Kumpulan Berita Media Massa
HIV-AIDS dan Narkoba
Dari Tanggal: 23 June 2008 Sampai Tanggal: 30 June 2008
1. Babel Rentan Penularan AIDS
Kompas, 27 Juni 2008
PANGKALPINANG, JUMAT- Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Babel Hendra Kusuma
Jaya mengaku, sebagai daerah yang terbuka, Bangka Belitung cenderung
rentan dari peredaran dan penyebaran virus AIDS/HIV yang hingga kini belum
ada obatnya. Ia mengatakan, saat ini pihaknya masih melakukan pendataan
serta pemeriksaan sampel warga yang menderita AIDS/HIV secara berkala ke
berbagai penjuru wilayah di Babel.
Selengkapnya: http://www.aids-ina.org/modules.php?name=&file=article&sid=751
2. 95 Orang Meningal Akibat HIV/AIDS di NTT
Republika Online, 26 Juni 2008
Kupang-RoL-- Sebanyak 95 orang dilaporkan telah meninggal dunia akibat
mengindap HIV/AIDS di Nusa Tenggara Timur (NTT) selama sepuluh tahun
terakhir.
Selengkapnya: http://www.aids-ina.org/modules.php?name=&file=article&sid=750
3. Puluhan Korban Tewas AIDS
Republika Online, 23 Juni 2008
Denpasar-RoL-- Puluhan warga di Pulau Dewata dan Kabupaten Badung
khususnya, telah menjadi korban akibat serangan virus HIV/AIDS yang antara
lain ditularkan melalui hubungan seks bebas.
Selengkapnya: http://www.aids-ina.org/modules.php?name=&file=article&sid=749
4. Global Fund Kelola Debt Swap USD105,6 Jt
Okezone, 23 Juni 2008
JAKARTA - Global Fund tidak hanya menjadi perantara saat debt swap
Indonesia terhadap Jerman dilakukan dalam bentuk pendanaan sektor
kesehatan. Karena ternyata sejak 2003, organisasi internasional ini juga
telah bertindak serupa dengan memberikan dana hibah kepada Indonesia guna
memerangi penyakit seperti HIV, TBC, dan Malaria.
Selengkapnya: http://www.aids-ina.org/modules.php?name=&file=article&sid=748
Pengelola www.aids-ina.org
Kunjungi dan berikan dukungan ke: http://www.aids-ina.org
Kumpulan Berita
Media Massa HIV-AIDS dan Narkoba
Dari Tanggal: 16 June 2008 Sampai Tanggal: 23 June 2008
1. Penderita Infeksi Baru HIV/AIDS Diharapkan Turun pada
2015
Republika, 17 Juni 2008 MAKASSAR - Menkokesra Aburizal Bakri berharap
terjadi penurunan penderita infeksi baru HIV/AIDS pada 2015 mendatang. Aburizal
yang juga ketua Komisi Penanggulangan AIDS (KPA) Nasional menyatakan hal
tersebut saat membuka Pertemuan Nasional Harm Reduction II yang berlangsung
di Makassar, Senin (16/6).
Kompas, 18 Juni 2008
PEMBERIAN vaksin bagi bayi pada awal masa kehidupannya sangat penting untuk
mencegah berbagai penyakit berbahaya. Salah satu yang paling penting untuk
diberikan adalah vaksinasi hepatitis B.
Kompas, 17 Juni 2008 MASYARAKAT selama
ini begitu akrab dengan istilah HIV (Human Immunodeficiency Virus)
yang dikenal sangat berbahaya karena menimbulkan kematian bagi pengidapnya.
Namun, tak banyak orang tahu bahwa selain HIV, ada virus yang tak kalah
berbahaya dan bahkan jauh lebih infeksi, yakni virus Hepatitis B.
The Jakarta
Post, June
17, 2008
The Tangerang Health Agency's voluntary counseling and testing (VCT) team
identified at least 142 HIV/AIDS cases in the regency between January and
May this year, an agency official said.
The Jakarta
Post, June
17, 2008 The National AIDS Commission (KPA) is promoting methadone
replacement therapy to drug users in a bid to curb the spread of HIV/AIDS
and stop drug abuse, says an official.
Seputar Indonesia,
17
Juni 2008 MAKASSAR (SINDO) – Menteri Koordinator
Kesejahteraan Rakyat (Menko Kesra) Aburizal Bakrie mengampanyekan
penggunaan kondom di kalangan pengguna napza (narkotik, psikotropika, dan
zat adiktif).
7. Tahun 2015, Pengidap
Baru HIV/AIDS Diharapkan Turun
Okezone, 16 Juni 2008 MAKASSAR-
Tahun 2015, penurunan pengidap baru terinfeksi HIV/AIDS diharapkan dapat
terjadi. Karena itu kerja sama erat antarinstansi dan stakeholder tekait
melalui pemberdayaan masyarakat harus terus ditingkatkan.
Okezone, 15 Juni 2008 MAKASSAR - Pemanfaatan
program Metadon untuk mengurangi dampak buruk penggunaan narkoba dan
mengurangi penyebaran virus HIV AIDS di Indonesia telah memberikan respon
positif. Sejak diujicobakan tahun 2003 hingga saat ini terbukti mampu
mengurangi pengguna narkoba jenis heroin dan putauw hingga 20 persen.
Republika, 12 Juni 2008 Banjarmasin-RoL--
Korban penyakit mematikan Aids (acquired immune
deficiency syndrome) yang disebabkan HIV (human immunodeficiency virus) di
Kalimantan Selatan (Kalsel) terus bertambah.
Okezone, 8 Juni 2008 PASURUAN
- Sebanyak 42 waria di Pasuruan diduga mengidap HIV/AIDS. Sejak kasus
pertama ditemukan pada tahun 2003 di kota
tersebut, jumlah waria yang meninggal akibat penyakit mematikan ini
mencapai 22 orang.
Kumpulan Berita Media Massa HIV-AIDS dan Narkoba
Dari Tanggal: 9 June 2008 Sampai Tanggal: 16 June 2008
1. 1.238 Kasus Pengidap
HIV/AIDS di Sumut
Analisa, 13
Juni 2008
Dari temuan data 1.238 kasus pengidap HIV/AIDS di Sumut. Dari jumlah
tersebut sebanyak 705 kasus di antaranya merupakan pengidap HIV, dan
sisanya 533 kasus lagi merupakan pengidap AIDS.
,13 Juni 2008
"Karena ketimpangan gender dalam masyarakat kita, yang mengakibatkan perempuan
masih dianggap warga nomor dua, sehingga dianggap tidak perlu tahu
informasi penting berkaitan dengan diri mereka sendiri serta kerentanan
mereka menghadapi berbagai masalah," kata Koordinator Nasional IPPI,
Shanti, di Jakarta, Jumat.
Metro TV, 12
Juni 2008 Metrotvnews.com,
Karawang: Sejumlah lokasi prostitusi di
Karawang, Jawa Barat, dirazia tim gabungan satpol pamong praja, tentara,
dan polisi, Rabu (11/6). Di sana
diduga sebagai tempat peredaran Human Immunodeficiency Virus
(HIV).
The Jakarta
Post, June 7, 2008
The Indonesian Red Cross (PMI) in Yogyakarta,
which stores blood for public utility, has found 20 packs of blood stock
contaminated with HIV/AIDS.
