Search the web
Sign In
New User? Sign Up
tb-hiv_indonesia · TB-HIV Indonesia
? Already a member? Sign in to Yahoo!

Yahoo! Groups Tips

Did you know...
Show off your group to the world. Share a photo of your group with us.

Best of Y! Groups

   Check them out and nominate your group.
Having problems with message search? Fill out this form to ensure your group is one of the first to be migrated to the new message search system.

Messages

  Messages Help
Advanced
Kliping Media Masa Terbaru di www.aids-ina.org   Message List  
Reply | Forward Message #157 of 195 |
Kliping Media Masa Terbaru di www.aids-ina.org

Kumpulan Berita Media Massa
HIV-AIDS dan Narkoba
Dari Tanggal: 4 May 2009 Sampai Tanggal: 11 May 2009


 

1. Bocah HIV/AIDS akan di berikan ARV

Waspada Online, 06 Mei 2009

PRAWIRA SETIABUDI

MEDAN - Berkat, bocah yang terinveksi HIV/AIDS, akan segera diberikan obat ARV (Anti Recto Viral) oleh pihak dokter RSUP Pirngadi Medan.

Menurut Humas, drg Susyanto, kepada Waspada Online, tadi sore, mengatakan, pemberian ARV ini dikarenakan CDV (sel darah putih) Berkat mengalami penurunan.

"Tapi hanya sel darah putihnya saja yang mengalami penurunan, sedangkan kondisi Berkat masih stabil, berat badannya juga semakin naik," ujar Susyanto.


Selengkapnya: http://www.aids-ina.org/modules.php?name=&file=article&sid=1036



2. Penderita HIV/AIDS di Jember Didominasi PSK

Surya Online, 07 Mei 2009

JEMBER | SURYA Online - Penderita HIV/AIDS tertinggi di Kabupaten Jember, Jawa Timur (Jatim), didominasi oleh pekerja seks komersial (PSK).

Ketua Paguyuban Duta HIV/AIDS di Jember, Heny Sukartiningsih, Kamis (7/5), menuturkan, jumlah penderita HIV/AIDS di Jember sejak akhir tahun 2006 hingga akhir Maret 2009, mencapai 214 penderita, 33 di antaranya meninggal dunia.

“Jumlah penderita HIV/AIDS di Jember cukup tinggi dan sebagian besar penularannya dari PSK,” jelasnya.


Selengkapnya: http://www.aids-ina.org/modules.php?name=&file=article&sid=1035



3. 43 Warga Minahasa Diduga HIV/AIDS

Radar Sulteng Online, 02 Mei 2009

TONDANO- Ini menjadi tanda awas bagi pria hidung belang yang suka gonta-ganti pacar lewat hubungan seksual. Pasalnya, mereka ini rentan kena penyakit HIV AIDS apalagi yang sering mengunakan narkoba.

Data yang diperoleh, saat ini di Minahasa ada 43 warga yang terinfeksi HIV AIDS yang umumnya tersebar di beberapa kecamatan. Bahkan kuat dugaan, mereka ini sering beroperasi di café-café terdekat.


Selengkapnya: http://www.aids-ina.org/modules.php?name=&file=article&sid=1034



4. Satu Penderita AIDS di Luwuk Meninggal

Radar Sulteng Online, 06 Mei 2009

LUWUK- Kasus kematian penderita HIV dan AIDS di Provinsi Sulteng terus bertambah. Yang terbaru, berdasarkan informasi yang dihimpun Luwuk Post (Jawa Pos Group) menyebutkan, salah seorang warga Luwuk, Kabupaten Banggai meninggal dunia setelah lama mengidap virus mematikan itu.

Lelaki berumur sekitar 30-an tahun tersebut meninggal April lalu. Ini merupakan kasus pertama HIV/AIDS di Kabupaten Banggai yang berakhir dengan kematian. Sebelumnya, tahun 2008 lalu, Dinas Kesehatan Kabupaten Banggai telah menemukan sedikitnya dua warga di bumi Babasal yang terserang virus HIV/AIDS.

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Banggai, dr Hariadi MKes, yang dikonfirmasi Luwuk Post, mengakui, pihaknya telah menemukan satu orang penderita HIV/AIDS selama tahun 2009 ini. Namun penderita tidak berhasil diselamatkan dan meninggal sekitar bulan April lalu. "Kami memang menemukan kasus baru selama tahun 2009 ini, dan orangnya sudah meninggal dunia," katanya.


Selengkapnya: http://www.aids-ina.org/modules.php?name=&file=article&sid=1033



5. HIV DAN AIDS: JOTHI Deklarasikan Komitmen

Lampung Post, 07 Mei 2009

BANDAR LAMPUNG (Lampost): Orang-orang terinfeksi HIV dan AIDS di Indonesia belum terpenuhi hak-hak asasinya. Orang terinfeksi HIV di Indonesia mengalami tantangan di dalam memenuhi hak-hak asasi.

Program penanggulangan AIDS yang telah berjalan hampir dua dekade di Indonesia telah membawa cukup banyak perubahan di dalam kultur dan struktur masyarakat Indonesia di dalam menghadapi epidemi AIDS.

Meski tidak memungkiri ada cukup banyak keberhasilan, JOTHI melihat masih ada begitu banyak kekurangan di dalam menghadapi permasalahan AIDS.


