|
1. Kini, di Supiori Ada 28 Kasus
HIV/AIDS
Kompas.Com, 21 Mei 2009
BIAK, KOMPAS.com - Pengidap penyakit HIV/AIDS di Kabupaten Supiori, Papua,
dalam tahun 2009 ini bertambah lima kasus sehingga jumlah keseluruhan
menjadi 28 kasus.
Kepala Dinas Kesehatan Supiori Dokter Jenggo Suwarko di Biak, Rabu (20/5),
mengatakan, penemuan lima
kasus baru HIV/AIDS di Kabupaten Supiori berdasarkan hasil pemeriksaan
medis lewat program mobile klinik di wilayahnya. "Lima pengidap kasus baru HIV yang
terdeteksi ini sedang dalam pengawasan pihaknya untuk mendapat penanganan
serius," dokter Jenggo.
Selengkapnya: http://www.aids-ina.org/modules.php?name=&file=article&sid=1114
2. Jumlah HIV/AIDS kian Mengkhawatirkan
Republika Online, 21 Mei
2009
DENPASAR--Penderita HIV/AIDS di wilayah Kabupaten Badung, Bali,
kondisinya belakangan ini semakin mengkhawatirkan karena jumlah kasusnya
semakin meningkat dengan menjamah ibu rumah tangga dan bayi yang
dilahirkannya.
Meskipun jumlah penderita hilangnya kekebalan daya tubuh di Badung
menempati urutan ketiga setelah Buleleng dan Denpasar, namun tetap
memerlukan penanganan yang serius agar penyakit yang mematikan itu dapat
ditekan sekecil mungkin di masa mendatang, kata Wakil Bupati Badung I Ketut
Sudikerta yang juga Ketua Komisi Penanggulangan Aids Daerah (KPAD) setempat
di Denpasar, Kamis.
Selengkapnya: http://www.aids-ina.org/modules.php?name=&file=article&sid=1113
3. Jadikan Hidup Kita Bermakna Bagi Sesama
Radar Timika, 18 Mei 2009
Renungan AIDS
Nusantara 2009
TIMIKA – Relawan HIV – AIDS dan Public Health Malaria Control
(PHMC) PT Freeport Indonesia bekerja sama dengan Klub Bikers, Klub Mobil,
Klub Airsoftgun, Klub Aeromodelling, TNI AU Mimika serta PMI, Minggu (17/5)
kemarin mengadakan kegiatan pawai untuk penyebaran brosur tentang bahaya,
resiko, dampak dan penangulangan penyebaran, jumlah penderita terkini
HIV/AIDS kepada masyarakat yang berada di Mimika.
Kegiatan dalam rangka memperingati Renungan AIDS Nusantara (RAN) dengan
tema "Menjadikan hidup kita bermakna bagi sesama" itu dimulai
pukul 13.00 WIT. Diawali konvoi melalui sejumlah ruas jalan di Timika,
yakni Jalan Cendrawasih, Jalan Trokira, Ruas Jalan Bandara Moses Kilangin,
Jalan Ahmad Yani, Jalan Leo Mamiri (Pasar Damai), Jalan Yos Sudarso, Jalan
Hasanudin dan Jalan Udi Utomo.
Selengkapnya: http://www.aids-ina.org/modules.php?name=&file=article&sid=1112
4. Ratusan Warga Indramayu Idap HIV/AIDS
Koran SINDO, 20 Mei 2009
INDRAMAYU(SI) – Data Komisi Penanggulangan AIDS Kabupaten (KPAK)
Indramayu menyebutkan, sejak 1993 hingga 2008 sebanyak 182 warga Indramayu
mengidap penyakit HIV/AIDS.
Sekretaris KPAK Kabupaten Indramayu Mujahid menyatakan, faktor penularan
tertinggi adalah dari hubungan seks sebanyak 88%. “Faktor lainnya
akibat penyalahgunaan narkoba suntik, transfusi darah, dan ibu positif HIV
ke janinnya hanya 11%,” kata Mujahid.
Selengkapnya: http://www.aids-ina.org/modules.php?name=&file=article&sid=1111
5. Sampai April 2009, Kasus HIV-AIDS Mencapai 382
Info Papua, 20 Mei 2009
Wamena, Bupati Jayawijaya, Wempi Wetipo, S.sos, M.Par mengatakan, masalah
HIV/AIDS telah menjadi masalah yang sangat serius di Kabupaten Jayawijaya,
dimana sampai April 2009 jumlah kasusnya mencapai 382 kasus, bahkan
Jayawijaya menduduki peringkat tertinggi dalam peningkatan jumlah kasus
dari tahun ke tahun.
