|
1. Putus Sekolah demi Merawat
Adik yang Mengidap HIV/AIDS
Batam Pos, 24
April 2009
Kalau
Sembuh Aku Ingin Belajar Bersama-sama
Demi merawat adik bungsu yang menderita HIV/AIDS, Afes Hutauruk terpaksa
meninggalkan bangku kelas 5 sekolah dasar. Kini bocah yang sudah kehilangan
ibu akibat penyakit yang mematikan itu menjadi perawat sekaligus wakil
”kepala keluarga” setelah terusir dari kampung halamannya.
ADELINA, Medan
PAKAI kemeja bergaris-garis lengan pendek dengan ukuran yang lebih besar
daripada tubuhnya, Aples Decuari Hutauruk kemarin seperti sudah hafal
dengan bahasa tubuh adiknya. Ucok--bukan nama sebenarnya, sang adik yang
terbaring lemah di ranjang besi untuk balita yang catnya sudah banyak
mengelupas itu, seperti memberikan isyarat meminta makan.
Afes, 10.--panggilan akrab Aples Hutauruk-- tampak gelisah. Jam dinding di
ruang anak kelas 3 itu sudah menunjukkan pukul 14.00. Kepada suster penjaga
ruang itu, Afes menanyakan ransum bubur untuk adiknya. ”Kak, bubur
untuk adik saya mana? Belum dikasih, ya?” tanya Afes kepada wanita
berambut panjang itu.
Selengkapnya: http://www.aids-ina.org/modules.php?name=&file=article&sid=980
2. Menjauhi ODHA, berarti kurang
paham tentang HIV/AIDS
Waspada Online, 24
April 2009
MEDAN -
Rendahnya pengetahuan masyarakat mengenai HIV/AIDS (Human Immunedeficiency
Virus/Acquired Immune Deficiency Syndrome) dapat menyebabkan masyarakat
tersebut menjauhi ODHA (Orang Dengan HIV AIDS). Masyarakat yang rendah
pengetahuannya selalu beranggapan bahwa penderita HIV/AIDS adalah seseorang
yang berperilaku buruk, cenderung melakukan seks bebas.
"Banyak yang mengira virus HIV/AIDS itu menular kalau kita berbicara
dengan penderita, makan dan minum dengan satu gelas dan piring yang sama,
berenang sama, memakai handuk atau barang yang sama. Itulah sebabnya banyak
masyarakat menjauhi ODHA. Ketika mereka mendengar kata HIV/AIDS,
seakan-akan seperti momok yang menakutkan dan harus dijauhi
penderitanya."
Selengkapnya: http://www.aids-ina.org/modules.php?name=&file=article&sid=979
3. 46 orang terinfeksi HIV/AIDS
menjalani perawatan di Adam Malik
Waspada Online, 23
April 2009
PRAWIRA
SETIABUDI
MEDAN - RSUP H
Adam Malik selama bulan April ini merawat pasien HIV/AIDS sebanyak 46
orang, dimana 3 diantaranya meninggal dunia. Menurut koordinator klinik
VCT-Pusyansus RSUP HAM, Rahmad Nur Kurniawan, S.Psi, kepada Waspada Online,
siang ini, korban HIV yang meninggal 1 diantaranya dari Medan dan 2 lainya
dari Deli Serdang.
Rahmad menambahkan, RSUP H Adam Malik untuk bulan April ini telah
dikunjungi lebih dari 150 pasien yang diduga HIV/AIDS dan 46 diantara
positif menghidap HIV/AIDS.
Selengkapnya: http://www.aids-ina.org/modules.php?name=&file=article&sid=978
4. Medan Plus Advokasi bocah pengidap AIDS
asal Taput
Waspada Online, 24 April 2009
DAVID
SWAYANA
MEDAN - Kelompok dampingan Medan Plus telah melakukan advokasi terhadap
bocah pengidap Human Immunodeficiency Virus/Aquired Immuno Deficiency
Syndrome (HIV/AIDS) asal Tapanuli Utara (Taput) yang kini dirawat di RSU
Dr. Pirngadi.
"Jika kondisi bocah tersebut sudah pulih dari penyakit infeksi, maka
kita akan menyiapkan fasilitas tempat tinggal beserta kebutuhan hidup
sehari-hari, termasuk pendidikannya," kata Koordinator Medan Plus
Totonta Kaban kepada Waspada di Medan, tadi malam.
