Search the web
Sign In
New User? Sign Up
tb-hiv_indonesia · TB-HIV Indonesia
? Already a member? Sign in to Yahoo!

Yahoo! Groups Tips

Did you know...
Show off your group to the world. Share a photo of your group with us.

Best of Y! Groups

   Check them out and nominate your group.
Having problems with message search? Fill out this form to ensure your group is one of the first to be migrated to the new message search system.

Messages

  Messages Help
Advanced
Kliping Media Masa Terbaru di www.aids-ina.org   Message List  
Reply | Forward Message #168 of 195 |
Kliping Media Masa Terbaru di www.aids-ina.org

Kumpulan Berita Media Massa
HIV-AIDS dan Narkoba
Dari Tanggal: 8 June 2009 Sampai Tanggal: 15 June 2009


 

1. DANA BERGULIR: KDS Dapat Rp30 Juta dari KPA Nasional

Lampung Post, 12 Juni 2009

BANDAR LAMPUNG (Lampost): Dua kelompok dukungan sebaya (KDS) di Lampung mendapat pinjaman modal dari Komisi Penanggulangan AIDS (KPA) Nasional. Masing-masing kelompok mendapat pinjaman sebesar Rp15 juta. KDS yang mendapat bantuan adalah Community Care dan Paradise Support.

KDS adalah kelompok yang beranggotakan orang dengan HIV dan AIDS (ODHA) dan orang hidup dengan HIV dan AIDS (ohidha).


Selengkapnya: http://www.aids-ina.org/modules.php?name=&file=article&sid=1234



2. Empat bulan, HIV/AIDS serang 17 orang

Waspada Online, 12 Juni 2009

AGUNG WIBOWO

JOMBANG - Perkembangan HIV/AIDS di Jombang cukup mengkhawatirkan. Bayangkan, dalam empat bulan terakhir ini sudah terdapat 17 orang yang positif mengidap penyakit mematikan tersebut. Ke-17 orang itu tersebar di Kabupaten Jombang. Untuk mengantisipasi virus itu JCC (Jombang Care Centre) terus melakukan pemantauan.

Kepastian itu dilontarkan Fatonah (25), aktivis JCC. Menurut alumni Universitas Darul Ulum ini, dalam empat bulan terakhir, lembaganya sudah mengantongi 17 orang yang positif mengidap HIV/AIDS. Selanjutnya, seluruh nama tersebut mendapatkan pemantauan secara ketat.


Selengkapnya: http://www.aids-ina.org/modules.php?name=&file=article&sid=1233



3. Diperkirakan 40 ribu anak Indonesia korban seksual

Waspada Online, 12 Juni 2009

MEDAN - Diperkirakan 40 ribu hingga 70 ribu anak Indonesia telah menjadi korban eksploitasi seksual komersil anak (ESKA), yang sebagian besar dipaksa melalui perdagangan seks dan terbanyak di Bali.

"Data UNICEF menyebutkan pada tahun 1998 di Indonesia, sekitar 30 persen pelaku kegiatan prostitusi adalah anak berusia di bawah 18 tahun dan ada yang umur 10 tahun," kata Direktur Pemberdayaan Masyarakat Departemen Kebudayaan dan Pariwisata, Bakri, di Medan, tadi pagi.

Dia berbicara pada "Sosialisasi Kampanye Pencegahan ESKA di Lingkungan Pariwisata" yang dihadiri berbagai kalangan. Menurut data, katanya, kasus ESKA terbanyak di Bali, Batam, dan Nusa Tenggara Barat.

"Medan juga tergolong banyak di mana praktik ESKA pada umumnya berlangsung di pusat-pusat prostitusi dan usaha pariwisata," katanya.


Selengkapnya: http://www.aids-ina.org/modules.php?name=&file=article&sid=1232



4. 40 – 70 Ribu Anak Indonesia Korban Seksual

Harian Berita Sore, 12 Juni 2009

Medan ( Berita ) : Diperkirakan 40 ribu hingga 70 ribu anak Indonesia telah menjadi korban eksploitasi seksual komersil anak (ESKA), yang sebagian besar dipaksa melalui perdagangan seks dan terbanyak di Bali.

“Data UNICEF menyebutkan pada tahun 1998 di Indonesia, sekitar 30 persen pelaku kegiatan prostitusi adalah anak berusia di bawah 18 tahun dan ada yang umur 10 tahun,” kata Direktur Pemberdayaan Masyarakat Departemen Kebudayaan dan Pariwisata, Bakri, di Medan, Kamis [11/06] .