Selengkapnya: http://www.aids-ina.org/modules.php?name=&file=article&sid=1032



6. ARV untuk Anak Tak Tersedia

Koran SINDO, 07 Mei 2009

MEDAN(SI)– Petugas medis di RSU Pirngadi mengalami hambatan untuk menangani dua bocah penderita human immunodeficiency virus/ aquired immunodeficiency syndrome (HIV/AIDS).

Pasalnya, obat antiretroviral (ARV) yang diperuntukkan bagi pengidap HIV/AIDS (Odha) anak-anak belum tersedia. Tidak adanya obat bagi anakanak penderita HIV/AIDS membuat tim dokter Pusat Layanan Khusus (Pusyansus) RSU Dr Pirngadi yang merawat BH, 5, dan ARF, 6, untuk meracik obat ARV yang tersedia. ”Obat ARV untuk anak sedang diusahakan.

Selama ini obat yang ada hanya untuk orang dewasa,” tutur Ketua Pusat Pelayanan Khusus RSU Pirngadi Medan Irwan Fahri Rangkuti kepada wartawan di ruang kerjanya kemarin. Irwanmenambahkan, meskipersediaan obat ARV hanya untuk ODHA dewasa, obat ARV tetap diberikan kepada kedua bocah itu.


Selengkapnya: http://www.aids-ina.org/modules.php?name=&file=article&sid=1031



7. Tiga Balita Tertular AIDS

Duta Masyarakat, 07 Mei 2009

GRESIK, Jumlah penderita HIV/AIDS di Gresik terus bertambah. Berdasarkan catatan Dinas kesehatan (Dinkes) Kabupaten Gresik, hingga awal Mei, sudah 22 orang tertimpa kasus HIV/AIDS. Yang lebih memprihatinkan, tiga penderita merupakan balita berusia satu tahun dan tujuh bulan.

Kepala Dinkes Kabupaten Gresik, dr Munawan, mengatakan, jumlah penderita dipastikan akan terus bertambah. "Dinkes bahkan memprediksi masih ada sekitar 1.050 orang yang rentan tertular virus mematikan itu. Sekarang saja sudah tercatat lima keluarga terinfeksi HIV/AIDS," katanya, Rabu (6/5).


Selengkapnya: http://www.aids-ina.org/modules.php?name=&file=article&sid=1030



8. Pengidap AIDS Jember Mayoritas PSK

Kompas.Com, 07 Mei 2009

JEMBER, KOMPAS.com - Penderita HIV/AIDS tertinggi di Kabupaten Jember, didominasi oleh pekerja seks komersial (PSK), yang mencapai 82 orang. Ketua Paguyuban Duta HIV/AIDS di Jember, Heny Sukartiningsih, Kamis, menuturkan, jumlah penderita HIV/AIDS di Jember sejak akhir tahun 2006 hingga akhir Maret 2009, mencapai 214 orang, 33 di antaranya sudah meninggal dunia.

"Jumlah penderita HIV/AIDS di Jember cukup tinggi dan sebagian besar penularannya dari PSK," kata Heny menjelaskan. Ia mengungkapkan, secara rinci 214 kasus penderita HIV/AIDS terdiri dari PSK sebanyak 82 orang, pelanggan PSK 45 orang, pengguna jarum suntik narkoba (IDU) 30 orang, ibu rumah tangga sebanyak 40 orang dan lain-lain sebanyak 17 orang.


Selengkapnya: http://www.aids-ina.org/modules.php?name=&file=article&sid=1029



9. Penderita HIV-AIDS di Surakarta Meningkat

Tempo Interaktif, 06 Mei 2009

TEMPO Interaktif, Surakarta: Jumlah penderita HIV/AIDS di Surakarta, Jawa Tengah, meningkat drastis selama bulan April. Komisi Penanggulangan AIDS (KPA) Kota Surakarta menemukan 22 penderita baru selama bulan tersebut, dua dia ntaranya melahirkan.

Menurut Kepala Sub Dinas Pencegahan Penyakit dan Penyehatan Lingkungan Dinas Kesehatan Kota Surakarta, Titiek Kadarsih, penambahan jumlah yang cukup besar ini justru melegakan. Sebab diperkirakan masih banyak penderita HIV-AIDS sampai sekarang belum diketahui keberadaannya.

Hingga April ini, jumlah penderita HIV-AIDS yang berada di eks karesidenan Surakarta mencapai 249 orang. “Kami mendata sejak Oktober 2005,” kata Titiek, Rabu (6/5).


Selengkapnya: http://www.aids-ina.org/modules.php?name=&file=article&sid=1028



10. Januari-April, kasus HIV/AIDS tambah 39

Solo Pos, 07 Mei 2009

Balaikota (Espos)
Komisi Penanggulangan AIDS (KPA) Solo dalam empat bulan pertama tahun 2009 ini berhasil mengungkap 39 kasus HIV/AIDS di kawasan Soloraya. Kasus itu menambah jumlah kasus yang terungkap sejak Oktober 2005 lalu menjadi 249 kasus.

Dari 249 kasus tersebut, KPA Solo mencatat 62 penderita di antaranya telah meninggal dunia, termasuk empat penderita HIV/AIDS yang meninggal pada bulan April 2009 lalu. Kebanyakan mereka meninggal akibat penanganan yang terlambat. Saat memeriksakan diri, kondisi yang bersangkutan sudah kronis.


