Kelainan pada Kulit Odha Belum Tentu Karena Infeksi HIV ataupun Obat
ARV
Infeksi kelainan kulit seperti jamur atau bintil akibat gatal sering
dijumpai di masyarakat. Sudah tentu Odha juga bisa mengalaminya. Dalam
kaitan tersebut, infeksi kelainan kulit pada Odha menjadi salah satu
tema acara Obrolan Santap Siang (Obras), yang diselenggarakan Kelompok
Persahabatan Odha Pelita Plus, Sabtu (11/1/2003), di Sanggar Kerja YPI,
Jakarta.
Acara bulanan Pelita Plus yang dihadiri sekitar 30 orang dengan
HIV/AIDS (Odha) ini menampilkan Dr. Widowati, seorang dokter spesialis
kulit dan kelamin yang cukup lama menjadi relawan Yayasan Pelita Ilmu.
Salah seorang peserta mengeluhkan munculnya rasa gatal akibat gigitan
serangga hingga menyebabkan bintil maupun luka. Menurut Dr. Widowati,
hal tersebut dikarenakan kulitnya yang sensitif bukan infeksi HIV.
"Kelainan kulit tersebut juga dapat terjadi pada orang yang tidak
terinfeksi HIV," ujar dokter yang bekerja di RS Pantai Indah Kapuk dan
RS Graha Medika ini.
Setiap penggunaan obat pasti ada efek sampingnya, seperti mudah
mengantuk, suhu badan panas, hingga munculnya bintik kemerahan yang
meluas seperti alergi kulit. Menanggapi hal tersebut Dr. Wido, demikian
biasa dipanggil, menganjurkan untuk segera mengkonsultasikannya ke
dokter bersangkutan. "Memang sebaiknya bila ada kelainan demikian
dianjurkan ke dokter, sebab, mungkin kelainan kulit bukan akibat
nevirapine," paparnya menyebut sebuah jenis obat antiretroviral (ARV).
Berkenaan dengan efek samping pasca mengkonsumsi nevirapine, peserta
lain mengemukakan pendapatnya. Menurut pengalamannya, infeksi kelainan
kulit tidak terjadi setelah ia mengkonsumsi obat-obatan ARV. "Kebetulan
saya punya kulit yang sangat sensitif, misalnya digigit nyamuk sekali
saja, digaruk-garuk pasti jadi luka. Ini sebelum saya terinfeksi (HIV,
red.), tapi setelah saya ada infeksi kalau memakai obat ARV malah tidak
apa-apa, tidak kena alergi apa-apa," paparnya.
Dr. Widowati menegaskan bahwa obat-obat ARV harus menjadi prioritas
Odha untuk menggunakannya. "Jangan karena selalu memikirkan adanya efek
samping, para Odha menjadi ragu bahkan tidak mau menggunakan ARV," ujar
Dr. Wido. "Obat ARV sangat penting bagi Odha untuk meningkatkan jumlah
CD4 (sel kekebalan tubuh, red) dan mengurangi viral load (jumlah HIV di
tubuh, red), sedangkan efek samping kan bisa diatasi," tegas Dr. Wido
yang akrab dengan teman-teman Odha di Jakarta.
Merawat Kecantikan Kulit Odha
Infeksi kelainan kulit seperti bintil atau luka bekas garukan akibat
gatal, bahkan terjadi kekeringan pada kulit menyebabkan warna kulit
menjadi berbeda dengan warna kulit asli di sekitarnya. Untuk
permasalahan ini Dr. Wido menganjurkan untuk memakai lotion. "Ada
krim-krim yang bisa menolong tanpa operasi. Sebab bila operasi ada efek
sampingnya, bila ada infeksi kulit jadi jelek," paparnya.
Khusus untuk kulit yang sensitif sengatan matahari, Dr. Wido juga
menyarankan untuk menggunakan sun block. Dalam pemakaian lotion
tersebut Dr. Wido memberi tips tersendiri. "Untuk menjaga agar kulit
kita tidak dikacaubalaukan oleh matahari alangkah baiknya sati jam
sebelumnya Anda memakai Sun Block. Dan cara memakainya dioleskan
searah," jelasnya, "saya anjurkan memakai parasol lotion SPV. Ini 30%
lebih melindungi. Kalau banyak yang akan memakai akan saya pesankan ke
pabriknya langsung," tambahnya.
Bagi Odha yang mengalami kekeringan pada kulit, Dr. Wido menganjurkan
untuk menggunakan sabun sekali saja dalam sehari. "Bila mandi kulit
semakin kering. Untuk itu dianjurkan menggunakan sabun sekali saja,
misal sore saja," ujarnya. Penggunaan jenis sabun yang dipakai juga
mendapat perhatian Dr. Wido. Menurutnya, penggunaan sabun antiseptik,
seperti yang diiklankan produsen sabun di media massa, tidak menjamin
bahwa kulit akan menjadi lebih baik. Bahkan ada yang sampai terjadi
gangguan pada kulit, kulit menjadi gatal. Ada pula kulit yang sensitif
terhadap sabun seperti kulitnya mengelupas bila terkena sabun. Untuk
hal ini Dr. Wido menganjurkan untuk menggunakan sabun baby saja.
Berpikir Positif
Bagaimana bila mengkonsumsi obat ARV maka efek samping pada kulit
sensitif matahari makin banyak? Apa pengaruh pada tubuh dengan bekas
tato di kemudian hari? Menanggapi hal tersebut Dr. Wido memberi jawaban
sederhana: positive thinking (berpikir positif).
Menurutnya, faktor sugesti amat penting bagi kesehatan. Apa yang kita
pikirkan menjadi sugesti. Ia pun mencontohkan, ada orang yang bila naik
bus kota selalu muntah. Ini karena orang tersebut tersugesti bahwa
setiap naik bus kota ia pasti selalu muntah. Di kemudian hari, sugesti
tersebut dialihkan dengan berpikiran bahwa kalau naik bus kota tubuh
tetap sehat. Kata "muntah" diganti dengan "tubuh tetap sehat" ternyata
berdampak besar pada sugestinya semula. Kini, orang tersebut, yang
menurut Dr. Wido telah berumur 30 tahun, tidak muntah lagi saat naik
bus kota. "Jadi tolong berpikir positif, agar lebih rileks daan dapat
menarik sugesti," sarannya, "betapa besar positive thinking ini
pengaruhnya bagi kehidupan kita," lanjutnya.
Praktek Gratis untuk Odha
Infeksi kelainan kulit memang harus diwaspadai, terutama bagi Odha.
Tapi untuk perawatannya jelas tidak murah apalagi sekedar
berkonsultasi. Kendati demikian harapan baru muncul, dr. Widowati yang
mengatakannya secara langsung dihadapan sejumlah peserta. "Saya punya
tempat praktek yang tidak akan memungut biaya apapun untuk para
adik-adik, di Jalan Pejompongan Raya No. 8, Jakarta Pusat, setiap
Selasa dan Jumat, selepas Maghrib sampai malam," ujar dr. Wido disambut
tepuk tangan meriah seluruh peserta. Oke, siapa mau, datang aja.
(ipung)
Sumber: Majalah Support, Februari 2003