Search the web
Sign In
New User? Sign Up
vct_counselor_indonesia · Konselor VCT HIV/AIDS Indonesia
? Already a member? Sign in to Yahoo!

Yahoo! Groups Tips

Did you know...
Want to share photos of your group with the world? Add a group photo to Flickr.

Best of Y! Groups

   Check them out and nominate your group.
Having problems with message search? Fill out this form to ensure your group is one of the first to be migrated to the new message search system.

Messages

  Messages Help
Advanced
Klipping Media Masa Terbaru di www.aids-ina.org   Message List  
Reply | Forward Message #85 of 101 |
Klipping Media Masa Terbaru di www.aids-ina.org

Kumpulan Berita Media Massa
HIV-AIDS dan Narkoba
Dari Tanggal: 1 June 2009 Sampai Tanggal: 8 June 2009


 

1. Mulai Takut Modif Alat Kelamin

Manado Post, 06 Juni 2009

PENYAKIT menular seksual (PMS), saat ini, terstigma hanyalah AIDS. Padahal, banyak ragam penyakit seksual. Penyakit ini timbul akibat kegiatan seksual, menyerang organ-organ seksual, serta ditularkan melalui hubungan seksual. Di Sulut, malah penyakit kelamin ada yang timbul karena tindakan sebagian orang yang suka memdandani alat vitalnya.

Informasi dihimpun, banyak pejabat Sulut telah mempermak alat kelaminnya. Mulai menyuntik silikon hingga pemasangan hagel. Pemugaran alat kelamin ini banyak dilakukan para pejabat saat berada di luar daerah. Tujuannya, agar pasangan seks-nya mengalami kenikmatan lebih dari biasanya. Tapi tak jarang, akibat tindakan ini ada alat vital pemakainya mengalami masalah ganda: aksesori yang terganggu hingga terjangkit PMS, akibat ingin membuktikan moncernya aksesori itu. “Sejak ada kasus pemasangan hagel bermasalah, banyak orang penting di Sulut mulai takut melakukan hal serupa,” tukas salah satu sumber.

Penyakit seksual bisa menular umumnya paling dikenal adalah AIDS, sipilis atau gonore. Kedua terakhir menyerang organ seksual. Umumnya orang menganggap bahwa penyakit seksual idem dito dengan jenis penyakit seksual menular. Namun tidak seperti anggapan orang bahwa PMS adalah kasus langka. PMS merupakan kasus umum.


Selengkapnya: http://www.aids-ina.org/modules.php?name=&file=article&sid=1203



2. 199 Penderita HIV/AIDS Meninggal

Timor Express, 06 Juni 2009

NTT Kantongi 671 Penderita HIV/AIDS

KUPANG, Timex-Berdasarkan data distribusi kasus HIV/AIDS di tingkat sejak tahun tahun 1997 hingga Mei 2009, NTT mengantongi 671 orang penderita, 199 orang telah meninggal dunia.

Demikian data yang dihimpun Timor Express, Jumat kemarin dari Bidang P2MK (Pencegahan dan Penanggulangan Masalah Kesehatan) seksi P2P (Pencegahan dan Pemberantasan Penyakit) Dinas Kesehatan NTT.

Kepala Dinas Kesehatan NTT, dr. Stefanus Bria Seran, MPH., mengurai bahwa dari 21 kabupaten di NTT yang melaporkan adanya kasus HIV/AIDS yakni 16 kabupaten, sedangkan lima kabupaten lainnya yakni Rote Ndao, Sumba Tengah, Manggarai Timur, Sumba Barat Daya, dan Sabu Raijua belum melaporkan adanya kasus tersebut.


Selengkapnya: http://www.aids-ina.org/modules.php?name=&file=article&sid=1202



3. Ditemukan Gizi Buruk dan Anak Penderita AIDS

Timor Express, 06 Juni 2009

Wagub Kunjungi Panti Rehabilitasi Gizi Haliwen


KUPANG, Timex - Dalam kunjungannya ke Kabupaten Belu, Rabu lalu, Wagub NTT Esthon L Foenay selain meresmikan GOR Rai Belu serta melantik Pengurus KONI Belu, juga menyempatkan diri mengunjungi panti rehabilitasi gizi anak Haliwen.

Dalam kunjungannya ke panti tersebut, Wagub yang didampingi ketua DPRD NTT, Mell Adoe serta Wakil Bupati Belu, Taolin Ludovikus, Karo Kesra Setda NTT, Filemon da Lopez serta Kabid Keolahragaan Dinas PPO NTT, Ary Moelyadi menyempatkan diri melihat dari dekat kondisi panti mulai dari ruang perawatan hingga dapur dan berdiskusi dengan pengelola panti, Antonia Lau soal pengelolaan panti dan penanganan gizi buruk terhadap anak-anak yang dirawat.


Selengkapnya: http://www.aids-ina.org/modules.php?name=&file=article&sid=1201



4. Latih mandikan ODA

Duta Masyarakat, 06 Juni 2009

Enggannya masyarakat untuk memandikan mayat pengidap HIV/Aids mendapat perhatian serius dari Komisi Penanggulangan AIDS Daerah (KPAD) Lamongan. Agar tidak takut dan tertular tertular penyakit mayat pengidap penyait mematikan itu, sebanyak 100 modin akan digelar pelatihan memandikan mayat HIV/Aids atau orang dengan HIV/Aids (ODA).

Sekretaris KPAD Lamongan, Luluk Humam, mengatakan rencana pelatihan bagi modin itu sebagai respon terhadap enggannya masyarakat memandikan jenazah ODA. Pelatihan para modin itu nantinya akan digelar pada medio tribulan ketiga tahun ini atau sekitar bulan Juli hingga September.


Selengkapnya: http://www.aids-ina.org/modules.php?name=&file=article&sid=1200



5. Waspada Teror HIV/AIDS

Manado Post, 05 Juni 2009

Peliput Fadjrin Lamato,Ronald Mokoginta, Firman Toboleu,Stenly Lontoh

KESADARAN warga Sulawesi Utara (Sulut) tetap berperilaku hidup sehat dan tidak menyimpang sangat penting. Hal ini guna mencegah terjadinya penyebaran penyakit HIV/AIDS. Acquired Immunodeficiency Syndrome atau Acquired Immune Deficiency Syndrome (AIDS, merupakan sekumpulan gejala dan infeksi (sindrom) yang timbul karena rusaknya sistem kekebalan tubuh manusia akibat infeksi virus Human Immunodeficiency Virus (HIV).

