Search the web
Sign In
New User? Sign Up
vct_counselor_indonesia · Konselor VCT HIV/AIDS Indonesia
? Already a member? Sign in to Yahoo!

Yahoo! Groups Tips

Did you know...
Want your group to be featured on the Yahoo! Groups website? Add a group photo to Flickr.

Best of Y! Groups

   Check them out and nominate your group.
Having problems with message search? Fill out this form to ensure your group is one of the first to be migrated to the new message search system.

Messages

  Messages Help
Advanced
Klipping Media Masa Terbaru di www.aids-ina.org   Message List  
Reply | Forward Message #84 of 101 |
Klipping Media Masa Terbaru di www.aids-ina.org

Kumpulan Berita Media Massa
HIV-AIDS dan Narkoba
Dari Tanggal: 25 May 2009 Sampai Tanggal: 1 June 2009


 

1. Malam renungan AIDS Nusantara 2009

Waspada Online, 31 Mei 2009

FAZAR BAKTI

MEDAN - Beberapa komunitas peduli HIV (Human Immunodeficiency Virus) dan AIDS (Acquired Immune Deficiency Syndrome) di Sumatera Utara mengadakan malam renungan AIDS Nusantara, dengan tema ‘Together We Are The Solution" di Hotel Perintis, Jalan Perintis Kemerdekaan, Medan, tadi malam.

Dalam acara yang dihadiri dari beberapa komunitas yang bergerak dalam penanggulangan HIV dan AIDS yang bernama Populasi Kunci menghasilkan beberapa komitmen, yaitu terus mendukung dan siap untuk bekerjasama dengan semua pihak yang bergerak dalam respon serta program penanggulangan HIV dan AIDS, berusaha untuk terus menekan laju epidemic HIV dan AIDS.


Selengkapnya: http://www.aids-ina.org/modules.php?name=&file=article&sid=1156



2. AIDS dan HIV bukan penyakit kutukan

Waspada Online, 31 Mei 2009

FAZAR BAKTI

MEDAN - Setiap penyakit pasti ada obatnya, begitulah kata pepatah bijak. Namun bukan berarti penyakit itu harus dibiarkan begitu saja serta tidak ada usaha yang dilakukan untuk menyembuhkannya. Termasuk juga penyakit yang masih ‘menyeramkan' dikalangan masyarakat kita, yakni HIV (Human Immunodeficiency Virus) dan AIDS (Acquired Immune Deficiency Syndrome).

Jangan jadikan HIV dan penyakait sebagai kutukan dan memalukan, kita harus bantu untuk memberikan penyuluhan yang benar tentang HIV dan AIDS. Demikian dijelaskan oleh direktur rumah sakit dr Pirngadi Medan, Umar Zein, di sela-sela acara malam renungan AIDS Nusantara 2009, tadi malam.


Selengkapnya: http://www.aids-ina.org/modules.php?name=&file=article&sid=1155



3. Sumut terima jatah obat ARV

Waspada Online, 30 Mei 2009

80 persen pengidap AIDS dirawat di RS HAM


MEDAN - Setelah mengalami krisis selama beberapa pekan, akhirnya Dinas Kesehatan Sumut menerima obat Anti Retro Viral (ARV) dari Departemen Kesehatan RI.

"Obat ini segera disalurkan untuk para pengidap Human Immunodeficiency Virus/Aquired Immuno Deficiency Syndrome (HIV/AIDS)," kata Kadis Kesehatan Sumut, Candra Syafei, ketika dihubungi, tadi sore.

Candra menjelaskan, ada sekitar 808 pengidap HIV/AIDS yang terdata di Sumatera Utara. Dari jumlah tersebut, hanya sekitar 355 orang yang membutuhkan terapi pengobatan ARV di enam rumah sakit rujukan.


Selengkapnya: http://www.aids-ina.org/modules.php?name=&file=article&sid=1154



4. Ranperda Dirembug Bersama

Manado Post, 30 Mei 2009

ERAT kaitannya dengan masalah sosial membuat Pansus berhati-hati dalam membahas Ranperda AIDS. Untuk mencari solusi terbaik Rancangan Peraturan Daerah (Ranperda) ini dirembug bersama dengan melibatkan tokoh agama dan masyarakat. Menurut Koordinator Pansus Drs Arthur Kotambunan, pasca pembahasan dengan tokoh agama, tokoh masyarakat, LSM hingga organisasi kepemudaan disimpulkan perlu ada masukan-masukan baru yang harus diperbaharui dalam Ranperda ini. “Saat ini SKPD terkait sedang membahasnya dengan tokoh agama dan tokoh masyarakat. Masukan-masukan mereka sangat penting untuk ditindaklanjuti,” terang Kotambunan.