Selengkapnya: http://www.aids-ina.org/modules.php?name=&file=article&sid=1231



5. Seorang bayi di Aceh positif mengidap HIV

Waspada Online, 12 Juni 2009

BANDA ACEH - Seorang bayi berusia dua tahun di Aceh dinyatakan positif mengidap HIV dan kini telah menjalani terapi antiretroviral (ARV).

"Bayi ini merupakan pengidap HIV berusia paling muda yang menjalani terapi ARV di Aceh," kata Muhammad Rizal, Koordinator Jaringan Orang Terinfeksi HIV Indonesia (JOTHI) Provinsi Aceh di Banda Aceh, tadi sore.

Rizal mengatakan, bayi tersebut tertular dari ibunya. Sedangkan awalnya sang ibu sendiri tidak mengetahui bahwa dirinya telah mengidap virus yang belum ditemukan obatnya itu.


Selengkapnya: http://www.aids-ina.org/modules.php?name=&file=article&sid=1230



6. Seorang Bayi di Aceh Positif Idap HIV

Banjarmasin Post, 12 Juni 2009

BANDA ACEH -- Seorang bayi berusia dua tahun di Aceh dinyatakan positif mengidap HIV dan kini telah menjalani terapi antiretroviral (ARV).

"Bayi ini merupakan pengidap HIV berusia paling muda yang menjalani terapi ARV di Aceh," kata Muhammad Rizal, Koordinator Jaringan Orang Terinfeksi HIV Indonesia (JOTHI) Provinsi Aceh di Banda Aceh, Jumat.


Selengkapnya: http://www.aids-ina.org/modules.php?name=&file=article&sid=1229



7. Seorang Bayi Di Aceh Positif Mengidap HIV

Harian Berita Sore, 12 Juni 2009

Banda Aceh ( Berita ) : Seorang bayi berusia dua tahun di Aceh dinyatakan positif mengidap HIV dan kini telah menjalani terapi antiretroviral (ARV).

“Bayi ini merupakan pengidap HIV berusia paling muda yang menjalani terapi ARV di Aceh,” kata Muhammad Rizal, Koordinator Jaringan Orang Terinfeksi HIV Indonesia (JOTHI) Provinsi Aceh di Banda Aceh, Jumat [12/06] .


Selengkapnya: http://www.aids-ina.org/modules.php?name=&file=article&sid=1228



8. Dinkes Sumut rencanakan PTRM masuk rutan Tanjung Gusta

Waspada Online, 11 Juni 2009

DAVID SWAYANA

MEDAN - Dinas Kesehatan Sumatera Utara berencana memasukkan Program Terapi Rumatan Methadone (PTRM) ke Rumah Tahanan (Rutan) Tanjung Gusta, Medan. Gagasan ini muncul setelah 50 tahanan mengalami sakau (gejala putus zat) akibat terhentinya PTRM dari RSUP H. Adam Malik.

"Kita masih menunggu surat dari Kepala Rutan agar PTRM ini bisa masuk ke Rutan," kata Kadis Kesehatan Sumut, Candra Syafei, melalui Manager Program Global Fund Dinas Kesehatan Sumut Andi Ilham Lubis, tadi malam.

Menurut Andi, beberapa hari lalu Dinas Kesehatan Sumut berkunjung ke Rutan Tanjung Gusta dan melakukan pertemuan guna mencari solusi bagi permasalahan PTRM.


Selengkapnya: http://www.aids-ina.org/modules.php?name=&file=article&sid=1227



9. Penderita HIV/AIDS Di Bali Semakin Mengkhawatirkan

Harian Berita Sore, 11 Juni 2009

Denpasar ( Berita ) : Penularan virus HIV/AIDS di Bali kini dalam kondisi yang semakin mengkhawatirkan, karena penderita hilangnya kekebalan tubuh itu menunjukkan kecenderungan meningkat.

“Pasien yang dirawat di Klinik VCT RSUP Sanglah tercatat 4.000 orang, 966 orang, diantaranya positif tertular virus HIV/AIDS selama periode 2004-April 2009,” kata Kepala Seksi Pelayanan Medis Rawat Khusus RSUP Sanglah, dokter Ida Ayu Miswarihati di Denpasar Rabu [10/06]


Selengkapnya: http://www.aids-ina.org/modules.php?name=&file=article&sid=1226



10. 300 ODHA butuh obat ARV

Waspada Online, 10 Juni 2009

MEDAN - Berdasarkan data yang diperoleh, tadi malam, di Klinik VCT - Pusyansus (Voluntary Conseling and Testing - Pusat Pelayanan Khusus) RSUP H. Adam Malik, jumlah pasien yang dirawat di rumah sakit itu, sebanyak 431 orang dengan pasien baru 30 orang.