Hal itu seperti diungkapkan bupati dalam sambutannya yang dibacakan Asisten
II Setda Jayawijaya, Gad Tabuni dalam acara Pembukaan Peringatan AIDS
Candlelight Memorial ke-26 di Gedung Sosial Katolik Wamena, Senin (18/5).
Selengkapnya: http://www.aids-ina.org/modules.php?name=&file=article&sid=1110
6. Kebanyakan Pengidap HIV Frustrasi
Harian Global, 20 Mei 2009
Written by Yuni
Seseorang yang terinfeksi Human Immune Virus/Acquired Immunodeficiency Syndrome
(HIV/AIDS) biasanya akan frustrasi ketika divonis tertular virus tersebut.
Seakan langit akan runtuh, dan dunia akan kiamat.
Hal itu dialami Edi (bukan nama sebenarnya) yang sempat frustrasi ketika
dikabarkan dalam tubuhnya hidup virus yang hingga kini belum ada obatnya.
Kenyataan suram itupun bermula ketika pria lajang ini tinggal di Kota
Metropolitan Jakarta, kemudian mengonsumsi narkoba jenis putau. Hal itu
dijalaninya selama kurang lebih 14 tahun.
Selengkapnya: http://www.aids-ina.org/modules.php?name=&file=article&sid=1109
7. Bali AIDS commission holds radio ads competition
the Jakarta Post Online, 19 Mei
2009
DENPASAR: The Bali AIDS Commission (KPAD) and Bali FM radio station are
jointly holding a radio advertising competition with a special theme:
"Together, we are the solution".
The advertising must contain information on how to prevent, care for and
find solutions to problems related to HIV/AIDS.
The ad will be a public service advertisement lasting only two minutes and
produced in an MP3 format.
Individuals, organizations and institutions are eligible to submit their
work to the commission.
Selengkapnya: http://www.aids-ina.org/modules.php?name=&file=article&sid=1108
8. Lagi, Korban HIV Tewas
Duta Masyarakat, 21 Mei 2009
BANGKALAN- Diduga mengidap HIV/AIDS, mantan TKI (Tenaga Kerja Indonesia)
berinisial Hf meninggal dunia. Korban berusia 27 tahun itu tewas setelah
sebelumnya menjalani rawat inap di Rumah Sakit Syarifah Ambami Ratoh Ebuh
Bangkalan.
Kadinkes Bangkalan, Fahrurrosi, menjelaskan akan melakukan surveiling
epedimiologi (SE) terhadap keluarga korban.
"Kita akan melakukan kunjungan lapangan untuk mencari adanya penderita
baru di sekitar tempat tinggal korban," kata Rosi, panggilan akrabnya,
kemarin.
Selengkapnya: http://www.aids-ina.org/modules.php?name=&file=article&sid=1107
9. Disnakertran NTB Dukung Tes HIV Bagi TKI
Berita Sore, 19 Mei 2009
Mataram ( Berita ) : Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Nusa Tenggara
Barat (NTB) setuju sekaligus mendukung dilakukannya tes HIV bagi Tenaga
Kerja Indonesia (TKI) NTB yang baru pulang dari luar negeri.
“Sebab disinyalir TKI dan TKW ikut menyumbang jumlah penderita HIV
dan AIDS di daerah ini,” kata Kepala Dinas Tenaga Kerja dan
Transmigrasi NTB, M. Agus Patri kepada wartawan di Mataram, Selasa [19/05]
.
Seusai dengar pendapat dengan LSM dan Ormas pemerhati TKI dia menjelaskan,
untuk melakukan tes HIV bagi TKI yang baru pulang membutuhkan dana cukup
besar mencapai Rp25 miliar. Karena jumlah TKI NTB yang pulang bekerja dari
luar negeri sekitar 25.000 orang per tahun.
Selengkapnya: http://www.aids-ina.org/modules.php?name=&file=article&sid=1106
10. Buah Merah Bukan Obat HIV/AIDS
Kompas.Com, 19 Mei 2009
JAKARTA, KOMPAS.com — Buah merah yang banyak tumbuh di wilayah
pegunungan Papua belum terbukti secara klinis sebagai obat penyembuh
HIV/AIDS.
"Dari hasil penelitian yang dilakukan Departemen Bio Kimia UI
(Universitas Indonesia), komponen yang dipakai sebagai anti-HIV pada buah
merah ternyata tidak memberi respons pada hewan percobaan," kata Ketua
Program Studi Farmasi Kedokteran pada Fakultas Kedokteran Universitas
Indonesia (UI) Dr dr Ernie H Purwaningsih MS di Jakarta.
Selengkapnya: http://www.aids-ina.org/modules.php?name=&file=article&sid=1105
11. Obat antivirus tekan kematian pasien AIDS
Bisnis Indonesia, 19 Mei
2009
SAN FRANCISCO (Bloomberg): Penggunaan obat anti virus yang kuat untuk
pasien HIV, virus yang menimbulkan AIDS, meski mereka tengah dirawat untuk
penyakit radang paru-paru atau kanker, bisa menekan angka kematian.