Selengkapnya: http://www.aids-ina.org/modules.php?name=&file=article&sid=1153



5. Pengidap HIV/AIDS akan meningkat

Harian Jogja, 30 Mei 2009

SLEMAN: Komisi Penanggulangan HIV/AIDS (KPA) Kota Jogja memperkirakan angka pengidap HIV/AIDS akan terus meningkat pada 3 tahun mendatang. Sampai April 2009 ini di Jogja tercatat jumlah pengidap HIV 700 orang dan AIDS 244 orang.

Peningkatan itu diharapkan makin memperjelas jumlah riil pengidap yang selama ini masih menjadi fenomena ‘gunung es’. Hal itu diungkapkan Sebastian Lumowah, Sekretaris KPA Kota Jogja yang ditemui sesuai diskusi bulanan AIDS Up Date, Menjelang ICAAP IX yang berlangsung di Lembaga Penelitian Pendidikan dan Penerbitan Yogya (LP3Y), Jalan Kaliurang Km.13, kemarin.


Selengkapnya: http://www.aids-ina.org/modules.php?name=&file=article&sid=1152



6. Penderita HIV-AIDS Terus Meningkat

Pikiran Rakyat, 30 Mei 2009

BANJAR, (PRLM).- Penderita HIV-AIDS di Kota Banjar dari tahun ke tahun terus meningkat. Melihat trend yang berkembang sekarang, jumlahnya dikhawatirkan akan meledak lagi. “Terus terang, kami sekarang khawatir jumlah penderitanya di Banjar terus meningkat,” kata Direktur RSUD Banjar drg. Darmadji Prawira Setia, Sabtu (20/5).

Menurut dia, semula warga Banjar yang diindikasi dan terbukti HIV itu hanya 2 orang saja. Namun kemudian meningkat menjadi 5, 9, dan 16. Di tahun 2009 sekarang, jumlahnya bahkan sudah mencapai 22 orang dengan kasus kematian mencapai 5 orang.


Selengkapnya: http://www.aids-ina.org/modules.php?name=&file=article&sid=1151



7. PMI Tapteng Gelar Renungan AIDS Nusantara 2009

Harian Global, 30 Mei 2009

Written by Tigor Manalu

Renungan AIDS Nusantara (MRAN) tahun 2009 yang digelar Palang Merah Indonesia (PMI) Cabang Tapanuli Tengah (Tapteng) diwarnai penandatanganan dukungan anti stigma dan diskriminasi terhadap Orang Dengan HIV AIDS (ODHA), di Aula Bina Graha, Tapteng, Kamis malam (28/5).

Selain itu, renungan malam tersebut berthema "Together We Are The Solution" dan ditandai penyalaan lilin oleh pengurus PMI Tapteng, relawan, undangan dari unsur muspida dan pimpinan SKPD serta PMR Wira SMA Negeri 1 Pandan.

Ketua PMI Cabang Tapteng, Panahatan Hutabarat diwakili Ketua Bidang Organisasi, Jasman dalam sambutan mengatakan, renungan malam yang digelar merupakan bentuk kepedulian PMI Tapteng kepada sesama manusia, mengingat banyaknya manusia yang telah terjangkit virus HIV AIDS.


Selengkapnya: http://www.aids-ina.org/modules.php?name=&file=article&sid=1150



8. HIV/AIDS Berpotensi Meningkat

Duta Masyarakat, 30 Mei 2009

Gresik - Kasus HIV/AIDS di Kabupaten Gresik, Jawa Timur, tahun ini berpotensi naik, melihat banyaknya jumlah temuan kasus per bulannya, seperti April lalu ditemukan 13 kasus baru.

"Salah satunya menimpa balita berusia satu tahun dan tujuh bulan. Sedangkan hingga awal Mei ini, sudah ada 22 orang dengan HIV/AIDS (odha)," kata Kepala Bidang Pencegahan dan Pemberantasan Penyakit (P2P), Dinas Kesehatan Gresik, Rosari Agustini.


Selengkapnya: http://www.aids-ina.org/modules.php?name=&file=article&sid=1149



9. Waspada, Pengidap HIV/AIDS Meningkat Drastis

Timor Exppress, 29 Mei 2009

KUPANG, Timex-Saat ini, pengidap HIV/AIDS di Provinsi NTT meningkat drastis, dan kondisi ini berbeda dari tahun-tahun sebelumnya.

