|
1. GMIM Tangkal HIV/AIDS
Manado Post, 25 Juli
2009
KAPITU-Rangkaian peringatan HUT Berlian GMIM Bersinode, digelar berbagai
kegiatan yang sangat bermanfaat bagi jemaat. Antara lain dengan
melaksanakan penyuluhan hukum, Hak Asasi Manusia, Trafficking, dan
HIV/AIDS. Penyuluhan yang digelar di GMIM Kalvari Kapitu Amurang Jumat
(24/7) ini, melibatkan unsur pendeta, guru agama, penatua dan syamas di
rayon XI dan XII wilayah pelayanan GMIM.
Penyuluhan diawali dengan ibadah yang dipimpin Ketua Badan Pekerja Majelis
Jemaat Kalvari Kapitu Pdt Sonny Repi STh. Dilanjutkan dengan penyuluhan
yang diakhiri dengan dialog. Toar Palilingan SH selaku pembicara,
menyampaikan penjelasan tentang UUD yang berkaitan dengan kehidupan umat
beragama. Sedangkan Ronny Maramis, memberikan penekanan tentang bahaya
trafficking. “Semua harus waspada terhadap rayuan-rayuan manis yang
beselimutkan penawaran pekerjaan apalagi yang mempekerjakan manusia ke luar
negeri,” kata Maramis.
Selengkapnya:
http://www.aids-ina.org/modules.php?name=&file=article&sid=1471
2. FKUB Susun Buku HIV/AIDS
Manado Post, 25 Juli
2009
FORUM Kerukunan Umat Beragama (FUB) Sulut akan menyusun buku tentang
penyakit HIV/AIDS. Penyusunan akan diawali dengan perencanaan penyusunan
yang digelar di Lokon Resting Tomohon pagi ini (Sabtu, 25/7) pukul 09.00
wita.
Ketua FKUB Pdt Nico Gara didampingi Wakil Ketua H Halil Domu dan Sekretaris
Amien Lasena mengatakan, saat ini, enam tokoh agama di Sulut sedang menulis
tentang penyakit yang sedang mewabah di setiap daerah ini.
‘’Tulisan ini berupa renungan, pembahasan dan pembinaan dari
pandangan 6 agama,’’ jelas mereka.
Selengkapnya:
http://www.aids-ina.org/modules.php?name=&file=article&sid=1470
3. Banyak Warga Tak Sadar Sudah HIV
Manado Post, 25 Juli
2009
Sulut Siapkan
10 Klinik VCT
MANADO —
Harus diakui, lebih mudah untuk mengetahui seseorang itu sudah mengidap
Acquire Immuno Deficiency Syndrome (AIDS), ketimbang mengetahui seseorang
itu sudah terinfeksi Human Immuno Deficiency Virus (HIV). Seseorang
mengidap AIDS, bisa dilihat dari gejala fisik yang muncul. Tetapi, HIV
tidak memunculkan gejala. “Ini yang berbahaya. Mungkin saja banyak
warga yang tidak mengetahu kalau sudah mengidap virus HIV,” kata
Sekretaris Komisi Penanggulangan AIDS (KPA) Provinsi Sulut Dr MSJ Tangel
Kairupan.
Ia menjelaskan, penyakit HIV/AIDS ini adalah penyakit istimewa. Karena,
penyebaran penyakit ini berlangsung sepanjang masa, tidak terpengaruh
dengan iklim dan musim, seperti kasus penyebaran virus influenza sekarang
ini. Karena itu, sangat penting untuk memeriksakan kesehatan. Di Sulut
sudah ada 10 lokasi Voluntary Counselling and Testing (VCT) (lihat grafis,
red). “Penyakit special, karena akan diidap sepanjang
hidupnya,” jelasnya.
Selengkapnya: http://www.aids-ina.org/modules.php?name=&file=article&sid=1469
4. Korban HIV/AIDS terus bertambah
Wawasan Online, 25 Juli 2009
WONOGIRI - Dinas Kesehatan Kabupaten Wonogiri, Jumat (24/7) mengirim pasien
suspect HIV/AIDS. Itu dilakukan karena pasien yang bersangkutan kondisinya
kian memburuk setelah dirawat di sebuah rumah sakit swasta di Wonogiri,
sejak Sabtu (18/7) lalu.