Hal itu diungkapkan oleh sebuah penelitian.
Dulu, yang menjadi fokus pertama para dokter adalah mengendalikan penyakit
terkait AIDS dan menunda penggunaan obat-obatan anti virus guna
mengantisipasi timbulnya efek samping atau terlalu membebani pasien, kata
Andrew Zolopa, Direktur Unit percobaan klinis AIDS di Stanford University
School of Medicine.
Selengkapnya: http://www.aids-ina.org/modules.php?name=&file=article&sid=1104
12. Buah Merah Bukan Obat HIV/AIDS
Bangka Pos, 19 Mei 2009
JAKARTA, SELASA -- Buah merah yang banyak tumbuh di wilayah pegunungan
Papua belum terbukti secara klinis sebagai obat penyembuh HIV/AIDS.
"Dari hasil penelitian yang dilakukan Departemen Bio Kimia UI
(Universitas Indonesia), komponen yang dipakai sebagai anti HIV pada buah
merah ternyata tidak memberi respons pada hewan percobaan," kata Ketua
Program Studi Farmasi Kedokteran pada Fakultas Kedokteran Universitas
Indonesia (UI), Dr dr Ernie H. Purwaningsih MS di Jakarta.
Selengkapnya: http://www.aids-ina.org/modules.php?name=&file=article&sid=1103
13. Kasus HIV di Bogor Meningkat
Republika Online, 19 Mei
2009
BOGOR -- Kasus HIV/AIDS di Kota Bogor bertambah 85 orang per periode
Januari hingga April 2009. Hal ini menjadikan total kasus HIV/AIDS di Kota
Bogor berjumlah 562 kasus.
Eddy Darma, Kepala Seksi P2P Dinas Kesehatan Kota Bogor, menjelaskan bahwa
Kota Bogor masuk peringkat ke tiga kasus HIV/Aids se Jawa Barat.
“Padahal Jawa Barat sendiri merupakan provinsi dengan kasus HIV
tertinggi dari 33 provinsi se Indonesia,” katanya. Dari jumlah kasus
tersebut, menurut Eddy, 50 orang telah meninggal. Bahkan ada bayi,
diantaranya.
Selengkapnya: http://www.aids-ina.org/modules.php?name=&file=article&sid=1102
14. Penderita HIV/AIDS Meningkat di Klaten
Republika Online, 19 Mei
2009
KLATEN -- Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Klaten meminta masyarakat untuk
mewaspadai penyakit HIV/AIDS. Pasalnya, jumlah penderita di daerah ini
meningkat dalam beberapa tahun ini.
Data yang diperoleh //Republika// di Dinas Kesehatan Klaten (DKK), Selasa
(19/5) menyebutkan, penderita HIV/AIDS sejak 2003 hingga 2009 tercatat 37
orang. Dari jumlah itu, enam diantaranya meninggal dunia.
Selengkapnya: http://www.aids-ina.org/modules.php?name=&file=article&sid=1101
15. Buah Merah Bukan Obat Penyembuh HIV/AIDS
Republika Online, 19 Mei
2009
JAKARTA -- Buah merah yang banyak tumbuh di wilayah pegunungan Papua belum
terbukti secara klinis sebagai obat penyembuh HIV/AIDS.
"Dari hasil penelitian yang dilakukan Departemen Bio Kimia UI
(Universitas Indonesia), komponen yang dipakai sebagai anti HIV pada buah
merah ternyata tidak memberi respons pada hewan percobaan," kata Ketua
Program Studi Farmasi Kedokteran pada Fakultas Kedokteran Universitas
Indonesia (UI), Dr dr Ernie H. Purwaningsih MS di Jakarta, Senin.
Selengkapnya: http://www.aids-ina.org/modules.php?name=&file=article&sid=1100
16. Buah Merah Bukan Obat HIV/AIDS
Banjarmasin Post, 19 Mei
2009
JAKARTA, SELASA - Buah merah yang banyak tumbuh di wilayah pegunungan Papua
belum terbukti secara klinis sebagai obat penyembuh HIV/AIDS.
"Dari hasil penelitian yang dilakukan Departemen Bio Kimia UI
(Universitas Indonesia), komponen yang dipakai sebagai anti HIV pada buah
merah ternyata tidak memberi respons pada hewan percobaan," kata Ketua
Program Studi Farmasi Kedokteran pada Fakultas Kedokteran Universitas
Indonesia (UI), Dr dr Ernie H. Purwaningsih MS di Jakarta.
