Search the web
Sign In
New User? Sign Up
tb-hiv_indonesia · TB-HIV Indonesia
? Already a member? Sign in to Yahoo!

Yahoo! Groups Tips

Did you know...
Want to share photos of your group with the world? Add a group photo to Flickr.

Best of Y! Groups

   Check them out and nominate your group.
Having problems with message search? Fill out this form to ensure your group is one of the first to be migrated to the new message search system.

Messages

  Messages Help
Advanced
Klipping Media Masa Terbaru di www.aids-ina.org   Message List  
Reply | Forward Message #161 of 195 |

Kumpulan Berita Media Massa
HIV-AIDS dan Narkoba
Dari Tanggal: 11 May 2009 Sampai Tanggal: 18 May 2009


 

1. 73% Penularan HIV di Subang Akibat Seks Bebas

Okezone.com, 15 Mei 2009
Sebanyak 284 kasus HIV/AIDS di Kabupaten Subang mayoritas disebabkan hubungan seks bebas di luar ikatan pernikahan.


Selengkapnya: http://www.aids-ina.org/modules.php?name=&file=article&sid=1073



2. MUI tuntut lokalisasi pelacur di Malang ditutup

Waspada Online, 14 Mei 2009

MALANG - Majeis Ulama Indonesia Kabupaten Malang, Jawa Timur, menuntut lokalisasi pelacur di Malang ditutup. Wakil Bupati menolak, karena mereka bisa jadi pelacur liar.

Menurut KH Mahmud Zubaidi keberadaan lokalisisasi tak hanya merusak moral pria dewasa tetapi juga anak-anak remaja. "Ini merupakan penyakit masyarakat yang harus diberantas," ujarnya, Rabu (13/5).

Penutupan ini, sambungnya, harus dibarengi pembukaan lapangan kerja yang layak buat mereka. Oleh sebab itu, Pemerintah Kabupaten Malang perlu menyediakan anggaran untuk melatih keterampilan agar para pelacur, germo dan pekerja di lokalisasi yang lain hidup mandiri. Untuk merealisasikan sikap MUI ini, Mahmud Zubaidi tengah menyiapkan rancangan peraturan daerah untuk pencegahan perzinahan, judi dan minuman keras.


Selengkapnya: http://www.aids-ina.org/modules.php?name=&file=article&sid=1072



3. Berkat 'Peduli'

Waspada Online, 14 Mei 2009

DR Dr. UMAR ZEIN

Pagi itu, di ruang III Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Dr.Pirngadi, bocah kurus bernama Berkat Anugerah, 5, sedang menikmati sarapan. Dia menyendok sendiri nasi dari piring dengan tangan kanan dan tangan kiri memegang balon plastik berwarna biru.

Berkat terlihat makan dengan lahap sambil sesekali melirik balon birunya. Ketika sang abang menggoda dengan mengambil balonnya, dia merengek dan meronta.

Berkat adalah salah satu anak Indonesia yang diketahui mengalami gizi buruk dan infeksi oportunistik akibat daya tahan tubuh yang menurun karena Human Immunodeficiency Virus (HIV) sehingga terjadi Sindroma Penurunan Daya tahan tubuh Didapat (SPID) atau dalam istilah asing Aquired Immuno Deficiency Syndrome (AIDS).

Lebih 5 tahun yang lalu, ketika Berkat masih dalam kandungan ibunya, HIV mungkin sudah berkembang di dalam darahnya. Kini, diusia yang masih dini, dia harus mengalami kondisi yang memerlukan perhatian sangat khusus dari orang-orang yang dekat dengannya. Namun kedua orang tuanya telah tiada, dia yatim piatu.


Selengkapnya: http://www.aids-ina.org/modules.php?name=&file=article&sid=1071



4. Kampanye HIV-AIDS Masih Terfokus di Kawasan Berisiko Tinggi

Cenderawasih Post Online, 14 Mei 2009

MERAUKE-Tingginya angka penderita HIV-AIDS di Kabupaten Merauke tampaknya menimbulkan keprihatinan bagi berbagai pihak. Salah satunya adalah kalangan pemuka agama. Dalam rangka itu, para Dai yang tergabung dalam Majelis Ulama Indonesia ( MUI) Kabupaten Merauke, mengikuti bimbingan penanggulangan HIV-AIDS yang digelar KPA Kabupaten Merauke.