Orang yang terkena virus ini menjadi rentan terhadap infeksi oportunistik atau mudah terkena tumor. Meski penanganan yang telah ada dapat memperlambat laju perkembangan virus, namun penyakit tersebut belum benar-benar bisa disembuhkan.


Selengkapnya: http://www.aids-ina.org/modules.php?name=&file=article&sid=1199



6. Pasien HIV/AIDS Membeludak, Bed Ditambah

Koran SINDO, 05 Juni 2009

SURABAYA (SI) – Pasien HIV/ AIDS yang terus membeludak dan tidak tertampung di ruang rawat inap Unit Perawatan Intermediet dan Penyakit Infeksi (UPIPI) RSU dr Soetomo bakal sedikit teratasi.

Sebab, rumah sakit milik Pemprov Jatim ini akan menambah lagi 15 unit tempat tidur (bed) di ruang peralihan. Menurut Wakil Direktur Pelayanan Medik (Wadir Yanmed) RSU dr Soetomo, dr Urip Murtejo SpB KL,penambahan 15 unit tempat tidur ini merupakan salah satu upaya untuk mengatasi membeludaknya pasien HIV/AIDS yang perlu menjalani rawat inap.”Jadi,nanti total ada 27 tempat tidur khusus untuk pasien HIV/AIDS.Selain itu,masih ada tempat tidur tambahan yang disediakan jika sewaktu-waktu pasien lebih membeludak,” ujarnya kemarin.


Selengkapnya: http://www.aids-ina.org/modules.php?name=&file=article&sid=1198



7. Sumut miliki 1609 kasus HIV/AIDS

Waspada Online, 05 Juni 2009

FIRMAN SUCI ANANDA


MEDAN - Hingga pertengahan Maret 2009, Sumatera Utara tercatat memiliki 1609 kasus AIDS. "Virus berbahaya ini telah menjangkiti banyak anak muda di Sumatera Utara. Banyak sebab yang menjadi alasan penyebaran virus ini," ucap Koordinator CHS (Center for Health Services), Zailani, kepada Waspada Online, tadi pagi.

Menurutnya, rata-rata penyebaran virus tersebut diakibatkan karena perilaku Heteroseksual dari para remaja. "Sekitar 314 kasus untuk HIV positif dan 480 untuk AIDSU menjangkiti anak muda Sumut dalam penyebaran HIV/AIDS," katanya.


Selengkapnya: http://www.aids-ina.org/modules.php?name=&file=article&sid=1197



8. HIV/AIDS bukan alasan tepat pelarangan nikah

Waspada Online, 05 Juni 2009

FIRMAN SUCI ANANDA

MEDAN - Terkait peringatan Departeman Agama baru-baru ini mengenai pelarangan bagi siapa saja yang menderita penyakit HIV/AIDS untuk menikah, ditentang oleh (CHS) Centre for Health Services Medan.

Kordinator eksekutif CHS, Zailani, kepada Waspada Online, tadi sore, diruang kerjanya menegaskan bahwa menikah bukan faktor penyebab penularan HIV-AIDS, justru menikah merupakan perbuatan yang halal.


Selengkapnya: http://www.aids-ina.org/modules.php?name=&file=article&sid=1196



9. 85 Persen Kasus AIDS Tak Terdeteksi

Surya Online, 05 Juni 2009

Jumat, 5 Juni 2009 | 11:49 WIB | Posts by: Judi Prasetyo

JAKARTA - SURYA- Kasus sindroma merapuhnya kekebalan tubuh (AIDS) baru terdeteksi 15 persen dari angka proyeksi, 85 persen lainnya belum terdeteksi serta tersentuh layanan pemeriksaan maupun pengobatan.

Menurut Sekretaris Komisi Penanggulangan AIDS Nasional Nafsiah Mboi di Jakarta, Rabu, hingga Maret 2009 secara kumulatif kasus AIDS yang terdeteksi sebanyak 16.964 kasus, sementara proyeksi jumlah kasusnya diperkirakan 169.230 sampai 216.820 kasus.


Selengkapnya: http://www.aids-ina.org/modules.php?name=&file=article&sid=1195



10. Papua Dipastikan Ikut Kongres AIDS di Bali

Cenderawasih Pos, 05 Juni 2009

JAYAPURA-Rencananya 9-13 Agustus nanti, Bali akan menjadi tuan rumah International Congress on AIDS in Asia and the Pacific (ICAAP) ke-9, kongres AIDS terbesar di kawasan Asia-Pasifik ini.

Sebanyak 3 000 peserta dari 51 negara Asia dan 14 negara Pasifik diperkirakan hadir dalam kongres ini. Dari 3000 peserta ini, dipastikan hampir seluruh KPA kabupaten/kota dan KPA Provinsi Papua akan mengambil bagian.


Selengkapnya: http://www.aids-ina.org/modules.php?name=&file=article&sid=1194



11. RSU Rawat 10 Pengidap HIV/AIDS

Timor Expess, 05 Juni 2009

Data Rekam Medik Sejak Januari

KUPANG, Timex-Meskipun belum diketahui perbandingan pasien pengidap HIV/AIDS dari tahun ini dengan tahun-tahun sebelumnya, namun yang jelas menurut data rekam medik RSU Prof. DR. WZ. Yohanes Kupang, bahwa untuk tahun 2009 pengidap penyakit tersebut sebanyak 10 kasus.

Kepala Bagian perencanaan dan rekam medis, drg. Maria Krisidea Stiyawati kepada koran ini, saat dimintai keteranganya, Kamis (4/6) kemarin via ponsel menyebutkan bahwa dalam 10 kasus yang ditangani RSU Yohanes tersebut hingga kemarin belum ada yang meninggal dunia.


Selengkapnya: http://www.aids-ina.org/modules.php?name=&file=article&sid=1193



12. Cegah AIDS, Global Fund Kucurkan Rp12,6 Miliar

Riau Pos, 05 Juni 2009

PEKANBARU (RP) -Lembaga asing Global Fund segera mengucurkan dana sebesar Rp12,6 miliar untuk pencegahan dan penanggulangan HIV/Aids di Riau. Anggaran sebesar itu bakal diterima pada 1 Juli 2009 mendatang. Dana ini dipergunakan hingga 31 Juli 2011 nanti.