Selengkapnya: http://www.aids-ina.org/modules.php?name=&file=article&sid=1099
17. Buah merah bukan obat penyembuh HIV/AIDS
Waspada Online, 19 Mei 2009
JAKARTA - Buah merah yang banyak tumbuh di wilayah pegunungan Papua belum
terbukti secara klinis sebagai obat penyembuh HIV/AIDS.
"Dari hasil penelitian yang dilakukan Departemen Bio Kimia UI
(Universitas Indonesia), komponen yang dipakai sebagai anti HIV pada buah merah
ternyata tidak memberi respons pada hewan percobaan," kata Ketua
Program Studi Farmasi Kedokteran pada Fakultas Kedokteran Universitas
Indonesia (UI), Dr dr Ernie H. Purwaningsih MS di Jakarta, tadi pagi.
Selengkapnya: http://www.aids-ina.org/modules.php?name=&file=article&sid=1098
18. Sampai April 2009, Kasus HIV-AIDS Mencapai 382
Cenderawasih Post, 19 Mei
2009
WAMENA - Bupati Jayawijaya, Wempi Wetipo, S.sos, M.Par mengatakan, masalah
HIV/AIDS telah menjadi masalah yang sangat serius di Kabupaten Jayawijaya,
dimana sampai April 2009 jumlah kasusnya mencapai 382 kasus, bahkan
Jayawijaya menduduki peringkat tertinggi dalam peningkatan jumlah kasus
dari tahun ke tahun.
Hal itu seperti diungkapkan bupati dalam sambutannya yang dibacakan Asisten
II Setda Jayawijaya, Gad Tabuni dalam acara Pembukaan Peringatan AIDS
Candlelight Memorial ke-26 di Gedung Sosial Katolik Wamena, Senin (18/5).
Selengkapnya: http://www.aids-ina.org/modules.php?name=&file=article&sid=1097
19. Berkat sudah bisa berjalan-jalan
Waspada Online, 18 Mei 2009
PRAWIRA
SETIABUDI
MEDAN- Perkembangan Berkat, bocah penderita HIV/AIDS, kini semakin baik.
Selain berat badannya yang naik, kini Berkat sudah bisa berjalan-jalan di
sekitar rumah sakit. Demikian menurut Humas RS Pirngadi Medan, Susyanto
kepada Waspada Online, malam ini.
"Ini menunjukkan bahwa Berkat perkembangannya semakin baik. Dia
sekarang tidak hanya tergeletak tidak berdaya dirumah sakit, tapi kini dia
bisa berjalan-jalan. Ini akan berdampak pada perkembangan psikologisnya
menjadi lebih baik," ujar Susyanto.
Selengkapnya: http://www.aids-ina.org/modules.php?name=&file=article&sid=1096
20. HIV/AIDS Tidak Terkendali
Pos Metro Balikpapan Online, 18 Mei
2009
Kekhawatiran
KPAD Jika ‘Km 17’ Ditutup
BALIKPAPAN--Puluhan aktivis serta orang yang hidup dengan HIV/AIDS AIDS
(ODHA) pada Minggu (17/5) malam berkumpul untuk mengikuti candlelight-acara
malam renungan HIV/AIDS terhadap mereka yang meninggal akibat ganasnya
AIDS.
Manajer Program Komisi Penanggulangan AIDS Daerah (KPAD) Balikpapan,
Sugiharto mengatakan tema yang diusung pada candlelight ini “Together
we are the solution”. “Bersama kita bisa untuk menanggulangi
HIV/AIDS,” ungkap Sugiharto saat dihubungi Post Metro tadi malam.
Selengkapnya: http://www.aids-ina.org/modules.php?name=&file=article&sid=1095
21. KPA temukan 50 kasus baru AIDS
Harian Jogja, 18 Mei 2009
UMBULHARJO: Manajer Proyek Implementasi Komisi Penanggulangan Aids (KPA)
Kota Lumowah Wibisono mengatakan, sampai bulan ini KPA menemukan 50 kasus
penderita HIV/AIDS baru. Dan sampai tahun 2011, diperkirakan jumlah
penderita HIV/AIDS akan terus bertambah.
“Hanya saja, jumlah penderita baru di tahun ini bisa lebih banyak
dibanding temuan yang ada karena fenomena penderita HIV/AIDS adalah
fenomena gunung es,” ungkapnya usai Malam Renungan AIDS Nusantara
2009 di Pendapa Rumah Dinas Walikota, Sabtu (16/5).
Selengkapnya: http://www.aids-ina.org/modules.php?name=&file=article&sid=1094
22. Ilmuwan Mencoba Mengepung Virus HIV/AIDS
Tempointeraktif, 18 Mei 2009
TEMPO Interaktif, Washington: Kegagalan dalam mengembangkan vaksin yang membangun
sistem kekebalan alamiah tubuh untuk menghadapi virus HIV/AIDS, membuat
para peneliti saat ini sedang menguji pengobatan HIV/AIDS dengan memasukkan
sebuah gen ke dalam otot yang dapat menyebabkannya memproduksi antibodi
terhadap HIV.