Selengkapnya: http://www.aids-ina.org/modules.php?name=&file=article&sid=977
5. Bocah pengidap AIDS berhak untuk
hidup
Waspada Online, 24
April 2009
DAVID
SWAYANA
MEDAN - Staf
Divisi Anak Pusaka Indonesia Samara Yudha mengungkapkan kekhawatirannya
terhadap bocah pengidap AIDS yang mengalami diskriminasi hingga terusir
dari kampung halamannya.
"Jika hal itu benar-benar terjadi seperti yang dilansir beberapa media
cetak, tindakan warga yang mengusir bocah tersebut sangat tidak manusiawi,
karena anak tersebut juga mempunyai hak untuk hidup, dan tumbuh
kembang," ujar Samara.
Selengkapnya: http://www.aids-ina.org/modules.php?name=&file=article&sid=976
6. Pengguna Napza Suntik Berisiko
Tinggi Tularkan HIV
Kompas Online, 23
April 2009
BANDUNG, KOMPAS.com - Respon terhadap "Human Immunodeficiency Virus
(HIV)" dan "Acquired Immune Deficiency Syndrome (AIDS)" di
wilayah Provinsi Jawa Barat terus digalakan terutama untuk kelompok
masyarakat yang berisiko tinggi seperti pengguna napza suntik dan kelompok
yang aktif secara seksual.
Tri Irwanda Maulana, Media Relations Officer Komisi Penanggulangan AIDS
(KPA) Jabar saat ditemui di kantornya Jalan Diponegoro Bandung, Kamis
mengatakan pihaknya menempatkan epidemi HIV/AIDS sebagai masalah kesehatan
dengan sasaran utama pengguna napza suntik melalui program pengurangan
dampak buruk "harm reduction".
Selengkapnya: http://www.aids-ina.org/modules.php?name=&file=article&sid=975
7. Sumatera Utara Terdapat 90
Pengidap HIV
Tempo Interaktif, 23
April 2009
TEMPO Interaktif, Medan:
Dinas Kesehatan Sumatera Utara mendeteksi 90 orang telah mengidap virus
HIV. Mayoritas pengidap berusia rentan, 20- 40 tahun.
Kepala Seksi Pencegahan Penyakit Menular Langsung, Sukarni mengatakan,
kasus HIV di Sumatera Utara sejak awal hingga April 2009, sudah mencatat 90
pengidap. "Mereka ini kategori usia rentan," ujar Sukarni kepada
Tempo, di Rumah Sakit Umum Pirngadi Medan,
Kamis (23/4) siang. Dikatakannya, penularan tersebut akibat perilaku seks
yang dilakukan pengidap.
Dari jumlah tersebut, Sukarni tidak bisa memastikan berapa jumlah perempuan
atau laki-laki. "Datanya ada di kantor," imbuhnya. Sedangkan
pengidap HIV dengan kategori umur anak-anak, tutur Sukarni, baru dua kasus
yang ditemukan. "Pertama itu masih dalam kandungan ibunya. Dan ini
(BAH anak asal Tarutung) kasus kedua," sebut Sukarni.
Selengkapnya: http://www.aids-ina.org/modules.php?name=&file=article&sid=974
8. Ibu Rumah Tangga Berpotensi
HIV/AIDS
Duta Masyarakat, 24
April 2009
TULUNGAGUNG— Hampir setiap bulan se�kali
satu penderita human immunodeficiency virus/acquired
immune deficiency syndrome (HIV/AIDS) di Tulungagung me��ninggal
dunia. Paling tidak itu terjadi pada triwulan pertama tahun
ini. Sejak Janu�ari hingga April, tiga
penderita yang kekeba�lan
tubuhnya digerogoti virus HIV itu mati sia-sia.
Hal ini diungkapkan Pengelola program HIV/AIDS Dinas Kesehatan (Dinkes)
Tulungagung, Desi Lusiana Wardhani, kemarin.
Menurutnya, kini tercatat 12 perempuan dan 11 pria mengidap virus mematikan
tersebut. “Ini data yang kami miliki dari poliklinik RSUD dr Iskak Tu�lungagung
yang spesifik menangani masalah HIV/AIDS,” ujarnya.