Walau tak menyebutkan angkanya, namun Wakil Gubernur Esthon Foenay menghimbau kepada seluruh masyarakat NTT agar berwaspada karena tren ini merata hampir di seluruh daerah di NTT.

Pesan ini disampaikannya ketika membuka Rakor Penguatan Kelembagaan KPA Kabupaten/Kota di tiga wilayah dalam rangka percepatan upaya penanggulangan HIV/AIDS di NTT, yang digelar Kamis (28/5) kemarin di Hotel Maya. Acara ini dihelat oleh Biro Kesejahteraan Rakyat (Kesra) Setda NTT dan dihadiri oleh sejumlah komponen yakni instansi terkait lingkup Pemprov NTT dan LSM Peduli AIDS, juga segenap jajaran Pemkab/Kota.


Selengkapnya: http://www.aids-ina.org/modules.php?name=&file=article&sid=1148



10. Bali recieves Rp 10.8b fund to fight infectious diseases

the Jakarta Post Online, 28 Mei 2009

DENPASAR: The Global Fund to Fight AIDS, Tuberculosis and Malaria (GFATM) has allocated Rp 10.8 billion (US$1.4 million) to assist several institutions in Bali to fight deadly infectious diseases.

The assistance is part of a Rp 438 billion financial assistance package provided by the international organization to Indonesia from 2011 to 2014.

The GFATM was initiated by former UN secretary-general Kofi Annan and is supported by eight countries.

The fund will be distributed to several local institutions, including the Bali AIDS Commission (KPA), the Bali Health Agency and the Bali branch of the Indonesian Planned Parenthood Association (PKBI).


Selengkapnya: http://www.aids-ina.org/modules.php?name=&file=article&sid=1147



11. Pembahasan Ranperda AIDS Alot

Manado Post, 28 Mei 2009

MANADO—Berbagai pendapat menyembul di hari kedua pembahasan Ranperda AIDS, Rabu (27/5) kemarin. Pertemuan yang berlangsung dua sesi ini, berlangsung alot dengan berbagai kritikan, pandangan bahkan usulan diberikan pada tim Pansus Deprov Sulut maupun SKPD terkait itu. Pada pukul 10.00 Wita masukan dan pandangan dari tokoh agama bersama tokoh masyarakat ditampung tim pansus.

Di siang harinya giliran LSM, organisasi kepemudaan baik akademis maupun organisasi sosial yang dilibatkan. Sesi ini tebilang panas karena berbagai argumen hingga pertanyaan dilayangkan. Seperti pro kontra soal lokalisasi, penggunaan kalimat yang tepat dalam Ranperda AIDS sampai efektifitas dari ranperda tersebut. ”Semua masukan akan ditampung, pastinya ini akan dipertimbangkan untuk menjadi bagian dari isi Ranperda saat direvisi nanti,” ujar Ketua Pansus Drs Ruben Saerang.


Selengkapnya: http://www.aids-ina.org/modules.php?name=&file=article&sid=1146



12. ODHA mondar-mandir cari obat

Waspada Online, 28 Mei 2009

MEDAN - Sejumlah Orang Dengan HIV/AIDS atau ODHA yang mengonsumsi obat ARV ditemui Waspada, tadi malam, di RSUP H. Adam Malik mengaku khawatir jika Departemen Kesehatan RI dalam waktu dekat ini tidak segera mendistribusikan obat antiretroviral atau ARV ke Sumut. Hal ini diungkapkan seorang ODHA, Budi (bukan nama sebenarnya), 29.

Menurut Budi, para ODHA saat ini sibuk membicarakan tentang menipisnya stok itu. "Setiap kita kumpul atau diskusi, ARV ini jadi topik pembicaraan para ODHA. Kami selalu dalam keadaan tidak pasti," ujarnya.


Selengkapnya: http://www.aids-ina.org/modules.php?name=&file=article&sid=1145



13. Rehabilitasi Narkoba dan Penanganan HIV/AIDS

Equator News Online, 28 Mei 2009

Wisma Sirih Berfungsi Ganda

Pontianak, Pemerintah Kalbar akan memberdayakan Wisma Sirih Jalan Alianyang Pontianak dengan fungsi ganda. Panti rehabilitasi pengguna narkoba itu juga dimanfaatkan sebagai tempat penanggulangan dan penanganan pengidap HIV/AIDS.

"Saya kira, antara HIV/AIDS dan narkoba itu dekat. Banyak pengidap HIV/AIDS merupakan pengguna jarum suntik dari pemakai narkotika. Jadi kedepan bisa disinergikan," ujar Drs Christiandy Sanjaya SE MM, Ketua Badan Narkotika Provinsi (BNP) Kalbar belum lama ini.