Metode baru itu bekerja pada tikus dan saat ini telah terbukti berhasil
pada monyet juga, sebagaimana dilaporkan Minggu dalam edisi online jurnal
Nature Medicine. Tim ini dipimpin oleh Dr Philip R. Johnson dari Rumah
Sakit Anak Philadelphia.
Selengkapnya: http://www.aids-ina.org/modules.php?name=&file=article&sid=1093
23. HIV/AIDS Meningkat, 141 Terjangkit
Galamedia, 18 Mei 2009
SUKABUMI,(GM)-
Penderita HIV/AIDS di Kab. Sukabumi bertambah. Berdasarkan data Kantor
Dinas Kesehatan (Dinkes) Kab. Sukabumi, hingga Mei 2009, 141 orang
terjangkit virus yang mematikan ini. Padahal tahun sebelumnya, jumlah
pengidap HIV/AIDS hanya 97 orang.
Demikian diungkapkan Kabid Penanggulangan Penyakit Menular dan Penyehatan
Lingkungan (P2MPL) Dinkes Kab. Sukabumi, Dadang Sucipta ketika dihubungi
"GM", Minggu (17/5). Menurutnya, kenaikan jumlah penderita
HIV/AIDS cukup tinggi hingga mencapai 40%.
Selengkapnya: http://www.aids-ina.org/modules.php?name=&file=article&sid=1092
24. Sudah Bisa Berjalan dan Banyak Makan
Koran SINDO, 18 Mei 2009
MEDAN (SI) – Kondisi kesehatan balita penderita HIV/AIDS, BH, yang
dirawat di Rumah Sakit Umum (RSU) dr Pirngadi Medan terus menunjukkan
perkembangan positif.
BH yang sebelumnya hanya bisa berbaring di atas tempat tidurnya, kini bisa
berjalan dengan kedua kaki kecilnya.Ini perkembangan penting dalam proses
kesembuhannya. Tak hanya itu, berat badan BH saat ini telah bertambah
menjadi 11 kg, dari sebelumnya hanya 10 kg. BH kemarin terlihat mengenakan
kaus merah ditemani Nurhayati, sukarelawan konselor AIDS dari HKBP Balige,
yang selama ini membantu menjaganya.
Selengkapnya: http://www.aids-ina.org/modules.php?name=&file=article&sid=1091
25. DPRD Sulsel Godok Perda HIV/AIDS
Koran SINDO, 18 Mei 2009
MAKASAR (SI)-DPRD Sulsel segera menggodok rancangan peraturan daerah
(raperda) tentang penanggulangan penyakit HIV/AIDS. Raperda HIV/AIDS itu
diusulkan oleh Dinas Kesehatan Pemprov Sulsel untuk dibahas menjadi
peraturan daerah (perda).
Rencananya, raperda tersebut termasuk salah satu raperda prioritas yang
akan dibahas DPRD Sulsel dalam tiga bulan terakhir, sebelum masa tugas DPRD
periode 2004-2009 berakhir. Ketua Panitia Legislasi (panleg) DPRD Ramli
Haba mengatakan, raperda HIV/AIDS menjadi prioritas lantaran penyebaran penyakit
yang menyerang sistem kekebalan tubuh itu sudah dalam taraf yang sangat
mengkhawatirkan, terutama di Sulsel.
Selengkapnya: http://www.aids-ina.org/modules.php?name=&file=article&sid=1090
26. KPAYogya Temukan 50 Kasus HIV Baru
Koran SINDO, 18 Mei 2009
YOGYAKARTA (SI) – Hingga Mei 2009 Komisi Penanggulangan AIDS (KPA)
Yogyakarta menemukan 50 kasus baru Human Immunideficiency Virus (HIV) di
masyarakat.
Jumlah tersebut diprediksikan akan terus mengalami penambahan hingga 2011
mendatang. Manajer Implementasi KPA Kota Yogyakarta Lumowah Sebastianus
Wibisono mengatakan, pihaknya menargetkan kasus HIV maupun AIDS positif
akan mulai menurut setelah 2011 mendatang.
Selengkapnya: http://www.aids-ina.org/modules.php?name=&file=article&sid=1089
27. Dinkes Siagakan 16 Kinik IMS
Koran SINDO, 17 Mei 2009
CIANJUR (SI) - Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Cianjur siap siaga dalam
menanggulangi penderita HIV/AIDS. Salah satunya menyiagakan 16 klinik
infeksi menular seksual (IMS) di 16 puskesmas di seluruh wilayah Kabupaten
Cianjur.