Selengkapnya: http://www.aids-ina.org/modules.php?name=&file=article&sid=973
9. Penderita HIV/AIDS Diusir dari
Desa
MetroTV, 24 APril
2009
Metro Siang
/ Sosial Budaya / Jum'at, 24 April 2009 12:47 WIB
Metrotvnews.com, Tapanuli Utara: Derita penderita HIV/AIDS tak
tertanggungkan. Bukan hanya deraan penyakit, tapi lingkungan seringkali
mencemooh, bahkan tidak bisa menerima. Inilah yang dialami kakak-beradik Ru
dan Pales. Warga Desa Hutahuruk Habinsaran Sipoholon, Tapanuli Utara,
Sumatra Utara, itu diusir oleh warga desa.
Sepeninggal Ru dan Pales, rumah yang mereka tinggali sangat tak terawat. Ru
dan kakaknya yang yatim piatu menyimpan kenangan buruk di rumah yang pernah
mereka tinggali. Setelah diduga terifeksi HIV/AIDS Ru kemudian diusir dari
kampung ini. Warga sekitar seperti dikatakan Kepala Desa Ramli Hutahuruk,
mereka tak mau Ru disini karena kuatir virus yang ia derita bisa menularkan
pada anak-anak mereka.
Selengkapnya: http://www.aids-ina.org/modules.php?name=&file=article&sid=972
10. Anggota DPR Ancam Potong DAU
Koran SINDO, 23
April 2009
CIAMIS (SI) – Anggota DPR RI Agun Gunandjar Sudarsa mengancam akan
memotong dana alokasi umum (DAU) sekaligus dana alokasi khusus (DAK)
Kabupaten Ciamis karena tak satu pun pejabat hadir pada seminar ”Save
Your Live 4 HIV/AIDS” di Lapangan Teater Terbuka Universitas Galuh
(Unigal), Ciamis,siang kemarin.
”Saya melihat ada beberapa pejabat termasuk dari kepolisian yang
sudah datang,tiba-tiba malah pulang lagi. Saya tersinggung dengan perlakuan
pejabat di lingkungan Ciamis. Untuk kepolisian akan saya laporkan langsung
ke kapolri. Begitu juga pejabat Ciamis akan saya layangkan teguran
langsung, kalau perlu saya upayakan agar DAU dan DAK Ciamis saya potong
dari pusat dan dipindahkan untuk kota/kabupaten lain,” kata Agun
kesal.
Selengkapnya: http://www.aids-ina.org/modules.php?name=&file=article&sid=971
11. Terpaksa Berhenti Sekolah dan
Diusir dari Kampung
Koran SINDO, 23
April 2009
”Alasan orang kampung mengusir kami karena takut kalau penyakit
adikku menyebar.Sebenarnya aku agak dendam sama orang-orang yang
mengusir,tapi kami sabar saja.”
KATA-KATA ini diucapkan Afles H, 12, mengenang perlakuan yang dialami
bersama adiknya BH,5.Mereka diusir karena si adik menderita acquired immune
deficiency syndrome (AIDS) atau kehilangan kekebalan tubuh karena serangan
human immunodeficiency virus(HIV).
Pengusiran terjadi di salah satu desa di Tapanuli Utara pada Minggu (12/4)
lalu. Saat itu, kesehatan BH terus memburuk. Kondisinya semakin parah
setelah ibu mereka RS, 40, meninggal pada Februari lalu. Sejak itu tubuh
bocah itu menyusut. Sejak ibu mereka meninggal dunia, dua adik perempuan
Afles, yakni Iin SH, 11 dan Ruth TPH, 9, sudah lebih dulu dibawa bibi
mereka ke Medan. ”Sejak ibu meninggal,aku dan adik pindah ke Medan
dan tinggal bersama bibi. Sementara abang dan adik tetap tinggal di sana
(Tarutung), tinggal sama nenek,”tutur Iin.
Selengkapnya: http://www.aids-ina.org/modules.php?name=&file=article&sid=970
12. US$2m to help Jakarta free itself
of AIDS
the Jakarta Post Online,
April 23, 2009
Triwik
Kurniasari , THE JAKARTA POST , JAKARTA | Thu, 04/23/2009 2:08 PM | City
The city administration secured a grant of up to US$2.2 million from the
Global Funds to fight AIDS, TB, Malaria (GFATM) to help combat the diseases
and virus in the capital.
