|
1. Tiga Pelayan Pub di Lembata Mengidap
HIV
Pos Kupang, 29 Agustus
2009
LEWOLEBA, POS-KUPANG.COM --Peringatan bagi kaum pria yang doyan "makan
di luar rumah." Saat ini ada tiga wanita pelayan pub dan karaoke di
sejumlah lokasi di Kota Lewoleba, terindikasi mengidap virus human immune
deviciency sydrom (HIV).
Selengkapnya:
http://www.aids-ina.org/modules.php?name=&file=article&sid=1716
2. SPKs jangkau 900 orang rentan HIV/AIDS
Waspada Online, 29 Agustus
2009
MEDAN - Sejak Juni 2008 hingga Agustus 2009 LSM Sumatera Peduli Kesehatan
(SPKs) HIV/AIDS telah menjangkau sedikitnya 900 orang kelompok resiko
tinggi terkena HIV/AIDS agar mau memeriksakan diri ke Klinik VCT (Voluntary
Counselling Testing). Mereka yang termasuk resiko tinggi yakni, PSK
(Pekerja Seks Komersil), waria, dan sesama jenis.
Hal ini disampaikan Direktur Program LSM SPKs Hendra,
tadi malam.
Hendra mengatakan, daerah-daerah yang sudah dijangkau LSM ini adalah Jl. Gajah
Mada Medan, Djamin Ginting Medan, Simpang Selayang Medan, Tj. Morawa, dan
Jl. Binjai. “Kami melakukan penjangkauan di oukup-oukup dan di tempat
PSK-PSK lainnya. Tapi, dari 900 orang yang dijangkau yang terinfeksi HIV
hanya sekitar 10 persen, mungkin saat diperiksa dengan mobile VCT atau
klinik VCT belum kelihatan, kan masa inkubasinya 5 sampai 10 tahun.”
Selengkapnya:
http://www.aids-ina.org/modules.php?name=&file=article&sid=1715
3. Sosialisasi di Wilayah Mansel
Manado Post, 29
Agustus 2009
GMIM BERLIAN
PANITIA HUT ke 75 (GMIM Berlian) melakukan sosialisasi di wilayah Manado
Selatan (Mansel), besok (Minggu, 30/8). Sosialisasi ini akan dilaksanakan
serentak di beberapa jemaat sesuai pembagian kelompok. Salah satu materi
tentang peranan gereja terhadap pemberantasan narkoba dan penularan
HIV/AIDS.
Sekretaris Umum Panitia Pdt Lisye Pangkey Sumampouw didampingi Ibu Dewi
Bekto Suprapto menjelaskan, kegiatan ini bertujuan untuk menyosialisasikan
bahaya narkoba dan HIV/AIDS. Sebab sampai sekarang jumlah penderita sudah
semakin banyak.
Selengkapnya: http://www.aids-ina.org/modules.php?name=&file=article&sid=1714
4. Parangkusumo rawan HIV/AIDS
Harian Jogja, 29 Agustus
2009
BANTUL: Dinas Kesehatan Kabupaten Bantul menyatakan, kawasan Pantai Selatan
Bantul rawan terhadap penyebaran HIV/AIDS. Data sementara menunjukkan,
jumlah penderita HIV/AIDS di Bantul mencapai 9 orang.
Kepala Dinkes Pemkab Bantul, Siti Noor Zaenab mengatakan, jumlah penderita
AIDS di Bantul padas emester pertama ini tidak bergeser dari jumlah tahun
sebelumnya, yakni sembilan orang. Padahal, pihaknya menengarai ada sejumlah
orang yang belum teridentifi kasi.
