Search the web
Sign In
New User? Sign Up
wartaaids
? Already a member? Sign in to Yahoo!

Yahoo! Groups Tips

Did you know...
Message search is now enhanced, find messages faster. Take it for a spin.

Best of Y! Groups

   Check them out and nominate your group.
Having problems with message search? Fill out this form to ensure your group is one of the first to be migrated to the new message search system.

Messages

  Messages Help
Advanced
Perempuan Merangkul Kotak Kenangan   Message List  
Reply | Forward Message #294 of 3231 |
Perempuan Merangkul Kotak Kenangan

Gladys Sananguray tinggal dalam gubuk tanpa listrik atau air ledeng
sejak suaminya meninggal karena AIDS dan dia sendiri didiagnosis
HIV-positif. Dia dan anak-anaknya diusir oleh keluarga almarhum
suaminya. Tetapi perhatian Gladys sekarang adalah mengenai apa yang
akan terjadi pada anaknya waktu dia tiada lagi. "Masa depan hidup ini,
waktu saya sendiri meninggal... Saya tidak tahu siapa akan bertanggung
jawab untuk anak-anak kecil saya ini."

Begini dampak AIDS pada komunitas, dengan sejarah budaya dan keluarga
hilang karena satu generasi anak keseluruhan menjadi yatim piatu.

Tetapi sebagai upaya memecahkan tabu dan kebisingan yang mengelilingi
AIDS, Palang Merah Zimbabwe mendorong penggunaan kotak kenangan. Para
ibu ditolong untuk menghubungi anak-anaknya melalui menyediakan kotak
simpanan harta benda diisi foto keluarga, surat, cerita dan sejarah.

Federasi Palang Merah Internasional (IFRC) menyatakan proyek ini
membantu mengurangi penderitaan untuk si orang tua yang mengetahui dia
akan meninggalkan anak yatim piatu dengan membolehkannya menghubungi
anak tersebut setelah dia mati. Ini juga tetap menghidupkan ingatan si
ibu untuk anaknya, dan membantu menetapkan rasa sejarah dan
kepemilikan.

Upaya ini juga mendorong pembicaraan terbuka tentang penyakit-seperti
contoh dengan anak Gladys. "Mereka sering mengambil buku kenangan saya,
membacanya, mengubahnya, dan membahas bersama."

Lexa Samugadza, seorang ibu yang belum kawin dengan tiga anak perempuan
muda, didukung oleh keluarganya, tetapi dia juga khawatir mengenai apa
yang dapat terjadi pada anaknya. "Saya rasa saya menulis di buku
kenanganku bahwa mereka harus menjauhkan lelaki dan mementingkan
sekolahnya, dan kemudian mereka harus tetap saling mendukung," katanya.

Saudara Lexa, Adeline, yang berusia 25 tahun, bekerja di program
HIV/AIDS Palang Merah. Dia menegaskan, agar perempuan dapat dilindungi,
mereka harus diberdayakan untuk mandiri.

Di Afrika sub-Sahara, 58 persen orang dewasa dengan HIV/AIDS adalah
perempuan. IFRC mengatakan bahwa upaya yang jauh lebih besar dibutuhkan
untuk mengurangi kerentanan perempuanm pada HIV dan untuk memastikan
kesinambungan budaya antara generasi.

Sumber: BBC News, 7 Maret 2003-03-29

URL: http://ww2.aegis.org/news/bbc/2003/BB030307.html





Wed Apr 9, 2003 2:35 am

wartaaids
Offline Offline
Send Email Send Email

Forward
Message #294 of 3231 |
Expand Messages Author Sort by Date

Perempuan Merangkul Kotak Kenangan Gladys Sananguray tinggal dalam gubuk tanpa listrik atau air ledeng sejak suaminya meninggal karena AIDS dan dia sendiri...
Chris W. Green
wartaaids
Offline Send Email
Apr 9, 2003
2:35 am
Advanced

Copyright © 2009 Yahoo! Inc. All rights reserved.
Privacy Policy - Terms of Service - Guidelines - Help