Hal ini diungkapkan Sekretaris KPA (Komisi Penanggulangan Aids) Nasional Dr Nafsiah Mboi SpA MPH kepada wartawan, Kamis (4/6), usai bertemu dengan Wakil Gubernur Riau HR Mambang Mit.


Selengkapnya: http://www.aids-ina.org/modules.php?name=&file=article&sid=1192



13. 800 pengidap HIV/AIDS di Maluku

Waspada Online, 04 Juni 2009

AMBON - Jumlah pengidap HIV/AIDS di Maluku sejak 1994 hingga periode Maret 2009 mencapai 800 orang, 489 mengidap HIV dan 311 sudah dinyatakan positif AIDS.

"Pengidap terbanyak sekitar 83 persen berusia 15-39 tahun, dan sisanya 17 persen berusia 40-60 tahun," kata Sekretaris Komisi Penanggulangan AIDS (KPA) Provinsi Maluku, Syamsuddin Asis di Ambon, tadi malam.

Ia mengungkapkan, 64 persen penderita berjenis kelamin perempuan, kebanyakan penjaja seks komersial, dan 36 persen laki-laki.


Selengkapnya: http://www.aids-ina.org/modules.php?name=&file=article&sid=1191



14. Koordinasi Penanganan di Kota Medan Lemah

Koran SINDO, 04 Juni 2009

MEDAN (SI) – Penanggulangan penyebaran HIV/AIDS di Kota Medan masih jauh dari harapan.Pasalnya, dana yang cukup dan keberadaan lembaga swadaya masyarakat (LSM) peduli AIDS tidak didukung koordinasi antar stakeholder.

Seorangpenggiat AIDSBadurani Lubis yang pendiri Galatea mengungkapkan, Kota Medan sudah termasuk dalam kategori lampu merahuntukpenanggulangan AIDS. “Jangan tanya soal dana, kami punya banyak dan berlimpah. Lalu soal LSM,banyak LSM yang sangat peduli dengan AIDS.Semua kita punya. Namun, jika kita berjalan sendiri- sendiri tanpa ada koordinator dan mediasinya, ya tentu sulit menangani persoalan,” ungkapnya.


Selengkapnya: http://www.aids-ina.org/modules.php?name=&file=article&sid=1190



15. Kasus AIDS Dekati 17 Ribu

Radar Timika Online, 04 Juni 2009

JAKARTA - Persebaran kasus AIDS di tanah air terus menunjukkan perkembangan luar biasa. Komisi Penanggulangan AIDS Nasional (KPAN) menyebut, secara kumulatif hingga Maret 2009 tercatat 16.964 kasus AIDS. Tingginya angka itu disebabkan masih terbatasnya sumberdaya, baik tenaga kesehatan maupun akses atas fasilitas pencegahan, pemeriksaan, dan pengobatan.

"Tren persebaran AIDS terus meningkat. Karena itu, harus ada perhatian lebih dari pemerintah," ujar Sekretaris KPAN Nafsiah Mboi kemarin (3/6).


Selengkapnya: http://www.aids-ina.org/modules.php?name=&file=article&sid=1189



16. Kasus AIDS Dekati 17 Ribu

Pos Metro Balikpapan Online, 04 Juni 2009

JAKARTA--Penyebaran kasus AIDS di tanah air terus menunjukkan perkembangan luar biasa. Komisi Penanggulangan AIDS Nasional (KPAN) menyebut, secara kumulatif hingga Maret 2009 tercatat 16.964 kasus AIDS. Tingginya angka itu disebabkan masih terbatasnya sumberdaya, baik tenaga kesehatan maupun akses atas fasilitas pencegahan, pemeriksaan, dan pengobatan.

"Tren persebaran AIDS terus meningkat. Karena itu, harus ada perhatian lebih dari pemerintah," ujar Sekretaris KPAN Nafsiah Mboi kemarin (3/6).


Selengkapnya: http://www.aids-ina.org/modules.php?name=&file=article&sid=1188



17. HIV/AIDS Di Maluku Capai 800 Kasus

Harian Berita Sore, 04 Juni 2009

Ambon ( Berita ) : Jumlah pengidap HIV/AIDS di Maluku sejak 1994 hingga periode Maret 2009mencapai 800 orang, 489 mengidap HIV dan 311 sudah dinyatakan positif AIDS.

“Pengidap terbanyak sekitar 83 persen berusia 15-39 tahun, dan sisanya 17 persen berusia 40-60 tahun,” kata Sekretaris Komisi Penanggulangan AIDS (KPA) Provinsi Maluku, Syamsuddin Asis, kepada ANTARA di Ambon, Rabu [03/06] .


Selengkapnya: http://www.aids-ina.org/modules.php?name=&file=article&sid=1187



18. 233 Penduduk Manado Terinfeksi HIV/AIDS

Republika Online, 04 Juni 2009

MANADO-- Jumlah orang yang terinfeksi HIV (Human Immunodeficiency Virus) dan AIDS (Acquired Immunodeficiency Syndrome) di Manado, Sulawesi Utara, hingga akhir Mei 2009, mencapai 233 orang.

Kepala Bidang Pengendalian Penyakit dan Penyehatan Lingkungan Dinas Kesehatan Manado, Drs. Noldi Mandolang, Bsc. mengemukakan hal itu di Manado, Kamis.

"Orang yang terinfeksi HIV/AIDS di Manado sudah banyak dan lebih dari dua ratus orang, tetapi ada yang berasal dari luar dan terdata di Kota Manado," katanya.


Selengkapnya: http://www.aids-ina.org/modules.php?name=&file=article&sid=1186



19. Lembaga Asing Bantu Riau Rp 12,6 M untuk Tanggulangi HIV/AIDS

Berita Riau, 04 Juni 2009

Upaya penanggulangan HIV/AIDS di Riau mendapatkan sokongan asing. Sebuah lembaga mengucurkan bantuan sebesar Rp 12,6 miliar.

