Pernyataan "Tretes"
Dinyatakan oleh Peserta Pertemuan Nasional Orang dengan HIV/AIDS IV -
2004
Dalam Pernyataan "Cikopo", yang berupa suatu hasil dari Pertemuan
Nasional Odha (PNO) III pada Februari 2003, para peserta pertemuan
tersebut mencatat bahwa terlalu banyak peserta PNO II (September 2001)
telah meninggal dunia, termasuk pejuang utama kita, Suzana Murni.
Mereka sepakat dan berjanji tidak akan membiarkan kehilangan orang lagi
seperti sebelum PNO IV ini.
Apakah kita memenuhi janji itu? Sayangnya, 3 dari 50 peserta PNO III
tidak ada lagi di antara kita. Walaupun angka ini sedikit lebih baik
dibanding dengan sebelumnya, kami mengaku bahwa perjuangan kami belum
mencapai tujuan yang diharapkan.
Kami berjanji akan memperkuat upaya kami agar angka kematian dapat
terus ditekan termasuk bekerja keras untuk mengurangi jumlah orang yang
terinfeksi HIV di Indonesia. Khususnya, kami:
* Mendukung semua program penanggulangan HIV/AIDS baik oleh pemerintah
maupun oleh masyarakat sesuai dengan kemampuan kami;
* Akan berusaha untuk tidak menularkan virus kepada setiap orang
(terutama pasangan kami);
* Bersedia belajar mengenai HIV dan pengobatannya agar kami dapat
terlibat penuh dalam kesehatan kami sendiri, dan untuk memberi
informasi dan konseling pada Odha lain; dan
* Ingin dilibatkan dalam proses tes sukarela disertai konseling (VCT),
dan akan berusaha agar orang yang dekat dengan kami siap melakukan
tes HIV.
Kami juga mengharapkan ada upaya yang jauh lebih kuat oleh pemerintah
baik pusat maupun daerah, khususnya seperti dicatat di bawah ini:
* Semua upaya penanggulangan HIV/AIDS harus melibatkan Odha, sesuai
asas Greater Involvement of People with AIDS atau GIPA. Terutama
penting adalah keterlibatan Odha dalam Komisi Penanggulangan AIDS
Provinsi dan Kabupaten/Kota.
* Kami mendesak agar 10.000 orang bisa mendapatkan obat antiretroviral
(ARV) pada 2005 berdasarkan prakarsa "3 pada 5" WHO.
o Program tersebut harus melibatkan Odha secara penuh dalam proses
menyeleksi penerima terapi.
o ARV harus didistribusi secara merata ke setiap provinsi, dan daerah
pedesaan, bukan hanya perkotaan.
o Untuk bertemu 10.000 Odha tersebut, harus ada upaya yang jauh lebih
besar untuk meningkatkan ketersediaan sarana VCT di seluruh
Indonesia.
o Harus ada upaya lagi untuk menekan harga ARV termasuk kebijakan
pemerintah untuk membebaskan pajak obat atau bahan bakunya.
o Kami mendesak agar ditingkatkan program pelatihan untuk dokter dan
perawat tentang terapi ARV (ART), dan juga dibentuk jaringan
komunikasi yang melibatkan petugas layanan kesehatan untuk
menyebarkan informasi baru yang penting untuk menangani pasiennya.
o Harus ada informasi yang tepat guna dan aman mengenai pengobatan.
Peranan pendidik pengobatan sebaya sangat penting untuk menyakinkan
bahwa terapi dilakukan seperti seharusnya dan kepatuhan diutamakan.
Harus ada upaya untuk mengupakan dan melatih pendidik tersebut.
* Harus ada upaya yang jauh lebih tegas agar orang AIDS yang tidak
mendapatkan ART diberikan obat pencegahan dan pengobatan untuk
infeksi oportunistik.
* Kami mendesak agar program surveilans dihentikan bila tidak dapat
dilakukan sesuai dengan peraturan, dan disertai oleh sarana VCT yang
disediakan secara gratis untuk semua anggota kelompok sasaran yang
disurvei.
* Harus ada upaya yang jauh lebih kuat untuk menegakkan tindakan
kewaspadaan universal di semua sarana kesehatan, terutama oleh dokter
gigi.
* Pengetahuan masyarakat mengenai HIV/AIDS harus ditingkatkan, dengan
penguatan program penyebaran informasi dasar, termasuk tentang
pengobatan, dalam bentuk yang dapat dipahami dan diterima, termasuk
dalam bahasa daerah bila diperlukan.
* Kami mendesak agar layanan kesehatan yang terpadu dapat terjangkau
oleh pengguna narkoba suntikan (IDU), meliputi semua unsur
pengurangan dampak buruk (harm reduction) termasuk pertukaran jarum
suntik, terapi substitusi dan penyediaan/penggunaan kondom.
* Kami menyambut baik perjanjian pada Komitmen Sentani untuk
"mengupayakan pengurangan stigma dan diskriminasi terhadap Odha".
Namun kami mendesak agar ini bukan sekadar kata-kata tetapi
benar-benar dinyatakan. Kami akan menilai komitmen ini sebagian
melalui upaya pemerintah agar tidak lagi ada rumah sakit yang
menyatakan dirinya "belum siap" menerima pasien dengan AIDS, sebuah
alasan yang sebetulnya sangat tidak layak.
Kami berjanji bahwa kami akan memakai Pernyataan Tretes ini sebagai
alat advokasi pada tingkat nasional, provinsi dan kabupaten/kota, dalam
hubungan dengan semua pihak yang terkait dengan penanggulangan
HIV/AIDS, baik pemerintah, swasta, maupun organisasi komunitas termasuk
agama.
[Catatan: Pernyataan ini ditandatangani oleh semua 61 peserta PNO ke-4]
Pertemuan Nasional Odha IV dihadiri 61 orang dari 30 kota di 19
provinsi. Untuk mengetahui lebih lanjut mengenai Pertemuan Nasional
Odha dan Jaringan Odha se-Indonesia, silakan menghubungi sekretariat:
Yayasan Spiritia, Jl. Radio IV No. 10, Jakarta 12130, telp: 021 7279
7007, fax: 021 726-9523, E-mail: yayasan_spiritia@...