Selengkapnya:
http://www.aids-ina.org/modules.php?name=&file=article&sid=1713
5. Dirjen P2PL Ingatkan Penderita IMS agar Lebih Waspada
HIV/AIDS
Analisa Daily, 29 Agustus
2009
Medan,
(Analisa)
Direktur Jenderal Pengendalian Penyakit dan Penyehatan Lingkungan (P2PL)
Prof dr Candra Yog Aditama SpP MARS mengingatkan, penderita penyakit
Infeksi Menular Seksual (IMS) agar lebih berhati-hati terhadap Human
Immunodeficiency Virus/Aquired Immuno Deficiency Syndrome (HIV/AIDS).
"Karena penderita Ims jauh berpeluang terjangkit HIV/AIDS mencapai 5
– 9 kali lebih besar dibanding orang-orang yang tidak pernah terkena
IMS," katanya saat meninjau klinik IMS Jalan Veteran Medan, Kamis
(27/8).
Selengkapnya:
http://www.aids-ina.org/modules.php?name=&file=article&sid=1712
6. Kawasan Pantai Rawan Penyebaran AIDS
Bernas, 29 AGustus
2009
BANTUL --Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Bantul menyatakan kawasan
pantai sangat rawan terhadap penyebaran AIDS. Hal itu didasarkan pada hasil
tes yang menunjukkan penyebaran AIDs di kawasan itu paling banyak.
Kepala Dinkes Kabupaten Bantul dr Siti Noor Zaenab, Jumat kemarin
mengatakan, penderita AIDS di Kabupaten Bantul pada semester pertama tahun
2009 tidak berubah dari tahun sebelumnya, yakni 9 orang.
Menurut Siti, Dinkes telah melakukan sejumlah tes darah terhadap beberapa
orang yang rentan terhadap penyakit mematikan itu. Tes dilakukan di
sepanjang Pantai Parangkusumo, Rumah Tahanan (Rutan) Pajangan dan salon
plus.
Selengkapnya:
http://www.aids-ina.org/modules.php?name=&file=article&sid=1711
7. RSPI Bantah Telantarkan Penderita HIV/AIDS
Detik.Com, 28 Agustus
2009
Ramadhian
Fadillah - detikNews
Jakarta - Pihak
Rumah Sakit Penyakit Infeksi (RSPI) Prof Dr Sulianti Saroso membantah telah
menelantarkan Kesi selama 14 jam. Kesi baru masuk ke RSPI pukul 12.00 WIB
tadi bukan sejak dini hari, seperti pengakuan keluarganya.
"Sudah saya cek, pasien itu baru masuk pukul 12.00 WIB siang tadi,
bukan sudah 14 jam, jadi tidak benar kalau kita telantarkan," jelas
Direktur RSPI, Sardikin Giriputro ketika dikonfirmasi detikcom, Jumat
(28/8/2009).
Selengkapnya:
http://www.aids-ina.org/modules.php?name=&file=article&sid=1710
8. Kena AIDS, 14 Jam Lebih Kesi Terkatung-katung di RSPI
Detik.Com, 28 Agustus
2009
Muhammad
Taufiqqurahman - detikNews
Jakarta - Naas
benar nasib Kesi (39). Ia didiagnosa kena HIV/AIDS. Saat ingin berobat, ia
harus terkatung-katung. Ia sudah 14 jam lebih menunggu di ruang IGD Rumah
Sakit Penyakit Infeksi (RSPI) Prof Dr Sulianti Saroso. Tapi perawatan tidak
kunjung dia dapatkan.
"Saat ini belum dapat perawatan. Ibu masih di IGD, tapi belum ada
perawatan. Kata dokter tidak ada kamar kosong," ujar putri Kesi, Nini
(26) saat ditemui di RSPI, Jl Sunter Permai Raya, Jakarta Utara, Jumat
(28/8/2009).
Selengkapnya:
http://www.aids-ina.org/modules.php?name=&file=article&sid=1709
9. Mitos dan Fakta Seputar Kondom
Kompas.Com, 28 Agustus
2009
KOMPAS.com — Banyak mitos tentang kondom yang membuat orang ragu
menggunakannya. Agar tak salah kaprah, ketahui fakta dan dapatkan
manfaatnya.
