Flu babi dan Anda
Oleh: Tim Horn, aidsmeds.com, 27 April 2009
Banyak Odha mengkhawatirkan ancaman epidemi flu babi terhadap keamanan
dan kesehatan mereka. Singkat kata: walau ada alasan untuk berwaspada,
tidak ada alasan untuk panik.
Apa itu flu babi?
Flu babi adalah penyakit pernapasan yang umum pada babi. Walau pada
umumnya orang tidak rentan terhadap flu babi, penularan dari hewan ke
manusia telah dilaporkan, khususnya di antara para peternak babi. Yang
unik tentang jenis virus yang saat ini sedang diawasi - virus flu babi
jenis A/H1N1 - adalah kemampuannya untuk menyebar dari orang ke orang.
Alasan yang mungkin untuk itu adalah kenyataan bahwa babi dapat
terinfeksi tidak hanya oleh flu babi, tetapi juga dengan jenis virus
flu yang dapat mempengaruhi manusia dan burung. Unsur genetika dari
berbagai jenis virus influenza itu kemudian dapat menyatu. Sebagai
contoh, flu babi jenis A/H1N1 mengandung gen dari dua jenis virus flu
babi, satu jenis flu burung dan satu jenis flu pada manusia.
Apakah flu babi sungguh mematikan?
Seluruh jenis flu yang menyebabkan penyakit pada manusia dapat
mematikan - kurang lebih 200.000 orang dirawat inap dan 36.000
meninggal akibat komplikasi terkait flu setiap tahun di AS.
Tidak ada alasan untuk berpendapat bahwa flu babi yang dilaporkan lebih
mematikan dibandingkan jenis flu musiman yang biasa. Di antara 40 kasus
yang dikonfirmasi sebagai flu babi pada manusia di AS sampai dengan 27
April, belum ada yang mengakibatkan kematian. Justru, menurut Centers
for Disease Control and Prevention (CDC-AS), seluruh kasus yang
dilaporkan di AS sampai saat ini terkait dengan gejala penyakit ringan,
dengan hanya satu pasien yang harus dirawat sebentar di rumah sakit.
Flu babi memiliki riwayat yang berbeda-beda di AS. Antara 2005 hingga
Januari 2009, 12 kasus flu babi pada manusia terdeteksi di AS dan tidak
mengakibatkan kematian. Namun, jangkitan flu babi di Fort Dix, New
Jersey, AS yang muncul pada 1976, menyebabkan lebih dari 200 kasus
penyakit berat pada beberapa orang dan satu meninggal.
Pada jangkitan di AS saat ini belum ada yang meninggal, lalu mengapa
sekarang flu babi menjadi kedaruratan kesehatan masyarakat di AS?
Yang menjadi keprihatinan pakar kesehatan masyarakat adalah kenyataan
bahwa penyakit itu disebabkan oleh virus influenza hewan yang biasanya
tidak menulari manusia, dan kenyataan bahwa virus itu telah ditemukan
di sejumlah komunitas di Amerika Utara. Selain itu, banyak di antara
orang yang meninggal akibat penyakit sejenis flu di Meksiko tampaknya
adalah orang dewasa yang sehat; sebaliknya flu musiman yang paling
berat kemungkinan terjadi pada orang yang sangat muda dan sangat tua
serta orang dengan masalah kesehatan kronis lain.
Menurut WHO, sampai dengan 27 April, flu babi digolongkan sebagai "Fase
3" dalam hal rencana kesiapan WHO menghadapi influenza. Hal itu berarti
bahwa virus hewan atau turunan virus hewan-manusia telah menyebabkan
kasus secara sporadis atau kelompok kecil penyakit pada manusia, tetapi
tidak mengakibatkan penularan antarmanusia yang cukup untuk
mempertahankan jangkitan di tingkat masyarakat. Dengan kata lain,
sejauh ini penularan itu dalam keadaan yang sangat terbatas, yaitu
virus belum mencapai tingkat kemampuan menular antarmanusia yang cukup
untuk menimbulkan pandemi (penyebaran epidemi secara geografis).
Catatan: WHO meningkatkan status pandemi flu babi dari Fase 3 menjadi
Fase 4 (penularan antarmanusia yang bertahan) pada 27 April dan menjadi
Fase 5 (infeksi pada manusia yang menyebar luas) pada 29 April.
Walau kenyataannya tidak ada orang yang meninggal akibat flu babi di
AS, flu babi telah dinyatakan sebagai kedaruratan kesehatan masyarakat.
Namun, menurut Janet Napolitano, Sekretaris Department of Homeland
Security, masalah ini "terdengar lebih gawat daripada kenyataan" dan
semata-mata ditujukan untuk pengeluaran dana upaya kesehatan masyarakat
- misalnya kampanye pendidikan dan pembahasan dengan penyedia layanan
kesehatan - dan untuk penyebaran pengobatan secara lebih luas untuk
mencegah dan mengobati infeksi.
Apakah flu babi merupakan ancaman bagi Odha?
Odha, dan juga orang dengan penyakit kronis, misalnya penyakit jantung,
asma dan diabetes, diyakini menghadapi risiko yang lebih tinggi
terhadap gejala terkait influenza. Menurut CDC, sering kali terjadi
kematian di antara sejumlah pasien Odha yang sedang dirawat inap
terkait penyakit jantung dan paru di masa influenza selama musim dingin
dibandingkan musim lainnya sepanjang tahun. Penelitian juga menunjukkan
bahwa gejala influenza mungkin memanjang dan risiko komplikasi terkait
influenza -termasuk kematian - lebih tinggi pada Odha tertentu.
