Search the web
Sign In
New User? Sign Up
tranzworks · Hipnotis, Hipnoterapi, Hypnotic Selling
? Already a member? Sign in to Yahoo!

Yahoo! Groups Tips

Did you know...
Want your group to be featured on the Yahoo! Groups website? Add a group photo to Flickr.

Best of Y! Groups

   Check them out and nominate your group.
Having problems with message search? Fill out this form to ensure your group is one of the first to be migrated to the new message search system.

Messages

  Messages Help
Advanced
> "SUPER SIZE ME"   Message List  
Reply | Forward Message #48 of 1443 |

 

> "SUPER SIZE ME" MASALAH KEGEMUKAN DAN PENGURUSAN

> 

> MORGAN Spurlock, pria 33 tahun, adalah warga Manhattan yang sehat.

> Suatu hari dia memutuskan untuk mengisi perutnya selama 30 hari hanya

> dengan makanan yang dijual McDonald's! Bukan, Spurlock bukan sedang

> syuting untuk episode terbaru Fear Factor maupun MTV Jackass. Dia

> juga tidak sedang mengabadikan dirinya ke Guinness Book of World

> Records.

> 

> SEMUA ini bermula pada tahun 2002, saat Spurlock membaca berita

> mengenai dua gadis muda yang menuntut McDonald's karena telah membuat

> mereka menderita kegemukan. Namun, kedua gadis tersebut kalah di

> pengadilan. Ditambah lagi, McDonald's pernah mengklaim bahwa makanan

> McDonald's aman untuk dijadikan bagian dari pola makan sehat. Sebagai

> catatan saja: McDonald's tidak pernah menganjurkan masyarakat untuk

> makan produk mereka setiap hari. Selain itu, walaupun film ini

> sebagian besar berkutat seputar restoran McDonald's, sebenarnya film

> ini juga "menyerang" restoran- restoran makanan cepat saji (fast

> food) lainnya.

> 

> Sebelum memulai program satu bulannya, Spurlock mendatangi tiga

> dokter berbeda: dokter ahli jantung, ahli nutrisi, dan umum. Semua

> dokter itu menyatakan dirinya sehat, walaupun ia mantan perokok.

> Pacarnya, seorang koki vegetarian, memberinya hidangan serba sayuran

> satu malam sebelum Spurlock memulai aksinya. Dalam programnya, ada

> beberapa poin penting yang harus diingat: (1) Dia harus makan tiga

> kali sehari dengan produk McDonald's, (2) Memesan paket Super Size

> setiap kali ditawarkan, (3) Mencoba semua makanan yang ada di menu

> McDonald's, (4) Banyaknya langkah jalan kaki harus sama dengan jumlah

> rata-rata seorang pria AS lakukan tiap harinya.

> 

> Sepanjang film, kita tak hanya disuguhi perkembangan badan Spurlock

> hari demi hari selama program tersebut. Kita juga diajak ikut tim

> investigasi Spurlock mendatangi para nara sumber untuk lebih tahu

> mengapa obesitas kini menjadi pemicu penyebab kematian kedua setelah

> merokok di Amerika Serikat.

> 

> Dari film ini juga kita dapat mengambil beberapa fakta yang menarik

> sekaligus mencengangkan: bahwa 40 persen penduduk Amerika Serikat

> sering makan di luar rumah, 60 persen penduduk AS kelebihan berat

> badan, dan fakta bahwa jumlah konsumen McDonald's tiap harinya

> sedikit lebih banyak dari populasi negara Spanyol. Yang lebih

> mengejutkan lagi adalah saat Spurlock mendatangi sebuah sekolah

> dasar. Melalui serangkaian tes gambar, ternyata murid-murid sekolah

> tersebut lebih mengenal Ronald McDonald's daripada Yesus Kristus!

> 

> Sedangkan Spurlock sendiri, yang mantan pembawa acara di MTV, mulai

> merasakan perubahan dalam dan luar tubuhnya. Dokter internisnya

> menganjurkan Spurlock untuk berhenti dari aksinya karena hatinya

> mengalami gejala pengerasan, sampai-sampai ibunya sendiri menawarkan

> diri menjadi donor hati. Spurlock sendiri mengalami kenaikan bobot

> sebanyak 25 pon (12,5 kg) dalam 30 hari. Secara psikologis, Spurlock

> menjadi sering depresi dan "kecanduan" makanan cepat saji. Bahkan,

> pacarnya sempat mengeluh karena libido Spurlock menurun.

> 

> Kalau begitu, apakah lebih baik tidak mengonsumsi fast food? Film ini

> juga mengklaim bahwa 90 persen dari 100 ahli nutrisi yang

> diwawancarai berpendapat kalau makanan cepat saji sebenarnya tidak

> usah dimakan kalau memang tidak perlu. Menurut Andang Gunawan, ahli

> terapi nutrisi terkemuka di Indonesia, sebenarnya mengonsumsi makanan

> cepat saji tidaklah apa-apa apabila diimbangi sayur dan buah-

> buahan. "Makanan yang telah diproses, seperti fast food adalah

> pembentuk asam, sementara sayur dan buah-buahan adalah pembentuk

> basa. Selama kadar asam-basa kita bisa seimbang, yaitu berada pada pH

> 7,3 - 7,5, fast food masih tidak apa-apa untuk dikonsumsi," ujarnya.

