Search the web
Sign In
New User? Sign Up
wartaaids
? Already a member? Sign in to Yahoo!

Yahoo! Groups Tips

Did you know...
Show off your group to the world. Share a photo of your group with us.

Best of Y! Groups

   Check them out and nominate your group.
Having problems with message search? Fill out this form to ensure your group is one of the first to be migrated to the new message search system.

Messages

  Messages Help
Advanced
WHO keluarkan pedoman baru untuk diagnosis TB BTA- dan luar paru un   Message List  
Reply | Forward Message #1825 of 3231 |
Re: [WartaAIDS] Re: WHO keluarkan pedoman baru untuk diagnosis TB BTA- dan luar paru untuk rangkaian tersebar-luas HIV

Berdasarkan pengalaman yang sedikit,
1. pemeriksaan dasar yang diperlukan bila seseorang
telah terbukti HIV positif terutama bila bukan stadium
3 dan 4 antara lain :
Pemeriksaan darah rutin (HB, leko, Ht, Trombo, Diff,
LED), SGOT/SGPT, (HBsAg, HBC, kalo memungkinkan dan
dianggap perlu) dan Rontgent thorax (dada).
Pemeriksaan tersebut dapat memprediksi kemungkinan
kondisi orang tersebut. Pemberian profilaksis dapat
dipertimbangkan
>>>>Beruntung bila KDS didukung oleh seorang dokter
yang telah dilatih CST.
2. Pemeriksaan TLC (total limfosit count: dihitung
dengan mengalikan prosentase limfosit dengan jumlah
lekosit total, patokan standarnya 1200) ternyata
bermanfaat dan efektif untuk memonitor kekebalan hanya
jika dilakukan sejak stadium 1 atau 2 secara rutin
tiap 3 bulan, bukan stadium 3 atau 4.
>>>>> Anomali akan makin nyata dengan profilaksis.
3. Sesak nafas pada penderita HIV di Indonesia
ternyata sebagian disebabkan oleh pembesaran kelenjar
getah bening di hilus akibat TB BTA-negatif pada
penerima profilaksis cotrimoksasole.

Semoga bermanfaat
3JK

--- CARMELIA BASRI <wartaaids@...> wrote:

