Search the web
Sign In
New User? Sign Up
vct_counselor_indonesia · Konselor VCT HIV/AIDS Indonesia
? Already a member? Sign in to Yahoo!

Yahoo! Groups Tips

Did you know...
Hear how Yahoo! Groups has changed the lives of others. Take me there.

Best of Y! Groups

   Check them out and nominate your group.
Having problems with message search? Fill out this form to ensure your group is one of the first to be migrated to the new message search system.

Messages

  Messages Help
Advanced
Klipping Media Masa Terbaru di www.aids-ina.org   Topic List   < Prev Topic  |  Next Topic >
Summarize Messages Sort by Date  
#80 From: "Pengelola www.aids-ina.org" <administrator@...>
Date: Mon May 18, 2009 7:34 am
Subject: Klipping Media Masa Terbaru di www.aids-ina.org
komunitasaid...
Offline Offline
Send Email Send Email
 

Kumpulan Berita Media Massa
HIV-AIDS dan Narkoba
Dari Tanggal: 11 May 2009 Sampai Tanggal: 18 May 2009


 

1. 73% Penularan HIV di Subang Akibat Seks Bebas

Okezone.com, 15 Mei 2009
Sebanyak 284 kasus HIV/AIDS di Kabupaten Subang mayoritas disebabkan hubungan seks bebas di luar ikatan pernikahan.


Selengkapnya: http://www.aids-ina.org/modules.php?name=&file=article&sid=1073



2. MUI tuntut lokalisasi pelacur di Malang ditutup

Waspada Online, 14 Mei 2009

MALANG - Majeis Ulama Indonesia Kabupaten Malang, Jawa Timur, menuntut lokalisasi pelacur di Malang ditutup. Wakil Bupati menolak, karena mereka bisa jadi pelacur liar.

Menurut KH Mahmud Zubaidi keberadaan lokalisisasi tak hanya merusak moral pria dewasa tetapi juga anak-anak remaja. "Ini merupakan penyakit masyarakat yang harus diberantas," ujarnya, Rabu (13/5).

Penutupan ini, sambungnya, harus dibarengi pembukaan lapangan kerja yang layak buat mereka. Oleh sebab itu, Pemerintah Kabupaten Malang perlu menyediakan anggaran untuk melatih keterampilan agar para pelacur, germo dan pekerja di lokalisasi yang lain hidup mandiri. Untuk merealisasikan sikap MUI ini, Mahmud Zubaidi tengah menyiapkan rancangan peraturan daerah untuk pencegahan perzinahan, judi dan minuman keras.


Selengkapnya: http://www.aids-ina.org/modules.php?name=&file=article&sid=1072



3. Berkat 'Peduli'

Waspada Online, 14 Mei 2009

DR Dr. UMAR ZEIN

Pagi itu, di ruang III Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Dr.Pirngadi, bocah kurus bernama Berkat Anugerah, 5, sedang menikmati sarapan. Dia menyendok sendiri nasi dari piring dengan tangan kanan dan tangan kiri memegang balon plastik berwarna biru.

Berkat terlihat makan dengan lahap sambil sesekali melirik balon birunya. Ketika sang abang menggoda dengan mengambil balonnya, dia merengek dan meronta.

Berkat adalah salah satu anak Indonesia yang diketahui mengalami gizi buruk dan infeksi oportunistik akibat daya tahan tubuh yang menurun karena Human Immunodeficiency Virus (HIV) sehingga terjadi Sindroma Penurunan Daya tahan tubuh Didapat (SPID) atau dalam istilah asing Aquired Immuno Deficiency Syndrome (AIDS).

Lebih 5 tahun yang lalu, ketika Berkat masih dalam kandungan ibunya, HIV mungkin sudah berkembang di dalam darahnya. Kini, diusia yang masih dini, dia harus mengalami kondisi yang memerlukan perhatian sangat khusus dari orang-orang yang dekat dengannya. Namun kedua orang tuanya telah tiada, dia yatim piatu.


Selengkapnya: http://www.aids-ina.org/modules.php?name=&file=article&sid=1071



4. Kampanye HIV-AIDS Masih Terfokus di Kawasan Berisiko Tinggi

Cenderawasih Post Online, 14 Mei 2009

MERAUKE-Tingginya angka penderita HIV-AIDS di Kabupaten Merauke tampaknya menimbulkan keprihatinan bagi berbagai pihak. Salah satunya adalah kalangan pemuka agama. Dalam rangka itu, para Dai yang tergabung dalam Majelis Ulama Indonesia ( MUI) Kabupaten Merauke, mengikuti bimbingan penanggulangan HIV-AIDS yang digelar KPA Kabupaten Merauke.

"Ini merupakan ide dari MUI sendiri dan sangat disambut baik oleh KPA Kabupaten Merauke," kata Ketua MUI Kabupaten Merauke H Amiruddin Shaleh, kepada Cenderawasih Pos, di sela-sela acara tersebut. Menurut Amiruddin Shaleh, kegiatan yang diikuti itu sekaligus menjawab bahasa sumbang dari masyarakat bahwa tokoh agama tidak memberi kepedulian terhadap penyakit tersebut.


Selengkapnya: http://www.aids-ina.org/modules.php?name=&file=article&sid=1070



5. Pengidap HIV/AIDS di Bekasi Meningkat

Pikiran Rakyat, 14 Mei 2009

BEKASI, (PRLM).-Jumlah pengidap HIV/AIDS di Kota Bekasi terus bertambah. Bahkan, Kota Bekasi termasuk daerah jalur merah (rawan HIV AIDS) di Jawa Barat setelah Kota Bandung. Selain meningkatkan pantauan kepada kalangan berisiko tinggi, saat ini pantauan juga dilakukan kepada populasi umum.

Hal ini disampaikan Penanggung Jawab Klinik Mitra Sehati (LSM di bidang informasi HIV/AIDS-red), Jamaludin di Bekasi, Kamis (14/5). Penyisiran terhadap kalangan populasi umum ini mulai dilakukan sekitar tahun 2006 lalu.

Berdasarkan tes yang dilakukan kepada sejumlah masyarakat yang termasuk dalam populasi umum ini baru terdapat beberapa kasus kasuistik.

"Ada ditemukan, tetapi hanya kasuistik. Jika sampai banyak ditemukan yang positif pada populasi umum ini, berarti, kan, HIV/AIDS semakin menyebar dan semua saja beresiko tinggi terkena," ujarnya.


Selengkapnya: http://www.aids-ina.org/modules.php?name=&file=article&sid=1069



6. Kawasan Cilodong Rawan Penularan HIV/AIDS

Koran SINDO, 13 Mei 2009

PURWAKARTA(SI) – Dinas Kesehatan (Dinkes) Purwakarta masih mewaspadai kawasan Cilodong, Kecamatan Bungur Sari, sebagai daerah penularan penyakit HIV/ AIDS.

Karena itu, Dinkes mengawasi ekstra ketat wilayah sebelah utara Purwakarta tersebut. Di lokasi, Dinkes mencatat terdapat 15 orang terjangkit HIV dan tujuh orang lainnya dinyatakan positif menderita AIDS.Meskipun memiliki data kuantitas, instansi ini sama sekali tidak mengetahui identitas satu per satu warga yang menderita HIV/AIDS.

Hal ini terkait penelusuran bersifat unlinked anonymousatau pemeriksaan sampel darah pada suatu komunitas, bukan orang per orang. Kepala Dinkes (Kadinkes) Kabupaten Purwakarta Anne Hediana mengatakan, dirinya khawatir jumlah penderita penyakit mematikan yang belum ada obatnya itu terus bertambah.


Selengkapnya: http://www.aids-ina.org/modules.php?name=&file=article&sid=1068



7. ARV mempunyai efek samping

Waspada Online, 13 Mei 2009

PRAWIRA SETIABUDI

MEDAN- Pemberian ARV (Anti Retroviral) obat untuk melumpuhkan virus HIV/AIDS mempunyai efek samping kepada pengguna obat tersebut. Demikian disampaikan ketua Konselor HIV/AIDS RSUP H Adam Malik Medan, Rahmad Kurniawan, kepada Waspada Online, tadi pagi.

Menurut Rahmad efek samping penggunaan obat ARV tersebut antara lain dapat menyebabkan perut mual, penyakit kulit, anemia dan kerusakan pada hati.

Mengenai belum adanya obat ARV untuk anak-anak, Rahmad mengatakan itu semua bisa di akali dengan cara memberikan dosis obat untuk anak. "Tetapi yang jadi permasalahan, siapa yang bisa menjamin anak-anak yang menghidap HIV/AIDS itu mengonsumsi obat tersebut secara teratur," ujar Rahmad.


Selengkapnya: http://www.aids-ina.org/modules.php?name=&file=article&sid=1067



8. 109 Ibu Rumah Tangga Terinfeksi HIV/AIDS

Surya Online, 13 Mei 2009

Malang - SURYA- Hingga Mei 2009, sedikitnya 109 orang ibu rumah tangga di Kota Malang, Jawa Timur, dinyatakan positif terinfeksi HIV/AIDS dan dua di antaranya kini tengah hamil.

Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Malang, dr. Enny Sekar Rengganingati, Rabu, mengatakan, sejak Oktober 2008 hingga Mei 2009 ada penambahan jumlah penderita di kalangan ibu rumah tangga sebanyak 46 orang, karena sebelumnya hanya 63 orang.

Selain ibu rumah tangga, katanya, penambahan juga terjadi di lingkungan Pekerja Seks Komersial (PSK), dari 63 orang pada Oktober 2008 menjadi 74 orang pada Mei 2009 atau bertambah 11 orang.


Selengkapnya: http://www.aids-ina.org/modules.php?name=&file=article&sid=1066



9. Seks Tanpa Kondom Didenda Rp 50 Juta

Surya Online, 13 Mei 2009

KEPANJEN - SURYA- LSM Paramitra Pertanyakan Penegakan Perda 14/2008 . Meningkatnya penderita HIV dan AIDS di Kabupaten Malang pada triwulan pertama 2009 menimbulkan sejumlah pertanyaan. Benarkah Pemkab Malang telah menegakkan Perda 14/2008 tentang Penanggulangan Bahaya HIV/AIDS di wilayah tersebut ?

Aktivif LSM Paramitra, Tri Gozali menuturkan, dengan disahkannya perda tersebut semestinya bisa menjadi pintu masuk bagi pemkab untuk melakukan pencegahan. “Salah satu item dalam perda itu menyebutkan, bagi mereka yang menolak memakai kondom saat berhubungan dengan PSK bisa dipenjara tiga bulan atau denda maksimal Rp 50 juta. Apakah itu sudah diterapkan?” kata Gozali, Selasa (12/5).


Selengkapnya: http://www.aids-ina.org/modules.php?name=&file=article&sid=1065



10. Ngesek Nggak Pakai Kondom Didenda Rp 50 Juta

Tribun Jabar, 13 Mei 2009

MALANG, TRIBUN — Meningkatnya penderita HIV/AIDS di Kabupaten Malang pada triwulan pertama 2009 menimbulkan sejumlah pertanyaan. Benarkah Pemkab Malang telah menegakkan Perda No 14/2008 tentang Penanggulangan Bahaya HIV/AIDS di wilayah tersebut?

Aktivis LSM Paramitra, Tri Gozali, menuturkan, dengan disahkannya perda tersebut semestinya bisa menjadi pintu masuk bagi pemkab untuk melakukan pencegahan. “Salah satu item dalam perda itu menyebutkan, bagi mereka yang menolak memakai kondom saat berhubungan dengan PSK bisa dipenjara tiga bulan atau denda maksimal Rp 50 juta. Apakah itu sudah diterapkan?” kata Gozali.


Selengkapnya: http://www.aids-ina.org/modules.php?name=&file=article&sid=1064



11. 109 Ibu Rumah Tangga di Malang Positif HIV/AIDS

Kompas.Com, 13 Mei 2009

MALANG, KOMPAS.com — Hingga Mei 2009, sedikitnya 109 ibu rumah tangga di Kota Malang dinyatakan positif terinfeksi HIV/AIDS, dan dua di antaranya kini hamil.

Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Malang dr Enny Sekar Rengganingati, Rabu, mengatakan, sejak Oktober 2008 hingga Mei 2009 ada penambahan jumlah penderita di kalangan ibu rumah tangga sebanyak 46 orang karena sebelumnya hanya 63 orang.

Selain ibu rumah tangga, katanya, penambahan juga terjadi di lingkungan pekerja seks komersial (PSK), dari 63 orang pada Oktober 2008 menjadi 74 orang pada Mei 2009 atau bertambah 11 orang.


Selengkapnya: http://www.aids-ina.org/modules.php?name=&file=article&sid=1063



12. Mas, Pake Kondom ya…Tak Terasa Kok…!

Banjarmasin Post Online, 13 Mei 2009

TAK mudah memang mewajibkan para pekerja seks komersial menggunakan kondom. Pelanggan atau lelaki hidung belang merasa tidak nikmat bila menggunakannya.

Rediscoveri Nitta, Manajer Program Penanggulangan AIDS pada kelompok Berisiko Tinggi Yayasan Kusuma Buana sudah membekali para PSK ilmu rayuan, “Mas, make kondom itu enak, tidak terasa kok. Pokoknya saya pakein ya…!”

Sayang, upaya ini masih bisa dibilang gagal. Para pelanggan lelaki kerap enggan memakai kondom bila diminta. Para hidung belang berkilah bahwa, memakai kondom, kenikmatannya kurang. “Enak saja, orang sudah bayar kok tidak bersentuhan langsung,” tutur Nitta meniru kata-kata para hidung belang.


Selengkapnya: http://www.aids-ina.org/modules.php?name=&file=article&sid=1062



13. Ngeseks Tanpa Kondom Dipenjara 3 Bulan

Banjarmasin Post Online, 13 Mei 2009

MALANG, RABU - Meningkatnya penderita HIV/AIDS di Kabupaten Malang pada triwulan pertama 2009 menimbulkan sejumlah pertanyaan. Benarkah Pemkab Malang telah menegakkan Perda No 14/2008 tentang Penanggulangan Bahaya HIV/AIDS di wilayah tersebut?

Aktivis LSM Paramitra, Tri Gozali, menuturkan, dengan disahkannya perda tersebut semestinya bisa menjadi pintu masuk bagi pemkab untuk melakukan pencegahan. “Salah satu item dalam perda itu menyebutkan, bagi mereka yang menolak memakai kondom saat berhubungan dengan PSK bisa dipenjara tiga bulan atau denda maksimal Rp 50 juta. Apakah itu sudah diterapkan?” kata Gozali.


Selengkapnya: http://www.aids-ina.org/modules.php?name=&file=article&sid=1061



14. Kasus HIV/AIDS di Subang cenderung meningkat

Waspada Online, 12 Mei 2009

SUBANG - Dinas Kesehatan Subang, Jawa Barat, menemukan penderita HIV/Aids sebanyak 284 kasus. Kasus itu paling banyak ditularkan melalui hubungan sex (73 persen), jarum suntik (20 persen), dan penularan pada bayi dari ibu (2 persen).

Koordinator Program Penanganan dan Pencegahan IMS HIV/AIDS, Dinas Kesehatan Subang, Suwata, mengatakan kalangan usia produktif paling banyak menderita sekitar 80% yakni 15-30 tahun.


Selengkapnya: http://www.aids-ina.org/modules.php?name=&file=article&sid=1060



15. Bocah HIV/AIDS siap rawat jalan

Waspada Online, 12 Mei 2009

PRAWIRA SETIABUDI

MEDAN - Berkat, bocah asal Tapanuli Utara yang terinfeksi HIV/AIDS dan telah menjalani perawatan di RS Pirngadi Medan kini telah diperbolehkan pulang. Untuk selanjutnya, Berkat akan menjalani perawatan jalan di rumah sakit tersebut.

"Penanganan medis untuk Berkat sudah maksimal, kondisinya pun sudah sangat baik. Nantinya, Berkat akan menjalani rawat jalan agar kondisinya dapat terus terpantau," ungkap direktur RS Pirngadi Medan, Umar Zein, kepada Waspada Online, malam ini.


Selengkapnya: http://www.aids-ina.org/modules.php?name=&file=article&sid=1059



16. Sekeluarga Ditampung Panti Asuhan

Koran SINDO, 12 Mei 2009

MEDAN (SI) – Bocah penderita HIV/AIDS,BH,5,dan ketiga saudara kandungnya akan menjalani hidup di Panti Asuhan Elim HKBP Pematangsiantar.

Kepastian ini diperoleh setelah pihak keluarga yang mewakili keempat anak yatim piatu itu sepakat untuk menyerahkan mereka. Poltak Simanjuntak yang mewakili keluarga menandatangani surat perjanjian di RSU dr Pirngadi Medan kemarin.Kesepakatan itu disaksikan Kepala Badan Pelayanan Kesehatan (BPK) RSU dr Pirngadi Medan Umar Zein. Poltak menyatakan,penyerahan keempat anak dari LH,46,dan RS,30, yang telah meninggal dunia itu dilakukan pihak keluarga dengan kesadaran penuh dan berdasarkan keterbatasan yang dimiliki.


Selengkapnya: http://www.aids-ina.org/modules.php?name=&file=article&sid=1058



17. 14 toddlers in Malang diagnosed with HIV/AIDS

the Jakarta Post Online, 12 Mei 2009

The Jakarta Post , Jakarta | Mon, 05/11/2009 5:47 PM | National

At least 14 toddlers in Malang, East Java, have been diagnosed HIV positive, having contracted the virus from their mothers, who had been infected by their husbands, the AIDS Prevention Commission says.

The commission's Malang branch secretary, Adi Purwanto, told tempointeraktif.com that four of the 14 toddlers had been declared AIDS positive.


Selengkapnya: http://www.aids-ina.org/modules.php?name=&file=article&sid=1057



18. KPA Malang Khawatir Bantuan ARV untuk Penderita HIV/AIDS Dicabut

Surya Online, 12 Mei 2009

MALANG | SURYA Online - Komisi Penanggulangan AIDS (KPA) Kabupaten Malang, Jawa Timur (Jatim), mengkhawatirkan jika bantuan antiretroviral (ARV) untuk para penderita HIV/AIDS dicabut oleh lembaga donor, karena saat ini stok ARV tersebut mulai menipis.

Ketua KPA Kabupaten Malang, Adi Purwanto, Selasa (12/5), mengakui, untuk saat ini stok ARV masih cukup untuk membantu 74 orang penyandang ODHA yang ditangani LSM.

Hanya saja, tambahnya, kalau sewaktu-waktu bantuan itu dicabut dan stok ARV habis, bagaimana nasib ke-74 penyandang ODHA itu, karena bantuan dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kabupaten Malang tidak cukup besar, yakni sekitar Rp 300 juta per tahun.


Selengkapnya: http://www.aids-ina.org/modules.php?name=&file=article&sid=1056



19. 14 Balita Terkena HIV/AIDS

Surya Online, 12 Mei 2009

KEPANJEN - SURYA-Triwulan Pertama 2009, di Kabupaten Malang Meningkat 35 Orang. Jumlah penderita baru HIV dan AIDS di Kabupaten Malang pada triwulan pertama tahun ini bertambah 35 orang. Dari data itu, setidaknya ada 14 balita yang diperkirakan tertular oleh ibunya dan positif mengidap HIV dan AIDS.

”Kami sudah memeriksa lima di antaranya. Dan mereka positif terkena HIV dan AIDS. Sisa yang lain sedang kami cari keberadaannya agar bisa terpantau,” jelas dr Agus W Arifin, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Malang, Senin (11/5).


Selengkapnya: http://www.aids-ina.org/modules.php?name=&file=article&sid=1055



20. Anak AIDS di RS Pirngadi Medis Selesai, Tinggal Masalah Sosial

Harian Analisa, 12 Mei 2009

Medan, (Analisa)

Penanganan medis anak pengidap human immunodeficiency virus/aquried immuno deficiency syndrome (HIV/AIDS) asal Tapanuli Utara di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) dr Pirngadi Medan sudah maksimal. Selanjutnya tinggal penanganan sosial jika dipulangkan.

Soalnya, kata Direktur RSUD dr Pirngadi Medan, Dr dr Umar Zein DTM&H SpPD KPTI, di ruang kerjanya, Senin (11/5), terlalu lama anak itu dirawat di rumah sakit juga kurang bagus. Karena, dikhawatirkan anak tersebut akan tertular penyakit dari pasien lain.

“Secara medis sudah maksimal kita tangani. Segala pemeriksaan sudah dilakukan. Kondisi adik Afles itu juga sudah semakin baik,” ucap Umar. Menurutnya, anak itu sudah laik untuk rawat jalan. Hanya saja yang menjadi masalah, bagaimana perawatan anak itu di luar rumah sakit khususnya memantau mengonsumsi obat antiretroviral (ARV) yang harus dimakan seumur hidup.


Selengkapnya: http://www.aids-ina.org/modules.php?name=&file=article&sid=1054



21. Dua Warga Lhokseumawe Meninggal Akibat HIV-AIDS

Harian Analisa, 12 Mei 2009

Lhokseumawe, (Analisa)

Akibat terserang penyakit HIV/AIDS, dalam kurun waktu tahun 2006 hingga 2009 dua warga Lhokseumawe meninggal dunia. Demikian disampaikan Sekretaris Komisi Penanggulangan Penyakit AIDS Provinsi Aceh (KPA), dr Ormaia Nya’ Oemar, M.Kes pada acara rapat koordinasi penanggulangan HIV-AIDS di ruang kerja Walikota Lhokseumawe, Senin (11/5).

Dari tahun 2006 sampai 2009 terdapat lima kasus HIV-AIDS di kota Lhokseumawe dan Aceh Utara, dari lima kasus tersebut dua orang meninggal dunia dan tiga selamat setelah diobati.

Dijelaskan, pada tahun 2006 terdapat dua kasus HIV-AIDS di kota Lhokseumawe, seorang meninggal dunia. Tahun 2008 terdapat satu kasus HIV-AIDS dan pada tahun 2009 terdapat dua kasus HIV-AIDS dengan seorang penderita meninggal dunia.


Selengkapnya: http://www.aids-ina.org/modules.php?name=&file=article&sid=1053



22. Kondom Gratis Dibagikan, Pemerintah Sediakan Dana Rp 300 Miliar

Harian Sinar Indonesia Baru, 12 Mei 2009

Tulari Istri dengan HIV, Suami Dipenjara

Jakarta (SIB)
Pemerintah bagi-bagi alat kontrasepsi KB secara cuma-cuma kepada pasangan usia subur. Langkah ini diambil mengingat minat mereka mengikuti program Keluarga Berencana (KB) sangat kecil.

Alat kontrasepsi KB gratis senilai Rp 300 miliar mulai dari kondom, pil dan alat lainnya dibagikan melalui Puskesmas dan rumah sakit yang ditunjuk.

Menurut Kepala BKKBN Sugiri Syarief, turunnya minat pasangan usia subur ikut KB karena banyak di antara mereka yang kesulitan mendapatkan layanan memadai. Bahkan, tahun 2006, lebih dari 9% pasangan usia subur, tidak terlayani program KB (unmed red).

“Umumnya memang masyarakat miskin dan tinggal dilokasi yang sulit dijangkau layanan kesehatan,” tutur Kepala BKKBN, Sugiri Syarief.


Selengkapnya: http://www.aids-ina.org/modules.php?name=&file=article&sid=1052



23. Belasan Balita Terjangkit AIDS

Republika Online, 11 Mei 2009

MALANG – Jumlah penderita HIV/AIDS di wilayah Kabupaten Malang sangat memprihatinkan. Sebab, penderita penyakit menular yang mematikan itu mengalami peningktan mengejutkan. Bahkan, sangat mengerikan, karena ada belasan anak yang justru terjangkit penyakit tak ada obatnya itu.

"Jumlah penderita HIV/AIDS itu memang cukup mengerikan. Jumlahnya cukup banyak. Ada sekitar 35 penderita HIV/AIDS yang positif telah kami temukan. Tragisnya, dari sejumlah itu ada sekitar 14 anak yang usianya masih di bawah lima tahun (Balita-Red)," ungkap Kepala Kantor Perlindungan Anak Malang, Adi Purwanto kepada wartwan, kemarin (11/5).


Selengkapnya: http://www.aids-ina.org/modules.php?name=&file=article&sid=1051


 -----------------------------------------------

Pengelola aids-ina.org

A better way in strengthening strategic information to guide a more effective

Dukung dan kunjungi terus www.aids-ina.org

 


#84 From: "Pengelola www.aids-ina.org" <administrator@...>
Date: Mon Jun 1, 2009 1:35 am
Subject: Klipping Media Masa Terbaru di www.aids-ina.org
komunitasaid...
Offline Offline
Send Email Send Email
 

Kumpulan Berita Media Massa
HIV-AIDS dan Narkoba
Dari Tanggal: 25 May 2009 Sampai Tanggal: 1 June 2009


 

1. Malam renungan AIDS Nusantara 2009

Waspada Online, 31 Mei 2009

FAZAR BAKTI

MEDAN - Beberapa komunitas peduli HIV (Human Immunodeficiency Virus) dan AIDS (Acquired Immune Deficiency Syndrome) di Sumatera Utara mengadakan malam renungan AIDS Nusantara, dengan tema ‘Together We Are The Solution" di Hotel Perintis, Jalan Perintis Kemerdekaan, Medan, tadi malam.

Dalam acara yang dihadiri dari beberapa komunitas yang bergerak dalam penanggulangan HIV dan AIDS yang bernama Populasi Kunci menghasilkan beberapa komitmen, yaitu terus mendukung dan siap untuk bekerjasama dengan semua pihak yang bergerak dalam respon serta program penanggulangan HIV dan AIDS, berusaha untuk terus menekan laju epidemic HIV dan AIDS.


Selengkapnya: http://www.aids-ina.org/modules.php?name=&file=article&sid=1156



2. AIDS dan HIV bukan penyakit kutukan

Waspada Online, 31 Mei 2009

FAZAR BAKTI

MEDAN - Setiap penyakit pasti ada obatnya, begitulah kata pepatah bijak. Namun bukan berarti penyakit itu harus dibiarkan begitu saja serta tidak ada usaha yang dilakukan untuk menyembuhkannya. Termasuk juga penyakit yang masih ‘menyeramkan' dikalangan masyarakat kita, yakni HIV (Human Immunodeficiency Virus) dan AIDS (Acquired Immune Deficiency Syndrome).

Jangan jadikan HIV dan penyakait sebagai kutukan dan memalukan, kita harus bantu untuk memberikan penyuluhan yang benar tentang HIV dan AIDS. Demikian dijelaskan oleh direktur rumah sakit dr Pirngadi Medan, Umar Zein, di sela-sela acara malam renungan AIDS Nusantara 2009, tadi malam.


Selengkapnya: http://www.aids-ina.org/modules.php?name=&file=article&sid=1155



3. Sumut terima jatah obat ARV

Waspada Online, 30 Mei 2009

80 persen pengidap AIDS dirawat di RS HAM


MEDAN - Setelah mengalami krisis selama beberapa pekan, akhirnya Dinas Kesehatan Sumut menerima obat Anti Retro Viral (ARV) dari Departemen Kesehatan RI.

"Obat ini segera disalurkan untuk para pengidap Human Immunodeficiency Virus/Aquired Immuno Deficiency Syndrome (HIV/AIDS)," kata Kadis Kesehatan Sumut, Candra Syafei, ketika dihubungi, tadi sore.

Candra menjelaskan, ada sekitar 808 pengidap HIV/AIDS yang terdata di Sumatera Utara. Dari jumlah tersebut, hanya sekitar 355 orang yang membutuhkan terapi pengobatan ARV di enam rumah sakit rujukan.


Selengkapnya: http://www.aids-ina.org/modules.php?name=&file=article&sid=1154



4. Ranperda Dirembug Bersama

Manado Post, 30 Mei 2009

ERAT kaitannya dengan masalah sosial membuat Pansus berhati-hati dalam membahas Ranperda AIDS. Untuk mencari solusi terbaik Rancangan Peraturan Daerah (Ranperda) ini dirembug bersama dengan melibatkan tokoh agama dan masyarakat. Menurut Koordinator Pansus Drs Arthur Kotambunan, pasca pembahasan dengan tokoh agama, tokoh masyarakat, LSM hingga organisasi kepemudaan disimpulkan perlu ada masukan-masukan baru yang harus diperbaharui dalam Ranperda ini. “Saat ini SKPD terkait sedang membahasnya dengan tokoh agama dan tokoh masyarakat. Masukan-masukan mereka sangat penting untuk ditindaklanjuti,” terang Kotambunan.


Selengkapnya: http://www.aids-ina.org/modules.php?name=&file=article&sid=1153



5. Pengidap HIV/AIDS akan meningkat

Harian Jogja, 30 Mei 2009

SLEMAN: Komisi Penanggulangan HIV/AIDS (KPA) Kota Jogja memperkirakan angka pengidap HIV/AIDS akan terus meningkat pada 3 tahun mendatang. Sampai April 2009 ini di Jogja tercatat jumlah pengidap HIV 700 orang dan AIDS 244 orang.

Peningkatan itu diharapkan makin memperjelas jumlah riil pengidap yang selama ini masih menjadi fenomena ‘gunung es’. Hal itu diungkapkan Sebastian Lumowah, Sekretaris KPA Kota Jogja yang ditemui sesuai diskusi bulanan AIDS Up Date, Menjelang ICAAP IX yang berlangsung di Lembaga Penelitian Pendidikan dan Penerbitan Yogya (LP3Y), Jalan Kaliurang Km.13, kemarin.


Selengkapnya: http://www.aids-ina.org/modules.php?name=&file=article&sid=1152



6. Penderita HIV-AIDS Terus Meningkat

Pikiran Rakyat, 30 Mei 2009

BANJAR, (PRLM).- Penderita HIV-AIDS di Kota Banjar dari tahun ke tahun terus meningkat. Melihat trend yang berkembang sekarang, jumlahnya dikhawatirkan akan meledak lagi. “Terus terang, kami sekarang khawatir jumlah penderitanya di Banjar terus meningkat,” kata Direktur RSUD Banjar drg. Darmadji Prawira Setia, Sabtu (20/5).

Menurut dia, semula warga Banjar yang diindikasi dan terbukti HIV itu hanya 2 orang saja. Namun kemudian meningkat menjadi 5, 9, dan 16. Di tahun 2009 sekarang, jumlahnya bahkan sudah mencapai 22 orang dengan kasus kematian mencapai 5 orang.


Selengkapnya: http://www.aids-ina.org/modules.php?name=&file=article&sid=1151



7. PMI Tapteng Gelar Renungan AIDS Nusantara 2009

Harian Global, 30 Mei 2009

Written by Tigor Manalu

Renungan AIDS Nusantara (MRAN) tahun 2009 yang digelar Palang Merah Indonesia (PMI) Cabang Tapanuli Tengah (Tapteng) diwarnai penandatanganan dukungan anti stigma dan diskriminasi terhadap Orang Dengan HIV AIDS (ODHA), di Aula Bina Graha, Tapteng, Kamis malam (28/5).

Selain itu, renungan malam tersebut berthema "Together We Are The Solution" dan ditandai penyalaan lilin oleh pengurus PMI Tapteng, relawan, undangan dari unsur muspida dan pimpinan SKPD serta PMR Wira SMA Negeri 1 Pandan.

