Rekan Arif Suprabowo Yth:
Apakah Anda tinggal di Inggris (UK)?. Di sana mestinya banyak sekali
informasi tentang HIV/AIDS.
Saya coba jawab pertanyaan Anda langsung di bawah pertanyaannya.
Rekan-rekan lain anggota milis pasti ada juga yang akan menjawab atau
menambahkan.
> 1.Tempat-tempat seperti apakah yang sering digunakan
> sebagai penyebaran HIV?
Penularan HIV yang sudah diketahui dengan pasti hanya melalui cairan
sperma, cairan vagina, darah, dari ibu hamil yang pos ke bayi yang
dikandung dan melalui air susu ibu. Karena itu, paling banyak terjadi
penularan melalui hubungan seks dan jarum suntik intravena yang dipakai
banyak orang (biasanya oleh pemakai narkotika suntik). Kalau ibu-ibu
sudah banyak yang tertular (
> 2.Pada tingkat lapisan masyarakat seperti apakah
> sebagian besar penderita HIV.
Karena penularannya seperti di atas, kasus-kasus HIV/AIDS banyak
dijumpai pada pada orang-orang yang berganti-ganti pasangan seksual
misalnya pekerja seks, pelanggannya, istri pelanggan dan bayinya (kalau
si ibu hamil), pemakai narkotika suntik, pasangan seksualnya
(pacar/istri), dan bayinya (kalau istrinya pos dan
mengandung/melahirkan).
> 3.Bagaimana pengetahuan mereka akan bahaya HIV ?
> apakah mereka termasuk orang yang yang nekat tidak
> memperdulikan bahaya HIV.
Ini mirip-mirip dengan kejadian lain di masyarakat. Hampir semua orang
tahu bahwa merokok akan menyebabkan kanker, tetapi toh banyak orang
tetap merokok dan tidak bisa berhenti merokok. Contoh lain di Bali,
hanya di Denpasar dan sekitarnya, dalam satu tahun 800 orang mati karena
kecelakaan lalu lintas (sebagian besar yang memakai motor dan tanpa
helm), toh sebagian besar masyarakat nekat tetap ngebut atau memakai
motor tanpa helm yang memenuhi syarat.
> 4.Apakah kita dapat tahu dari perilaku mereka
> sehari-hari akan penderita HIV+
Ini saya kurang mengerti maksud pertanyaan Anda.
> 5.Menurut teman2 milis ini apakah usaha pencegahan HIV
> di negara kita ini udah cukup.
Jelas kurang cukup, karena itu jumlah kasus terus bertambah. Maklumlah
negara kita sedang krisis segala macam. Krisis sendiri menyebabkan
kemampuan pemerintah untuk menannggulangi wabah amat terbatas dan
sebaliknya krisis menyebabkan segala macam masalah sosial meroket.
Pengangguran meroket, kemiskinan meroket, kekecewaan meroket, depresi
mental meroket, orang yang bunuh diri juga amat meningkat, kriminalitas
meningkat, penjual narkotika merajalela, pemakainya juga meroket,
pekerja seks bertambah, dan seterusnya, dan seterusnya.
> 6.menurut pendapat teman2, bagaimana kita melarang
> seseorang untuk tidak melakukan seks bebas bila ia
> beragumentasi ini adalah HAM dia.
Yang Anda maksudkan apakah multiple sexual partner? atau gonta-ganti
pasangan seksual?. Kalau ini yang dimaksudkan, di Indonesia sebagian hal
ini terjadi pada pekerja seks dan pelanggannya. Mungkin agak beda dengan
di negara-negara barat atau di Afrika dimana pada general population
juga demikian. Di beberapa daerah di Indonesia tampaknya ada juga yang
demikian sebagai tradisi masyarakat setempat. Masalah melarang orang
berganti-ganti pasangan seksual (selingkuh atau sejenisnya) belakangan
banyak didiskusikan di Indonesia. Kebanyakan masyarakat tidak setuju
kalau masalah perilaku masyarakat terlalu diatur dengan larangan atau
undang-undang. Kebanyakan masyarakat lebih setuju kalau pemerintah lebih
fokus untuk mengatur/mengatasi perilaku korupsi. Karena perilaku ini
yang menjadi biang kerok semua persoalan di negara kita. Yang
dikampanyekan di Indonesia adalah perilaku seks aman, khususnya di
kalangan prostitusi (dengan kondom).
> 7.Seandainya kasus HIV ini ditangani selayaknya kasus
> SARS ada yang setuju tidak?
Bukan soal setuju atau tidak. SARS berbeda seperti bumi dan langit
dengan HIV/AIDS. Penyakitnya yang beda. Karena itu, penanganannya juga
tidak bisa sama. SARS penyakit akut (masa inkubasi hanya sekitar 1
minggu) dan masa sakit yang pendek. 10 hari setelah panas badan kembali
normal, si sakit sudah tidak menularkan lagi kuman penyakitnya. Jadi,
untuk SARS, kalau ada orang sakit (panas tinggi, batuk, sesak), rawat di
ruangan khusus ("isolasi"), amati 10-20 hari dan setelah sembuh pulang.
Orang sakit pasti mau dirawat ("isolasi") di rumah sakit.
HIV/AIDS masa inkubasi 2 - 15 tahun dan bisa menularkan virus semumur
hidupnya. Lalu, berapa lama orang yang tampak sehat walafiat ini harus
di "isolasi", 15 tahun?. Dimana di "isolasi". Apakah orang sehat
walafiat mau di isolasi? Kalau jumlahnya puluhan juta seperti di Afrika,
RRC, India, dll, dimana tempat "isolasi" nya. Orang HIV+ yang mana harus
di "isolasi"? Apakah pacar/istri pemakai narkotika suntikan yang
tertular HIV juga diisolasi? Pertanyaannya bisa panjang. Setiap penyakit
mempunyai perjalanan atau karakternya sendiri-sendiri yang memerlukan
metode penanggulangan berbeda-beda.
Wah, jawaban saya terlalu bertele-tele ya?
Salam,
Wirawan