Search the web
Sign In
New User? Sign Up
wartaaids
? Already a member? Sign in to Yahoo!

Yahoo! Groups Tips

Did you know...
Want to share photos of your group with the world? Add a group photo to Flickr.

Best of Y! Groups

   Check them out and nominate your group.
Having problems with message search? Fill out this form to ensure your group is one of the first to be migrated to the new message search system.

Messages

  Messages Help
Advanced
(no subject)   Message List  
Reply | Forward Message #406 of 3231 |
Jawa Pos Jumat, 26 Mar 2004
Parah, Bocah Delapan Tahun Terkena AIDS


SURABAYA - Usianya baru delapan tahun, tapi Rachmat (nama samaran),
sudah menanggung penderitaan berat. Dia terkena HIV/AIDS. Karena
kondisinya cukup parah, bocah yang tinggal di Jombang itu dirujuk ke
RSU dr Soetomo, kemarin.

Diduga, siswa kelas II SD itu tertular virus maut tersebut dari
ibunya, yang meninggal dunia seratus hari lalu. Sejak beberapa bulan
lalu, kondisi Rachmat terus drop. "Ada saja sakit yang diderita anak
saya. Mulai flu, diare, sampai panas datang silih berganti," kata
Sunarto, ayahnya. "Saya kasihan melihat kondisinya," tambah pria
berkulit gelap itu.

Lebih lanjut Sunarto menuturkan, beberapa bulan sebelum meninggal,
istrinya dulu juga sakit-sakitan seperti Rachmat. "Kata dokter,
istri saya kena AIDS," katanya dengan roman muka sedih. "Beberapa
kali dia dirawat di rumah sakit sampai akhirnya meninggal dunia,"
lanjutnya.

Istri buruh bangunan itu mengidap HIV/AIDS karena
keluguannya. "Istri saya ketularan tetangga yang juga kena AIDS,"
kata Narto. Beberapa tahun lalu, tetangga Narto itu pulang dari luar
negeri sebagai TKI. Dia sakit-sakitan dan akhirnya
meninggal. "Ternyata, dia kena AIDS. Seluruh penghuni rumah itu
akhirnya meninggal semua juga kena AIDS," cerita Narto.

Istri Narto adalah orang yang merawat keluarga tersebut. "Setiap
hari istri saya yang merawat mereka," katanya. Dua tahun setelah
kematian orang yang dirawat itu, istri Narto dinyatakan positif
mengidap HIV/AIDS. "Menurut saya, istri saya tertular dari sana,"
katanya. "Sebab, selama merawat tetangga itu, istri saya tidak
menggunakan alat perlindungan apa-apa," lanjut dia. "Bahkan ketika
merawat luka-lukanya, dia tidak menggunakan sarung tangan atau
apapun."

Begitu istrinya dinyatakan kena HIV/AIDS, Narto sangat menyesal.
Belum habis kesedihan karena kematian istri tercintanya, kini dia
dihadapkan pada penderitaan anaknya. "Saya kasihan melihat anak
saya. Dia tampak kesakitan sekali," katanya. Meski menduga anaknya
tertular istrinya, namun Narto masih menyimpan sebuah tanda tanya
besar. Bagaimana putra semata wayangnya itu mendapatkan infeksi
tersebut.

Menurut Drs Widjiartini Mkes dari Badan Penanggulangan
Penyalahgunaan NAPZA dan Penyebaran AIDS (BPNA) Jatim, penularan
dari si ibu kepada anak sangatlah mungkin, meski sangat kecil. "Bisa
saja karena mereka menggunakan sikat gigi yang sama atau sisir yang
sama," katanya.

Peralatan-peralatan tersebut sangat mungkin jadi media
penularan. "Asal si ibu ada luka dan ada bagian kulit si anak yang
terbuka. Jika itu bersinggungan, maka kemungkinan besar si anak bisa
tertular," terang wanita yang aktif menangani kasus-kasus HIV/AIDS
ini.

Karena itulah, dia mengingatkan perlunya setiap orang melindungi
dirinya ketika merawat penderita HIV/AIDS. "Inilah perlunya kita
menerapkan universal precaution. Minimal menggunakan sarung tangan.
Terutama jika merawat seseorang dengan HIV/AIDS yang punya luka,"
ujarnya. Ini akan mengurangi risiko terjadinya penularan HIV/AIDS.
(wie)





Sat Mar 27, 2004 11:39 pm

bon3x
Offline Offline
Send Email Send Email

Forward
Message #406 of 3231 |
Expand Messages Author Sort by Date

Jawa Pos Jumat, 26 Mar 2004 Parah, Bocah Delapan Tahun Terkena AIDS SURABAYA - Usianya baru delapan tahun, tapi Rachmat (nama samaran), sudah menanggung...
Dony Agustinus
bon3x
Offline Send Email
Mar 27, 2004
11:39 pm
Advanced

Copyright © 2009 Yahoo! Inc. All rights reserved.
Privacy Policy - Terms of Service - Guidelines - Help