Mitos: Tetap
bisa hamil meski menggunakan kondom
Fakta:
Penggunaan kondom sebenarnya lebih untuk mengurangi risiko terjadinya
kehamilan. Jadi, risiko tetap ada meski presentasenya kecil, terutama jika
kondom pecah atau bocor.
Selengkapnya:
http://www.aids-ina.org/modules.php?name=&file=article&sid=1708
10. Pasien HIV Ditolak Dirawat di RS Sulianti Saroso
Kompas.Com, 28 Agustus
2009
JAKARTA, KOMPAS.com — Kesi (39), warga Kampung Benting, Kelurahan
Tugu Utara, Koja, Jakarta Utara, yang terinfeksi virus HIV tidak bisa
dirawat di RS Sulianti Saroso. Alasannya, ruang Dahlia di rumah sakit hanya
untuk pasien flu babi.
Kesi yang tubuhnya terlihat kurus tergeletak di ruang Instalasi Gawat
Darurat tanpa diinfus. Padahal, dia sudah dua bulan terakhir tidak bisa
makan akibat jamur yang memenuhi lidah dan tenggorokannya.
Selengkapnya:
http://www.aids-ina.org/modules.php?name=&file=article&sid=1707
11. Masyarakat Bali
Sering Tolak Jenazah ODHA
Kompas.Com, 28 Agustus
2009
DENPASAR, KOMPAS.com — Masyarakat pedesaan ataupun perkotaan di Pulau
Dewata masih sulit hidup bersama orang dengan HIV/AIDS (ODHA), termasuk
menerima jenazahnya. Kuatnya penolakan di masyarakat karena mereka masih
khawatir dengan penularan penyakit yang dianggap mematikan tersebut dan
minim informasi.
Karena itu, kalangan tokoh agama di Pulau Dewata sepakat untuk membantu
menghilangkan diskriminasi terhadap ODHA tersebut di masyarakat luas.
Bantuan tersebut akan direalisasikan dengan membentuk tim relawan dari
kalangan rohaniawan untuk menjadi pendamping. Tim relawan tersebut dari
sejumlah lembaga swadaya masyarakat yang sudah aktif ke masyarakat.
Selengkapnya:
http://www.aids-ina.org/modules.php?name=&file=article&sid=1706
12. 9 PSK Pantai Parangkusumo Positif HIV-AIDS
OkeZone.Com, 28 AGustus
2009
BANTUL - Maraknya prostitusi di Kawasan Pantai Selatan Yogyakarta berakibat
pada penularan penyakit mematikan HIV-AIDS. Setidaknya dalam kurun satu
semeter ini terdapat sembilan pekerja seks komersial (PSK) di kawasan ini
dinyatakan positif mengidap HIV-AIDS.
"Jumlah penderita itu masih sama dari bulan Januari
2009 yang lalu hingga bulan ini. Hampir 90 persen lebih penderitanya adalah
PSK yang menjajakan diri di kawasan Pantai Selatan Bantul khususnya pantai
Parangkusumo," kata Kepala Dinkes Pemkab Bantul Siti Noor Zaenab,
Jumat (28/8/2009)
Selengkapnya:
http://www.aids-ina.org/modules.php?name=&file=article&sid=1705
13. Satu Bulan Tiga Penderita AIDS Meninggal
Suara Merdeka,
28 Agustus 2009
Blora, CyberNews. Perkembangan penyakit HIV/AIDS di Blora patut diwaspadai.
Dalam satu bulan terakhir, warga Blora yang meninggal dunia karena
pepenyakit AIDS sebanyak tiga orang. Jumlah tersebut merupakan terbanyak
dan sebelumnya tidak pernah terjadi di Blora.
Fenomena gunung es yang penyertai perkembangan penyakit menular seksual
tersebut memungkinkan jumlah penderitanya semakin banyak.
