka kutip
bagian yang perlu ditanggapi bukan menanggapi yang tersirat dari
berita tersebut. Setiap orang akan berbeda dalam memahami berita
karena terkait dengan field of reference dan field of experience.

Lagi-lagi maaf, saya tidak membela wartawan, tapi sering terjadi
penjelasan atau keterangan dari narasumber yang justru mendorong
wartawan menulis sesuai dengan apa yang ada di pikirannya. Banyak
contoh. Misalnya, ada pakar AIDS ketika ditanya wartawan "Apakah
kondom efektif 100 persen?" Yang ditanya tidak menjawab dengan tegas,
tapi memberikan jawaban yang ngambang: ya….,, tapi …. Nah, wartawan
justru mengutip pernyataan yang diucapkan di belakang tapi "
…... ". Jelas wartawan tidak salah karena pernyataan itu juga
disampaikan oleh narasumber.

Pernyataan Drs Widjiartini Mkes dari Badan Penanggulangan
Penyalahgunaan NAPZA dan Penyebaran AIDS (BPNA) Jatim (… penularan
dari si ibu kepada anak sangatlah mungkin, meski sangat kecil. "Bisa
saja karena mereka menggunakan sikat gigi yang sama atau sisir yang
sama…) juga tidak salah. Jadi, di mana wartawan tidak mengerti?
Saya khawatir wartawan tidak bertanya tapi membuat pernyataan.
Narasumber sering menjawab dengan kata: yaaa… sebagai jembatan. Tapi
wartawan mengutipnya sebagai pernyataan setuju. Ini yang sering
menyesatkan. Untuk menghindarinya minta pertanyaan tertulis dan
dijawab pula tertulis.

Untuk menanggapi berita tadi sebaiknya MPA Jatim mengutip bagian-
bagian berita yang tidak akurat sehingga meyakinkan redaksi untuk
memuat tanggapan. Nah, bagian mana yang tidak akurat?
Usul dr. Bing salah satu bagian yang tidak dibahas dalam berita.
Apakah sudah ada tes HIV? Kalau saja Drs Widji Artini terlebih dahulu
bertanya kepada wartawan tentang fakta (medis) terkait dengan kasus
yang ditanya wartawan tentulah akan lain hasilnya. Jika tidak ada
fakta medis maka jangan beritakan tanggapan.

Ada beberapa pernyataan yang juga tidak akurat. Mengapa bukan itu
yang dikemukakan dalam surat ke redaksi?

Salam takzim,
Syaiful W. Harahap







Sat Apr 3, 2004 2:46 am

infokespro
Offline Offline
Send Email Send Email

Forward
Message #415 of 3230 |
Expand Messages Author Sort by Date

Berita "Parah, Bocah Delapan Tahun Terkena AIDS", Jawa Pos, 26 Maret 2004, memang tidak komprehensif. Tapi, maaf, tanggapan berupa klarifikasi dari MPA Jatim...
infokespro
Offline Send Email
Apr 3, 2004
2:49 am
Advanced

Copyright © 2009 Yahoo! Inc. All rights reserved.
Privacy Policy - Terms of Service - Guidelines - Help