Riauterkini-PEKANBARU- Upaya penanggulangan sekaligus pencegahan penyebaran virus HIV/AIDS di Riau tahun ini diharapkan lebih maksimal. Pasalnya, selain mendapatkan bantuan dari APBD Riau, juga ada kucuran dana sebesar Rp 12,6 miliar dari Global Fund, sebuah lembaga dunia non-profit yang didirikan khusus penanggulangan HIV/AIDS, TBC dan malaria.


Selengkapnya: http://www.aids-ina.org/modules.php?name=&file=article&sid=1185



20. Dua Ibu Rumah Tangga Idap HIV/AIDS

Timor Express, 04 Juni 2009

Kini Diopname di RSU Kupang

KUPANG, Timex--Berdasarkan data baru yang dikantongi oleh Komisi Penanggulangan AIDS Daerah (KPAD) Kota Kupang, terdapat penambahan dua pengidap virus mematikan, HIV/AIDS di Kota Kupang. Keduanya adalah ibu rumah tangga, yang kini sedang menjalani perawatan di RSU Kupang.Sekretaris KPAD Kota Kupang, Bastian Benufinit, kepada Timor Express, selasa (2/6) lalu di Balaikota menjelaskan adanya fakta itu.

Ia mengurai, kedua ibu rumah tangga yang demi kenyamanan mereka, identitasnya dirahasiakan. "Kita sudah identifikasi, seorang ibu sudah empat hari diopname di RSU Kupang. Ibu ini sudah beberapa bulan yang lalu melahirkan dan anaknya juga kemungkinan juga mengidap virus ini,"jelasnya.


Selengkapnya: http://www.aids-ina.org/modules.php?name=&file=article&sid=1184



21. 85 Persen Kasus AIDS Tidak Terdeteksi

Harian Analisa, 04 Juni 2009

Jakarta, (Analisa)

Kasus sindroma merapuhnya kekebalan tubuh (AIDS) baru terdeteksi 15 persen dari angka proyeksi, 85 persen lainnya belum terdeteksi serta tersentuh layanan pemeriksaan maupun pengobatan.

Menurut Sekretaris Komisi Penanggulangan AIDS Nasional Nafsiah Mboi di Jakarta, Rabu, hingga Maret 2009 secara kumulatif kasus AIDS yang terdeteksi sebanyak 16.964 kasus, sementara proyeksi jumlah kasusnya diperkirakan 169.230 sampai 216.820 kasus.


Selengkapnya: http://www.aids-ina.org/modules.php?name=&file=article&sid=1183



22. HIV/AIDS di Jabar 4.520 Kasus

Galamedia, 04 Juni 2009

KUNINGAN,(GM)-
Kepengurusan Komisi Penanggulangan AIDS (KPA) Kab. Kuningan yang memiliki kepedulian terhadap perkembangan HIV dan AIDS dilantik. Kepengurusan KPA masa bakti 2009-2014 ini dilantik oleh Sekretaris KPA Jawa Barat, Dr. Ruhiyat, M.Si., Rabu (3/6) di Pendopo Setda Kuningan.

Ruhiyat menyebutkan, data kasus HIV dan AIDS di Jawa Barat hingga Maret 2009, tercatat sebanyak 4.520 orang terjangkit virus mematikan tersebut, terdiri atas 2.682 penderita AIDS dan 1.838 HIV. Sebanyak 70% berada pada kelompok usia produktif, 20-39 tahun, dan faktor risiko penyebab terbesar 67% akibat jarum suntik.


Selengkapnya: http://www.aids-ina.org/modules.php?name=&file=article&sid=1182



23. Rp.12,6 Miliar Tanggulangi HIV/AIDS di Riau

RiauInfo.com, 04 Juni 2009

GLOBAL FUN TEMUI KPA RIAU...

Surya

PEKANBARU (RiauInfo) - Lembaga Dunia non profit, Global Fund, secara resmi menyatakan penyaluran bantuan untuk pencegahan penenggulangan penyebaran virus HIV/AID ke Provinsi Riau. Lembaga dunia penanggulangan HIV/AIDS, TBC dan malaria ini menyalurkan bantuan Rp.12,6 miliar untuk penanggulangan HIV/AID di Riau tahun ini.

Sekretaris Komisi Nasional Penanggulangan AIDS (KPA) Nasional, Nafsiah Mboy, secara langsung datang menemui Wakil Gubernur Riau Raja Mambang Mit yang juga menjabat ketua Komisi Penanggulangan AIDS (KPA) Provinsi Riau, Kamis (4/6/2009) ini di Pekanbaru.


Selengkapnya: http://www.aids-ina.org/modules.php?name=&file=article&sid=1181



24. Cegah HIV, Pasangan Calon Pengantin Wajib Tes Kesehatan

Bengkulu Express, 04 Juni 2009

Terkait hal itu. Wakil Gubernur HM Syamlan Lc meminta semua masyarakat Bengkulu untuk mewasdai dan berhati-hati terhadap penyakit itu. Salah satunya dengan cara menjaga pergaulan yang baik. Selain itu, Syamlan mengingatkan bagi pemuda-pemudi yang mau nikah jangan sampai tertipu dengan mendapatkan pasangan yang sudah terkena HIV/AIDS.

Bahkan, dikatakan Syamlan, saat ini Departemen Agama (Depag) Bengkulu minta mengkaji perlunya tes kesehatan terhadap pasangan yang akan menikah. Bahkan itu dijadikan salah satu persyaratan pernikahan. Supaya, pasangan yang akan menikah itu tahu apakah calon suami, atau calon istrinya itu bebas dari penyakit HIV/AIDS. Jika mereka sudah mengetahui jika salah satu pasangannya itu mengidap HIV, tapi mereka tetap akan menikah, ya tidak masalah, asal mau menanggung risikonya, katanya.


Selengkapnya: http://www.aids-ina.org/modules.php?name=&file=article&sid=1180



25. 800 Pengidap HIV/AIDS di Maluku

Antara News, 04 Juni 2009

Ambon (ANTARA News) - Jumlah pengidap HIV/AIDS di Maluku sejak 1994 hingga periode Maret 2009 mencapai 800 orang, 489 mengidap HIV dan 311 sudah dinyatakan positif AIDS.

"Pengidap terbanyak sekitar 83 persen berusia 15-39 tahun, dan sisanya 17 persen berusia 40-60 tahun," kata Sekretaris Komisi Penanggulangan AIDS (KPA) Provinsi Maluku, Syamsuddin Asis, kepada ANTARA di Ambon, Rabu.