Selengkapnya:
http://www.aids-ina.org/modules.php?name=&file=article&sid=1704
14. 80 Persen Pengidap AIDS Perempuan
Batam Pos, 28 Agustus
2009
BATAM (BP) - Kepala Badan Pemberdayaan Perempuan Kota Batam, Nurmadiah
mengatakan dari 145 pengidap penderita HIV AIDS selama semester pertama
2009, sebagian besar penderita virus HIV AIDS tersebut perempuan.
”Sebanyak 80 persen penderitanya adalah perempuan, dan kita tidak
dapat mengingkari, rata-rata survei yang kita lakukan bekerja sama dengan
rumah sakit di Batam, para penderita tersebut adalah PSK,” ujar
Nurmadiah kepada Batam Pos di Batam Center, Kamis (27/8).
Selengkapnya:
http://www.aids-ina.org/modules.php?name=&file=article&sid=1703
15. Penderita IMS memiliki peluang lebih besar terjangkit
HIV/AIDS
Waspada Online, 28 Agustus
2009
MEDAN -
Penderita penyakit Infeksi Menular Seksual (IMS) memiliki peluang lebih
besar terjangkit Human Immunodeficiency Virus/Aquired Immuno Deficiency
Syndrome (HIV/AIDS) dibanding orang yang belum pernah menderita IMS.
“Peluang terjangkit HIV/AIDS mencapai 5 – 9 kali lebih besar
dibanding orang-orang yang tidak pernah terkena IMS,” kata direktur
jenderal Pengendalian Penyakit dan Penyehatan Lingkungan (P2PL) Departemen
Kesehatan RI, Tjandra Yoga Aditama, tadi malam.
Selengkapnya:
http://www.aids-ina.org/modules.php?name=&file=article&sid=1702
16. Pengguna PSK Berisiko Tinggi Terkena HIV
Koran SINDO, 28 Agustus
2009
PALEMBANG (SI)
– Ini peringatan keras bagi pria yang biasa berkencan dengan pekerja
seks komersial (PSK). Pasalnya, berdasarkan hasil dari pemetaan (mapping)
yang dilakukan Badan Narkotika Kota (BNK) Palembang, ternyata pria yang menjadi
teman kencan PSK paling besar berpotensi terkena HIV.
Kepala BNK Kota Palembang Zailani UD menjelaskan, mapping yang dilakukan
BNK tersebut telah dibuat sejak Juli lalu dan melalui penjangkau yang
diterjunkan khusus untuk mendapatkan data penderita HIV dan AIDS.
“Kami sarankan warga yang termasuk risiko tinggi, seperti waria, PSK,
termasuk pasangannya dan pengguna jarum suntik, untuk periksakan diri,
apakah terkena HIV atau tidak,” jelasnya kemarin.
Selengkapnya:
http://www.aids-ina.org/modules.php?name=&file=article&sid=1701
17. Agamawan Sepakat Tak Diskriminasi Jenazah Pengidap
HIV/AIDS
Tempo Interaktif, 27 Agustus
2009
TEMPO Interaktif, Denpasar - Kalangan tokoh agama di Bali
sepakat untuk tak akan melakukan diskriminasi terhadap jenazah pengidap
HIV/AIDS. Pengurus Parisadha Hindu Dharma Indonesia Bali Raka Santeri
menyatakan, diskriminasi terjadi karena masyarakat masih menggunakan
perasaan saat menangani jenazah. "Padahal virus sudah tidak menular
beberapa saat ketika pengidapnya meninggal," ujarnya Kamis (27/8).
Pihaknya akan membentuk tim relawan untuk mendampingi kalangan Lembaga Swadaya
Masyarakat terjun ke desa-desa di Bali untuk menyosialisasikan masalah ini.
