Teman-teman,
Artikel berikut dipotong dari artikel yang lebih panjang oleh Hans P.
Binswinger. Beliau mengetahui dirinya HIV-positif sejak 1986. Pada
1997, Hans mulai memakai terapi antiretroviral. "Pengobatan ini bukan
hanya memungkinkan saya tahan hidup, tetapi tetap bekerja di Bank
Dunia," katanya. "Saya bukti hidup bahwa mengobati AIDS adalah sangat
ekonomis; terapi tersebut membolehkan saya tetap menghasilkan pekerjaan
dengan harga beberapa kali lebih besar daripada biaya pengobatan."
Walaupun artikel ini terbidik pada Afrika, saya rasa semuanya relevan
buat kita di Indonesia. Justru, saya sudah dengar semua rintangan dan
kekeliruan yang berikut dinyatakan oleh orang di sini. Ini bahan yang
baik untuk menghadapinya...
Ketidaksanggupan Membiayai Pengobatan AIDS
Mitos dan Kenyataan
Oleh Hans P. Binswinger
Ketidaksanggupan untuk membiayai pengobatan AIDS sangat luas, dan
diselimuti oleh serangkaian rintangan dan kekeliruan yang dibayangkan.
Coba kita menghadapi alasan itu satu demi satu:
1. Mengobati AIDS tidak ekonomis, karena biaya lebih besar dibandingkan
manfaat
Dulu, ini mungkin betul secara rata-rata, tetapi pernyataan itu tidak
pernah betul untuk semua pasien. Penghasilan para ilmuwan, entrepreneur
dan aktivis yang terinfeksi HIV selalu lebih berharga dibandingkan
biaya mengobatinya. Tetapi saat ini dengan biaya pengobatan jatuh lebih
dari 95 persen, biaya ini menjadi lebih rendah dibandingkan manfaat
kehidupan produktif pasien Afrika rata-rata.
2. Pengobatan tidak efektif-biaya (cost-effective) dibandingkan dengan
pencegahan
Mungkin betul, tetapi memakai efektif-biaya sebagai standar adalah
keliru. Standar yang benar, bahkan terkait dengan anggapan ekonomis
yang sempit yang mengabaikan kepentingan moral, adalah untuk mengobati
semua orang jika harga mengobatinya lebih rendah daripada biaya
kemajuan penyakit dan kematian.
3. Efektif-biaya hanya ukuran yang cocok jika kita mempunyai anggaran
yang terbatas, dan tidak dapat membiayai semua masalah yang seharusnya.
Namun dalam kasus AIDS, anggaran tidak cukup hanya karena orang tidak
sanggup membiayai. Jadi orang-orang lebih baik berhenti bermunafik, dan
mengatakan apa yang mereka sebetulnya bermaksud: bahwa mereka lebih
memilih untuk membiarkan berjuta-juta orang yang berharga meninggal
dunia daripada membiayai.
4. Jangan mulai pengobatan yang mahal jika kita tidak dapat menjaminkan
pengobatan diteruskan pada tahun-tahun berikut
Pendekatan ini yang dianggap peka sebetulnya secara tidak langsung
menyatakan bahwa kita ingin memakai standar etis yang belum pernah
dipakai di Eropa atau Amerika. Pasien miskin dan bahkan pengguna
narkoba di AS memperoleh obat antiretroviral gratis waktu mereka
dirawat di rumah sakit, dan tidak seorang pun menanyakan siapa akan
membiayainya setelah mereka selesai perawatannya. Tidak seorang dokter
pun di Barat akan ragu-ragu mulai insulin untuk seorang pasien
diabetes, walaupun pasien tersebut tidak mempunyai asuransi. Pernyataan
ini hanya dibikin untuk orang Afrika.
5. Lagi pula, menaksirkan harga masa depan adalah sangat sulit: siapa
pun yang membuat taksiran ini dua tahun yang lalu pasti sangat salah
karena dia pasti tidak akan memikirkan penurunan drastis pada harga
obat baru-baru ini, kecenderungan yang tampaknya akan diteruskan.
Bagaimana pun juga, walaupun pasien di Afrika tidak dapat memperoleh
pengobatan setelah lima tahun, mau apa? So what? Sistem kekebalan
tubuhnya sudah sebagian pulih, dan kemungkinan dia sudah memperoleh
tambahan lebih dari lima tahun masa hidup selama diobati. Apakah tidak
cukup menambahkan lima tahun lagi yang produktif pada orang sekarat?
Beberapa tahun yang lalu, pembedahan untuk kanker yang menambahkan lima
tahun pada kehidupan pasien dianggap berhasil. Mengapa standarnya lain
untuk AIDS?
