Pada Desember 2008, dimuat artikel HATIP pertama mengenai topik ini.
Sekarang baru dimuat artikel kedua.
Karena anak jarang mempunyai TB yang BTA-positif, diagnosis TB pada
anak tidak selalu menjadi prioritas untuk program TB. Tetapi dampak TB
pediatrik yang tidak didiagnosis dan tidak diobati terutama berat
karena anak lebih mungkin mengembangkan penyakit miliaria atau berat.
Sebagaimana dijelaskan di artikel ini, hal ini terutama benar untuk
anak yang lebih muda dan anak dengan HIV.
Oleh karena itu, mungkin adalah terbaik untuk anak terinfeksi atau
terpajan HIV bila pengasuhnya lebih berperan aktif dalam meluncurkan
proses diagnosis - dan belajar semaksimal mungkin mengenai riwayat
alami TB, spektrum pengungkapan klinis TB yang mungkin pada anak.
Sedikitnya, pemberi perawatan primer dan HIV harus mengetahui cukup
mengenai diagnosis TB agar mulai proses dengan cara yang tepat sebelum
anak terduga TB dirujuk lebih lanjut.
Baca artikel "HATIP 126: TB masa kanak-kanak (bagian 2): pengungkapan
dan diagnosis" dengan klik
<http://spiritia.or.id/hatip/bacahat.php?artno=0126>
Babe
--
Chris W. Green (chrisg@...)
Divisi Pelatihan dan Informasi
Yayasan Spiritia, Jakarta
Tel: (021) 422-5163 Fax: (021) 4287 1866
Situs web: <http://spiritia.or.id>