5. Banyumas officials blame HIV/AIDS
on local prostitution industry
The Jakarta
Post, May 31, 2008
The number of HIV/AIDS cases in Banyumas, Central Java,
has increased alarmingly this year, with 33 reported HIV/AIDS related
deaths over the past two years, which officials say is because of
prostitution.
Kompas, 1 Juni 2008 KUALA LUMPUR, MINGGU
- Setiap perempuan di Malaysia
didesak agar melengkapi diri dengan kondom untuk melindungi diri dari HIV,
virus yang mengakibatkan AIDS. "Ini bukan untuk merendahkan martabat
mereka tetapi untuk melindungi mereka. Perempuan adalah orang pertama yang
tereksploitasi oleh pasangan mereka yang positip terkena HIV," kata
Deputi Menteri Kesehatan Malaysia Abdul Latiff Ahmad.
, 6 Juni 2008 KORAN-KORAN
di Lampung belum lama ini memberitakan perihal Rt (28), warga Kabupaten
Lampung Timur, yang meninggal karena HIV/AIDS. Identitas pengidap itu
diungkapkan dengan lengkap, termasuk alamat tempat tinggalnya. "Kami
sekeluarga dijauhi tetangga setelah mereka tahu dia terkena HIV/AIDS,"
kata Yahya, keluarga Rt.
-----Original Message-----
From: ACTION_Partners@yahoogroups.com
[mailto:ACTION_Partners@yahoogroups.com] On Behalf Of Louise Holly
Sent: 13 Juni 2008 17:23
To: ACTION_Partners@yahoogroups.com
Subject: [ACTION_Partners] FW: TB in BMJ
BMJ 2008;336:1330-1331 (14 June), doi:10.1136/bmj.39609.427338.DB
News
Coinfection of tuberculosis and HIV poses global threat
Peter Moszynski
1 London
The interaction between the twin pandemics of HIV and tuberculosis could
soon become a "threat to global health security," particularly with the
emergence of almost untreatable strains of tuberculosis, said experts at
this week's HIV and tuberculosis global leaders' forum at the United
Nations.
"Today, tuberculosis is one of the top 10 leading causes of death
globally, causing more than 4000 deaths every day," the UN secretary
general, Ban Ki-moon, told the meeting. "This is shocking: no one should
die of tuberculosis, a preventable and curable disease, in this
prosperous and technology rich 21st century."
"Despite the fact that HIV and tuberculosis frequently occur in the same
person, we continue to deal with the two diseases separately," Mr Ban
said. "Fewer than one third of all people living with HIV and
tuberculosis worldwide received appropriate treatment for both diseases
in 2007."
He called for "more collaboration between sectors, better coordination
between actors, greater investment in tuberculosis research and control,
and strengthened health systems" to tackle the problem.
Tuberculosis accounts for an estimated 250 000 deaths a year among
people with HIV and is the primary cause of death among people with HIV
in Africa. Because HIV weakens the immune system, people with the virus
are up to 50 times more likely to develop tuberculosis than people who
are HIV negative. Without proper treatment with tuberculosis drugs, most
people with HIV die within two to three months of becoming sick with
tuberculosis.
The meeting heard that the "outdated" drugs, diagnostics, and vaccines
available are not appropriate for people with HIV and tuberculosis
coinfection and so new tools are needed that work in the presence of
both diseases.
Kevin Decock, director of the World Health Organization's HIV
department, told the BMJ that the coinfection increasingly poses a
threat to the HIV negative population as well, particularly as resistant
and extensively resistant strains of tuberculosis become more
widespread.
Dr Decock warned that the people most at risk were health workers,
followed by international travellers, but the general population could
also be exposed to resistant strains if they became more common. In
parts of the former Soviet Union one in five patients with tuberculosis
in the general population has a resistant strain.
He said that if multidrug resistant tuberculosis merged with the HIV
pandemic "the consequences could be disastrous." He was concerned that
this could lead to a shift in the treatment of HIV patients: "It's one
thing asking health workers to care for patients when the only danger is
direct exposure to blood but quite another thing if they risk developing
a potentially incurable disease that is infectious simply through
inhalation."
________________________________
See "International conference calls for better prevention to contain
spread of AIDS" on bmj.com, doi: 10.1136/bmj.39608.490440.DB
<http://www.bmj.com/cgi/doi/10.1136/bmj.39608.490440.DB> .
No virus found in this incoming message.
Checked by AVG.
Version: 8.0.100 / Virus Database: 270.3.0/1504 - Release Date: 6/15/2008
5:52 PM
"...perkiraan saya mungkin lebih dari 50% kasus penyakit TB di ...
klinik HIV adalah akibat penularan di klinik."
Dr. Liz Corbett, London School of Tropical Medicine
"Kami menyadari bahwa penularan TB terjadi lebih banyak di klinik HIV.
Saya kira barangkali lorong klinik kami berbahaya."
Muhamed Mulongo, pejabat program The AIDS Support Organization, Uganda
"Kapan orang akan menyadari bahwa klinik ART ... di seluruh dunia
sesungguhnya merupakan ruang penularan TB?"
Dr. Alasdair Reid, UNAIDS
"Sebagai satu dampak yang tidak diinginkan dari peningkatan ART ...
kita sedang menyebarkan TB pada orang yang datang untuk dirawat."
Dr. Bess Miller, USAID dan PEPFAR
"...masyarakat harus bertindak sebagai pengawas dan memperhatikan
pengendalian infeksi TB yang buruk di klinik setempat mereka.
Pengendalian infeksi harus dibuat sebagai sentuhan pribadi, baik untuk
komunitas petugas kesehatan maupun komunitas HIV, karena mereka yang
paling berisiko."
Theo Smart, NAM
"..perlu kita tunjukkan dengungan yang menyatakan bahwa kita harus
meluncurkan ART secara bertanggung jawab - artinya kita tidak boleh
membuat orang menjadi sakit karena mengunjungi klinik,"
Dr. Rene Ridzon, Gates Foundation
Kutipan ini dari HATIP #109: Klinik kita masih belum aman: mengapa kita
semua perlu menegakkan pengendalian infeksi TB
<http://spiritia.or.id/hatip/bacahat.php?artno=0109>
Kutipan di atas menunjukkan bahwa kita harus lebih memperhatikan
pengendalian infeksi TB dalam klinik kita. Kemarin, pada pertemuan
TB/HIV yang dilakukan oleh Depkes, Dr. Asik melaporkan bahwa P2ML
sedang membentuk modul pelatihan pengendalian infeksi TB, yang
diharapkan dapat disebarluaskan secepatnya. Namun kami juga dengar
bahwa Yanmed sedang membuat pedoman mengenai hal ini; semoga kedua
upaya dapat dikoordinasi agar tidak ada kesimpangsiuran...
Babe
--
Chris W. Green (chrisg@...)
Divisi Pelatihan dan Informasi
Yayasan Spiritia, Jakarta
Tel: (021) 422-5163 Fax: (021) 4287 1866
Situs web: <http://spiritia.or.id>
Kemarin saya mengikuti Workshop Sosialisasi Kebijakan Nasional
Kolaborasi TB-HIV Bagi LSM TB dan HIV/AIDS, yang dilakukan oleh Subdit
AIDS dan Subdit TB, Ditjen PP&PL Depkes. Presentasi utama diberikan
oleh Dr. Tjandra Yoga Aditama, Direktur P2ML, Depkes.