Wisma Sirih didirikan Desember 2002 dan dijadikan panti rehabilitasi narkoba pertama di Kalbar, menggunakan metode Therapeutic Community (TC). Metode tersebut dinilai cukup efektif karena memanfaatkan fungsi grup yang beranggotakan individu dengan permasalahan relatif sama. Secara bersama-sama, individu yang memiliki permasalahan bisa saling bantu memecahkan masalah mereka.


Selengkapnya: http://www.aids-ina.org/modules.php?name=&file=article&sid=1144



14. Selamat Jalan Bocah Penderita HIV/AIDS

Harian Global, 28 Mei 2009

Written by Yuni

Andi (bukan nama sebenarnya) tampak tersenyum dalam dekapan Direktur RSUD dr Pirngadi Medan DR dr Umar Zein DTM&H SpPD KPTI. Tidak terasa, sudah 36 hari Andi, pasien penderita HIV/AIDS itu dirawat di Ruang Anak Kelas III. Rabu (27/5) dia dibenarkan meninggalkan rumah sakit itu.

Kondisinya kini jauh lebih baik dibanding ketika dirinya mulai dirawat Selasa (21/4) lalu. Waktu itu, tubuhnya kurus, dekil, banyak luka di sekujur kakinya serta sulit berjalan. Selanjutnya, Andi akan langsung dibawa ke Balige.


Selengkapnya: http://www.aids-ina.org/modules.php?name=&file=article&sid=1143



15. Pengidap HIV/AIDS Kalsel Capai 112 Orang

Banjarmasin Post, 28 Mei 2009

BANJARMASIN, KAMIS - Penderita virus HIV/AIDS di Provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel) pada tahun 2009 tercatat mencapai angka 112 orang.

Namun jumlah tersebut tidak menggambarkan keadaan yang sebenarnya, karena diduga masih banyak pengidap HIV/AIDS yang belum terdata, ungkap Kepala Bidang Pemberantasan Penyakit Dinas Kesehatan Kalsel Sukamto, Kamis (28/5).

Tidak banyak penderita HIV/AIDS yang mau didata atau diperiksa, pasalnya para penderita merasa takut jika dirinya dinyatakan positif mengidap virus mematikan tersebut, tambahnya.


Selengkapnya: http://www.aids-ina.org/modules.php?name=&file=article&sid=1142



16. Tak Ada Lokalisasi, Tapi Ada Lokasi

Manado Post, 27 Mei 2009

MANADO—Mulai Selasa kemarin, Ranperda AIDS mulai dibahas tim Panitia Khusus (Pansus) Deprov Sulut. Pada pembahasan yang dihadiri beberapa SKPD terkait terungkap beberapa hal menarik. Seperti dikatakan Ketua Pansus Drs Ruben Saerang, di daerah ini memang tak ada lokalisasi namun harus diakui ada lokasi-lokasi tempat mangkal para WTS. ”Ini perlu dicari solusi dengan perlu dibicarakan dengan tokoh-tokoh agama dan tokoh masyarakat Sulut. Rencanaya Rabu besok (hari ini-red) kita bicarakan,” ungkap Saerang.

Sedangkan dua personil lainnya, JO Bolang dan Jus Tumurang mempertnyakan sejauh mana koordinasi dengan instansi terkait di kabupaten/kota, karena Perda AIDS sangat penting sebagai payung hukum di Sulut. ”Untuk itu pada pembahasan ini perlu dipastikan siapa yang akan bertanggungjawab,” timpal James Sumendap SH.


Selengkapnya: http://www.aids-ina.org/modules.php?name=&file=article&sid=1141



17. Jumlah Pengidap HIV/AIDS di Jabar Selalu Meningkat

Pikiran Rakyat, 27 Mei 2009

BANDUNG, (PRLM).- Berdasarkan data terakhir temuan kasus HIV/AIDS di Jawa Barat yang dikeluarkan Dinkes Provinsi Jabar, jumlah akumulatif pengidap HIV/AIDS di Jawa Barat adalah 2682 orang, sedangkan pada 2008, tercatat 2593 orang.

Hal ini berarti, dalam waktu tiga bulan, jumlah pengidap HIV/AIDS bertambah sekitar 89 orang. Kecenderungannya sejak tahun 1997-Maret 2009, jumlah pengidap HIV/AIDS di Jabar selalu meningkat.