Selengkapnya:
http://www.aids-ina.org/modules.php?name=&file=article&sid=1700
18. Target AIDS Terancam Gagal
Suara Pembaharuan, 27
Agustus 2009
Evaluasi
Program MDGs
[JAKARTA] Target Millennium Development Goals (MDGs) yang berakhir tahun
2015, khususnya tujuan keenam, yakni penanganan berbagai penyakit menular
paling berbahaya, terutama Human Immunodeficiency Virus (HIV)/Acquired
Immune Deficiency Syndrome (AIDS) di Indonesia, terancam gagal. Hingga saat
ini kasus HIV/AIDS masih tinggi yang menurut estimasi terbaru 2009 dari
Departemen Kesehatan (Depkes) masih mencapai sekitar 277.000 orang.
Kasubdit AIDS dan Penyakit Menular Seksual (PMS) Departemen Kesehatan, Dyah
Mustikawati yang dihubungi SP di Jakarta, Selasa (25/8) bahkan menyebutkan,
angka ini diperkirakan akan meningkat menjadi 501.000 pada 2014, seiring
dengan terjadinya kasus baru (infeksi baru HIV). Sebab, setiap tahun
terjadi peningkatan sekitar 50.000 kasus baru yang terinfeksi HIV.
Selengkapnya:
http://www.aids-ina.org/modules.php?name=&file=article&sid=1699
19. 3,6 Juta Pecandu Narkoba di Indonesia
Suara Merdeka, 27 Agustus
2009
Jambi, CyberNews. Widya Iswara Balai Diklat Badan Narkotika Nasional (BNN),
RA Kadarmanta, S.Sos, MM, mengatakan, di Indonesia saat ini terdata ada 3,6
juta pecandu nakotika dan obat-obatan (narkoba).
Ketika memberikan sambutan pada rapat koordinasi Badan Narkotika Provinsi
(BNP) Jambi di Jambi, Rabu, ia menjelaskan, berdasarkan pengamatan pakar,
sebenarnya karakteristik kejahatan narkoba yang muncul ke permukaan saat
ini hanya 10 persen.
Selengkapnya:
http://www.aids-ina.org/modules.php?name=&file=article&sid=1698
20. Empat Napi di Nusakambangan Idap HIV/AIDS
Republika Online, 27 Agustus
2009
CILACAP--Pengelola penjara di Nusakambangan Kabupaten Cilacap diminta
meningkatan kewaspadaan. Hal ini karena, berdasarkan temuan KPA (Komisi
Penanggulangan AIDS) Kabupaten Cilacap, di lingkungan penjara Nusakambangan
ditemukan empat napi yang mengidap virus HIV (human immunodeficiency virus)
penyebab penyakit AIDS.
''Mereka kami temukan dalam kegiatan VCT (voluntary counsulting and
testing) mobile yang kita lakukan selama setahun ini,'' jelas Ketua KPA
(Komite Penanggulangan AIDS) Cilacap, Sardjono, Kamis (27/8). Saat ditanya
tepatnya di LP mana napi pengidap HIV itu ditahan, Sardjono enggan
menyebutkan.
Selengkapnya:
http://www.aids-ina.org/modules.php?name=&file=article&sid=1697
21. 22 Penderita AIDS Tewas
Batam Pos, 27 Agustus
2009
BATAM (BP) - Tanpa disadari, sejak bulan Januari hingga Juli tahun ini
sudah 22 penderita Human Immunodeficiency Virus (HIV) dan Acquired
Immunodeficiency Syndrome (Aids) di Batam tewas di Rumah Sakit Budi
Kemuliaan (RSBK).
Data yang diperoleh Batam Pos dari rumah sakit tersebut, angka kematian
paling banyak terjadi pada bulan Mei, yakni sebanyak enam orang. Lima
bulan lainnya rata-rata sebanyak tiga orang per bulannya.