Tidak ada banyak informasi baru, tetapi beberapa hal yang menarik:
1. Buku "Kebijakan Nasional Pelaksanaan Kolaborasi TB-HIV di
Indonesia", yang seharusnya diluncurkan pada November 2007, saat ini
hanya menunggu tanda tangan Ibu Menkes, dan akan 'segera' dikeluarkan.
2. Dr Tjandra menyatakan bahwa survei di Jogja mengungkapkan tinkgat
MDR-TB di antara pasien TB pada tingkat 2%. Tetapi angka yang
disepakati oleh Depkes dan WHO adalah 0,8%.
2. Dr Asik Surya (Subdit AIDS) mengkonfirmasi bahwa dokumen ini akan
menjadi 'Living Document (Dokumen Hidup)' yang dapat mudah diupdate.
3. Dr Asik juga menyatakan bahwa sudah dicetak 1000 eks Pedoman ART
Depkes 2007. Sampai saat ini kami belum berhasil dapa informasi
mengenai dokumen ini, tetapi akan coba mendapatkan salinan atau soft
copy.
4. Dr Susanti Herlambang dari Depsos melaporkan bahwa Menkokesra sudah
menyetujui dibentuk Komite Penanggulangan TB Nasional. Perpres dan
Inpres mengenai Komite ini sudah dirancang, dan akan segera
dikeluarkan.
Babe
--
Chris W. Green (chrisg@...)
Divisi Pelatihan dan Informasi
Yayasan Spiritia, Jakarta
Tel: (021) 422-5163 Fax: (021) 4287 1866
Situs web: <http://spiritia.or.id>
Sejak
tanggal 26 Februari 2008, kami pengelola www.aids-ina.org mempunyai
fasilitas baru yaitu “Lilin Kenangan”. Tujuan fasilitas ini adalah
memberikan wadah secara virtual untuk menuliskan kata-kata kenangan dan
memberikan lilin kepada teman-teman yang telah meninggalkan kita maupun
teman-teman yang tengah terinfeksi HIV-AIDS. Dengan harapan perjuangan mereka
akan menjadi lilin-lilin yang tak pernah padam dan menjadi inspirasi serta
memberikan semangat bagi kita semua.
Sampai
dengan sekarang telah terdapat 233 Lilin Kenangan yang menyala dan akan terus
menyala sepanjang masa. Dan kami memutuskan untuk tidak akan menghapus
fasilitas ini sehingga wadah ini akan tetap terjaga untuk menambah semangat
kita.
Pada waktu
awal peluncuran fasiliatas ini kami berniat memberikan penghargaan berupa kaos
kepada 5 kata-kata kenangan yang dapat memberikan semangat baru untuk
perjuangan kita semua. Kami telah memilih dan telah mengirimkan email ke
masing-masing pengirim kata-kata kenangan tersebut.
Untuk
melihat kelima kata-kata kenangan tersebut silakan klik di www.aids-ina.org
Pengelola aids-ina.org
A better way in strengthening strategic information to
guide a more effecctive
Kumpulan Berita Media Massa HIV-AIDS dan Narkoba
Dari Tanggal: 2 June 2008 Sampai Tanggal: 9 June 2008
1. PMI dan IFRC Luncurkan
Aliansi Global
, 6 Juni 2008 Jakarta, Kompas - Palang Merah Indonesia
serta Federasi Internasional Perhimpunan Palang Merah dan Bulan Sabit Merah
atau IFRC meluncurkan aliansi global PMI. Aliansi itu merupakan kerja sama
untuk memobilisasi kapasitas dan sumber daya yang ada demi mendukung
program penanggulangan HIV/AIDS.
Kumpulan Berita Media Massa
HIV-AIDS dan Narkoba
Dari Tanggal: 26 May 2008 Sampai Tanggal: 2 June 2008
--------------------------------------------------------------------------------
1. Pemuda Pengidap HIV AIDS Tewas di Kamar
Okezone, 25 Mei 2008
BANYUMAS - Bagus Samanto (25), warga Kelurahan Karang Kobar, Purwokerto
Utara, Banyumas ditemukan telah terbujur kaku di kamar kontrakan temannya
di Kelurahan Kedung Wuluh, Purwokerto Barat Hari Minggu (25/5/2008) pukul
08.00 WIB. Kematian Bagus kontan membuat geger warga sekitar, pasalnya,
korban diketahui bukan warga setempat.
Selengkapnya: http://www.aids-ina.org/modules.php?name=&file=article&sid=719
--------------------------------------------------------------------------------
2. Suara Madonna dilelang Rp 5 miliar
Solo Pos, 24 Mei 2008
Penyanyi Madonna melelang suaranya. Dalam acara amal yang berlangsung di
Cannes, Prancis, Jumat (23/5), suara Madonna akhirnya ditawar seharga
US$560.000 atau setara Rp 5,2 miliar.
Acara lelang tersebut berlangsung dalam acara sebuah yayasan AIDS Amerika
amfAR yang digelar di Cannes, Prancis. Di acara yang dibawakan oleh Sharon
Stone itu Madonna menawarkan suaranya untuk dilelang. Ia menawarkan
menyanyi dua lagu secara khusus di belakang panggung turnya pada orang
yang sangat beruntung. – dtc
Selengkapnya: http://www.aids-ina.org/modules.php?name=&file=article&sid=718
--------------------------------------------------------------------------------
3. Penanganan HIV/AIDS Butuh Payung Hukum
Okezone, 23 Mei 2008
PALEMBANG - Untuk menekan tingginya jumlah kasus baru HIV/AIDS khususnya
di Daerah Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel) dibutuhkan Peraturan Daerah
(Perda) pencegahan dan penanggulangan HIV/AIDS.
Selengkapnya: http://www.aids-ina.org/modules.php?name=&file=article&sid=717
--------------------------------------------------------------------------------
4. ”Belajar dari masa lalu dan tak kenal menyerah”
Solo Pos, 19 Mei 2008
Laweyan (Espos)
Puluhan orang menghadiri Malam Renungan AIDS Nusantara Kota Solo 2008 yang
digelar di city walk depan Sriwedari Solo, Minggu (18/5) malam. Acara
malam renungan ini merupakan bagian dari malam renungan AIDS internasional
2008 yang digelar di 119 negara.
Selengkapnya: http://www.aids-ina.org/modules.php?name=&file=article&sid=716
--------------------------------------------------------------------------------
5. Pelajar pun ajak dukung ODHA...
Solo Pos, 18 Mei 2008
Banyak cara untuk berbagi kepada sesama, salah satunya bisa dilakukan
lewat poster, gambar yang sarat makna.
Berbagai poster hasil kreatifitas anak-anak dari berbagai SMA/SMK di Solo
yang berisi dukungan kepada ODHA (orang dengan HIV/AIDS) ini diusung dalam
pameran poster di area city walk depan gapura Taman Sriwedari Solo, Sabtu
(17/5).
Selengkapnya: http://www.aids-ina.org/modules.php?name=&file=article&sid=715
--------------------------------------------------------------------------------
6. Tingginya Penyebaran AIDS Miliki Akses Negatif pada WOC
Republika, 16 Mei 2008
Manado-RoL-- Tingginya angka penyebaran dan penderita HIV/AIDS di Sulawesi
Utara (Sulut), bisa memiliki akses negatif pada pelaksanaan World Ocean
Conference (WOC) tahun 2009 di daerah itu, serta menjadi ancaman pada
program Manado Kota Pariwisata (MKPD) tahun 2010.