Selengkapnya: http://www.aids-ina.org/modules.php?name=&file=article&sid=1027



11. BAH dan ARF Masih Dievaluasi Dokter

Koran SINDO, 06 Mei 2009

MEDAN (SI) –Tim dokter yang menangani BAH,5, dan ARF, 6,belum dapat memastikan kapan keduanya mendapatkan obat antiretroviral (ARV) yang dikonsumsi bagi penderita HIV/AIDS.

Hingga kini tim dokter masih mengevaluasi kedua bocah malang itu, obat ARV apakah yang cocok bagi BAH dan ARF.“Obatnya harus disesuaikan dengan jenis dan berat badan mereka. Sekarang masih dievaluasi bersama dokter anak,” ujar Ketua Pusat Pelayanan Khusus RSU dr Pirngadi Medan Irwan Fahri Rangkuti kepada wartawan di ruang kerjanya kemarin.

Evaluasi pemberian obat ARV ini belum bisa dipastikan karena banyak jenis obat bagi penderita HIV/AIDS ini.“Kami harus menyesuaikannya dengan kondisi mereka, obat apa yang pantas untuk mereka karena obat ARV ini banyak jenisnya,”tuturnya.


Selengkapnya: http://www.aids-ina.org/modules.php?name=&file=article&sid=1026



12. Sembilan Daerah Rawan AIDS

Duta Masyarakat, 06 Mei 2009

Surabaya - Sembilan daerah di Jatim masuk kategori paling rawan terjangkit penyakit HIV/AIDS. Dengan fakta ini, Pemprop Jatim bertindak cepat dengan menjadikan sembilan daerah itu sebagai kawasan fokus pengawasan.

Pemprop Jatim memprioritaskan sembilan kabupaten/kota yaitu kabupaten Jember, Banyuwangi, Pasuruan, Malang, Sidoarjo, Mojokerto, Kediri, Kota Surabaya dan Kota Kediri.

"Ada sembilan daerah yang diprioritaskan, karena memiliki lokalisasi sehingga rawan penyebaran penyakit mematikan ini," kata Wagub Jatim Saifullah Yusuf atau yang akrab disapa Ipul, Selasa (5/5).


Selengkapnya: http://www.aids-ina.org/modules.php?name=&file=article&sid=1025



13. Bocah Penderita HIV-AIDS Membaik

Radar Tarakan Online, 06 Mei 2009

MEDAN- Kesehatan dua bocah Berkat (5) dan Fitri(6) yang didiagnosis mengidap virus HIV/AIDS yang saat ini dirawat di RSU dr Pirngadi Medan berangsur-angsur mulai membaik. Selain berat badan yang terlihat meningkat, juga infeksi kulit yang dialami keduanya pun mulai membaik. Setidaknya, luka-luka di kulit kedua bocah malang tersebut mulai mengering.

Kondisi tersebut diungkapkan oleh Drg. Susyanto, Humas RSU dr. Pirngadi Medan tatkala mengunjungi keduanya pada Selasa (5/5) di ruangan III RSU dr. Pirngadi Medan. “Si Berkat sudah mulai membaik sekarang. Berat badannya saat ini adalah, 8,7 kilogram. Begitupun, berat badannya belum mencapai batas normal anak seusianya. Seharusnya berat badannya adalah 15 kilogram,” katanya kepada wartawan, kemarin (5/5).


Selengkapnya: http://www.aids-ina.org/modules.php?name=&file=article&sid=1024



14. TKI Bawa Virus HIV Ke NTB

Harian Berita Sore, 06 Mei 2009

Mataram ( Berita ) : Wakil Sekretaris Komisi Penanggulangan AIDS (KPA) Propinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) menyatakan prihatin terhadap Tenaga Kerja Indonesia (TKI) dan Tenaga Kerja Wanita (TKW) yang ikut memberi kontribusi jumlah penderita HIV dan AIDS di daerah ini.

“Untuk itu, KPA NTB akan bekerja sama dengan Disnakertran dan BP3TKI untuk melakukan pemeriksaan bagi setiap TKI yang baru pulang baik laki untuk dites HIV,” kata Wakil Sekretaris KPA NTB, Drs. H. Arsyad Gani di Mataram, Rabu [06/05] . Tes HIV tersebut dimaksudkan, guna mencegah semakin merebaknya penyakit HIV dan IADS di daerah ini. “Sebab besar kemungkinan penyakit HIV dan AIDS dibawa oleh TKI yang telah bertahun-tahun berada di luar negeri,” katanya.


Selengkapnya: http://www.aids-ina.org/modules.php?name=&file=article&sid=1023



15. Bocah Tertular AIDS Bertambah di RSU Pirngadi Medan

Harian Sinar Indonesia Baru, 2 Mei 2009

Medan (SIB) Rumah Sakit Umum (RSU) Pirngadi Medan kembali kedatangan seorang bocah penderita AIDS, Kamis (30/4/2009). Dengan demikian, saat ini terdapat dua bocah penderita AIDS yang dirawat di rumah sakit milik Pemerintah Kota Medan tersebut.

Pasien baru itu yang berusia enam tahun tersebut, sebut saja namanya Butet, warga Jl. Wahid Hasyim Medan, Sumatera Utara (Sumut). Bocah perempuan ini terpaksa dibawa ke RSU Pirngadi karena kondisi kesehatannya memburuk dalam sepekan terakhir akibat mengidap HIV/AIDS positif. Di rumah sakit dia hanya bisa meringis dalam pelukan kakeknya, Misran, saat tim medis Rumahsakit Umum (RSU) Pirngadi Medan memasang jarum infus di lengan mungilnya, Kamis (30/4).