Governor Fauzi Bowo signed an agreement on the grant with secretary of the
National AIDS Prevention Commission (KPAN) Nafsiah Mboi, on Tuesday.
Nafsiah said the grant was an additional fund intended to speed up the
already-existing program combating AIDS, TB and malaria, funded by the city
and national budget.
Selengkapnya: http://www.aids-ina.org/modules.php?name=&file=article&sid=969
13. Sosok Afes Hutauruk, Putus
Sekolah demi Merawat Adik Pengidap HIV/AIDS
jpnn.com, 24
April 2009
ADELINA,
Medan
Kalau
Sembuh Aku Ingin Belajar Bersama-sama
Demi merawat adik bungsu yang menderita HIV/AIDS, Afes Hutauruk terpaksa
meninggalkan bangku kelas 5 sekolah dasar. Kini bocah yang sudah kehilangan
ibu akibat penyakit yang mematikan itu menjadi perawat sekaligus wakil
''kepala keluarga'' setelah terusir dari kampung halamannya.
------------------------
PAKAI kemeja bergaris-garis lengan pendek dengan ukuran yang lebih besar
daripada tubuhnya, Aples Decuari Hutauruk kemarin seperti sudah hafal
dengan bahasa tubuh adiknya. Ucok -bukan nama sebenarnya-, sang adik yang
terbaring lemah di ranjang besi untuk balita yang catnya sudah banyak
mengelupas itu, seperti memberikan isyarat meminta makan.
Afes, 10 -panggilan akrab Aples Hutauruk- tampak gelisah. Jam dinding di
ruang anak kelas 3 itu sudah menunjukkan pukul 14.00. Kepada suster penjaga
ruang itu, Afes menanyakan ransum bubur untuk adiknya. ''Kak, bubur untuk
adik saya mana? Belum dikasih, ya?'' tanya Afes kepada wanita berambut
panjang itu.
Selengkapnya: http://www.aids-ina.org/modules.php?name=&file=article&sid=968
14. Sistem Baru Pengelolaan Obat ARV
Diterapkan
Kompas Online, 22
April 2009
JAKARTA, KOMPAS.com - Pemerintah berencana menerapkan sistem baru dalam
pengelolaan obat antiretroviral (ARV) untuk mendukung pengobatan infeksi
virus dan sindroma merapuhnya kekebalan tubuh (HIV/AIDS).
"Mulai 1 Juli nanti kita akan pakai sistem ’Voluntary Pooled
Procurement’ atau VPP dimana ARV dibeli secara global, harganya jadi
lebih murah sehingga kita bisa membeli lebih banyak. Dan ada model
distribusi dan penyimpanannya yang lebih baik," kata Sekretaris Komisi
Penanggulangan AIDS Nasional (KPAN) Nafsiah Mboi dalam simposium mengenai
kesinambungan Antiretroviral Therapy (ART) di Jakarta.
Selengkapnya: http://www.aids-ina.org/modules.php?name=&file=article&sid=967
15. Women with HIV/AIDS need help
the Jakarta Post Online,
April 22, 2009
Luh De
Suriyani , The Jakarta Post , Denpasar | Wed, 04/22/2009 2:16 PM | The
Archipelago
While many Indonesian women donned their finest kebaya
(traditional dress) to celebrate Kartini Day on Tuesday, Jero Suma wore her
usual sleeveless shirt, short pants and cheap plastic shoes.
Don't ask her the original colors of her outfit. Years of hard work
transporting garbage and household waste have turned the color of her clothes
into various shades of battered grey.
Suma does not care about the color of the working uniform. She does not
mind the exhausting work of lifting heavy iron garbage cart daily. Nor does
the stench of garbage, physical testament to her long working days in
Kaliungu, East Denpasar, bother her.
Selengkapnya: http://www.aids-ina.org/modules.php?name=&file=article&sid=966
16. Jakarta to receive grant to
combat AIDS, TB, malaria
the Jakarta Post Online,
April 23, 2009
Triwik
Kurniasari , The Jakarta Post , Jakarta | Wed, 04/22/2009 9:13 PM |
National
The Global Fund for AIDS, Tuberculosis and Malaria (GF-ATM) will
grant the Jakarta administration with US$2.2 million to help curb cases of
the three diseases in the capital, governor Fauzi Bowo says.