Selengkapnya: http://www.aids-ina.org/modules.php?name=&file=article&sid=714
--------------------------------------------------------------------------------
7. Aksi 1.000 lilin untuk para ODHA
Solo Pos, <!--[if !vml]--><!--[endif]-->16 Mei 2008,
Karangasem (Espos)
Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Mitra Alam memperingati Malam Renungan
AIDS Internasional dengan menggelar lomba poster siswa SMA/SMK,
Sabtu-Minggu (17-18/5), dan aksi seribu lilin dukungan untuk orang dengan
HIV/AIDS (ODHA), Minggu (18/5), di city walk depan Sriwedari, Solo.
Selengkapnya: http://www.aids-ina.org/modules.php?name=&file=article&sid=713
--------------------------------------------------------------------------------
Pengelola www.aids-ina.org
Kunjungi dan berikan dukungan ke: http://www.aids-ina.org
Apa yang baru pada situs web Spiritia <http://spiritia.or.id>?
Dimuat tiga artikel HATIP pada situs web Spiritia selama Mei
2008:
* HATIP 104: Pikirkan TB pada orang dengan HIV: mulai skrining secara
rutin sekarang, Klik
<http://spiritia.or.id/hatip/bacahat.php?artno=0104>
* HATIP 105: Penemuan kasus TB yang diperluaskan: mengembangkan rencana
tindakan. Klik <http://spiritia.or.id/hatip/bacahat.php?artno=0105>
* HATIP 107: Pemantauan klinis sama efektif dengan jumlah CD4 atau
viral load untuk memutuskan kapan beralih ke ART lini ke-2 di negara
miskin. Klik <http://spiritia.or.id/hatip/bacahat.php?artno=0107>
Kami memperbarui halaman Sejarah AIDS, dan menambah Sejarah 2002-2005 -
klik <http://spiritia.or.id/art/bacaart.php?artno=1030>. Setelah itu,
ada banyak permintaan akan dicatat Sejarah HIV di Indonesia, sehingga
kami coba mencari informasi dalam sejarah HIV di sini yang menarik -
klik <http://spiritia.or.id/art/bacaart.php?artno=1040>. Kami masih
menantikan masukkan mengenai informasi tambahan yang sebaiknya dicatat
di artikel ini.
Dalam proses cari informasi Sejarah HIV di Indonesia, kami bertemu
dengan beberapa dokumen, terutama dari 1994-1999, yang sebaiknya
dimuat, termasuk terkait pembentukan KPA pertama dan penyusunan Stranas
pertama, serta beberapa Deklarasi dan Pernyataan. Klik Doumen Umum
<http://spiritia.or.id/DokUmum.php>.
Kami menambah fasilitas Forum Spiritia, yang memberi kesempatan untuk
membagi pengalaman, informasi dan rasa, serta mengajukan pertanyaan
pada anggota Forum Spiritia lain. Sampai akhir bulan, 34 anggota
terdaftar, dan ada 71 posting di 13 topik. Untuk mendaftarkan diri,
klik Forum di Navbar atas.
54 artikel berita dimuat, dengan judul yang berkisar dari 'Koinfeksi
HIV mempercepat fibrosis hati yang dipicu HCV' dan 'Manfaat memulai ART
lebih dini melampaui risiko toksisitas' sampai 'ART sebulan sekali?'.
Dan 65 pertanyaan yang diajukan secara anonim (tanpa nama) dijawab.
Kami sekarang lebih selektif dalam menjawab pertanyaan; 62 pertanyaan
jenis 'Apakah mungkin saya terinfeksi?' tidak terjawab.
Pada Mei 2008, situs web Spiritia dikunjungi oleh 30.149 pengunjung
(dibandingkan 32.407 pada April) dari 72 negara (74), yang membuka
77.447 halaman (83.951). Hari yang terbanyak adalah 8 Mei, dengan
3.372 (5.131) halaman dibuka oleh 1.210 (1.205) pengunjung. Pengunjung
terbanyak mengunjungi pada 6 Mei dengan 1.256 pengunjung (1.387).
Pada 27 Mei, jumlah halaman yang diakses pada situs Spiritia sejak awal
catatan pada Agustus 2006 melebihi 1 juta!
Babe
--
Chris W. Green (chrisg@...)
Divisi Pelatihan dan Informasi
Yayasan Spiritia, Jakarta
Tel: (021) 422-5163 Fax: (021) 4287 1866
Situs web: <http://spiritia.or.id>
Berikut
Laporan kegiatan MRAI yang dilakukan di Palu Sulawesi Tengah yang telah
dipublikasikan di www.aids-ina.org. Berikut petikaan.
MRAI'2008 KPA SULTENG Di Palu
Dilaksanakan oleh:
KOMUNITAS PEDULI AIDS (KPA) SULTENG Dilaksanakan pada: 17 Mei 2008
Dalam menyambut momen International Aids Candlelight
Memorial 2008 kali ini, Komunitas Peduli Aids (KPA) Sulteng sebagai sebuah
aliansi yang merupakan gabungan dari 8 organisasi yang terdiri dari, EXIT
Community, AMI Enterprise, Care Community, eLSAM Untad, MANPA Stain Datokarama,
PESAN Sulteng, LANS Smansa dan Aids Support Center, juga melaksanakan berbagai
kegiatan sebagai bagian penting dari eksistensi peran dalam upaya
penanggulangan HIV/AIDS di Indonesia, khususnya di Sulawesi Tengah. Meskipun
tema internasional malam renungan kali ini telah ditetapkan dengan ”Never
Give Up, Never Forget”, namun KPA SULTENG merasa perlu lebih mempertajam
issu dengan mengusung tema lokal ”Stop Diskriminasi, Karena, Peduli
Bukan Hanya Slogan”. Hal ini dimaksudkan untuk
lebih menyesuaikan dengan latar belakang kondisi permasalahan riil yang ada dan
terjadi di Sulawesi Tengah serta dari segi pembahasaannya mudah dimengerti oleh
penduduk lokal tanpa mengurangi arti dan makna yang sesungguhnya sebagaimana
tema internasional yang telah ditetapkan.
Untuk
baca selengkapnya dapat klik:
http://www.aids-ina.org/modules.php?name=Report&file=report&idreport=35
Bila
teman-teman pernah melakukan kegiatan yang terkait dengan HIV-AIDS dapat
menuliskan artikel kegiatan tersebut di www.aids-ina.org sehingga dapat berbagi
pengalaman dengan teman-teman yang lain. Teman-teman dapat menyertakan foto
kegiatan maksimal 3 buah. Untuk menuliskan artikel tersebut dapat klik:
http://www.aids-ina.org/modules.php?name=Submit_Report
Kumpulan Berita Media Massa HIV-AIDS dan Narkoba
Dari Tanggal: 19 May 2008 Sampai Tanggal: 26 May 2008
1. Penderita HIV/AIDS Cenderung
Meningkat
Berita Jakarta, 23
Mei 2008 BeritaJakarta.com
Kasus HIV/AIDS di Jakarta semakin memprihatinkan. Betapa tidak, jumlah
penderita setiap tahun terus mengalami peningkatan. Komisi Penanggulangan
AIDS (KPA) Provinsi DKI Jakarta mencatat, pada 2006 jumlah penderita
mencapai 24.075 kasus.