Hal itu disampaikan Kepala Dinas kesehatan Kabupaten (DKK) Wonogiri, dr Aug
Djarot Budiharso Mkes, melalui dr Widodo Mkes, Kabid Pencegahan dan
Penanggulangan Penyakit Menular serta Kesehatan Lingkungan (P3MKL) Dinas
Kesehatan Kabupaten Wonogiri.
Selengkapnya:
http://www.aids-ina.org/modules.php?name=&file=article&sid=1468
5. Warga Jatipurno diduga idap HIV/AIDS
Solo Pos, 25 Juli 2009
Wonogiri (Espos)
Seorang warga Jatipurno, diduga terkena virus HIV/AIDS. Untuk
membuktikannya, Dinas Kesehatan Kabupaten (DKK) Wonogiri mengirimkan pasien
itu ke RSUD dr Moewardi, Solo, Jumat (24/7). Petugas DKK belum berani
memastikan dan masih menunggu hasil pemeriksaan oleh RSUD. Pengidap
HIV/AIDS di Wonogiri rata-rata bekerja di luar daerah dan pulang ke
Wonogiri saat sakit. Namun jika pasien itu terbukti menderita virus
HIV/AIDS, Pemkab menyediakan dana bantuan senilai Rp 1,5 juta untuk
pengobatan pasien. Demikian disampaikan Kepala DKK Wonogiri, dr Aug Djarot
melalui Kabid Pemberantasan Penyakit Menular (P2M), dr Widodo. ”Masih
observasi belum suspect dan tadi pagi (Jumat-red) diperiksakan ke RSUD Dr
Moewardi, Solo. Mayoritas penderita (HIV/AIDS) impor, walau memang warga
Wonogiri tetapi bekerja di luar daerah dan pulang saat sakit,” ujar
Widodo.
Selengkapnya:
http://www.aids-ina.org/modules.php?name=&file=article&sid=1467
6. Nah Lo..., Suka 'Jajan' Seks Enam Pelajar Kena
HIV/AIDS
Tempointeraktif, 25 Juli 2009
TEMPO Interaktif, Malang - Enam pelajar di
kabupaten Malang,
Jawa Timur, dinyatakan pengidap HIV/AIDS. Remaja 15-18 tahun yang duduk di
bangku sekolah menengah atas ini tertular virus karena hubungan seks bebas.
Inilah penelusuran Komisi Penanggulangan AIDS (KPA). Para pelajar itu
diduga memakai jasa pekerja seks di sejumlah lokalisasi di Kabupaten Malang. "Kami
prihatin, HIV/AIDS mulai menyerang pelajar," kata Kepala Dinas
Kesehatan Kabupaten Malang Agus Wahyu Arifin kemarin.
Selengkapnya:
http://www.aids-ina.org/modules.php?name=&file=article&sid=1466
7. Makin Banyak ABG Doyan ‘Jajan’ PSK
Surya Online, 24 Juli 2009
MALANG -
SURYA-Satpol PP akan Sisir Pelajar Keluyuran di Lokalisasi. Ini peringatan
bagi para orangtua agar selalu waspada dengan perilaku anak-anaknya. Data
Komisi Penanggulangan AIDS (KPA) Kabupaten Malang menyebut, saat ini
terjadi kenaikan jumlah penderita HIV dan AIDS berusia 14-18 tahun yang
ditengarai karena seringnya mereka mencoba seks bebas di lokalisasi.
Kepala Dinas Kesehatan (dinkes) Kabupaten Malang, dr Agus W Arifin
menuturkan, kenderungan adanya kenaikan ‘konsumsi’ pekerja seks
komersial (PSK) oleh pelajar ini terdekteksi dari peningkatan jumlah korban
HIV dan AIDS. Meski relatif kecil, fakta
menunjukkan demikian.
Selengkapnya:
http://www.aids-ina.org/modules.php?name=&file=article&sid=1465
8. Pengidap HIV/AIDS Dapat Bantuan Finansial
Pikiran Rakyat, 24 Juli 2009
BANDUNG, (PRLM).-Banyak pengidap HIV/AIDS tidak
mengetahui, pemerintah melalui Dinas Sosial baik itu di tingkat provinsi
maupun di Kota/Kab.,
menyediakan bantuan finansial untuk pengidap HIV/AIDS dan keluarga inti.
Hal itu diungkapkan konselor HIV/AIDS Hera kepada "PRLM" di Bandung, Jumat
(24/7). Bantuan tersebut bertujuan untuk membantu perekonomian pengidap
HIV/AIDS. Jika pengidap menikah dan memiliki anak, maka anggota keluarga
tersebut juga mendapat bantuan sosial.