Ketua PMI Cabang Tapteng, Panahatan Hutabarat diwakili Ketua Bidang Organisasi, Jasman dalam sambutan mengatakan, renungan malam yang digelar merupakan bentuk kepedulian PMI Tapteng kepada sesama manusia, mengingat banyaknya manusia yang telah terjangkit virus HIV AIDS.


Selengkapnya: http://www.aids-ina.org/modules.php?name=&file=article&sid=1150



8. HIV/AIDS Berpotensi Meningkat

Duta Masyarakat, 30 Mei 2009

Gresik - Kasus HIV/AIDS di Kabupaten Gresik, Jawa Timur, tahun ini berpotensi naik, melihat banyaknya jumlah temuan kasus per bulannya, seperti April lalu ditemukan 13 kasus baru.

"Salah satunya menimpa balita berusia satu tahun dan tujuh bulan. Sedangkan hingga awal Mei ini, sudah ada 22 orang dengan HIV/AIDS (odha)," kata Kepala Bidang Pencegahan dan Pemberantasan Penyakit (P2P), Dinas Kesehatan Gresik, Rosari Agustini.


Selengkapnya: http://www.aids-ina.org/modules.php?name=&file=article&sid=1149



9. Waspada, Pengidap HIV/AIDS Meningkat Drastis

Timor Exppress, 29 Mei 2009

KUPANG, Timex-Saat ini, pengidap HIV/AIDS di Provinsi NTT meningkat drastis, dan kondisi ini berbeda dari tahun-tahun sebelumnya.

Walau tak menyebutkan angkanya, namun Wakil Gubernur Esthon Foenay menghimbau kepada seluruh masyarakat NTT agar berwaspada karena tren ini merata hampir di seluruh daerah di NTT.

Pesan ini disampaikannya ketika membuka Rakor Penguatan Kelembagaan KPA Kabupaten/Kota di tiga wilayah dalam rangka percepatan upaya penanggulangan HIV/AIDS di NTT, yang digelar Kamis (28/5) kemarin di Hotel Maya. Acara ini dihelat oleh Biro Kesejahteraan Rakyat (Kesra) Setda NTT dan dihadiri oleh sejumlah komponen yakni instansi terkait lingkup Pemprov NTT dan LSM Peduli AIDS, juga segenap jajaran Pemkab/Kota.


Selengkapnya: http://www.aids-ina.org/modules.php?name=&file=article&sid=1148



10. Bali recieves Rp 10.8b fund to fight infectious diseases

the Jakarta Post Online, 28 Mei 2009

DENPASAR: The Global Fund to Fight AIDS, Tuberculosis and Malaria (GFATM) has allocated Rp 10.8 billion (US$1.4 million) to assist several institutions in Bali to fight deadly infectious diseases.

The assistance is part of a Rp 438 billion financial assistance package provided by the international organization to Indonesia from 2011 to 2014.

The GFATM was initiated by former UN secretary-general Kofi Annan and is supported by eight countries.

The fund will be distributed to several local institutions, including the Bali AIDS Commission (KPA), the Bali Health Agency and the Bali branch of the Indonesian Planned Parenthood Association (PKBI).


Selengkapnya: http://www.aids-ina.org/modules.php?name=&file=article&sid=1147



11. Pembahasan Ranperda AIDS Alot

Manado Post, 28 Mei 2009

MANADO—Berbagai pendapat menyembul di hari kedua pembahasan Ranperda AIDS, Rabu (27/5) kemarin. Pertemuan yang berlangsung dua sesi ini, berlangsung alot dengan berbagai kritikan, pandangan bahkan usulan diberikan pada tim Pansus Deprov Sulut maupun SKPD terkait itu. Pada pukul 10.00 Wita masukan dan pandangan dari tokoh agama bersama tokoh masyarakat ditampung tim pansus.

Di siang harinya giliran LSM, organisasi kepemudaan baik akademis maupun organisasi sosial yang dilibatkan. Sesi ini tebilang panas karena berbagai argumen hingga pertanyaan dilayangkan. Seperti pro kontra soal lokalisasi, penggunaan kalimat yang tepat dalam Ranperda AIDS sampai efektifitas dari ranperda tersebut. ”Semua masukan akan ditampung, pastinya ini akan dipertimbangkan untuk menjadi bagian dari isi Ranperda saat direvisi nanti,” ujar Ketua Pansus Drs Ruben Saerang.


Selengkapnya: http://www.aids-ina.org/modules.php?name=&file=article&sid=1146



12. ODHA mondar-mandir cari obat

Waspada Online, 28 Mei 2009

MEDAN - Sejumlah Orang Dengan HIV/AIDS atau ODHA yang mengonsumsi obat ARV ditemui Waspada, tadi malam, di RSUP H. Adam Malik mengaku khawatir jika Departemen Kesehatan RI dalam waktu dekat ini tidak segera mendistribusikan obat antiretroviral atau ARV ke Sumut. Hal ini diungkapkan seorang ODHA, Budi (bukan nama sebenarnya), 29.

Menurut Budi, para ODHA saat ini sibuk membicarakan tentang menipisnya stok itu. "Setiap kita kumpul atau diskusi, ARV ini jadi topik pembicaraan para ODHA. Kami selalu dalam keadaan tidak pasti," ujarnya.


Selengkapnya: http://www.aids-ina.org/modules.php?name=&file=article&sid=1145



13. Rehabilitasi Narkoba dan Penanganan HIV/AIDS

Equator News Online, 28 Mei 2009

Wisma Sirih Berfungsi Ganda

Pontianak, Pemerintah Kalbar akan memberdayakan Wisma Sirih Jalan Alianyang Pontianak dengan fungsi ganda. Panti rehabilitasi pengguna narkoba itu juga dimanfaatkan sebagai tempat penanggulangan dan penanganan pengidap HIV/AIDS.

"Saya kira, antara HIV/AIDS dan narkoba itu dekat. Banyak pengidap HIV/AIDS merupakan pengguna jarum suntik dari pemakai narkotika. Jadi kedepan bisa disinergikan," ujar Drs Christiandy Sanjaya SE MM, Ketua Badan Narkotika Provinsi (BNP) Kalbar belum lama ini.

Wisma Sirih didirikan Desember 2002 dan dijadikan panti rehabilitasi narkoba pertama di Kalbar, menggunakan metode Therapeutic Community (TC). Metode tersebut dinilai cukup efektif karena memanfaatkan fungsi grup yang beranggotakan individu dengan permasalahan relatif sama. Secara bersama-sama, individu yang memiliki permasalahan bisa saling bantu memecahkan masalah mereka.


Selengkapnya: http://www.aids-ina.org/modules.php?name=&file=article&sid=1144



14. Selamat Jalan Bocah Penderita HIV/AIDS

Harian Global, 28 Mei 2009

Written by Yuni

Andi (bukan nama sebenarnya) tampak tersenyum dalam dekapan Direktur RSUD dr Pirngadi Medan DR dr Umar Zein DTM&H SpPD KPTI. Tidak terasa, sudah 36 hari Andi, pasien penderita HIV/AIDS itu dirawat di Ruang Anak Kelas III. Rabu (27/5) dia dibenarkan meninggalkan rumah sakit itu.

Kondisinya kini jauh lebih baik dibanding ketika dirinya mulai dirawat Selasa (21/4) lalu. Waktu itu, tubuhnya kurus, dekil, banyak luka di sekujur kakinya serta sulit berjalan. Selanjutnya, Andi akan langsung dibawa ke Balige.


Selengkapnya: http://www.aids-ina.org/modules.php?name=&file=article&sid=1143



15. Pengidap HIV/AIDS Kalsel Capai 112 Orang

Banjarmasin Post, 28 Mei 2009

BANJARMASIN, KAMIS - Penderita virus HIV/AIDS di Provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel) pada tahun 2009 tercatat mencapai angka 112 orang.

Namun jumlah tersebut tidak menggambarkan keadaan yang sebenarnya, karena diduga masih banyak pengidap HIV/AIDS yang belum terdata, ungkap Kepala Bidang Pemberantasan Penyakit Dinas Kesehatan Kalsel Sukamto, Kamis (28/5).

Tidak banyak penderita HIV/AIDS yang mau didata atau diperiksa, pasalnya para penderita merasa takut jika dirinya dinyatakan positif mengidap virus mematikan tersebut, tambahnya.


Selengkapnya: http://www.aids-ina.org/modules.php?name=&file=article&sid=1142



16. Tak Ada Lokalisasi, Tapi Ada Lokasi

Manado Post, 27 Mei 2009

MANADO—Mulai Selasa kemarin, Ranperda AIDS mulai dibahas tim Panitia Khusus (Pansus) Deprov Sulut. Pada pembahasan yang dihadiri beberapa SKPD terkait terungkap beberapa hal menarik. Seperti dikatakan Ketua Pansus Drs Ruben Saerang, di daerah ini memang tak ada lokalisasi namun harus diakui ada lokasi-lokasi tempat mangkal para WTS. ”Ini perlu dicari solusi dengan perlu dibicarakan dengan tokoh-tokoh agama dan tokoh masyarakat Sulut. Rencanaya Rabu besok (hari ini-red) kita bicarakan,” ungkap Saerang.

Sedangkan dua personil lainnya, JO Bolang dan Jus Tumurang mempertnyakan sejauh mana koordinasi dengan instansi terkait di kabupaten/kota, karena Perda AIDS sangat penting sebagai payung hukum di Sulut. ”Untuk itu pada pembahasan ini perlu dipastikan siapa yang akan bertanggungjawab,” timpal James Sumendap SH.


Selengkapnya: http://www.aids-ina.org/modules.php?name=&file=article&sid=1141



17. Jumlah Pengidap HIV/AIDS di Jabar Selalu Meningkat

Pikiran Rakyat, 27 Mei 2009

BANDUNG, (PRLM).- Berdasarkan data terakhir temuan kasus HIV/AIDS di Jawa Barat yang dikeluarkan Dinkes Provinsi Jabar, jumlah akumulatif pengidap HIV/AIDS di Jawa Barat adalah 2682 orang, sedangkan pada 2008, tercatat 2593 orang.

Hal ini berarti, dalam waktu tiga bulan, jumlah pengidap HIV/AIDS bertambah sekitar 89 orang. Kecenderungannya sejak tahun 1997-Maret 2009, jumlah pengidap HIV/AIDS di Jabar selalu meningkat.


Selengkapnya: http://www.aids-ina.org/modules.php?name=&file=article&sid=1140



18. Obat Terlarang Pemicu HIV-AIDS

Pikiran Rakyat, 27 Mei 2009

BANDUNG, (PRLM).- Maraknya bisnis obat-obatan terlarang telah menjadi pemicu meningkatnya temuan kasus HIV-AIDS di Kota Bandung dan daerah lainnya di Jawa Barat. Hal itu dikatakan Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Barat Alma Lucyati kepada "PRLM" di Bandung, Rabu (27/5).

Menurut dia, maraknya peredaran obat-obatan terlarang di Jabar berefek negatif terhadap upaya pencegahan dan kuratif HIV-AIDS di kalangan pengguna narkoba dan zat adiktif suntik (penasun). Berdasarkan data terakhir temuan kasus HIV-AIDS di Jawa Barat yang dikeluarkan Dinkes Provinsi Jabar baru-baru ini, kelompok penasun masih menjadi kelompok yang paling berisiko terkena HIV-AIDS.


Selengkapnya: http://www.aids-ina.org/modules.php?name=&file=article&sid=1139



19. Pengidap HIV-AIDS di Bandung 1.715 Orang

Pikiran Rakyat, 27 Mei 2009

BANDUNG, (PRLM).- Jumlah pengidap HIV-AIDS di Kota Bandung merupakan yang tertinggi di Jawa Barat. Hal tersebut terungkap pada rapat koordinasi Komisi Penanggulangan Aids Kota Bandung, di Gedung Serba Guna, Jln. Wastukancana, Rabu (27/5).

Kepala Inspektorat Pemerintah Kota Bandung Sukarno mengatakan, berdasarkan data yang dimiliki tdan ercatat sejak tahun 1991 hingga Desember 2008 terdapat 1.715 orang pengidap HIV-AIDS. Perinciannya pengidap HIV 864 orang dan AIDS 851 orang. (A-188/A-147)****


Selengkapnya: http://www.aids-ina.org/modules.php?name=&file=article&sid=1138



20. Bocah pengidap HIV pulang kampung

Waspada Online, 27 Mei 2009

PRAWIRA SETIABUDI

MEDAN - Berkat, bocah penghidap HIV/AIDS warga Tapanuli Utara akhirnya meninggalkan rumah sakit, setelah menjalani perawatan selama hampir tiga bulan di RSUP Dr Pirngadi Medan.

Hal ini dibenarkan oleh Humas RSUP Dr Pirngadi Medan, Susyanto, kepada Waspada Online. Susyanti mengatakan pihak rumah sakit telah mengizinkan Berkat pulang, karena kondisinya sudah sangat baik dan sudah dapat menjalani perawatan jalan.


Selengkapnya: http://www.aids-ina.org/modules.php?name=&file=article&sid=1137



21. Hari Ini, Bocah Pengidap HIV/AIDS Dibawa Pulang

Harian Global, 27 Mei 2009

Written by Yuni

Jeritan Andi (bukan nama sebenarnya), anak lima tahun yang divonis tertular Human Immuno Virus/Acquired Immunodeficiency Syndrome (HIV/AIDS), nyaring terdengar saat diajak bercanda Afles (12) abangnya di RSUD Pirngadi, Selasa (26/5).

Tidak terasa, sudah 36 hari bocah malang ini dirawat di ruang anak kelas III RS Pirngadi Medan. Namun, kini kondisinya mulai banyak menampakkan kemajuan.

Selain sudah bisa jalan, badannya pun naik menjadi 11 kg dari 8 kg ketika awal masuk, serta penyakit oportunistis(penyerta) bisa ditanggulangi.

HIngga kemarin, sudah 14 hari ia mengonsumsi obat anti retroviral (ARV) yang berfungsi untuk menekan perkembangan virus HIV. Dan belum ada tanda-tanda efek samping, meski saat malam hari Andi merasakan kulitnya gatal.


Selengkapnya: http://www.aids-ina.org/modules.php?name=&file=article&sid=1136



22. Stok ARV Menipis, ODHA Khawatir

Harian Global, 27 Mei 2009

Written by Waristo

Anti Retro Viral, masih menjadi satu-satunya obat yang mampu melemahkan daya kerja virus HIV di dalam darah manusia. Tidak berlebihan bila orang dengan HIV AIDS (ODHA) sangat bergantung dengan obat tersebut.

Ironinya, terkadang persediaan/stok obat itu di beberapa rumah sakit rujukan menipis. Dan kondisi itu telah berlangsung dalam dua minggu terakhir ini. Seharusnya persediaan yang diperoleh ODHA untuk satu bulan pemakaian, tetapi hanya untuk dua minggu.

"Tentunya kita sangat memprihatinkan kondisi itu. Karena menimbulkan kekhawatiran pada ODHA," ujar Ketua Badan Pengurus Medan Plus Eban Totonta Kaban didampingi Faiz Muhammad, Koordinator JOTHI Wilayah Koordinasi Sumatera Utara, kemarin, di Medan.


Selengkapnya: http://www.aids-ina.org/modules.php?name=&file=article&sid=1135



23. 30 PNS di Bandung Terinfeksi HIV

Koran SINDO, 27 Mei 2009

BANDUNG (SI) – HIV/AIDS bisa menyerang siapa saja tanpa kecuali.Data Dinas Kesehatan Kota Bandung menyebutkan, sebanyak 31 PNS di Kota Bandung merupakan penderita HIV/AIDS.

Jumlah tersebut mencapai 1,75% dari total penderita HIV/AIDS di Kota Bandung yang mencapai 1.774 orang. Jumlah ini merupakan akumulasi penderita HIV/ AIDS dari 1991 hingga April 2009. ”Ini hasil rangkuman dari teman- teman LSM dan data itu menyatakan bahwa memang ada PNS yang mengidap HIV.

Kita harus pahami bahwa HIV/AIDS bisa menyerang siapa saja, termasuk PNS,” ujar Kepala Dinas Pendidikan (Dinkes) Kota Bandung Gunadi Sukma Bhinekas seusai membuka acara Rapat Koordinasi HIV/AIDS di Gedung Serbaguna Balai Kota Bandung,Jalan Wastukencana, Kota Bandung, kemarin.


Selengkapnya: http://www.aids-ina.org/modules.php?name=&file=article&sid=1134



24. Regency told to avoid free sex in bid to slow HIV/AIDS rate

the Jakarta Post Online, 26 Mei 2009

Markus Makur, The Jakarta Post , Timika, Papua | Tue, 05/26/2009 12:33 PM | Headlines

An HIV/AIDS commission senior official who claimed Mimika regency, Papua, had the highest HIV/AIDS rate increase in the country and in the world, advised residents to avoid free sex.

"The disease has been spreading here for 13 years. It *the cases* has increased 100 percent every year and is endangering people's lives. We should act on this and advise people not to have free sex," the Mimika HIV/AIDS commission secretary Saiful Takim said at an event Saturday evening.


Selengkapnya: http://www.aids-ina.org/modules.php?name=&file=article&sid=1133



25. Hanya 355 penderita HIV/AIDS di Sumut

Waspada Online, 26 Mei 2009

PRAWIRA SETIABUDI

MEDAN - Saat ini hanya ada sekitar 355 penderita HIV/AIDS di seluruh rumah sakit yang ada di Sumatera Utara.

Demikian penuturan ketua VCT Posyansus HIV/AIDS RSUP H Adam Malik Medan, Rahmad Kurniawan, kepada Waspada Online, tadi sore.

Menurut Rahmad ke 355 penderita tersebut tersebar di rumah sakit di Sumut, rumah sakit tersebut antara lain RSUP H Adam Malik, RSUP Dr Pirngadi, RSUD Lubuk Pakam, RSU Bhayangkara.

"Ditambah rumah sakit Tobasa dan Serdang Bedagei," imbuh Rahmad.

Secara rinci, menurut Rahmad di Sumut sendiri terdapat sekitar 2049 penderita HIV/AIDS yang pernah dirawat. Dari semua data ada 169 orang penderita belum siap mengkonsumsi ARV.


Selengkapnya: http://www.aids-ina.org/modules.php?name=&file=article&sid=1132



26. Students, activists demand no discrimination, transparency

the Jakarta Post Online, 25 Mei 2009

Luh De Suriyani, The Jakarta Post , Denpasar | Mon, 05/25/2009 2:39 PM | Bali

Hundreds of students, social workers and NGOs activists celebrated the Nusantara AIDS Vigil (MRAN) 2009 on Saturday night by issuing a five-point statement, demanding that the health institution stops discriminating against people with HIV/AIDS and asking the government to be more transparent in developing AIDS mitigation programs.

The local Drugs' Victims Association (IKON) initiated the statement in the annual gathering that took place at the Puputan Badung square in downtown Denpasar.

The first point of the statement asked all the relevant government agencies to be more thorough in developing their HIV/AIDS mitigation programs so as to create a more effective and coherent program and to prevent unnecessary duplications and overlappings.


Selengkapnya: http://www.aids-ina.org/modules.php?name=&file=article&sid=1131



27. 22 Nyawa Direnggut HIV/AIDS

Duta Masyarakat, 26 Mei 2009

Dari Total 108 Kasus KEDIRI- Sepanjang bentangan kurun waktu 1996 hingga 2009, virus HIV/AIDS di Kabupaten Kediri telah merenggut nyawa 22 orang dari total 108 kasus serupa.

"Dari kasus tersebut hampir 100 persen akibat hubungan seksual dengan berganti-ganti pasangan," tandas Kepala Seksi Pencegahan Penyakit Menular Langsung, Dinas Kesehatan Kabupaten Kediri, Nur Munawaroh, akhir pekan kemarin.

Menurut dia, kasus di Kediri lebih banyak didominasi dari kelompok resiko tinggi seperti perempuan penghibur (PSK), kelompok waria, serta para pelanggannya. Selebihnya adalah pengguna narkoba suntik, maupun ibu rumah tangga.


Selengkapnya: http://www.aids-ina.org/modules.php?name=&file=article&sid=1130



28. Five regencies in Papua lack infrastructure, clear boundaries

the Jakarta Post Online, 25 Mei 2009

Markus Makur, The Jakarta Post , Timika, Papua | Mon, 05/25/2009 2:39 PM | The Archipelago

Regencies of Paniai, Mappi, Puncak, Asmat and Mimika are facing many challenges to their development, and are lagging behind other regencies in Papua province, particularly in terms of autonomy and budget issues.

A recent working meeting involving the five regencies prioritized infrastructure issues, revealing, for example, a lack of well-developed roads to facilitate travel from the regency capital to district capitals and subdistricts in Paniai regency and Puncak regency.

Papua Governor Barnabas Suebu and Deputy Governor Alex Hesegem attended the meeting.


Selengkapnya: http://www.aids-ina.org/modules.php?name=&file=article&sid=1129



29. Stok ARV di Sumut menipis

Waspada Online, 25 Mei 2009

PRAWIRA SETIABUDI

MEDAN- Stok obat ARV (Anti retroviral) bagi penderita Virus HIV/AIDS di Sumatera Utara sudah menipis. Menipisnya stok ARV tersebut didapatkan dari pengakuan dari berbagai rumah sakit di Sumut.

"Ada 5 rumah sakit yang melaporkan stok obat ARV nya sudah menipis, diantaranya RSUP H Adam Malik, RSU Bhayangkara, RSU Lubuk Pakam, RSU Haji dan RSUP Pirngadi Medan," kata kepala seksi Penanggulangan Penyakit Menular Langsung (PPLM) Dinas Kesehatan (Dinkes) Sumut, Sukarni, kepada Waspada Online, tadi pagi.


Selengkapnya: http://www.aids-ina.org/modules.php?name=&file=article&sid=1128



30. Prostitusi di Solo makin marak (Bagian II) Beroperasi setiap hari, periksa IMS s

Solo Pos, 20 Mei 2009

Praktik prostitusi di Solo tersebar di beberapa titik. Masih maraknya prostitusi di Kota Solo, akhirnya tak bisa dilepaskan dari ancaman infeksi menular seksual (IMS) salah satunya HIV/AIDS.

Sejak Oktober 2005 hingga April 2009, Komisi Penanggulangan AIDS (KPA) Solo mencatat ada 249 kasus HIV/AIDS di kota ini. Dari jumlah itu, 62 penderita di antaranya telah meninggal dunia.

Seperti pernah diberitakan harian ini, pengelola program KPA Tommy Prawoto menyebut ada sekitar 10.000 orang yang masuk kelompok risiko tinggi IMS di kawasan Soloraya. Dari jumlah itu, 4.988 orang di antaranya bersedia mengikuti tes HIV/AIDS. Sementara yang lain masih enggan (SOLOPOS, 7/5).


Selengkapnya: http://www.aids-ina.org/modules.php?name=&file=article&sid=1127



31. 580 HIV-positive people in Buleleng

the Jakarta Post Online, 20 May 2009

Alit Kertaraharja, The Jakarta Post , Buleleng | Wed, 05/20/2009 1:37 PM | Bali

There are more than 580 HIV-positive people in Buleleng regency, are aged between 20 and 40 years, chairman of the Buleleng AIDS Commission (KPAD) Made Arga Pynatih said Monday.

"Some of them are even below 20 years old," said Pynatih, who is also the deputy regent of Buleleng.

Pynatih was speaking at a oneday campaign on HIV/AIDS pre-vention and awareness, targeting junior and senior high school students in Singaraja and neighboring areas.


Selengkapnya: http://www.aids-ina.org/modules.php?name=&file=article&sid=1126



32. 4 Bulan 9 Kasus Ditemukan

Manado Post, 19 Mei 2009

Total Kasus HIV/AIDS Capai 124 Orang

BITUNG—Ini tanda awas bagi masyarakat Kota Bitung bahkan pemerintah. Betapa tidak, setiap tahunnya kasus penderita HIV/AIDS semakin meningkat. Fakta membuktikan, tercatat di Dinas Kesehatan kini Kota Bitung sudah memiliki 124 orang yang terdeteksi menderita penyakit mematikan tersebut. Kondisi ini memang terbilang ‘masih baik’ mengingat Bitung dikenal sebagai tempat 'mangkalnya' PSK.

Menurut Kadis Kesehatan dr Ellen Hartono Wuisan MKes, masyarakat yang terkena penyakit ini pasti akan bertambah lagi. “Kasus seperti ini sebenarnya sudah lama diderita warga, akan tetapi proses penemuannya baru sekarang. Seperti gunung es yang perlahan-lahan mencair,” ungkap Wuisan didampingi dr Frangky Soritan dan seorang dokter khusus yag melakukan konseling dengan penderita di ruang kerjanya, kemarin siang.


Selengkapnya: http://www.aids-ina.org/modules.php?name=&file=article&sid=1125


 -----------------------------------------------

Pengelola aids-ina.org

A better way in strengthening strategic information to guide a more effective

Dukung dan kunjungi terus www.aids-ina.org

 


#85 From: "Pengelola www.aids-ina.org" <administrator@...>
Date: Mon Jun 8, 2009 1:09 am
Subject: Klipping Media Masa Terbaru di www.aids-ina.org
komunitasaid...
Offline Offline
Send Email Send Email
 

Kumpulan Berita Media Massa
HIV-AIDS dan Narkoba
Dari Tanggal: 1 June 2009 Sampai Tanggal: 8 June 2009


 

1. Mulai Takut Modif Alat Kelamin

Manado Post, 06 Juni 2009

PENYAKIT menular seksual (PMS), saat ini, terstigma hanyalah AIDS. Padahal, banyak ragam penyakit seksual. Penyakit ini timbul akibat kegiatan seksual, menyerang organ-organ seksual, serta ditularkan melalui hubungan seksual. Di Sulut, malah penyakit kelamin ada yang timbul karena tindakan sebagian orang yang suka memdandani alat vitalnya.

Informasi dihimpun, banyak pejabat Sulut telah mempermak alat kelaminnya. Mulai menyuntik silikon hingga pemasangan hagel. Pemugaran alat kelamin ini banyak dilakukan para pejabat saat berada di luar daerah. Tujuannya, agar pasangan seks-nya mengalami kenikmatan lebih dari biasanya. Tapi tak jarang, akibat tindakan ini ada alat vital pemakainya mengalami masalah ganda: aksesori yang terganggu hingga terjangkit PMS, akibat ingin membuktikan moncernya aksesori itu. “Sejak ada kasus pemasangan hagel bermasalah, banyak orang penting di Sulut mulai takut melakukan hal serupa,” tukas salah satu sumber.

Penyakit seksual bisa menular umumnya paling dikenal adalah AIDS, sipilis atau gonore. Kedua terakhir menyerang organ seksual. Umumnya orang menganggap bahwa penyakit seksual idem dito dengan jenis penyakit seksual menular. Namun tidak seperti anggapan orang bahwa PMS adalah kasus langka. PMS merupakan kasus umum.


Selengkapnya: http://www.aids-ina.org/modules.php?name=&file=article&sid=1203



2. 199 Penderita HIV/AIDS Meninggal

Timor Express, 06 Juni 2009

NTT Kantongi 671 Penderita HIV/AIDS

KUPANG, Timex-Berdasarkan data distribusi kasus HIV/AIDS di tingkat sejak tahun tahun 1997 hingga Mei 2009, NTT mengantongi 671 orang penderita, 199 orang telah meninggal dunia.

Demikian data yang dihimpun Timor Express, Jumat kemarin dari Bidang P2MK (Pencegahan dan Penanggulangan Masalah Kesehatan) seksi P2P (Pencegahan dan Pemberantasan Penyakit) Dinas Kesehatan NTT.

Kepala Dinas Kesehatan NTT, dr. Stefanus Bria Seran, MPH., mengurai bahwa dari 21 kabupaten di NTT yang melaporkan adanya kasus HIV/AIDS yakni 16 kabupaten, sedangkan lima kabupaten lainnya yakni Rote Ndao, Sumba Tengah, Manggarai Timur, Sumba Barat Daya, dan Sabu Raijua belum melaporkan adanya kasus tersebut.


Selengkapnya: http://www.aids-ina.org/modules.php?name=&file=article&sid=1202



3. Ditemukan Gizi Buruk dan Anak Penderita AIDS

Timor Express, 06 Juni 2009

Wagub Kunjungi Panti Rehabilitasi Gizi Haliwen


KUPANG, Timex - Dalam kunjungannya ke Kabupaten Belu, Rabu lalu, Wagub NTT Esthon L Foenay selain meresmikan GOR Rai Belu serta melantik Pengurus KONI Belu, juga menyempatkan diri mengunjungi panti rehabilitasi gizi anak Haliwen.

Dalam kunjungannya ke panti tersebut, Wagub yang didampingi ketua DPRD NTT, Mell Adoe serta Wakil Bupati Belu, Taolin Ludovikus, Karo Kesra Setda NTT, Filemon da Lopez serta Kabid Keolahragaan Dinas PPO NTT, Ary Moelyadi menyempatkan diri melihat dari dekat kondisi panti mulai dari ruang perawatan hingga dapur dan berdiskusi dengan pengelola panti, Antonia Lau soal pengelolaan panti dan penanganan gizi buruk terhadap anak-anak yang dirawat.


Selengkapnya: http://www.aids-ina.org/modules.php?name=&file=article&sid=1201



4. Latih mandikan ODA

Duta Masyarakat, 06 Juni 2009

Enggannya masyarakat untuk memandikan mayat pengidap HIV/Aids mendapat perhatian serius dari Komisi Penanggulangan AIDS Daerah (KPAD) Lamongan. Agar tidak takut dan tertular tertular penyakit mayat pengidap penyait mematikan itu, sebanyak 100 modin akan digelar pelatihan memandikan mayat HIV/Aids atau orang dengan HIV/Aids (ODA).

Sekretaris KPAD Lamongan, Luluk Humam, mengatakan rencana pelatihan bagi modin itu sebagai respon terhadap enggannya masyarakat memandikan jenazah ODA. Pelatihan para modin itu nantinya akan digelar pada medio tribulan ketiga tahun ini atau sekitar bulan Juli hingga September.


Selengkapnya: http://www.aids-ina.org/modules.php?name=&file=article&sid=1200



5. Waspada Teror HIV/AIDS

Manado Post, 05 Juni 2009

Peliput Fadjrin Lamato,Ronald Mokoginta, Firman Toboleu,Stenly Lontoh

KESADARAN warga Sulawesi Utara (Sulut) tetap berperilaku hidup sehat dan tidak menyimpang sangat penting. Hal ini guna mencegah terjadinya penyebaran penyakit HIV/AIDS. Acquired Immunodeficiency Syndrome atau Acquired Immune Deficiency Syndrome (AIDS, merupakan sekumpulan gejala dan infeksi (sindrom) yang timbul karena rusaknya sistem kekebalan tubuh manusia akibat infeksi virus Human Immunodeficiency Virus (HIV).

Orang yang terkena virus ini menjadi rentan terhadap infeksi oportunistik atau mudah terkena tumor. Meski penanganan yang telah ada dapat memperlambat laju perkembangan virus, namun penyakit tersebut belum benar-benar bisa disembuhkan.