Koordinator VCT-Pusyansus RSUP HAM Medan Rahmat Nur Kurniawan didampingi Kassubag Humas Sairi M Saragih mengatakan, pasien yang dirawat merupakan pasien umum, pengguna kartu Askes dan Jamkesmas. Pasien umum sebanyak 309 dengan perincian pasien lama berjumlah 288 orang dan baru 21 orang, pengguna kartu Askes sebanyak 12 orang dengan perincian pasien lama 11 orang dan baru 1 orang serta pengguna kartu Jamkesmas sebanyak 110 orang dengan perincian pasien lama sebanyak 102 orang dan baru 8 orang.


Selengkapnya: http://www.aids-ina.org/modules.php?name=&file=article&sid=1225



11. Numerous people with HIV/AIDS in Banyumas

the Jakarta Post Online, 10 Juni 2009

BANYUMAS, C. Java: The number of people with HIV/AIDS in Banyumas regency was the second highest in the province after Semarang, the regency AIDS committee secretary Sudjatmiko said Tuesday.

Sudjatmiko said, as of May this year, the regency, which has a population of 1.6 million, had 323 people with HIV/AIDS - 253 HIV- and 70 AIDS-positive - excluding 36 people who had already died.


Selengkapnya: http://www.aids-ina.org/modules.php?name=&file=article&sid=1224



12. Malnutrition worsens in children with HIV/AIDS

the Jakarta Post Online, 09 Juni 2009

Yemris Fointuna, The Jakarta Post , Kupang | Tue, 06/09/2009 10:47 AM

The health of seven children with HIV/AIDS at shelters in East Nusa Tenggara is jeopardized by weak immune systems and malnutrition, an executive said Monday.

The provincial HIV/AIDS commission secretary Husein Pancratius said the children, all aged under 5 years old, were susceptible to catching other diseases such as diarrhea and tuberculosis, due to their weak health conditions.

"Malnourished children have low immune systems so they contract other diseases easily. The children are currently at malnutrition rehabilitation centers," Pancratious said.


Selengkapnya: http://www.aids-ina.org/modules.php?name=&file=article&sid=1223



13. Dukungan Hukum dan HAM dalam Penanggulangan HIV

Pos Kupang, 09 Juni 2009

Oleh Simplexius Asa, Staf pengajar FH Undana

TEPAT pada tanggal 3-6 Mei 2009, di sebuah gedung megah persis di depan Musei Vaticani-Kota Roma, tempat berkantornya The International Development Law Organisation (IDLO), berlangsung The International Expert Meeting on Strengthened and Expanded Legal Services for People Living with HIV and Vulnerable Groups.

Forum yang diselenggarakan dalam joint cooperation antara IDLO, UNDP dan UNAIDS, dirancang untuk memfokuskan diskusi dan pembahasan tentang pemberian layanan bantuan hukum kepada orang yang terinfeksi HIV dan kelompok-kelompok kunci, yang dahulu disebut secara stigmatize sebagai kelompok rentan terhadap penularan virus HIV.

Dalam term of reference yang dikirim kepada para peserta diterangkan: "Too often people living with HIV and experiencing related legal problems do not know where to get informed, affordable, non-judgmental advice. Lawyers are often ignorant of HIV basics, judgmental about sexual or drug-taking behaviour or unaware of important developments of laws and policies, judicial decisions, public policy arguments, which could assist their clients."


Selengkapnya: http://www.aids-ina.org/modules.php?name=&file=article&sid=1222



14. Butuh Perhatian Lebih dalam Menanggulangi HIV/AIDS

Pos Kupang, 09 Juni 2009

PEMBERITAAN media ini mengenai tiga orang bayi usia di bawah lima tahun (balita) di Kabupaten Manggarai positif mengidap HIV/AIDS dan dirawat tim medis Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Ruteng, menarik perhatian kita.

Menarik karena penyakit yang disebabkan oleh virus yang menyerang sistem kekebalan tubuh ini menyerang tiga orang balita yang tidak berdosa. Tentu ketiga bayi ini terkena virus mematikan itu dari orangtua mereka. Selama ini, warta media kebanyakan tentang orang dewasa yang positif terkena HIV/AIDS.

Darimana virus menakutkan itu? Ilmu kesehatan bisa menjawabnya. Tetapi sebenarnya, pemicu utama masuknya virus tersebut ke dalam tubuh manusia berawal dari perilaku. Ketidakmampuan pengendalian diri mengakibatkan orang berperilaku seks bebas.


Selengkapnya: http://www.aids-ina.org/modules.php?name=&file=article&sid=1221



15. Cek penyakit AIDS syarat nikah perlu didukung

Waspada Online, 09 Juni 2009

MEDAN - Mengecekan kesehatan bebas penyakit HIV/AIDS sebagai syarat menikah perlu didukung dan disambut baik, karena pemikiran tersebut cukup cemerlang dalam upaya menyelamatkan kehidupan masyarakat dari penyakit yang menakutkan itu.