Selengkapnya:
http://www.aids-ina.org/modules.php?name=&file=article&sid=1464
9. KPA Jabar Kirim Delegasi ke ICAAP ke-9
Pikiran Rakyat, 24 Juli 2009
BANDUNG, (PRLM).- Komisi Penanggulangan AIDS
(KPA) Jawa Barat akan mengirimkan sejumlah delegasinya untuk mengikuti
"International Congress on AIDS in Asia
and the Pasific (ICAAP) ke-9 yang akan berlangsung di Bali, 3-13 Agustus
2009 mendatang.
"ICAAP memiliki makna sangat penting, KPA Jabar dapat mempelajari
berbagai upaya yang dilakukan dunia internasional dalam memerangi epidemi
HIV-AIDS yang kian memprihatinkan di Jabar," kata Anggota KPA Jawa
Barat, Khoirul Naim seperti dikutip Antara, di Bandung, Jumat (24/7).
Selengkapnya:
http://www.aids-ina.org/modules.php?name=&file=article&sid=1463
10. Buruh Migran Rentan Dengan Penularan HIV AIDS
Harian Berita Sore, 24 Juli
2009
Jakarta (Berita): Kelompok rentan HIV/AIDS tidak
hanya mencakup masyarakat Indonesia
yang menghabiskan kebanyakan waktunya di suatu lingkungan saja. Tetapi
kelompok masyarakat yang sering bepergian (mobile population) termasuk para
buruh migran juga masuk dalam kelompok yang rentan tertular virus HIV.
Solidaritas Perempuan mencatat bahwa pada tahun 2004 mencatat, dari sekitar
296.000 orang tenaga kerja Indonesia (TKI) tujuan Timur Tengah yang
diperiksa, 131 diantaranya terkena HIV. Ratusan calon TKI yang tercatat
tertular HIV ini adalah hasil penelitian yang dilakukan oleh Himpunan
Pemeriksa Tenaga Kerja Indonesia (HIPTEK) yang beranggotakan klinik
kesehatan tempat calon TKI mencek kesehatannya sebelum pergi ke negara
penempatan.
Selengkapnya:
http://www.aids-ina.org/modules.php?name=&file=article&sid=1462
11. Remaja Penderita HIV/AIDS di Malang Meningkat
Republika Online, 24 Juli
2009
MALANG –
Kondisi remaja di wilayah Kabupaten Malang sangat mengkhawatirkan. Sebab,
remaja yang terdeteksi terinfeksi virus HIV/AIDS sudah gawat, karena terus
mengalami pengingkatan.Hingga semester pertama ini saja, remaja yang
terdeteksi terinveksi virus HIV/AIDS itu ditemukan sekitar delapan anak.
''Ini luar biasa dibandingkan dengan tahun-tahun sebelumnya,'' Kepala Dinas
Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Malang, Agus W Arifin kepada wartwan, Jumat
(24/7).
Menurut Agus W Arifin, sesuai data yang ada di Komisi Pemberantasan HIV/AID
dan Dinkes Kabupaten Malang, tahun 2003 hanya ada satu remaja terinveksi.
Sedangkan tahun 2006 sekitar dua anak dan 2008 sebanyak tiga remaja.
Sedangkan pertengahan tahun 2009 ini mencapai delapan remaja.
Selengkapnya:
http://www.aids-ina.org/modules.php?name=&file=article&sid=1461
12. Sulut Perang Terhadap HIV/Aids
Manado Post, 23 Juli
2009
Sualang:
Ancaman Terhadap Kehidupan Masyarakat
MANADO —
Pemerintah Provinsi Sulut mengajak semua pihak menyatakan perang terhadap
HIV/Aids. Ajakan perang terhadap HIV/Aids disampaikan Wakil Gubernur Sulut
Fredy H Sualang, ketika membuka acara Rapat Koordinasi (Rakor) Komisi
Penanggulangan AIDS (KPA) Sulut, di ruang Mapaluse kantor Gubernur,
kemarin.
Ini sangat penting, karena penyebaran penyakit tersebut dengan berbagai
implikasi dan dampak negatifnya, merupakan ancaman terhadap tatanan
kehidupan masyarakat Sulut. Ini secara otomatis akan menghambat roda gerak
pembangunan. “Sangat penting komitmen bersama, baik pada tataran
personal maupun pada tataran institusional,” ajak Sualang di hadapan
peserta Rakor dari pejabat pemerintah, tokoh agama dan masyarakat, LSM dan
Pers.