Selengkapnya: http://www.aids-ina.org/modules.php?name=&file=article&sid=1022



16. Terhibur Sekaligus Teredukasi

Koran SINDO, 05 Mei 2009

DIMINATI : Kedua remaja ini sedang membaca katalog untuk menentukan film mana yang akan ditonton dalam salah satu festival film di Jakarta. Tayangan film-film alternatif dalam sebuah festival terus mendapat apresiasi besar, karena kehausan para pecinta film untuk menyaksikan tontonan berbeda.

BERBAGAI festival film alternatif di Indonesia makin menggeliat dan sudah punya tempat.Tak sekadar menyajikan tontonan berbeda,para penyelenggaranya juga berharap jadi agen perubahan.

Sebuah festival film alternatif umumnya memutar film non-mainstream yang tidak ditayangkan di jaringan bioskop komersial. Salah satu tujuannya adalah mengakomodasi keinginan para pencinta film yang haus akan film-film ”bermutu”. Rupanya, acara seperti ini diminati dan mendapat tempat di Indonesia. Buktinya, penonton Jakarta International Film Festival (JiFFest) terus bertambah setiap tahun.


Selengkapnya: http://www.aids-ina.org/modules.php?name=&file=article&sid=1021



17. Bocah Penderita AIDS Membaik

Koran SINDO, 05 Mei 2009

MEDAN(SI) – Kondisi BH,5,bocah penderita AIDS,dikabarkan semakin membaik. Berat badannya sudah bertambah, dia juga semakin sering merespons sekitarnya.

Bocah yang berasal Tapanuli Utara ini juga telah bisa mengentakkan kedua kakinya dengan cukup keras saat menolak diberi obat sirup. ”Berat badannya sekarang sudah 8,7 kg atau naik sekitar 2,7 kg dari pertama kali masuk kemari. Namun,untuk anak berusia 4 hingga 5 tahun, beratnya masih jauh dari normal.

Setidaknya untuk anak seusai dia itu beratnya 15–20 kg. Jadi inilah tugas kami untuk menanganinya,” tutur drg Susyanto Humas RS Pirngadi Medan kemarin. Pria berkacamata ini berharap BAH bisa diberi mendapatkan kehidupan yang layak. Dia bukan hanya membutuhkan perawatan, juga butuh sandang dan pangan.


Selengkapnya: http://www.aids-ina.org/modules.php?name=&file=article&sid=1020



18. Jawa Timur Dapat Hibah Rp 21 Miliar Untuk HIV/AIDS

Tempo Interaktif, 05 Mei 2009

TEMPO Interaktif, Surabaya: Jawa Timur dapat dana hibah dari Global Found for AIDS, Tuberculosis and Malaria (GF-ATM) sebesar Rp 21,116 miliar. Bantuan ini didapatkan khusus untuk proses percepatan penanggulangan AIDS di provinsi tersebut.

"Dana ini hanya dana tambahan untuk mendukung percepatan penanggulangan AIDS. Untuk sumber dana utama penanggulangan tetap diambilkan dari APBN dan APBD," kata Sekretaris Komisi Penanggulangan AIDS Provinsi (KPAP) Dr Nafsiah Mboi, disela-sela penandatangann Memorandum of Understanding dengan Provinsi Jatim di Hotel Bumi Surabaya, Selasa (5/5).

Menurut dia, dana sebesar itu akan dikucurkan masing-masing Rp 4,784 miliar kepada KPA Provinsi Jatim, Rp 10,826 milair untuk Dinas Kesehatan Provinsi Jatim, serta Rp 5,507 Miliar untuk Perkumpulan Keluarga Berencana Indonesia (PKBI) Jatim.


Selengkapnya: http://www.aids-ina.org/modules.php?name=&file=article&sid=1019



19. Stok Obat HIV/AIDS Memadai

Kompas.Com, 4 Mei 2009

BEKASI, KOMPAS.com — Stok obat antiretroviral (ARV) bagi penderita human immunodeficiency virus/acquired immune deficiency syndrome (HIV/AIDS) lini I cukup untuk memenuhi kebutuhan selama beberapa bulan ke depan.

Menurut Hari Bagianto, pengelola program di Komisi Penanggulangan AIDS Kota Bekasi, Minggu, stok obat tersebut cukup untuk 1.060 orang dengan HIV/AIDS (ODHA ) yang masih hidup.

Menurut dia, pasokan obat dari pusat tetap lancar tetapi kadang masih terjadi pasokan baru datang ketika persediaan tinggal mencukupi kebutuhan selama satu bulan.


Selengkapnya: http://www.aids-ina.org/modules.php?name=&file=article&sid=1018



20. KPAN: Seks Bebas Jadi Penyebab Utama HIV/Aids

Republika Online, 05 Mei 2009

SURABAYA -- Komisi Penanggulangan AIDS Nasional (KPAN) menyebutkan bahwa seks bebas kini menjadi penyebab utama dari HIV/AIDS setelah bertahun-tahun sebelumnya narkoba suntik menjadi penyebab utama.