6. Terapi antiretroviral di Afrika akan mengakibatkan penyebarluasan
virus yang resistan
Ini sekali lagi standar etis baru. Kekhawatiran ini tidak pernah
menghentikan pengobatan di Eropa atau Amerika, di mana pengobatan juga
mengakibatkan resistansi. Beberapa orang mendesak bahwa orang Afrika
lebih mungkin tidak patuh pada regimen pengobatan yang rumit
dibandingkan orang Eropa, dan karena itu lebih mungkin membentuk virus
yang resistan terhadap obat. Namun program percobaan yang nyata di
Afrika tidak mendukung anggapan ini. Satu alasan lagi...
7. AIDS, seperti Kematian Hitam di Abad Pertengahan di Eropa, mempunyai
sedikit dampak atau tidak berdampak pada GNP per kapita
Adalah benar bahwa, waktu Kematian Hitam membunuh berjuta-juta orang di
Eropa, gaji sebetulnya naik karena kekurangan buruh. Tetapi apakah ada
yang siap menawarkan ini sebagai alasan untuk tidak melakukan apa-apa
untuk pasien pada wabah pes yang baru? Lagi pula, penghasilan per
kapita adalah ukuran yang tidak sangkut paut dalam kasus seperti ini.
8. Untuk menggambarkan ini, mempertimbangkan sebuah pesta ulang tahun
yang mengundang banyak anak. Jika kita membunuh satu anak, setiap anak
yang tinggal akan memperoleh potongan kue yang lebih besar. Apakah kita
berani bilang bahwa anak itu dalam keadaan lebih baik, dan mengabaikan
kesejahteraan si anak yang meninggal? Tidak mungkin. Kita harus
berupaya untuk memaksimalkan bukan ukuran potongan kue, tetapi besarnya
kue sendiri. Kita harus memaksimalkan bukan GNP per kapita, tetapi GNP
sendiri, dengan menyelamatkan orang yang terinfeksi tetapi masih
produktif. UNAIDS memikirkan bahwa pada negara dengan prevalensi HIV 20
persen, dampak negatif pada GNP adalah angka yang mengagetkan yaitu 2,6
persen per tahun.
9. Pemerintah-pemerintah tidak mampu pinjam untuk pengobatan AIDS,
mereka harus menunggu hibah
Betul? Ambil contoh hipotetis. Tahun lalu, saya pinjam untuk membeli
mobil Mercedes. Tahun ini, putri saya jatuh sakit dengan leukemia. Jika
saya enggan pinjam untuk membiayai pencangkokan sumsum tulang untuk
dia, apakah Anda tidak akan menyalahkan saya? Apakah Anda akan
mengatakan bahwa saya harus menunggu seorang memberi donasi sebelum
saya dapat mengobati putri saya? Apakah adalah etis agar pemerintah
pinjam untuk pendidikan atau membangun jembatan atau membeli mobil
Mercedes, tetapi tidak untuk menyelamatkan jiwa?
10. Jangan mengobati seorang pun di Afrika sebelum kita dapat mengobati
semuanya
Dalil ini tidak pernah disebut secara terus terang seperti itu. Namum
ini ada maksud dalam banyak pernyataan, misalnya: "Orang Afrika tidak
memperoleh air minum yang bersih, buta huruf, tidak tahu waktu, tidak
dapat menjangaku dokter atau fasilitas tes. Bagaimana kita dapat
mengharapkan orang seperti itu mengikuti regimen terapi yang rumit?"
Masalah dengan penyamarataan yang luas seperti itu adalah bahwa di
setiap negara Afrika sedikitnya seperlima penduduk melek huruf, dan
memperoleh air bersih dan fasilitas kesehatan. Bagaimana kita dapat
menolak pengobatan buat mereka karena secara umum orang Afrika tidak
dapat memperoleh fasilitas tersebut? Seperlima orang yang HIV-positif
di Afrika berarti lima sampai tujuh juta jiwa. Alasannya apa dapat
dijaukan untuk tidak mengobatinya?
Satu jiwa adalah satu jiwa adalah satu jiwa. Mari kita mulai
menyelamatkan jiwa satu demi satu. Kemudian sepuluh demi sepuluh.
Kemudian seratus demi seratus. Akhirnya, kita akan menjangkau
berjuta-juta...
----------------------------------
Chris W. Green (chrisg@...)
Jakarta, Indonesia
Tel: +62-21 846-3029 Fax: +62-21 846-1247
PLEASE HELP FIGHT WORLD HUNGER. One click a day sends a day's FREE FOOD