Fauzi said Wednesday that the administration would allocate a larger
portion of the fund on the prevention of HIV and AIDS.
Selengkapnya: http://www.aids-ina.org/modules.php?name=&file=article&sid=965
17. Bocah Penderita HIV AIDS Jalani
Perawatan di RSU Pirngadi Medan
Detik Com, 22
April 2009
Khairul
Ikhwan - detikNews
Medan - Seorang bocah berusia lima tahun, diketahui menderita
AIDS. Korban yang tertular dari kedua orangtuanya, hingga Rabu (22/4/2009)
dirawat di Rumah Sakit Umum Pirngadi, Jl. HM Yamin, Medan.
Bocah tersebut, sebut saja namanya Ucok, kini dirawat secara intensif di
RSU Pirngadi. Tubuhnya terlihat kurus dan kondisinya lemas. Ucok dirujuk ke
rumah sakit tersebut sejak empat hari lalu, Jumat (17/4/2009), diantar EL
Hutauruk, salah seorang keluarga.
Selengkapnya: http://www.aids-ina.org/modules.php?name=&file=article&sid=964
18. Bocah Pengidap AIDS Diusir dari
Kampung
Pos Metro Balikpapan, 23
APril 2009
MEDAN-Tubuhnya kurus, lemah dan mata melotot menerawang jauh. Bocah malang
asal Tarutung, Hassit (5) bukan nama sebenarnya, dirawat di ruang anak
kelas III RSU dr Pirngadi Medan setelah divonis mengidap penyakit HIV/AIDS.
Keterangan bibinya, L Br Hutahuruk (60), sejak lahir hingga berumur lima
tahun, Hassit tak pernah merasakan kasih sayang kedua orang tuanya.
Di usia 4,5 tahun, ia sudah ditinggalkan ayahnya karena penyakit yang sama.
Dan hanya berjarak 2 bulan, ibunya meninggal.
Selengkapnya: http://www.aids-ina.org/modules.php?name=&file=article&sid=963
19. Bocah 5 Tahun Idap HIV/AIDS
Koran SINDO, 22
APril 2009
MEDAN(SI) – Tenaga medis Rumah Sakit Umum (RSU) Dr Pirngadi Medan
saat ini merawat bocah berusia lima tahun yang mengidap human
immunodeficiency virus (HIV) dan sudah mengalami aquired immuno deficiency
syndrome (AIDS) atau hilangnya kekebalan tubuh.
Dia diduga tertular dari orangtuanya. Bocah berinisial BA tersebut
diketahui sebagai warga Kecamatan Sipoholon, Kabupaten Tarutung. Dia
menjalani perawatan di RSU dr Pirngadi Medan sejak Sabtu (18/4)
lalu,sekitar pukul 02.00 WIB. BA masuk ke RSU Pirngadi Medan ditemani
neneknya L br Hutahuruk, 60.Orangtuanya,LH,46 dan RS,30,telah meninggal
dunia. Kondisi BA kurus, lemas, hingga berdiri pun tak bisa. Gejalanya yang
terlihat membuat perawat yang menanganinya pertama kali menduga bahwa BA
mengidap penyakit HIV.
Selengkapnya: http://www.aids-ina.org/modules.php?name=&file=article&sid=962
20. Darah di PMI Karawang Mengandung
Virus HIV/AIDS
Surya Online, 21
April 2009
KARAWANG - Sekitar 10 persen darah yang disumbangkan sukarelawan ke Palang
Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Karawang, Jawa Barat (Jabar), selama 2008
lalu mengandung virus HIV/AIDS.
PMI langsung memusnahkan darah yang tercemar itu dengan cara dibakar.
"Pemusnahan darahnya dilakukan di Jakarta," kata Ketua Badan
Narkotika Karawang (BNK) Eli Amalia Priatna di Karawang, Selasa (21/4).
Selengkapnya: http://www.aids-ina.org/modules.php?name=&file=article&sid=961
21. Penderita HIV/AIDS di
Lubuklinggau 14 orang
Waspada Online, 22
April 2009
LUBUKLINGGAU - Pihak Dinas Kesehatan Kota Lubuklinggau, Provinsi Sumatra
Selatan, mengingatkan warga setempat untuk mewaspadai penyebaran HIV/AIDS,
yang saat ini telah menjangkiti 14 warga daerah itu.