"Ini merupakan ide dari MUI sendiri dan sangat disambut baik oleh KPA Kabupaten Merauke," kata Ketua MUI Kabupaten Merauke H Amiruddin Shaleh, kepada Cenderawasih Pos, di sela-sela acara tersebut. Menurut Amiruddin Shaleh, kegiatan yang diikuti itu sekaligus menjawab bahasa sumbang dari masyarakat bahwa tokoh agama tidak memberi kepedulian terhadap penyakit tersebut.


Selengkapnya: http://www.aids-ina.org/modules.php?name=&file=article&sid=1070



5. Pengidap HIV/AIDS di Bekasi Meningkat

Pikiran Rakyat, 14 Mei 2009

BEKASI, (PRLM).-Jumlah pengidap HIV/AIDS di Kota Bekasi terus bertambah. Bahkan, Kota Bekasi termasuk daerah jalur merah (rawan HIV AIDS) di Jawa Barat setelah Kota Bandung. Selain meningkatkan pantauan kepada kalangan berisiko tinggi, saat ini pantauan juga dilakukan kepada populasi umum.

Hal ini disampaikan Penanggung Jawab Klinik Mitra Sehati (LSM di bidang informasi HIV/AIDS-red), Jamaludin di Bekasi, Kamis (14/5). Penyisiran terhadap kalangan populasi umum ini mulai dilakukan sekitar tahun 2006 lalu.

Berdasarkan tes yang dilakukan kepada sejumlah masyarakat yang termasuk dalam populasi umum ini baru terdapat beberapa kasus kasuistik.

"Ada ditemukan, tetapi hanya kasuistik. Jika sampai banyak ditemukan yang positif pada populasi umum ini, berarti, kan, HIV/AIDS semakin menyebar dan semua saja beresiko tinggi terkena," ujarnya.


Selengkapnya: http://www.aids-ina.org/modules.php?name=&file=article&sid=1069



6. Kawasan Cilodong Rawan Penularan HIV/AIDS

Koran SINDO, 13 Mei 2009

PURWAKARTA(SI) – Dinas Kesehatan (Dinkes) Purwakarta masih mewaspadai kawasan Cilodong, Kecamatan Bungur Sari, sebagai daerah penularan penyakit HIV/ AIDS.

Karena itu, Dinkes mengawasi ekstra ketat wilayah sebelah utara Purwakarta tersebut. Di lokasi, Dinkes mencatat terdapat 15 orang terjangkit HIV dan tujuh orang lainnya dinyatakan positif menderita AIDS.Meskipun memiliki data kuantitas, instansi ini sama sekali tidak mengetahui identitas satu per satu warga yang menderita HIV/AIDS.

Hal ini terkait penelusuran bersifat unlinked anonymousatau pemeriksaan sampel darah pada suatu komunitas, bukan orang per orang. Kepala Dinkes (Kadinkes) Kabupaten Purwakarta Anne Hediana mengatakan, dirinya khawatir jumlah penderita penyakit mematikan yang belum ada obatnya itu terus bertambah.


Selengkapnya: http://www.aids-ina.org/modules.php?name=&file=article&sid=1068



7. ARV mempunyai efek samping

Waspada Online, 13 Mei 2009

PRAWIRA SETIABUDI

MEDAN- Pemberian ARV (Anti Retroviral) obat untuk melumpuhkan virus HIV/AIDS mempunyai efek samping kepada pengguna obat tersebut. Demikian disampaikan ketua Konselor HIV/AIDS RSUP H Adam Malik Medan, Rahmad Kurniawan, kepada Waspada Online, tadi pagi.

Menurut Rahmad efek samping penggunaan obat ARV tersebut antara lain dapat menyebabkan perut mual, penyakit kulit, anemia dan kerusakan pada hati.