Selengkapnya: http://www.aids-ina.org/modules.php?name=&file=article&sid=1199



6. Pasien HIV/AIDS Membeludak, Bed Ditambah

Koran SINDO, 05 Juni 2009

SURABAYA (SI) – Pasien HIV/ AIDS yang terus membeludak dan tidak tertampung di ruang rawat inap Unit Perawatan Intermediet dan Penyakit Infeksi (UPIPI) RSU dr Soetomo bakal sedikit teratasi.

Sebab, rumah sakit milik Pemprov Jatim ini akan menambah lagi 15 unit tempat tidur (bed) di ruang peralihan. Menurut Wakil Direktur Pelayanan Medik (Wadir Yanmed) RSU dr Soetomo, dr Urip Murtejo SpB KL,penambahan 15 unit tempat tidur ini merupakan salah satu upaya untuk mengatasi membeludaknya pasien HIV/AIDS yang perlu menjalani rawat inap.”Jadi,nanti total ada 27 tempat tidur khusus untuk pasien HIV/AIDS.Selain itu,masih ada tempat tidur tambahan yang disediakan jika sewaktu-waktu pasien lebih membeludak,” ujarnya kemarin.


Selengkapnya: http://www.aids-ina.org/modules.php?name=&file=article&sid=1198



7. Sumut miliki 1609 kasus HIV/AIDS

Waspada Online, 05 Juni 2009

FIRMAN SUCI ANANDA


MEDAN - Hingga pertengahan Maret 2009, Sumatera Utara tercatat memiliki 1609 kasus AIDS. "Virus berbahaya ini telah menjangkiti banyak anak muda di Sumatera Utara. Banyak sebab yang menjadi alasan penyebaran virus ini," ucap Koordinator CHS (Center for Health Services), Zailani, kepada Waspada Online, tadi pagi.

Menurutnya, rata-rata penyebaran virus tersebut diakibatkan karena perilaku Heteroseksual dari para remaja. "Sekitar 314 kasus untuk HIV positif dan 480 untuk AIDSU menjangkiti anak muda Sumut dalam penyebaran HIV/AIDS," katanya.


Selengkapnya: http://www.aids-ina.org/modules.php?name=&file=article&sid=1197



8. HIV/AIDS bukan alasan tepat pelarangan nikah

Waspada Online, 05 Juni 2009

FIRMAN SUCI ANANDA

MEDAN - Terkait peringatan Departeman Agama baru-baru ini mengenai pelarangan bagi siapa saja yang menderita penyakit HIV/AIDS untuk menikah, ditentang oleh (CHS) Centre for Health Services Medan.

Kordinator eksekutif CHS, Zailani, kepada Waspada Online, tadi sore, diruang kerjanya menegaskan bahwa menikah bukan faktor penyebab penularan HIV-AIDS, justru menikah merupakan perbuatan yang halal.


Selengkapnya: http://www.aids-ina.org/modules.php?name=&file=article&sid=1196



9. 85 Persen Kasus AIDS Tak Terdeteksi

Surya Online, 05 Juni 2009

Jumat, 5 Juni 2009 | 11:49 WIB | Posts by: Judi Prasetyo

JAKARTA - SURYA- Kasus sindroma merapuhnya kekebalan tubuh (AIDS) baru terdeteksi 15 persen dari angka proyeksi, 85 persen lainnya belum terdeteksi serta tersentuh layanan pemeriksaan maupun pengobatan.

Menurut Sekretaris Komisi Penanggulangan AIDS Nasional Nafsiah Mboi di Jakarta, Rabu, hingga Maret 2009 secara kumulatif kasus AIDS yang terdeteksi sebanyak 16.964 kasus, sementara proyeksi jumlah kasusnya diperkirakan 169.230 sampai 216.820 kasus.


Selengkapnya: http://www.aids-ina.org/modules.php?name=&file=article&sid=1195



10. Papua Dipastikan Ikut Kongres AIDS di Bali

Cenderawasih Pos, 05 Juni 2009

JAYAPURA-Rencananya 9-13 Agustus nanti, Bali akan menjadi tuan rumah International Congress on AIDS in Asia and the Pacific (ICAAP) ke-9, kongres AIDS terbesar di kawasan Asia-Pasifik ini.

Sebanyak 3 000 peserta dari 51 negara Asia dan 14 negara Pasifik diperkirakan hadir dalam kongres ini. Dari 3000 peserta ini, dipastikan hampir seluruh KPA kabupaten/kota dan KPA Provinsi Papua akan mengambil bagian.


Selengkapnya: http://www.aids-ina.org/modules.php?name=&file=article&sid=1194



11. RSU Rawat 10 Pengidap HIV/AIDS

Timor Expess, 05 Juni 2009

Data Rekam Medik Sejak Januari

KUPANG, Timex-Meskipun belum diketahui perbandingan pasien pengidap HIV/AIDS dari tahun ini dengan tahun-tahun sebelumnya, namun yang jelas menurut data rekam medik RSU Prof. DR. WZ. Yohanes Kupang, bahwa untuk tahun 2009 pengidap penyakit tersebut sebanyak 10 kasus.

Kepala Bagian perencanaan dan rekam medis, drg. Maria Krisidea Stiyawati kepada koran ini, saat dimintai keteranganya, Kamis (4/6) kemarin via ponsel menyebutkan bahwa dalam 10 kasus yang ditangani RSU Yohanes tersebut hingga kemarin belum ada yang meninggal dunia.


Selengkapnya: http://www.aids-ina.org/modules.php?name=&file=article&sid=1193



12. Cegah AIDS, Global Fund Kucurkan Rp12,6 Miliar

Riau Pos, 05 Juni 2009

PEKANBARU (RP) -Lembaga asing Global Fund segera mengucurkan dana sebesar Rp12,6 miliar untuk pencegahan dan penanggulangan HIV/Aids di Riau. Anggaran sebesar itu bakal diterima pada 1 Juli 2009 mendatang. Dana ini dipergunakan hingga 31 Juli 2011 nanti.

Hal ini diungkapkan Sekretaris KPA (Komisi Penanggulangan Aids) Nasional Dr Nafsiah Mboi SpA MPH kepada wartawan, Kamis (4/6), usai bertemu dengan Wakil Gubernur Riau HR Mambang Mit.


Selengkapnya: http://www.aids-ina.org/modules.php?name=&file=article&sid=1192



13. 800 pengidap HIV/AIDS di Maluku

Waspada Online, 04 Juni 2009

AMBON - Jumlah pengidap HIV/AIDS di Maluku sejak 1994 hingga periode Maret 2009 mencapai 800 orang, 489 mengidap HIV dan 311 sudah dinyatakan positif AIDS.

"Pengidap terbanyak sekitar 83 persen berusia 15-39 tahun, dan sisanya 17 persen berusia 40-60 tahun," kata Sekretaris Komisi Penanggulangan AIDS (KPA) Provinsi Maluku, Syamsuddin Asis di Ambon, tadi malam.

Ia mengungkapkan, 64 persen penderita berjenis kelamin perempuan, kebanyakan penjaja seks komersial, dan 36 persen laki-laki.


Selengkapnya: http://www.aids-ina.org/modules.php?name=&file=article&sid=1191



14. Koordinasi Penanganan di Kota Medan Lemah

Koran SINDO, 04 Juni 2009

MEDAN (SI) – Penanggulangan penyebaran HIV/AIDS di Kota Medan masih jauh dari harapan.Pasalnya, dana yang cukup dan keberadaan lembaga swadaya masyarakat (LSM) peduli AIDS tidak didukung koordinasi antar stakeholder.

Seorangpenggiat AIDSBadurani Lubis yang pendiri Galatea mengungkapkan, Kota Medan sudah termasuk dalam kategori lampu merahuntukpenanggulangan AIDS. “Jangan tanya soal dana, kami punya banyak dan berlimpah. Lalu soal LSM,banyak LSM yang sangat peduli dengan AIDS.Semua kita punya. Namun, jika kita berjalan sendiri- sendiri tanpa ada koordinator dan mediasinya, ya tentu sulit menangani persoalan,” ungkapnya.


Selengkapnya: http://www.aids-ina.org/modules.php?name=&file=article&sid=1190



15. Kasus AIDS Dekati 17 Ribu

Radar Timika Online, 04 Juni 2009

JAKARTA - Persebaran kasus AIDS di tanah air terus menunjukkan perkembangan luar biasa. Komisi Penanggulangan AIDS Nasional (KPAN) menyebut, secara kumulatif hingga Maret 2009 tercatat 16.964 kasus AIDS. Tingginya angka itu disebabkan masih terbatasnya sumberdaya, baik tenaga kesehatan maupun akses atas fasilitas pencegahan, pemeriksaan, dan pengobatan.

"Tren persebaran AIDS terus meningkat. Karena itu, harus ada perhatian lebih dari pemerintah," ujar Sekretaris KPAN Nafsiah Mboi kemarin (3/6).


Selengkapnya: http://www.aids-ina.org/modules.php?name=&file=article&sid=1189



16. Kasus AIDS Dekati 17 Ribu

Pos Metro Balikpapan Online, 04 Juni 2009

JAKARTA--Penyebaran kasus AIDS di tanah air terus menunjukkan perkembangan luar biasa. Komisi Penanggulangan AIDS Nasional (KPAN) menyebut, secara kumulatif hingga Maret 2009 tercatat 16.964 kasus AIDS. Tingginya angka itu disebabkan masih terbatasnya sumberdaya, baik tenaga kesehatan maupun akses atas fasilitas pencegahan, pemeriksaan, dan pengobatan.

"Tren persebaran AIDS terus meningkat. Karena itu, harus ada perhatian lebih dari pemerintah," ujar Sekretaris KPAN Nafsiah Mboi kemarin (3/6).


Selengkapnya: http://www.aids-ina.org/modules.php?name=&file=article&sid=1188



17. HIV/AIDS Di Maluku Capai 800 Kasus

Harian Berita Sore, 04 Juni 2009

Ambon ( Berita ) : Jumlah pengidap HIV/AIDS di Maluku sejak 1994 hingga periode Maret 2009mencapai 800 orang, 489 mengidap HIV dan 311 sudah dinyatakan positif AIDS.

“Pengidap terbanyak sekitar 83 persen berusia 15-39 tahun, dan sisanya 17 persen berusia 40-60 tahun,” kata Sekretaris Komisi Penanggulangan AIDS (KPA) Provinsi Maluku, Syamsuddin Asis, kepada ANTARA di Ambon, Rabu [03/06] .


Selengkapnya: http://www.aids-ina.org/modules.php?name=&file=article&sid=1187



18. 233 Penduduk Manado Terinfeksi HIV/AIDS

Republika Online, 04 Juni 2009

MANADO-- Jumlah orang yang terinfeksi HIV (Human Immunodeficiency Virus) dan AIDS (Acquired Immunodeficiency Syndrome) di Manado, Sulawesi Utara, hingga akhir Mei 2009, mencapai 233 orang.

Kepala Bidang Pengendalian Penyakit dan Penyehatan Lingkungan Dinas Kesehatan Manado, Drs. Noldi Mandolang, Bsc. mengemukakan hal itu di Manado, Kamis.

"Orang yang terinfeksi HIV/AIDS di Manado sudah banyak dan lebih dari dua ratus orang, tetapi ada yang berasal dari luar dan terdata di Kota Manado," katanya.


Selengkapnya: http://www.aids-ina.org/modules.php?name=&file=article&sid=1186



19. Lembaga Asing Bantu Riau Rp 12,6 M untuk Tanggulangi HIV/AIDS

Berita Riau, 04 Juni 2009

Upaya penanggulangan HIV/AIDS di Riau mendapatkan sokongan asing. Sebuah lembaga mengucurkan bantuan sebesar Rp 12,6 miliar.

Riauterkini-PEKANBARU- Upaya penanggulangan sekaligus pencegahan penyebaran virus HIV/AIDS di Riau tahun ini diharapkan lebih maksimal. Pasalnya, selain mendapatkan bantuan dari APBD Riau, juga ada kucuran dana sebesar Rp 12,6 miliar dari Global Fund, sebuah lembaga dunia non-profit yang didirikan khusus penanggulangan HIV/AIDS, TBC dan malaria.


Selengkapnya: http://www.aids-ina.org/modules.php?name=&file=article&sid=1185



20. Dua Ibu Rumah Tangga Idap HIV/AIDS

Timor Express, 04 Juni 2009

Kini Diopname di RSU Kupang

KUPANG, Timex--Berdasarkan data baru yang dikantongi oleh Komisi Penanggulangan AIDS Daerah (KPAD) Kota Kupang, terdapat penambahan dua pengidap virus mematikan, HIV/AIDS di Kota Kupang. Keduanya adalah ibu rumah tangga, yang kini sedang menjalani perawatan di RSU Kupang.Sekretaris KPAD Kota Kupang, Bastian Benufinit, kepada Timor Express, selasa (2/6) lalu di Balaikota menjelaskan adanya fakta itu.

Ia mengurai, kedua ibu rumah tangga yang demi kenyamanan mereka, identitasnya dirahasiakan. "Kita sudah identifikasi, seorang ibu sudah empat hari diopname di RSU Kupang. Ibu ini sudah beberapa bulan yang lalu melahirkan dan anaknya juga kemungkinan juga mengidap virus ini,"jelasnya.


Selengkapnya: http://www.aids-ina.org/modules.php?name=&file=article&sid=1184



21. 85 Persen Kasus AIDS Tidak Terdeteksi

Harian Analisa, 04 Juni 2009

Jakarta, (Analisa)

Kasus sindroma merapuhnya kekebalan tubuh (AIDS) baru terdeteksi 15 persen dari angka proyeksi, 85 persen lainnya belum terdeteksi serta tersentuh layanan pemeriksaan maupun pengobatan.

Menurut Sekretaris Komisi Penanggulangan AIDS Nasional Nafsiah Mboi di Jakarta, Rabu, hingga Maret 2009 secara kumulatif kasus AIDS yang terdeteksi sebanyak 16.964 kasus, sementara proyeksi jumlah kasusnya diperkirakan 169.230 sampai 216.820 kasus.


Selengkapnya: http://www.aids-ina.org/modules.php?name=&file=article&sid=1183



22. HIV/AIDS di Jabar 4.520 Kasus

Galamedia, 04 Juni 2009

KUNINGAN,(GM)-
Kepengurusan Komisi Penanggulangan AIDS (KPA) Kab. Kuningan yang memiliki kepedulian terhadap perkembangan HIV dan AIDS dilantik. Kepengurusan KPA masa bakti 2009-2014 ini dilantik oleh Sekretaris KPA Jawa Barat, Dr. Ruhiyat, M.Si., Rabu (3/6) di Pendopo Setda Kuningan.

Ruhiyat menyebutkan, data kasus HIV dan AIDS di Jawa Barat hingga Maret 2009, tercatat sebanyak 4.520 orang terjangkit virus mematikan tersebut, terdiri atas 2.682 penderita AIDS dan 1.838 HIV. Sebanyak 70% berada pada kelompok usia produktif, 20-39 tahun, dan faktor risiko penyebab terbesar 67% akibat jarum suntik.


Selengkapnya: http://www.aids-ina.org/modules.php?name=&file=article&sid=1182



23. Rp.12,6 Miliar Tanggulangi HIV/AIDS di Riau

RiauInfo.com, 04 Juni 2009

GLOBAL FUN TEMUI KPA RIAU...

Surya

PEKANBARU (RiauInfo) - Lembaga Dunia non profit, Global Fund, secara resmi menyatakan penyaluran bantuan untuk pencegahan penenggulangan penyebaran virus HIV/AID ke Provinsi Riau. Lembaga dunia penanggulangan HIV/AIDS, TBC dan malaria ini menyalurkan bantuan Rp.12,6 miliar untuk penanggulangan HIV/AID di Riau tahun ini.

Sekretaris Komisi Nasional Penanggulangan AIDS (KPA) Nasional, Nafsiah Mboy, secara langsung datang menemui Wakil Gubernur Riau Raja Mambang Mit yang juga menjabat ketua Komisi Penanggulangan AIDS (KPA) Provinsi Riau, Kamis (4/6/2009) ini di Pekanbaru.


Selengkapnya: http://www.aids-ina.org/modules.php?name=&file=article&sid=1181



24. Cegah HIV, Pasangan Calon Pengantin Wajib Tes Kesehatan

Bengkulu Express, 04 Juni 2009

Terkait hal itu. Wakil Gubernur HM Syamlan Lc meminta semua masyarakat Bengkulu untuk mewasdai dan berhati-hati terhadap penyakit itu. Salah satunya dengan cara menjaga pergaulan yang baik. Selain itu, Syamlan mengingatkan bagi pemuda-pemudi yang mau nikah jangan sampai tertipu dengan mendapatkan pasangan yang sudah terkena HIV/AIDS.

Bahkan, dikatakan Syamlan, saat ini Departemen Agama (Depag) Bengkulu minta mengkaji perlunya tes kesehatan terhadap pasangan yang akan menikah. Bahkan itu dijadikan salah satu persyaratan pernikahan. Supaya, pasangan yang akan menikah itu tahu apakah calon suami, atau calon istrinya itu bebas dari penyakit HIV/AIDS. Jika mereka sudah mengetahui jika salah satu pasangannya itu mengidap HIV, tapi mereka tetap akan menikah, ya tidak masalah, asal mau menanggung risikonya, katanya.


Selengkapnya: http://www.aids-ina.org/modules.php?name=&file=article&sid=1180



25. 800 Pengidap HIV/AIDS di Maluku

Antara News, 04 Juni 2009

Ambon (ANTARA News) - Jumlah pengidap HIV/AIDS di Maluku sejak 1994 hingga periode Maret 2009 mencapai 800 orang, 489 mengidap HIV dan 311 sudah dinyatakan positif AIDS.

"Pengidap terbanyak sekitar 83 persen berusia 15-39 tahun, dan sisanya 17 persen berusia 40-60 tahun," kata Sekretaris Komisi Penanggulangan AIDS (KPA) Provinsi Maluku, Syamsuddin Asis, kepada ANTARA di Ambon, Rabu.

Ia mengungkapkan, 64 persen penderita berjenis kelamin perempuan, kebanyakan penjaja seks komersial, dan 36 persen laki-laki.


Selengkapnya: http://www.aids-ina.org/modules.php?name=&file=article&sid=1179



26. People with deadly virus continue to face stigma

the Jakarta Post Online, 03 Juni 2009

Luh De Suriyani, The Jakarta Post , Denpasar | Wed, 06/03/2009 2:35 PM | Bali

Thirty-three-year-old Nyoman Masni looked nervous as she received antiretroviral treatment - to prevent the transmission of HIV to her unborn baby - at Sanglah General Hospital, in Denpasar, last Wednesday.

Masni, a resident of Klungkung regency, works as a street cleaner."Please, don't tell my family and neighbors that I am having thistreatment because I would be exiled from the community," she pleaded.

Masni is undergoing antiretroviral therapy (PMTCT) at the hospital and is six months pregnant with her fifth baby. She is very skinny and pale.


Selengkapnya: http://www.aids-ina.org/modules.php?name=&file=article&sid=1178



27. Di Minut HIV AIDS Meningkat

Berita Manado, 03 Juni 2009

Minut. Pertambahan penderita HIV AIDS di kabupaten Minahasa Utara mengkhawatirkan. Menurut data yang ada di Dinas Kesehatan Minahasa Utara, tahun 2008 lalu, terdapat penderita HIV 19 orang, dan AIDS 14 orang. Namun di tahun 2009, terjadi peningkatan. Penderita HIV 21 orang, sedangkan penyandang AIDS sebanyak 15 orang.


Selengkapnya: http://www.aids-ina.org/modules.php?name=&file=article&sid=1177



28. Jumlah pengidap HIV/AIDS di Sumut meningkat

Waspada Online, 03 Juni 2009

PRAWIRA SETIABUDI

MEDAN - Pengidap Human Immunodeficiency Virus/Acquired Immune Deficiency Syndrome (HIV/AIDS) di Sumatera Utara diperkirakan mengalami peningkatan. Hal ini dapat dilihat dari jumlah kunjungan pasien HIV/AIDS ke RSUP H Adam Malik yang mencapai 150 orang sampai akhir Mei ini.

"Kita akui pasien HIV/AIDS semakin bertambah," kata koordinator klinik VCT (Voluntary Counseling and Testing) Pusat Pelayanan Khusus RSUP H Adam Malik, Rahmad Nur Kurniawan kepada Waspada Online di Medan, tadi siang.


Selengkapnya: http://www.aids-ina.org/modules.php?name=&file=article&sid=1176



29. Forum AIDS Se-Asia Pasifik Akan Digelar di Bali

Tempointeraktif, 03 Juni 2009

TEMPO Interaktif, Jakarta: Bali akan menjadi tuan rumah Kongres Internasional AIDS se Asia dan Pasifik (ICAAP) yang ke-9 pada 9-13 Agustus mendatang. "Kami harap kongresnya nanti tidak terkotak-kotak antara medis, sosial maupun akademisi," ujar Wakil Ketua Panitia Kongres Samsuridjal Djauzi dalam temu wartawan di Menara Eksekutif Jakarta (3/6).

Diakuinya ketika kongres AIDS ditemukan forum dimana akademisi hanya mau berkumpul dengan sesamanya, begitu pula ahli medis dengan ahli medis. Maka dalam forum ini nantinya, Samsuridjal berjanji pengkotak-kotakan itu tak lagi terjadi.


Selengkapnya: http://www.aids-ina.org/modules.php?name=&file=article&sid=1175



30. Lelaki Penyuka Seks Komersial Tak Suka Kondom

Tempointeraktif, 03 Juni 2009

TEMPO Interaktif, Jakarta: Evaluasi Komisi Nasional AIDS Indonesia menunjukkan hanya 35 persen lelaki penyuka seks komersial yang memakai kondom. "Kalau yang makai kondom secara konsisten 60 persen saja, angka kasus baru AIDS akibat seks komersial akan turun drastis," papar Sekretaris Komisi Nasional AIDS Nafsiah Mboi di Menara Eksekutif Jakarta Rabu (3/6)

Lelaki pemakai seks komersial di Indonesia diakuinya tidak menyukai memakai kondom. Padahal 50 juta wanita di Asia yang terinfeksi HIV berasal dari suaminya yang suka menjalani seks komersial. Tapi Nafsiah mencatat penggunaan kondom diantara pekerja seks komersial berdasarkan data Integrated Biological Behavioral Surveillance (IBBS), mengalami peningkatan dari 25 persen (2002) menjadi 34,8 persen (2007). Menurutnya ini kemajuan yang bagus, meski kuncinya ada di kesediaan pihak laki-laki untuk memakai kondom.


Selengkapnya: http://www.aids-ina.org/modules.php?name=&file=article&sid=1174



31. Kongres AIDS Asia Pasifik Digelar di Bali

Okezone.com, 03 Juni 2009

Dewi Arta - Okezone

MENDENGAR Acquired Immune Deficiency Syndrome (AIDS) memang momok yang sangat menakutkan. Apalagi jumlah penderita AIDS semakin meningkat dan tanpa pandang bulu membidik penderitanya.

Merespons makin besarnya tantangan dalam menghadapi masalah AIDS di wilayah Asia-Pasifik, maka pada 9-13 Agustus mendatang akan diselenggarakan International Congress on AIDS in Asia and the Pacific (ICAAP) ke-9 di Bali. Sebanyak 3.000 peserta dari 51 negara Pasifik diperkirakan hadir dalam kongres ini.


Selengkapnya: http://www.aids-ina.org/modules.php?name=&file=article&sid=1173



32. Ayah, Ibu, dan Anak Terinfeksi HIV

Suara Merdeka, 03 Juni 2009

GROBOGAN Tiga warga di Kecamatan Tegowanu, yang terdiri atas ayah, ibu dan anak diketahui mengidap virus Human Immunodeficiency Virus (HIV). Mereka adalah TH (29), H (22), dan PAW (4), yang baru saja pulang dari merantau di Makasar Sulawesi Selatan.

TH, selama berada di luar Jawa menghidupi keluarganya sebagai buruh bangunan. Keluarga itu diketahui terinfeksi virus yang menyerang sistem kekebalan tubuh, setelah memeriksakan diri, ke RSUD Kota Semarang beberapa waktu lalu.

"Keluarga itu memang baru saja pulang dari Makasar. Kepulangannya, juga karena TH menderita depresi ketika bekerja disana," kata Plh Kepala Dinas Kesehatan Grobogan dokter Johari Angkasa kepada wartawan Selasa siang.


Selengkapnya: http://www.aids-ina.org/modules.php?name=&file=article&sid=1172



33. 68 Pengidap HIV/AIDS di Sumsel Meninggal

Koran SINDO, 03 Juni 2009

PALEMBANG(SI) – Komisi Penanggulangan AIDS (KPA) Provinsi Sumsel melansir jumlah kasus HIV/ AIDS di Sumsel semakin meningkat dari tahun ke tahun.

Berdasarkan data Maret 2009 pengidap HIV sebanyak 437 kasus,AIDS sebanyak 192 kasus yang tersebar di 13 kabupaten/kota.Dan di antaranya 68 orang telah dinyatakan meninggal dunia. Ketua KPA Provinsi Sumsel H Eddy Yusuf yang juga Wakil Gubernur Sumsel mengatakan, epidemi HIV/AIDS setiap tahunnya meningkat.


Selengkapnya: http://www.aids-ina.org/modules.php?name=&file=article&sid=1171



34. HIV AIDS Menggurita di Sintang

Equator News Online, 03 Juni 2009

57 Orang Positif, 11 Tewas

SINTANG. Fenomena gunung es untuk menggambarkan penyebaran virus HIV/AIDS terjadi di Kabupaten Sintang, Melawi dan Sekadau. Dalam kurun waktu tiga tahun terakhir, jumlah penderita meningkat. Didominasi para Pekerja Seks Komersial (PSK), bahkan dua Waria positif terkena virus mematikan itu. Data dari Volunteer Counseling and Testing (VCT) di RSUD Ade M Djoen Sintang yang meliputi wilayah kerja tiga kabupaten itu mencatat pada Januari-Maret 2009 terjadi penambahan penderita sebanyak 17 orang. Setiap tahunnya memang bertambah. Pada 2006 hanya 9 orang penderita, 2007 naik menjadi 14 orang, kemudian pada 2008 naik menjadi 17 orang. Jumlah total Orang Dengan HIV/AIDS (ODHA) yang sudah terinfeksi virus Human Immunodeficiency Virus (HIV) dan Acquired Immunodeficiency Syndrome (AIDS) mencapai 57 orang. Dari jumlah tersebut, 11 orang di antaranya sudah meninggal dunia. Dari 57 orang penderita, 35 orang di antaranya perempuan, laki-laki 20 orang dan waria 2 orang. Selain itu, 3 orang sudah melahirkan dan 1 orang bayinya positif terinfeksi. Rata-rata yang terjangkit adalah orang dengan usia produktif 15-25 tahun. "Angka penderita itu diperkirakan akan terus bertambah pada 2009 ini," kata Direktur RSUD Ade M Djoen Sintang dr H Sidiq Handanu Widoyono MKes, kepada Equator, Selasa (2/6) di ruang kerjanya, kemarin. Kondisi itu menyebabkan perlunya digencarkan sosialisasi oleh para petugas lapangan. Sasarannya untuk menggiring orang dengan risiko tinggi terkena virus tersebut. Bahkan dalam setahun ditargetkan bisa memeriksakan sekitar 900 orang di klinik VCT. "Tiap tahun cenderung meningkat. Kita harapkan semakin banyak yang memeriksakan diri di VCT ini," terang Handanu. Terkait stock obat dan peralatan di klinik, Handanu menyatakan tidak ada masalah karena dalam kondisi siap meskipun terjadi lonjakan penderita. Adapun obat-obatan itu meliputi Nepiral dan Dupiral. Namun, demikian untuk orang yang berisiko tinggi terkena virus tersebut, diharuskan memeriksakan diri setiap 3 bulan sekali di VCT. Sementara Indra, salah seorang petugas lapangan dari Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) yang aktif sosialisasi serta menggiring orang yang berisiko tinggi terkena HIV-AIDS mengatakan, tetap berkomitmen menangani hal ini. "Walaupun saya hanya petugas lapangan, kita tetap komitmen. Target kita dalam sehari, satu orang atau lebih dapat memeriksakan diri di VCT," ungkapnya. (sry).


Selengkapnya: http://www.aids-ina.org/modules.php?name=&file=article&sid=1170



35. Seorang Balita Meninggal karena AIDS

Pikiran Rakyat, 02 Juni 2009

SUKABUMI, (PRLM).-Penderita AIDS (Acquired Immune Deficiency Syndrome) di Kota Sukabumi terus mengalami peningkatan. Hingga awal Juni 2009 ini, jumlah penderita yang terjangkit human immunodeficiency virus (HIV) sudah mencapai 317 orang. Dari sebanyak itu, terdata 187 orang penderita AIDS. Bahkan dari sebanyak itu penderita masih berusia bayi lima tahun (Balita). Dan satu orang balita dinyatakan meninggal karena menderita AIDS.


Selengkapnya: http://www.aids-ina.org/modules.php?name=&file=article&sid=1169



36. Bapas jalin kerjasama tingkatkan kualitas PK

Waspada Online, 02 Juni 2009

JAKARTA - Balai Pemasyarakatan (Bapas) Klas I Jakarta Pusat menjalin kerjasama dengan beberapa lembaga guna meningkatkan kualitas klien pemasyarakatan dan petugas pembimbing kemasyarakatan (PK).

Hal ini ditandai dengan penandatanganan nota kesepahaman dengan Universitas Indonesia (UI) dan Yayasan Pelita Ilmu dalam acara peresmian gedung Bapas Klas I Jakarta Pusat, Senin.

"Kapasitas Bapas besar sementara SDM (sumber daya manusia) sedikit dan kualitasnya tidak begitu bagus," kata kepala Bapas Klas I Jakarta Pusat, Priyadi usai acara.


Selengkapnya: http://www.aids-ina.org/modules.php?name=&file=article&sid=1168



37. Sulit mencegah transaksi seks terhadap remaja

Waspada Online, 02 Juni 2009

PRAWIRA SETIABUDI

MEDAN - Sulit untuk mengatasi terjadinya transaksi seks yang sering dilakukan terhadap kaum remaja pada saat ini, terutama kaum remaja di Sumatera Utara. Demikian penuturan ketua VCT (Voluntary and Counseling Testing) Posyansus (Pos Pelayanan Khusus) dan ketua Konselor HIV/AIDS (Human Immunodeficiency Virus/ Acquired Immune Deficiency Syndrome) RSUP H Adam Malik Medan, Rahmad Kurniawan, kepada Waspada Online, siang ini.

“Kebiasaan para remaja melakukan transaksi seks tersebut dikarenakan oleh beberapa alasan antar lain motif ekonomi, frustasi ditinggal pacar, dan ada juga yang pernah menjadi korban perdagangan wanita sehingga kini dia berkelanjutan,” katanya.


Selengkapnya: http://www.aids-ina.org/modules.php?name=&file=article&sid=1167



38. Dua Penderita HIV/Aids di Luwuk Menghilang

Radar Sulteng Online, 02 Juni 2009

LUWUK – Pengidap penyakit human immunodeficiency virus (HIV)/ acquired immune deficiency syndrome (Aids) di Kabupaten Banggai bertambah menjadi lima orang. Satu di antaranya meninggal dunia sekitar tiga bulan lalu. Kini keberadaan dua di antara empat penderita penyakit mematikan itu belum diketahui atau menghilang.

Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Banggai dr Haryadi, M.Kes kepada Radar Sulteng Senin (1/6) mengatakan, hasil deteksi terhadap keempat pengidap penyakit itu terus dilakukan oleh petugas yang ditugaskan khusus melakukan pemantauan. Tetapi, kata Haryadi, dua di antara penderita yang diketahui berjenis kelamin perempuan telah meninggalkan Kabupaten Banggai. Belum diketahui di mana tempat domisili kedua wanita yang berusia di bawah 30 tahun itu. “Kita sudah melakukan investigasi di lapangan tetapi belum ditemukan,” katanya.


Selengkapnya: http://www.aids-ina.org/modules.php?name=&file=article&sid=1166



39. Malam Renungan HIV/AIDS Se-Dunia Meriah

Harian Berita Sore, 02 Juni 2009

MEDAN (Berita): Puluhan orang yang tergabung dalam enam elemen organisasi kema- syarakatan yakni Kelompok Dukungan Sebaya (KDS), Jaringan Korban Nafza Sumatera Utara (Jarkons), Perempuan ODHA dan OHIDHA (Permata), Komunitas Gay atau Homoseksual Sumatera Utara (Primas), Organisasi Pekerja Seksa Indonesia (Opsi) dan Perkumpulan Waria (Perwari) mengadakan hari peringatan HIV/AIDS Sedunia, yang dilaksana-kan di Hotel Royal Perintis Medan, kemarin Malam.

Dalam pertemuan tersebut, mereka mendeklarasikan diri sebagai bagian dari upaya pe-nangulangan HIV/AIDS dan terus mendukung dan siap be-kerjasama dengan semua pihak yang bergerak dalam respon serta tanggungjawab dalam program penanggulangan HIV/AIDS.


Selengkapnya: http://www.aids-ina.org/modules.php?name=&file=article&sid=1165



40. Matinya selara nasibnya yang sebatang kara

Duta Masyarakat, 02 Juni 2009

AKHIR HIDUP PENDERITA HIV/AIDS DI LAMONGAN

Jiwa An, salah satu penderita HIV/Aids di Lamongan akhirnya tidak tertolong. Perempuan 25 tahun ini meregang nyawa saat dalam perawatan tim medis RS dr Soetomo Surabaya, akhir bulan kemarin.

KADAM MUSTOKO
LAMONGAN

ak banyak yang tahu, jenazah siapa yang dikebumikan di salah satu pemakaman umum di kota Lamongan, Minggu pagi itu. Tapi bagi tetangga dekat tidak asing lagi. Karena yang dikebumikan itu merupakan jenazah An, yang sempat menjadi gunjingan warga sekitar.


Selengkapnya: http://www.aids-ina.org/modules.php?name=&file=article&sid=1164



41. Mojokerto, Enam Besar Penderita HIV

Republika Online, 01 Juni 2009

MOJOKERTO - Kota Mojokerto termasuk kota terbanyak ke enam di Jawa Timur dengan penderita Human Immunodeficiency Virus (HIV).

Sesuai dengan data Dinas Kesehatan Kota Mojokerto, sampai Mei 2009 tercatat jumlah penderita HIV mencapai 120 orang, kata Manajer Kasus "voluntary consulting testing" (VCT) Kota Mojokerto, Eko Budiono saat dikonfirmasi di Mojokerto, Senin (1/6).

Ia mengemukakan, secara nasional jumlah penderita HIV di Jawa Timur masuk peringkat ketiga setelah DKI Jakarta dan Papua. Sebelumnya, Jawa Timur menduduki peringkat 4.


Selengkapnya: http://www.aids-ina.org/modules.php?name=&file=article&sid=1163



42. Dinkes Sumut terima ARV dari Depkes

Waspada Online, 01 Juni 2009

PRAWIRA SETIABUDI

MEDAN - Dinas Kesehatan (Dinkes) Sumatera Utara akhirnya menerima stok obat anti retroviral (ARV) untuk pengidap HIV/AIDS (Human Immunodeficiency Virus/ Acquired Immune Deficiency Syndrome) dari Departemen Kesehatan (Depkes) untuk 3 bulan ke depan.

Kepala Dinas Kesehatan Sumut, Candra Syafei, mengatakan, stok ARV untuk 3 bulan kedepan ini akan di sebar ke rumah sakit yang telah melaporkan stok ARV nya telah menipis maupun sudah habis.


Selengkapnya: http://www.aids-ina.org/modules.php?name=&file=article&sid=1162



43. Penderita HIV Baru di Mojokerto Kebanyakan Usia Produktif

Surya Online, 01 Juni 2009

Senin, 1 Juni 2009 | 15:50 WIB | Posts by: Sugeng Wibowo

MOJOKERTO | SURYA Online - Kota Mojokerto termasuk kota terbanyak ke enam di Jawa Timur (Jatim) dengan penderita Human Immunodeficiency Virus (HIV).

Sesuai dengan data Dinas Kesehatan Kota Mojokerto, sampai Mei 2009 tercatat jumlah penderita HIV mencapai 120 orang, kata Manajer Kasus “voluntary consulting testing” (VCT) Kota Mojokerto, Eko Budiono saat dikonfirmasi di Mojokerto, Senin (1/6).

Menurutnya, secara nasional jumlah penderita HIV di Jatim masuk peringkat ketiga setelah DKI Jakarta dan Papua. Sebelumnya, Jatim menduduki peringkat 4. Sementara di Kota Mojokerto sendiri masuk peringkat ke enam di Jawa Timur setelah Surabaya, Banyuwangi, Malang, Tulungagung dan Sidoarjo.


Selengkapnya: http://www.aids-ina.org/modules.php?name=&file=article&sid=1161



44. Perempuan dan ancaman traficking

Wawasan Digital, 01 Juni 2009

DALAM lintasan waktu, traficking atau perdagangan perempuan dan anak (perempuan), menjadi isu yang terus menggelinding dan terdengar di telinga kita. Berbagai media massa baik cetak mapun elektronik juga kerap memberitakan traficking dengan pelbagai modus operandi yang dilakukan oleh para pelakunya.

Trafiking adalah tindak kejahatan yang mengeksploitasi seseorang, terutama perempuan dan anak. Mengapa perempuan dan anak? Ya, mungkin karena perempuan dan anak dianggap sebagai sosok yang lemah, terutama yang tingkat pendidikannya rendah dan taraf kehidupan ekonominya tidak memadai.


Selengkapnya: http://www.aids-ina.org/modules.php?name=&file=article&sid=1160



45. PSK Sunan Kuning tolak kondom subsidi

Wawasan Digital, 01 Juni 2009

KALIBANTENG KULON - Pekerja Seks Komersial (PSK) di lingkungan resosialisasi Argorejo (Lokalisasi Sunan Kuning), mengeluhkan kualitas dan kuantitas kondom. Pasalnya, kondom yang dibagikan kepada mereka secara gratis itu, mempunyai bentuk fisik yang lebih tebal, dan tanpa pelicin.

"Anak asuh lebih memilih membeli kondom komersial, daripada menggunakan kondom gratis pemberian Dinas Kesehatan tersebut," ujar Ketua Pengurus Resosialisasi Argorejo, Suwandi Eko Putranto, kemarin.

Dia menjelaskan, dari sekitar 750 anak asuh, setiap bulan pihaknya mendapat jatah tiga bungkus besar kondom. Masing-masing bungkus itu, berisi sekitar seribu buah. Jika diasumsikan setiap PSK melayani tamu sekurangnya dua kali dalam masa kerja selama 20 hari, jumlah yang diberikan tersebut sangat tidak mencukupi.


Selengkapnya: http://www.aids-ina.org/modules.php?name=&file=article&sid=1159


 

Pengelola aids-ina.org

A better way in strengthening strategic information to guide a more effecctive

Dukung dan kunjungi terus www.aids-ina.org 

 


#88 From: "Pengelola www.aids-ina.org" <administrator@...>
Date: Sun Jun 21, 2009 11:55 pm
Subject: Klipping Media Masa Terbaru di www.aids-ina.org
komunitasaid...
Offline Offline
Send Email Send Email
 

Kumpulan Berita Media Massa
HIV-AIDS dan Narkoba
Dari Tanggal: 15 June 2009 Sampai Tanggal: 22 June 2009


 

1. Anak jalanan rentan terinfeksi HIV/AIDS

Waspada Online, 20 Juni 2009

PRAWIRA SETIABUDI

MEDAN - Anak- anak jalanan yang banyak hidup berkeliaran di jalan-jalan dan beberapa tempat di seputar Kota Medan ini merupakan sosok yang paling rentan terkena virus HIV&AIDS. Demikian menurut kepala sub bidang Pencegahan dan Pemberantasan Penyakit (P2P) Dinas Kesehatan Medan, Rumondang. melalui unit penanggulangan penyakit HIV/AIDS Dinkes Medan Mardohar Tambunan.

Menurut Mardohar, yang biasa di panggil Dr.Edo ini kepada Waspada online mengatakan, anak-anak jalanan memang rentan terkena HIV/AIDS,karena ruang lingkupnya sangat luas dan tidak terjangkau.


Selengkapnya: http://www.aids-ina.org/modules.php?name=&file=article&sid=1284



2. HIV versus mankind, the battle rages-on!

the Jakarta Post Online, 20 Juni 2009

Halim Danusantoso, JAKARTA | Sat, 06/20/2009 11:12 AM | Opinion

Almost all aspects of HIV have now been elucidated, and more than 15 potent antiretrovirals (with more to follow), have become available.

There are HIV programs across the world, involving innumerable governmental agencies and NGOs. Nevertheless, the disease continues to spread and AIDS patients are still dying every day, especially in developing countries. This is the greatest irony of the turn of this century.

The good news is that now HIV+ people from rich countries or those financially able to get good medical care need not die from AIDS anymore. They can live a normal life and might have the same life-expectancy as those who are uninfected. The most prominent example is the former basketball star Magic Johnson, who has appeared on the cover of Time magazine several times. Unfortunately, Magic’s fate is not shared by most, if not all, people in developing countries.


Selengkapnya: http://www.aids-ina.org/modules.php?name=&file=article&sid=1283



3. Pengidap HIV/AIDS Bengkulu Terancam

Bengkulu Express, 20 Juni 2009

Tes ini yang biasa disebut sebagai total lymphocyte count atau TLC. Jika jumlah CD4 tidak terpantau, maka semakin rusak sistem kekebalan, semakin rendah TLC, terangnya.

Akibat dari infeksi HIV itu adalah kerusakan pada sistem kekebalan tubuh. HIV membunuh satu jenis sel darah putih yang disebut sel CD4. Sel ini adalah bagian penting dari sistem kekebalan tubuh. Jika jumlahnya kurang, sistem tersebut menjadi terlalu lemah untuk melawan infeksi. Jumlah sel CD4 dapat diukur melalui tes darah khusus. Jumlah normal pada orang sehat berkisar antara 500 sampai lebih dari 1.500., ucapnya.


Selengkapnya: http://www.aids-ina.org/modules.php?name=&file=article&sid=1282



4. City short of health clinics providing methadone

the Jakarta Post Online, 19 Juni 2009

Indah Setiawati, The Jakarta Post , Jakarta | Fri, 06/19/2009 11:57 AM

The Jakarta AIDS Eradication Commission (KPA) said the city needed more public health clinics providing treatment for heroin addicts to prevent the spread of HIV/AIDS caused by sharing needles.

"Currently, we only have 10 public health clinics that offer methadone treatment. We hope to see more of those services around the city," John Alubwaman, Jakarta's KPA head promotion and prevention, said on the sidelines of an AIDS prevention program, Jakarta Stop AIDS, at the Central Jakarta municipal office on Thursday.


Selengkapnya: http://www.aids-ina.org/modules.php?name=&file=article&sid=1281



5. Pemkab Sergai Serius Tangani HIV/AIDS

Harian GLobal, 19 Juni 2009

Written by Edi Saputra

Kepedulian Pemkab Serdang Bedagai (Sergai) terhadap masalah penanggulangan HIV/AIDS diaktualisasikan melalui pembentukan Komisi Penanggulan AIDS (KPA) Kabupaten Serdang Bedagai yang diketuai oleh Bupati Sergai HT Erry Nuradi dan Ketua Pelaksana Wabup H Soekirman.

Menindaklanjuti hasil rapat koordinasi dengan delapan daerah Kabupaten/Kota di Sumatera Utara pada bulan Mei lalu di Medan, KPA Sergai mengadakan evaluasi perkembangan respons terhadap masalah HIV/AIDS di Kabupaten Sergai yang dilaksanakan di aula Sultan Serdang di Sei Rampah, Kamis (18/6).


Selengkapnya: http://www.aids-ina.org/modules.php?name=&file=article&sid=1280



6. Usia Produktif Mendominasi Kasus AIDS

Harian Berita Sore, 19 Juni 2009

Jakarta ( Berita ) : Kepala Humas PMI Jakarta Timur dan Project Manajer HIV dan AIDS, Eki Komala Sari, di Jakarta, Jumat [19/06] mengatakan, jumlah kasus AIDS didominasi oleh golongan usia produktif 20-29 tahun, yang mencapai 8567 kasus.

“Meningkatnya kasus AIDS pada usia muda lebih banyak dikarenakan heteroseksual atau bergonta-ganti pasangan, homoseksual, pemakaian jarum suntik secara bergantian (IDU), dan ibu berusia muda yang sedang hamil yang mengidap AIDS yang menyebabkan penularan terhadap bayi yang dikandungnya,” katanya.


Selengkapnya: http://www.aids-ina.org/modules.php?name=&file=article&sid=1279



7. Penderita HIV/AIDS Bertambah 7 Orang

Pos Kupang Online, 19 Juni 2009

KUPANG, POS KUPANG.Com -- Penderita Human Immunodeficiency Virus (HIV)/Acquired Immuno Deficiency Syndrome (AIDS) di Kota Kupang bertambah tujuh orang. Dengan demikian, jumlah penderita HIV/AIDS saat ini menjadi 155 orang dari sebelumnya 148 orang.

Wakil Walikota Kupang yang juga menjabat sebagai Ketua Komisi Penanggulangan AIDS Daerah (KPAD) Kota Kupang, Drs. Daniel Hurek, saat ditemui di ruang kerjanya, Rabu (17/6/2009), menjelaskan, penambahan penderita HIV/AIDS diketahui setelah mereka memeriksakan kesehatan di RSU Prof. Dr. WZ Johannes Kupang. Pemeriksaan dilakukan atas kesadaran sendiri terhadap bahaya penyakit HIV/AIDS.


Selengkapnya: http://www.aids-ina.org/modules.php?name=&file=article&sid=1278



8. Alat Tes HIV/AIDS Dikembalikan, ODHA Resah

Kompas.Com, 19 Juni 2009

BENGKULU, KOMPAS.com — Yayasan nonpemerintah, Kipas, menyayangkan pihak RSUD M Yunus yang mengembalikan alat untuk mengetahui jumlah virus dalam tubuh penderita HIV atau yang disebut CD4 karena alasan tidak memiliki operator dan dana operasional.

"Ini merupakan langkah mundur bagi penanggulangan HIV di daerah setempat, dan pengembalian alat tersebut menyebabkan para ODHA (orang dengan HIV/AIDS) resah karena alat itu sangat penting," kata Direktur Kipas, Merly Yuanda, Jumat (19/6).


Selengkapnya: http://www.aids-ina.org/modules.php?name=&file=article&sid=1277



9. Hampir 70 Persen Penularan HIV/AIDS dari Jarum Suntik

Republika Online, 19 Juni 2009

JAKARTA -- Hampir 70 persen penularan penderita HIV/AIDS di DKI Jakarta disebabkan pemakaian jarum suntik secara bergantian oleh para pecandu narkoba, 29 persen disebabkan perilaku seks bebas dan seks menyimpang, dan satu persen disebabkan pertukaran (transfusi) darah. Rata-rata penderita HIV/AIDS tersebut berusia 19-25 tahun.

Data dari Komisi Penanggulangan HIV/AIDS (KPA) DKI Jakarta tersebut diungkapkan pada peluncuran program Pencegahan Primer Penyebaran HIV/AIDS dan Narkoba yang bertajuk Jakarta Stop AIDS., Kamis (18/6). Program ini diselenggarakan PT Unilever Indonesia, Tbk melalui Yayasan Unilever Indonesia, bekerjasama dengan Yayasan Cinta Anak Bangsa (YCAB), dan Pemerintah Kota Administrasi Jakarta Pusat.


Selengkapnya: http://www.aids-ina.org/modules.php?name=&file=article&sid=1276



10. Ditemukan, Suami-Istri Penderita HIV

Suara Merdeka, 19 Juni 2009

REMBANG - Dinas Kesehatan Kabupaten (DKK) Rembang mencatat selama enam bulan terakhir ini (Januari-Juni) terdapat lima warga yang dinyatakan positif mengidap human immunodeficiency virus (HIV)/acquired immuno deficiency syndrome (AIDS).

“Namun seorang di antara mereka telah meninggal dunia,” kata Kepala Bidang Pemberantasan Penyakit dan Penyehatan Lingkungan (P2PL) DKK Rembang, dokter Endang Hartuti.

Semua pengidap HIV itu adalah warga Rembang yang bekerja di luar daerah yang merupakan kelompok berisiko tinggi terkena penyakit mematikan itu. Bahkan di antara mereka ada yang berstatus suami istri. Usia termuda dari mereka adalah 24 tahun dan yang tertua 50 tahun.


Selengkapnya: http://www.aids-ina.org/modules.php?name=&file=article&sid=1275



11. Sumut perlu terapkan SK bebas HIV/AIDS

Waspada Online, 18 Juni 2009

MEDAN - Majelis Ulama Indonesia (MUI) Sumatera Utara menilai, surat keterangan bebas penyakit HIV/AIDS bagi pasangan yang hendak menikah sudah pantas diterapkan di Sumut.

Ketua MUI Sumut, Abdullah Syah, tadi siang mengatakan, peraturan mengenai cek HIV/AIDS sebagai syarat menikah sudah layak dibuat dan diterapkan di Sumut mengingat jumlah pengidap HIV/AIDS di Sumut sudah sangat memprihatinkan.

Dengan adanya surat keterangan tersebut, masing-masing pasangan yang hendak menikah diharapkan tidak tertipu jika kelak salah satu pasangan terjangkit penyakit berbahaya itu setelah menikah, sehingga keluarga merasa benar-benar aman.


Selengkapnya: http://www.aids-ina.org/modules.php?name=&file=article&sid=1274



12. Kasus Terakhir, HIV 315 dan AIDS 154 Kasus

Posmetro Batam, 18 Juni 2009

KARIMUN, METRO: Resiko penularan virus HIV dan AIDS terus menjadi ancaman. Oleh karena itu, perlu penanganan yang serius sebelum wabah penyakit yang belum ada obatnya dengan leluasa menular kepada siapa saja. Tidak hanya Pekerja Sex (PS) yang memiliki resiko tertinggi tertular HIV/AIDS, masyarakat awam juga berpotensi terjangkit virus ini, bila sering melakukan hubungan seksual dengan cara menyimpang.

Angka terakhir, virus HIV/AIDS di Kabupaten Karimun yang terdeteksi sebanyak HIV tercatat 315 kasus, dan AIDS sebanyak 154 kasus. "Inilah angka kasus terakhir yang berhasil terdata," kata Program Manager Yayasan Sri Mersing Raja Rustam Efendi, Rabu (17/6). Sebagai LSM Peduli HIV/AIDS, terangnya lagi lembaga terus melakukan penyuluhan, penjangkauan, pendampingan, dan jugfa diskusi kelompok.


Selengkapnya: http://www.aids-ina.org/modules.php?name=&file=article&sid=1273



13. HIV/AIDS Naik, Kerahkan PKK

Surya Online, 18 Juni 2009

Kamis, 18 Juni 2009 | 8:15 WIB | Posts by: Judi Prasetyo

Klojen - SURYA-Angka kematian, kesakitan, serta infeksi yang diderita kelompok injecting drug user (IDU) atau yang biasa disebut orang dengan HIV/AIDS (ODHA) meningkat secara signifikan. Ini terjadi karena terlambatnya penanganan kasus, sulitnya mencapai pelayanan kesehatan, dan terbatasnya pengetahuan tentang perawatan penderita HIV/AIDS.

Berdasarkan penderita yang periksa di Rumah Sakit Saiful Anwar (RSSA) dan RSI Dinoyo, jumlah penderita HIV/AID sebanyak 693 orang untuk pria, dan 296 orang untuk wanita. Sedangkan bayi yang terinfeksi HIV/AID sebanyak 19 orang (selengkapnya lihat tabel).


Selengkapnya: http://www.aids-ina.org/modules.php?name=&file=article&sid=1272



14. Meminimalisir Penyebaran HIV

Manado Post, 18 Juni 2009

Jeinne: Masyarakat Mesti Lebih Sadar

HIV/AIDS menjadi penyakit yang ditakuti masyarakat dunia, karena sampai sekarang belum ada obatnya. Tetapi, banyak pula yang tak menyadari setiap orang punya kesempatan tertular virus ini jika tak memperhatikan gaya hidup.

Jeinne Weenas, salah satu public figure yang memberikan sedikit waktunya, untuk peduli dengan penyakit yang sudah menjangkiti 489 orang di Sulut ini. Jeinne mengungkapkan, setiap orang punya peluang tertular virus HIV, apalagi bagi mereka yang kurang memahami HIV/AIDS. “Menurut banyak orang, kalangan selebritis sangat rentan terjangkit virus ini. Tetapi walaupun hidup glamour dan dekat dengan kehidupan malam, tidak selamanya kami (selebriti, red) mengidap HIV,” kata bintang sinetron di Ada Apa Dengan Cinta (AADC). “Dalam kenyataannya, malah yang sering berkampanye tentang penanggulangan HIV/AIDS adalah kaum selebriti,” tambahnya.


Selengkapnya: http://www.aids-ina.org/modules.php?name=&file=article&sid=1271



15. HIV Dapat Diobati

Manado Post, 18 Juni 2009

Diberi ARV Bisa Beraktivitas Hingga Renta
Dr Denny Ngantung MKed SpS


HIV sekarang sudah merupakan pandemi dunia, karena penyebarannya sudah melintasi batas negara dan bahkan benua. Kasus HIV meningkat secara eksponensial. Dr Denny Ngantung MKed SpS, spesialis saraf dan neuroAids mengatakan, diperkirakan bila penyebaran masih terus seperti ini maka 20 tahun depan, 50 persen penduduk dunia sudah terinfeksi HIV. “Sebenarnya keadaan seperti ini sudah menjadi ‘keadaan darurat’, yang perlu penanganan lintas sektor secara global,” ujarnya.


Selengkapnya: http://www.aids-ina.org/modules.php?name=&file=article&sid=1270



16. Program Jakarta Stop AIDS Diluncurkan

Republika Online, 18 Juni 2009

JAKARTA -- Pemerintah Kota (Pemkot) Jakarta Pusat bekerjasama dengan Yayasan Cinta Anak Bangsa (YCAB) dan Yayasan Unilever meluncurkan program pencegahan primer penyebaran virus HIV/AIDS serta narkoba bertajuk Jakarta Stop AIDS.

Wali Kota Jakarta Pusat, Syilviana Murni, di Jakarta, Kamis (18/6) mengatakan, kegiatan ini diharapkan sebagai penyadaran prilaku hidup bersih dan sehat dengan menghindari serta mencegah penyebaran dan penularan HIV/AIDS dan narkoba, khususnya pada kalangan kelompok umur remaja. "Kami sangat mendukung adanya kegiatan ini, agar Jakarta terbebas dari HIV/AIDS," katanya di acara peluncuran "Jakarta Stop AIDS" di ruang serbaguna Pemkot Jakarta Pusat.


Selengkapnya: http://www.aids-ina.org/modules.php?name=&file=article&sid=1269



17. Ratusan Siswa Jadi Duta 'Jakarta Stop AIDS'

Kompas.Com, 18 Juni 2009

JAKARTA, KOMPAS.com - PT Unilever Indonesia melalui payung program Yayasan Unilever Indonesia hari ini (18/6) meluncurkan program 'Jakarta Stop AIDS' dan memilih duta bagi program tersebut yang terdiri dari ratusan siswa-siswi SMA dan SMP di Jakarta Pusat.

Bekerjasama dengan Yayasan Cinta Anak Bangsa (YCAB) dan Pemerintah Kota Jakarta Pusat, peluncuran program tersebut digelar Kamis (18/6) di kantor walikota Jakarta Pusat. Manajer Program Pendidikan Kesehatan Publik Yayasan Unilever Indonesia, dr Leo Indarwahono, menuturkan bahwa 'Jakarta Stop AIDS' merupakan pilot project yayasan tersebut di Jakarta, khususnya terkait pencegahan HIV/AIDS di kalangan remaja usia sekolah.


Selengkapnya: http://www.aids-ina.org/modules.php?name=&file=article&sid=1268



18. PMTCT minimalkan penularan HIV/AIDS pada janin

Waspada Online, 18 Juni 2009

Dua bayi berhasil diselamatkan

DAVID SWAYANA

MEDAN - Program Preventif Mother to Child Transmision (PMTCT) efektif meminimalkan penularan Human Immunodeficiency Virus/Aquired Immuno Deficiency Syndrome (HIV/AIDS) dari ibu kepada janin yang dikandungnya.

Terbukti, pada tahun 2007 ada dua bayi yang dilahirkan oleh wanita pengidap HIV/AIDS berhasil diselamatkan dan tidak tertular virus dari penyakit mematikan tersebut.

"Kedua ibunya HIV positif dan mengikuti PMTCT pada 2007. Hasilnya, ketika usia bayi sudah 24 bulan, hasil tes antigennya menunjukkan negatif HIV," kata Kadis Kesehatan Sumut dr. Candra Syafei, SpOG melalui Pelaksana Kasubdin Penanggulangan Penyakit dan Penyehatan Lingkungan (P2PL), Suhartini, tadi malam.


Selengkapnya: http://www.aids-ina.org/modules.php?name=&file=article&sid=1267



19. SPKs siap tanggulangi ODHA

Waspada Online, 17 Juni 2009

PRAWIRA SETIABUDI

MEDAN - SPKs (Sumatera Peduli Kesehatan) siap menampung orang dengan HIV/AIDS (ODHA) di Sumatera Utara, khususnya bagi mereka yang berdomisili di Kota Medan.

"Kita siap menampung para pasien HIV/AIDS yang ada di Kota Medan maupun di seluruh Sumatera Utara," kata direktur SPKs, Hendra, kepada Waspada Online, tadi pagi.

Menurut Hendra, SPKs adalah sebuah lembaga yang bergerak di bidang kesehatan, khususnya HIV/AIDS sejak 9 Pebruari 2007 dibawah Pembina, Rahmad Kurniawan.


Selengkapnya: http://www.aids-ina.org/modules.php?name=&file=article&sid=1263



20. Terapi metadon untuk pengidap HIV/AIDS

Waspada Online, 17 Juni 2009

PRAWIRA SETIABUDI

MEDAN - Untuk membuat pengidap HIV/AIDS dapat bertahan dan tidak mengalami gangguan kesehatan, setiap ODHA akan diberikan cairan Metadon untuk mengantisipasi kemungkinan tersebut.

Menurut, Mardohar Tambunan, dari Dinas Penanggulangan HIV/AIDS Dinas Kesehatan Sumut kepada Waspada Online, tadi siang, mengatakan, metadon adalah obat yang merupakan oploid sintetik yang dapat digunakan bagi pasien ODHA yang ketergantungan narkoba.


Selengkapnya: http://www.aids-ina.org/modules.php?name=&file=article&sid=1262



21. HIV/AIDS Sudah Tujuh Kasus

Radar Sulteng, 17 Juni 2009

Dinkes Banggai Lakukan Penyuluhan di SMK dan SMA

LUWUK - Untuk menyebarluaskan informasi tentang infeksi menular seksual (IMS) dan Human Immunodeficiency Virus/Acquired Immune Deficiency Syndrome (HIV/AIDS) di kalangan siswa sekolah, Dinas Kesehatan Banggai bersama sejumlah petugas di puskesmas menggelar penyuluhan di Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Kecamaan Toili dan Sekolah Menengah Atas (SMA) di Bunta. Kegiatan ini disambut antusias ratusan siswa di daerah itu. Walaupun berlangsung singkat, tetapi peserta antusias mengajukan pertanyaan terkait penyakit mematikan ini.


Selengkapnya: http://www.aids-ina.org/modules.php?name=&file=article&sid=1261



22. Waspada!! 1.348 Terinfeksi HIV AIDS

Bengkulu Express, 17 Juni 2009

Sedang 1 lagi warga Seluma meninggal di RS Cipto Mangunkusumo,'' ujar Sekretaris Komisi Penanganan HIV/AIDS (KPA), Arna Maretta,SH,M.Si pada BE kemarin.

Sementara 3 penderita HIV AIDS yang baru terdeteksi, beberapa hari ini masuk dan dirawat di RSUD M Yunus. Ketiganya warga kota Bengkulu dan usianya sudah tergolong dewasa. ''Baik tiga orang yang mati dan 3 orang yang baru masuk rumah sakit semuanya terinfeksi karena menggunakan narkoba dan melakukan seks bebas. Biasanya pemakai narkoba cenderung melakukan free seks,'' tegasnya.


Selengkapnya: http://www.aids-ina.org/modules.php?name=&file=article&sid=1260



23. HIV/AIDS Terus Mengancam Remaja Kalteng

Banjar Masin Post, 17 Juni 2009

PALANGKARAYA, RABU - Wakil Gubernur Provinsi Kalteng, H Achmad Diran mengingatkan remaja agar tidak terlibat narkoba dan seks bebas. Pasalnya hal itu sangat rentan penularan penyakit, termasuk HIV/AIDS yang mematikan.

Dia juga meminta orangtua mengawasi pergaulan anak mereka agar tidak terjerumus. "Pergaulan dapat dihindari asal diawasi orangtua dan lingkungan," jelas dia, Rabu (27/6).


Selengkapnya: http://www.aids-ina.org/modules.php?name=&file=article&sid=1259



24. Serem... 1.700 Pelajar Bandung Terjangkit HIV-AIDS

Tempo Interaktif, 17 Juni 2009

TEMPO Interaktif, Bandung: Jumlah pengidap HIV-AIDS di Kota Bandung berada di posisi teratas se-Jawa Barat. Hingga April 2009, menurut Kepala Seksi Pencegahan dan Pemberantasan Penyakit Menular Dinas Kesehatan Kota Bandung Fetty Sugiharti, tercatat ada 1.744 orang. Sebagian besar berusia produktif dan berstatus sebagai pelajar.

Dari 1744 kasus itu, 885 orang diketahui mengidap HIV dan 859 orang adalah penderita AIDS. Sebanyak 3,2 persen berasal dari kalangan siswa berusia 15-19 tahun. ”Paling banyak 62 persen berumur 20-25 tahun,” kata Fetty dalam sebuah workshop HIV-AIDS di Bandung, Rabu (17/6).