"Dua tahun lalu, narkoba suntik masih menjadi penyebab utama, tapi sekarang 55 persen disebabkan seks bebas, 42 persen karena narkoba suntik, dan sisanya penyebab lain," kata Sekretaris KPAN, Dr. Nafsiah Mboi SpA MPH, di Surabaya, Selasa (5/5).

Ia mengemukakan hal itu di sela-sela penandatanganan nota kesepahaman (MoU) antara KPAN dengan tiga Pemerintah Provinsi (Pemprov) yakni Jatim, Bali, dan Sulsel untuk percepatan upaya pencegahan dan penanggulangan HIV/AIDS yang komprehensif.


Selengkapnya: http://www.aids-ina.org/modules.php?name=&file=article&sid=1017



21. 12 Orang Positif HIV

Suara Merdeka, 01 Mei 2009

TEMANGGUNG - Penyebaran HIV/AIDS di Kabupaten Temanggung terus meningkat dari tahun ke tahun. Selama semester awal tahun ini, tercatat 12 orang terjangkit virus mematikan itu.

Keganasan penyakit tersebut telah mengakibatkan satu penderita dewasa meninggal Maret lalu. Selain menyerang orang dewasa, tiga balita di juga dinyatakan positif tertular HIV/AIDS. Lebih memprihatinkan, satu diantara anak tersebut diketahui juga menderita gizi buruk.


Selengkapnya: http://www.aids-ina.org/modules.php?name=&file=article&sid=1016



22. Ibu Rumah Tangga Positif HIV/AIDS

Fajar Online, 04 Mei 2009

SENGKANG-- Jumlah warga yang reaktif tertular virus human immunicency virus (HIV)/acquired immuno deficiency syindrome (AIDS) di Wajo terus bertambah. Pada 3 Mei 2009, Komisi Penanggulangan (KP) AIDS Wajo melansir ada seorang ibu rumah tangga tertular virus yang belum memiliki obat penawarnya itu.

Lansiran Sekretariat KP AIDS itu berdasarkan hasil uji darah yang dilakukan terhadap warga tersebut. Diduga penularan virus yang dialami ibu dimaksud akibat tertular dari hubungan seks yang didapatkan dari suaminya.


Selengkapnya: http://www.aids-ina.org/modules.php?name=&file=article&sid=1015



23. Semakin Banyak ODHA Meninggal

Surya Online, 01 Mei 2009

Ngawi - Surya-Jumlah penderita HIV/AIDS atau ODHA (Orang Dengan HIV/AIDS) yang meninggal karena tidak mampu menghadapi penyakitnya semakin banyak saja. Di Kabupaten kediri, dari 108 ODHA yang terdata, 22 di antaranya telah meninggal. Empat di antaranya meninggal di tahun ini.

Sayangnya, ODHA baru juga bermunculan. Dinkes Kabupaten Kediri mengakui bahwa jumlah itu adalah yang terdata. Diprediksi masih banyak ODHA yang belum terpantau. Dalam catatan Dinkes, di awal tahun ini sudah ada 14 penderita baru. Kalau dirata-rata, setiap bulan ada empat penderita baru sejak Januari hingga April 2009.

Sementara di Kabupaten Ngawi, seorang penderita berinisial S, 30, warga Desa/Kecamatan Mantingan, meninggal dunia setelah sempat dirawat sekitar 22 jam di RSUD dr Soeroto, Kabupaten Ngawi, (30/4) petang. Diduga hal itu disebabkan daya tahan tubuh korban sudah melemah dan tidak dapat menahan penyakit lainnya.


Selengkapnya: http://www.aids-ina.org/modules.php?name=&file=article&sid=1014



24. Dinkes Sumut bentuk layanan VCT di beberapa kabupaten

Waspada Online, 04 Mei 2009

PRAWIRA SETIABUDI

MEDAN - Dinas Kesehatan Sumatera Utara membentuk layanan VCT (Voluntary Counseling Testing) bagi masyarakat, khususnya penderita HIV/AIDS. VCT ini nantinya akan menjadi tempat konsultasi dan uji medis hingga beberapa kabupaten dan kota di Sumut. Demikian menurut Kepala Dinkes Sumut, dr Chandra Syafei, kepada Waspada Online, saat dihubungi tadi sore.

"Hal ini dilakukan berdasarkan atas penelitian yang mengatakan sekitar 11.000 penderita HIV/AIDS positif di Sumut, dan yang baru terjaring sekitar 1600 penderita HIV/AIDS," ujar Chandra Syafei.


Selengkapnya: http://www.aids-ina.org/modules.php?name=&file=article&sid=1013



25. Dua orang PSK di Jombang positif AIDS

Waspada Online, 30 April 2009

AGUNG WIBOWO


JOMBANG - Dua orang Pekerja seks Komersil (PSK) di lokalisasi Klubuk, Kecamatan Kabuh, Kabupaten Jombang, dinyatakan positif terjangkit HIV/AIDS. Karena itu, sedikitnya 80 orang PSK yang ada di lokalisasi tersebut diambil sampel darahnya oleh petugas dari Dinas Kesehatan Jombang, Kamis (30/4).

Pengambilan sampel darah tersebut guna mengantisipasi menyebarnya virus mematikan. Secara bergantian, puluhan PSK diperiksa dan diambil darahnya. Sampel darah tersebut selanjutnya akan dibawa ke laboratorium Dinas Kesehatan untuk dilakukan tes.