Mengenai belum adanya obat ARV untuk anak-anak, Rahmad mengatakan itu semua bisa di akali dengan cara memberikan dosis obat untuk anak. "Tetapi yang jadi permasalahan, siapa yang bisa menjamin anak-anak yang menghidap HIV/AIDS itu mengonsumsi obat tersebut secara teratur," ujar Rahmad.


Selengkapnya: http://www.aids-ina.org/modules.php?name=&file=article&sid=1067



8. 109 Ibu Rumah Tangga Terinfeksi HIV/AIDS

Surya Online, 13 Mei 2009

Malang - SURYA- Hingga Mei 2009, sedikitnya 109 orang ibu rumah tangga di Kota Malang, Jawa Timur, dinyatakan positif terinfeksi HIV/AIDS dan dua di antaranya kini tengah hamil.

Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Malang, dr. Enny Sekar Rengganingati, Rabu, mengatakan, sejak Oktober 2008 hingga Mei 2009 ada penambahan jumlah penderita di kalangan ibu rumah tangga sebanyak 46 orang, karena sebelumnya hanya 63 orang.

Selain ibu rumah tangga, katanya, penambahan juga terjadi di lingkungan Pekerja Seks Komersial (PSK), dari 63 orang pada Oktober 2008 menjadi 74 orang pada Mei 2009 atau bertambah 11 orang.


Selengkapnya: http://www.aids-ina.org/modules.php?name=&file=article&sid=1066



9. Seks Tanpa Kondom Didenda Rp 50 Juta

Surya Online, 13 Mei 2009

KEPANJEN - SURYA- LSM Paramitra Pertanyakan Penegakan Perda 14/2008 . Meningkatnya penderita HIV dan AIDS di Kabupaten Malang pada triwulan pertama 2009 menimbulkan sejumlah pertanyaan. Benarkah Pemkab Malang telah menegakkan Perda 14/2008 tentang Penanggulangan Bahaya HIV/AIDS di wilayah tersebut ?

Aktivif LSM Paramitra, Tri Gozali menuturkan, dengan disahkannya perda tersebut semestinya bisa menjadi pintu masuk bagi pemkab untuk melakukan pencegahan. “Salah satu item dalam perda itu menyebutkan, bagi mereka yang menolak memakai kondom saat berhubungan dengan PSK bisa dipenjara tiga bulan atau denda maksimal Rp 50 juta. Apakah itu sudah diterapkan?” kata Gozali, Selasa (12/5).


Selengkapnya: http://www.aids-ina.org/modules.php?name=&file=article&sid=1065



10. Ngesek Nggak Pakai Kondom Didenda Rp 50 Juta

Tribun Jabar, 13 Mei 2009

MALANG, TRIBUN — Meningkatnya penderita HIV/AIDS di Kabupaten Malang pada triwulan pertama 2009 menimbulkan sejumlah pertanyaan. Benarkah Pemkab Malang telah menegakkan Perda No 14/2008 tentang Penanggulangan Bahaya HIV/AIDS di wilayah tersebut?

Aktivis LSM Paramitra, Tri Gozali, menuturkan, dengan disahkannya perda tersebut semestinya bisa menjadi pintu masuk bagi pemkab untuk melakukan pencegahan. “Salah satu item dalam perda itu menyebutkan, bagi mereka yang menolak memakai kondom saat berhubungan dengan PSK bisa dipenjara tiga bulan atau denda maksimal Rp 50 juta. Apakah itu sudah diterapkan?” kata Gozali.


Selengkapnya: http://www.aids-ina.org/modules.php?name=&file=article&sid=1064



11. 109 Ibu Rumah Tangga di Malang Positif HIV/AIDS

Kompas.Com, 13 Mei 2009

MALANG, KOMPAS.com — Hingga Mei 2009, sedikitnya 109 ibu rumah tangga di Kota Malang dinyatakan positif terinfeksi HIV/AIDS, dan dua di antaranya kini hamil.

Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Malang dr Enny Sekar Rengganingati, Rabu, mengatakan, sejak Oktober 2008 hingga Mei 2009 ada penambahan jumlah penderita di kalangan ibu rumah tangga sebanyak 46 orang karena sebelumnya hanya 63 orang.

Selain ibu rumah tangga, katanya, penambahan juga terjadi di lingkungan pekerja seks komersial (PSK), dari 63 orang pada Oktober 2008 menjadi 74 orang pada Mei 2009 atau bertambah 11 orang.


Selengkapnya: http://www.aids-ina.org/modules.php?name=&file=article&sid=1063



12. Mas, Pake Kondom ya…Tak Terasa Kok…!

Banjarmasin Post Online, 13 Mei 2009

TAK mudah memang mewajibkan para pekerja seks komersial menggunakan kondom. Pelanggan atau lelaki hidung belang merasa tidak nikmat bila menggunakannya.

Rediscoveri Nitta, Manajer Program Penanggulangan AIDS pada kelompok Berisiko Tinggi Yayasan Kusuma Buana sudah membekali para PSK ilmu rayuan, “Mas, make kondom itu enak, tidak terasa kok. Pokoknya saya pakein ya…!”

Sayang, upaya ini masih bisa dibilang gagal. Para pelanggan lelaki kerap enggan memakai kondom bila diminta. Para hidung belang berkilah bahwa, memakai kondom, kenikmatannya kurang. “Enak saja, orang sudah bayar kok tidak bersentuhan langsung,” tutur Nitta meniru kata-kata para hidung belang.


Selengkapnya: http://www.aids-ina.org/modules.php?name=&file=article&sid=1062



13. Ngeseks Tanpa Kondom Dipenjara 3 Bulan

Banjarmasin Post Online, 13 Mei 2009

MALANG, RABU - Meningkatnya penderita HIV/AIDS di Kabupaten Malang pada triwulan pertama 2009 menimbulkan sejumlah pertanyaan. Benarkah Pemkab Malang telah menegakkan Perda No 14/2008 tentang Penanggulangan Bahaya HIV/AIDS di wilayah tersebut?

Aktivis LSM Paramitra, Tri Gozali, menuturkan, dengan disahkannya perda tersebut semestinya bisa menjadi pintu masuk bagi pemkab untuk melakukan pencegahan. “Salah satu item dalam perda itu menyebutkan, bagi mereka yang menolak memakai kondom saat berhubungan dengan PSK bisa dipenjara tiga bulan atau denda maksimal Rp 50 juta. Apakah itu sudah diterapkan?” kata Gozali.


Selengkapnya: http://www.aids-ina.org/modules.php?name=&file=article&sid=1061



14. Kasus HIV/AIDS di Subang cenderung meningkat

Waspada Online, 12 Mei 2009

SUBANG - Dinas Kesehatan Subang, Jawa Barat, menemukan penderita HIV/Aids sebanyak 284 kasus. Kasus itu paling banyak ditularkan melalui hubungan sex (73 persen), jarum suntik (20 persen), dan penularan pada bayi dari ibu (2 persen).

Koordinator Program Penanganan dan Pencegahan IMS HIV/AIDS, Dinas Kesehatan Subang, Suwata, mengatakan kalangan usia produktif paling banyak menderita sekitar 80% yakni 15-30 tahun.


Selengkapnya: http://www.aids-ina.org/modules.php?name=&file=article&sid=1060



15. Bocah HIV/AIDS siap rawat jalan

Waspada Online, 12 Mei 2009

PRAWIRA SETIABUDI

MEDAN - Berkat, bocah asal Tapanuli Utara yang terinfeksi HIV/AIDS dan telah menjalani perawatan di RS Pirngadi Medan kini telah diperbolehkan pulang. Untuk selanjutnya, Berkat akan menjalani perawatan jalan di rumah sakit tersebut.

"Penanganan medis untuk Berkat sudah maksimal, kondisinya pun sudah sangat baik. Nantinya, Berkat akan menjalani rawat jalan agar kondisinya dapat terus terpantau," ungkap direktur RS Pirngadi Medan, Umar Zein, kepada Waspada Online, malam ini.