Selengkapnya: http://www.aids-ina.org/modules.php?name=&file=article&sid=1258



25. Penyebaran HIV-AIDS Harus Dikendalikan

Cenderawasih Post, 17 Juni 2009

MERAUKE- Untuk mengembangkan kreatif bagi para siswa dalam menyajikan penulisan atau informasi di sekolah lewat media Komunikasi Informasi dan Edukasi (KIA) atau sebelumnya dikenal dengan majalah dinding menyangkut kasus HIV-AIDS atau permasalahan yang ada di sekitarnya, sekitar 40 siswa dari 13 SMA/SMK se-Kota Merauke mengikuti pelatihan Komunikasi Informasi dan Edukasi (KIA) Selasa (16/6), kemarin.

Ketua Panitia Penyelenggara, Daniel Taraneno, S.Pd yang juga Koordinator Kelompok Pemerhati AIDS Sekolah (Kompas) SMA John 23, menengaskan, kegiatan yang dilakukan ini bertujuan untuk menanamkan secara dini rasa tanggung jawab kepada para siswa untuk mengendalikan penyebaran HIV-AIDS di Kabupaten Merauke.


Selengkapnya: http://www.aids-ina.org/modules.php?name=&file=article&sid=1257



26. Kasus HIV/Aids di Indonesia Terus Naik

Surya Online, 16 Juni 2009

Selasa, 16 Juni 2009 | 17:09 WIB | Posts by: Sugeng Wibowo

JAKARTA | SURYA Online - Jumlah kasus HIV dan AIDS di Indonesia berdasarkan laporan Ditjen Pengendalian Penyakit dan Pengendalian Lingkungan Departemen Kesehatan RI terus meningkat.

Kepala Humas PMI Jakarta Timur dan Project Manajer HIV dan AIDS, Eki Komala Sari, di Jakarta, Selasa (16/6) mengatakan, jumlah kasus HIV dan AIDS tersebut setiap tahunnya semakin meningkat karena banyak masyarakat yang tertular dan baru mengetahui berpenyakit HIV dan AIDS.


Selengkapnya: http://www.aids-ina.org/modules.php?name=&file=article&sid=1255



27. Ranperda HIV AIDS Belum Disahkan

Manado Post, 16 Juni 2009

MANADO—Penetapan Ranperda yang sudah selesai dibahas menjadi bagian di Rapat Paripurna DPRD Sulut. Ini merupakan bagian lain dari agenda utama pengesahan pembahasan LKPJ APBD 2008 yang akan dihadiri Gubernur SH Sarundajang. Namun khusus Ranperda HIV/AIDS belum dapat disahkan pada rapat paripurna ini, karena belum juga tuntas. ”Untuk Ranperda yang sudah selesai akan diparipurnakan bersama. Tapi khusus Ranperda HIV AIDS belum,” aku Koordinator Pansus, Arthur Kotambunan.


Selengkapnya: http://www.aids-ina.org/modules.php?name=&file=article&sid=1254



28. Walikota Ajukan Ranperda Penanggulangan HIV/AIDS ke DPRD Tanjungbalai

Harian Sinar Indonesia Baru, 16 Juni 2009

Tanjungbalai (SIB)

Sembilan rancangan peraturan daerah (Ranperda) salah satunya tentang penanggulangan dan pencegahan penyakit HIV/AIDS, diajukan Walikota Tanjungbalai dr Sutrisno Hadi SpOg ke DPRD setempat untuk di bahas dijadikan peraturan daerah.

Ke-9 Ranperda itu, yakni tentang pokok-pokok pengelolaan keuangan daerah, Ranperda tentang pencegahan dan penanggulangan penyakit HIV/AIDS, Ranperda tentang pembangunan jangka panjang, Ranperda tentang penyedotan kakus/MCK, Ranperda tentang pengelolaan tentang pinjaman dana bagi Koperasi, Usaha kecil dan menengah. Ranperda tentang retribusi izin usaha pengelolaan sarang walet, ranperda tentang retribusi pos terminal, ranperda tentang pengelolaan PDAM Tirta Kualo dan ranperda tentang retribusi persampahan.


Selengkapnya: http://www.aids-ina.org/modules.php?name=&file=article&sid=1253



29. Pedagang Sukaramai Bakar Diri

Harian Global, 16 Juni 2009

Written by Dedi

Divonis terjangkit HIV/AIDS, membuat Amin alias Feng Khuat frustasi. Pedagang kain Sukaramai itu nekad mengahiri hidup dengan cara membakar diri.

Ayah dua anak itu meregang nyawa di dalam kamar tidur lantai dua rumahnya Jalan Keruing Nomor 2P Lingkungan VIII Sekip Medan Petisah. Hampir sekujur tubuhnya melepuh.

Aksi nekat lelaki malang 49 tahun ini diketahui pertama kali oleh Lamsiar (42) perawat pribadinya, Senin (15/6) sekira pukul 08.00 WIB. Lamsiar kemudian melaporkan kejadian itu ke Polsekta Medan Baru.


Selengkapnya: http://www.aids-ina.org/modules.php?name=&file=article&sid=1252



30. Napi HIV/AIDS Gantung Diri

Warta Kota, 16 Juni 2009

Jatinegara,Warta Kota

Diduga karena depresi akibatkan penyakit HIV/AIDS yang diidapnya, SL (30) mengakhiri hidupnya dengan cara gantung diri di pintu kamar jenazah Lembaga Pemasyarakatan (LP) Narkotika Cipinang, Jakarta Timur, Senin (15/6) petang.

Informasi dihimpun, narapidana yang tengah menjalani hukuman 1 tahun 3 bulan itu gantung diri menggunakan kain sprei yang dililit-lilit menjadi tali gantungan.


Selengkapnya: http://www.aids-ina.org/modules.php?name=&file=article&sid=1251



31. Seks Bebas Transmisi HIV Tertinggi

Warta Kota, 16 Juni 2009

Palmerah, Warta Kota

Jumlah kasus HIV dan AIDS di Indonesia, berdasarkan laporan Ditjen Pengendalian Penyakit dan Pengendalian Lingkungan Departemen Kesehatan RI, terus meningkat. Bergonta-ganti pasangan seksual merupakan bentuk transmisi HIV tertinggi.

Kepala Humas PMI Jakarta Timur dan Project Manajer HIV dan AIDS, Eki Komala Sari, mengatakan pada Selasa (16/6), jumlah kasus HIV dan AIDS setiap tahun semakin meningkat karena banyak masyarakat yang tertular dan baru mengetahui berpenyakit HIV dan AIDS.


Selengkapnya: http://www.aids-ina.org/modules.php?name=&file=article&sid=1250



32. PMI Buka Layanan Informasi HIV/ AIDS

Tribun Kaltim, 16 Juni 2009

TARAKAN - Guna menanggulangi penyebaran HIV/ AIDS, Palang Merah Indonesia (PMI) Tarakan membuat hotline HIV/AIDS. Dengan hotline ini masyarakat dapat mengetahui semua informasi mengenai HIV/AIDS.

Untuk mengetahui informasi ini masyarakat cukup mengirim SMS ke 3525. Cara mengirim SMS ketik: Keyword kirim ke 3525. Contoh ketik PMITRKHIV1 kirim ke 3525. Nantinya akan keluar pertanyaan dan jawaban apakah virus HIV?


Selengkapnya: http://www.aids-ina.org/modules.php?name=&file=article&sid=1249



33. Kasus HIV/Aids di Indonesia Terus Naik

Tribun Kaltim, 16 Juni 2009

JAKARTA- Jumlah kasus HIV dan AIDS di Indonesia berdasarkan laporan Ditjen Pengendalian Penyakit dan Pengendalian Lingkungan Departemen Kesehatan RI terus meningkat.

Kepala Humas PMI Jakarta Timur dan Project Manajer HIV dan AIDS, Eki Komala Sari, di Jakarta, Selasa (16/6) mengatakan, jumlah kasus HIV dan AIDS tersebut setiap tahunnya semakin meningkat karena banyak masyarakat yang tertular dan baru mengetahui berpenyakit HIV dan AIDS.


Selengkapnya: http://www.aids-ina.org/modules.php?name=&file=article&sid=1248



34. Jumlah Kasus HIV/AIDS Terus Meningkat

Suara Merdeka, 16 Juni 2009

Jakarta, CyberNews. Jumlah kasus HIV dan AIDS di Indonesia berdasarkan laporan Ditjen Pengendalian Penyakit dan Pengendalian Lingkungan Departemen Kesehatan RI terus meningkat. Kepala Humas PMI Jakarta Timur dan Project Manajer HIV dan AIDS, Eki Komala Sari, di Jakarta, Selasa (16/6) mengatakan, jumlah kasus HIV dan AIDS tersebut setiap tahunnya semakin meningkat karena banyak masyarakat yang tertular dan baru mengetahui berpenyakit HIV dan AIDS.

Menurut Eki, dalam triwulan Januari hingga Maret 2009 dilaporkan tambahan kasus AIDS mencapai 854 kasus dan pengidap infeksi HIV mencapai 114, sehingga sampai saat ini total penambahan selama triwulan pertama 2009 mencapai 968 kasus.


Selengkapnya: http://www.aids-ina.org/modules.php?name=&file=article&sid=1247



35. 4 Warga OKI Positif Idap HIV/AIDS

Koran SINDO, 16 Juni 2009

KAYUAGUNG(SI) – Hingga Juni 2009,empat warga Kabupaten OKI positif terinfeksi virus HIV/AIDS. Dinas Kesehatan diminta melakukan sosialisasi intensif terkait bahaya penyakit tersebut.

“Masalah HIV/AIDS ini perlu dicermati bersama agar tidak menular ke banyak orang,” kata Asisten III Sekretariat Daerah (Setda) Kabupaten OKI Ismail Faisol di sela-sela acara sosialisasi pencegahan HIV/ AIDS dan pelayanan VCT/IMS di Aula Kelurahan Cinta Raja,Kecamatan Kota Kayuagung,kemarin.


Selengkapnya: http://www.aids-ina.org/modules.php?name=&file=article&sid=1246



36. Rokok awal dari narkoba dan HIV/AIDS

Waspada Online, 15 Juni 2009

PRAWIRA SETIABUDI

MEDAN - Seseorang yang menghisap rokok merupakan awal dari penggunaan narkoba. Pasca penggunaan narkoba tersebut akan berlanjut kepada bencana lain yakni rentannya tubuh terinfeksi virus HIV/AIDS.

Demikian dikatakan ketua konseling pelayanan Posyansus HIV/AIDS RSUP H Adam Malik Rahmad Kurniawan, kepada Waspada Online, tadi pagi. Rahmad mengatakan, kecanduan narkoba di mulai dari merokok, kemudian generasi muda mulai mencoba berganja dan yang paling parah sabu-sabu.


Selengkapnya: http://www.aids-ina.org/modules.php?name=&file=article&sid=1245



37. Ditinggal Keluarga, Penderita HIV Bakar Diri

Liputan6, 15 Juni 2009

Liputan6.com, Medan: Seorang lelaki di Medan, Sumatera Utara, tewas bakar diri. Diduga lelaki paruh baya itu bunuh diri karena putus asa terinfeksi Acquired Immune Deficiency Syndrome (AIDS) dan ditinggalkan keluarganya. Polisi berkesimpulan kasus ini murni bunuh diri.

Lelaki ini didiagnosa menderita HIV/AIDS sejak tahun 2004. Istri dan kedua anaknya entah mengapa justru meninggalkannya. Padahal, penderita HIV/AIDS amat membutuhkan dukungan orang-orang tercinta untuk terus bertahan.(UPI/VIN)


Selengkapnya: http://www.aids-ina.org/modules.php?name=&file=article&sid=1244



38. 1.000 Orang Terinfeksi HIV/AIDS di Tangerang

Surya Online, 15 Juni 2009

Senin, 15 Juni 2009 | 9:26 WIB | Posts by: Judi Prasetyo

TANGERANG - SURYA — Sebanyak 1.000 orang dari segala usia di Kabupaten Tangerang, Banten, terbukti positif terinfeksi virus mematikan HIV/AIDS.

“Tahun ini, sebanyak 800 orang terbukti positif terinfeksi HIV dan 200 orang AIDS, mereka tersebar di beberapa kecamatan,” ucap Kepala Bidang Pemberantasan Pencegahan Penyakit dan Penyehatan Lingkungan (P2PL) Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Tangerang dr Yully Soenar Dewanti di Tangerang, Minggu (14/6).


Selengkapnya: http://www.aids-ina.org/modules.php?name=&file=article&sid=1243



39. Tahun ini, 1.000 Orang Terinfeksi HIV/AIDS di Tangerang

Tribun Kaltim, 15 Juni 2009

TANGERANG - Sebanyak 1.000 orang dari segala usia di Kabupaten Tangerang, Banten, terbukti positif terinfeksi virus mematikan HIV/AIDS.

"Tahun ini sebanyak 800 orang terbukti positif terinfeksi HIV dan 200 orang AIDS, mereka tersebar di beberapa kecamatan," ucap Kepala Bidang Pemberantasan Pencegahan Penyakit dan Penyehatan Lingkungan (P2PL) Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Tangerang, dr Yully Soenar Dewanti, di Tangerang, Minggu (14/6).


Selengkapnya: http://www.aids-ina.org/modules.php?name=&file=article&sid=1242



40. Haaah... 1.000 Orang Terinfeksi HIV/AIDS di Tangerang

Kompas.Com, 15 Juni 2009

TANGERANG, KOMPAS.com — Sebanyak 1.000 orang dari segala usia di Kabupaten Tangerang, Banten, terbukti positif terinfeksi virus mematikan HIV/AIDS.

"Tahun ini, sebanyak 800 orang terbukti positif terinfeksi HIV dan 200 orang AIDS, mereka tersebar di beberapa kecamatan," ucap Kepala Bidang Pemberantasan Pencegahan Penyakit dan Penyehatan Lingkungan (P2PL) Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Tangerang dr Yully Soenar Dewanti di Tangerang, Minggu (14/6).


Selengkapnya: http://www.aids-ina.org/modules.php?name=&file=article&sid=1241



41. Ibu Rumah Tangga di Sultra Rawan HIV/AIDS

Republika Online, 15 Juni 2009

KENDARI-- Penyebaran virus HIV/AIDS tidak hanya mengancam kelompok dengan perilaku seks yang tidak aman, tetapi juga telah mengancam kalangan ibu rumah tangga yang suaminya telah terjangkit virus mematikan itu.

Direktur Lembaga Advokasi HIV/AIDS (LAHA) Sultra, Naharuddin di Kendari, Senin menyebutkan, kasus terbaru yang ditemukan sepanjang April-Juni 2009 ini sebanyak lima kasus, di antaranya satu kasus merupakan ibu rumah tangga, sedangkan empat kasus lainnya dari kalangan pekerja migran, pelaut, dan pekerja seks.

Ia mengatakan, pengidap HIV/AIDS di Sultra saat ini telah berjumlah sekitar 97 orang, di antaranya sekitar 59 orang merupakan kaum pria dan 38 orang lainnya dari kaum wanita.


Selengkapnya: http://www.aids-ina.org/modules.php?name=&file=article&sid=1240



42. Ibu Rumah Tangga Rawan HIV/AIDS

Suara Merdeka, 15 Juni 2009

Kendari, CyberNews. Penyebaran virus HIV/AIDS tidak hanya mengancam kelompok dengan perilaku seks yang tidak aman, tetapi juga telah mengancam kalangan ibu rumah tangga yang suaminya telah terjangkit virus mematikan itu. Direktur Lembaga Advokasi HIV/AIDS (LAHA) Sulawesi Tenggara, Naharuddin di Kendari, Senin (15/6) menyebutkan, kasus terbaru yang ditemukan sepanjang April-Juni 2009 ini sebanyak lima kasus, di antaranya satu kasus merupakan ibu rumah tangga, sedangkan empat kasus lainnya dari kalangan pekerja migran, pelaut, dan pekerja seks.

Ia mengatakan, pengidap HIV/AIDS di Sultra saat ini telah berjumlah sekitar 97 orang, di antaranya sekitar 59 orang merupakan kaum pria dan 38 orang lainnya dari kaum wanita. Menurut Naharuddidn, kendati jumlah wanita dari kalangan ibu rumah tangga yang terjangkit terbilang kecil, tetapi hal ini tetap menjadi sinyal buruk ke depannya.


Selengkapnya: http://www.aids-ina.org/modules.php?name=&file=article&sid=1239



43. Stres, Penderita HIV/AIDS Bunuh Diri

Banjarmasin Post, 15 Juni 2009

MEDAN, SENIN - Seng Khuat, warga Jalan Meranti, Medan, Sumatra Utara (Sumut), bunuh diri, Senin (15/6), akibat stres karena mengidap penyakit HIV/AIDS setahun terakhir.

Korban tewas kehabisan napas setelah membakar seluruh isi kamarnya. Seng Khuat sebelumnya juga pernah mencoba bunuh diri karena penyakitnya yang tidak kunjung sembuh, namun aksinya gagal.


Selengkapnya: http://www.aids-ina.org/modules.php?name=&file=article&sid=1238



44. Kasus HIV-AIDS Memprihatinkan

Cenderawasih Post, 15 Juni 2009

Pertengahan Juni Capai 405 Kasus

WAMENA -Penyebaran kasus HIV-AIDS di Kabupaten Jayawijaya cukup memprihatinkan. Hingga pertengahan Juni 2009 ini jumlahnya mencapai 405 kasus. Ketua Harian II KPA Jayawijaya, Gaad P Tabuni, SP mengatakan, penyebaran virus tersebut sangat cepat sehingga semua pihak harus memerangi penyakit yang belum ada obatnya itu.

Gaad P Tabuni, SP yang juga Asisten II Setda Jayawijaya minta agar semua pihak memikirkan bagaimana mengatasi hal itu. Dikatakan, banyaknya tempat hiburan yang sudah tutup adalah dampak positif dari diterapkannya Peraturan Daerah (Perda) larangan Miras di Jayawijaya, namun ternyata tidak terlalu berpengaruh karena yang masuk ke dalam tempat hiburan tersebut adalah orang yang mempunyai uang.


Selengkapnya: http://www.aids-ina.org/modules.php?name=&file=article&sid=1237



45. Positif AIDS, TKW Indonesia di Arab ditahan

Waspada Online, 14 Juni 2009

ANANTA POLITAN BANGUN

AL JOUF - Karena diketahui terkena penyakit menular dari virus HIV. Seorang TKW asal Indonesia yang identitasnya dirahasiakan ditahan pemerintah Arab Saudi, guna menghindari kemungkinan penyebaran penyakit global tersebut lebih luas di Arab Saudi.

Salah seorang sumber memberitahukan bahwa wanita, yang diduga datang dari Indonesia sejak dua bulan lalu, tersebut teridentifikasi mengidap AIDS di Rumah Sakit Umum Al Qurayat. Pihak RSU tersebut mengetahuinya, ketika wanita dari Indonesia tersebut mengikuti pemeriksaan rutin.


Selengkapnya: http://www.aids-ina.org/modules.php?name=&file=article&sid=1236



46. Kasus AIDS Melonjak

Pikiran Rakyat, 14 Juni 2009

YOGYAKARTA,(PRLM).- Pelaporan kasus AIDS di dalam negeri terlalu sedikit jumlahnya. Padahal United Nations Programme on HIV and AIDS (UNAIDS) mencatat terjadi lonjakan kasus HIV/AIDS. Lembaga dunia penanggulangan HIV/AIDS merilis 19 kali lipat jumlah kasus penyakit lenyapnya daya immun atau ketahanan tubuh selama 2008.

Komisi Penanggulangan AIDS Nasional (KPA) mencatat hanya sebanyak 17.998 orang/kasus HIV/AIDS di Indonesia per Maret 2008. Jauh lebih kecil dibanding catatan UNAIDS sebanyak 270.000 kasus HIV/AIDS.

"Maknanya, jumlah kasus HIV/AIDS terdapat lebih dari 19 kali lipatnya kasus yang tercatat dan terlaporkan di tingkat nasional," kata Manajer Asri Medical Centre (AMC) Dr. Agus Widiatmoko,SpPD.


Selengkapnya: http://www.aids-ina.org/modules.php?name=&file=article&sid=1235


Pengelola aids-ina.org

A better way in strengthening strategic information to guide a more effecctive

Dukung dan kunjungi terus www.aids-ina.org 

 


#90 From: "Pengelola www.aids-ina.org" <administrator@...>
Date: Mon Jul 27, 2009 1:46 am
Subject: Klipping Media Masa Terbaru di www.aids-ina.org
komunitasaid...
Offline Offline
Send Email Send Email
 

Kumpulan Berita Media Massa
HIV-AIDS dan Narkoba
Dari Tanggal: 20 July 2009 Sampai Tanggal: 27 July 2009


 

1. GMIM Tangkal HIV/AIDS

Manado Post, 25 Juli 2009

KAPITU-Rangkaian peringatan HUT Berlian GMIM Bersinode, digelar berbagai kegiatan yang sangat bermanfaat bagi jemaat. Antara lain dengan melaksanakan penyuluhan hukum, Hak Asasi Manusia, Trafficking, dan HIV/AIDS. Penyuluhan yang digelar di GMIM Kalvari Kapitu Amurang Jumat (24/7) ini, melibatkan unsur pendeta, guru agama, penatua dan syamas di rayon XI dan XII wilayah pelayanan GMIM.

Penyuluhan diawali dengan ibadah yang dipimpin Ketua Badan Pekerja Majelis Jemaat Kalvari Kapitu Pdt Sonny Repi STh. Dilanjutkan dengan penyuluhan yang diakhiri dengan dialog. Toar Palilingan SH selaku pembicara, menyampaikan penjelasan tentang UUD yang berkaitan dengan kehidupan umat beragama. Sedangkan Ronny Maramis, memberikan penekanan tentang bahaya trafficking. “Semua harus waspada terhadap rayuan-rayuan manis yang beselimutkan penawaran pekerjaan apalagi yang mempekerjakan manusia ke luar negeri,” kata Maramis.


Selengkapnya: http://www.aids-ina.org/modules.php?name=&file=article&sid=1471



2. FKUB Susun Buku HIV/AIDS

Manado Post, 25 Juli 2009

FORUM Kerukunan Umat Beragama (FUB) Sulut akan menyusun buku tentang penyakit HIV/AIDS. Penyusunan akan diawali dengan perencanaan penyusunan yang digelar di Lokon Resting Tomohon pagi ini (Sabtu, 25/7) pukul 09.00 wita.

Ketua FKUB Pdt Nico Gara didampingi Wakil Ketua H Halil Domu dan Sekretaris Amien Lasena mengatakan, saat ini, enam tokoh agama di Sulut sedang menulis tentang penyakit yang sedang mewabah di setiap daerah ini. ‘’Tulisan ini berupa renungan, pembahasan dan pembinaan dari pandangan 6 agama,’’ jelas mereka.


Selengkapnya: http://www.aids-ina.org/modules.php?name=&file=article&sid=1470



3. Banyak Warga Tak Sadar Sudah HIV

Manado Post, 25 Juli 2009

Sulut Siapkan 10 Klinik VCT

MANADO — Harus diakui, lebih mudah untuk mengetahui seseorang itu sudah mengidap Acquire Immuno Deficiency Syndrome (AIDS), ketimbang mengetahui seseorang itu sudah terinfeksi Human Immuno Deficiency Virus (HIV). Seseorang mengidap AIDS, bisa dilihat dari gejala fisik yang muncul. Tetapi, HIV tidak memunculkan gejala. “Ini yang berbahaya. Mungkin saja banyak warga yang tidak mengetahu kalau sudah mengidap virus HIV,” kata Sekretaris Komisi Penanggulangan AIDS (KPA) Provinsi Sulut Dr MSJ Tangel Kairupan.

Ia menjelaskan, penyakit HIV/AIDS ini adalah penyakit istimewa. Karena, penyebaran penyakit ini berlangsung sepanjang masa, tidak terpengaruh dengan iklim dan musim, seperti kasus penyebaran virus influenza sekarang ini. Karena itu, sangat penting untuk memeriksakan kesehatan. Di Sulut sudah ada 10 lokasi Voluntary Counselling and Testing (VCT) (lihat grafis, red). “Penyakit special, karena akan diidap sepanjang hidupnya,” jelasnya.


Selengkapnya: http://www.aids-ina.org/modules.php?name=&file=article&sid=1469



4. Korban HIV/AIDS terus bertambah

Wawasan Online, 25 Juli 2009

WONOGIRI - Dinas Kesehatan Kabupaten Wonogiri, Jumat (24/7) mengirim pasien suspect HIV/AIDS. Itu dilakukan karena pasien yang bersangkutan kondisinya kian memburuk setelah dirawat di sebuah rumah sakit swasta di Wonogiri, sejak Sabtu (18/7) lalu.

Hal itu disampaikan Kepala Dinas kesehatan Kabupaten (DKK) Wonogiri, dr Aug Djarot Budiharso Mkes, melalui dr Widodo Mkes, Kabid Pencegahan dan Penanggulangan Penyakit Menular serta Kesehatan Lingkungan (P3MKL) Dinas Kesehatan Kabupaten Wonogiri.


Selengkapnya: http://www.aids-ina.org/modules.php?name=&file=article&sid=1468



5. Warga Jatipurno diduga idap HIV/AIDS

Solo Pos, 25 Juli 2009

Wonogiri (Espos)
Seorang warga Jatipurno, diduga terkena virus HIV/AIDS. Untuk membuktikannya, Dinas Kesehatan Kabupaten (DKK) Wonogiri mengirimkan pasien itu ke RSUD dr Moewardi, Solo, Jumat (24/7). Petugas DKK belum berani memastikan dan masih menunggu hasil pemeriksaan oleh RSUD. Pengidap HIV/AIDS di Wonogiri rata-rata bekerja di luar daerah dan pulang ke Wonogiri saat sakit. Namun jika pasien itu terbukti menderita virus HIV/AIDS, Pemkab menyediakan dana bantuan senilai Rp 1,5 juta untuk pengobatan pasien. Demikian disampaikan Kepala DKK Wonogiri, dr Aug Djarot melalui Kabid Pemberantasan Penyakit Menular (P2M), dr Widodo. ”Masih observasi belum suspect dan tadi pagi (Jumat-red) diperiksakan ke RSUD Dr Moewardi, Solo. Mayoritas penderita (HIV/AIDS) impor, walau memang warga Wonogiri tetapi bekerja di luar daerah dan pulang saat sakit,” ujar Widodo.


Selengkapnya: http://www.aids-ina.org/modules.php?name=&file=article&sid=1467



6. Nah Lo..., Suka 'Jajan' Seks Enam Pelajar Kena HIV/AIDS

Tempointeraktif, 25 Juli 2009

TEMPO Interaktif, Malang - Enam pelajar di kabupaten Malang, Jawa Timur, dinyatakan pengidap HIV/AIDS. Remaja 15-18 tahun yang duduk di bangku sekolah menengah atas ini tertular virus karena hubungan seks bebas.

Inilah penelusuran Komisi Penanggulangan AIDS (KPA). Para pelajar itu diduga memakai jasa pekerja seks di sejumlah lokalisasi di Kabupaten Malang. "Kami prihatin, HIV/AIDS mulai menyerang pelajar," kata Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Malang Agus Wahyu Arifin kemarin.


Selengkapnya: http://www.aids-ina.org/modules.php?name=&file=article&sid=1466



7. Makin Banyak ABG Doyan ‘Jajan’ PSK

Surya Online, 24 Juli 2009

MALANG - SURYA-Satpol PP akan Sisir Pelajar Keluyuran di Lokalisasi. Ini peringatan bagi para orangtua agar selalu waspada dengan perilaku anak-anaknya. Data Komisi Penanggulangan AIDS (KPA) Kabupaten Malang menyebut, saat ini terjadi kenaikan jumlah penderita HIV dan AIDS berusia 14-18 tahun yang ditengarai karena seringnya mereka mencoba seks bebas di lokalisasi.

Kepala Dinas Kesehatan (dinkes) Kabupaten Malang, dr Agus W Arifin menuturkan, kenderungan adanya kenaikan ‘konsumsi’ pekerja seks komersial (PSK) oleh pelajar ini terdekteksi dari peningkatan jumlah korban HIV dan AIDS.
Meski relatif kecil, fakta menunjukkan demikian.

Selengkapnya: http://www.aids-ina.org/modules.php?name=&file=article&sid=1465



8. Pengidap HIV/AIDS Dapat Bantuan Finansial

Pikiran Rakyat, 24 Juli 2009

BANDUNG, (PRLM).-Banyak pengidap HIV/AIDS tidak mengetahui, pemerintah melalui Dinas Sosial baik itu di tingkat provinsi maupun di Kota/Kab., menyediakan bantuan finansial untuk pengidap HIV/AIDS dan keluarga inti.

Hal itu diungkapkan konselor HIV/AIDS Hera kepada "PRLM" di Bandung, Jumat (24/7). Bantuan tersebut bertujuan untuk membantu perekonomian pengidap HIV/AIDS. Jika pengidap menikah dan memiliki anak, maka anggota keluarga tersebut juga mendapat bantuan sosial.


Selengkapnya: http://www.aids-ina.org/modules.php?name=&file=article&sid=1464



9. KPA Jabar Kirim Delegasi ke ICAAP ke-9

Pikiran Rakyat, 24 Juli 2009

BANDUNG, (PRLM).- Komisi Penanggulangan AIDS (KPA) Jawa Barat akan mengirimkan sejumlah delegasinya untuk mengikuti "International Congress on AIDS in Asia and the Pasific (ICAAP) ke-9 yang akan berlangsung di Bali, 3-13 Agustus 2009 mendatang.

"ICAAP memiliki makna sangat penting, KPA Jabar dapat mempelajari berbagai upaya yang dilakukan dunia internasional dalam memerangi epidemi HIV-AIDS yang kian memprihatinkan di Jabar," kata Anggota KPA Jawa Barat, Khoirul Naim seperti dikutip Antara, di Bandung, Jumat (24/7).


Selengkapnya: http://www.aids-ina.org/modules.php?name=&file=article&sid=1463



10. Buruh Migran Rentan Dengan Penularan HIV AIDS

Harian Berita Sore, 24 Juli 2009

Jakarta (Berita): Kelompok rentan HIV/AIDS tidak hanya mencakup masyarakat Indonesia yang menghabiskan kebanyakan waktunya di suatu lingkungan saja. Tetapi kelompok masyarakat yang sering bepergian (mobile population) termasuk para buruh migran juga masuk dalam kelompok yang rentan tertular virus HIV.

Solidaritas Perempuan mencatat bahwa pada tahun 2004 mencatat, dari sekitar 296.000 orang tenaga kerja Indonesia (TKI) tujuan Timur Tengah yang diperiksa, 131 diantaranya terkena HIV. Ratusan calon TKI yang tercatat tertular HIV ini adalah hasil penelitian yang dilakukan oleh Himpunan Pemeriksa Tenaga Kerja Indonesia (HIPTEK) yang beranggotakan klinik kesehatan tempat calon TKI mencek kesehatannya sebelum pergi ke negara penempatan.


