Search the web
Sign In
New User? Sign Up
wartaaids
? Already a member? Sign in to Yahoo!

Yahoo! Groups Tips

Did you know...
Real people. Real stories. See how Yahoo! Groups impacts members worldwide.

Best of Y! Groups

   Check them out and nominate your group.
Having problems with message search? Fill out this form to ensure your group is one of the first to be migrated to the new message search system.

Messages

  Messages Help
Advanced
Anak dengan HIV Lebih Kecil dan Ringan   Message List  
Reply | Forward Message #260 of 3231 |
Anak dengan HIV Lebih Kecil dan Ringan daripada Anak Tidak Terinfeksi
dari Ibu HIV-positif
Oleh Michael Carter, 3 Januari 2003

Anak HIV-positif ternyata lebih pendek dan ringan secara bermakna
dibandingkan anak yang tidak terinfeksi dari ibu HIV-positif. Ini
menurut penelitian besar Eropa yang diterbitkan di jurnal Pediatrics
edisi 1 Januari 2003. Ini penelitian pertama yang memantau pola
pertumbuhan anak yang HIV-positif dan -negatif dari ibu yang
HIV-positif selama jangka waktu yang lama. Penemuan kunci lain
penelitian termasuk: anak yang tidak terinfeksi dari ibu HIV-positif
tumbuh dengan angka yang serupa dengan anak dari ibu yang sehat, dan
terapi antiretroviral (ART) mendorong pertumbuhan anak yang
HIV-positif.

European Collaborative Study berjalan sejak 1987, dan pada Oktober 2001
melibatkan 1.587 anak, 187 di antaranya HIV-positif, di 11 pusat di
delapan negara. Para peneliti mengamati pola tinggi dan berat badan
pada anak terinfeksi dan tidak terinfeksi dari ibu HIV-positif hingga
usia sepuluh tahu, dan menyelidiki faktor termasuk penyakit terkait HIV
dan ART untuk menilai maknanya.

Tinggi dan berat badan diukur waktu lahir, pada usia tiga dan enam
bulan, dan seterusnya setiap tiga bulan hingga usia 18 bulan, kemudian
setiap enam bulan. Hasil dibandingkan antara anak terinfeksi dan tidak,
dan hasil untuk anak tidak terinfeksi juga dibandingkan dengan standar
penumbuhan Inggris 1990.

Para peneliti menemukan bahwa, waktu lahir, anak yang terinfeksi dan
tidak mempunyai tinggi dan berat badan yang serupa. Namun, dalam tahun
pertama perbedaan muncul dalam angka pertumbuhan anak terinfeksi dan
tidak. Antara enam dan 12 bulan, anak yang tidak terinfeksi tumbuh 1,6
persen (tinggi) dan 6,2 persen (berat) lebih cepat dibandingkan anak
yang tidak terinfeksi.

Pada usia tiga dan empat tahun, perbedaan ini meningkat menjadi 10,7
persen dan 10,8 persen, dengan peningkatan yang bahkan lebih jelas
antara delapan dan sepuluh tahun, menjadi perbedaan 16 persen pada
tingginya dan 44 persen pada berat badan.

Pada usia sepuluh tahun, anak yang tidak terinfeksi rata-rata 7,5cm
lebih tinggi dan 7kg lebih berat dibandingkan sebayanya yang
HIV-positif. Lagi pula, anak yang tidak terinfeksi mempunyai tinggi dan
berat badan serupa dengan anak dari ibu yang HIV-negatif.

Penggunaan obat profilaksis secara berhasil untuk mencegah penularan
dari ibu-ke-bayi tampaknya tidak berdampak pada angka tumbuhan anak
yang tidak terinfeksi. Para peneliti juga menemukan bahwa anak yang
sakit karena HIV tumbuh dengan angka yang paling rendah. Karena ini,
mereka mencatat "infeksi HIV mempengaruhi tumbuhan, terutama dalam
keadaan AIDS." Pengobatan dengan ART memperbaiki baik tinggi maupun
berat badan pada anak HIV-positif, dengan perbaikan yang paling jelas
pada anak yang sakit parah. Namun, jumlah peserta dalam hal ini kecil.

Dalam pembahasan tentang penelitiannya, para peneliti mengesankan
bahwa, dengan perbedaan yang begitu jelas pada pertumubuhan antara anak
yang terinfeksi dan tidak pada usia sepuluh tahun, anak HIV-positif
kemungkinan akan menjadi matang secara seksual lebih telat, dan
kemungkinan ini sebaiknya ditelitikan lebih lanjut. Peneliti
memperkirakan bahwa viral load HIV yang tinggi mungkin peramal tubuhan
yang terkebelakang, dengan penggandaan diri HIV mempengaruhi
metabolisme dan memperlambat pertumbuhan. Lagi pula, penyakit
disebabkan HIV juga mungkin mempengaruhi pertumbuhan.

Walaupun penelitian menemukan hubungan antara pertubuhan yang lebih
baik dan penggunaan ART, para peneliti mencatat bahwa jumlah anak yang
diobati dengan obat anti-HIV dalam penelitiannya kecil. Mereka
menyimpulkan, "penelitian lebih lanjut dengan lebih banyak anak yang
memakai terapi akan membantu menjelaskan hubungan antara terapi
kombinasi dan waktu terbaik untuk mulai terapi untuk mengoptimalkan
pertumbuhan anak yang terinfeksi HIV."

Referensi: Newell ML et al. Height, weight, and growth in children born
to mothers with HIV-1 infection in Europe. Pediatrics 111: 52-60, 2003.

http://www.aidsmap.com/news/newsdisplay2.asp?newsId=1823




Sun Feb 2, 2003 2:27 am

wartaaids
Offline Offline
Send Email Send Email

Forward
Message #260 of 3231 |
Expand Messages Author Sort by Date

Anak dengan HIV Lebih Kecil dan Ringan daripada Anak Tidak Terinfeksi dari Ibu HIV-positif Oleh Michael Carter, 3 Januari 2003 Anak HIV-positif ternyata lebih...
Chris W. Green
wartaaids
Offline Send Email
Feb 2, 2003
2:27 am
Advanced

Copyright © 2009 Yahoo! Inc. All rights reserved.
Privacy Policy - Terms of Service - Guidelines - Help