”Kami sudah menyiagakan 16 klinik IMS di 16 puskesmas untuk
menanggulangi HIV/AIDS,” kata Kepala Bidang Pengendalian Penyakit
Menular dan Penyehatan Lingkungan (P2MPL) Dinkes Cianjur Amin
Amsyari,kemarin. Untuk menghindari HIV/ AIDS,selain kebersihan
raga,menjauhi narkoba, dan hubungan tidak sehat,juga harus dibarengi dengan
membersihkan rohani dengan ilmu agama.
Selengkapnya: http://www.aids-ina.org/modules.php?name=&file=article&sid=1088
28. Hidup Sehat dengan Seks Aman
Kaltim Post Online, 17 Mei
2009
Lusa, PKBI Kaltim Gelar Talk Show
SAMARINDA - Kesehatan merupakan dambaan setiap orang. Kekayaan, kecerdasan,
kepopuleran tak ayal menjadi sirna jika tidak didukung dengan kesehatan
prima. Oleh karena itulah, masalah kesehatan adalah hal paling utama yang
harus mendapat perhatian.
Banyak faktor yang menjadikan seseorang dapat hidup sehat. Salah satunya
adalah berperilaku seks. Sumadi Atmodiharjo, Direktur Pelaksana Perkumpulan
Keluarga Berencana Indonesia (PKBI) Kaltim mengatakan, dalam gaya hidup
masyarakat saat ini, kecenderungan seseorang berperilaku seks bebas menjadi
lebih tinggi.
Selengkapnya: http://www.aids-ina.org/modules.php?name=&file=article&sid=1087
29. Puluhan Remaja Adakan Malam Renungan HIV-AIDS
Pikiran Rakyat, 17 Mei 2009
BANDUNG,(PRLM).-Puluhan remaja dan anggota yang tergabung dalam Kelompok
Dukungan Sebaya Untuk Masalah Penyalahgunaan Narkoba, HIV/AIDS "25
Messengers" melakukan malam renungan AIDS Nusantara atau AIDS
Candlelight Memorial di Lapangan Gasibu Kota Bandung, Sabtu (16/5) malam.
Menurut koordinator renungan, Dedy Kurniawan yang ditemui seusai renungan
AIDS tersebut, malam renungan ditujukan untuk mengenang sahabat, keluarga
dan kerabat yang telah meninggal karena HIV-AIDS sekaligus untuk
meningkatkan kesadaran masyarakat luas akan bahaya HIV-AIDS serta
menghindari stigma dan diskriminasi terhadap Orang dengan HIV-AIDS (ODHA).
Selengkapnya: http://www.aids-ina.org/modules.php?name=&file=article&sid=1086
30. Pencegahan HIV/AIDS masih sebatas pengobatan
Waspada Online, 16 Mei 2009
FIRMAN SUCI ANANDA
MEDAN - Selama ini pencegahan HIV/AIDS hanya sebatas pemberian obat Anti
Retrival (ARV) bukannya mencoba mencari alternatif penanggulangan lain.
"Kinerja pemerintah dalam penanggulangan HIV/AIDS hanya sebatas
kuratif bukan preventif," kata Direktur CHS (Center for Health
Service) Medan, Zulaini, kepada Waspada Online, tadi sore.
Selengkapnya: http://www.aids-ina.org/modules.php?name=&file=article&sid=1085
31. Penderita HIVAIDS Meningkat
Pikiran Rakyat, 16 Mei 2009
SUKABUMI, (PRLM).- Penderita Human Immanodeficiency Virus (HIV) / Acquired
Immune Deficiency Syndrome (AIDS) di Kab. Sukabumi cenderung meningkat.
Data yang diperoleh dari Dinas Kesehatan (Dinkes) Kab. Sukabumi tercatat
141 orang penderita. Padahal setahun sebelumnya, jumlah hanya berkisar 97
orang.
"Terjadi kenaikan mencapai 40% dari tahun sebelumnya. Kondisi ini
sangat perlu disikapi dengan seksama," kata Kepala Bidang (Kabid)
Penanggulangan Penyakit Menular dan Penyehatan Lingkungan (P2MPL) Dinnas
Kesehatan (Dinkes) Kab. Sukabumi, Dadang Sucipta kepada PRLM, Sabtu (16/5).
Selengkapnya: http://www.aids-ina.org/modules.php?name=&file=article&sid=1084
32. Pendidikan, Senjata Perangi HIV/AIDS
Equator News Online, 16 Mei
2009
Sambas, Wakil Bupati (Wabup) Sambas, dr Hj Juliarti Djuhardi Alwi MPh mengatakan,
pendidikan merupakan “senjata†terbaik untuk memerangi
penyebaran HIV/AIDS. Berbekal pengetahuan mengenai cara penularan HIV/AIDS
katanya, masyarakat bisa menghindari perilaku resiko tinggi HIV/AIDS dan
menggantinya dengan perilaku yang resikonya lebih rendah atau bahkan tak
beresiko sama sekali.