Selengkapnya: http://www.aids-ina.org/modules.php?name=&file=article&sid=1462



11. Remaja Penderita HIV/AIDS di Malang Meningkat

Republika Online, 24 Juli 2009

MALANG – Kondisi remaja di wilayah Kabupaten Malang sangat mengkhawatirkan. Sebab, remaja yang terdeteksi terinfeksi virus HIV/AIDS sudah gawat, karena terus mengalami pengingkatan.Hingga semester pertama ini saja, remaja yang terdeteksi terinveksi virus HIV/AIDS itu ditemukan sekitar delapan anak. ''Ini luar biasa dibandingkan dengan tahun-tahun sebelumnya,'' Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Malang, Agus W Arifin kepada wartwan, Jumat (24/7).

Menurut Agus W Arifin, sesuai data yang ada di Komisi Pemberantasan HIV/AID dan Dinkes Kabupaten Malang, tahun 2003 hanya ada satu remaja terinveksi. Sedangkan tahun 2006 sekitar dua anak dan 2008 sebanyak tiga remaja. Sedangkan pertengahan tahun 2009 ini mencapai delapan remaja.


Selengkapnya: http://www.aids-ina.org/modules.php?name=&file=article&sid=1461



12. Sulut Perang Terhadap HIV/Aids

Manado Post, 23 Juli 2009

Sualang: Ancaman Terhadap Kehidupan Masyarakat

MANADO — Pemerintah Provinsi Sulut mengajak semua pihak menyatakan perang terhadap HIV/Aids. Ajakan perang terhadap HIV/Aids disampaikan Wakil Gubernur Sulut Fredy H Sualang, ketika membuka acara Rapat Koordinasi (Rakor) Komisi Penanggulangan AIDS (KPA) Sulut, di ruang Mapaluse kantor Gubernur, kemarin.

Ini sangat penting, karena penyebaran penyakit tersebut dengan berbagai implikasi dan dampak negatifnya, merupakan ancaman terhadap tatanan kehidupan masyarakat Sulut. Ini secara otomatis akan menghambat roda gerak pembangunan. “Sangat penting komitmen bersama, baik pada tataran personal maupun pada tataran institusional,” ajak Sualang di hadapan peserta Rakor dari pejabat pemerintah, tokoh agama dan masyarakat, LSM dan Pers.


Selengkapnya: http://www.aids-ina.org/modules.php?name=&file=article&sid=1460



13. Buat Berobat, Penderita AIDS Curi Tabung Elpiji

Berita Jatim, 23 Juli 2009

Reporter : Fakhrurrozi

Surabaya (beritajatim.com) - Mengaku tak punya uang untuk berobat, seorang penderita HIV/AIDS mencuri tabung elpiji.
Perbuatan itu dilakukan Charles Tampubolon (32), warga Jalan Jepara II, Surabaya.

Namun, perbuatannya dipergoki pemilik toko yang diketahui bernama Tutik Hermaningsih, (42), juga warga Jalan Jepara. Akibatnya, Charles pun gagal mengobati penyakitnya dan sebagai gantinya harus mendekam di tahanan Polsek Bubutan.

Pencurian yang dilakukan Charles ini terjadi sekitar pukul 15.00 WIB di toko Aqua Fresh milik korban. Saat itu, tersangka berpura-pura hendak membeli tabung elpiji.


Selengkapnya: http://www.aids-ina.org/modules.php?name=&file=article&sid=1459



14. Mencemaskan, Penyebaran HIV/AIDS di Belu

Pos Kupang, 23 Juli 2009

ATAMBUA, SPIRIT--Penyebaran penyakit menular HIV dan AIDS di Kabupaten Belu saat ini sangat mencemaskan bagi masyarakat setempat. Selama dua tahun terakhir, 2008-2009, teridentifikasi 203 orang tertular HIV/AIDS. Dan, diperkirakan yang tidak teridentifikasi antara 800 sampai 1.800 orang, tersebar di seluruh wilayah Kabupaten Belu.

Kecemasan ini disampaikan Wakil Bupati Belu, Taolin Ludovikus, B.A, ketika mengunjungi Kecamatan Botin Leobele dan Kecamatan Malaka Timur, Sabtu (11/7/2009).

Dalam arahannya sebagai Ketua Komisi Penanggulangan AIDS Daerah (KPAD) Kabupaten Belu, Taolin menyampaikan kepada masyarakat yang hadir apabila terdapat anggota keluarga atau sanak saudara yang teridentifikasi mengidap HIV/AIDS agar dibawa untuk berobat secara teratur.


Selengkapnya: http://www.aids-ina.org/modules.php?name=&file=article&sid=1458



15. Bandung Kota Tertinggi Kasus HIV-AIDS

Berita Bandoeng, 23 Juli 2009

BANDUNG: Sejak 1989 hingga Maret 2009 lalu, Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Barat mencatat secara kumulatif terdapat 4.520 kasus HIV-AIDS di Jabar, 1.838 diantaranya HIV positif dan 2.682 diantaranya AIDS.

Jumlah kasus HIV-AIDS terbanyak dilaporkan dari Kota Bandung mencapai 1763 kasus, disusul Kota Bekasi 589 kasus, Kota Sukabumi 392 kasus, Kota Bogor 217 kasus dan Kab.
Bandung 150 kasus.

Selengkapnya: http://www.aids-ina.org/modules.php?name=&file=article&sid=1457



16. KPA Jabar Kirim Delegasi Ke ICAAP

Berita Bandoeng, 23 Juli 2009

BANDUNG: Komisi Penanggulangan AIDS (KPA) Provinsi Jawa Barat akan mengirimkan delegasnya untuk mengikuti kegiatan International Congress on AIDS in Asia and the Pacific (ICAAP) ke-9, yang akan berlangsung di Bali, pada 9 – 13 Agustus 2009 mendatang.

Anggota KPA Provinsi Jabar, Khoirul Naim, SKM., MEpid, mengatakan ICAAP sangat penting karena dalam ajang tersebut peserta dapat mempelajari berbagai upaya yang dilakukan dunia internasional dalam memerangi epidemi HIV-AIDS yang kian memprihatinkan di Jawa Barat.

“Kita dapat menimba ilmu, sharing pengalaman, dan yang terpenting mempelajari success story dari berbagai negara dalam menekan laju kasus HIV-AIDS.," ujarnya.


Selengkapnya: http://www.aids-ina.org/modules.php?name=&file=article&sid=1456



17. Suamiku Memberi Hadiah Aku Virus Laknat

Suara Merdeka, 23 Juli 2009

Sepenggal Kisah ODHA (2-Habis)

KUCERITAKAN kisahku ini, tidak lain agar bisa menjadi inspirasi buat teman-teman sesama ODHA (Orang yang hidup dengan HIV). Namaku Mawar, sebut saja demikian juga manusia biasa yang bisa putus asa ketika dokter memvonisku mengindap virus mematikan itu.

Setelah kelahiran anak pertamaku, Sony di tahun 2004, hubunganku dengan keluarga di Wonogiri membaik. Satu setengah tahun kemudian, Edo anak ke duaku lahir.

Aku melahirkan tanpa didampingi suami, karena Mas Joko sedang ada pekerjaan di luar kota. Saat itu, suamiku bekerja pada perusahaan event organizer (EO) yang berkantor megah di Pondok Indah, sebagai guitar technical sebuah grup band papan atas di Tanah Air. Syukurlah anak ke duaku lahir dengan selamat. Badannya montok dan mengemaskan.


Selengkapnya: http://www.aids-ina.org/modules.php?name=&file=article&sid=1455



18. DPRD Sulut Tolak Lokalisasi

Manado Post, 21 Juli 2009

MANADO—Pengesahan Perda HIV/AIDS akhir pekan lalu ikut menunjukkan sikap DPRD Sulut terhadap usulan lokalisasi.
Semua fraksi di Gedung Cengkih Sario menolak tempat yang akan menjadi areal prostitusi di daerah ini.

FPG, FPDIP, FDS, FPD dan PFK menyatakan setuju rancangan peraturan daerah (Ranperda) HIV/AIDS untuk di-perda-kan, termasuk menolak adanya lokalisasi pekerja seks komersil (PSK) di daerah ini. “Kami menyatakan menerima Ranperda HIV/AIDS diperdakan, dengan tegas menolak lokalisasi,” kata pembaca pemandangan umum FPG Pdt Manuel Mantiri.


Selengkapnya: http://www.aids-ina.org/modules.php?name=&file=article&sid=1454



19. Kugendong HIV ke Mana-mana

Suara Merdeka, 22 Juli 2009

Sepenggal Kisah ODHA (1)

Tertular HIV/AIDS, tentu bukan menjadi keinginan setiap orang. Namun apalah daya ketika penyakit yang menyerang kekebalan tubuh seseorang itu telanjur hinggap. Bukan hanya jiwanya yang terancam, tetapi juga dijauhkan dari pergaulan sosial. Seperti apa kisah orang dengan HIV/AIDS (ODHA), berikut penuturan nyata Mawar, perempuan muda yang tinggal di Wonogiri.

MESKI suara itu disampaikan begitu lirih, tapi bagiku terdengar seperti halilintar. Dada ini rasanya mau meledak, begitu dokter memvonisku sebagai pengidap HIV, Oktober 2006.

Virus laknat itu bukan saja menulariku, tapi juga telah merenggut suamiku, Joko (sebut saja demikian) dan anak keduaku, Edo (juga bukan nama sebenarnya).
Beruntung Sony (juga nama samaran), anak pertamaku, lolos dari HIV. Keberadaan Sony yang membuatku tetap bertahan, meski HIV selalu kugendong ke mana-mana.

Selengkapnya: http://www.aids-ina.org/modules.php?name=&file=article&sid=1453



20. Narkoba dan Miras Picu HIV-AIDS

Cenderawasih Pos, 22 Juli 2009

Koordinator Umum Yayasan Pengembangan Kesehatan Masyarakat (YPKM) Papua wilayah Pegunungan Tengah, Jhon Suebu, SH mengatakan, penyebaran virus mematikan HIV-AIDS dipicu oleh Minuman Keras (Miras) dan Narkoba.

Hal itu dikatakannya saat melakukan sosialisasi tentang bahaya Narkoba dan Miras yang berdampak pada HIV-AIDS di Jemaat GKI Oraet Labora Potikelek Wamena, Selasa (21/7)."Kasus HIV-AIDS meningkat akibat hubungan seksual yang berganti-ganti dan ini terjadi setelah mabuk sehingga fungsi kontrolnya hilang,"ungkapnya.


Selengkapnya: http://www.aids-ina.org/modules.php?name=&file=article&sid=1452


 -----------------------------------------------

Pengelola aids-ina.org

A better way in strengthening strategic information to guide a more effective

Dukung dan kunjungi terus www.aids-ina.org

 


#92 From: "Pengelola www.aids-ina.org" <administrator@...>
Date: Mon Aug 31, 2009 1:38 am
Subject: Klipping Media Masa Terbaru di www.aids-ina.org
komunitasaid...
Offline Offline
Send Email Send Email
 

Kumpulan Berita Media Massa
HIV-AIDS dan Narkoba
Dari Tanggal: 24 August 2009 Sampai Tanggal: 31 August 2009


 

1. Tiga Pelayan Pub di Lembata Mengidap HIV

Pos Kupang, 29 Agustus 2009

LEWOLEBA, POS-KUPANG.COM --Peringatan bagi kaum pria yang doyan "makan di luar rumah." Saat ini ada tiga wanita pelayan pub dan karaoke di sejumlah lokasi di Kota Lewoleba, terindikasi mengidap virus human immune deviciency sydrom (HIV).


Selengkapnya: http://www.aids-ina.org/modules.php?name=&file=article&sid=1716



2. SPKs jangkau 900 orang rentan HIV/AIDS

Waspada Online, 29 Agustus 2009

MEDAN - Sejak Juni 2008 hingga Agustus 2009 LSM Sumatera Peduli Kesehatan (SPKs) HIV/AIDS telah menjangkau sedikitnya 900 orang kelompok resiko tinggi terkena HIV/AIDS agar mau memeriksakan diri ke Klinik VCT (Voluntary Counselling Testing). Mereka yang termasuk resiko tinggi yakni, PSK (Pekerja Seks Komersil), waria, dan sesama jenis.

Hal ini disampaikan Direktur Program LSM SPKs Hendra, tadi malam.

Hendra mengatakan, daerah-daerah yang sudah dijangkau LSM ini adalah Jl. Gajah Mada Medan, Djamin Ginting Medan, Simpang Selayang Medan, Tj. Morawa, dan Jl. Binjai. “Kami melakukan penjangkauan di oukup-oukup dan di tempat PSK-PSK lainnya. Tapi, dari 900 orang yang dijangkau yang terinfeksi HIV hanya sekitar 10 persen, mungkin saat diperiksa dengan mobile VCT atau klinik VCT belum kelihatan, kan masa inkubasinya 5 sampai 10 tahun.”


Selengkapnya: http://www.aids-ina.org/modules.php?name=&file=article&sid=1715



3. Sosialisasi di Wilayah Mansel

Manado Post, 29 Agustus 2009

GMIM BERLIAN

PANITIA HUT ke 75 (GMIM Berlian) melakukan sosialisasi di wilayah Manado Selatan (Mansel), besok (Minggu, 30/8). Sosialisasi ini akan dilaksanakan serentak di beberapa jemaat sesuai pembagian kelompok. Salah satu materi tentang peranan gereja terhadap pemberantasan narkoba dan penularan HIV/AIDS.

Sekretaris Umum Panitia Pdt Lisye Pangkey Sumampouw didampingi Ibu Dewi Bekto Suprapto menjelaskan, kegiatan ini bertujuan untuk menyosialisasikan bahaya narkoba dan HIV/AIDS. Sebab sampai sekarang jumlah penderita sudah semakin banyak.


Selengkapnya: http://www.aids-ina.org/modules.php?name=&file=article&sid=1714



4. Parangkusumo rawan HIV/AIDS

Harian Jogja, 29 Agustus 2009

BANTUL: Dinas Kesehatan Kabupaten Bantul menyatakan, kawasan Pantai Selatan Bantul rawan terhadap penyebaran HIV/AIDS. Data sementara menunjukkan, jumlah penderita HIV/AIDS di Bantul mencapai 9 orang.

Kepala Dinkes Pemkab Bantul, Siti Noor Zaenab mengatakan, jumlah penderita AIDS di Bantul padas emester pertama ini tidak bergeser dari jumlah tahun sebelumnya, yakni sembilan orang. Padahal, pihaknya menengarai ada sejumlah orang yang belum teridentifi kasi.


Selengkapnya: http://www.aids-ina.org/modules.php?name=&file=article&sid=1713



5. Dirjen P2PL Ingatkan Penderita IMS agar Lebih Waspada HIV/AIDS

Analisa Daily, 29 Agustus 2009

Medan, (Analisa)

Direktur Jenderal Pengendalian Penyakit dan Penyehatan Lingkungan (P2PL) Prof dr Candra Yog Aditama SpP MARS mengingatkan, penderita penyakit Infeksi Menular Seksual (IMS) agar lebih berhati-hati terhadap Human Immunodeficiency Virus/Aquired Immuno Deficiency Syndrome (HIV/AIDS).

"Karena penderita Ims jauh berpeluang terjangkit HIV/AIDS mencapai 5 – 9 kali lebih besar dibanding orang-orang yang tidak pernah terkena IMS," katanya saat meninjau klinik IMS Jalan Veteran Medan, Kamis (27/8).


Selengkapnya: http://www.aids-ina.org/modules.php?name=&file=article&sid=1712



6. Kawasan Pantai Rawan Penyebaran AIDS

Bernas, 29 AGustus 2009

BANTUL --Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Bantul menyatakan kawasan pantai sangat rawan terhadap penyebaran AIDS. Hal itu didasarkan pada hasil tes yang menunjukkan penyebaran AIDs di kawasan itu paling banyak.

Kepala Dinkes Kabupaten Bantul dr Siti Noor Zaenab, Jumat kemarin mengatakan, penderita AIDS di Kabupaten Bantul pada semester pertama tahun 2009 tidak berubah dari tahun sebelumnya, yakni 9 orang.

Menurut Siti, Dinkes telah melakukan sejumlah tes darah terhadap beberapa orang yang rentan terhadap penyakit mematikan itu. Tes dilakukan di sepanjang Pantai Parangkusumo, Rumah Tahanan (Rutan) Pajangan dan salon plus.


Selengkapnya: http://www.aids-ina.org/modules.php?name=&file=article&sid=1711



7. RSPI Bantah Telantarkan Penderita HIV/AIDS

Detik.Com, 28 Agustus 2009

Ramadhian Fadillah - detikNews

Jakarta - Pihak Rumah Sakit Penyakit Infeksi (RSPI) Prof Dr Sulianti Saroso membantah telah menelantarkan Kesi selama 14 jam. Kesi baru masuk ke RSPI pukul 12.00 WIB tadi bukan sejak dini hari, seperti pengakuan keluarganya.

"Sudah saya cek, pasien itu baru masuk pukul 12.00 WIB siang tadi, bukan sudah 14 jam, jadi tidak benar kalau kita telantarkan," jelas Direktur RSPI, Sardikin Giriputro ketika dikonfirmasi detikcom, Jumat (28/8/2009).


Selengkapnya: http://www.aids-ina.org/modules.php?name=&file=article&sid=1710



8. Kena AIDS, 14 Jam Lebih Kesi Terkatung-katung di RSPI

Detik.Com, 28 Agustus 2009

Muhammad Taufiqqurahman - detikNews

Jakarta - Naas benar nasib Kesi (39). Ia didiagnosa kena HIV/AIDS. Saat ingin berobat, ia harus terkatung-katung. Ia sudah 14 jam lebih menunggu di ruang IGD Rumah Sakit Penyakit Infeksi (RSPI) Prof Dr Sulianti Saroso. Tapi perawatan tidak kunjung dia dapatkan.

"Saat ini belum dapat perawatan. Ibu masih di IGD, tapi belum ada perawatan. Kata dokter tidak ada kamar kosong," ujar putri Kesi, Nini (26) saat ditemui di RSPI, Jl Sunter Permai Raya, Jakarta Utara, Jumat (28/8/2009).


Selengkapnya: http://www.aids-ina.org/modules.php?name=&file=article&sid=1709



9. Mitos dan Fakta Seputar Kondom

Kompas.Com, 28 Agustus 2009

KOMPAS.com — Banyak mitos tentang kondom yang membuat orang ragu menggunakannya. Agar tak salah kaprah, ketahui fakta dan dapatkan manfaatnya.

Mitos: Tetap bisa hamil meski menggunakan kondom
Fakta:
Penggunaan kondom sebenarnya lebih untuk mengurangi risiko terjadinya kehamilan. Jadi, risiko tetap ada meski presentasenya kecil, terutama jika kondom pecah atau bocor.


Selengkapnya: http://www.aids-ina.org/modules.php?name=&file=article&sid=1708



10. Pasien HIV Ditolak Dirawat di RS Sulianti Saroso

Kompas.Com, 28 Agustus 2009

JAKARTA, KOMPAS.com — Kesi (39), warga Kampung Benting, Kelurahan Tugu Utara, Koja, Jakarta Utara, yang terinfeksi virus HIV tidak bisa dirawat di RS Sulianti Saroso. Alasannya, ruang Dahlia di rumah sakit hanya untuk pasien flu babi.

Kesi yang tubuhnya terlihat kurus tergeletak di ruang Instalasi Gawat Darurat tanpa diinfus. Padahal, dia sudah dua bulan terakhir tidak bisa makan akibat jamur yang memenuhi lidah dan tenggorokannya.


Selengkapnya: http://www.aids-ina.org/modules.php?name=&file=article&sid=1707



11. Masyarakat Bali Sering Tolak Jenazah ODHA

Kompas.Com, 28 Agustus 2009

DENPASAR, KOMPAS.com — Masyarakat pedesaan ataupun perkotaan di Pulau Dewata masih sulit hidup bersama orang dengan HIV/AIDS (ODHA), termasuk menerima jenazahnya. Kuatnya penolakan di masyarakat karena mereka masih khawatir dengan penularan penyakit yang dianggap mematikan tersebut dan minim informasi.

Karena itu, kalangan tokoh agama di Pulau Dewata sepakat untuk membantu menghilangkan diskriminasi terhadap ODHA tersebut di masyarakat luas. Bantuan tersebut akan direalisasikan dengan membentuk tim relawan dari kalangan rohaniawan untuk menjadi pendamping. Tim relawan tersebut dari sejumlah lembaga swadaya masyarakat yang sudah aktif ke masyarakat.


Selengkapnya: http://www.aids-ina.org/modules.php?name=&file=article&sid=1706



12. 9 PSK Pantai Parangkusumo Positif HIV-AIDS

OkeZone.Com, 28 AGustus 2009

BANTUL - Maraknya prostitusi di Kawasan Pantai Selatan Yogyakarta berakibat pada penularan penyakit mematikan HIV-AIDS. Setidaknya dalam kurun satu semeter ini terdapat sembilan pekerja seks komersial (PSK) di kawasan ini dinyatakan positif mengidap HIV-AIDS.

"Jumlah penderita itu masih sama dari bulan Januari 2009 yang lalu hingga bulan ini. Hampir 90 persen lebih penderitanya adalah PSK yang menjajakan diri di kawasan Pantai Selatan Bantul khususnya pantai Parangkusumo," kata Kepala Dinkes Pemkab Bantul Siti Noor Zaenab, Jumat (28/8/2009)

Selengkapnya: http://www.aids-ina.org/modules.php?name=&file=article&sid=1705



13. Satu Bulan Tiga Penderita AIDS Meninggal

Suara Merdeka, 28 Agustus 2009

Blora, CyberNews. Perkembangan penyakit HIV/AIDS di Blora patut diwaspadai. Dalam satu bulan terakhir, warga Blora yang meninggal dunia karena pepenyakit AIDS sebanyak tiga orang. Jumlah tersebut merupakan terbanyak dan sebelumnya tidak pernah terjadi di Blora.

Fenomena gunung es yang penyertai perkembangan penyakit menular seksual tersebut memungkinkan jumlah penderitanya semakin banyak.


Selengkapnya: http://www.aids-ina.org/modules.php?name=&file=article&sid=1704



14. 80 Persen Pengidap AIDS Perempuan

Batam Pos, 28 Agustus 2009

BATAM (BP) - Kepala Badan Pemberdayaan Perempuan Kota Batam, Nurmadiah mengatakan dari 145 pengidap penderita HIV AIDS selama semester pertama 2009, sebagian besar penderita virus HIV AIDS tersebut perempuan.

”Sebanyak 80 persen penderitanya adalah perempuan, dan kita tidak dapat mengingkari, rata-rata survei yang kita lakukan bekerja sama dengan rumah sakit di Batam, para penderita tersebut adalah PSK,” ujar Nurmadiah kepada Batam Pos di Batam Center, Kamis (27/8).


Selengkapnya: http://www.aids-ina.org/modules.php?name=&file=article&sid=1703



15. Penderita IMS memiliki peluang lebih besar terjangkit HIV/AIDS

Waspada Online, 28 Agustus 2009

MEDAN - Penderita penyakit Infeksi Menular Seksual (IMS) memiliki peluang lebih besar terjangkit Human Immunodeficiency Virus/Aquired Immuno Deficiency Syndrome (HIV/AIDS) dibanding orang yang belum pernah menderita IMS.

“Peluang terjangkit HIV/AIDS mencapai 5 – 9 kali lebih besar dibanding orang-orang yang tidak pernah terkena IMS,” kata direktur jenderal Pengendalian Penyakit dan Penyehatan Lingkungan (P2PL) Departemen Kesehatan RI, Tjandra Yoga Aditama, tadi malam.


Selengkapnya: http://www.aids-ina.org/modules.php?name=&file=article&sid=1702



16. Pengguna PSK Berisiko Tinggi Terkena HIV

Koran SINDO, 28 Agustus 2009

PALEMBANG (SI) – Ini peringatan keras bagi pria yang biasa berkencan dengan pekerja seks komersial (PSK). Pasalnya, berdasarkan hasil dari pemetaan (mapping) yang dilakukan Badan Narkotika Kota (BNK) Palembang, ternyata pria yang menjadi teman kencan PSK paling besar berpotensi terkena HIV.

Kepala BNK Kota Palembang Zailani UD menjelaskan, mapping yang dilakukan BNK tersebut telah dibuat sejak Juli lalu dan melalui penjangkau yang diterjunkan khusus untuk mendapatkan data penderita HIV dan AIDS. “Kami sarankan warga yang termasuk risiko tinggi, seperti waria, PSK, termasuk pasangannya dan pengguna jarum suntik, untuk periksakan diri, apakah terkena HIV atau tidak,” jelasnya kemarin.


Selengkapnya: http://www.aids-ina.org/modules.php?name=&file=article&sid=1701



17. Agamawan Sepakat Tak Diskriminasi Jenazah Pengidap HIV/AIDS

Tempo Interaktif, 27 Agustus 2009

TEMPO Interaktif, Denpasar - Kalangan tokoh agama di Bali sepakat untuk tak akan melakukan diskriminasi terhadap jenazah pengidap HIV/AIDS. Pengurus Parisadha Hindu Dharma Indonesia Bali Raka Santeri menyatakan, diskriminasi terjadi karena masyarakat masih menggunakan perasaan saat menangani jenazah. "Padahal virus sudah tidak menular beberapa saat ketika pengidapnya meninggal," ujarnya Kamis (27/8).

Pihaknya akan membentuk tim relawan untuk mendampingi kalangan Lembaga Swadaya Masyarakat terjun ke desa-desa di Bali untuk menyosialisasikan masalah ini.


Selengkapnya: http://www.aids-ina.org/modules.php?name=&file=article&sid=1700



18. Target AIDS Terancam Gagal

Suara Pembaharuan, 27 Agustus 2009

Evaluasi Program MDGs

[JAKARTA] Target Millennium Development Goals (MDGs) yang berakhir tahun 2015, khususnya tujuan keenam, yakni penanganan berbagai penyakit menular paling berbahaya, terutama Human Immunodeficiency Virus (HIV)/Acquired Immune Deficiency Syndrome (AIDS) di Indonesia, terancam gagal. Hingga saat ini kasus HIV/AIDS masih tinggi yang menurut estimasi terbaru 2009 dari Departemen Kesehatan (Depkes) masih mencapai sekitar 277.000 orang.

Kasubdit AIDS dan Penyakit Menular Seksual (PMS) Departemen Kesehatan, Dyah Mustikawati yang dihubungi SP di Jakarta, Selasa (25/8) bahkan menyebutkan, angka ini diperkirakan akan meningkat menjadi 501.000 pada 2014, seiring dengan terjadinya kasus baru (infeksi baru HIV). Sebab, setiap tahun terjadi peningkatan sekitar 50.000 kasus baru yang terinfeksi HIV.


Selengkapnya: http://www.aids-ina.org/modules.php?name=&file=article&sid=1699



19. 3,6 Juta Pecandu Narkoba di Indonesia

Suara Merdeka, 27 Agustus 2009

Jambi, CyberNews. Widya Iswara Balai Diklat Badan Narkotika Nasional (BNN), RA Kadarmanta, S.Sos, MM, mengatakan, di Indonesia saat ini terdata ada 3,6 juta pecandu nakotika dan obat-obatan (narkoba).

Ketika memberikan sambutan pada rapat koordinasi Badan Narkotika Provinsi (BNP) Jambi di Jambi, Rabu, ia menjelaskan, berdasarkan pengamatan pakar, sebenarnya karakteristik kejahatan narkoba yang muncul ke permukaan saat ini hanya 10 persen.


Selengkapnya: http://www.aids-ina.org/modules.php?name=&file=article&sid=1698



20. Empat Napi di Nusakambangan Idap HIV/AIDS

Republika Online, 27 Agustus 2009

CILACAP--Pengelola penjara di Nusakambangan Kabupaten Cilacap diminta meningkatan kewaspadaan. Hal ini karena, berdasarkan temuan KPA (Komisi Penanggulangan AIDS) Kabupaten Cilacap, di lingkungan penjara Nusakambangan ditemukan empat napi yang mengidap virus HIV (human immunodeficiency virus) penyebab penyakit AIDS.

''Mereka kami temukan dalam kegiatan VCT (voluntary counsulting and testing) mobile yang kita lakukan selama setahun ini,'' jelas Ketua KPA (Komite Penanggulangan AIDS) Cilacap, Sardjono, Kamis (27/8). Saat ditanya tepatnya di LP mana napi pengidap HIV itu ditahan, Sardjono enggan menyebutkan.


Selengkapnya: http://www.aids-ina.org/modules.php?name=&file=article&sid=1697



21. 22 Penderita AIDS Tewas

Batam Pos, 27 Agustus 2009

BATAM (BP) - Tanpa disadari, sejak bulan Januari hingga Juli tahun ini sudah 22 penderita Human Immunodeficiency Virus (HIV) dan Acquired Immunodeficiency Syndrome (Aids) di Batam tewas di Rumah Sakit Budi Kemuliaan (RSBK).

Data yang diperoleh Batam Pos dari rumah sakit tersebut, angka kematian paling banyak terjadi pada bulan Mei, yakni sebanyak enam orang.
Lima bulan lainnya rata-rata sebanyak tiga orang per bulannya.

Selengkapnya: http://www.aids-ina.org/modules.php?name=&file=article&sid=1696



22. Meski Disunat Homoseksual Tetap Rentan HIV

Banjarmasin Post, 27 Agustus 2009

KENDATI sunat sudah terbukti bisa mencegah penularan virus HIV pada pria di Afrika, ternyata efek serupa tidak ditemukan pada pria homoseksual.

"Sunat ternyata tidak bisa mencegah penularan HIV di antara pria gay," kata Dr Peter Kilmarx, Kepala Divisi Epidemiologi dan HIV dari Center for Disease Control and Prevention (CDC), AS. Walau begitu, CDC masih mempertimbangkan untuk merekomendasikan sunat pada kelompok lain, seperti anak laki-laki dan pria heteroseksual yang beresiko tertular.


Selengkapnya: http://www.aids-ina.org/modules.php?name=&file=article&sid=1695



23. 3, 14 juta pelanggan PSK terinfeksi HIV/AIDS

Waspada Online, 26 Agustus 2009

MEDAN - Kasus Human Immunodeficiency Virus/Aquired Immuno Deficiency Syndrome (HIV/AIDS) di Indonesia diibaratkan seperti fenomena gunung es. Dimana, kasus yang terdata jauh lebih kecil dibanding jumlah yang tidak terdata.

"Populasi tertinggi yang terinfeksi HIV/AIDS adalah pelanggan Pekerja Seks Komersial (PSK) dengan angka estimasi mencapai 3,14 juta orang," kata kadis kesehatan Sumut, Candra Syafei, melalui manager global fund dinas kesehatan Sumut, Andi Ilham Lubis, tadi malam.


Selengkapnya: http://www.aids-ina.org/modules.php?name=&file=article&sid=1694



24. Stok ARV Aman, Tapi Dijatah

Harian Global, 26 Agustus 2009

Written by Yuni

Akibat penyakit menular Human Immune Virus/Acquired Immunedeviciency Syndrome (HIV/AIDS) kewajiban bagi Orang Dengan HIV /AIDS (ODHA) untuk mengonsumsi obat Anti Retro Viral sepertinya diwajibkan. Setidaknya untuk mengganti kekebalan tubuh yang habis ”disedot” virus.

Namun, obat Anti Retro Viral (ARV) yang tidak boleh putus penggunaannya justru di RSUP H Adam Malik Medan harus dijatah. Meski, stok ARV hingga akhir tahun 2009, dipastikan aman.