2. Siswa Panti Rehabilitasi Narkoba
Minta Kembali ke Sekolah
Tempo Interakti, 15
Mei 2008 Palangkaraya:
Siswa panti rehabilitasi narkotika dan obat-obatan (narkoba) Galelea di
Kota Palangkaraya, Kalimantan Tengah meminta kepada pemerintah agar bisa
meneruskan pendidikan yang tertunda selama mengikuti program rehabilitasi. Para pecandu mengaku menginginkan ijasah sekolah
untuk masa depan mereka.
As the business war on the air is hotting up with so many low-budget
airlines dominating the sky, the passengers can now enjoy the best
deals. The webguide - http://air.myguideforlife.com - helps you find
the cheapest and even free air tickets to make your journey ore
happier and very less expensive.
Visit the website now to find out how to get the cheap and free air
tickets: http://air.myguideforlife.com
Kumpulan Berita Media Massa
HIV-AIDS dan Narkoba
Dari Tanggal: 12 May 2008 Sampai Tanggal: 19 May 2008
--------------------------------------------------------------------------------
1. 'Atasi Penularan HIV/AIDS dari Ibu ke Anak'
Republika Online, 9 Mei 2008
JAKARTA -- Pada 31 Maret 2008, kasus HIV/AIDS di Indonesia dilaporkan
meluas hingga ke 194 kabupaten dan kota di 32 provinsi. Jumlah orang yang
terinfeksi virus HIV tercatat 17.998 dan dalam tahap AIDS berjumlah 11.868
orang, 2.486 di antaranya telah meninggal dunia.
Selengkapnya: http://www.aids-ina.org/modules.php?name=&file=article&sid=707
--------------------------------------------------------------------------------
2. Pangkas Populasi HIV/AIDS
Duta Masyarakat, 9 Mei 2008
LAMONGAN - Diam-diam, Lamongan menjadi sarang HIV/AIDS. Tercatat, hingga
tahun ini terdapat 62 kasus. Dari jumlah ini, sebanyak 32 orang meninggal.
Mengantisipasi korban jatuh makin banyak, Ketua Badan Narkoba Kabupaten
Lamongan Tsalits Fahami, mengingatkan pada jajarannya dan masyarakat untuk
memerangi HIV/AIDS.
Selengkapnya: http://www.aids-ina.org/modules.php?name=&file=article&sid=706
--------------------------------------------------------------------------------
3. Ancaman Penularan AIDS pada Bayi Meningkat
Republika Online, 8 Mei 2008
Jakarta -RoL-- Percepatan penularan penyakit AIDS dan narkoba di Indonesia
berisiko meningkatkan ancaman pada bayi jika tidak segera diantisipasi
dengan strategi yang tepat.
Selengkapnya: http://www.aids-ina.org/modules.php?name=&file=article&sid=705
--------------------------------------------------------------------------------
Pengelola www.aids-ina.org
Kunjungi dan berikan dukungan ke: http://www.aids-ina.org
Kami baru menambah fasilitas di situs web Spiritia, yaitu Forum
Spiritia. Forum ini memberi kesempatan untuk membagi pengalaman,
informasi dan rasa, serta mengajukan pertanyaan pada anggota Forum
Spiritia lain.
Saat ini tersedia lima kategori untuk posting, yaitu: Diskusi Umum;
Curhat Odha; Perawatan; ART; dan Pencegahan. Dalam masing-masing
kategori, anggota boleh membuat topik baru, atau menjawab/memberi
tanggapan pada anggota lain pada topik yang ada. Bila ada kebutuhan,
kami akan menyediakan kategori baru.
Untuk mengakses Forum Spiritia, silakan klik tombol 'Forum' di Navbar
atas di situs web Spiritia <http://spiritia.or.id/>.
Walau tidak harus menjadi anggota untuk membaca posting-posting di
Forum Spiritia (selain kategori Curhat Odha, yang tertutup untuk
anggota saja), hanya anggota boleh posting. Untuk menjadi anggota, coba
mendaftar dengan klik tombol 'DAFTAR' setelah masuk ke halaman Forum.
Semoga fasilitas ini bermanfaat untuk teman-teman Odha dan
Ohdiha/pendamping di Indonesia.
Salam hangat
Babe
--
Chris W. Green (chrisg@...)
Divisi Pelatihan dan Informasi
Yayasan Spiritia, Jakarta
Tel: (021) 422-5163 Fax: (021) 4287 1866
Situs web: <http://spiritia.or.id>
Pertemuan Tiga I (Three I's)
Saya menerima E-mail yang diterjemahkan berikut pada 6 Mei
Pesan di bawah dikirim atas nama Dr Léopold Blanc, Coordinator, TBS,
WHO
Rekan yth,
Sebagaimana negara terbatas sumber daya memperluas program pengobatan
dan perawatan HIV/AIDS secara cepat, HIV/TB menunjukkan ancaman
kesehatan masyarakat yang besar pada Odha dan komunitas. Walau
pencegahan dan pengoabatan TB pada Odha adalah prioritas mendesak untuk
program HIV/AIDS maupun TB, penerapan kegiatan pencegahan dan
pengobatan TB adalah lambat.
Tiga I, yaitu Program Pencegahan Isoniazid (IPT), Penemuan Kasus yang
Diluaskan (ICF) untuk TB aktif, dan Pengendalian Infeksi (IC) TB adalah
strategi kesehatan masyarakat yang kunci untuk mengurangi dampak TB
pada Odha.
* Terapi pencegahan TB dengan INH adalah aman dan efektif untuk Odha,
mengurangi risiko TB 33-62%
* Skrining dan diagnosis TB pada Odha dapat sulit, tetapi TB, setelah
dideteksi, dapat disembuhkan pada Odha
* Pengendalian infeksi TB adalah esensial agar pasien yang rentan,
petugas layanan kesehatan dan komunitasnya tetap aman dari TB
Pada 2-4 April 2008, Deparetmen WHO HTM/HIV dan HTM/Stop TB, bekerja
sama dengan mitra kunci lain, melakukan pertemuan stakeholder
internasional untuk mengembangkan rekomendasi untuk WHO dan tuntunan
untuk program nasional dan mitranya mengenai penerapan Tiga I untuk
Odha. Pertemuan adalah langkah penting dalam jalan menuju layanan yang
lebih baik untuk Odha, dan ada kesepakatan yang jelas mengenai beberapa
kesimpulan kunci dan tindakan konkret (lihat draft terlampir).
* HIV/TB adalah ancaman kesehatan masyarakat yang besar pada Odha dan
komunitas. TB mengancam peningkatan yang bermakna pada peningkatan
dalam perawatan dan ART.
* Tiga I harus menjadi bagian inti dari perawatan dan pengobatan untuk
HIV dan adalah penting untuk keberhasilan upaya peningkatan ART
secara terus-menerus. Odha di daerah prevalensi tinggi HIV dan TB
harus diskrining untuk TB dan didiagnosis TB atau mulai IPT.
Pengendalian infeksi adalah bagian kunci dari proses skrining.