Selengkapnya: http://www.aids-ina.org/modules.php?name=&file=article&sid=1140



18. Obat Terlarang Pemicu HIV-AIDS

Pikiran Rakyat, 27 Mei 2009

BANDUNG, (PRLM).- Maraknya bisnis obat-obatan terlarang telah menjadi pemicu meningkatnya temuan kasus HIV-AIDS di Kota Bandung dan daerah lainnya di Jawa Barat. Hal itu dikatakan Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Barat Alma Lucyati kepada "PRLM" di Bandung, Rabu (27/5).

Menurut dia, maraknya peredaran obat-obatan terlarang di Jabar berefek negatif terhadap upaya pencegahan dan kuratif HIV-AIDS di kalangan pengguna narkoba dan zat adiktif suntik (penasun). Berdasarkan data terakhir temuan kasus HIV-AIDS di Jawa Barat yang dikeluarkan Dinkes Provinsi Jabar baru-baru ini, kelompok penasun masih menjadi kelompok yang paling berisiko terkena HIV-AIDS.


Selengkapnya: http://www.aids-ina.org/modules.php?name=&file=article&sid=1139



19. Pengidap HIV-AIDS di Bandung 1.715 Orang

Pikiran Rakyat, 27 Mei 2009

BANDUNG, (PRLM).- Jumlah pengidap HIV-AIDS di Kota Bandung merupakan yang tertinggi di Jawa Barat. Hal tersebut terungkap pada rapat koordinasi Komisi Penanggulangan Aids Kota Bandung, di Gedung Serba Guna, Jln. Wastukancana, Rabu (27/5).

Kepala Inspektorat Pemerintah Kota Bandung Sukarno mengatakan, berdasarkan data yang dimiliki tdan ercatat sejak tahun 1991 hingga Desember 2008 terdapat 1.715 orang pengidap HIV-AIDS. Perinciannya pengidap HIV 864 orang dan AIDS 851 orang. (A-188/A-147)****


Selengkapnya: http://www.aids-ina.org/modules.php?name=&file=article&sid=1138



20. Bocah pengidap HIV pulang kampung

Waspada Online, 27 Mei 2009

PRAWIRA SETIABUDI

MEDAN - Berkat, bocah penghidap HIV/AIDS warga Tapanuli Utara akhirnya meninggalkan rumah sakit, setelah menjalani perawatan selama hampir tiga bulan di RSUP Dr Pirngadi Medan.

Hal ini dibenarkan oleh Humas RSUP Dr Pirngadi Medan, Susyanto, kepada Waspada Online. Susyanti mengatakan pihak rumah sakit telah mengizinkan Berkat pulang, karena kondisinya sudah sangat baik dan sudah dapat menjalani perawatan jalan.


Selengkapnya: http://www.aids-ina.org/modules.php?name=&file=article&sid=1137



21. Hari Ini, Bocah Pengidap HIV/AIDS Dibawa Pulang

Harian Global, 27 Mei 2009

Written by Yuni

Jeritan Andi (bukan nama sebenarnya), anak lima tahun yang divonis tertular Human Immuno Virus/Acquired Immunodeficiency Syndrome (HIV/AIDS), nyaring terdengar saat diajak bercanda Afles (12) abangnya di RSUD Pirngadi, Selasa (26/5).

Tidak terasa, sudah 36 hari bocah malang ini dirawat di ruang anak kelas III RS Pirngadi Medan. Namun, kini kondisinya mulai banyak menampakkan kemajuan.

Selain sudah bisa jalan, badannya pun naik menjadi 11 kg dari 8 kg ketika awal masuk, serta penyakit oportunistis(penyerta) bisa ditanggulangi.

HIngga kemarin, sudah 14 hari ia mengonsumsi obat anti retroviral (ARV) yang berfungsi untuk menekan perkembangan virus HIV. Dan belum ada tanda-tanda efek samping, meski saat malam hari Andi merasakan kulitnya gatal.


Selengkapnya: http://www.aids-ina.org/modules.php?name=&file=article&sid=1136



22. Stok ARV Menipis, ODHA Khawatir

Harian Global, 27 Mei 2009

Written by Waristo

Anti Retro Viral, masih menjadi satu-satunya obat yang mampu melemahkan daya kerja virus HIV di dalam darah manusia. Tidak berlebihan bila orang dengan HIV AIDS (ODHA) sangat bergantung dengan obat tersebut.

Ironinya, terkadang persediaan/stok obat itu di beberapa rumah sakit rujukan menipis. Dan kondisi itu telah berlangsung dalam dua minggu terakhir ini. Seharusnya persediaan yang diperoleh ODHA untuk satu bulan pemakaian, tetapi hanya untuk dua minggu.