Selengkapnya: http://www.aids-ina.org/modules.php?name=&file=article&sid=1693



25. Mayoritas Pengidap HIV/AIDS Enggan Ikuti Konseling

Tempo Interaktif, 26 Agustus 2009

TEMPO Interaktif, Semarang - Sekitar 74 persen dari delapan ribu pengidap HIV/AIDS di Jawa Tengah, masih belum mau memeriksakan diri melalui konseling secara sukarela di Voluntary Counseling and Testing (VCT) yang sudah disediakan di wilayah itu. “Dari perkirakan pengidap delapan ribu orang, baru 2.100 pengidap yang sudah mau memeriksakan diri di VCT,” kata Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Tengah Hartanto, Rabu (26/8).

Hartanto mengatakan, kesadaran pengidap untuk memeriksakan diri memang masih rendah. Sebagian pengidap HIV/AIDS enggan memeriksakan diri ke VCT karena menganggap pemeriksaan ini tidak terlalu penting.


Selengkapnya: http://www.aids-ina.org/modules.php?name=&file=article&sid=1692



26. Ustadz: HIV/AIDS tak Ada Jika Pelacuran Tiada

Republika Online, 26 Agustus 2009

BANJARMASIN--Mantan Ketua Umum Pengurus Pusat Taman Pendidikan Alquran, ustadz H. Chairani Ideris menyatakan, penyakit atau penderita HIV/AIDS tidak akan ada, jika pelacuran dan pergaulan seks bebas tiada.

"Sebaliknya selama pelacuran dan seks bebas masih ada, maka penyakit itu tak akan pernah tiada," tandas mantan Ketua Umum Pengurus Wilayah Pelajar Islam Indonesia (PII) Provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel) dalam ceramah subuh di Masjid Raya Sabilal Muhtadin Banjarmasin, Rabu (26/8).


Selengkapnya: http://www.aids-ina.org/modules.php?name=&file=article&sid=1691



27. Sunat Tak Lindungi Pria ''Gay'' dari HIV

Kompas.Com, 26 Agustus 2009

KOMPAS.com — Kendati sunat sudah terbukti bisa mencegah penularan virus HIV pada pria di Afrika, ternyata efek serupa tidak ditemukan pada pria homoseksual.

"Sunat ternyata tidak bisa mencegah penularan HIV di antara pria gay," kata Dr Peter Kilmarx, Kepala Divisi Epidemiologi dan HIV dari Center for Disease Control and Prevention (CDC), AS. Walau begitu, CDC masih mempertimbangkan untuk merekomendasikan sunat pada kelompok lain, seperti anak laki-laki dan pria heteroseksual yang beresiko tertular.


Selengkapnya: http://www.aids-ina.org/modules.php?name=&file=article&sid=1690



28. Kurikulum Soal AIDS dan Narkoba

Tribun Jabar, 26 Agustus 2009

SETELAH melewati pengkajian mendalam selama beberapa waktu, Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Bandung akhirnya memasukkan pelajaran tentang narkoba dan HIV/AIDS ke dalam kurikulum sekolah mulai tahun ajaran 2010/2011.

Rencananya, mata pelajaran Narkoba dan HIV/AIDS ini akan ditangani langsung para guru Bimbingan dan Penyuluhan (BK) yang sebelumnya telah dibekali pengetahuan khusus. Setiap siswa akan mengikutinya selama satu jam paling tidak sepekan satu kali.


Selengkapnya: http://www.aids-ina.org/modules.php?name=&file=article&sid=1689



29. Wah... Bandung Masukkan Narkoba dan HIV/AIDS sebagai Kurikulum!

Kompas.Com, 26 Agustus 2009

BANDUNG, KOMPAS.com — Setelah melewati pengkajian mendalam selama beberapa waktu, Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Bandung akhirnya memasukkan materi pelajaran tentang narkoba dan HIV/AIDS ke dalam kurikulum sekolah mulai tahun ajaran 2010/2011.

Rencananya, mata pelajaran narkoba dan HIV/AIDS itu akan ditangani langsung oleh para guru Bimbingan dan Penyuluhan (BK) yang sebelumnya telah dibekali pengetahuan khusus. Setiap siswa akan mengikutinya selama satu jam, paling tidak satu kali dalam sepekan.


Selengkapnya: http://www.aids-ina.org/modules.php?name=&file=article&sid=1688



30. Narkoba dan HIV/AIDS Masuk dalam Kurikulum

Banjarmasin Post, 26 Agustus 2009

BANDUNG, RABU - Setelah melewati pengkajian mendalam selama beberapa waktu, Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Bandung akhirnya memasukkan materi pelajaran tentang narkoba dan HIV/AIDS ke dalam kurikulum sekolah mulai tahun ajaran 2010/2011.

Rencananya, mata pelajaran Narkoba dan HIV/AIDS itu akan ditangani langsung oleh para guru Bimbingan dan Penyuluhan (BK) yang sebelumnya telah dibekali pengetahuan khusus. Setiap siswa akan mengikutinya selama satu jam, paling tidak satu kali dalam sepekan.


Selengkapnya: http://www.aids-ina.org/modules.php?name=&file=article&sid=1687

 -----------------------------------------------

Pengelola aids-ina.org

A better way in strengthening strategic information to guide a more effective

Dukung dan kunjungi terus www.aids-ina.org

 


#95 From: "Pengelola www.aids-ina.org" <administrator@...>
Date: Mon Oct 12, 2009 12:39 am
Subject: Klipping Media Masa Terbaru di www.aids-ina.org
komunitasaid...
Offline Offline
Send Email Send Email
 

Kumpulan Berita Media Massa
HIV-AIDS dan Narkoba
Dari Tanggal: 5 October 2009 Sampai Tanggal: 12 October 2009


 

1. 103 Warga Tewas karena AIDS

Kaltim Post Online, 08 Oktober 2009

Sudah 1.200 Mengidap HIV, Terbanyak di Samarinda

SAMARINDA – Samarinda dan Balikpapan menjadi kota tersubur penyebaran HIV/AIDS di Kaltim. Data yang dimiliki Dinas Kesehatan (Diskes) Kaltim menunjukkan, dari 194 penderita AIDS di Kaltim, tercatat 103 di antaranya meninggal dunia. Dari jumlah itu, Balikpapan ditasbihkan sebagai “pemecah rekor” terbanyak 44 warganya meninggal, disusul Samarinda 36 orang.

“Selain AIDS, di Kaltim sudah ditemukan 1.200 kasus HIV,” ungkap Wakil Gubernur Kaltim Farid Wadjdy saat membuka Rapat Koordinasi Program Terpadu Penanggulangan HIV/AIDS, Narkoba, TB-Paru, DBD, dan Zoonosis di Hotel Grand Sawit Samarinda, kemarin (7/10).


Selengkapnya: http://www.aids-ina.org/modules.php?name=&file=article&sid=1802



2. Nigeria to develop own HIV/AIDS vaccine

Waspada Online, 08 Oktober 2009

LAGOS - Nigeria is now pushing to develop its own vaccine to prevent HIV/AIDS infection, the Nigerian Tribune newspaper reported on Tuesday, citing a top official.

John Idoko, director general, Nigeria's National Agency for Control of AIDS (NACA), said while flagging off the National HIV/AIDS Strategic Framework Plan for 2010 to 2015, in Abuja on Monday.

According to him, with the latest discovery, it was very possible to develop preventive HIV vaccines, adding that Nigeria would need 5.7 billion U.S. dollars to fight the disease during the period.


Selengkapnya: http://www.aids-ina.org/modules.php?name=&file=article&sid=1801



3. Bayi di Jember Terinfeksi HIV/AIDS Stadium Tiga

Surya Online, 08 Oktober 2009

Kamis, 8 Oktober 2009 | 17:00 WIB | Posts by: Sugeng Wibowo | Kategori: Berita Terkini, Tapal Kuda

JEMBER | SURYA Online - Seorang bayi berusia 19 bulan di Kabupaten Jember, Jawa Timur (Jatim), terinfeksi HIV/AIDS dan menjalani rawat inap di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) dr Soebandi Jember.

Koordinator klinik “Voluntary Councelling and Testing” (VCT) RSUD dr Soebandi Jember, dr Justina Evi Tyaswati, SpKJ, Kamis (8/10), membenarkan adanya seorang bayi yang terinfeksi HIV/AIDS.

“Kemungkinan bayi itu tertular HIV/AIDS dari kedua orang tuanya yang sudah meninggal dunia,” kata dr Evi.


Selengkapnya: http://www.aids-ina.org/modules.php?name=&file=article&sid=1800



4. Dewan: Pindah SK ke Karimunjawa!

Solo Pos, 08 Oktober 2009

Semarang (Espos)

Anggota DPRD Jateng mengusulkan agar lokalisasi pelacuran terbesar di Kota Semarang, Sunan Kuning (SK), dipindahkan ke Pulau Karimunjawa, Jepara.

”Kita jangan bicara masalah halal dan haram untuk menangani masalah pelacuran ini,” kata anggota Dewan dari Fraksi PPP, Khayatulmaki kepada wartawan di Gedung Berlian, Semarang, Rabu (7/10).

Dia mencontohkan Malaysia yang melokalisasi perjudian di Pulau Genting, serta hanya orang tertentu saja boleh memasuki kawasan tersebut.


Selengkapnya: http://www.aids-ina.org/modules.php?name=&file=article&sid=1799



5. Didiagnosa HIV - Ozzy Osbourne Sempat Putus Asa

Harian Global. 08 Oktober 2009

Betapa terkejutnya Ozzy Osbourne saat mendapat kabar bahwa ia dinyatakan positif mengidap virus HIV.Untungnya hasil diagnosa sementara itu ternyata salah dan Ozzy akhirnya bisa bernafas lega.
Tapi paling tidak, rocker gaek ini sempat merasa stres berat saat menerima kabar pertama.

"Saya sempat mengunjungi dokter dan melakukan tes AIDS. Setelah itu dokter tadi mengatakan bahwa saya positif. Hari itu adalah hari terburuk dalam hidup saya," ungkap vokalis Black Sabbath ini seperti diberitakan Music News, Selasa (7/10).

Ozzy sempat tak mengerti karena ia sudah lama meninggalkan gaya hidup hura-hura yang sempat ia jalani ketika masih aktif di Black Sabbath.


Selengkapnya: http://www.aids-ina.org/modules.php?name=&file=article&sid=1798



6. Lelang Barang Bekas untuk Penanggulangan HIV-AIDS

Detik.Com, 08 Oktober 2009

Moksa Hutasoit - detikNews


Jakarta - Ingin bisa berperan terhadap penanganan penyakit HIV-AIDS di Indonesia? Tidak harus dengan kemampuan kedokteran yang dimiliki. Anda bisa membantu lewat penggalangan dana.

Cara yang diperlukan tidak sulit, malah tergolong mudah. Tinggal lelang barang-barang Anda yang tidak lagi terpakai.

Taruh barang tersebut di situs Tokobagus.com. Tunggulah sampai ada orang yang tertarik dengan barang Anda.


Selengkapnya: http://www.aids-ina.org/modules.php?name=&file=article&sid=1797



7. Tiap Kecamatan di Surabaya Tertular HIV/AIDS

Detik.Com, 08 Oktober 2009

Fatichatun Nadhiroh - detikSurabaya

Surabaya - Jumlah penderita HIV/AIDS dari tahun ke tahun terus bertambah. Di Kota Surabaya hingga Juni 2009, jumlah penderita HIV/AIDS sudah menyebar ke tiap kecamatan di Surabaya.

"Penderita HIV/AIDS sudah menyebar di semua kecamatan se-Surabaya," kata Kepala Dinas Kesehatan Kota Surabaya, Esti Matiana Rachmie, Kamis (8/10/2009).

Dia menjelaskan, dari 31 kecamatan di Surabaya jumlah penderita HIV hingga Juni 2009 mencapai 142 orang. Sedangkan 199 orang lainnya mengalami AIDS. Total jumlahnya mencapai 341 orang.


Selengkapnya: http://www.aids-ina.org/modules.php?name=&file=article&sid=1796



8. 103 Warga Kaltim Meninggal karena AIDS

Radar Tarakan, 08 Oktober 2009

Sudah 1.200 Mengidap HIV, Terbanyak di Samarinda

- SAMARINDA – Samarinda dan Balikpapan tampaknya menjadi kota tersubur menyebaran HIV/AIDS di Kaltim. Data yang dimiliki Dinas Kesehatan (Diskes) Kaltim menunjukkan, dari 194 penderita AIDS di Kaltim, tercatat 103 di antaranya meninggal dunia. Dari jumlah itu, Balikpapan ditasbihkan sebagai “pemecah rekor” terbanyak 44 warganya meninggal, disusul Samarinda 36 orang.

“Selain AIDS, di Kaltim sudah ditemukan 1.200 kasus HIV,” ungkap Wakil Gubernur Kaltim Farid Wadjdy saat membuka Rapat Koordinasi Program Terpadu Penanggulangan HIV/AIDS, Narkoba, TB-Paru, DBD, dan Zoonosis di Hotel Grand Sawit Samarinda, kemarin (7/10). Dari data tersebut, pengidap HIV terbesar ada di Samarinda dengan jumlah 471 orang (selengkapnya lihat tabel).


Selengkapnya: http://www.aids-ina.org/modules.php?name=&file=article&sid=1795



9. Setiap PSK Harus Cek Kesehatan

Galamedia, 08 Oktober 2009

TASIKMALAYA,(GM)-
Untuk menekan HIV/AIDS yang mayoritas ditularkan pekerja seks komersial (PSK), Konfederasi Anti Pemiskinan (KAP) Indonesia mengumpulkan dan mengarahkan 20 PSK di Kota Tasik, agar secara sadar memeriksakan kesehatannya secara intensif.

"Setiap melayani teman kencannya mereka harus gunakan alat kontrasepsi seperti kondom," tegas Koordinator Program KAP, Agus Abdulah dalam acara sosialisasi kesehatan bagi PSK agar tidak tertular atau menularkan HIV/AIDS.


Selengkapnya: http://www.aids-ina.org/modules.php?name=&file=article&sid=1794



10. Dukung Tes HIV/AIDS

Radar Timika, 01 Oktober 2009

Kesehatan

TIMIKA – Dukungan terhadap rencana KPAD Mimika melakukan tes HIV/AIDS pada aparatur pemerintah di Kabupaten Mimika terus berdatangan. Kali ini dari Asisten II Setda Mimika, Drs. Taslim Tuhuteru, tokoh agama dan tokoh pemuda.

Taslim mengatakan program KPAD yang akan dilaksanakan pertengahan Oktober nanti bertujuan menjaga kesehatan aparatur pemerintahan. "Itu hal penting, tapi jangan dipaksakan juga pada pegawai, karena itu hak asasi seseorang, mau atau tidak diperiksa," kata Taslim Tuhuteru kepada Radar Timika disela-sela Semiloka di Hotel Maranu, Rabu (30/9).


Selengkapnya: http://www.aids-ina.org/modules.php?name=&file=article&sid=1793



11. KPA Melihat Trend Kenaikan Penularan HIV/AIDS

Radar Timika, 01 Oktober 2009

TIMIKA - Beberapa pernyataan masyarakat tentang apa kelanjutan hasil tes HIV/AIDS yang akan dilakukan Komisi Penanggulangan AIDS (KPA) Kabupaten Mimika pada PNS nanti, langsung mendapat respon dari KPA.

Koordinator Sekretait KPA Mimika, Reynold Ubra mengatakan bahwa yang akan dilakukan adalah conseling, confirm dan confidensialitas. Dengan demikian akan ada tindak lanjut dari hasil pemeriksaan HIV/AIDS itu sendiri. Selain itu, hasil tes, dijamin kerahasiaannya.


Selengkapnya: http://www.aids-ina.org/modules.php?name=&file=article&sid=1792



12. Di Cimahi, Delapan Bayi Positif HIV AIDS

Surya Online, 07 Oktober 2009

Rabu, 7 Oktober 2009 | 19:05 WIB | Posts by: Sugeng Wibowo | Kategori: Berita Terkini, Jabar & Banten

CIMAHI | SURYA Online - Delapan orang bayi di Kota Cimahi, Jawa Barat (Jabar), dinyatakan positif tertular virus HIV/AIDS dari ibu kandungnya.

“Untuk kasus di Cimahi, sudah ada delapan orang bayi yang positif terpapar HIV, akibat penularan dari ibu kandung kepada anaknya,” kata Kepala Seksi Pengendalian Pemberantasan Penyakit Dalam Dinas Kesehatan Kota Cimahi, dr Fitriani Manan, MKM, di Kota Cimahi, Rabu (7/10).

Menurut dr Fitriani, jumlah orang dengan HIV-AIDS (ODHA) di Kota Cimahi terus meningkat setiap tahunnya. Dikatakannya, hingga Mei 2009, tercatat sudah ada 105 ODHA di Kota Cimahi.


Selengkapnya: http://www.aids-ina.org/modules.php?name=&file=article&sid=1791



13. Anya Dwinof Serahkan Jam Tangan Kesayangannya

Pikiran Rakyat, 07 Oktober 2009

JAKARTA (PRLM),- Bintang sinetron dan presenter Anya Dwinof ikut partisipasi dengan melelang barang pribadinya .Anya menyerahkan koleksi pribadinya berupa jam tangan wanita merk DKNY buatan Amerika.

Bukan hanya Anya Dwinof saja yang ikut menyerahkan barang kesayangannya tapi ada juga Dewi Sandra .Lena Tan, Drive, Juliete, Irvan Hakim, Anjasmara, Roy, Krisdayanti, Hendri Boomerang dan beberapa artis lainnya. Anya yang ditemui di acara KPA luncurkan program galang dana online di room ceria hotel Shangri La Jakarta Rabu (7/10)


Selengkapnya: http://www.aids-ina.org/modules.php?name=&file=article&sid=1790



14. GUBSU SYAMSUL ARIFIN: ''Narkoba Makin Meluas''

Harian Global, 07 Oktober 2009

Written by Chandra Sirait

Gubsu Syamsul Arifin SE mengakui peredaran narkoba di Sumut makin meluas. Bahkan sampai ke pedesaan. Korbannya pun dari pelajar, mahasiswa, pemuda sampai orangtua dengan status sosial yang berbeda-beda.

Hal itu dikatakan Gubsu dalam sambutannya yang dibacakan RE Nainggolan, Sekdaprovsu saat membuka Diklat Training of Trainers (TOT)/pendidikan dan pelatihan pencegahan dini penyalahgunaan narkoba bagi kalangan guru yang tergabung dalam PGRI Sumut dan pelajar SMA, SMK Pencawan di aula Martabe Jalan Diponegoro, Medan, Selasa (6/10).

Dampak dari pengguna Narkoba melalui jarum suntik saat ini menurut Gubsu sudah berjumlah 1.802 orang. Di antaranya HIV 820 orang dan AIDS 982 orang. "Apabila tak kita tangani secara terpadu dan secara dini maka kondisi ini sangat mengkhawatirkan," katanya.


Selengkapnya: http://www.aids-ina.org/modules.php?name=&file=article&sid=1789



15. Nigeria Kembangkan Sendiri Vaksin HIV/AIDS

TV One, 07 Oktober 2009

Lagos, (tvOne)

Nigeria kini sedang berusaha mengembangkan vaksinnya sendiri untuk mencegah penularan HIV/AIDS, demikian laporan Nigerian Tribune dengan mengutip keterangan seorang pejabat tinggi, Selasa.

Direktur Jenderal Lembaga Nasional Nigeria bagi Pemantauan AIDS (NACA) John Idoko , mengatakan dengan temuan paling akhir, sangat mungkin untuk mengembangkan vaksin pencegah HIV. John Idoko menambahkan Nigeria akan memerlukan dana 5,7 miliar dolar AS untuk memerangi penyakit tersebut selama masa itu.


Selengkapnya: http://www.aids-ina.org/modules.php?name=&file=article&sid=1788



16. Delapan Bayi di Cimahi Positif HIV/Aids

Republika Online, 07 Oktober 2009

CIMAHI--Delapan orang bayi di Kota Cimahi, Jawa Barat, dinyatakan positif tertular virus HIV/AIDS dari ibu kandungnya."Untuk kasus di Cimahi, sudah ada delapan orang bayi yang positif terpapar HIV, akibat penularan dari ibu kandung kepada anaknya," kata Kepala Seksi Pengendalian Pemberantasan Penyakit Dalam Dinas Kesehatan Kota Cimahi, dr Fitriani Manan, MKM, di Kota Cimahi, Rabu.

Ia menyatakan, jumlah orang dengan HIV-AIDS (ODHA) di Kota Cimahi terus menunjukkan peningkatan setiap tahunnya. Dikatakannya, hingga Mei 2009, tercatat sudah ada 105 ODHA di Kota Cimahi. "Dari data yang ada, sebanyak 73 persen orang yang terpapar HIV-AIDS adalah mereka yang merupakan pengguna narkoba suntik atau istilahnya penasun," kata dr Fitriani.


Selengkapnya: http://www.aids-ina.org/modules.php?name=&file=article&sid=1787



17. 41 ODHA Meninggal

Surya Online, 07 Oktober 2009

Blitar - SURYA- Selama 5 tahun terakhir sejak 2005 hingga September 2009, Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Blitar mencatat 41 ODHA (Orang Dengan HIV/AIDS) atau rata-rata 8 orang tiap tahun meninggal. Kabid Pengendalian Penyakit dan Kesehatan Masyarakat (P2KM) Dinkes Kabupaten Blitar, dr Hari Purwanto mengatakan, jumlah kasus dan ODHA setiap tahun meningkat.

Data warga Kabupaten Blitar yang melakukan konsultasi ke klinik VCT (Voluntary Counseling and Testing) di Tulungagung, terdapat 67 penderita HIV dan 75 orang positif AIDS, sehingga total ada 142 ODHA. “Mereka berasal dari berbagai latar belakang, mulai ibu rumah tangga, pegawai, PSK sampai TKI,” jelas Hari.


Selengkapnya: http://www.aids-ina.org/modules.php?name=&file=article&sid=1786



18. Lelang untuk Edukasi HIV-AIDS

Koran SINDO, 07 Oktober 2009

SAKSI amal dapat dilakukan dengan berbagai cara. Salah satunya melalui acara lelang barang, yang hasilnya disumbangkan untuk beramal.

Hal itu yang terlihat dalam acara Charity for AIDS Have A Heart di Hotel Shangri-La Jakarta kemarin. Penggagasnya adalah situs jualbeli online tokobagus.com bersama Komisi Penanggulangan AIDS (KPA) Nasional. Konsepnya sederhana.Para selebriti secara sukarela menyumbangkan barang-barang miliknya yang masih berharga untuk dilelang secara onlinedi tokobagus.com.

Hasilnya kemudian akan disumbangkan langsung untuk edukasi HIV-AIDS di sejumlah wilayah di Indonesia, seperti Bali, Lombok, Jakarta,Bandung. Menurut Presiden Direktur Tokobagus Arnold Sebastian,HIVAIDS adalah masalah yang cukup besar di Indonesia. “Karena itu, edukasi seperti ini sangat penting, terutama bagi generasi muda,” ujarnya.


Selengkapnya: http://www.aids-ina.org/modules.php?name=&file=article&sid=1785



19. 41 Orang di Blitar Tewas Karena HIV/AIDS

Tempo Interaktif, 06 Oktober 2009

TEMPO Interaktif, Jakarta - Dinas Kesehatan Kabupaten Blitar mengumumkan terjadinya penularan virus HIV/AIDS secara cepat. Sebanyak 41 orang dinyatakan meninggal akibat virus mematikan tersebut dalam kurun waktu lima tahun terakhir.

Kepala Bidang Pengendalian Penyakit dan Kesehatan Masyarakat Dinas Kesehatan Kabupaten Blitar Hari Purwanto mengatakan jumlah penderita HIV/AIDS setiap tahun selalu mengalami peningkatan. Sejak September 2005 - 2009 tercatat 41 orang meninggal dunia dengan jumlah Orang Dengan AIDS (ODHA) sebanyak 142 penderita. “Mereka berprofesi sebagai pegawai, ibu rumah tangga, PSK, hingga TKI,” kata Hari Purwanto, Selasa (6/10).


Selengkapnya: http://www.aids-ina.org/modules.php?name=&file=article&sid=1784



20. Ajari Si Kecil Mengenal Bahaya HIV/AIDS

Kompas.Com, 06 Oktober 2009

KOMPAS.com — Sekitar tiga juta remaja mengalami kontak setiap tahunnya dengan penyakit menular seksual (PMS) termasuk HIV. Bayangkan jika di antara mereka ada anak-anak kita. Mengetahui bagaimana cara berkomunikasi yang baik dengan mereka untuk membicarakan mengenai HIV bisa membantu mengurangi angka tersebut dan tentu saja membantu mereka untuk mengambil keputusan yang benar.

Berikut tips-tips untuk mengajak mereka berbicara dari hati ke hati mengenai HIV. Tingkat kesulitannya memang besar dan waktu yang diperlukan tidak bisa terukur alias selama masih diperlukan, kita akan terus mengajak mereka untuk lebih mengenal bahaya HIV.


Selengkapnya: http://www.aids-ina.org/modules.php?name=&file=article&sid=1783



21. Gelar Pelayanan Alat Kontrasepsi

Manado Post, 06 Oktober 2009

BKB dan TNI

PEMERINTAH Kota Bitung berusaha mengurangi penyebaran virus HIV/AIDS. Untuk itu, Badan Keluarga Berencana dan Pemberdayaan Perempuan (KB dan PP) bekerjasama dengan TNI menggelar pelayanan alat kontrasepsi KB.
Hal ini diwujudkan dalam Bhakti Karya TNI, KB dan Kesehatan.

Dikatakan Kepala Badan KB dan PP Kota Bitung Drs Johanis Ticoalu, kegiatan ini bertujuan mensosialisasikan alat kontrasepsi sekaligus sosialiasi bahaya virus HIV/AIDS yang sangat mematikan. “Wilayah yang dilakukan Bhakti Karya ini di Kecamatan Lembeh Utara, Girian dan di Aertembaga yang akan terus digelar hingga Oktober ini,” tuturnya


Selengkapnya: http://www.aids-ina.org/modules.php?name=&file=article&sid=1782



22. Pendataan PSK: Satpol PP Libatkan RT Setempat

Sijori Mandiri, 06 Oktober 2009

RANAI- Bisnis esek-esek di Kabupaten Natuna diperikirakan akan semakin marak. Prediksi ini diperkuat dengan dugaan adanya pertambahan jumlah PSK (pekerja seks komersial) baru sekitar 25 persen yang masuk ke daerah ini. Berdasar hasil pendataan Satpol PP, sampai Lebaran Idul Fitri atau bulan September lalu, jumlah PSK di daerah ini ada sekitar 200 orang. Dengan pertambahan 25 persen, maka diperkirakan jumlah PSK yang ada saat ini bisa mencapai 50 orang.

Guna mengetahui jumlah PSK sebenarnya, Satpol PP akan segera melakukan pendataan ulang yang dilakukan dengan melibatkan Ketua RT (rukung tetangga) di lingkungan setempat terutama di titik-titik yang selama ini menjadi sentra pemukiman PSK.


Selengkapnya: http://www.aids-ina.org/modules.php?name=&file=article&sid=1781



23. Anak-anak Ancaman Warisan HIV/AIDS

Koran SINDO, 06 Oktober 2009

BANDUNG (SI) – Jawa Barat menduduki urutan pertama provinsi pengidap HIV/AIDS terbesar di Indonesia dengan 3.162 kasus dan 579 orang dinyatakan meninggal.

Kota Bandung menjadi penyumbang terbesar jumlah pengidap HIV/AIDS sebanyak 1.948 orang per Maret 2009.Kebanyakan penderita adalah anak di bawah lima tahun (balita) yang mendapat warisan dari orangtuanya.Mereka hanya korban penyakit warisan yang tidak ada bedanya dengan anak kebanyakan. Mereka memiliki masa depan, cita-cita, dan keinginan sebagaimana anak kebanyakan. Hal itulah yang ingin ditampilkan oleh Q-Munity pada pameran foto korban penyakit warisan HIV/AIDS bertajuk What About Us di Pusat Kebudayaan Perancis (CCF), Jalan Purnawarman,Kota Bandung.


Selengkapnya: http://www.aids-ina.org/modules.php?name=&file=article&sid=1780



24. Vaksin AIDS capai kemajuan

Harian Terbit, 01 Oktober 2009

Harian Terbit, BANGKOK - Bagi penderita AIDS, ada kabar menggembirakan karena sebuah vaksin penyakit mematikan tersebut telah mengalami kemajuan. Karena itu para saintis dan para pemimpin pemerintah di Thailand mulai mencoba meningkatkan vaksin tersebut yang kemajuannya menjadi pertama kali terjadi di dunia setelah mampu melindungi satu dari tiga orang pasien HIV dalam riset terbesar di Thailand. Tapi ini belum cukup untuk segera dilakukan, jelas para periset.

Kemunduran riset atas AIDS belakangan ini memicu banyak saintis untuk berpikir tentang vaksin yang akan mendatangkan keberhasilan. Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) dan agen PBB UNAIDS mengatakan hasil ini menciptakan harapan baru dalam industri kesehatan meski kemungkinan akan membutuhkan waktu bertahun-tahun sebelum vaksin tersebut dipasarkan.


Selengkapnya: http://www.aids-ina.org/modules.php?name=&file=article&sid=1779



25. Kondom Gel Pelindung Wanita Terhadap HIV

Manado Post, 05 Oktober 2009

Seksualitas

Hubungan seks menjadi salah satu sarana penularan virus mematikan HIV yang menyebabkan penyakit AIDS. Sekarang semakin banyak pengidap virus ini, dan tak bisa dielakkan lagi penularannya. Salah satu saran yang selalu dikampanyekan untuk mengurangi penularan virus tersebut adalah para pria selalu harus menggunakan kondom saat berhubungan sebagai perlindungan.

Kondom yang kita kenal selama ini berbentuk karet dan digunakan oleh kaum pria. Tetapi, saat ini para peneliti di Amerika menurut laporan 'US Scientists' sedang mengembangkan kondom yang berbentuk gel. Kondom ini nantinya bisa melindungi kaum wanita dari penularan virus HIV melalui hubungan seks.

Selengkapnya: http://www.aids-ina.org/modules.php?name=&file=article&sid=1778



26. Gowongan Lor, Rumah dan Rumah Waria di Yogyakarta

Kompas.Com, 04 Oktober 2009

Laporan wartawan KOMPAS Lukas Adi Prasetya

KOMPAS.com-Mami Vinolia menyadari, kaum waria membutuhkan rumah yang jangan hanya diartikan sebatas rumah fisik, melainkan rumah secara jiwa. Terlepas dari semua kekurangannya, waria adalah manusia biasa yang ingin diterima sebagai bagian dari masyarakat.

Hampir tiga tahun, Keluarga Besar Waria (Kebaya), sebuah lembaga swadaya masyarakat, menempati bangunan rumah di Kampung Penumping , Gowongan, Jetis, Kota Yogyakarta. Kebaya adalah LSM yang bergerak dalam pemberdayaan waria, dan anggotanya para waria.