> Saya akan dukung upaya untuk pemeriksaan TB pada
> ODHA
> karena kita semua tahu risiko untuk menderita TB
> pada
> ODHA jauh lebih besar dibanding dgn general
> population. (Babe et all, tolong selalu ingatkan
> pada
> teman2 ODHA ya..)
>
> On the other site, semua petugas yang menangani TB
> dibekali kemampuan dan informasi ttg dual
> disease/infeksi ini.
>
> salam
> carmelia
>
>
> --- "Chris W. Green" <chrisg@...> wrote:
>
> > WHO keluarkan pedoman baru untuk diagnosis TB BTA-
> > dan luar paru untuk
> > rangkaian tersebar-luas HIV
> >
> > Oleh Theo Smart, 30 November 2006
> >
> > Bila seseorang yang dicurigai kasus TB adalah
> sakit
> > gawat, terutama
> > bila dia Odha, mungkin dibutuhkan 'fleksibilitas'
> > saat membuat
> > diagnosis. Hal ini menurut usulan baru dikeluarkan
> > oleh WHO. Pedoman
> > baru memperbarui algoritme yang dipakai sebelumnya
> > dengan tujuan untuk
> > mempercepat diagnosis TB paru BTA-negatif dan luar
> > paru dalam rangkaian
> > terbatas sumber daya di tempat dengan prevalensi
> HIV
> > yang tinggi.
> >
> > Masalah mendiagnosis TB pada orang dengan HIV
> >
> > Pada orang dengan HIV, TB dapat sangat sulit
> > dideteksi dengan metode
> > yang biasa dipakai, misalnya pemeriksaan dahak
> > dengan mikroskop (smear
> > microscopy) dan rontgen dada. Smear micropscopy
> > mencakup penggunaan
> > mikroskop untuk mencari organisme Mycobacterium
> > tuberculosis (M.tb)
> > sendiri dalam contoh dahak (atau contoh cairan
> tubuh
> > lain) yang
> > diwarnai dengan zat pewarna khusus - tetapi contoh
> > dengan orang dengan
> > HIV dan TB sering kali 'BTA-negatif' (BTA = Batang
> > Tahan Asam, yang
> > menunjukkan bentuk organisme dan cara diwarnai).
> >
> > Demikian juga, rontgen dada, bila tersedia, dapat
> > kelihatan normal atau
> > tidak seperti TB pada orang dengan HIV dan TB,
> > sementara banyak orang
> > dengan HIV mengembangkan bentuk penyakit di luar
> > paru. Pembiakan
> > organisme biasanya dapat memberikan diagnosis
> > mutlak, tetapi proses
> > pembiakan membutuhkan beberapa minggu, dan tidak
> > tersedia secara umum
> > untuk banyak orang di rangkaian terbatas sumber
> > daya.
> >
> > "Angka TB paru BTA-negatif dan luar paru sudah
> > meningkat di negara
> > dengan epidemi HIV," kata dokumen WHO. "Angka
> > kematian di antara pasien
> > TB terinfeksi HIV adalah lebih tinggi dibandingkan
> > pasien TB tidak
> > terinfeksi HIV, terutama untuk mereka dengan TB
> > BTA-negatif dan luar
> > paru."
> >
> > Kelambatan diagnosis, dan kelambatan pengobatan
> yang
> > diakibatkannya,
> > menyumbang pada peningkatan dalam angka kematian
> > ini.
> >
> > Definisi klinis TB yang diperbarui
> >
> > Tetapi dengan adanya kaitan yang sangat erat
> antara
> > HIV dan TB, usulan
> > baru WHO agak menurunkan ambang untuk bukti yang
> > dibutuhkan untuk
> > diagnosis TB pada orang dengan HIV yang mempunyai
> > gejala TB. Contohnya,
> > WHO biasanya mengusulkan pemeriksaan tiga contoh
> > dahak dengan mikroskop
> > untuk siapa pun dengan batuk selama dua atau tiga
> > minggu, dan bila dua
> > contoh adalah positif, diagnosis TB paru dapat
> > diambil.
> >
> > Namun, sekarang WHO mengusulkan diambil hanya dua
> > contoh dahak untuk
> > diperiksa dengan mikroskop bila pasien terinfeksi
> > HIV (atau bila ada
> > bukti klinis yang kuat bahwa dia terinfeksi HIV).
> > Hal ini seharusnya
> > mengurangi waktu (dan kunjungan berulang-ulang
> oleh
> > pasien ke klinik)
> > yang dibutuhkan untuk membuat diagnosis. Bila
> salah
> > satu contoh
> > positif, diagnosis TB paru dapat diambil.
> >
> > TB paru BTA-negatif
> >
> > Bila kedua contoh ternyata BTA-negatif, tetapi
> > rontgen dada (bila
> > tersedia) memberi kesan TB, diagnosis TB
> BTA-negatif
> > dapat diambil bila
> > dokter memutuskan untuk mengobati dengan terapi TB
> > penuh dan memantau
> > secara ketat untuk tanggapan (yang akan menandai
> > bahwa diagnosis adalah
> > benar). Tambahan, diagnosis TB BTA-negatif dapat
> > diambil setelah sebuah
> > contoh yang dikirim untuk dibiakkan kembali
> > M.tb-positif.
> >
> > Percobaan antibiotik pada pasien sakit gawat
> >
> > Namun, pemeriksaan dahak dan rontgen dada mungkin
> > tidak akan
> > menunjukkan TB pada beberapa pasien yang terlalu
> > sakit untuk menunggu
> > waktu berminggu-minggu atau berbulan-bulan untuk
> > mendapatkan hasil
> > biakan dari laboratorium referensi. Ada beberapa
> > 'tanda gawat' yang
> > menunjukkan kebutuhan untuk tindakan darurat,
> > termasuk bila pasien
> > tidak dapat jalan kaki tanpa bantuan, mempunyai
> > denyut napas di atas 30
> > per menit, deman di atas 39°C atau denyut nadi di
> > atas 120 per menit.
> >
> > Pada kasus dengan seseorang yang sakit begitu
> gawat
> > tetapi diagnosis
> > belum jelas atau tidak dapat dibuat cukup cepat,
> > usulan WHO baru
> > mengusulkan pasien tersebut dirujuk secepat
> mungkin
> > pada rumah sakit
> > tingkat lebih tinggi. Bila hal itu tidak mungkin,
> > orang tersebut harus
> > langsung diberikan antibiotik spektrum luas secara
> > infus, dan,
> > tergantung pada jumlah CD4 atau keadaan klinis,
> > pengobatan untuk PCP
> > (pneumonia Pneumocystis jiroveci) sebaiknya juga
> > dipertimbangkan.
> >
> > Pada saat ini, WHO mengatakan belum ada bukti
> klinis
> > yang cukup untuk
> > memberi usulan luas mengenai antibiotik mana yang
> > terbaik digunakan
> > (hal ini mengkin dituntun oleh apa yang bekerja
> > terbaik di daerah untuk
> > mengobati infeksi bakteri yang didapat dalam
> > komunitas), namun
> > fluorokuinolon TIDAK boleh diberikan karena
> golongan
> > obat ini giat
> > terhadap M.tb, dan oleh karena itu dapat
> > memeprlambat diagnosis TB.
> >
> > Kemudian untuk beberapa hari berikut selama pasien
> > diberikan terapi
> > antibiotik, semua tes laboratorium yang tersedia
> > (termasuk tes HIV)
> > harus dilakukan. Bila pasien ternyata HIV-positif
> > dan tidak ada
> > kebaikan klinis setelah tiga sampai lima hari
> > memakai antibiotik,
> > kemungkinan pasien mempunyai TB BTA-negatif, dan
> dia
> > sebaikya diberikan
> > terapi TB. Namun, pedoman baru menunjukkan bahwa
> > orang harus dinilai
> > untuk TB secara terus-menerus, walau ada tanggapan
> > pada antibiotik
> > (karena mungkin ada koinfeksi, atau karena
> beberapa
> > antibiotik dapat
>
=== message truncated ===