Selengkapnya:
http://www.aids-ina.org/modules.php?name=&file=article&sid=1696
22. Meski Disunat Homoseksual Tetap Rentan HIV
Banjarmasin Post, 27
Agustus 2009
KENDATI sunat sudah terbukti bisa mencegah penularan virus HIV pada pria di
Afrika, ternyata efek serupa tidak ditemukan pada pria homoseksual.
"Sunat ternyata tidak bisa mencegah penularan HIV di antara pria
gay," kata Dr Peter Kilmarx, Kepala Divisi Epidemiologi dan HIV dari
Center for Disease Control and Prevention (CDC), AS. Walau begitu, CDC
masih mempertimbangkan untuk merekomendasikan sunat pada kelompok lain,
seperti anak laki-laki dan pria heteroseksual yang beresiko tertular.
Selengkapnya:
http://www.aids-ina.org/modules.php?name=&file=article&sid=1695
23. 3, 14 juta pelanggan PSK terinfeksi HIV/AIDS
Waspada Online, 26 Agustus
2009
MEDAN - Kasus
Human Immunodeficiency Virus/Aquired Immuno Deficiency Syndrome (HIV/AIDS)
di Indonesia diibaratkan seperti fenomena gunung es. Dimana, kasus yang
terdata jauh lebih kecil dibanding jumlah yang tidak terdata.
"Populasi tertinggi yang terinfeksi HIV/AIDS adalah pelanggan Pekerja
Seks Komersial (PSK) dengan angka estimasi mencapai 3,14 juta orang,"
kata kadis kesehatan Sumut, Candra Syafei, melalui manager global fund
dinas kesehatan Sumut, Andi Ilham Lubis, tadi malam.
Selengkapnya:
http://www.aids-ina.org/modules.php?name=&file=article&sid=1694
24. Stok ARV Aman, Tapi Dijatah
Harian Global, 26 Agustus
2009
Written by Yuni
Akibat penyakit menular Human Immune Virus/Acquired Immunedeviciency
Syndrome (HIV/AIDS) kewajiban bagi Orang Dengan HIV /AIDS (ODHA) untuk
mengonsumsi obat Anti Retro Viral sepertinya diwajibkan. Setidaknya untuk
mengganti kekebalan tubuh yang habis ”disedot” virus.
Namun, obat Anti Retro Viral (ARV) yang tidak boleh putus penggunaannya
justru di RSUP H Adam Malik Medan harus dijatah. Meski, stok ARV hingga
akhir tahun 2009, dipastikan aman.
Selengkapnya: http://www.aids-ina.org/modules.php?name=&file=article&sid=1693
25. Mayoritas Pengidap HIV/AIDS Enggan Ikuti Konseling
Tempo Interaktif, 26 Agustus
2009
TEMPO Interaktif, Semarang - Sekitar 74 persen dari delapan ribu pengidap
HIV/AIDS di Jawa Tengah, masih belum mau memeriksakan diri melalui
konseling secara sukarela di Voluntary Counseling and Testing (VCT) yang
sudah disediakan di wilayah itu. “Dari perkirakan pengidap delapan
ribu orang, baru 2.100 pengidap yang sudah mau memeriksakan diri di
VCT,” kata Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Tengah Hartanto, Rabu
(26/8).
Hartanto mengatakan, kesadaran pengidap untuk memeriksakan diri memang
masih rendah. Sebagian pengidap HIV/AIDS enggan memeriksakan diri ke VCT
karena menganggap pemeriksaan ini tidak terlalu penting.
Selengkapnya:
http://www.aids-ina.org/modules.php?name=&file=article&sid=1692
26. Ustadz: HIV/AIDS tak Ada Jika Pelacuran Tiada
Republika Online, 26 Agustus
2009
BANJARMASIN--Mantan Ketua Umum Pengurus Pusat Taman Pendidikan Alquran,
ustadz H. Chairani Ideris menyatakan, penyakit atau penderita HIV/AIDS
tidak akan ada, jika pelacuran dan pergaulan seks bebas tiada.