Ia mengungkapkan, 64 persen penderita berjenis kelamin perempuan, kebanyakan penjaja seks komersial, dan 36 persen laki-laki.


Selengkapnya: http://www.aids-ina.org/modules.php?name=&file=article&sid=1179



26. People with deadly virus continue to face stigma

the Jakarta Post Online, 03 Juni 2009

Luh De Suriyani, The Jakarta Post , Denpasar | Wed, 06/03/2009 2:35 PM | Bali

Thirty-three-year-old Nyoman Masni looked nervous as she received antiretroviral treatment - to prevent the transmission of HIV to her unborn baby - at Sanglah General Hospital, in Denpasar, last Wednesday.

Masni, a resident of Klungkung regency, works as a street cleaner."Please, don't tell my family and neighbors that I am having thistreatment because I would be exiled from the community," she pleaded.

Masni is undergoing antiretroviral therapy (PMTCT) at the hospital and is six months pregnant with her fifth baby. She is very skinny and pale.


Selengkapnya: http://www.aids-ina.org/modules.php?name=&file=article&sid=1178



27. Di Minut HIV AIDS Meningkat

Berita Manado, 03 Juni 2009

Minut. Pertambahan penderita HIV AIDS di kabupaten Minahasa Utara mengkhawatirkan. Menurut data yang ada di Dinas Kesehatan Minahasa Utara, tahun 2008 lalu, terdapat penderita HIV 19 orang, dan AIDS 14 orang. Namun di tahun 2009, terjadi peningkatan. Penderita HIV 21 orang, sedangkan penyandang AIDS sebanyak 15 orang.


Selengkapnya: http://www.aids-ina.org/modules.php?name=&file=article&sid=1177



28. Jumlah pengidap HIV/AIDS di Sumut meningkat

Waspada Online, 03 Juni 2009

PRAWIRA SETIABUDI

MEDAN - Pengidap Human Immunodeficiency Virus/Acquired Immune Deficiency Syndrome (HIV/AIDS) di Sumatera Utara diperkirakan mengalami peningkatan. Hal ini dapat dilihat dari jumlah kunjungan pasien HIV/AIDS ke RSUP H Adam Malik yang mencapai 150 orang sampai akhir Mei ini.

"Kita akui pasien HIV/AIDS semakin bertambah," kata koordinator klinik VCT (Voluntary Counseling and Testing) Pusat Pelayanan Khusus RSUP H Adam Malik, Rahmad Nur Kurniawan kepada Waspada Online di Medan, tadi siang.


Selengkapnya: http://www.aids-ina.org/modules.php?name=&file=article&sid=1176



29. Forum AIDS Se-Asia Pasifik Akan Digelar di Bali

Tempointeraktif, 03 Juni 2009

TEMPO Interaktif, Jakarta: Bali akan menjadi tuan rumah Kongres Internasional AIDS se Asia dan Pasifik (ICAAP) yang ke-9 pada 9-13 Agustus mendatang. "Kami harap kongresnya nanti tidak terkotak-kotak antara medis, sosial maupun akademisi," ujar Wakil Ketua Panitia Kongres Samsuridjal Djauzi dalam temu wartawan di Menara Eksekutif Jakarta (3/6).

Diakuinya ketika kongres AIDS ditemukan forum dimana akademisi hanya mau berkumpul dengan sesamanya, begitu pula ahli medis dengan ahli medis. Maka dalam forum ini nantinya, Samsuridjal berjanji pengkotak-kotakan itu tak lagi terjadi.


Selengkapnya: http://www.aids-ina.org/modules.php?name=&file=article&sid=1175



30. Lelaki Penyuka Seks Komersial Tak Suka Kondom

Tempointeraktif, 03 Juni 2009

TEMPO Interaktif, Jakarta: Evaluasi Komisi Nasional AIDS Indonesia menunjukkan hanya 35 persen lelaki penyuka seks komersial yang memakai kondom. "Kalau yang makai kondom secara konsisten 60 persen saja, angka kasus baru AIDS akibat seks komersial akan turun drastis," papar Sekretaris Komisi Nasional AIDS Nafsiah Mboi di Menara Eksekutif Jakarta Rabu (3/6)

Lelaki pemakai seks komersial di Indonesia diakuinya tidak menyukai memakai kondom. Padahal 50 juta wanita di Asia yang terinfeksi HIV berasal dari suaminya yang suka menjalani seks komersial. Tapi Nafsiah mencatat penggunaan kondom diantara pekerja seks komersial berdasarkan data Integrated Biological Behavioral Surveillance (IBBS), mengalami peningkatan dari 25 persen (2002) menjadi 34,8 persen (2007). Menurutnya ini kemajuan yang bagus, meski kuncinya ada di kesediaan pihak laki-laki untuk memakai kondom.


Selengkapnya: http://www.aids-ina.org/modules.php?name=&file=article&sid=1174



31. Kongres AIDS Asia Pasifik Digelar di Bali

Okezone.com, 03 Juni 2009

Dewi Arta - Okezone

MENDENGAR Acquired Immune Deficiency Syndrome (AIDS) memang momok yang sangat menakutkan. Apalagi jumlah penderita AIDS semakin meningkat dan tanpa pandang bulu membidik penderitanya.

Merespons makin besarnya tantangan dalam menghadapi masalah AIDS di wilayah Asia-Pasifik, maka pada 9-13 Agustus mendatang akan diselenggarakan International Congress on AIDS in Asia and the Pacific (ICAAP) ke-9 di Bali. Sebanyak 3.000 peserta dari 51 negara Pasifik diperkirakan hadir dalam kongres ini.


Selengkapnya: http://www.aids-ina.org/modules.php?name=&file=article&sid=1173



32. Ayah, Ibu, dan Anak Terinfeksi HIV

Suara Merdeka, 03 Juni 2009

GROBOGAN Tiga warga di Kecamatan Tegowanu, yang terdiri atas ayah, ibu dan anak diketahui mengidap virus Human Immunodeficiency Virus (HIV). Mereka adalah TH (29), H (22), dan PAW (4), yang baru saja pulang dari merantau di Makasar Sulawesi Selatan.