Hal tersebut ditegaskan Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI) Sumatera Utara, Abdullah Syah, di Medan, tadi siang, ketika diminta pendapatnya mengenai cek penyakit HIV/AIDS sebagai syarat nikah tersebut.

Wacana tentang pengecekan HIV/AIDS itu pertama kali dilontarkan pejabat di Pemprov Bengkulu, tujuannya untuk menyelamatkan warga agar keturunannya nanti tidak tertular dari penyakit berbahaya akibat menurunnya kekebalan tubuh itu.

Abdullah Syah, yang juga Guru Besar IAIN Sumut, menyatakan program yang dibuat Pemprov Bengkulu dinilai sangat bagus dan perlu diikuti provinsi lain.


Selengkapnya: http://www.aids-ina.org/modules.php?name=&file=article&sid=1220



16. Selama bulan Mei, Adam Malik terima 431 pasien HIV/AIDS

Waspada Online, 09 Juni 2009

PRAWIRA SETIABUDI


MEDAN - Selama bulan Mei 2009, unit VCT (Voluntary and Counseling Testing) Posyansus (Pos pelayanan khusus) HIV/AIDS RSUP H Adam Malik Medan mendapat kunjungan 431 orang pasien.

Menurut ketua konselor VCT pelayanan Posyansus HIV/AIDS RSUP H Adam Malik Medan, Rahmad Kurniawan, diantara 431 orang tersebut, 208 merupakan pasien lama, 28 orang pasien baru dan 1 diantaranya meninggal dunia.

"Menurut petugas korban yang meninggal merupakan seorang caleg laki-laki berusia 40 tahun warga Medan, yang masuk ke Adam Malik hari Sabtu, dan baru sehari dirawat dia sudah meninggal dunia," kata Rahmad, kepada Waspada Online, malam ini.


Selengkapnya: http://www.aids-ina.org/modules.php?name=&file=article&sid=1219



17. Pansus II Tembus Singapura

Manado Post, 09 Juni 2009

MANADO—Berbekal studi banding ke Batam tim Panitia Khusus (Pansus) II, kabarnya tembus ke negara tetangga Singapura pada akhir pekan kemarin. Keberangkatan rombongan yang sebagian besar personil DPRD Sulut itu berkaitan dengan pembahasan rancangan peraturan daerah (Ranperda) HIV/AIDS. Informasi dari di lingkungan Sekretariat Dewan, rombongan Pansus berangkat ke Batam melalui Jakarta, dengan dua kloter, Kamis (04/06) dan Jumat (05/6) lalu. Untuk memantau langsung lokalisasi pekerja seks komersil (PSK) di Batam. Ternyata itu belum cukup, karena Sabtu (06/6), mereka menyeberang ke Singapura dengan kapal feri.


Selengkapnya: http://www.aids-ina.org/modules.php?name=&file=article&sid=1218



18. Medan Lampu Merah Penyebaran HIV/AIDS

Harian Berita Sore, 09 Juni 2009

MEDAN (Berita): Pe-nanggulangan penyebaran HIV/AIDS di Kota Medan, bakalan tidak akan berjalan mulus. Pasalnya, meski memiliki dana yang cukup serta LSM peduli AIDS cukup banyak, namun koordina-si yang lemah menjadi faktor utama terhambat-nya usaha pencegahan penyebaran HIV/AIDS.
,br /> Hal tersebut diungkapkan oleh Badurani Lubis, seorang pegiat AIDS, kemarin. Menurut salah satu pendiri Galatea ini, Kota Medan sudah termasuk dalam kategori lampu merah untuk usaha penaggulangan penyebaran HIV/AIDS. ‘Jangan tanya soal dana, kita punya banyak dan berlimpah. Lalu soal LSM? Berapa banyak LSM yang sangat peduli dengan AIDS? Semua kita punya,’ ujarnya.


Selengkapnya: http://www.aids-ina.org/modules.php?name=&file=article&sid=1217



19. MUI: Cek Penyakit Aids Syarat Nikah Perlu Didukung

Harian Berita Sore, 09 Juni 2009

Medan ( Berita ) : Mengecekan kesehatan bebas penyakit HIV/AIDS sebagai syarat menikah perlu didukung dan disambut baik, karena pemikiran tersebut cukup cemerlang dalam upaya menyelamatkan kehidupan masyarakat dari penyakit yang menakutkan itu.