Semakin dini seseorang mendapatkan informasi akan semakin baik. Apalagi,
laporan kasus HIV/AIDS beberapa tahun terakhir menunjukkan kalau AIDS mulai
merambah kalangan muda, yakni usia 15-29 tahun. Trend epidemi itulah ujar Wabup,
membuat para penggagas HIV/AIDS merasa perlu adanya peer education
(pendidikan teman sebaya). Masalahnya, remaja biasanya lebih terbuka
berbicara soal seks dengan teman sebaya ketimbang dengan orangtua atau
guru.
Selengkapnya: http://www.aids-ina.org/modules.php?name=&file=article&sid=1083
33. Penderita HIV/AIDS 23 Orang
Suara Merdeka, 16 Mei 2009
KULONPROGO - Berdasarkan data dari Dinas Kesehatan Kulonprogo, jumlah penderita
HIV/AIDS sejak tahun 2002 ada 23 orang. Menurut Kepala Dinas Kesehatan
Kulonprogo dokter Lestaryono, temuan paling banyak di tahun 2008 dengan
jumlah delapan orang sedangkan tahun 2009 ini tercatat ada lima orang yang
terdeteksi mengidap HIV/AIDS. Dia mengatakan, untuk menekan jumlah
penderita perlu kerja sama berbagai pihak. Yang penting adalah penyadaran
kepada masyarakat tentang pola hidup sehat. Sementara itu, dokter Yanri
Wijayanti Subronto dari FK UGM menambahkan, kasus tersebut banyak terjadi
di daerah miskin dengan tingkat pendidikan rendah sehingga tidak mengetahui
risiko-risiko ketika melakukan penyimpangan. Dia berharap petugas kesehatan
di seluruh pelosok memberikan pengertian kepada masyarakat agar mereka
melek terhadap kesehatan. (D19-70)
Selengkapnya: http://www.aids-ina.org/modules.php?name=&file=article&sid=1082
34. Bocah Enam Tahun Tertular Virus HIV/AIDS
Tribun Timur, 16 Mei 2009
Laporan:
Kompas.com
CILEGON, TRIBUN - Seorang bocah berusia enam tahun di Kota Cilegon,
Provinsi Banten tertular virus HIV/AIDS, dan kini dirawat di Rumah Sakit
Umum Daerah (RSUD) Cilegon.
Direktur RSUD Cilegon dr Zainoel Arifin, Sabtu (16/5) mengatakan saat ini
terhadap pasien HIV/AIDS yang diobati hanya infeksi oportunitis yang
diderita, karena penanganan lebih lanjut harus ditangani RSUD Serang.
Untuk itu, pihaknya akan merujuk pasien tersebut ke klinik Voluntary
Counseling Treatment (VCT) dan Care Support and Treatment (CST) RSUD
Serang. Sebab, RSUD Cilegon tidak memiliki peralatan penanganan khusus bagi
penderita yang tertular virus HIV/AIDS.
Selengkapnya: http://www.aids-ina.org/modules.php?name=&file=article&sid=1081
35. Bocah 6 Tahun Tertular HIV/AIDS
Warta Kota, 16 Mei 2009
Cilegon, Warta Kota
Seorang bocah berusia enam tahun di Kota Cilegon, Provinsi Banten, tertular
virus HIV/AIDS dan kini dirawat di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Cilegon.
Direktur RSUD Cilegon dr Zainoel Arifin, Sabtu (16/5) mengatakan, saat ini
pasien HIV/AIDS tersebut hanya diobati infeksi oportunitis yang
dideritanya, karena penanganan lebih lanjut harus ditangani RSUD Serang.
Untuk itu, pihaknya akan merujuk pasien tersebut ke klinik Voluntary
Counseling Treatment (VCT) dan Care Support and Treatment (CST) RSUD Serang
karena RSUD Cilegon tidak memiliki peralatan penanganan khusus bagi
penderita yang tertular virus HIV/AIDS.
Selengkapnya: http://www.aids-ina.org/modules.php?name=&file=article&sid=1080
36. Kurang penyuluhan, LP menjadi tempat penyebaran
HIV/AIDS
Waspada Online, 15 Mei 2009
PRAWIRA
SETIABUDI
MEDAN - Banyaknya para tahanan di Lembaga Pemasyarakatan yang mengidap
virus HIV/AIDS disebabkan kurangnya penyuluhan di LP tersebut.
Ketua konselor HIV/AIDS Medan, Rahmad Kurniawan, kepada Waspada Online,
tadi pagi, mengatakan perlu dilakukan penyuluhan dan konseling tentang
HIV/AIDS di LP agar para tahanan tahu betapa beresikonya penjara tersebut,
dan yang paling utama adanya bimbingan untuk mengubah perilaku.
