Teman-teman Yth:
Rekan-rekan di Surabaya ada baiknya menelusuri kejadian seperti
disampaikan oleh rekan Dony Agustinus (mengutip Jawa Pos) di bawah ini,
dan kemudian melakukan klarifikasi (kepada Jawa Pos) untuk pendidikan
kepada publik. Tidak masuk akal si anak tertular oleh ibunya melalui
kontak (sentuhan) biasa.
Juga tidak masuk akal kalau si Ibu tertular HIV karena merawat
tetangganya yang AIDS.
Sekarang saya (di Denpasar, Bali) sedang merawat seorang anak umur 4
tahun yang sedang AIDS. Dia tertular dari Ibunya ketika dalam kandungan
atau mungkin juga ketika disusui. Ibunya dan demikian juga ayahnya
adalah ex IDU. Ibunya HIV+ dan saat ini CD4-nya hanya 40. Ayahnya baru
saja keluar dari LP dan belum mau test HIV.
Jadi, masih ada kemungkinan anak umur 8 tahun baru masuk fase AIDS,
walaupun tertular dari Ibunya ketika disusui atau ketika dikandung.
Berita-berita seperti ini ada baiknya cepat-cepat diklarifikasi agar
tidak ada salah pengertian pada masyarakat.
Ada pendapat lain?
Salam,
Wirawan
Denpasar, Bali
Dony Agustinus wrote:
>
> Jawa Pos Jumat, 26 Mar 2004
> Parah, Bocah Delapan Tahun Terkena AIDS
>
> SURABAYA - Usianya baru delapan tahun, tapi Rachmat (nama samaran),
> sudah menanggung penderitaan berat. Dia terkena HIV/AIDS. Karena
> kondisinya cukup parah, bocah yang tinggal di Jombang itu dirujuk ke
> RSU dr Soetomo, kemarin.
>
> Diduga, siswa kelas II SD itu tertular virus maut tersebut dari
> ibunya, yang meninggal dunia seratus hari lalu. Sejak beberapa bulan
> lalu, kondisi Rachmat terus drop. "Ada saja sakit yang diderita anak
> saya. Mulai flu, diare, sampai panas datang silih berganti," kata
> Sunarto, ayahnya. "Saya kasihan melihat kondisinya," tambah pria
> berkulit gelap itu.
>
> Lebih lanjut Sunarto menuturkan, beberapa bulan sebelum meninggal,
> istrinya dulu juga sakit-sakitan seperti Rachmat. "Kata dokter,
> istri saya kena AIDS," katanya dengan roman muka sedih. "Beberapa
> kali dia dirawat di rumah sakit sampai akhirnya meninggal dunia,"
> lanjutnya.
>
> Istri buruh bangunan itu mengidap HIV/AIDS karena
> keluguannya. "Istri saya ketularan tetangga yang juga kena AIDS,"
> kata Narto. Beberapa tahun lalu, tetangga Narto itu pulang dari luar
> negeri sebagai TKI. Dia sakit-sakitan dan akhirnya
> meninggal. "Ternyata, dia kena AIDS. Seluruh penghuni rumah itu
> akhirnya meninggal semua juga kena AIDS," cerita Narto.
>
> Istri Narto adalah orang yang merawat keluarga tersebut. "Setiap
> hari istri saya yang merawat mereka," katanya. Dua tahun setelah
> kematian orang yang dirawat itu, istri Narto dinyatakan positif
> mengidap HIV/AIDS. "Menurut saya, istri saya tertular dari sana,"
> katanya. "Sebab, selama merawat tetangga itu, istri saya tidak
> menggunakan alat perlindungan apa-apa," lanjut dia. "Bahkan ketika
> merawat luka-lukanya, dia tidak menggunakan sarung tangan atau
> apapun."
>
> Begitu istrinya dinyatakan kena HIV/AIDS, Narto sangat menyesal.
> Belum habis kesedihan karena kematian istri tercintanya, kini dia
> dihadapkan pada penderitaan anaknya. "Saya kasihan melihat anak
> saya. Dia tampak kesakitan sekali," katanya. Meski menduga anaknya
> tertular istrinya, namun Narto masih menyimpan sebuah tanda tanya
> besar. Bagaimana putra semata wayangnya itu mendapatkan infeksi
> tersebut.
>
> Menurut Drs Widjiartini Mkes dari Badan Penanggulangan
> Penyalahgunaan NAPZA dan Penyebaran AIDS (BPNA) Jatim, penularan
> dari si ibu kepada anak sangatlah mungkin, meski sangat kecil. "Bisa
> saja karena mereka menggunakan sikat gigi yang sama atau sisir yang
> sama," katanya.
>
> Peralatan-peralatan tersebut sangat mungkin jadi media
> penularan. "Asal si ibu ada luka dan ada bagian kulit si anak yang
> terbuka. Jika itu bersinggungan, maka kemungkinan besar si anak bisa
> tertular," terang wanita yang aktif menangani kasus-kasus HIV/AIDS
> ini.
>
> Karena itulah, dia mengingatkan perlunya setiap orang melindungi
> dirinya ketika merawat penderita HIV/AIDS. "Inilah perlunya kita
> menerapkan universal precaution. Minimal menggunakan sarung tangan.
> Terutama jika merawat seseorang dengan HIV/AIDS yang punya luka,"
> ujarnya. Ini akan mengurangi risiko terjadinya penularan HIV/AIDS.
> (wie)