Selengkapnya: http://www.aids-ina.org/modules.php?name=&file=article&sid=1012



26. Pengidap HIV/AIDS di Sumut 11.044 orang

Waspada Online, 04 Mei 2009

DAVID SWAYANA

MEDAN - Data nasional memperkirakan Pengidap Human Immunodeficiency Virus/Aquired Immuno Deficiency Syndrome (HIV/AIDS) di Sumatera Utara berkisar 11.044 orang. Namun kasus HIV/AIDS yang ditemukan hanya sekitar 14 - 15 persen dari total estimasi tersebut.

Demikian dikatakan Kadis Kesehatan Sumut, dr Candra Syafei, SpOG, tadi malam. Saat ini, lanjut Candra, jumlah pengidap HIV/AIDS di Sumut yang sudah terdata hanya berkisar 1.500 - 1.600 orang. Ini berarti, Dinas Kesehatan Sumut beserta seluruh jajarannya harus terus melakukan deteksi dini terhadap kasus-kasus HIV/AIDS hingga jumlahnya mencapai angka estimasi nasional tersebut.


Selengkapnya: http://www.aids-ina.org/modules.php?name=&file=article&sid=1011



27. Kondisi dua bocah pengidap HIV/AIDS membaik

Waspada Online, 04 Mei 2009

PRAWIRA SETIABUDI

MEDAN - Dua bocah pengidap HIV/AIDS, Berkat dan Fitri, kondisinya saat ini semakin membaik. Demikian penuturan Humas RSUP Pirngadi Medan, drg Susyanto, kepada Waspada Online, tadi siang.

Berkat, menurut Susyanto, kondisinya semakin membaik dan nafsu makannya semakin tinggi, sehingga badannya semakin gemuk, kulitnya mulai bersih dan tidak tampak lagi luka-luka disekujur tubuhnya.

"Paru-parunya bagus cuma dia kurang gizi. Sementara Fitri kondisinya juga semakin baik, selera makannya juga tinggi, berat badannya pun sekarang sudah 16 kg," ujarnya.


Selengkapnya: http://www.aids-ina.org/modules.php?name=&file=article&sid=1010



28. Penderita HIV/AIDS Di Sulut Capai 490 Kasus

Harian Berita Sore, 04 Mei 2009

Manado ( Berita ) : Penderita HIV/Aids di Sulawesi Utara (Sulut) selang tahun 1997 hingga 2009 telah mencapai 490 kasus, sehingga perlu ada langkah penanggulangan secara optimal.

Langkah penanggulangan penyebaran virus mematikan itu perlu ada payung hukum seperti Peraturan Daerah (Perda) yang mampu meminimalisai penyebaran virus, kata anggota Komisi Penanggulangan Aids Daerah (KPAD) Sulut Jones Oroh di Manado, Minggu [03/05] . Dari 490 kasus atau temuan penderita penyakit itu, sekitar 20 persen telah meninggal dunia akibat tidak dapat ditangani secara optimal.

Menurut dia, selama tiga dekade, banyak upaya dilakukan berbagai kalangan untuk memerangi HIV/Aids, banyak pula riset dilakukan para ahli dengan tujuan mencari vaksin/obat untuk membunuh dan melumpuhkan HIV di dalam tubuh pengidap.


Selengkapnya: http://www.aids-ina.org/modules.php?name=&file=article&sid=1009



29. Pemahaman Tenaga Medis Di Sumut Tentang HIV/AIDS Minim

Harian Berita Sore, 02 Mei 2009

MEDAN (Berita): Pemahaman tenaga medis di Sumatera Utara khususnya kota Medan masih dinilai minim dalam penanganan pengidap HIV/AIDS atau orang dengan HIV/AIDS (ODHA).

Akibatnya, ODHA yang masuk ke rumah sakit untuk mendapatkan perawatan sering kali mengeluhkan diperlakukan secara diskrimi-nasi oleh dokter, asisten dokter hingga perawat.

Dalam hal ini, Kadis Kesehatan Sumut dr Chandra Syafei SpOG, Direktur RSU dr Pirngadi Medan (RSUPM) Dr dr Umar Zein DTM&H, MHA, SpPD-KPTI dan Kadis Kesehatan kota Medan dr Edwin Effendi MSc yang hadir dalam acara diskusi pelayanan pasien HIV/AIDS di Ruang Rapat II RSUPM, Jumat [01/05] sore, mengakuinya.


Selengkapnya: http://www.aids-ina.org/modules.php?name=&file=article&sid=1008



30. 20.810 Pengidap HIV/AIDS Di Jatim Tak Terdeteksi

Harian Berita Sore, 01 Mei 2009

Surabaya ( Berita ) : Sebanyak 20.810 pengidap HIV/AIDS di Jawa Timur tak terdeteksi, kata Wakil Gubernur Jatim, Saifullah Yusuf, saat membuka rapat konsultasi HIV/AIDS di ruang Binaloka, Kantor Gubernur Jatim, di Surabaya, Rabu [29/04] .

Oleh sebab itu, pihaknya terus mendorong Komisi Penanggulangan AIDS (KPA) Provinsi Jatim agar masalah HIV/AIDS ini ditangani secara terus-menerus dan menyeluruh. “KPA harus terus melakukan identifikasi baik nama, maupun alamat pengidap untuk mendapatkan penanganan intensif, baik secara medis, psikologis, spiritual, maupun kultural,” katanya.