* Penerapan Tiga I harus dimiliki program HIV dan dilihat sebagai
sangat diperlukan seperti pemantauan pasien dan profilaksis
kotrimoksazol.
* Ada kebutuhan mendesak untuk memperkuat kapasitas laboratorium
kesehatan masyarakat dan sistem rujukan untuk diagnosis TB secara
dini.
* Odha, petugas layanan kesehatan dan komunitas berhak atas lingkungan
klinis yang aman, termasuk penerapan pengendalian infeksi yang
dianjurkan WHO secara mendesak.
* Ada kebutuhan yang mendesak untuk memperkuat rantai pembekalan Tiga
I, terutama bentuk INH/kotrimoksazol bersama dan/atau kemasan
bersama.
* Advokasi "Tarik dan Dorong": Pendekatan atas-ke-bawah dan bawah-ke-
atas akan dibutuhkan untuk memastikan penerapan. Advokasi harus
membidik pada pentingnya Tiga I dan kebutuhan untuk merancang
permintaan komunitas untuk skrining TB, IPT dan pengendalian infeksi
sebagai tindakan positif untuk melawan TB.
* Monev adalah penting untuk memantau perkembangan dalam peningkatan
Tiga I pada Odha dan komunitasnya.
* Penggerakan sumber daya adalah penting untuk keberhasilan dan kita
harus menggerakkan komitmen dan sumber daya politis untuk penerapan
Tiga I.
* Negara-negara harus mengembangkan kebijakan tingkat nasional dan
tuntuntan operasional secara cepat untuk menerapkan Tiga I
Selain mendesak perhatian Anda pada pertemuan penting ini, kami
mendesak Anda untuk meneruskan prioritasi dan bekerja pada HIV/TB dan
secara khusus dalam upaya untuk mendukung peningkatan intervensi Tiga
I. Usulan pertemuan dan pembahasan lanjutan antardepartemen secara
jelas menempatkan tanggung jawab utama untuk mendukung peningkatan pada
program HIV, komunitas HIV dan stakeholdernya termasuk staf teknis HIV
WHO. Tentu saja, program TB dan komunitas TB semua harus bekerja sama
secara erat dengan petugas HIV untuk meningkatkan intervensi yang
menantang ini, dan Departemen masing-masing kami mengharapakan bekerja
dengan Anda dalam upaya penting ini. Kami di Markas Besar akan
memastikan bahwa kebijakan dan kebiasaan yang jelas dibuat mengenai
bukti terbaik yang tersedia untuk membantu menuntun penerapan
intervensi ini.
Untuk pertanyaan atau komentar, silakan hubungi Dr. Getahun
(getahunh@...) di Stop TB Department dan Dr. Granich
(granichr@...) di HIV Department.
Sekali lagi, terima kasih atas kerja kerasnya pada masalah terkait
HIV/TB - kami benar-benar berterima kasih dan berharap ini dicerminkan
dalam perkembangan peningkatan Tiga I
Hormat kami
Kevin DeCock
Mario Raviglione
Catatan Babe: Kami baru saja menerbitkan terjemahan HATIP 104: Pikirkan
TB pada orang dengan HIV: mulai skrining secara rutin sekarang
<http://spiritia.or.id/hatip/bacahat.php?artno=0104>, dan HATIP 105:
Penemuan kasus TB yang diperluaskan: mengembangkan rencana tindakan
<http://spiritia.or.id/hatip/bacahat.php?artno=0105>, yang membahas
masalah ICF secara dalam, termasuk tantangan dengan mengembangkan alat
skrining yang cocok.
Juga pada Januari diterbitkan HATIP 96-1: Saatnya untuk pesan yang
jelas dan sederhana mengenai pemberian terapi pencegahan INH dan HATIP
96-2: Isoniazid terapi pencegah TB pada Odha: hambatan penerapan
nasional.
Diharapkan keempat edisi HATIP ini dapat menjadi acuan dalam penerapan
Tiga I ini. Direncanakan diterbitkan edisi HATIP nanti yang membahas
pengendalian infeksi TB.
Babe
--
Chris W. Green (chrisg@...)
Divisi Pelatihan dan Informasi
Yayasan Spiritia, Jakarta
Tel: (021) 422-5163 Fax: (021) 4287 1866
Situs web: <http://spiritia.or.id>
Dalam laporan WHO mengenai TB-MDR (lihat E-mail saya tadi pagi),
diperkirakan ada 12.142 kasus MDR-TB di Indonesia. Jadi muncul
pertanyaan: bagaimana kita akan menanganinya? Jadi teribat HATIP
berikut mungkin sangat tepat waktu...
HATIP 99: Mengobati TB-MDR di komunitas: apa tantangannya?
Program TB nasional harus menyelidiki bagaimana pengobatan TB yang
resistan terhadap obat dapat dilakukan sebaik mungkin dalam komunitas.
Hal ini menurut dokter dan aktivis pengobatan dari Afrika bagian
selatan pada pertemuan World Conference on Lung Health ke-38 di Cape
Town, Afrika Selatan, pada November 2007.
Tetapi mengalihkan pengobatan TB-MDR ke dalam komunitas merupakan
perubahan pada pendekatan yang sangat besar. Beberapa dokter dan
aktivis kurang nyaman dengan usulan ini, khawatir terhadap peningkatan
stigma dan peningkatan TB-MDR karena lemahnya pengendalian infeksi TB.
HATIP edisi ini mengamati pendapat tentang pengobatan berbasis
komunitas, dan beberapa kendala yang harus dihadapi agar pendekatan ini
menjadi aman dan efektif.
Terjemahan dari HATIP ini dapat diakses di
<http://spiritia.or.id/hatip/bacahat.php?artno=0099>
Babe
--
Chris W. Green (chrisg@...)
Divisi Pelatihan dan Informasi
Yayasan Spiritia, Jakarta
Tel: (021) 422-5163 Fax: (021) 4287 1866
Situs web: <http://spiritia.or.id>
WHO melaporkan angka TB resistan terhadap obat yang tertinggi sampai
sekarang
TB yang resistan terhadap berbagai obat (TB-MDR) pernah dicatat dengan
angka tertinggi. Hal ini menurut laporan baru dari WHO yang mengkaji
penemuan dari survei terbesar mengenai skala resistansi TB terhadap obat.
Laporan, Anti-Tuberculosis Drug Resistance in the World, berdasarkan
informasi dikumpulkan antara 2002 dan 2006 dari 90.000 pasien TB di 81
negara. Survei ini juga menemukan TB yang sangat resistan terhadap obat
(TB-XDR), jenis TB yang hampir tidak dapat diobati, dicatat di 45 negara.
Hanya ada sedikit informasi dari Indonesia. Berikut adalah kutipan dari
halaman 103:
"Data tersedia dari kabupaten Mimika di provinsi Papua di Indonesia*
menunjukkan tingkat resistansi yang menengah; namun sampel dalam survei
ini adalah kecil dan mewakili sebagian populasi yang sangat kecil. Data
yang akan tersedia sebentar lagi dari survei resistansi obat di Jawa
Tengah akan menyediakan estimasi yang lebih baik tentang resistansi
terhadap obat di Indonesia. Sebuah survei sedang dilakukan terhadap kasus
kegagalan terapi untuk menentukan luasnya resistansi terhadap rejimen lini
kedua di populasi ini. Penemuan kasus di negera ini sedikit di bawah
target 70% dan angka kesembuhan sangat tinggi. Indonesia...bersusah-susah
dengan peningkatan, peluasan dan pengendalian mutu dalam jaringan
laboratorium. Aplikasi GLC [lembaga WHO yang membantu penyediaan obat TB
lini kedua] disetujui, tetapi pasien belum didaftarkan."