________________________________________________________________________________\
____
Cheap talk?
Check out Yahoo! Messenger's low PC-to-Phone call rates.
http://voice.yahoo.com




Sat Dec 9, 2006 4:06 pm

tyudop
Offline Offline
Send Email Send Email

Forward
Message #1825 of 3231 |
Expand Messages Author Sort by Date

WHO keluarkan pedoman baru untuk diagnosis TB BTA- dan luar paru untuk rangkaian tersebar-luas HIV Oleh Theo Smart, 30 November 2006 Bila seseorang yang...
Chris W. Green
wartaaids
Offline Send Email
Dec 1, 2006
4:26 pm

Saya akan dukung upaya untuk pemeriksaan TB pada ODHA karena kita semua tahu risiko untuk menderita TB pada ODHA jauh lebih besar dibanding dgn general ...
CARMELIA BASRI
wartaaids
Offline Send Email
Dec 7, 2006
2:45 pm

Berdasarkan pengalaman yang sedikit, 1. pemeriksaan dasar yang diperlukan bila seseorang telah terbukti HIV positif terutama bila bukan stadium 3 dan 4 antara...
yudopuspito trijoko
tyudop
Offline Send Email
Dec 10, 2006
12:45 am

Dua bulan yang lalu, kami menyebarkan informasi mengenai dokumen baru dari WHO, dengan tujuan untuk membantu diagnosis TB BTA-negatif dan TB luar paru. Saat...
Chris W. Green
wartaaids
Offline Send Email
Feb 5, 2007
11:02 am

Sesuai janji. draf 'Bagian II: Pedoman penatalaksanaan klinis untuk TB luar paru yang disederhanakan dan dibakukan' disatukan dengan Bagian I, serta Acuan dan...
Chris W. Green
wartaaids
Offline Send Email
Feb 8, 2007
10:31 am
Advanced

Copyright © 2009 Yahoo! Inc. All rights reserved.
Privacy Policy - Terms of Service - Guidelines - Help