Dear temen temen,
Seperti juga anda, saya juga merasa bingung karena banyaknya
istilah dan pendekatan baru yang dikembangkan dari NLP, ada NAC dari Tonny
Robbins, 6 logical level dari Robert Dilts, Neuro Semantics dari Michael Hall,
Design Human Engineering dari Richard Bandler dan New Code dari John Grinder, karena
penasaran saya pun mencari cari informasi tentang itu, akhirnya ketemu juga,
dan berikut ini saya ingin sharing tentang apa yang saya dapatkan, semoga
ini bisa membantu temen temen yang tertarik pada NLP.
Sebenarnya semua teknik yang digunakan adalah sama, cuma
dalam pendekatan dan aplikasi/integrasi semua teknik secara kesuluruhan (bhs
kerennya Systemic NLP) di pakai model yang berbeda beda, menurut saya tidak ada
model yang lebih unggul dari yang lain, masing2 memiliki kelebihan dan
kekurangan sendiri, karena prinsip dasar NLP adalah flexibilitas dengan menciptakan
pilihan sebanyak mungkin, maka ada baiknya kalau kita tidak hanya terpaku hanya
pada satu model saja (salah satu presupposition atau konsep pemikiran dasar
dari NLP,”Setiap orang mampu membuat pilihan yang terbaik, kalaupun
ternyata pilihannya tidak baik, ini hanya karena pilihannya tidak cukup banyak,
jadi dia sudah memilih yang terbaik dari semua pilihan yang tersedia baginya).
- NAC (Neuro Associative
Conditioning), pendekatan atau model ini di kembangkan oleh Anthonny
Robbins dengan menekankan pada salah satu meta program yang membentuk
frame pikiran (frame or reference) seseorang dan menentukan bagaimana kita
melihat dunia dan merespons terhadap suatu kejadian, yaitu pain dan
pleasure. Jadi dalam penyelesaian masalah, kita di berikan 2 pilihan,
kalau kita melakukan ini maka untungnya ini, kalau tidak mau ruginya itu,
dengan NAC kita memprogram bawah sadar dengan pengkondisian lewat affirmasi
yang diulang ulang sampai masuk kedalam trance sehingga affirmasi tersebut
akan tertanam ke subconscious mind dan membentuk perilaku yang baru, jadi
pemograman dilakukan dengan menanamkan suatu ide atau keyakinan (yang sebelumnya
sudah di analisa dengan logika pain – pleasure) langsung ke bawah
sadar.
- Model 6 logical level, kalau
pendekatan dari Robert Dilts adalah sebuah kubus (3 dimensi), dengan 6
logical level di axis z (Lingkungan, perilaku, kemampuan, keyakinan/nilai
nilai, indentitas dan spiritual, seperti yang kita pelajari di seminar pak
Tommy), kemudian di axis x adalah waktu (masa lalu, masa sekarang dan masa
depan) dan di axis y adalah perceptual position (dari sudut pandang anda, sudut
pandang lawan anda dan dari sudut pandang orang luar yang tidak berlibat),
sumber masalah akan dicari berada di kuadran mana (di axis x,y,z) dan
kemudian diselesaikan dengan memperluas peta (mengembalikan informasi yang
terhapus/deletion, terdistorsi/distortion dan generalisasi dengan meta
model dan reframing), jadi focus ke penyelesaian masalah di level conscious
mind dan dengan logika.