Selengkapnya: http://www.aids-ina.org/modules.php?name=&file=article&sid=1059



16. Sekeluarga Ditampung Panti Asuhan

Koran SINDO, 12 Mei 2009

MEDAN (SI) – Bocah penderita HIV/AIDS,BH,5,dan ketiga saudara kandungnya akan menjalani hidup di Panti Asuhan Elim HKBP Pematangsiantar.

Kepastian ini diperoleh setelah pihak keluarga yang mewakili keempat anak yatim piatu itu sepakat untuk menyerahkan mereka. Poltak Simanjuntak yang mewakili keluarga menandatangani surat perjanjian di RSU dr Pirngadi Medan kemarin.Kesepakatan itu disaksikan Kepala Badan Pelayanan Kesehatan (BPK) RSU dr Pirngadi Medan Umar Zein. Poltak menyatakan,penyerahan keempat anak dari LH,46,dan RS,30, yang telah meninggal dunia itu dilakukan pihak keluarga dengan kesadaran penuh dan berdasarkan keterbatasan yang dimiliki.


Selengkapnya: http://www.aids-ina.org/modules.php?name=&file=article&sid=1058



17. 14 toddlers in Malang diagnosed with HIV/AIDS

the Jakarta Post Online, 12 Mei 2009

The Jakarta Post , Jakarta | Mon, 05/11/2009 5:47 PM | National

At least 14 toddlers in Malang, East Java, have been diagnosed HIV positive, having contracted the virus from their mothers, who had been infected by their husbands, the AIDS Prevention Commission says.

The commission's Malang branch secretary, Adi Purwanto, told tempointeraktif.com that four of the 14 toddlers had been declared AIDS positive.


Selengkapnya: http://www.aids-ina.org/modules.php?name=&file=article&sid=1057



18. KPA Malang Khawatir Bantuan ARV untuk Penderita HIV/AIDS Dicabut

Surya Online, 12 Mei 2009

MALANG | SURYA Online - Komisi Penanggulangan AIDS (KPA) Kabupaten Malang, Jawa Timur (Jatim), mengkhawatirkan jika bantuan antiretroviral (ARV) untuk para penderita HIV/AIDS dicabut oleh lembaga donor, karena saat ini stok ARV tersebut mulai menipis.

Ketua KPA Kabupaten Malang, Adi Purwanto, Selasa (12/5), mengakui, untuk saat ini stok ARV masih cukup untuk membantu 74 orang penyandang ODHA yang ditangani LSM.

Hanya saja, tambahnya, kalau sewaktu-waktu bantuan itu dicabut dan stok ARV habis, bagaimana nasib ke-74 penyandang ODHA itu, karena bantuan dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kabupaten Malang tidak cukup besar, yakni sekitar Rp 300 juta per tahun.


Selengkapnya: http://www.aids-ina.org/modules.php?name=&file=article&sid=1056



19. 14 Balita Terkena HIV/AIDS

Surya Online, 12 Mei 2009

KEPANJEN - SURYA-Triwulan Pertama 2009, di Kabupaten Malang Meningkat 35 Orang. Jumlah penderita baru HIV dan AIDS di Kabupaten Malang pada triwulan pertama tahun ini bertambah 35 orang. Dari data itu, setidaknya ada 14 balita yang diperkirakan tertular oleh ibunya dan positif mengidap HIV dan AIDS.

”Kami sudah memeriksa lima di antaranya. Dan mereka positif terkena HIV dan AIDS. Sisa yang lain sedang kami cari keberadaannya agar bisa terpantau,” jelas dr Agus W Arifin, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Malang, Senin (11/5).