* Kelly, P.M., et al., A community-based TB drug susceptibility study in
Mimika District, Papua Province, Indonesia. Int J Tuberc Lung Dis, 2006.
10(2): p. 167-71.
Berikut adalah kutipan dari tabel di laporan ini (Annex 1, halaman 123):
Indonesia, kabupaten Mimika, provinsi Papua
Survei pada 2004 terhadap 101 pasien TB
Tingkat resistansi:
Terhadap obat apa pun: 13,9%
MDR: 2,0%
XDR: 0,0%
Laporan ini dapat didownload (versi PDF, 2,36MB) dari
http://www.who.int/tb/features_archive/drsreport_launch_26feb08/en/index.ht
ml
--
Chris W. Green (chrisg@...)
Divisi Pelatihan dan Informasi
Yayasan Spiritia, Jakarta
Tel: (021) 422-5163 Fax: (021) 4287 1866
Situs web: <http://spiritia.or.id>
Baru dimuat pada situs web Spiritia: HATIP 96: Saatnya untuk pesan yang
jelas dan sederhana mengenai pemberian terapi pencegahan INH. HATIP ini
mengamati bukti-bukti yang mendukung upaya advokasi untuk meningkatkan
akses terhadap isoniazid (INH) terapi pencegah TB (isoniazid preventive
therapy/IPT), apabila disertai kotrimoksazol, adalah salah satu
intervensi kunci yang harus diberikan pada Odha sebagai bagian dari
perawatan dasar. Kami meneliti apa yang sudah berjalan dengan baik, dan
apa yang dapat ditingkatkan dalam program kesehatan masyarakat yang
menawarkan IPT di Botswana - serta juga pelajaran yang dapat diambil
dari presentasi tentang IPT lain pada World Lung Health Conference
ke-38 pada November 2007 di Cape Town, Afrika Selatan.
Bagian 1 <http://spiritia.or.id/hatip/bacahat.php?artno=00961>
mengamati tentang kemanjuran dan keamanan IPT, bagian 2
<http://spiritia.or.id/hatip/bacahat.php?artno=00962> mengamati
bagaimana menghadapi rintangan penerapannya di tingkat nasional dan
wilayah.
Babe
--
Chris W. Green (chrisg@...)
Divisi Pelatihan dan Informasi
Yayasan Spiritia, Jakarta
Tel: (021) 422-5163 Fax: (021) 4287 1866
Situs web: <http://spiritia.or.id>
Dalam kunjungan saya ke beberapa rumah sakit dan puskesmas di Papua baru-
baru ini, sekali lagi saya menjadi prihatin atas penggunaan sirih oleh
pasien dan pengunjung. Di mana saja dapat dilihat noda berwarna merah,
yang menunjukkan bahwa meludah secara sembarangan sangat umum.
Dengan adanya prevalensi TB yang sangat tinggi di Papua, saya yakin
membiarkan kebiasaan ini meningkatkan risiko penularan TB, termasuk
mungkin TB yang resistan terhadap obat lini pertama (MDR-TB).
Baru ini, ada laporan (di bawah) mengenai hal yang sama diseberang batasan
di PNG. Apakah sudah waktu kita mulai berupaya untuk menghadapi kebiasaan
ini, sedikitnya pada awal di sarana kesehatan? Saya yakin dibutuhkan waktu
yang cukup lama, tetapi saya rasa kita harus coba.
Saya ingat waktu saya kecil di Inggris, di semua toilet umum ada iklan
"Spitting causes consumption (Meludah menyebabkan TB)". Sekarang di
Inggris, kita jarang ketemu orang yang meludah.
Babe
--
Chris W. Green (chrisg@...)
Divisi Pelatihan dan Informasi
Yayasan Spiritia, Jakarta
Situs web: <http://spiritia.or.id>
Larangan sirih di ibu kota PNG dapat mengurangi penyebaran TB
GlobalHealthReporting.org, 10 Januari 2008
Larangan buah pinang/sirih di ibu kota Papua New Guinea (PNG) Port
Moresby dapat membantu mengurangi penyebaran TB di negara tersebut. Hal
ini dikatakan baru-baru ini oleh Rajendra Yadav, seorang ahli TB di
WHO.
Gubernur National Capital District Commission Powes Parkop bersikap
kuat bertentang buah pinang di ibu kota untuk alasan higiene. Menurut
Yadav, orang yang mengunyah sirih lebih mungkin mempunyai kebiasaan
meludah secara sembarangan, yang dapat menyumbang pada penyebaran TB.
"Kami harus mendorong higiene batuk," termasuk menutup mulut dan hidung
saat batuk atau bersin untuk mencegah penyebaran TB dan penyakit lain,
Yadav mengatakan. Dia menambah bawha tidak mungkin TB dapat menularkan
melalui pembagian kapur saat mengunyah sirih.
Menurut WHO, lebih dari 3.000 orang meninggal karena TB setiap tahun di
PNG.
Artikel asli: Betel Nut Ban in Papua New Guinea Capital Could Help
Reduce Spread of TB, WHO Official Says
<http://kaisernetwork.org/daily_reports/rep_index.cfm?DR_ID=49752>
--
Chris W. Green (chrisg@...)
Divisi Pelatihan dan Informasi
Yayasan Spiritia, Jakarta
Tel: (021) 422-5163 Fax: (021) 4287 1866
Situs web: <http://spiritia.or.id>
Terima kasih atas kehadiran dan partisipasinya pada
pertemuan TB/HIV tanggal 11 Desember 2007. Bersama ini
terlampir kami kirimkan notulensi pertemuan tersebut dan draft awal buku panduan
LSM. Bila ada masukan tertulis, mohon disampaikan melalui email: ade.yuanita@... atau fax:
021-798 6266 sebelum tanggal 10 Januari 2007.
Perlu kami sampaikan juga bahwa pertemuan para pembuat
kebijakan yang rencananya dilaksanakan pada tanggal 18 Desember 2007, belum
dapat terlaksana karena perwakilan masing-masing organisasi sedang berada di
luar Jakarta. Berdasarkan informasi yang kami dapatkan dari Depkes & KPA
via telepon, diharapkan pertemuan ini sudah dapat terlaksana pada awal bulan
Januari 2008.
Atas perhatian dan kerjasamanya, sekali lagi kami ucapkan terima
kasih.
Salam,
Ade Yuanita
Pengelola Progam
Koalisi untuk Indonesia Sehat
We wish you a Merry Christmas and a Happy New Year!
Hai, Teman-Teman,
Sayangnya saya tidak dapat mengikuti pertemuan ini, karena pada hari itu,
saya ada di Wamena di Papua. Saya baru kembali ke Jakarta 18 Desember.
Semoga pertemuan berhasil...
Salam hangat
Babe
--
Chris W. Green (chrisg@...)
Divisi Pelatihan dan Informasi
Yayasan Spiritia, Jakarta
Tel: (021) 422-5163 Fax: (021) 4287 1866
Situs web: <http://spiritia.or.id>
Perihal: Undangan untuk menghadiri Pertemuan Koordinasi LSM dalam Penanggulangan Terpadu TB-HIV.