Selengkapnya: http://www.aids-ina.org/modules.php?name=&file=article&sid=1777



27. PSK Ingin Hidup Sehat

Pikiran Rakyat, 04 Oktober 2009

KARAWANG, (PRLM).-Sedikitnya 36 pekerja seks komersial (PSK) perwakilan dari 19 kota/kabupaten se-Jawa Barat menyelenggarakan Musyawarah Besar Wanita Pekerja Seks Komersial (PSK) di Kabupaten Karawang. Mereka bersepakat membicarakan masalah penanggulangan HIV- AIDS di Jawa Barat selama dua hari, 2-3 Oktober 2009, terutama terkait dengan jaminan fasilitas kesehatan dari negara.

Menurut relawan Aliansi Strategis Utara Tengah dan Selatan (Altras), Rudi, pertemuan itu terselenggara karena adanya kesadaran para PSK untuk hidup sehat kendati profesinya rawan terjangkit penyakit seksual menular.
Mereka menyadari cepatnya penyakit seksual itu menular ke kalangan umum. "Karena itu mengharapkan pemerintah menjamin kemudahan layanan kesehatan," kata Rudi.

Selengkapnya: http://www.aids-ina.org/modules.php?name=&file=article&sid=1776



28. Mungkinkah?

Kaltim Post Online, 04 Oktober 2009

Catatan Sofyan Masykur

RAMADAN lalu, petinggi Departemen Hukum dan HAM Pusat dan Kaltim dalam acara seremonial di Samarinda menyatakan rumah tahanan (rutan) dan lembaga pemasyarakatan (lapas) bebas narkoba dan AIDS. Hal serupa sudah dinyatakan pula oleh Kanwil Hukum dan HAM Kaltim diwakili Rachmad Prio Sutardjo juga Kepala Devisi Pemasyarakatan ketika tampil sebagai salah satu pembicara Seminar Strategi Pola Budaya Bebas Narkoba yang dilaksanakan Badan Litbang Provinsi Kaltim, 18 Agustus lalu di Samarinda.

Petinggi ASEAN dan Indonesia, kalangan Badan Narkotika Nasional (BNN), maupun Badan Narkotika Provinsi (BNP) khususnya, sepakat bahwa masyarakat ASEAN, Indonesia dan Kaltim sama-sama bebas dari narkoba pada 2015. Jika dihitung mundur, dengan titik star tahun 2010 nanti, maka implementasi pernyataan itu, sudah dapat terlaksana hanya dalam kurun waktu 5 tahun. Mungkinkah itu?


Selengkapnya: http://www.aids-ina.org/modules.php?name=&file=article&sid=1775



29. Mukomuko Aman dari HIV/AIDS

Bengkulu Ekspress, 04 Oktober 2009

Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Mukomuko, Edy Rusdi SH MKes mengungkapkan, kepastian kondisi ini setelah dilakukan pengecekan ke lapangan dan lokasi yang diduga terjakit virus tersebut.
Tahun 2007 lalu kita sudah melakukan pengecekan seperti di penjara dan tempat yang dicurigai. Hasilnya negatif, tandasnya.

Edi pun menjelaskan, ciri-ciri seseorang terkena penyakit tersebut terjadinya penurunan daya tahan tubuh. Ini bisa dilihat jika seseorang terkena virus tersebut mudah terkena flu yang lama sembuhnya. Jika sudah stadium lanjut akan rentas mengalami komplikasi berbagai penyakit seperti penyakit diare, insfeksi saluran pernafasan, berat badan terus menurun sehingga penderita tampak kurus kering. Infeksinya bisa melalui hubungan seks, dan pengunaan jarum suntik yang tidak steril, urainya panjang lebar.


Selengkapnya: http://www.aids-ina.org/modules.php?name=&file=article&sid=1774



30. Prostitution thrives after Ramadan rest

the Jakarta Post Online, 03 Oktober 2009

Agus Maryono, The Jakarta Post , Purwokerto | Sat, 10/03/2009 2:04 PM | The Archipelago

Hundreds of female sex workers have returned to the tourist site of Baturaden, located in Banyumas regency in the southwestern part of Central Java, after a month's break for Ramadan.

Their numbers are expected to increase as it has been claimed some sex workers will bring new members.

"This is common," Baturaden Tourist Community Association (PMPB) leader, Tekad Santoso, told The Jakarta Post on Thursday.

"After their rest during Ramadan, the numbers *of sex workers* will rise, and Baturaden will be full of new faces." He predicted prostitute numbers would rise by up to 15 percent.

"There are usually about 200 women. But when they finish celebrating Idul Fitri in their hometowns, this figure will grow as they will bring along their friends," Tekad said.


Selengkapnya: http://www.aids-ina.org/modules.php?name=&file=article&sid=1773



31. 5 Fakta HIV/AIDS yang Perlu Diketahui Remaja!

Kompas.Com, 02 Oktober 2009

KOMPAS.com - Kasus HIV/AIDS di Indonesia makin mengkhawatirkan. Di Indonesia secara kumulatif kasus pengidap HIV dan AIDS mulai Januari 1987 hingga 31 Maret 2009 terdiri dari HIV 6.668 kasus, AIDS 16.964 kasus.

Proporsi kumulatif untuk kasus AIDS menurut golongan usia, antara lain di bawah usia satu tahun mencapai 135, usia satu hingga empat tahun mencapai 175, usia lima hingga empat belas tahun mencapai 88.


Selengkapnya: http://www.aids-ina.org/modules.php?name=&file=article&sid=1772



32. Elizabeth Taylor, Fashion untuk HIV

OkeZone.Com, 02 Oktober 2009

BUKAN Elizabeth Taylor namanya bila melakukan segala sesuatunya dengan biasa-biasa saja. Sahabat karib almarhum Michael Jackson ini berencana "meminjamkan" gaya klasiknya dalam sebuah peragaan mode yang ditujukan guna menggalang dana bagi penderita HIV dan AIDS.

Rencana aktris gaek tersebut akan diwujudkan pada acara galang dana yang diselenggarakan peritel raksasa Macy's yang bertema Macy's Passport Fundraiser.


Selengkapnya: http://www.aids-ina.org/modules.php?name=&file=article&sid=1771



33. Pelayanan Dinkes Manado Terbengkalai

Berita Manado, 01 Oktober 2009

Manado – Program pelayanan kesehatan mulai digalakan pemerintah kota Manado, untuk menjadikan kota sehat demi kesehatan warga kota, Dinas Kesehatan (Dinkes) Manado sebagai instansi teknis kesehatan kota wajib memberikan pelayanan demi menata kesehatan.

Ironisnya Dr. Ivone Kaunang, MA Kepala Dinas Kesehatan kota Manado sulit sekali untuk ditemui karena sering tak berada ditmpat saat jam kerja, hal ini diakui Fatmawati Dewi mahasiswi Unsrat, “kami ketika ada penelitian, sulit sekali mencari data di Dinkes Manado, akhirnya ke Dinkes Sulut,” ujarnya.


Selengkapnya: http://www.aids-ina.org/modules.php?name=&file=article&sid=1770


 -----------------------------------------------

Pengelola aids-ina.org

A better way in strengthening strategic information to guide a more effective

Dukung dan kunjungi terus www.aids-ina.org

 


#97 From: "Pengelola www.aids-ina.org" <administrator@...>
Date: Mon Oct 19, 2009 1:47 am
Subject: Klipping Media Masa Terbaru di www.aids-ina.org
komunitasaid...
Offline Offline
Send Email Send Email
 

Kumpulan Berita Media Massa
HIV-AIDS dan Narkoba
Dari Tanggal: 12 October 2009 Sampai Tanggal: 19 October 2009


 

 

1. KELEMBAGAAN: BNP akan Optimalkan Jaringan

Lampung Post, 17 Oktober 2009

BANDAR LAMPUNG (Lampost): Sekretariat Badan Narkoba dan Penanggulangan HIV/AIDS (BNP) Provinsi Lampung akan mengintensifkan kerja sama dengan institusi terkait.

Hal itu menjadi komitmen Kepala BNP Lampung Sugiarto usai acara pisah sambut dengan pejabat lama Ruswandi Hasan, Jumat (16-10), di aula kantor BNP Gedongmeneng, Bandar Lampung.

Sugiarto mengatakan dalam waktu dekat pihaknya akan mengadakan audiensi dengan Polda Lampung, yakni dengan Direktur Narkoba dan Direktur Bina Mitra di Polda Lampung.
"Kami juga akan audiensi dengan instansi terkait dan ke Badan Narkotika Nasional (BNN)," kata dia.

Selengkapnya: http://www.aids-ina.org/modules.php?name=&file=article&sid=1841



2. Kematian akibat HIV/AIDS di Salatiga terus bertambah

Solo Pos, 17 Oktober 2009

Salatiga (Espos)
Kasus kematian akibat penyakit HIV/AIDS di Kota Salatiga terus bertambah selama beberapa tahun terakhir. Hingga September 2009, jumlah orang yang meninggal dunia setelah mengidap penyakit itu di wilayah setempat mencapai 30 orang.

Informasi yang dihimpun Espos di Kantor Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Salatiga, Jumat (16/10) menyebutkan, angka itu mengalami penambahan sebanyak empat kasus dari semula hanya berjumlah 26 kasus pada tahun 2008. Kematian terakhir diketahui menimpa seorang penderita AIDS di lingkungan Perumahan Salatiga Permai Kelurahan Blotongan Kecamatan Sidorejo.


Selengkapnya: http://www.aids-ina.org/modules.php?name=&file=article&sid=1840



3. Dua Pasien HIV/AIDS Meninggal, Dinkes Bojonegoro Kelabakan

Berita Jatim, 17 Oktober 2009

Reporter : Abdul Qohar

Bojonegoro (beritajatim.com) - Dua warga Bojonegoro yang meninggal karena diduga kuat mengidap penyakit HIV/AIDS membuat Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Bojonegoro kalabakn.

Bahkan, Kepala Dinkes Bojonegoro dr Hariyono langsung mengimbau kepada masyarakat agar jangan bergonta-ganti pasangan. Sebab, hal tersebut kalau dilakukan bisa cepat menularkan penyakit berbahaya itu.

"Untuk pencegahannya, kita kembalikan saja kepada aturan agama dan hati masing-masing," kata Hariyono, kepada beritajatim.com, Sabtu (17/10/2009).


Selengkapnya: http://www.aids-ina.org/modules.php?name=&file=article&sid=1839



4. Di Samarinda 37 Orang Tewas

Kaltim Post Online, 16 Oktober 2009

SAMARINDA – Samarinda dengan jumlah kasus HIV/AIDS mencapai 338 pada 2009, sejak Desember 2005 hingga Februari 2009, tercatat sudah 37 orang tewas akibat virus yang menyerang kekebalan tubuh ini. Sementara, sudah 1.816 orang mengikuti tes HIV di Klinik Voluntary Counselling Test (VCT) RSUD AW Sjahranie Samarinda, 113 di antaranya positif HIV/AIDS, 42 orang dari Samarinda. Mereka kini menjalani rawat jalan di RSUD AW Sjahranie.

“Banyak penderita HIV/AIDS yang berobat di klinik VCT kami. Bahkan, kami sudah berhasil membantu kelahiran anak seorang penderita HIV/AIDS lewat operasi caesar,” kata Humas RSUD AW Sjahranie Nurliana, kemarin.

Maret 2009 lalu ada empat orang yang menjalani perawatan intensif di RSUD AW Sjahranie.


Selengkapnya: http://www.aids-ina.org/modules.php?name=&file=article&sid=1838



5. Dua Pasien HIV/AIDS di Bojonegoro Meninggal

Berita Jatim, 16 Oktober 2009

Reporter : Abdul Qohar

Bojonegoro (beritajatim.com) - Sejak dua hari terakhir, dua pasien HIV/AIDS meninggal di ruang isolasi RSUD Sosodoro Djatikoesoemo Kabupaten Bojonegoro. Pihak RSUD sendiri terkesan menutup-nutupi informasi tersebut dan enggan memberikan data pasien.

Sejauh ini, informasi yang dihimpun beritajatim.com di lapangan, Jumat (16/10/2009) menyebutkan, kedua jenazah pasien sudah diambil keluarganya dan dimakamkan oleh famili masing-masing.


Selengkapnya: http://www.aids-ina.org/modules.php?name=&file=article&sid=1837



6. 4 Anak Balita Terdeteksi HIV/AIDS di Antara Ratusan Pengidap

Kompas.Com, 16 Oktober 2009

MOJOKERTO, KOMPAS.com — Sebanyak empat anak berusia di bawah lima tahun (balita) di wilayah Mojokerto diketahui menjadi pengidap HIV/AIDS di antara 160 orang yang diketahui mengidap HIV/AIDS hingga 2009. Pelaksana Tugas Kepala Bidang Penanggulangan Penyakit dan Pembinaan Lingkungan (P2L) Dinas Kesehatan Kota Mojokerto Ida Nurdiyati, Kamis (15/10), menduga, keempat anak balita itu terinfeksi HIV/AIDS dari orangtua mereka.


Selengkapnya: http://www.aids-ina.org/modules.php?name=&file=article&sid=1836



7. Festival Film Transexsual Internasional Pertama di Malang

Malang Post, 15 Oktober 2009

alur indie sering dipilih untuk memasarkan atau menunjukkan sebuah ide yang berlawanan dengan mainstream pasar. Q Community yang merupakan komunitas kelompok lesbian, gay, bisexual, transgender, intersexed, questioning (LGBTIQ) mencoba merintis jalur serupa untuk menyuarakan karya sineas tentang mereka. Sebuah pengalaman baru bagi dunia sineas Malang.

Malang Meeting Point (Mamipo), di Jalan Kediri 4 Malang, Jumat (17/10) terlihat penuh dengan motor. Halaman samping yang merupakan kedai kopi di tutup backdrop hitam untuk memberikan kenyamanan lebih bagi penonton ketika film di layar besar di putar pada siang hari.


Selengkapnya: http://www.aids-ina.org/modules.php?name=&file=article&sid=1835



8. Penderita AIDS dari PPU Tewas

Kaltim Post Online, 15 Oktober 2009

BALIKPAPAN menempati urutan kedua jumlah kasus human immunodeficiency virus (HIV) dan acquired immuno deficiency syndrome (AIDS) di Kaltim, setelah Samarinda, dengan jumlah penderita 262 orang. Sebanyak 32 penderita HIV/AIDS di antaranya melakukan rawat jalan di Rumah Sakit Umum Kanudjoso (RSKD). Hal itu diungkapkan oleh Koordinator Pelayanan Penderita HIV/AIDS RSKD dr Edy Iskandar SPD, kemarin.

“Untuk pasien rawat inap tidak ada untuk minggu ini. Pekan lalu, ada dua penderita, satunya sudah membaik dan diperbolehkan rawat jalan, sedangkan satu lagi meninggal dunia akibat adanya infeksi,” tutur Edy.

Penderita AIDS yang meninggal itu merupakan warga Penajam Paser Utara (PPU).
Virus yang dideritanya itu terlambat terdeteksi dan sudah cukup parah. “Dia sempat dirawat inap selama 10 hari, tapi tak bisa ditolong lagi,” ungkapnya.

Selengkapnya: http://www.aids-ina.org/modules.php?name=&file=article&sid=1834



9. Sekitar 30 Persen Pengidap HIV/AIDS di Jember Bekas Buruh Migran

Tempo Interaktif, 15 Oktober 2009

TEMPO Interaktif, Jember - Sekitar 30 persen dari 227 pengidap HIV/AIDS di Kabupaten Jember, Jawa Timur, adalah bekas tenaga kerja yang bekerja di luar negeri.

Menurut Kepala Klinik Voluntary Consulting Test (VCT) Rumah Sakit Umum Daerah dr Soebandi Jember, dr Justina Evi Tyaswati Sp.Kj, kepada TEMPO, Kamis (15/10) siang, mereka datang dan memeriksakan diri dalam kondisi stadium III hingga stadium IV. "Malah ada yang mengaku sempat dideportasi dari Malaysia, terus kembali lagi ke Hongkong, kemudian sakit dan pulang," kata dia.


Selengkapnya: http://www.aids-ina.org/modules.php?name=&file=article&sid=1833



10. Lelaki kemayu yang berjuang melawan AIDS

Duta Masyarakat, 15 Oktober 2009

ARIF RAHMAN HAKIM

Seorang pria kemayu buri-buru jatuh terjulai begitu tiba di pelataran rumah sakit di Kota Mojokerto. Belakangan dia diketahui bernama AT, lelaki transeksual, asal Prajurit Kulon, yang kemudian dinyatakan positif mengidap serangan HIV/AIDS.

Peristiwa jelas mengindikasikan populasi serangan HIV/AIDS di Kota Mojokerto, dari tahun ke tahun cenderung bertambah luas dan mengganas. Hal ini dibuktikan dengan kedatangan seorang pasien yang dinyatakan positif mengidap virus mematikan itu di RSUD dr wahidin Sudirohusodo Kota Mojokerto.


Selengkapnya: http://www.aids-ina.org/modules.php?name=&file=article&sid=1832



11. Pasien Penderita AIDS Tewas

Harian Global, 14 Oktober 2009

Written by Hotma

Setelah dirawat lebih dari tiga minggu seorang pasien penderita AIDS, Senin (13/10) sekitar pukul 07.30 WIB, meninggal dunia. Ia dirawat di ruang 21 Rumah Sakit Umur Dr Pirngadi Medan.

SPS (35), warga Menteng II Medan, sebelumnya telah positif AIDS, ini ditandai adanya penyakit penyertaan, seperti batuk, pilek dan laiinya, sehingga mengakibatkan daya tubuhnya menjadi lemah dan akhirnya meninggal dunia.


Selengkapnya: http://www.aids-ina.org/modules.php?name=&file=article&sid=1831



12. Penderita HIV/AIDS di Banten Meningkat

Warta Kota, 14 Oktober 2009

Banten, Warta Kota

Jumlah penderita HIV/AIDS di Provinsi Banten dari tahun ke tahun terus meningkat sehingga perlu dilakukan upaya pencegahan sejak dini dengan melibatkan semua pihak.

"Upaya penanggulangan HIV/AIDS harus melibatkan semua pihak termasuk pemerintah daerah, aparat, tokoh agama, pers, dan organisasi kemasyarakatan," kata Tim Asistensi Komisi Penanggulangan AIDS Provinsi Banten Husnul Amri saat membuka rapat koordinasi (Rakor) HIV/AIDS Kabupaten Lebak di Rangksabitung, Rabu.


Selengkapnya: http://www.aids-ina.org/modules.php?name=&file=article&sid=1830



13. 11 Warga Kampar Positif HIV/AIDS

Tribun Pekanbaru, 14 Oktober 2009

BANGKINANG, TRIBUN -Sebanyak 11 warga Kabupaten Kampar positif mengidap penyakit HIV/AIDS. Para penderita berdomisili di Kecamatan Tapung dan Kecamatan Siak Hulu.

Data ini diungkapkan Komisi Penanggulangan AIDS (KPA) Kabupaten Kampar, saat Pembekalan Pencegahan dan Penanggulangan AIDS bagi para muballigh, da'i, pengurus MUI, dan KUA se-Kabupaten Kampar di Aula Panti Asuhan Putra Muhammadiyah Cabang Kuok, Rabu (14/10).


Selengkapnya: http://www.aids-ina.org/modules.php?name=&file=article&sid=1829



14. Jumlah Penderita HIV/AIDS Terus Meningkat

Media Indonesia, 14 Oktober 2009

LEBAK--MI: Jumlah penderita HIV/AIDS di Provinsi Banten dari tahun ke tahun terus meningkat sehingga perlu dilakukan upaya pencegahan sejak dini dengan melibatkan semua pihak.

"Upaya penanggulangan HIV/AIDS harus melibatkan semua pihak termasuk pemerintah daerah, aparat, tokoh agama, pers, dan organisasi kemasyarakatan," kata Tim Asistensi Komisi Penanggulangan AIDS Provinsi Banten Husnul Amri saat membuka rapat koordinasi (Rakor) HIV/AIDS Kabupaten Lebak di Rangksabitung, Rabu (14/10).

Husnul mengatakan penyebaran HIV/AIDS di Banten menjadi ancaman serius, setelah satu keluarga meninggal dunia akibat penyakit tersebut. "Penyebaran HIV/AIDS di Banten sangat mengkhawatirkan," katanya.


Selengkapnya: http://www.aids-ina.org/modules.php?name=&file=article&sid=1828



15. Penyebaran Virus HIV/AIDS di Banten Sudah ke Pedesaan

MetorNews.Com, 12 Oktober 2009

Metrotvnews.com, Lebak: Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lebak, Banten, melalui Badan Pemberdayaan Perempuan Keluarga Berencana Masyarakat dan Pemerintahan Desa (BPPKBMPD) setempat, membentuk tim relawan HIV/AIDS. "Tim relawan ini nantinya akan menyosialisasikan bahaya penyakit HIV/AIDS, hingga ke pelosok-pelosok desa terpencil," kata Sekretaris BPPKBMPD Kabupaten Lebak Aan Sopandi, di Rangkasbitung, Senin (12/10).

Ia mengatakan, saat ini penyebaran virus HIV/AIDS cukup mengkhawatirkan. Setiap tahun jumlahnya terus meningkat. Bahkan, penyebaran virus HIV/AIDS di Banten sejak tahun 2003 lalu mencapai 1.450 jiwa. Puluhan orang di antaranya meninggal dunia. Ironisnya, kata dia, penderita HIV/AIDS bukan hanya warga perkotaan saja, melainkan saat ini orang-orang desa pun menjadi korban.
"Sebagian besar penderita itu berusia produktif," katanya.

Selengkapnya: http://www.aids-ina.org/modules.php?name=&file=article&sid=1827



16. Mantan TKI Tertular HIV AIDS

Surya Online, 13 Okotber 2009

Selasa, 13 Oktober 2009 | 7:55 WIB | Posts by: jps | Kategori: Berita Terkini, Tapal Kuda

Jember - Surya- Sebagian mantan tenaga kerja Indonesia (TKI) di Kabupaten Jember, positif terjangkit virus HIV AIDS. Data yang dihimpun Surya di klinik Voluntary Councelling and Testing (VCT) RSUD dr Soebandi Jember, sejak Desember 2006 hingga awal Oktober 2009 ini tercatat 227 penderita HIV AIDS yang dirawat di klinik tersebut.

“Dari jumlah tersebut sekitar 30 persen adalah mantan TKI,” ujar Koordinator Konselor Klinik CVT RSUD dr Soebandi, dr Justina Evy Tyaswati, Senin (12/10).

Ia menjelaskan, sebagian besar mereka tertular saat bekerja menjadi TKI di luar negeri, dan kemudian pulang ke Indonesia sudah terinfeksi dan positif HIV/AIDS. Ketika telah di tanah air, mereka memeriksakan diri dengan keluhan sakit yang tidak kunjung sembuh.


Selengkapnya: http://www.aids-ina.org/modules.php?name=&file=article&sid=1826



17. 28 Bayi Kurang Gizi Menginap di RSUD Jember

Berita Jatim, 13 Oktober 2009

Reporter : Oryza A. Wirawan

Jember (beritajatim.com) - Sejak Januari hingga medio Oktober tahun ini, sebanyak 28 orang bayi dirawat di RSUD dr. Soebandi Jember, karena mengalami gizi buruk. Anggaran daerah perlu ditambah, untuk membiayai ujung tombak pelayanan kesehatan.

Bayi-bayi penderita gizi buruk itu berasal dari keluarga miskin. Selain berat badan mereka jauh dari ideal, mereka juga mengidap penyakit lain seperti TBC, bahkan HIV/AIDS. RSUD dr. Soebandi telah memberikan pelayanan dan perawatan gratis untuk pasien miskin ini.


Selengkapnya: http://www.aids-ina.org/modules.php?name=&file=article&sid=1825



18. Alim Ulama Serahkan Penanganan ke Pemerintah Daerah

Detik.Com, 13 Oktober 2009

Prostitusi Terselubung di Kota Tahu

Samsul Hadi - detikSurabaya

Kediri - Maraknya keberadaan layanan seks terselubung di Kota Kediri, mengundang keprihatinan kalangan ulama. Mereka mengaku sudah melaksanakan tugas sesuai porsinya, dan menyerahkan penanganan akhir ke pemerintah daerah.

Hal tersebut diantaranya disampaikan oleh pengasuh Pondok Pesantren Al Amin KH Anwar Iskandar atau akrab disapa Gus War. Kalangan kiai diakuinya sudah mendapatkan informasi terkait keberadaan layanan seks terselubung tersebut dan mengaku sangat prihatin.


Selengkapnya: http://www.aids-ina.org/modules.php?name=&file=article&sid=1824



19. Bayi Gizi Buruk Terserang HIV/AIDS

Tempo Interaktif, 13 Oktober 2009

TEMPO Interaktif, Jember - Seorang bayi yang menderita gizi buruk dinyatakan terserang virus HIV/AIDS setelah menjalani pemeriksaan di Klinik VCT RSUD dr Subandi, Jember.

Menurut Kepala Klinik VCT RSUD dr Subandi, dr Justina Evi Tyaswati Sp.Kj, sebelumnya selama sepekan bayi itu dirawat karena menderita gizi buruk jenis kwaskioskor atau kekurangan protein dan penyakit tubercholuses (TBC).


Selengkapnya: http://www.aids-ina.org/modules.php?name=&file=article&sid=1823



20. Hampir Seluruh Subang Masuk Wilayah Penularan HIV/AIDS

Tempo Interaktif, 13 Oktober 2009

TEMPO Interaktif, Subang - Persebaran HIV/AIDS di wilayah Kabupaten Subang, Jawa Barat, sudah sangat memprihatinkan. “Dari 30 wilayah kecamatan yang ada, 28 di antaranya sudah masuk wilayah penularan,” kata Suwata, Koordinator Penanganan dan Pencegahan HIV/AIDS Dinas Kesehatan Kabupaten Subang, Selasa (13/10).

Sedangkan yang masuk dalam kategori wilayah zona merah semuanya berada di wilayah Pantai Utara. “Dari 10 kecamatan, enam di antaranya sudah masuk zona merah,” tutur Suwata. Keenam kecamatan tersebut adalah Kecamtan Patokbeusi (paling parah), Binong, Pusakangara, Tambak Dahan, Pamanukan, dan Purwadadi.


Selengkapnya: http://www.aids-ina.org/modules.php?name=&file=article&sid=1822



21. Duh, 96 Kasus HIV/AIDS Ditemukan di Temanggung

Kompas.Com, 13 Oktober 2009

TEMANGGUNG, KOMPAS.com - Sebanyak 96 kasus HIV/AIDS ditemukan di wilayah Kabupaten Temanggung, Jateng, hingga awal Oktober 2009.

Ketua I Komisi Penanggulangan AIDS (KPA) Kabupaten Temanggung Agus Winarno di Temanggung, Selasa, mengatakan pada periode Agustus-September 2009 terjadi penambahan tiga kasus. Dari 96 kasus HIV/AIDS tersebut 36 penderita di antaranya meninggal dunia.


Selengkapnya: http://www.aids-ina.org/modules.php?name=&file=article&sid=1821



22. Interaksi dengan Penderita AIDS Aman

Suara Pembaharuan, 12 Oktober 2009

[SURABAYA] Wali Kota Surabaya, Bambang DH berharap, kampanye tentang HIV/AIDS dapat mengubah persepsi masyarakat mengenai penyakit ini. Mereka tidak berbahaya, karena itu warga normal bisa tetap berinteraksi dengan penderita HIV, dalam batas tertentu.

Hal tersebut dikemukakan Bambang DH, seusai melakukan tur menyusuri lorong kehidupan penderita HIV/AIDS, yang diselenggarakan World Vision Indonesia, di Surabaya, Jumat (9/10). Ekshibisi interaktif tentang penyakit tersebut, One Life Evolution (OLE) dilaksanakan sampai Minggu 11 Oktober di Tunjungan Plaza Surabaya 1 lantai 6.


Selengkapnya: http://www.aids-ina.org/modules.php?name=&file=article&sid=1820



23. Duh Gusti... Bayi Yatim Piatu Bergizi Buruk kena AIDS

Berita Jatim, 12 Oktober 2009

Reporter : Oryza A. Wirawan

Jember (beritajatim.com) - RSUD dr. Soebandi Jember merawat dua orang balita bergizi buruk. Salah satu balita diketahui yatim piatu dan menderita penyakit menurunnya kekebalan tubuh alias HIV/AIDS.

Sebut saja bayi yang mengidap AIDS itu bernama Elvi, 19 bulan. Ia berasal dari Kecamatan Bangsalsari, dan mengidap gizi buruk marasmik. Selain itu, ia juga terkena TBC dan terdapat jamur (stomatritis) di mulutnya.
Berat badannya hanya 4,5 kilogram, dari seharusnya 11 kilogram.

Selengkapnya: http://www.aids-ina.org/modules.php?name=&file=article&sid=1819



24. Subang Rawan HIV/AIDS

Koran SINDO, 12 Oktober 2009

SUBANG (SI) – Penyebaran virus HIV/AIDS di Kabupaten Subang, Jabar, mengkhawatirkan. Sebanyak 28 dari 30 kecamatan di Kabupaten Subang sudah teriden-tifikasi virus mematikan tersebut.Koordinator Program Penanganan dan Pencegahan IMS HIV/AIDS Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Subang, Suwata mengakui evolusi penyebaran virus HIV/ AIDS satu tahun terakhir ini memang cukup besar.

Di antara 282 kasus pada 2008, meningkat menjadi 326 kasus pada 2009. Penyebab penyebaran paling banyak berasal dari kawasan pantai utara (Pantura),Subang,melalui pekerja seks komersial (PSK).Menurut dia, enam dari 10 kecamatan yang berada di sepanjang daerah pesisir tersebut jadi tempat transaksi seks komersial.“Terutama di Kecamatan Patokbeusi. Kawasan tersebut dinyatakan sangat merah atau parah HIV/AIDS. Di setiap rumah, hampir ada PSK sehingga berisiko tinggi penularan,”ungkapnya.


Selengkapnya: http://www.aids-ina.org/modules.php?name=&file=article&sid=1818



25. 15 percent miss follow-up treatment for HIV/AIDS

the Jakarta Post Online, 12 Oktober 2009

Luthfiana Mahmudah, THE JAKARTA POST , JEMBER | Mon, 10/12/2009 1:28 PM | The Archipelago

At least 15 percent of people living with HIV/AIDS in Jember regency have missed follow-up treatment for various reasons, an official at the VCT Clinic of the RSUD Dr. Soebandi hospital said.

Clinic head Justina Evy Tyaswaty said the majority of patients abandoning the treatment were people with high mobility such as sex workers and public transportation drivers.

"Other factors include the fact that many of the patients are from outside Jember," she said.

She said 65 out of the clinic's 227 HIV/AIDS patients were from outside Jember.


Selengkapnya: http://www.aids-ina.org/modules.php?name=&file=article&sid=1817


 

 -----------------------------------------------

Pengelola aids-ina.org

A better way in strengthening strategic information to guide a more effective

Dukung dan kunjungi terus www.aids-ina.org

 


 
Advanced
Add to My Yahoo!      XML What's This?

Copyright © 2009 Yahoo! Inc. All rights reserved.
Privacy Policy - Terms of Service - Guidelines - Help