"Tentunya kita sangat memprihatinkan kondisi itu. Karena menimbulkan kekhawatiran pada ODHA," ujar Ketua Badan Pengurus Medan Plus Eban Totonta Kaban didampingi Faiz Muhammad, Koordinator JOTHI Wilayah Koordinasi Sumatera Utara, kemarin, di Medan.


Selengkapnya: http://www.aids-ina.org/modules.php?name=&file=article&sid=1135



23. 30 PNS di Bandung Terinfeksi HIV

Koran SINDO, 27 Mei 2009

BANDUNG (SI) – HIV/AIDS bisa menyerang siapa saja tanpa kecuali.Data Dinas Kesehatan Kota Bandung menyebutkan, sebanyak 31 PNS di Kota Bandung merupakan penderita HIV/AIDS.

Jumlah tersebut mencapai 1,75% dari total penderita HIV/AIDS di Kota Bandung yang mencapai 1.774 orang. Jumlah ini merupakan akumulasi penderita HIV/ AIDS dari 1991 hingga April 2009. ”Ini hasil rangkuman dari teman- teman LSM dan data itu menyatakan bahwa memang ada PNS yang mengidap HIV.

Kita harus pahami bahwa HIV/AIDS bisa menyerang siapa saja, termasuk PNS,” ujar Kepala Dinas Pendidikan (Dinkes) Kota Bandung Gunadi Sukma Bhinekas seusai membuka acara Rapat Koordinasi HIV/AIDS di Gedung Serbaguna Balai Kota Bandung,Jalan Wastukencana, Kota Bandung, kemarin.


Selengkapnya: http://www.aids-ina.org/modules.php?name=&file=article&sid=1134



24. Regency told to avoid free sex in bid to slow HIV/AIDS rate

the Jakarta Post Online, 26 Mei 2009

Markus Makur, The Jakarta Post , Timika, Papua | Tue, 05/26/2009 12:33 PM | Headlines

An HIV/AIDS commission senior official who claimed Mimika regency, Papua, had the highest HIV/AIDS rate increase in the country and in the world, advised residents to avoid free sex.

"The disease has been spreading here for 13 years. It *the cases* has increased 100 percent every year and is endangering people's lives. We should act on this and advise people not to have free sex," the Mimika HIV/AIDS commission secretary Saiful Takim said at an event Saturday evening.


Selengkapnya: http://www.aids-ina.org/modules.php?name=&file=article&sid=1133



25. Hanya 355 penderita HIV/AIDS di Sumut

Waspada Online, 26 Mei 2009

PRAWIRA SETIABUDI

MEDAN - Saat ini hanya ada sekitar 355 penderita HIV/AIDS di seluruh rumah sakit yang ada di Sumatera Utara.

Demikian penuturan ketua VCT Posyansus HIV/AIDS RSUP H Adam Malik Medan, Rahmad Kurniawan, kepada Waspada Online, tadi sore.

Menurut Rahmad ke 355 penderita tersebut tersebar di rumah sakit di Sumut, rumah sakit tersebut antara lain RSUP H Adam Malik, RSUP Dr Pirngadi, RSUD Lubuk Pakam, RSU Bhayangkara.

"Ditambah rumah sakit Tobasa dan Serdang Bedagei," imbuh Rahmad.

Secara rinci, menurut Rahmad di Sumut sendiri terdapat sekitar 2049 penderita HIV/AIDS yang pernah dirawat. Dari semua data ada 169 orang penderita belum siap mengkonsumsi ARV.


Selengkapnya: http://www.aids-ina.org/modules.php?name=&file=article&sid=1132



26. Students, activists demand no discrimination, transparency

the Jakarta Post Online, 25 Mei 2009

Luh De Suriyani, The Jakarta Post , Denpasar | Mon, 05/25/2009 2:39 PM | Bali

Hundreds of students, social workers and NGOs activists celebrated the Nusantara AIDS Vigil (MRAN) 2009 on Saturday night by issuing a five-point statement, demanding that the health institution stops discriminating against people with HIV/AIDS and asking the government to be more transparent in developing AIDS mitigation programs.

The local Drugs' Victims Association (IKON) initiated the statement in the annual gathering that took place at the Puputan Badung square in downtown Denpasar.

The first point of the statement asked all the relevant government agencies to be more thorough in developing their HIV/AIDS mitigation programs so as to create a more effective and coherent program and to prevent unnecessary duplications and overlappings.