Hal tersebut ditegaskan Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI) Sumatera Utara, Prof Dr. Abdullah Syah, MA di Medan, Senin [08/06] , ketika diminta pendapatnya mengenai cek penyakit HIV/AIDS sebagai syarat nikah tersebut.

Wacana tentang pengecekan HIV/AIDS itu pertama kali dilontarkan pejabat di Pemprov Bengkulu, tujuannya untuk menyelamatkan warga agar keturunannya nanti tidak tertular dari penyakit berbahaya akibat menurunnya kekebalan tubuh itu.


Selengkapnya: http://www.aids-ina.org/modules.php?name=&file=article&sid=1216



20. Mei, 431 Pasien HIV/AIDS Dirawat di RSUP HAM

Harian Analisa, 09 Juni 2009

Berdasarkan data di Pusat Pelayanan Khusus (Pusyansus) di Klinik Caluntry Conseling and Testing (VCT) khusus penanganan HIV/AIDS jumlah pasien yang dirawat di Rumah Sakit Umum Pusat Haji Adam Malik (RSUP HAM) Medan selama Mei 2009 sebanyak 431 orang.

Demikian diungkapkan Koordinator VCT-Pusyansus RSUP HAM Medan Rahmat Nur Kurniawan, S. Psi didampingi Kassubag Humas RSUP HAM Sairi M Saragih kepada wartawan di ruang kerjanya, Senin (8/6).

Pasien HIV/AIDS yang dirawat di rumah sakit ini kata Rahmat ada pasien umum, pengguna kartu Askes dan Jamkesmas. Pasien umum sebanyak 309 dengan perincian pasien lama berjumlah 288 orang dan baru 21 orang, pengguna kartu Askes sebanyak 12 orang dengan perincian pasien lama 11 orang dan baru 1 orang serta pengguna kartu Jamkesmas sebanyak 110 orang dengan perincian pasien lama sebanyak 102 orang dan baru 8 orang.


Selengkapnya: http://www.aids-ina.org/modules.php?name=&file=article&sid=1215



21. MUI setuju tes HIV jadi syarat nikah

Waspada Online, 08 Juni 2009

BENGKULU - Wacana agar tes HIV/AIDS menjadi salah satu syarat sebelum menikah terus menggelinding. Majelis Ulama Indonesia (MUI) mengamini ide itu. Sebelum menikah, MUI menganjurkan tes kesehatan ini dilakukan para pasangan. Sebab, angka korban HIV/AIDS terus meningkat.

"Yang jadi masalah orang sehat menikah dengan pengidap HIV/AIDS. Ini perlu dipertimbangkan. Kalau sudah saling mengetahui, tetapi masih ngotot mau menikah silakan saja," kata Ketua MUI Bengkulu, KHA Daroini, tadi pagi.

Ia mengakui masalah HIV/AIDS memang sensitif. Tetapi bila tidak segera dicarikan solusi akan membahayakan jiwa mereka berdua dan keturunan. Pernikahan para pengidap HIV/AIDS tidak akan dilarang sepanjang syarat-syarat nikah terpenuhi.


Selengkapnya: http://www.aids-ina.org/modules.php?name=&file=article&sid=1214



22. IDI: Tak beretika dokter diskriminasi ODHA

Waspada Online, 08 Juni 2009

PRAWIRA SETIABUDI

MEDAN - Dokter dan perawat yang melakukan diskriminasi terhadap pasien HIV/AIDS (Human Immunodeficiency Virus/Acquired Immune Deficiency Syndrome), dinilai tidak memiliki etika.
Demikian dikatakan oleh ketua Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Medan, M Nur Rasyid kepada Waspada Online, siang ini. Menurutnya, tidak semestinya pasien ODHA (Orang Dengan HIV/AIDS) mendapat tindakan diskriminasi dari dokter dan perawat. Karena ODHA juga pasien yang sama dengan yang lain.


Selengkapnya: http://www.aids-ina.org/modules.php?name=&file=article&sid=1213



23. Rumah rehabilitasi HIV/AIDS dianggap perlu

Waspada Online, 08 Juni 2009

FIRMAN SUCI ANANDA


MEDAN - ODHA (Orang Dengan HIV AIDS) memerlukan rumah rehabilitasi sendiri. Rumah yang digunakan sebagai tempat mereka bersosialisasi dengan teman sesama ODHA.

"Dengan keberadaan fasilitas rumah tersebut, nantinya mereka para ODHA akan merasa memiliki tempat berlindung dari stigma masyarakat luas," jelas direktur Centre for Health Services (CHS) Medan, Zailani, kepada Waspada Online, tadi siang.

Rumah rehabilitasi ini, lanjutnya, juga dianggap perlu dengan tujuan, untuk menjaga pola hidup sehat dari penderita HIV/AIDS sehingga mereka dapat memperpanjang umur harapan hidupnya.