Dengan hormat,
WHO menyatakan Tuberkulosis (TB) sebagai kedaruratan global sejak
tahun 2003. Fenomena ko-infeksi TB dan HIV kini secara bersama-sama tentu saja telah meningkatkan status kedaruratannya. Di Indonesia, masalah ini semakin diperparah oleh kurangnya akses informasi dan layanan kesehatan bagi masyarakat, belum banyak tersedia layanan terintegrasi, serta masih banyaknya program yang dijalankan sendiri-sendiri oleh masing-masing lembaga.
Koalisi untuk Indonesia Sehat (KuIS) bersama beberapa LSM pegiat TB dan HIV di Indonesia telah mulai membangun komitmen untuk bekerja sama
dalam penanggulangan terpadu TB-HIV.Sebagai tindak lanjut dari inisiatif awal kami, KuIS bermaksud memfasilitasi pertemuan koordinasi para pegiat TB-HIV yang akan diadakan pada:
Hari, tanggal: Selasa, 11 Desember 2007
Waktu: 13.00 –16.30
Tempat: Ruang Pertemuan KPAN
Gedung Surya, Lt. 9
Jl. MH. Thamrin, Jakarta Pusat
Bersama ini terlampir kami kirimkan kerangka acuan yang menjelaskan secara lebih rinci tentang latar belakang dan tujuan pertemuan tersebut.
Besar harapan kami agar Bapak/Ibu bisa meluangkan waktu untuk bisa hadir pada pertemuan ini. Untuk informasi dan konfirmasi, silakan menghubungi Iskandar atau Nendah melalui telepon 021-7981885/7982470.Atas perhatian dan kerjasamanya, kami mengucapkan terima kasih.
Hormat kami,
Firman Lubis
Ketua
Koalisi untuk Indonesia Sehat
Be a better friend, newshound, and know-it-all with Yahoo! Mobile. Try it now.
Ko-infkesi TB/HIV saat ini merupakan masalah yang harus dihadapi banyak negara di seluruh dunia. Sekitar 50% ODHA (Orang Dengan HIV/AIDS) menderita TB, dan sekitar 14 juta orang di dunia terkena ko-infeksi TB-HIV. Di Indonesia, ko-infeksi TB – HIV saat ini juga menjadi salah satu kendala besar dalam upaya penanggulangan penyakit menular di Indonesia.
”Sayangnya banyak pihak belum terbiasa untuk bekerja bersama. Baik antara sesama penggiat LSM maupun dengan masyarakat awam atau kalangan medik, juga antara pemerintah dengan non-pemerintah. Melihatkondisi tersebut, Koalisi untuk Indonesia Sehat (KuIS berinisiatif menjembatani upaya kolaborasi penanggulangan TB-HIV. Lokakarya kali ini merupakan tindak lanjut dari ungkapan kebutuhan LSM yang bergerak dalam penanggulangan TB- HIV yang disampaikan dalam pertemuan terdahulu yang difasilitasi oleh KuIS pada bulan Maret 2007,” paparTom Malik, anggota Dewan Eksekutif KuIS pada pembukaan Lokakarya ”Pembekalan bagi LSM tentang Penanggulangan Terpadu TB - HIV” yang diselenggarakan di Jakarta tanggal 29 Oktober-1 November 2007.
Ditambahkan bahwa lokakarya ini bertujuan untuk memfasilitasipertukaran
informasi antara para penggiat LSM, agar memahami berbagai aspek dalam penanganan terpadu TB-HIV baik aspek promosi, pencegahan, pengobatan, hingga aspek psikososial. Menyadari pentingnya keterlibatan berbagai pihak dan peran serta masyarakat dalam menjalankan upaya ini, KuIS bermitra dengan Yayasan Spiritia dan melibatkan narasumber yang berasal dari berbagai kalangan seperti Departemen Kesehatan, WHO, KPA, RS PI Sulianti Saroso, PPTI, FHI/ASA, IHPCP, Untitled, Pamali dan RSCM. Lebih lanjut, lokakarya ini diharapkan dapat menggali potensi kemitraan lintas sektor agar semuapihakbisaterlibatdalamupaya penanggulangan TB dan HIV sesuaiperanmasing-masing.
Sementara itu, Direktur P2MPL, Dr.TjandraYoga Aditama, menyatakan bahwa kolaborasi kegiatan TB-HIV sangat diperlukan untuk mencapai target global TB maupun target akses universal. Dasar kebijakan dalam upaya kerja bersama ini berupa kolaborasi fungsional, bukan integrasi program, dengan memanfaatkan strategi dan sistem penanggulangan TB dan HIV/AIDS. Dengan upaya pelayanan “Two diseases, one patient” yang terpadudan komprehensif, diharapkan hak pasien memperoleh pelayanan yang bermutu akan terpenuhi. Kebijakan tersebut juga mendorong agar masyarakat menjadi pelaku utama,
sementara pemerintah bertanggung jawab memberikan bantuan, arahan, fasilitasi dan pemberdayaan. Tujuan akhirnya adalah menurunkan beban TB dan HIV pada masyarakat,
Pada akhir lokakarya, para peserta yang terdiri dari berbagai lembaga swadaya masyarakat menyatakan Komitmen dan RekomendasiTENTANG PENANGGULANGAN TERPADU TB – HIV yang ditujukan kepada para pemangku kepentingan, yaitu pemerintah, penyedia layanan, penggiat TB-HIV, dan ormas. Salah satu rekomendasi utama adalah segera diterbitkan dan disosialisasikannya piagam hak dan kewajiban pasien TB yang sudah lama dibahas oleh komunitas TB di Indonesia. Le mbaga yang turut serta dalam
pernyataan ini adalah Yayasan Spiritia, Koalisi untuk Indonesia Sehat, Yayasan Kusuma Buana, Gerakan Pramuka, PERDHAKI, Koalisi untuk Lampung Sehat, Layanan Kesehatan Cuma-Cuma (LKC), Dompet Dhuafa, Laz Harfa Banten, Kios Atmajaya, dan PPTI.
Iskandar Koalisi untuk Indonesia Sehat
Be a better pen pal. Text or chat with friends inside Yahoo! Mail. See how.
Sehubungan dengan rencana audiensi dengan Menkokesra sebagai tindak lanjut lokakarya TB-HIV tanggal 29 Okt-1 Nov 2007 yang lalu, kita diundang oleh Ibu Nafsiah Mboi - Sekretaris KPA Nasional yang akan memfasilitasi pertemuan dengan Menkokesra, pada:
Hari/tanggal: Selasa, 12 November
2007
Waktu: 10.00 – selesai
Tempat: Kantor KPA Nasional, Gedung Surya lt. 7, Jl. MH. Thamrin Jakarta Pusat
Kami sangat mengharapkan keikutsertaan Bapak/Ibu dan rekan-rekan dalam pertemuan tersebut. Untuk konfirmasi dan informasi silakan hubungi ade (0813 18898248) atau iskandar (0819 32006732).
Salam,
Ade Yuanita
Koalisi untuk Indonesia Sehat
Ade.yuanita@...
__________________________________________________ Do You Yahoo!? Tired of spam? Yahoo! Mail has
the best spam protection around http://mail.yahoo.com