Kepala Dinas Kesehatan Kota Lubuklinggau, Syahrizal, pagi tadi, mengatakan,
daerah-daerah yang ditengarai sebagai pusat penyebaran penyakit tersebut
antara lain kawasan lokalisasi, warung remang-remang dan lembaga
pemasyarakatan (Lapas).
Selengkapnya: http://www.aids-ina.org/modules.php?name=&file=article&sid=960
22. Ten housewives in Banten contract
HIV/AIDS
the Jakarta Post Online,
April 20, 2009
BANTEN: Serang General Hospital's Teratai Clinic in Banten said Sunday 10
women were recently identified as having HIV/AIDS.
"The women are being treated so they don't spread the virus,"
said Edi Santoso, a doctor at the hospital, as quoted by Antara.
Selengkapnya: http://www.aids-ina.org/modules.php?name=&file=article&sid=957
23. Sharon Stone launches HIV/AIDS
campaign
the Jakarta Post Online,
APril 20, 2009
JAKARTA: Actress Sharon Stone has embarked on a fundraising initiative that
will help improve treatments, care and the quality of life for children
living with HIV/AIDS in Asia.
Stone is global fundraising chairperson for amfAR, one of the world’s
leading nonprofit foundations for AIDS research. The initiative will
support amfAR’s existing TREAT Asia (Therapeutics Research, Education
and AIDS Training in Asia) Pediatric program, which was founded in 2005.
Selengkapnya: http://www.aids-ina.org/modules.php?name=&file=article&sid=956
24. Terpidana mati, meninggal karena
AIDS
Harian Terbit, 20
APril 2009
TANGERANG - Edith Yunita Sianturi,32, terpidana mati kasus kepemilikan
heroin seberat 1 kg akhirnya meninggal dunia setelah menjalani perawatan di
Rumah Sakit (RS) Bhayangkara Dr Sukamto, Kramat Jati, Jakarta Timur, selama
satu bulan.
Edith yang selama ini ditahan di LP Wanita Tangerang meninggal akibat
mengidap penyakit AIDS.
Selengkapnya: http://www.aids-ina.org/modules.php?name=&file=article&sid=955
25. Dua Pelacur Idap HIV/AIDS Diburu
Tempo Interaktif, 22
April 2009
TEMPO Interaktif, Kediri: Dinas Kesehatan Kabupaten Kediri tengah memburu
dua pelacur yang terinfeksi HIV/AIDS. Kedua pelacur itu beroperasi di
tempat umum dan berisiko menularkan virus HIV/AIDS secara bebas.
Kepala Seksi Pemberantasan Penyakit Menular Langsung Kediri Nur Munawaroh
mengatakan pelacakan kedua pelacur itu dilakukan setelah menerima laporan
petugas kesehatan di Kecamatan Pare tentang catatan medis mereka.
"Mereka diketahui terinfeksi saat melakukan pemeriksaan rutin enam
bulanan," kata Nur Munawaroh kepada Tempo, Rabu (22/4).
Selengkapnya: http://www.aids-ina.org/modules.php?name=&file=article&sid=954
26. Ibu Hamil dengan HIV/AIDS Minta
Keadilan
Kompas Online, 21
APril 2009
BEKASI, KOMPAS.com - Seorang ibu muda dengan HIV/AIDS yang tengah hamil, E
(25) mencari keadilan atas kondisi suaminya Bn (27) penderita AIDS agar
bisa mendapat pengobatan rawat jalan hingga ajal menjemputnya.
"Suami saya beratnya hanya 30 Kg dengan CD-4 tinggal 46 sementara
orang normal memiliki 1.500. Ia kini terkapar tanpa bisa mendapat
perawatan," ujar E, di Bekasi, Selasa
Selengkapnya: http://www.aids-ina.org/modules.php?name=&file=article&sid=953
27. Penderita HIV/AIDS di Sidoarjo
Meningkat
Kompas Online, 20
APril 2009
SIDOARJO, KOMPAS.com - Jumlah penderita HIV/AIDS di Kabupaten Sidoarjo
setiap tahun meningkat, karena makin pedulinya masyarakat dalam ikut
menanggulangi penyebaran penyakit tersebut, sehingga penderita yang
sebelumnya tidak ketahuan, kini makin terdeteksi.