Selengkapnya: http://www.aids-ina.org/modules.php?name=&file=article&sid=1079
37. Banyak pengidap HIV/AIDS di LP
Waspada Online, 15 Mei 2009
PRAWIRA
SETIABUDI
MEDAN- Banyak diantara para tahanan yang berada di Lembaga Pemasyarakatan
di Sumatera Utara saat ini diduga menderita HIV/AIDS. Demikian menurut
ketua Posyansus VCT RSUP H Adam Malik Medan dan juga ketua konselor
HIV/AIDS Medan, Rahmad Kurniawan, kepada Waspada Online, tadi pagi.
"Umumnya para tahanan yang mengidap HIV/AIDS telah terinfesksi sebelum
masuk kedalam LP. Tetapi ada juga mereka terkena HIV saat mereka sudah
mendekam dalam tahanan," ujar Rahmad.
Selengkapnya: http://www.aids-ina.org/modules.php?name=&file=article&sid=1078
38. 22 Orang Meninggal Akibat AIDS di Mataram
Surya Online, 15 Maei 2009
Jumat, 15 Mei 2009 | 8:02 WIB | Posts by: Judi Prasetyo
Mataram - SURYA- Sejak 2001 hingga 2008 tercatat 22 orang meninggal dunia
akibat HIV/AIDS di Kota Mataram, Nusa Tenggara Barat (NTB), dan ini
merupakan suatu ancaman bagi masyarakat.
Kepala Dinas Kesehatan Kota Mataram, Dr. IGK Lania di Mataram, Kamis,
mengatakan, jumlah korban meninggal selama delapan tahun terakhir ini terus
meningkat dan terbanyak pada 2008 sebanyak sembilan orang sementara 2007
meninggal delapan orang dann 2001 hanya seorang.
Jumlah kasus HIV tercatat 64 kasus dan AIDS sebanyak 42 kasus dan sebagian
besar menimpa usia produktif mulai 20 tahun hingga 45 tahun. Sementara
penyebab terbesar adalah dari jarum suntik dan seks dengan pasangan
berganti-ganti.
Selengkapnya: http://www.aids-ina.org/modules.php?name=&file=article&sid=1077
39. 127 Warga Jaktim AIDS
Harian Terbit, 15 Mei 2009
JAKARTA - Ketua Pelaksana Harian Komisi Penanggulangan AIDS (KPA) Kota
Administrasi Jakarta Timur, H Nugraha K Yasin mengatakan di wilayahnya
(Jakarta Timur) saat ini sudah ditemukan 127 kasus pengidap infeksi HIV dan
AIDS.
"Penyebab utama berkembangnya virus HIV, melalui dua cara yaitu jarum
tajam dan melalui jarum tumpul," ujar Nugraha, saat menyampaikan
sambutan pada acara konsolidasi program komprehensif pencegahan HIV melalui
transmisi seksual (PMTS), Kamis (14/5).
Selengkapnya: http://www.aids-ina.org/modules.php?name=&file=article&sid=1076
40. Ingatkan Bahaya HIV/Aids
Duta Masyarakat, 15 Mei 2009
MADIUN- Komisi Penanggulangan Aids (KPA) dan Yayasan Bambu Nusantara (YBN)
Kota Madiun, menggelar aksi "Bahaya HIV/Aids", kemarin. Aksi
dilakukan dengan cara membagi bunga dan selebaran di perempatan Tugu,
sambil sesekali mengimbau dengan pengeras suara hindari HIV/Aids.
"Melalui aksi ini, kami ingin mengingatkan kepada seluruh masyarakat
akan bahaya HIV/Aids. Sebab, HIV/Aids dapat menular kepada siapa pun, lalu
mengajak masyarakat pola hidup sehat, khususnya dalam berhubungan,"
ujar koordinator aksi, Titik Sugiarti.
Selengkapnya: http://www.aids-ina.org/modules.php?name=&file=article&sid=1075
41. HIV di Kulonprogo meningkat
Harian Jogja, 14 Mei 2009
KULON PROGO: Kasus Human Immuno deficiency Virus (HIV) yang mengakibatkan
AIDS di Kulon Progo cenderung meningkat.
Berdasarkan data yang dilansir Dinas Kesehatan Kulonprogo, kasus HIV pada
2008 mengalami kenaikan delapan kasus, dari sebelumnya hanya 3 kasus. Pada
2009, berdasarkan pendataan PMI Kulonprogo, lima orang dinyatakan positif
HIV. Sehingga total jenderal terdapat 23 kasus HIV di Kulonprogo.
Selengkapnya: http://www.aids-ina.org/modules.php?name=&file=article&sid=1074
|