> Bila terlalu banyak makan protein, maka derajat keasaman akan

> bertambah. "Akibatnya, darah akan mengental dan organ-organ tubuhnya

> mengalami pengerasan, seperti yang terjadi pada Spurlock," tambah

> lulusan Queensland Institute of Natural Science ini.

> 

> Cara pandang masyarakat terhadap obesitas pun disinggung di film ini.

> Selama ini, masyarakat terlalu toleran terhadap para penderita

> obesitas. Kita sering temui orang yang menegur seorang perokok untuk

> mematikan rokoknya (kadang malah disertai "ceramah" singkat mengenai

> bahaya rokok). Namun, kita jarang menemui orang yang menegurseorang

> penderita obesitas untuk menghentikan makannya! Malah, di Indonesia

> sering kita lihat orangtua menganggap lucu anaknya yang gemuk,

> bukannya mengubah pola makannya. Masih menurut Andang Gunawan, "(Para

> penderita obesitas) sering tidak sadar kalau terlalu banyak makan

> malah menumpuk ampas makanan di usus, sehingga racun (dari ampas

> makanan) terserap lewat dinding usus!"

> 

> Serba ingin cepat rupanya menjadi gaya hidup banyak orang. Selain

> makanan cepat saji, rupanya banyak orang yang juga ingin kurus

> instan, walau mahal sekalipun. Bahkan, di film ini, ada orang yang

> rela menjalani operasi pengecilan perut! Memang, pada akhirnya bobot

> badannya berkurang, namun hal tersebut juga terjadi karena orang

> tersebut juga mengubah pola makannya.

> 

> Sekarang, bagaimana dengan Indonesia? Apakah obesitas juga mengancam

> Indonesia? Menurut Andang Gunawan, gejalanya sudah mulai tampak, baik

> di kota-kota besar maupun daerah. Walau lebih sering makanan rumahan,

> masyarakat Indonesia sudah mulai sering mengonsumsi makanan cepat

> saji karena kini sudah mulai gampang ditemui di mana pun. Bagaimana

> dengan kalangan menengah ke bawah? Rupanya mereka juga

> mulai "kecanduan" mengonsumsi mi, bubur, dan sop instan tanpa

> dibarengi sayur mayur dan buah-buahan. "Malah, banyak orangtua yang

> tidak mau sehari-harinya repot memasak, sehingga keluarganya diberi

> hidangan serba instan," tambahnya.

> 

> Sayangnya, hidangan daging masih dianggap tolok ukur status bagi

> orang Indonesia. Semakin banyak menghidangkan daging, semakin

> dianggap kaya. Sayuran dan buah dipandang sebelah mata. Parahnya,

> sampai ada istilah "mental tempe" bagi orang-orang yang dianggap

> tidak tahan banting. Padahal, kita sendiri tahu manfaat baik tempe.

> Ironisnya, makanan cepat saji yang notabene adalah makanan terjangkau

> di AS, masih dianggap makanan elite oleh sebagian besar masyarakat

> Indonesia. Malah, bila dilihat kandungan nutrisinya, makanan warung

> tegal lebih bergizi. "Tapi harus dibarengi sayur dan buah!" berkali-

> kali Andang Gunawan memperingatkan.

> 

> Secara keseluruhan, film yang diganjar penghargaan Sutradara

> Dokumenter Terbaik di Festival Sundance 2004 ini menghibur, namun

> juga cerdas. Beberapa adegan kecil, seperti ditemukannya sehelai

> rambut dalam makanannya, ampuh memicu gelak tawa penonton. Penonton

> juga dibuat miris saat ditampilkannya adegan operasi pengecilan perut

> yang disunting dengan apik dan diiringi musik klasik. Kegigihan

> Spurlock juga terlihat saat ia berulang kali gagal mendapatkan

> kesempatan wawancara dengan Jim Cantalupo, CEO McDonald's.

> 

> Beberapa bulan setelah tayang perdana film ini, McDonald's Amerika

> Serikat menghapus program "Super Size"-nya secara berkala. Program

> penggantinya, "Go Active! Adult Happy Meals" yang terdiri dari salad,

> air putih, sebuah pedometer, dan sebuah leaflet yang mengingatkan

> pentingnya sering berjalan kaki. Lucunya, pihak McDonald's menyangkal

> bahwa penghapusan tersebut tak ada hubungannya dengan film ini.

> 

> Dennis Adishwara, Sutradara

> diambil dari milis [resensifilm]

> 

> http://nikimoviebuff.blogspot.com/2004/12/super-size-me-masalah-

> kegemukan-dan.html

 



Thu Dec 15, 2005 4:21 am

weacomm
Offline Offline
Send Email Send Email

Forward
Message #48 of 1443 |
Expand Messages Author Sort by Date
Awie Suwandi (TranzWo...
weacomm
Offline Send Email
Dec 15, 2005
4:23 am
Advanced

Copyright © 2009 Yahoo! Inc. All rights reserved.
Privacy Policy - Terms of Service - Guidelines - Help