TH, selama berada di luar Jawa menghidupi keluarganya sebagai buruh bangunan. Keluarga itu diketahui terinfeksi virus yang menyerang sistem kekebalan tubuh, setelah memeriksakan diri, ke RSUD Kota Semarang beberapa waktu lalu.

"Keluarga itu memang baru saja pulang dari Makasar. Kepulangannya, juga karena TH menderita depresi ketika bekerja disana," kata Plh Kepala Dinas Kesehatan Grobogan dokter Johari Angkasa kepada wartawan Selasa siang.


Selengkapnya: http://www.aids-ina.org/modules.php?name=&file=article&sid=1172



33. 68 Pengidap HIV/AIDS di Sumsel Meninggal

Koran SINDO, 03 Juni 2009

PALEMBANG(SI) – Komisi Penanggulangan AIDS (KPA) Provinsi Sumsel melansir jumlah kasus HIV/ AIDS di Sumsel semakin meningkat dari tahun ke tahun.

Berdasarkan data Maret 2009 pengidap HIV sebanyak 437 kasus,AIDS sebanyak 192 kasus yang tersebar di 13 kabupaten/kota.Dan di antaranya 68 orang telah dinyatakan meninggal dunia. Ketua KPA Provinsi Sumsel H Eddy Yusuf yang juga Wakil Gubernur Sumsel mengatakan, epidemi HIV/AIDS setiap tahunnya meningkat.


Selengkapnya: http://www.aids-ina.org/modules.php?name=&file=article&sid=1171



34. HIV AIDS Menggurita di Sintang

Equator News Online, 03 Juni 2009

57 Orang Positif, 11 Tewas

SINTANG. Fenomena gunung es untuk menggambarkan penyebaran virus HIV/AIDS terjadi di Kabupaten Sintang, Melawi dan Sekadau. Dalam kurun waktu tiga tahun terakhir, jumlah penderita meningkat. Didominasi para Pekerja Seks Komersial (PSK), bahkan dua Waria positif terkena virus mematikan itu. Data dari Volunteer Counseling and Testing (VCT) di RSUD Ade M Djoen Sintang yang meliputi wilayah kerja tiga kabupaten itu mencatat pada Januari-Maret 2009 terjadi penambahan penderita sebanyak 17 orang. Setiap tahunnya memang bertambah. Pada 2006 hanya 9 orang penderita, 2007 naik menjadi 14 orang, kemudian pada 2008 naik menjadi 17 orang. Jumlah total Orang Dengan HIV/AIDS (ODHA) yang sudah terinfeksi virus Human Immunodeficiency Virus (HIV) dan Acquired Immunodeficiency Syndrome (AIDS) mencapai 57 orang. Dari jumlah tersebut, 11 orang di antaranya sudah meninggal dunia. Dari 57 orang penderita, 35 orang di antaranya perempuan, laki-laki 20 orang dan waria 2 orang. Selain itu, 3 orang sudah melahirkan dan 1 orang bayinya positif terinfeksi. Rata-rata yang terjangkit adalah orang dengan usia produktif 15-25 tahun. "Angka penderita itu diperkirakan akan terus bertambah pada 2009 ini," kata Direktur RSUD Ade M Djoen Sintang dr H Sidiq Handanu Widoyono MKes, kepada Equator, Selasa (2/6) di ruang kerjanya, kemarin. Kondisi itu menyebabkan perlunya digencarkan sosialisasi oleh para petugas lapangan. Sasarannya untuk menggiring orang dengan risiko tinggi terkena virus tersebut. Bahkan dalam setahun ditargetkan bisa memeriksakan sekitar 900 orang di klinik VCT. "Tiap tahun cenderung meningkat. Kita harapkan semakin banyak yang memeriksakan diri di VCT ini," terang Handanu. Terkait stock obat dan peralatan di klinik, Handanu menyatakan tidak ada masalah karena dalam kondisi siap meskipun terjadi lonjakan penderita. Adapun obat-obatan itu meliputi Nepiral dan Dupiral. Namun, demikian untuk orang yang berisiko tinggi terkena virus tersebut, diharuskan memeriksakan diri setiap 3 bulan sekali di VCT. Sementara Indra, salah seorang petugas lapangan dari Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) yang aktif sosialisasi serta menggiring orang yang berisiko tinggi terkena HIV-AIDS mengatakan, tetap berkomitmen menangani hal ini. "Walaupun saya hanya petugas lapangan, kita tetap komitmen. Target kita dalam sehari, satu orang atau lebih dapat memeriksakan diri di VCT," ungkapnya. (sry).


Selengkapnya: http://www.aids-ina.org/modules.php?name=&file=article&sid=1170



35. Seorang Balita Meninggal karena AIDS

Pikiran Rakyat, 02 Juni 2009

SUKABUMI, (PRLM).-Penderita AIDS (Acquired Immune Deficiency Syndrome) di Kota Sukabumi terus mengalami peningkatan. Hingga awal Juni 2009 ini, jumlah penderita yang terjangkit human immunodeficiency virus (HIV) sudah mencapai 317 orang. Dari sebanyak itu, terdata 187 orang penderita AIDS. Bahkan dari sebanyak itu penderita masih berusia bayi lima tahun (Balita). Dan satu orang balita dinyatakan meninggal karena menderita AIDS.


Selengkapnya: http://www.aids-ina.org/modules.php?name=&file=article&sid=1169



36. Bapas jalin kerjasama tingkatkan kualitas PK

Waspada Online, 02 Juni 2009

JAKARTA - Balai Pemasyarakatan (Bapas) Klas I Jakarta Pusat menjalin kerjasama dengan beberapa lembaga guna meningkatkan kualitas klien pemasyarakatan dan petugas pembimbing kemasyarakatan (PK).

Hal ini ditandai dengan penandatanganan nota kesepahaman dengan Universitas Indonesia (UI) dan Yayasan Pelita Ilmu dalam acara peresmian gedung Bapas Klas I Jakarta Pusat, Senin.

"Kapasitas Bapas besar sementara SDM (sumber daya manusia) sedikit dan kualitasnya tidak begitu bagus," kata kepala Bapas Klas I Jakarta Pusat, Priyadi usai acara.