Selengkapnya: http://www.aids-ina.org/modules.php?name=&file=article&sid=1212



24. Penyebaran HIV/AIDS Mayoritas Melalui Jarum Suntik

Pikiran Rakyat, 08 Juni 2009

CIREBON, (PRLM).- Penyebaran virus HIV/AIDS di Kota Cirebon mayoritas karena penggunaan jarum suntik para pemakai narkoba. Menurut data sementara sekitar 60 persen, virus HIV/AIDS di Kota Cirebon penyebarannya melalui penggunaan jarum suntik. Sehingga, kaum prialah yang lebih banyak yang terinfeksi AIDS/HIV dari pada wanita.

"Data sementara yang kami perolah, penggunaan jarum suntik menjadi faktor utama penyebaran virus HIV/AIDS di Kota Cirebon," ujar anggota DPRD Kota Cirebon, Sri Mulyati, seusai rapat paripurna penyampaian Raperda AIDS di Gedung DPRD Kota Cirebon, Senin (8/6).


Selengkapnya: http://www.aids-ina.org/modules.php?name=&file=article&sid=1211



25. Ini Sungguh Menakutkan...

Harian Global, 08 Juni 2009

Oleh: Asro Kamal Rokan

Seorang teman -- pemandu beberapa wartawan Amerika Latin -- tak mampu berkomentar atas pernyataan wartawan saat makan malam di salah satu kafe di kawasan Ancol, Jakarta Utara. Wartawan itu berkata, "Saya tidak menduga remaja Indonesia begitu bebas, melebihi negara kami...."

Sebelum berkunjung ke Indonesia mengikuti "Journalist Visit Programme", wartawan itu membayangkan Indonesia–sebagai negara dengan penduduk mayoritas Islam -- adalah negara yang memegang teguh prinsip-prinsip agama, etika, dan moral. Ternyata keliru. Di Ancol, dia menyaksikan anak-anak muda bebas melakukan apa saja di depan umum.

Teman pemandu itu tidak dapat berkata apa-apa. Ia terdiam, sunyi, dan kehilangan kebanggaan. Ia merasa asing dan terpelanting dalam fakta yang sangat nyata.

Dan, kita juga terpelanting atas hasil survei ini: Pada 2008, menurut keterangan Direktur Remaja dan Perlindungan Hak-Hak Reproduksi Badan Koordinasi Keluarga Berencana Nasional Pusat (BKKBN), M Masri Muadz, sebanyak 63 persen remaja Indonesia usia SMP dan SMA sudah melakukan hubungan seksual di luar nikah.


Selengkapnya: http://www.aids-ina.org/modules.php?name=&file=article&sid=1210



26. Foke: Jangan Kucilkan Penderita HIV/AIDS

Suara Pembaharuan, 08 Juni 2009

SP/YC Kurniantoro

Dua ibu sambil menggendong anaknya ikut mengampanyekan bahaya AIDS bersama aktivis dari Yayasan Pelita Ilmu di Bundaran Hotel Indonesia, Jakarta, beberapa waktu lalu.

[JAKARTA] Gubernur DKI Jakarta Fauzi Bowo alias Foke, meminta kepada seluruh warga Jakarta untuk tidak diskriminatif kepada penderita human immunodeficiency virus/acquired immune deficiency syndrome (HIV/AIDS). Hal itu disampaikan gubernur saat menghadiri pergelaran malam renungan AIDS Nusantara 2009 di lapangan silang Monas, Jakarta Pusat, Sabtu (6/6) malam.

Semestinya, kata Fauzi, untuk kota besar seperti Jakarta, sudah tidak ada lagi perlakuan diskriminatif bagi para penderita HIV/AIDS. Selama ini, katanya, penderita HIV/AIDS masih sering dikucilkan yang membuat para penderita semakin tertekan dalam melanjutkan hidupnya di masyarakat.


Selengkapnya: http://www.aids-ina.org/modules.php?name=&file=article&sid=1209



27. 3 Balita HIV/AIDS Dirawat

Timor Express, 08 Juni 2009

RUTENG, Timex - Penyakit mematikan, HIV/AIDS rupanya bisa menyerang siapa saja. Tua, muda, pria, wanita, siapa saja bisa terjangkit. Sejak Januari hingga Juni, empat orang telah dirawat dan tiga diantaranya adalah bayi dibawah lima tahun. Salah satunya sudah positif mengidap AIDS.