Selama ini dia hanya mendapatkan data pengidap HIV/AIDS dari Dinas Kesehatan (Dinkes) Jatim yang jumlahnya mencapai 2.737 orang, sebanyak 612 orang di antaranya meninggal dunia.


Selengkapnya: http://www.aids-ina.org/modules.php?name=&file=article&sid=1007



31. Puluhan Ribu Pengidap HIV/AIDS di Jatim Belum Terdeteksi

Surya Online, 29 April 2009

SURABAYA | SURYA Online - 20.810 pengidap HIV/AIDS di Jawa Timur (Jatim) tak terdeteksi, kata Wakil Gubernur Jatim, Saifullah Yusuf, saat membuka rapat konsultasi HIV/AIDS di ruang Binaloka, Kantor Gubernur Jatim, di Surabaya, Rabu (29/4).

Karena itu, pihaknya terus mendorong Komisi Penanggulangan AIDS (KPA) Provinsi Jatim agar masalah HIV/AIDS ini ditangani secara terus-menerus dan menyeluruh.

“KPA harus terus melakukan identifikasi baik nama, maupun alamat pengidap untuk mendapatkan penanganan intensif, baik secara medis, psikologis, spiritual, maupun kultural,” kata Saifullah Yusuf.


Selengkapnya: http://www.aids-ina.org/modules.php?name=&file=article&sid=1006



32. Kondisi Berkat makin membaik

Waspada Online, 29 APril 2009

PRAWIRA SETIABUDI

MEDAN - Berkat Hutahuruk, bocah 5 tahun asal Tapanuli Utara yang terinfeksi HIV/AIDS, kondisinya semakin membaik. Demikian yang diungkapkan Humas dr Pirngadi Medan, drg Susyanto, saat dihubungi, Waspada Online, tadi siang.

"Kondisi Berkat saat ini telah mulai ada banyak kemajuan, berat badannya sudah 8,6 Kg. Walau ini bukan berat normal anak seusia Berkat," terang Susyanto

Selain berat badannya yang naik, lanjut Anto, luka-luka disekujur tubuhnya juga sudah mulai kering, dan Berkat pun sudah mau makan.


Selengkapnya: http://www.aids-ina.org/modules.php?name=&file=article&sid=1005



33. Natuna Miliki Klinik VCT

Sijori Mandiri, 29 APril 2009

RANAI- Dinas kesehatan (Dinkes) Kabupaten Natuna membangun klinik Voluntary Counselling and Testing (VCT) tempat konseling dan pemeriksaan bagi masyarakat terjangkit virus yang menyebabkan AIDS di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD). "Pembanguna klinik VCT tersebut upaya mengoptimalkan program penanggulangan HIV/AIDS di Kabupaten Natuna," ujar Kabid Pencegahan Penanggulangan Penyakit Menular, dr Sunarto, Selasa (28/4) kemarin.

Sunarto mengatakan bahwa saat ini untuk pengecekan terhadap penyakit mematikan itu masyarakat tidak perlu lagi ke luar daerah. Karena klinik dan konselornya sudah berdiri di Kabupaten Natuna.


Selengkapnya: http://www.aids-ina.org/modules.php?name=&file=article&sid=1004



34. Kongres AIDS Asia-Pasifik Di Bali

Harian Berita Sore, 29 APril 2009

Denpasar ( Berita ) : Bali menjadi tuan rumah untuk penyelenggaraan International Congress on AIDS in Asia and the Pacific (ICAAP) IX yang akan digelar Agustus mendatang.

“Kongres akan dihadiri para ahli, permerhati dan bahkan korban AIDS dari berbagai belahan dunia,” kata Prof DR Dewa Nyoman Wirawan MPH, panitia kegiatan tersebut ketika dihubungi ANTARA di Denpasar, Rabu [29/04].


Selengkapnya: http://www.aids-ina.org/modules.php?name=&file=article&sid=1003



35. 2.737 Warga Jatim Terjangkit AIDS

Duta Masyarakat, 30 April 2009

Surabaya - Di Jawa Timur, penyebaran HIV/AIDS ternyata cukup mengkhawatirkan. Catat baik-baik: saat ini tercatat 2.737 warga terjangkit virus yang belum ditemukan obatnya itu.

Diprediksi, kasus ini menjadi fenomena gunung es. Artinya, yang tidak terdeteksi bisa mencapai puluhan kali lipat. Sampai-sampai Wakil Gubernur (Wagub) Jatim, Saifullah Yusuf minta agar pemangku kebijakan segera melakukan identifikasi terhadap para penderita HIV/AIDS di Jatim.


Selengkapnya: http://www.aids-ina.org/modules.php?name=&file=article&sid=1002



36. 234 Kasus HIV/AIDS di Pekanbaru

Dumaipos.Com, 29 April 2009

PEKANBARU -- Data di Dinas Kesehatan Kota Pekanbaru mencatat hingga 2009, ditemukan sebanyak 234 kasus HIV/AIDS di Kota Pekanbaru. Angka ini tertinggi di Provinsi Riau dibandingkan dengan kabupaten/kota lainnya yang hanya berkisar puluhan kasus. Seperti Kampar delapan kasus, Siak 11 kasus, atau Kuansing yang hanya tiga kasus.