Selengkapnya: http://www.aids-ina.org/modules.php?name=&file=article&sid=1055



20. Anak AIDS di RS Pirngadi Medis Selesai, Tinggal Masalah Sosial

Harian Analisa, 12 Mei 2009

Medan, (Analisa)

Penanganan medis anak pengidap human immunodeficiency virus/aquried immuno deficiency syndrome (HIV/AIDS) asal Tapanuli Utara di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) dr Pirngadi Medan sudah maksimal. Selanjutnya tinggal penanganan sosial jika dipulangkan.

Soalnya, kata Direktur RSUD dr Pirngadi Medan, Dr dr Umar Zein DTM&H SpPD KPTI, di ruang kerjanya, Senin (11/5), terlalu lama anak itu dirawat di rumah sakit juga kurang bagus. Karena, dikhawatirkan anak tersebut akan tertular penyakit dari pasien lain.

“Secara medis sudah maksimal kita tangani. Segala pemeriksaan sudah dilakukan. Kondisi adik Afles itu juga sudah semakin baik,” ucap Umar. Menurutnya, anak itu sudah laik untuk rawat jalan. Hanya saja yang menjadi masalah, bagaimana perawatan anak itu di luar rumah sakit khususnya memantau mengonsumsi obat antiretroviral (ARV) yang harus dimakan seumur hidup.


Selengkapnya: http://www.aids-ina.org/modules.php?name=&file=article&sid=1054



21. Dua Warga Lhokseumawe Meninggal Akibat HIV-AIDS

Harian Analisa, 12 Mei 2009

Lhokseumawe, (Analisa)

Akibat terserang penyakit HIV/AIDS, dalam kurun waktu tahun 2006 hingga 2009 dua warga Lhokseumawe meninggal dunia. Demikian disampaikan Sekretaris Komisi Penanggulangan Penyakit AIDS Provinsi Aceh (KPA), dr Ormaia Nya’ Oemar, M.Kes pada acara rapat koordinasi penanggulangan HIV-AIDS di ruang kerja Walikota Lhokseumawe, Senin (11/5).

Dari tahun 2006 sampai 2009 terdapat lima kasus HIV-AIDS di kota Lhokseumawe dan Aceh Utara, dari lima kasus tersebut dua orang meninggal dunia dan tiga selamat setelah diobati.

Dijelaskan, pada tahun 2006 terdapat dua kasus HIV-AIDS di kota Lhokseumawe, seorang meninggal dunia. Tahun 2008 terdapat satu kasus HIV-AIDS dan pada tahun 2009 terdapat dua kasus HIV-AIDS dengan seorang penderita meninggal dunia.


Selengkapnya: http://www.aids-ina.org/modules.php?name=&file=article&sid=1053



22. Kondom Gratis Dibagikan, Pemerintah Sediakan Dana Rp 300 Miliar

Harian Sinar Indonesia Baru, 12 Mei 2009

Tulari Istri dengan HIV, Suami Dipenjara

Jakarta (SIB)
Pemerintah bagi-bagi alat kontrasepsi KB secara cuma-cuma kepada pasangan usia subur. Langkah ini diambil mengingat minat mereka mengikuti program Keluarga Berencana (KB) sangat kecil.

Alat kontrasepsi KB gratis senilai Rp 300 miliar mulai dari kondom, pil dan alat lainnya dibagikan melalui Puskesmas dan rumah sakit yang ditunjuk.

Menurut Kepala BKKBN Sugiri Syarief, turunnya minat pasangan usia subur ikut KB karena banyak di antara mereka yang kesulitan mendapatkan layanan memadai. Bahkan, tahun 2006, lebih dari 9% pasangan usia subur, tidak terlayani program KB (unmed red).

“Umumnya memang masyarakat miskin dan tinggal dilokasi yang sulit dijangkau layanan kesehatan,” tutur Kepala BKKBN, Sugiri Syarief.


Selengkapnya: http://www.aids-ina.org/modules.php?name=&file=article&sid=1052



23. Belasan Balita Terjangkit AIDS

Republika Online, 11 Mei 2009

MALANG – Jumlah penderita HIV/AIDS di wilayah Kabupaten Malang sangat memprihatinkan. Sebab, penderita penyakit menular yang mematikan itu mengalami peningktan mengejutkan. Bahkan, sangat mengerikan, karena ada belasan anak yang justru terjangkit penyakit tak ada obatnya itu.

