Berita ini sangat mengusik perhatian saya akan
HIV.Kalau ada yang tahu tolong menjawab pertanyaan
saya.
1.Tempat-tempat seperti apakah yang sering digunakan
sebagai penyebaran HIV?
2.Pada tingkat lapisan masyarakat seperti apakah
sebagian besar penderita HIV.
3.Bagaimana pengetahuan mereka akan bahaya HIV ?
apakah mereka termasuk orang yang yang nekat tidak
memperdulikan bahaya HIV.
4.Apakah kita dapat tahu dari perilaku mereka
sehari-hari akan penderita HIV+
5.Menurut teman2 milis ini apakah usaha pencegahan HIV
di negara kita ini udah cukup.
6.menurut pendapat teman2, bagaimana kita melarang
seseorang untuk tidak melakukan seks bebas bila ia
beragumentasi ini adalah HAM dia.
7.Seandainya kasus HIV ini ditangani selayaknya kasus
SARS ada yang setuju tidak?
Thanks
by Supra
------------------------------------------------------
--- "Dr. D. N. Wirawan"
<ykpdps@...> wrote:
---------------------------------
Teman-teman Yth:
Di bawah ini adalah laporan hasil VCT yang kami
kirimkan ke Depkes
tanggal 9 Maret 2004. Hanya dalam waktu kurang dari 3
minggu 11 klien
hasil test-nya pos dari 18 klien yang VCT. Laporan
seperti ini tampaknya
amat dibutuhkan oleh Pemda/Pusat untuk merencanakan
program care and
support di Indonesia.
Wirawan
Kepada Yth:
Dirjen PPM & PLP Departemen Kesehatan
Jalan Percetakan Negara 29
Jakarta 10570
Perihal: Laporan penderita positip HIV (hasil VCT)
Dengan hormat,
Terlampir kami kirimkan laporan 11 (sebelas)
penderita positip HIV
dari hasil VCT (voluntary testing and counseling) yang
kami laksanakan
di Bali dalam periode waktu tiga minggu (17 Februari
2004 - 04 Maret
2004). Klien yang secara sukarela untuk test HIV
dalam periode waktu
tiga minggu ini sebanyak 18 orang dan 11 dari mereka
HIV+ (61%).
Semakin banyaknya odha yang "bermunculan" dari hasil
VCT, kami duga ada
kaitannya dengan tersedianya ARV di Indonesia yang
harganya semakin
murah. Para klien dewasa ini dengan lebih cepat
memutuskan untuk test
HIV dibanding tahun-tahun sebelumnya.
Temuan hasil VCT secara berkala dan cepat kami
kirimkan karena
kemungkinan data seperti ini amat besar manfaatnya
bagi Pemerintah
Pusat/Daerah dalam perencanaan care and support di
Indonesia terlebih
lagi dengan adanya Program "3 by 5" dari WHO.
Sejak 1 Januari 2000 sampai dengan 04 Maret 2004,
jumlah klien yang
secara sukarela menjalani test HIV ke tempat kami
setelah diberikan
pre-test konseling adalah 671 orang. Dari 671 orang
ini, sebanyak 149
dijumpai HIV+ (22%).
Demikian kami sampaikan dan atas perhatiannya kami
ucapkan banyak terima
kasih.
Tembusan: Hormat kami,
1. Ketua KPAD Prop. Bali Ketua Yayasan
Kerti Praja (YKP)
2. Kepala Dinas Kesehatan Prop. Bali
3. POKJA KPAD Prop. Bali D.N. Wirawan
4. Ketua KPAD Pemkot Denpasar
5. Kepala Dinas Kesehatan Kota Denpasar
6. IHPCP Jakarta
7. IHPCP Bali
________________________________________________________________________
Yahoo! Messenger - Communicate instantly..."Ping"
your friends today! Download Messenger Now
http://uk.messenger.yahoo.com/download/index.html