Demikian dikatakan Direktur RSUD Ruteng, Dupe Nababan dalam rapat koordinasi Komisi Penanggulangan AIDS Daerah (KPAD) Manggarai, Sabtu (6/6) lalu. Hadir pada kesempatan itu, ketua KPAD Manggarai, Wakil Bupati Deno Kamelus, unsur Muspida, wakil ketua DPRD, Yakob M Naur, instansi terkait dan sejumlah lembaga yang konsen dengan masalah HIV/AIDS.


Selengkapnya: http://www.aids-ina.org/modules.php?name=&file=article&sid=1208



28. Pengin Nikah? Harus Punya Surat Bebas HIV/AIDS

Kompas.Com, 08 Juni 2009

PADANG, KOMPAS.com — Komisi Penanggulangan HIV/AIDS Sumatera Barat (Sumbar) menilai wacana syarat bebas HIV/AIDS untuk pasangan yang akan nikah jangan sampai menimbulkan diskriminasi dan melanggar hak asasi manusia.

"Kita tidak setuju bila wacana syarat nikah bebas HIV/AIDS ditetapkan sebagai kebijakan. Tapi atas keinginan pasangan yang hendak menikah sepakat memeriksa tak ada masalah," kata Pengelola Program Komisi Penanggulangan HIV/AIDS, Arfen, ketika minta tanggapannya di Padang, Senin (8/6).

Menurut dia, bila wacana syarat nikah bebas HIV/AIDS berujung menjadi kebijakan pemerintah, berarti sudah terjadi bentuk diskriminasi terhadap orang dengan HIV/AIDS (ODHA).


Selengkapnya: http://www.aids-ina.org/modules.php?name=&file=article&sid=1207



29. KPA Maluku Harus Maksimal Perangi HIV/AIDS

Surya Online, 07 Juni 2009

Minggu, 7 Juni 2009 | 13:41 WIB | Posts by: Sugeng Wibowo

AMBON | SURYA Online - Struktur kelembagaan Komisi Penanggulangan AIDS (KPA) Maluku di seluruh kabupaten dan kota harus diperkuat agar lebih maksimal menjalankan upaya memerangi HIV/AIDS.

Sekretaris KPA Maluku, Syamsudin Azis, M.Kes di Ambon, Minggu (7/5), mengatakan, “Selain memperkuat dan membentuk KPA tingkat kabupaten/kota yang belum ada, peran aktif masyarakat melalui LSM-LSM peduli HIV/Aids harus diberdayakan.

“Ini perlu dilakukan mengingat angka penyebaran virus HIV/AIDS di Maluku saat ini sudah sangat tinggi dan masuk urutan ke-10 di Indonesia,” katanya.


Selengkapnya: http://www.aids-ina.org/modules.php?name=&file=article&sid=1206



30. Ada 830 PSK di Samarinda

Samarinda Post, 06 Juni 2009

Satpol PP dan Poltabes Gelar Penyuluhan HIV-AIDS

SAMARINDA. Disinyalir keberadaan Pekerja Seks Komersial (PSK) yang ada di Samarinda kini berjumlah lebih dari 830 orang. Untuk itu, sepekan terakhir Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Samarinda bersama Binamitra Poltabes Samarinda menggelar penyuluhan di beberapa kompleks prostitusi legal yang ada di Samarinda. Penyuluhan itu melaksanakan peraturan daerah (Perda) penanggulangan PSK agar mencegah penyakit HIV-AIDS.

Kompleks prostitusi yang memperoleh penyuluhan itu adalah yang telah terdaftar, seperti Bandang Raya Solong dan Bayur yang berada di Samarinda Utara serta Loa Hui di Samarinda Seberang.


Selengkapnya: http://www.aids-ina.org/modules.php?name=&file=article&sid=1205



31. Riau gets Rp 12.5 billion grant to fight and prevent infections

the Jakarta Post Online, 06 Juni 2009

Rizal Harahap, The Jakarta Post , Pekanbaru | Sat, 06/06/2009 12:27 PM | The Archipelago

The National AIDS Commission (KPAN) has handed over Rp 12.593 billion (US$1.2 million) in a grant from the Global Fund to the Riau provincial administration to speed up HIV/AIDS prevention and mitigation programs.

The grant will fund all activities and programs to halt the spread of HIV/AIDS in Riau, KPAN secretary Nafsiah Mboi said Thursday.

"The funds can be used from July 1 this year until June 31, 2011," she said after meeting with Riau Deputy Governor Raja Mambang Mit.