- Neuro Semantics, model ini
dikembangkan oleh Michael Hall dengan menekankan ke meta level dan meta
stating (yaitu memberi label pada suatu pikiran, pemikiran tentang suatu pikiran),
teorinya adalah sebagai berikut, informasi yang diterima oleh panca indera
kita akan diteruskan dalam bentuk sinyal listrik ke otak, kemudian sinyal
tersebut akan diterjemahkan di dalam otak dalam bentuk film yang terdiri
dari gambar, suara, perasaan dll (VAKOG) dan disebut dengan primary level,
itulah peta atau realitas kita tentang dunia disekeliling kita (masih
ingat presuposisi “The Map is not the territory?”), kemudian semua
yang ada film tersebut kita beri nama atau label (level kedua dimana film
tersebut diterjemahkan ke dalam bahasa, misalnya kalau gambar seperti itu
namanya kecoa, kalau perasaan seperti itu namanya dingin dll), kemudian di
level ketiga kita menganalisa tentang bahasa di level kedua dan
diassosiasikan dengan perasaan, jadi pemikiran tentang suatu pikiran, misalnya
kecoa itu menjijikkan, rasa dingin itu bikin nyaman), dan naik lagi ke
level seterusnya (kenapa saya bisa berpikir kecoa itu menjijikan?) dan
seterusnya (apakah dengan cara menganalisa seperti itu efektif
menghilangkan rasa takut saya terhadap kecoa?) dan seterusnya. Jadi proses
meta level ini akan membentuk frame berpikir kita yang kemudian akan
membentuk frame lagi tentang frame kita (frame of reference), inilah yang
kita sebut dengan meta program kita, nah frame of reference ini kemudian
akan membentuk matrix yang bisa dikategorikan menjadi 7 jenis (1.meaning
yaitu arti yang kita berikan ttg suatu kejadian, mis kejadian ini
menyakitkan, 2.self – yg mentukan persepsi tentang diri kita, mis saya
ini bodoh, 3.power – tentukan persepsi tentang keberdayaan atau kemampuan
kita, mis saya tidak bisa mengatasi hal ini , 4.time –tentukan persepsi
kita tentang waktu, mis saya selalu gagal dan akan gagal terus 5. Others –
tentukan persepsi kita tentang org lain, mis; semua orang itu pembohong, 6.world
– tentukan persepsi kt ttg dunia, mis dunia ini kejam, 7. intention-yg
tentukan goal, visi misi dan tujuan hidup kita dll ), biarpun semua matrix
itu berdiri sendiri tapi semua mempengaruhi kualitas film (modality dan
submodality) dalam kepala kita dan yang akan menentukan persepsi dan
respons kita terhadap kejadian di dunia sekeliling kita. Jadi kalau kita
memiliki masalah, maka akan dicari sumber permasalahannya dimana untuk
diselesaikan dengan meta stating. Menurut Michael Hall, keyakinan kita
adalah pikiran kita tentang sesuatu yang kita label (meta stating) dengan
ya.
- Design Human Engineering dari
Richard Bandler, dalam model ini Richard Bandler memfokuskan ke pemakaian
submodality, hypnosis dan selfhypnosis, dengan selfhypnosis kita akan
memproyeksikan atau menghalusinasikan matrix berupa panel2 diudara
(semacam sliding anchor) dengan berbagai fungsi, seperti pandangan robot
dalam film terminator, dalam pandangan kita ada panel untuk mengatur
kecepatan gambar, terang gelap, posisi gambar, kecepatan film, ukuran
gambar, demikian juga panel untuk suara dan perasaan, jadi pemograman
dilakukan dengan mengubah submodality melalui sliding anchor tersebut,
misalnya kalau kita takut melihat kecoa, maka kita akan memutar tombol
jarak dan gambarnya dibikin kecil dsb, kalau kita ragu ragu, maka kita
akan mencari setting untuk suatu pemikiran yang benar benar kita yakini,
kemudian setting ini dipakai untuk hal yang ragu ragu tersebut dll, contoh,
saya sendiri juga ada memasang sliding anchor untuk masuk kedalam trance,
kalau tombolnya saya turunin kebawah maka saya kan langsung rileks dan
masuk ke kedaerah alfa, kalau saya naikkan maka akan masuk kedalam peak
state, demikian juga untuk telinga dan mata jg saya pasangkan sliding anchor
untuk meningkatkan atau menurunkan kepekaan penglihatan dan pendengaran .
- New Code NLP, informasi yang
ini masih belum saya dapatkan, denger denger sih pake teknik cross mapping
dan collapsing anchor dalam bentuk gerakan, mungkin diantara temen temen
ada yang tahu bole dong sharing dikit disini.
Semoga bermanfaat
Salam outstanding
Awie Suwandi CHt, FCH
Balanced Training & Organizer
TranzWorks ~ Institute & Clinic for
Hypnotherapy
Member of ISCH (Indonesian Society for
Clinical Hypnosis)
Member of IACT (International Association
of Counselors dan Therapists)
Tel : (+6221) 54
35 35 53
Email :
Mailing lists:
http://groups.yahoo.com/group/balanced-wealthmindset/
http://groups.yahoo.com/group/tranzworks/