Laporan berikut menyatakan bahwa Gilead akan menawarkan tenofovir
dengan harga murah pada negara yang paling miskin. Sayangnya, daftar
negara ini tidak termasuk Indonesia, yang dianggap negara keberhasilan
menengah oleh PBB (lebih dari 800 dolar AS per kapita), walaupun
statistik terakhir dari Bank Dunia menunjukkan bahwa Indonesia dengan
GNP 600 dolar AS per kapita jauh di bawah pembatasan tersebut.
Jika harga tenofovir yang ditawarkan oleh Gilead memang cukup murah,
dan obat ini dapat disalurkan melalui Pokdisus, saya rasa ini akan
memberi pilihan yang cukup penting pada kita. Bagaimana kita dapat
beradvokasi agar (1) Indonesia dimasukkan pada daftar negara yang
paling miskin oleh PBB, dan/atau (2) Gilead dapat didorong untuk
melibatkan Indonesia pada programnya?
Chris
Gilead Akan Menawarkan Tenofovir dengan Harga Tanpa Untung di Afrika
Oleh Keith Alcorn, 17 Desember 2002
Gilead telah mengumumkan perusahaan tersebut akan menjual analog
nukleotida tenofovir (Viread) dengan harga 'tanpa untung' di Afrika dan
15 negara yang paling tidak berkembang mulai awal 2003.
Gilead akan menjual tenofivir dengan harga yang ditetapkan untuk
menutupi biaya pembuatan dan distribusi--harga tanpa untung--dan akan
menyalurkannya langsung pada program pengobatan, melangkaui penyalur
yang mungkin akan meningkatkan biaya atau menyebabkan kelambatan.
Namun. Gilead belum siap menyatakan berapa harga tersebut--walaupun
telah menghitung harga produksi, perusahaan itu masih menghadapi
kesulitan dengan biaya penyaluran, yang mungkin akan mewakili bagian
harga yang cukup besar.
Gilead bermaksud untuk menyediakan situs web khusus untuk program
tesebut, yang akan diluncurkan pada triwulan pertama 2003. Program
pengobatan akan dapat mendaftarkan online, melalui E-mail, fax atau
pos, dan Gilead akan memberi bantuan teknis dengan mengisi formulir
lamaran. Lamaran akan ditinjau oleh panel ahli untuk menentukan bahwa
program mempunyai keahlian teknis dan fasilitas untuk memberikan terapi
antrietroviral.
Amy Flood dari Gilead menekankan bahwa potongan harga akan tersedia
pada program pengobatan apa pun di negara yang dinominasikan, termasuk
perusahaan yang memberi perawatan kesehatan pada karyawan, asal program
dapat menahan pemberian pengobatan. "Kami harus diketahui bahwa mereka
menyediakan dana untuk lebih dari satu bulan pengobatan, tetapi tidak
tentu pendanaan yang pasti untuk bertahun-tahun--kami mengerti
kenyataan," dia katakan pada aidsmap.
Program-program akan dinial oleh ahli lokal, secara ideal dalam negara
terkait, teruskan Amy Flood, dan mereka akan membandingkan kemungkinan
dengan standar lokal yang ada untuk pemantauan dan pemberian perawatan.
Penwaran untuk negara dengan penghasilan menengah ditunggu
Di luar Afrika, potongan harga hanya tersedia untuk dua negara yang
membutuhkan pengobatan HIV untuk jumlah orang yang bermakna, Haiti dan
Kamboja.
Penawaran ini tidak mencakup Karibea, Eropa Timur, Thailand, India,
atau Amerika Tengah--semuanya wilayah di mana harga saat ini sekitar
4.100 dolar AS per tahun menempatkan tenofovir di luar jangkauan.
Namun, Amy Flood mengatakan pada aidsmap bahwa harga untuk negara
penghasilan menengah sedang dipertimbangkan. "Kami pertama membidik
pada negara yang paling tidak berkembang, dan harap kami dapat memberi
informasi tentang harga untuk negara penghasilan menegah pada triwulan
pertama 2003."
Tenofovir di rangakaian terbatas sumber daya
Keputusan Gilead untuk memotong harga tenofovir meluaskan pemilihan
regimen garis pertama di Afrika, dan memungkinkan regimen garis kedua
yang terjangkau yang mengandung tenofovir dapat dibuat jika analog
nukleosida terjangkau.
Pedoman WHO saat ini mengusulkan penggunaan AZT/3TC atau d4T/3TC dengan
efavirenz atau nevirapine sebagai terapi garis pertama, atau sebagai
alternatif, regimen tiga nnukleosida AZT, 3TC dan abacavir. lebih
sedikit diketahui tentang penggunaan ddI dan 3TC bersama, dan
penggunaan AZT/ddI mungkin sebaiknya ditunda untuk dipakai sebagai
terapi garis kedua setelah d4T/3TC, menurut usulan pedoman.
Tenofovir dapat digabung dengan semua antiretroviral selain ddI tanpa
interaksi. Namun, tenofovir meningkatkan tingkat ddI, dan interaksi ini
dapat menyebabkan efek kerugian, terutama bila ddI dipakai pada waktu
hari yang sama dengan tenofovir dan kurang dari dua jam sebelum/sesudah
makanan.
Regimen tiga obat yang mengandung tenofovir, d4T dan efavirenz atau
nevirapine akan memberi pilihan yang mungkin setelah terapi garis
pertama dengan AZT/3TC/abacavir, sementara penggunaan garis pertama
tenofovir dengan 3TC dan efavirenz atau nevirapine dapat mencadangkan
AZT dan ddI untuk digabung dengan abacavir untuk regimen garis kedua.
Tenofovir mungkin terutama berguna pada rangkaian terbatas sumber daya
di mana regimen garis pertama mengandung 3TC, karena efek resistansi
terhadap 3TC pada tanggapan terhadap tenofovir. Mutasi M184V terkait
dengan kegagalan pengobatan 3TC meningkatkan kepekaan pada tenofovir,
dan tampaknya menahan kepekaan pada tenofovir dengan adanya mutasi
terkait AZT.
Namun daya tarik terbesar tenofivir pada rangkaian terbatas sumeber
daya kemungkinan akan dosis sekali sehari dan ketidakadanya interaksi
dengan pengobatan TB, yang mengesankan obat ini akan cocok dengan
program DOT yang memberi pengobatan TB dan HIV bersama.
http://www.aidsmap.com/news/newsdisplay2.asp?newsId=1810
Lihat juga siaran pers Gilead Sciences:
http://www.gilead.com/wt/sec/pr_1040081128---------------------------------
-
Chris W. Green (chrisg@...)
Jakarta, Indonesia
Tel: +62-21 846-3029 Fax: +62-21 846-1247
PLEASE HELP FIGHT WORLD HUNGER. One click a day sends a day's FREE FOOD