Pak
Fuady,
Saya
juga memperhatikan banyaknya statement yang saling bertolak belakang dan
membingungkan, disatu sisi, banyak yg menganjurkan tidak menggunakan kata2
negatif, dan dilain saat, tanpa bisa dihindari, mereka sendiri malah
menggunakan kata kata tersebut.
Ketika
menghipnotis dan memberikan terapi, saya juga sering menggunakan kata2 negatif
dan hasilnya juga sesuai dengan yang saya kehendaki, jadi menurut pendapat
saya, kebanyakan orang sudah terlanjur rancu dalam menginterpretasikan konsep
ini dan malah mengajarkan konsep rancu tersebut.
Menurut
pendapat saya, dalam konteks yang lebih luas, sebenarnya tujuan dari konsep
tersebut adalah supaya ketika memberikan sugesti atau berpikir, tidak mengarahkan
fokus pada apa yang kita tidak mau, melainkan arahkan kepada apa yang kita
kehendaki, misalnya dalam contoh anda “jangan pikirkan gajah warna
pink”, meskipun anda tidak mau orang tersebut memikirkan gajah warna pink
(masalah), dia tetap akan memikirkan gajah warna pink, karena anda orientasinya
ke apa yang tidak anda mau (orientasi anda ke masalah dan bukan ke solusi),
anda bisa saja tambahkan dan memberi penekanan ke hal hal yang anda
kehendaki (solusi), misalnya: “jangan pikirkan gajah dengan warna pink,
tapi pikirkan zebra dengan warna hitam putih yang TIDAK memiliki
buntut…” (solusi), dengan sugesti tersebut, meskipun orang tersebut
sesaat akan memikirkan gajah warna pink (masalah), tapi secara kesuluruhan anda
mengarahkan dan memberi penekanan ke hal yang anda mau (zebra),
Jadi
hasil akhir yang ingin anda peroleh tidak bisa diartikan secara kata demi kata
atau per kalimat, tetapi tujuan keseluruhan dari apa yang kita sugestikan.
Contoh
lain: “dan sekarang tangan anda sudah terkunci dengan sangat kuat dan
tidak bisa dibuka sama sekali”, tangan suyet tentu saja tidak bisa dibuka
karena memang itu yang anda kehendaki, bandingkan dengan sugesti “dan
sekarang… meskipun anda MENYANGKA kedua tangan terkunci dengan kuat dan
tidak bisa dibuka, sebenarnya anda tetap memiliki kendali penuh atas fungsi
kedua tangan anda”, menurut anda sugesti apa yang akan membuat tangannya
terkunci dengan kuat (tujuan anda)? Yang pertama atau yang kedua?
Jadi
menurut saya, anda bebas saja menggunakan kata2 negatif, yang penting secara
keseluruhan, anda arahkan dan beri penekanan kepada yang anda kehendaki
(orientasi solusi) dan hindarkan utk focus pada yang tidak anda kehendaki (orientasi
masalah), bukankah itu juga diajarkan oleh prinsip “law of
attraction” yang belakangan ini sangat popular?
Semoga
bermanfaat…
Salam
Hipnotis
Awie
Suwandi
Hypnosis
Coach
[url]www.KlinikHipnotis.com[/url]
==================================================================
Saya
sungguh tertarik dengan hipnosis maupun nlp. Semuanya mengajak
kita
untuk menjadi tuan bagi diri kita sendiri. Dalam dunia nlp
maupun
hipnosis saya diajarkan untuk tidak mengunakan kata TIDAK,
jangan
dan yang sejenisnya dalam mensugesti seseorang atau diri
kita.
hampir semua buku dalam menjelaskan cara bekerja otak
menyarankan
untuk tidak menggunakan kata2 negatif. namun ketika saya
memperhatikan
lebih dalam lagi baik bab berikutnya ataupun teknis
lebih
jauh-nya ternyata kata TIDAK, BUKAN, JANGAN-pun akhirnya
dianjurkan
sebagai skrip dalam hypnoterapi (Hypnoteraphy, ...adi w
gunawan,2006).
begitu juga dalam skrip2 dalam pustaka lain seperti
contoh
tentang tes sugestifitas. DAlam tes inipun digunakan kata
tidak
"semakin anda mencoba melepas tangan anda, semakin TIDAK dpt
dilepas
tangan anda" Tidak saja dalam teks berBahasa Idonesia, e book
dalam
bahasa inggrispun sering saya dapatkan skrip2 dengan kata2 yang
bersifat
negasi. Manakah yang benar..? ataukah ada salah cetak (namun
kenapa
banyak pustaka yang menyarankan?) ataukah saya salah memahami?
Hal
kedua yang ingin saya utarakan adalah hal ketika dijelaskan cara
kerja
otak: jika kita berkata " JANGAN pikirkan gajah warna pink?"
maka
justru otak kita terlebih dahulu memikirkan gajah warna pink tsb.
Sementara
itu dalam materi self esteem, dijelaskan ketika kita ber-
self
talk "saya tidak bisa, saya tidak bisa, saya tidak bisa..!"
justru
yang terjadi atau terpikirkan adalah TIDAK BISA-lah kita.(dan
memang
biasanya yg terwujud adalah benar2 menjadi TIDAK BISA).
yang
menjadi pertanyaan saya adalah mengapa yang terjadi dalam
pikiran,
satu hal kata negasi tereliminasi, sementara di satu hal
lain
justru kata negasi dapat menjadi bagian dari pikiran itu sendiri.
Mohon
kiranya rekan-rekan dapat menjelaskan kepada kami sehingga kami
mendapat
pemahaman yang baik. Terima Kasih sebelumnya.
Salam
Hangat
Fuady