Selengkapnya:
http://www.aids-ina.org/modules.php?name=&file=article&sid=1460
13. Buat Berobat, Penderita AIDS Curi Tabung Elpiji
Berita Jatim, 23 Juli 2009
Reporter :
Fakhrurrozi
Surabaya
(beritajatim.com) - Mengaku tak punya uang untuk berobat, seorang penderita
HIV/AIDS mencuri tabung elpiji. Perbuatan itu
dilakukan Charles Tampubolon (32), warga Jalan Jepara II, Surabaya.
Namun, perbuatannya dipergoki pemilik toko yang diketahui bernama Tutik
Hermaningsih, (42), juga warga Jalan Jepara. Akibatnya, Charles pun gagal
mengobati penyakitnya dan sebagai gantinya harus mendekam di tahanan Polsek
Bubutan.
Pencurian yang dilakukan Charles ini terjadi sekitar pukul 15.00 WIB di
toko Aqua Fresh milik korban. Saat itu, tersangka berpura-pura hendak
membeli tabung elpiji.
Selengkapnya: http://www.aids-ina.org/modules.php?name=&file=article&sid=1459
14. Mencemaskan, Penyebaran HIV/AIDS di Belu
Pos Kupang, 23 Juli 2009
ATAMBUA, SPIRIT--Penyebaran penyakit menular HIV dan AIDS di Kabupaten Belu
saat ini sangat mencemaskan bagi masyarakat setempat. Selama dua tahun
terakhir, 2008-2009, teridentifikasi 203 orang tertular HIV/AIDS. Dan,
diperkirakan yang tidak teridentifikasi antara 800 sampai 1.800 orang,
tersebar di seluruh wilayah Kabupaten Belu.
Kecemasan ini disampaikan Wakil Bupati Belu, Taolin Ludovikus, B.A, ketika
mengunjungi Kecamatan Botin Leobele dan Kecamatan Malaka Timur, Sabtu
(11/7/2009).
Dalam arahannya sebagai Ketua Komisi Penanggulangan AIDS Daerah (KPAD)
Kabupaten Belu, Taolin menyampaikan kepada masyarakat yang hadir apabila
terdapat anggota keluarga atau sanak saudara yang teridentifikasi mengidap
HIV/AIDS agar dibawa untuk berobat secara teratur.
Selengkapnya:
http://www.aids-ina.org/modules.php?name=&file=article&sid=1458
15. Bandung Kota Tertinggi Kasus
HIV-AIDS
Berita Bandoeng, 23 Juli 2009
BANDUNG: Sejak 1989 hingga Maret 2009 lalu, Dinas Kesehatan Provinsi Jawa
Barat mencatat secara kumulatif terdapat 4.520 kasus HIV-AIDS di Jabar,
1.838 diantaranya HIV positif dan 2.682 diantaranya AIDS.
Jumlah kasus HIV-AIDS terbanyak dilaporkan dari Kota Bandung mencapai 1763
kasus, disusul Kota Bekasi 589 kasus, Kota Sukabumi 392 kasus, Kota Bogor
217 kasus dan Kab. Bandung 150 kasus.
Selengkapnya:
http://www.aids-ina.org/modules.php?name=&file=article&sid=1457
16. KPA Jabar Kirim Delegasi Ke ICAAP
Berita Bandoeng, 23 Juli 2009
BANDUNG: Komisi Penanggulangan AIDS (KPA) Provinsi Jawa Barat akan
mengirimkan delegasnya untuk mengikuti kegiatan International Congress on
AIDS in Asia and the Pacific (ICAAP) ke-9, yang akan berlangsung di Bali,
pada 9 – 13 Agustus 2009 mendatang.
Anggota KPA Provinsi Jabar, Khoirul Naim, SKM., MEpid, mengatakan ICAAP
sangat penting karena dalam ajang tersebut peserta dapat mempelajari
berbagai upaya yang dilakukan dunia internasional dalam memerangi epidemi
HIV-AIDS yang kian memprihatinkan di Jawa Barat.
“Kita dapat menimba ilmu, sharing pengalaman, dan yang terpenting
mempelajari success story dari berbagai negara dalam menekan laju kasus
HIV-AIDS.," ujarnya.
