Search the web
Sign In
New User? Sign Up
wartaaids
? Already a member? Sign in to Yahoo!

Yahoo! Groups Tips

Did you know...
Real people. Real stories. See how Yahoo! Groups impacts members worldwide.

Best of Y! Groups

   Check them out and nominate your group.
Having problems with message search? Fill out this form to ensure your group is one of the first to be migrated to the new message search system.

Messages

  Messages Help
Advanced
WHO Menerbitkan Pedoman untuk Jamu   Message List  
Reply | Forward Message #394 of 3231 |
WHO Menerbitkan Pedoman untuk Jamu

Organisasi Kesehatan Sedunia (WHO) sudah menerbitkan pedoman untuk
menjamin keamanan dan kemanjuran pasaran jamu yang bernilai
bermiliar-miliar dolar AS. Hal ini terkait dengan laporan bahwa
beberapa produk jamu dicemarkan dengan zat racun.

Pedoman tersebut, yang bertujuan pada badan-badan pengawasan nasional,
menjelaskan teknik terbaik untuk menanam dan memaneni tanaman obat yang
dipakai untuk beberapa penyakit atau untuk mengurangi berat badan,
serta informasi etiket yang jelas tentang isinya produk apa pun.

Pasaran jamu di dunia diperkirakan bernilai 60 miliar dolar per tahun,
kurang-lebih 20 persen dari jumlah pasaran obat keseluruhan, menurut
WHO. Namun hanya Cina, Jepang dan Uni Eropa mempunyai peraturan untuk
tanaman obat.

"Pedoman ini tidak mewajibkan negara apa pun, namun terbitan ini adalah
model atau macam daftar yang dapat dipakai oleh negara-negara untuk
membuat peraturan nasional," menjelaskan Hans Hogerzeil, direktur
sementara departemen obat esensial WHO pada pers.

Badan Pengawasan Makanan dan Pengobatan (FDA) AS Desember lalu
mengeluarkan peringatan konsumen tetang keamanan suplemen makanan yang
mengandung efedra, juga disebut sebagai Ma huang, sebuah zat alami.
Perangsang serupa adrenalin ini yang dipakai untuk menghilangkan berat
badan atau merangsang prestasi olahraga, dapat mengakibatkan dampak
yang bahaya pada jantung.

Di Afrika, sampai 80 persen penduduk tergantung pada obat tradisional
untuk perawatan kesehatan primer. Di Cina, separo obat yang dikonsumsi
adalah jamu.

Di Eropa, Amerika Utara dan negara industri lain, lebih dari 50 persen
orang melaporkan memakai obat penunjang atau alternatif sedikitnya
sekali, menurut WHO.

"Sekarang ada industri raksasa dengan jumlah daun dan obat tradisional
yang sangat besar dikapalkan dari beberapa negara ekspor--Cina, India,
Pakistan--kepada banyak negara lain. Ini harus diawasi, atau sedikitnya
keamanannya," kata Hogerzeil.

Pedoman "WHO guidelines on good agricultural and collection practices
for medicinal plants" dapat didownload dengan bentuk PDF (593KB) dari
situs web
<http://www.who.int/medicines/library/trm/medicinalplants/agricultural.
pdf>

Sumber: Reuters, 10 Februari 2004

URL: http://www.medscape.com/viewarticle/468886




Sun Feb 15, 2004 3:00 am

wartaaids
Offline Offline
Send Email Send Email

Forward
Message #394 of 3231 |
Expand Messages Author Sort by Date

WHO Menerbitkan Pedoman untuk Jamu Organisasi Kesehatan Sedunia (WHO) sudah menerbitkan pedoman untuk menjamin keamanan dan kemanjuran pasaran jamu yang...
Chris W. Green
wartaaids
Offline Send Email
Feb 15, 2004
3:00 am
Advanced

Copyright © 2009 Yahoo! Inc. All rights reserved.
Privacy Policy - Terms of Service - Guidelines - Help