Selengkapnya: http://www.aids-ina.org/modules.php?name=&file=article&sid=1168



37. Sulit mencegah transaksi seks terhadap remaja

Waspada Online, 02 Juni 2009

PRAWIRA SETIABUDI

MEDAN - Sulit untuk mengatasi terjadinya transaksi seks yang sering dilakukan terhadap kaum remaja pada saat ini, terutama kaum remaja di Sumatera Utara. Demikian penuturan ketua VCT (Voluntary and Counseling Testing) Posyansus (Pos Pelayanan Khusus) dan ketua Konselor HIV/AIDS (Human Immunodeficiency Virus/ Acquired Immune Deficiency Syndrome) RSUP H Adam Malik Medan, Rahmad Kurniawan, kepada Waspada Online, siang ini.

“Kebiasaan para remaja melakukan transaksi seks tersebut dikarenakan oleh beberapa alasan antar lain motif ekonomi, frustasi ditinggal pacar, dan ada juga yang pernah menjadi korban perdagangan wanita sehingga kini dia berkelanjutan,” katanya.


Selengkapnya: http://www.aids-ina.org/modules.php?name=&file=article&sid=1167



38. Dua Penderita HIV/Aids di Luwuk Menghilang

Radar Sulteng Online, 02 Juni 2009

LUWUK – Pengidap penyakit human immunodeficiency virus (HIV)/ acquired immune deficiency syndrome (Aids) di Kabupaten Banggai bertambah menjadi lima orang. Satu di antaranya meninggal dunia sekitar tiga bulan lalu. Kini keberadaan dua di antara empat penderita penyakit mematikan itu belum diketahui atau menghilang.

Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Banggai dr Haryadi, M.Kes kepada Radar Sulteng Senin (1/6) mengatakan, hasil deteksi terhadap keempat pengidap penyakit itu terus dilakukan oleh petugas yang ditugaskan khusus melakukan pemantauan. Tetapi, kata Haryadi, dua di antara penderita yang diketahui berjenis kelamin perempuan telah meninggalkan Kabupaten Banggai. Belum diketahui di mana tempat domisili kedua wanita yang berusia di bawah 30 tahun itu. “Kita sudah melakukan investigasi di lapangan tetapi belum ditemukan,” katanya.


Selengkapnya: http://www.aids-ina.org/modules.php?name=&file=article&sid=1166



39. Malam Renungan HIV/AIDS Se-Dunia Meriah

Harian Berita Sore, 02 Juni 2009

MEDAN (Berita): Puluhan orang yang tergabung dalam enam elemen organisasi kema- syarakatan yakni Kelompok Dukungan Sebaya (KDS), Jaringan Korban Nafza Sumatera Utara (Jarkons), Perempuan ODHA dan OHIDHA (Permata), Komunitas Gay atau Homoseksual Sumatera Utara (Primas), Organisasi Pekerja Seksa Indonesia (Opsi) dan Perkumpulan Waria (Perwari) mengadakan hari peringatan HIV/AIDS Sedunia, yang dilaksana-kan di Hotel Royal Perintis Medan, kemarin Malam.

Dalam pertemuan tersebut, mereka mendeklarasikan diri sebagai bagian dari upaya pe-nangulangan HIV/AIDS dan terus mendukung dan siap be-kerjasama dengan semua pihak yang bergerak dalam respon serta tanggungjawab dalam program penanggulangan HIV/AIDS.


Selengkapnya: http://www.aids-ina.org/modules.php?name=&file=article&sid=1165



40. Matinya selara nasibnya yang sebatang kara

Duta Masyarakat, 02 Juni 2009

AKHIR HIDUP PENDERITA HIV/AIDS DI LAMONGAN

Jiwa An, salah satu penderita HIV/Aids di Lamongan akhirnya tidak tertolong. Perempuan 25 tahun ini meregang nyawa saat dalam perawatan tim medis RS dr Soetomo Surabaya, akhir bulan kemarin.

KADAM MUSTOKO
LAMONGAN

ak banyak yang tahu, jenazah siapa yang dikebumikan di salah satu pemakaman umum di kota Lamongan, Minggu pagi itu. Tapi bagi tetangga dekat tidak asing lagi. Karena yang dikebumikan itu merupakan jenazah An, yang sempat menjadi gunjingan warga sekitar.


Selengkapnya: http://www.aids-ina.org/modules.php?name=&file=article&sid=1164



41. Mojokerto, Enam Besar Penderita HIV

Republika Online, 01 Juni 2009

MOJOKERTO - Kota Mojokerto termasuk kota terbanyak ke enam di Jawa Timur dengan penderita Human Immunodeficiency Virus (HIV).

Sesuai dengan data Dinas Kesehatan Kota Mojokerto, sampai Mei 2009 tercatat jumlah penderita HIV mencapai 120 orang, kata Manajer Kasus "voluntary consulting testing" (VCT) Kota Mojokerto, Eko Budiono saat dikonfirmasi di Mojokerto, Senin (1/6).

Ia mengemukakan, secara nasional jumlah penderita HIV di Jawa Timur masuk peringkat ketiga setelah DKI Jakarta dan Papua. Sebelumnya, Jawa Timur menduduki peringkat 4.


Selengkapnya: http://www.aids-ina.org/modules.php?name=&file=article&sid=1163



42. Dinkes Sumut terima ARV dari Depkes

Waspada Online, 01 Juni 2009

PRAWIRA SETIABUDI

MEDAN - Dinas Kesehatan (Dinkes) Sumatera Utara akhirnya menerima stok obat anti retroviral (ARV) untuk pengidap HIV/AIDS (Human Immunodeficiency Virus/ Acquired Immune Deficiency Syndrome) dari Departemen Kesehatan (Depkes) untuk 3 bulan ke depan.

Kepala Dinas Kesehatan Sumut, Candra Syafei, mengatakan, stok ARV untuk 3 bulan kedepan ini akan di sebar ke rumah sakit yang telah melaporkan stok ARV nya telah menipis maupun sudah habis.


Selengkapnya: http://www.aids-ina.org/modules.php?name=&file=article&sid=1162



43. Penderita HIV Baru di Mojokerto Kebanyakan Usia Produktif

Surya Online, 01 Juni 2009

Senin, 1 Juni 2009 | 15:50 WIB | Posts by: Sugeng Wibowo

MOJOKERTO | SURYA Online - Kota Mojokerto termasuk kota terbanyak ke enam di Jawa Timur (Jatim) dengan penderita Human Immunodeficiency Virus (HIV).