"Jumlah penderita HIV/AIDS itu memang cukup mengerikan. Jumlahnya cukup banyak. Ada sekitar 35 penderita HIV/AIDS yang positif telah kami temukan. Tragisnya, dari sejumlah itu ada sekitar 14 anak yang usianya masih di bawah lima tahun (Balita-Red)," ungkap Kepala Kantor Perlindungan Anak Malang, Adi Purwanto kepada wartwan, kemarin (11/5).


Selengkapnya: http://www.aids-ina.org/modules.php?name=&file=article&sid=1051


 -----------------------------------------------

Pengelola aids-ina.org

A better way in strengthening strategic information to guide a more effective

Dukung dan kunjungi terus www.aids-ina.org

 



Mon May 18, 2009 7:34 am

komunitasaid...
Offline Offline
Send Email Send Email

Forward
Message #161 of 195 |
Expand Messages Author Sort by Date

Kumpulan Berita Media Massa HIV-AIDS dan Narkoba Dari Tanggal: 11 May 2009 Sampai Tanggal: 18 May 2009 _____ 1. 73% Penularan HIV di Subang Akibat Seks Bebas ...
Pengelola www.aids-in...
komunitasaid...
Offline Send Email
May 18, 2009
7:38 am

Kumpulan Berita Media Massa HIV-AIDS dan Narkoba Dari Tanggal: 25 May 2009 Sampai Tanggal: 1 June 2009 _____ 1. Malam renungan AIDS Nusantara 2009 Waspada...
Pengelola www.aids-in...
komunitasaid...
Offline Send Email
Jun 1, 2009
1:34 am

Kumpulan Berita Media Massa HIV-AIDS dan Narkoba Dari Tanggal: 1 June 2009 Sampai Tanggal: 8 June 2009 _____ 1. Mulai Takut Modif Alat Kelamin Manado Post, 06...
Pengelola www.aids-in...
komunitasaid...
Offline Send Email
Jun 8, 2009
1:11 am

Kumpulan Berita Media Massa HIV-AIDS dan Narkoba Dari Tanggal: 15 June 2009 Sampai Tanggal: 22 June 2009 _____ 1. Anak jalanan rentan terinfeksi HIV/AIDS ...
Pengelola www.aids-in...
komunitasaid...
Offline Send Email
Jun 22, 2009
12:00 am

Kumpulan Berita Media Massa HIV-AIDS dan Narkoba Dari Tanggal: 20 July 2009 Sampai Tanggal: 27 July 2009 _____ 1. GMIM Tangkal HIV/AIDS Manado Post, 25 Juli...
Pengelola www.aids-in...
komunitasaid...
Offline Send Email
Jul 27, 2009
1:48 am

Kumpulan Berita Media Massa HIV-AIDS dan Narkoba Dari Tanggal: 24 August 2009 Sampai Tanggal: 31 August 2009 _____ 1. Tiga Pelayan Pub di Lembata Mengidap HIV ...
Pengelola www.aids-in...
komunitasaid...
Offline Send Email
Aug 31, 2009
1:37 am

Kumpulan Berita Media Massa HIV-AIDS dan Narkoba Dari Tanggal: 5 October 2009 Sampai Tanggal: 12 October 2009 _____ 1. 103 Warga Tewas karena AIDS Kaltim Post...
Pengelola www.aids-in...
komunitasaid...
Offline Send Email
Oct 12, 2009
12:37 am

Kumpulan Berita Media Massa HIV-AIDS dan Narkoba Dari Tanggal: 12 October 2009 Sampai Tanggal: 19 October 2009 _____ 1. KELEMBAGAAN: BNP akan Optimalkan...
Pengelola www.aids-in...
komunitasaid...
Offline Send Email
Oct 19, 2009
1:45 am
Advanced

Copyright © 2009 Yahoo! Inc. All rights reserved.
Privacy Policy - Terms of Service - Guidelines - Help