Selengkapnya: http://www.aids-ina.org/modules.php?name=&file=article&sid=1131



27. 22 Nyawa Direnggut HIV/AIDS

Duta Masyarakat, 26 Mei 2009

Dari Total 108 Kasus KEDIRI- Sepanjang bentangan kurun waktu 1996 hingga 2009, virus HIV/AIDS di Kabupaten Kediri telah merenggut nyawa 22 orang dari total 108 kasus serupa.

"Dari kasus tersebut hampir 100 persen akibat hubungan seksual dengan berganti-ganti pasangan," tandas Kepala Seksi Pencegahan Penyakit Menular Langsung, Dinas Kesehatan Kabupaten Kediri, Nur Munawaroh, akhir pekan kemarin.

Menurut dia, kasus di Kediri lebih banyak didominasi dari kelompok resiko tinggi seperti perempuan penghibur (PSK), kelompok waria, serta para pelanggannya. Selebihnya adalah pengguna narkoba suntik, maupun ibu rumah tangga.


Selengkapnya: http://www.aids-ina.org/modules.php?name=&file=article&sid=1130



28. Five regencies in Papua lack infrastructure, clear boundaries

the Jakarta Post Online, 25 Mei 2009

Markus Makur, The Jakarta Post , Timika, Papua | Mon, 05/25/2009 2:39 PM | The Archipelago

Regencies of Paniai, Mappi, Puncak, Asmat and Mimika are facing many challenges to their development, and are lagging behind other regencies in Papua province, particularly in terms of autonomy and budget issues.

A recent working meeting involving the five regencies prioritized infrastructure issues, revealing, for example, a lack of well-developed roads to facilitate travel from the regency capital to district capitals and subdistricts in Paniai regency and Puncak regency.

Papua Governor Barnabas Suebu and Deputy Governor Alex Hesegem attended the meeting.


Selengkapnya: http://www.aids-ina.org/modules.php?name=&file=article&sid=1129



29. Stok ARV di Sumut menipis

Waspada Online, 25 Mei 2009

PRAWIRA SETIABUDI

MEDAN- Stok obat ARV (Anti retroviral) bagi penderita Virus HIV/AIDS di Sumatera Utara sudah menipis. Menipisnya stok ARV tersebut didapatkan dari pengakuan dari berbagai rumah sakit di Sumut.

"Ada 5 rumah sakit yang melaporkan stok obat ARV nya sudah menipis, diantaranya RSUP H Adam Malik, RSU Bhayangkara, RSU Lubuk Pakam, RSU Haji dan RSUP Pirngadi Medan," kata kepala seksi Penanggulangan Penyakit Menular Langsung (PPLM) Dinas Kesehatan (Dinkes) Sumut, Sukarni, kepada Waspada Online, tadi pagi.


Selengkapnya: http://www.aids-ina.org/modules.php?name=&file=article&sid=1128



30. Prostitusi di Solo makin marak (Bagian II) Beroperasi setiap hari, periksa IMS s

Solo Pos, 20 Mei 2009

Praktik prostitusi di Solo tersebar di beberapa titik. Masih maraknya prostitusi di Kota Solo, akhirnya tak bisa dilepaskan dari ancaman infeksi menular seksual (IMS) salah satunya HIV/AIDS.

Sejak Oktober 2005 hingga April 2009, Komisi Penanggulangan AIDS (KPA) Solo mencatat ada 249 kasus HIV/AIDS di kota ini. Dari jumlah itu, 62 penderita di antaranya telah meninggal dunia.

Seperti pernah diberitakan harian ini, pengelola program KPA Tommy Prawoto menyebut ada sekitar 10.000 orang yang masuk kelompok risiko tinggi IMS di kawasan Soloraya. Dari jumlah itu, 4.988 orang di antaranya bersedia mengikuti tes HIV/AIDS. Sementara yang lain masih enggan (SOLOPOS, 7/5).


Selengkapnya: http://www.aids-ina.org/modules.php?name=&file=article&sid=1127



31. 580 HIV-positive people in Buleleng

the Jakarta Post Online, 20 May 2009

Alit Kertaraharja, The Jakarta Post , Buleleng | Wed, 05/20/2009 1:37 PM | Bali

There are more than 580 HIV-positive people in Buleleng regency, are aged between 20 and 40 years, chairman of the Buleleng AIDS Commission (KPAD) Made Arga Pynatih said Monday.

"Some of them are even below 20 years old," said Pynatih, who is also the deputy regent of Buleleng.

Pynatih was speaking at a oneday campaign on HIV/AIDS pre-vention and awareness, targeting junior and senior high school students in Singaraja and neighboring areas.