Adapun rincian kasus HIV/AIDS di Pekanbaru sebagai berikut. Sebanyak 201 kasus terjadi pada laki-laki dan 33 kasus pada perempuan. Diketahui sebanyak 159 orang dengan HIV/AIDS (ODHA) masih hidup, 73 orang meninggal dunia dan dua sisanya tidak diketahui keberadaannya.


Selengkapnya: http://www.aids-ina.org/modules.php?name=&file=article&sid=1001


 -----------------------------------------------

Pengelola aids-ina.org

A better way in strengthening strategic information to guide a more effective

Dukung dan kunjungi terus www.aids-ina.org

 



Mon May 11, 2009 2:04 am

komunitasaid...
Offline Offline
Send Email Send Email

Forward
Message #157 of 195 |
Expand Messages Author Sort by Date

Kumpulan Berita Media Massa HIV-AIDS dan Narkoba Dari Tanggal: 14 July 2008 Sampai Tanggal: 21 July 2008 _____ 1. Penderita HIV/AIDS di Bali Bertambah 15,03...
Pengelola www.aids-in...
komunitasaid...
Offline Send Email
Jul 21, 2008
1:31 am

Kumpulan Berita Media Massa HIV-AIDS dan Narkoba Dari Tanggal: 21 July 2008 Sampai Tanggal: 28 July 2008 _____ 1. Presiden: Tindaklanjuti Hasil Kongres Anak...
Pengelola www.aids-in...
komunitasaid...
Offline Send Email
Jul 28, 2008
2:07 am

Kumpulan Berita Media Massa HIV-AIDS dan Narkoba Dari Tanggal: 27 October 2008 Sampai Tanggal: 3 November 2008 _____ 1. Menkes Chile Mundur Karena Skandal HIV ...
Pengelola www.aids-in...
komunitasaid...
Offline Send Email
Nov 2, 2008
11:09 pm

Kumpulan Berita Media Massa HIV-AIDS dan Narkoba Dari Tanggal: 17 November 2008 Sampai Tanggal: 24 November 2008 _____ 1. HIV/AIDS fight needs 'real action' ...
Pengelola www.aids-in...
komunitasaid...
Offline Send Email
Nov 24, 2008
1:59 am

Kumpulan Berita Media Massa HIV-AIDS dan Narkoba Dari Tanggal: 5 January 2009 Sampai Tanggal: 12 January 2009 _____ 1. Penderita HIV Meregang Nyawa Jawa Pos, 8...
Pengelola www.aids-in...
komunitasaid...
Offline Send Email
Jan 12, 2009
1:31 am

Kumpulan Berita Media Massa HIV-AIDS dan Narkoba Dari Tanggal: 9 February 2009 Sampai Tanggal: 16 February 2009 _____ 1. Kasus AIDS di Jabar Tertinggi di...
Pengelola www.aids-in...
komunitasaid...
Offline Send Email
Feb 16, 2009
3:33 am

... Desember 2008, ... Jakarta dengan ... <http://aids-ina.org/modules.php?name=&file=article&sid=883> ... membuat rumah ... terhadap Orang ... ...
zrmini
Offline Send Email
Feb 17, 2009
8:45 am

Kumpulan Berita Media Massa HIV-AIDS dan Narkoba Dari Tanggal: 30 March 2009 Sampai Tanggal: 6 April 2009 _____ 1. Di Keerom, Sekitar 1200 Orang Terinfeksi...
Pengelola www.aids-in...
komunitasaid...
Offline Send Email
Apr 6, 2009
1:27 am

Kumpulan Berita Media Massa HIV-AIDS dan Narkoba Dari Tanggal: 13 April 2009 Sampai Tanggal: 20 April 2009 _____ 1. Sunat Mencegah Penularan AIDS Suara...
Pengelola www.aids-in...
komunitasaid...
Offline Send Email
Apr 20, 2009
1:57 am

Kumpulan Berita Media Massa HIV-AIDS dan Narkoba Dari Tanggal: 28 April 2009 Sampai Tanggal: 5 May 2009 _____ 1. Lagi,Penderita HIV/AIDS Meninggal Koran SINDO,...
Pengelola www.aids-in...
komunitasaid...
Offline Send Email
May 5, 2009
1:00 am

Kumpulan Berita Media Massa HIV-AIDS dan Narkoba Dari Tanggal: 4 May 2009 Sampai Tanggal: 11 May 2009 _____ 1. Bocah HIV/AIDS akan di berikan ARV Waspada...
Pengelola www.aids-in...
komunitasaid...
Offline Send Email
May 11, 2009
2:07 am

Kumpulan Berita Media Massa HIV-AIDS dan Narkoba Dari Tanggal: 18 May 2009 Sampai Tanggal: 25 May 2009 _____ 1. Kini, di Supiori Ada 28 Kasus HIV/AIDS ...
Pengelola www.aids-in...
komunitasaid...
Offline Send Email
May 25, 2009
2:41 am

Kumpulan Berita Media Massa HIV-AIDS dan Narkoba Dari Tanggal: 8 June 2009 Sampai Tanggal: 15 June 2009 _____ 1. DANA BERGULIR: KDS Dapat Rp30 Juta dari KPA...
Pengelola www.aids-in...
komunitasaid...
Offline Send Email
Jun 15, 2009
1:20 am
Advanced

Copyright © 2009 Yahoo! Inc. All rights reserved.
Privacy Policy - Terms of Service - Guidelines - Help