Selengkapnya: http://www.aids-ina.org/modules.php?name=&file=article&sid=1204


Pengelola aids-ina.org

A better way in strengthening strategic information to guide a more effecctive

Dukung dan kunjungi terus www.aids-ina.org 

 



Mon Jun 15, 2009 1:18 am

komunitasaid...
Offline Offline
Send Email Send Email

Forward
Message #168 of 195 |
Expand Messages Author Sort by Date

Kumpulan Berita Media Massa HIV-AIDS dan Narkoba Dari Tanggal: 14 July 2008 Sampai Tanggal: 21 July 2008 _____ 1. Penderita HIV/AIDS di Bali Bertambah 15,03...
Pengelola www.aids-in...
komunitasaid...
Offline Send Email
Jul 21, 2008
1:31 am

Kumpulan Berita Media Massa HIV-AIDS dan Narkoba Dari Tanggal: 21 July 2008 Sampai Tanggal: 28 July 2008 _____ 1. Presiden: Tindaklanjuti Hasil Kongres Anak...
Pengelola www.aids-in...
komunitasaid...
Offline Send Email
Jul 28, 2008
2:07 am

Kumpulan Berita Media Massa HIV-AIDS dan Narkoba Dari Tanggal: 27 October 2008 Sampai Tanggal: 3 November 2008 _____ 1. Menkes Chile Mundur Karena Skandal HIV ...
Pengelola www.aids-in...
komunitasaid...
Offline Send Email
Nov 2, 2008
11:09 pm

Kumpulan Berita Media Massa HIV-AIDS dan Narkoba Dari Tanggal: 17 November 2008 Sampai Tanggal: 24 November 2008 _____ 1. HIV/AIDS fight needs 'real action' ...
Pengelola www.aids-in...
komunitasaid...
Offline Send Email
Nov 24, 2008
1:59 am

Kumpulan Berita Media Massa HIV-AIDS dan Narkoba Dari Tanggal: 5 January 2009 Sampai Tanggal: 12 January 2009 _____ 1. Penderita HIV Meregang Nyawa Jawa Pos, 8...
Pengelola www.aids-in...
komunitasaid...
Offline Send Email
Jan 12, 2009
1:31 am

Kumpulan Berita Media Massa HIV-AIDS dan Narkoba Dari Tanggal: 9 February 2009 Sampai Tanggal: 16 February 2009 _____ 1. Kasus AIDS di Jabar Tertinggi di...
Pengelola www.aids-in...
komunitasaid...
Offline Send Email
Feb 16, 2009
3:33 am

... Desember 2008, ... Jakarta dengan ... <http://aids-ina.org/modules.php?name=&file=article&sid=883> ... membuat rumah ... terhadap Orang ... ...
zrmini
Offline Send Email
Feb 17, 2009
8:45 am

Kumpulan Berita Media Massa HIV-AIDS dan Narkoba Dari Tanggal: 30 March 2009 Sampai Tanggal: 6 April 2009 _____ 1. Di Keerom, Sekitar 1200 Orang Terinfeksi...
Pengelola www.aids-in...
komunitasaid...
Offline Send Email
Apr 6, 2009
1:27 am

Kumpulan Berita Media Massa HIV-AIDS dan Narkoba Dari Tanggal: 13 April 2009 Sampai Tanggal: 20 April 2009 _____ 1. Sunat Mencegah Penularan AIDS Suara...
Pengelola www.aids-in...
komunitasaid...
Offline Send Email
Apr 20, 2009
1:57 am

Kumpulan Berita Media Massa HIV-AIDS dan Narkoba Dari Tanggal: 28 April 2009 Sampai Tanggal: 5 May 2009 _____ 1. Lagi,Penderita HIV/AIDS Meninggal Koran SINDO,...
Pengelola www.aids-in...
komunitasaid...
Offline Send Email
May 5, 2009
1:00 am

Kumpulan Berita Media Massa HIV-AIDS dan Narkoba Dari Tanggal: 4 May 2009 Sampai Tanggal: 11 May 2009 _____ 1. Bocah HIV/AIDS akan di berikan ARV Waspada...
Pengelola www.aids-in...
komunitasaid...
Offline Send Email
May 11, 2009
2:07 am

Kumpulan Berita Media Massa HIV-AIDS dan Narkoba Dari Tanggal: 18 May 2009 Sampai Tanggal: 25 May 2009 _____ 1. Kini, di Supiori Ada 28 Kasus HIV/AIDS ...
Pengelola www.aids-in...
komunitasaid...
Offline Send Email
May 25, 2009
2:41 am

Kumpulan Berita Media Massa HIV-AIDS dan Narkoba Dari Tanggal: 8 June 2009 Sampai Tanggal: 15 June 2009 _____ 1. DANA BERGULIR: KDS Dapat Rp30 Juta dari KPA...
Pengelola www.aids-in...
komunitasaid...
Offline Send Email
Jun 15, 2009
1:20 am
Advanced

Copyright © 2009 Yahoo! Inc. All rights reserved.
Privacy Policy - Terms of Service - Guidelines - Help