Sesuai dengan data Dinas Kesehatan Kota Mojokerto, sampai Mei 2009 tercatat jumlah penderita HIV mencapai 120 orang, kata Manajer Kasus “voluntary consulting testing” (VCT) Kota Mojokerto, Eko Budiono saat dikonfirmasi di Mojokerto, Senin (1/6).

Menurutnya, secara nasional jumlah penderita HIV di Jatim masuk peringkat ketiga setelah DKI Jakarta dan Papua. Sebelumnya, Jatim menduduki peringkat 4. Sementara di Kota Mojokerto sendiri masuk peringkat ke enam di Jawa Timur setelah Surabaya, Banyuwangi, Malang, Tulungagung dan Sidoarjo.


Selengkapnya: http://www.aids-ina.org/modules.php?name=&file=article&sid=1161



44. Perempuan dan ancaman traficking

Wawasan Digital, 01 Juni 2009

DALAM lintasan waktu, traficking atau perdagangan perempuan dan anak (perempuan), menjadi isu yang terus menggelinding dan terdengar di telinga kita. Berbagai media massa baik cetak mapun elektronik juga kerap memberitakan traficking dengan pelbagai modus operandi yang dilakukan oleh para pelakunya.

Trafiking adalah tindak kejahatan yang mengeksploitasi seseorang, terutama perempuan dan anak. Mengapa perempuan dan anak? Ya, mungkin karena perempuan dan anak dianggap sebagai sosok yang lemah, terutama yang tingkat pendidikannya rendah dan taraf kehidupan ekonominya tidak memadai.


Selengkapnya: http://www.aids-ina.org/modules.php?name=&file=article&sid=1160



45. PSK Sunan Kuning tolak kondom subsidi

Wawasan Digital, 01 Juni 2009

KALIBANTENG KULON - Pekerja Seks Komersial (PSK) di lingkungan resosialisasi Argorejo (Lokalisasi Sunan Kuning), mengeluhkan kualitas dan kuantitas kondom. Pasalnya, kondom yang dibagikan kepada mereka secara gratis itu, mempunyai bentuk fisik yang lebih tebal, dan tanpa pelicin.

"Anak asuh lebih memilih membeli kondom komersial, daripada menggunakan kondom gratis pemberian Dinas Kesehatan tersebut," ujar Ketua Pengurus Resosialisasi Argorejo, Suwandi Eko Putranto, kemarin.

Dia menjelaskan, dari sekitar 750 anak asuh, setiap bulan pihaknya mendapat jatah tiga bungkus besar kondom. Masing-masing bungkus itu, berisi sekitar seribu buah. Jika diasumsikan setiap PSK melayani tamu sekurangnya dua kali dalam masa kerja selama 20 hari, jumlah yang diberikan tersebut sangat tidak mencukupi.


Selengkapnya: http://www.aids-ina.org/modules.php?name=&file=article&sid=1159


 

Pengelola aids-ina.org

A better way in strengthening strategic information to guide a more effecctive

Dukung dan kunjungi terus www.aids-ina.org 

 



Mon Jun 8, 2009 1:09 am

komunitasaid...
Offline Offline
Send Email Send Email

Forward
Message #85 of 101 |
Expand Messages Author Sort by Date

Kumpulan Berita Media Massa HIV-AIDS dan Narkoba Dari Tanggal: 11 May 2009 Sampai Tanggal: 18 May 2009 _____ 1. 73% Penularan HIV di Subang Akibat Seks Bebas ...
Pengelola www.aids-in...
komunitasaid...
Offline Send Email
May 18, 2009
7:38 am

Kumpulan Berita Media Massa HIV-AIDS dan Narkoba Dari Tanggal: 25 May 2009 Sampai Tanggal: 1 June 2009 _____ 1. Malam renungan AIDS Nusantara 2009 Waspada...
Pengelola www.aids-in...
komunitasaid...
Offline Send Email
Jun 1, 2009
1:34 am

Kumpulan Berita Media Massa HIV-AIDS dan Narkoba Dari Tanggal: 1 June 2009 Sampai Tanggal: 8 June 2009 _____ 1. Mulai Takut Modif Alat Kelamin Manado Post, 06...
Pengelola www.aids-in...
komunitasaid...
Offline Send Email
Jun 8, 2009
1:11 am

Kumpulan Berita Media Massa HIV-AIDS dan Narkoba Dari Tanggal: 15 June 2009 Sampai Tanggal: 22 June 2009 _____ 1. Anak jalanan rentan terinfeksi HIV/AIDS ...
Pengelola www.aids-in...
komunitasaid...
Offline Send Email
Jun 22, 2009
12:00 am

Kumpulan Berita Media Massa HIV-AIDS dan Narkoba Dari Tanggal: 20 July 2009 Sampai Tanggal: 27 July 2009 _____ 1. GMIM Tangkal HIV/AIDS Manado Post, 25 Juli...
Pengelola www.aids-in...
komunitasaid...
Offline Send Email
Jul 27, 2009
1:48 am

Kumpulan Berita Media Massa HIV-AIDS dan Narkoba Dari Tanggal: 24 August 2009 Sampai Tanggal: 31 August 2009 _____ 1. Tiga Pelayan Pub di Lembata Mengidap HIV ...
Pengelola www.aids-in...
komunitasaid...
Offline Send Email
Aug 31, 2009
1:37 am

Kumpulan Berita Media Massa HIV-AIDS dan Narkoba Dari Tanggal: 5 October 2009 Sampai Tanggal: 12 October 2009 _____ 1. 103 Warga Tewas karena AIDS Kaltim Post...
Pengelola www.aids-in...
komunitasaid...
Offline Send Email
Oct 12, 2009
12:37 am

Kumpulan Berita Media Massa HIV-AIDS dan Narkoba Dari Tanggal: 12 October 2009 Sampai Tanggal: 19 October 2009 _____ 1. KELEMBAGAAN: BNP akan Optimalkan...
Pengelola www.aids-in...
komunitasaid...
Offline Send Email
Oct 19, 2009
1:45 am
Advanced

Copyright © 2009 Yahoo! Inc. All rights reserved.
Privacy Policy - Terms of Service - Guidelines - Help