Tidak jelas apakah jenis virus flu babi ini lebih atau kurang berisiko
pada Odha. Satu teori: dengan kenyataan bahwa, paling tidak di Meksiko,
flu babi meniru pandemi influenza yang terjadi pada 1918 - tampak
paling berat pada orang yang berusia antara 18 dan 35 tahun; orang yang
sistem kekebalannya sehat yang menjadi hiperaktif saat menanggapi virus
dan menyebabkan peradangan serta penyakit pernapasan berat - dan
mungkin tidak terlalu mengancam orang yang sistem kekebalannya rusak,
contohnya Odha. Sayang sekali, tidak jelas apakah teori itu berlaku,
karena banyak Odha sekarang sehat dengan ART, ditambah dengan
kemungkinan tanggapan kekebalan yang hiperaktif terhadap HIV, bukan
hanya virus flu babi saja, bertanggung jawab terhadap pengembangan
penyakit HIV dan meningkatkan risiko masalah kesehatan yang tidak
terkait AIDS.
Untuk membantu mencegah flu musiman, vaksinasi setahun sekali
dianjurkan pada Odha di AS untuk mengurangi risiko infeksi dan penyakit
berat apabila terjadi infeksi. Sayang sekali, vaksin flu babi jenis
A/H1N1 belum dikembangkan. Namun, Odha dapat mengambil langkah untuk
mencegah infeksi.
Bagaimana saya dapat melindungi diri saya?
CDC dan pakar kesehatan masyarakat lain menyediakan daftar cara
sederhana untuk mencegah penyebaran flu babi A/H1N1, termasuk:
* Tutup hidung dan mulut dengan tisu saat berbatuk atau bersin.
Setelah dipakai, buang tisu ke tempat sampah.
* Sering mencuci tangan dengan sabun dan air, khususnya setelah batuk
atau bersin. Pencuci tangan berbahan dasar alkohol juga efektif.
* Hindari menyentuh mata, hidung atau mulut. Kuman menyebar dengan cara
itu.
* Usahakan tidak berhubungan dengan orang sakit.
* Sangat sedikit yang diketahui tentang manfaat memakai masker untuk
membantu mengendalikan penyebaran flu. Kapan pun dimungkinkan,
daripada mengandalkan masker, usahakan tidak berdekatan atau
menghindar dari kerumunan atau tempat yang padat manusia - khususnya
apabila flu babi telah dinyatakan sebagai status pandemi.
* Tidak ada bukti yang menunjukkan bahwa flu babi dapat ditularkan
melalui makanan. Makan daging babi yang ditangani sebagaimana
mestinya dan dimasak hingga suhu 70 derajat - aman.
* Apabila Anda mengalami gejala serupa influenza, segera hubungi
dokter Anda dan istirahat di rumah, jangan ke kantor atau sekolah.
Dimungkinkan untuk mengembangkan vaksin secara cepat - apabila
diperlukan. "Kami telah mengenal virusnya," Richard Besser, MD, wakil
direktur CDC mengatakan dalam jumpa pers di Gedung Putih. "Seandainya
kita memutuskan untuk memproduksi vaksin, kita dapat melakukannya
dengan sangat cepat." Walaupun kemungkinan membutuhkan paling sedikit
empat bulan untuk mengembangkan dan memproduksi vaksin H1N1 dalam
jumlah besar, vaksin itu mungkin akan tersedia di saat terjadinya
gelombang flu babi yang kedua di musim dingin yang akan datang.
Bagaimana dengan pengobatan flu babi?
Kabar baik. Tes awal memberi kesan bahwa flu babi A/H1N1 peka terhadap
dua jenis obat antivirus yang tersedia secara luas: zanamivir dan
oseltamivir. Obat flu amantadine dan rimantadine tidak efektif untuk
melawan jenis virus influenza tersebut.
Obat itu bekerja seperti antiretroviral melawan HIV - mencegah virus
influenza berkembang biak di dalam tubuh. Apabila seseorang menjadi
sakit karena influenza, termasuk flu babi, zanamivir atau oseltamivir
dapat meminimalisasi gejala dan mempercepat pemulihan. Mereka juga
dapat mencegah komplikasi flu berat. Untuk pengobatan, obat itu bekerja
terbaik apabila dimulai segera setelah sakit - dalam dua hari setelah
gejala - maka segera hubungi dokter Anda apabila mengalami gejala
terkait flu.
Menurut CDC, orang yang berisiko tinggi terhadap komplikasi terkait
influenza - termasuk Odha - dapat memakai zanamivir atau oseltamivir
apabila mereka mungkin terpajan pada orang lain yang sakit influenza.
Sebagai contoh, apabila ada anggota keluarga yang didiagnosis
influenza, Odha yang terpajan harus memakai salah satu obat itu selama
tujuh hari. Resep zanamivir atau oseltamivir mungkin juga gagasan yang
baik untuk Odha yang dirawat inap karena mengalami jangkitan influenza.
Catatan: bila ada informasi baru mengenai flu babi terkait Odha, kami
akan coba menyediakannya secepat mungkin.
Artikel asli: Swine Flu and You
<http://spiritia.or.id/news/bacanews.php?nwno=1373a>
--
Chris W. Green (chrisg@...)
Divisi Pelatihan dan Informasi
Yayasan Spiritia, Jakarta
Tel: (021) 422-5163 Fax: (021) 4287 1866
Situs web: <http://spiritia.or.id>