Selengkapnya: http://www.aids-ina.org/modules.php?name=&file=article&sid=1126



32. 4 Bulan 9 Kasus Ditemukan

Manado Post, 19 Mei 2009

Total Kasus HIV/AIDS Capai 124 Orang

BITUNG—Ini tanda awas bagi masyarakat Kota Bitung bahkan pemerintah. Betapa tidak, setiap tahunnya kasus penderita HIV/AIDS semakin meningkat. Fakta membuktikan, tercatat di Dinas Kesehatan kini Kota Bitung sudah memiliki 124 orang yang terdeteksi menderita penyakit mematikan tersebut. Kondisi ini memang terbilang ‘masih baik’ mengingat Bitung dikenal sebagai tempat 'mangkalnya' PSK.

Menurut Kadis Kesehatan dr Ellen Hartono Wuisan MKes, masyarakat yang terkena penyakit ini pasti akan bertambah lagi. “Kasus seperti ini sebenarnya sudah lama diderita warga, akan tetapi proses penemuannya baru sekarang. Seperti gunung es yang perlahan-lahan mencair,” ungkap Wuisan didampingi dr Frangky Soritan dan seorang dokter khusus yag melakukan konseling dengan penderita di ruang kerjanya, kemarin siang.


Selengkapnya: http://www.aids-ina.org/modules.php?name=&file=article&sid=1125


 -----------------------------------------------

Pengelola aids-ina.org

A better way in strengthening strategic information to guide a more effective

Dukung dan kunjungi terus www.aids-ina.org

 



Mon Jun 1, 2009 1:35 am

komunitasaid...
Offline Offline
Send Email Send Email

Forward
Message #84 of 101 |
Expand Messages Author Sort by Date

Kumpulan Berita Media Massa HIV-AIDS dan Narkoba Dari Tanggal: 11 May 2009 Sampai Tanggal: 18 May 2009 _____ 1. 73% Penularan HIV di Subang Akibat Seks Bebas ...
Pengelola www.aids-in...
komunitasaid...
Offline Send Email
May 18, 2009
7:38 am

Kumpulan Berita Media Massa HIV-AIDS dan Narkoba Dari Tanggal: 25 May 2009 Sampai Tanggal: 1 June 2009 _____ 1. Malam renungan AIDS Nusantara 2009 Waspada...
Pengelola www.aids-in...
komunitasaid...
Offline Send Email
Jun 1, 2009
1:34 am

Kumpulan Berita Media Massa HIV-AIDS dan Narkoba Dari Tanggal: 1 June 2009 Sampai Tanggal: 8 June 2009 _____ 1. Mulai Takut Modif Alat Kelamin Manado Post, 06...
Pengelola www.aids-in...
komunitasaid...
Offline Send Email
Jun 8, 2009
1:11 am

Kumpulan Berita Media Massa HIV-AIDS dan Narkoba Dari Tanggal: 15 June 2009 Sampai Tanggal: 22 June 2009 _____ 1. Anak jalanan rentan terinfeksi HIV/AIDS ...
Pengelola www.aids-in...
komunitasaid...
Offline Send Email
Jun 22, 2009
12:00 am

Kumpulan Berita Media Massa HIV-AIDS dan Narkoba Dari Tanggal: 20 July 2009 Sampai Tanggal: 27 July 2009 _____ 1. GMIM Tangkal HIV/AIDS Manado Post, 25 Juli...
Pengelola www.aids-in...
komunitasaid...
Offline Send Email
Jul 27, 2009
1:48 am

Kumpulan Berita Media Massa HIV-AIDS dan Narkoba Dari Tanggal: 24 August 2009 Sampai Tanggal: 31 August 2009 _____ 1. Tiga Pelayan Pub di Lembata Mengidap HIV ...
Pengelola www.aids-in...
komunitasaid...
Offline Send Email
Aug 31, 2009
1:37 am

Kumpulan Berita Media Massa HIV-AIDS dan Narkoba Dari Tanggal: 5 October 2009 Sampai Tanggal: 12 October 2009 _____ 1. 103 Warga Tewas karena AIDS Kaltim Post...
Pengelola www.aids-in...
komunitasaid...
Offline Send Email
Oct 12, 2009
12:37 am

Kumpulan Berita Media Massa HIV-AIDS dan Narkoba Dari Tanggal: 12 October 2009 Sampai Tanggal: 19 October 2009 _____ 1. KELEMBAGAAN: BNP akan Optimalkan...
Pengelola www.aids-in...
komunitasaid...
Offline Send Email
Oct 19, 2009
1:45 am
Advanced

Copyright © 2009 Yahoo! Inc. All rights reserved.
Privacy Policy - Terms of Service - Guidelines - Help