"Sebaliknya selama pelacuran dan seks bebas masih ada, maka penyakit itu
tak akan pernah tiada," tandas mantan Ketua Umum Pengurus Wilayah
Pelajar Islam Indonesia (PII) Provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel) dalam
ceramah subuh di Masjid Raya Sabilal Muhtadin Banjarmasin, Rabu (26/8).
Selengkapnya:
http://www.aids-ina.org/modules.php?name=&file=article&sid=1691
27. Sunat Tak Lindungi Pria ''Gay'' dari HIV
Kompas.Com, 26 Agustus
2009
KOMPAS.com — Kendati sunat sudah terbukti bisa mencegah penularan
virus HIV pada pria di Afrika, ternyata efek serupa tidak ditemukan pada
pria homoseksual.
"Sunat ternyata tidak bisa mencegah penularan HIV di antara pria
gay," kata Dr Peter Kilmarx, Kepala Divisi Epidemiologi dan HIV dari
Center for Disease Control and Prevention (CDC), AS. Walau begitu, CDC
masih mempertimbangkan untuk merekomendasikan sunat pada kelompok lain,
seperti anak laki-laki dan pria heteroseksual yang beresiko tertular.
Selengkapnya:
http://www.aids-ina.org/modules.php?name=&file=article&sid=1690
28. Kurikulum Soal AIDS dan Narkoba
Tribun Jabar, 26 Agustus
2009
SETELAH melewati pengkajian mendalam selama beberapa waktu, Dinas
Pendidikan (Disdik) Kota Bandung akhirnya memasukkan pelajaran tentang
narkoba dan HIV/AIDS ke dalam kurikulum sekolah mulai tahun ajaran
2010/2011.
Rencananya, mata pelajaran Narkoba dan HIV/AIDS ini akan ditangani langsung
para guru Bimbingan dan Penyuluhan (BK) yang sebelumnya telah dibekali
pengetahuan khusus. Setiap siswa akan mengikutinya selama satu jam paling
tidak sepekan satu kali.
Selengkapnya:
http://www.aids-ina.org/modules.php?name=&file=article&sid=1689
29. Wah... Bandung
Masukkan Narkoba dan HIV/AIDS sebagai Kurikulum!
Kompas.Com, 26 Agustus
2009
BANDUNG,
KOMPAS.com — Setelah melewati pengkajian mendalam selama beberapa
waktu, Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Bandung akhirnya memasukkan materi
pelajaran tentang narkoba dan HIV/AIDS ke dalam kurikulum sekolah mulai
tahun ajaran 2010/2011.
Rencananya, mata pelajaran narkoba dan HIV/AIDS itu akan ditangani langsung
oleh para guru Bimbingan dan Penyuluhan (BK) yang sebelumnya telah dibekali
pengetahuan khusus. Setiap siswa akan mengikutinya selama satu jam, paling
tidak satu kali dalam sepekan.
Selengkapnya:
http://www.aids-ina.org/modules.php?name=&file=article&sid=1688
30. Narkoba dan HIV/AIDS Masuk dalam Kurikulum
Banjarmasin Post, 26
Agustus 2009
BANDUNG, RABU - Setelah melewati pengkajian mendalam selama beberapa waktu,
Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Bandung akhirnya memasukkan materi pelajaran
tentang narkoba dan HIV/AIDS ke dalam kurikulum sekolah mulai tahun ajaran
2010/2011.
Rencananya, mata pelajaran Narkoba dan HIV/AIDS itu akan ditangani langsung
oleh para guru Bimbingan dan Penyuluhan (BK) yang sebelumnya telah dibekali
pengetahuan khusus. Setiap siswa akan mengikutinya selama satu jam, paling
tidak satu kali dalam sepekan.
Selengkapnya:
http://www.aids-ina.org/modules.php?name=&file=article&sid=1687
|