Selengkapnya:
http://www.aids-ina.org/modules.php?name=&file=article&sid=1456
17. Suamiku Memberi Hadiah Aku Virus Laknat
Suara Merdeka, 23 Juli 2009
Sepenggal Kisah ODHA (2-Habis)
KUCERITAKAN kisahku ini, tidak lain agar bisa menjadi inspirasi buat
teman-teman sesama ODHA (Orang yang hidup dengan HIV). Namaku Mawar, sebut
saja demikian juga manusia biasa yang bisa putus asa ketika dokter
memvonisku mengindap virus mematikan itu.
Setelah kelahiran anak pertamaku, Sony di tahun 2004, hubunganku dengan
keluarga di Wonogiri membaik. Satu setengah tahun kemudian, Edo anak ke duaku lahir.
Aku melahirkan tanpa didampingi suami, karena Mas Joko sedang ada pekerjaan
di luar kota.
Saat itu, suamiku bekerja pada perusahaan event organizer (EO) yang
berkantor megah di Pondok Indah, sebagai guitar technical sebuah grup band
papan atas di Tanah Air. Syukurlah anak ke duaku lahir dengan selamat.
Badannya montok dan mengemaskan.
Selengkapnya:
http://www.aids-ina.org/modules.php?name=&file=article&sid=1455
18. DPRD Sulut Tolak Lokalisasi
Manado Post, 21 Juli
2009
MANADO—Pengesahan
Perda HIV/AIDS akhir pekan lalu ikut menunjukkan sikap DPRD Sulut terhadap
usulan lokalisasi. Semua fraksi di Gedung Cengkih
Sario menolak tempat yang akan menjadi areal prostitusi di daerah ini.
FPG, FPDIP, FDS, FPD dan PFK menyatakan setuju rancangan peraturan daerah
(Ranperda) HIV/AIDS untuk di-perda-kan, termasuk menolak adanya lokalisasi
pekerja seks komersil (PSK) di daerah ini. “Kami menyatakan menerima
Ranperda HIV/AIDS diperdakan, dengan tegas menolak lokalisasi,” kata
pembaca pemandangan umum FPG Pdt Manuel Mantiri.
Selengkapnya:
http://www.aids-ina.org/modules.php?name=&file=article&sid=1454
19. Kugendong HIV ke Mana-mana
Suara Merdeka, 22 Juli 2009
Sepenggal Kisah
ODHA (1)
Tertular HIV/AIDS, tentu bukan menjadi keinginan setiap orang. Namun apalah
daya ketika penyakit yang menyerang kekebalan tubuh seseorang itu telanjur
hinggap. Bukan hanya jiwanya yang terancam, tetapi juga dijauhkan dari
pergaulan sosial. Seperti apa kisah orang dengan HIV/AIDS (ODHA), berikut
penuturan nyata Mawar, perempuan muda yang tinggal di Wonogiri.
MESKI suara itu disampaikan begitu lirih, tapi bagiku terdengar seperti
halilintar. Dada ini rasanya mau meledak, begitu dokter memvonisku sebagai
pengidap HIV, Oktober 2006.
Virus laknat itu bukan saja menulariku, tapi juga telah merenggut suamiku,
Joko (sebut saja demikian) dan anak keduaku, Edo
(juga bukan nama sebenarnya). Beruntung Sony (juga
nama samaran), anak pertamaku, lolos dari HIV. Keberadaan Sony yang
membuatku tetap bertahan, meski HIV selalu kugendong ke mana-mana.
Selengkapnya:
http://www.aids-ina.org/modules.php?name=&file=article&sid=1453
20. Narkoba dan Miras Picu HIV-AIDS
Cenderawasih Pos, 22 Juli
2009
Koordinator Umum Yayasan Pengembangan Kesehatan Masyarakat (YPKM) Papua
wilayah Pegunungan Tengah, Jhon Suebu, SH mengatakan, penyebaran virus
mematikan HIV-AIDS dipicu oleh Minuman Keras (Miras) dan Narkoba.
Hal itu dikatakannya saat melakukan sosialisasi tentang bahaya Narkoba dan
Miras yang berdampak pada HIV-AIDS di Jemaat GKI Oraet Labora Potikelek Wamena,
Selasa (21/7)."Kasus HIV-AIDS meningkat akibat hubungan seksual yang
berganti-ganti dan ini terjadi setelah mabuk sehingga fungsi kontrolnya
hilang,"ungkapnya.
Selengkapnya:
http://www.aids-ina.org/modules.php?name=&file=article&sid=1452
|