"Pada tahun 2005 tercatat 60 orang penderita dan tahun 2006 meningkat
100 persen menjadi 120 orang penderita," kata Kasubdin Penanggulangan
Penyakit Menular Dinkes Sidoarjo, Ika Harnasti, di Sidoarjo, Jatim.
Selengkapnya: http://www.aids-ina.org/modules.php?name=&file=article&sid=952
28. Wah, Darah PMI Mengandung Virus
HIV/AIDS
Kompas Online, 21
APril 2009
KARAWANG, KOMPAS.com — Sekitar 10 persen darah yang disumbangkan
sukarelawan ke Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Karawang, Jawa Barat,
selama 2008 lalu mengandung virus HIV/AIDS.
PMI langsung memusnahkan darah yang tercemar itu dengan cara dibakar.
"Pemusnahan darahnya dilakukan di Jakarta," kata Ketua Badan
Narkotika Karawang (BNK) Eli Amalia Priatna di Karawang, Selasa (21/4).
Selengkapnya: http://www.aids-ina.org/modules.php?name=&file=article&sid=951
29. Wah, Darah PMI Mengandung Virus
HIV/AIDS
Kompas Online, 21
April 2009
KARAWANG,
KOMPAS.com — Sekitar 10 persen darah yang
disumbangkan sukarelawan ke Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten
Karawang, Jawa Barat, selama 2008 lalu mengandung virus HIV/AIDS.
Selengkapnya: http://www.aids-ina.org/modules.php?name=&file=article&sid=950
30. Bali Bahas Kepanikan Hadapi
HIV/AIDS
Republika Online, 19
APril 2009
DENPASAR--Komisi Penanggulangan AIDS Provinsi Bali menggelar dialog
membahas kepanikan masyarakat, terutama pihak desa pekraman atau desa adat
setempat, dalam menghadapi masalah yang terjadi pada orang dengan HIV/AIDS
atau odha.
"Masih ingat, bagaimana kepanikan sebagian masyarakat ketika harus
membawa odha untuk dirawat di rumah sakit. Bagaimana kepanikan menangani
odha yang meninggal dunia. Apa yang harus dilakukan desa pekraman?"
kata anggota Komisi Penanggulangan AIDS (KPA) Provinsi Bali Mercya Soetanto
di Denpasar, Minggu.
Selengkapnya: http://www.aids-ina.org/modules.php?name=&file=article&sid=949
31. Body shop, MTV fight AIDS through
campaign targeting youth
the Jakarta Post Online,
April 19, 2009
To raise awareness about HIV/AIDS among young people, the Body Shop
Indonesia and MTV Staying Alive Foundation held a day-event called
"Fight-the-AIDS" at one of Jakarta's best hang-out places,
Cilandak Town Square in South Jakarta, on April 11.
Part of the "YES YES YES To Fighting HIV" campaign, the event
featured live music from Project Pop and Gruvi and also student
performances from the London School of Public Relations, University of
Indonesia and Pelita Harapan University.
Selengkapnya: http://www.aids-ina.org/modules.php?name=&file=article&sid=948
32. 17 new HIV/AIDS cases recorded
the Jakarta Post Online,
April 18, 2009
MATARAM: The West Nusa Tenggara AIDS Eradication Commission (KPA) recorded
17 new cases of the disease in seven regencies and two municipalities in
the province between January and March this year.
Head of the KPA's program and identification division, Muhammad Aspul, said
on Friday that the 17 additional cases brought the total number infected
between 2001 and March 2009 to 237.
Selengkapnya: http://www.aids-ina.org/modules.php?name=&file=article&sid=947
33. Bayi Empat Bulan Mengidap Aids
Duta Masyarakat, 18
April 2009
TUBAN- Penyebaran virus mematikan HIV/Aids di wilayah Kabupaten Tuban,
mengalami peningkatan tajam. Terdata saat ini terdapat 35 orang terjangkit
HIV/Aids di wilayah setempat. Salah satunya adalah seorang bayi berumur 4
bulan.
Sementara itu, dalam kurun tiga bulan terakhir, ditemukan terdapat tujuh
orang yang terdekteksi positif mengidap HIV/Aids. Jumlah tersebut sama
dengan tahun 2008, dimana dalam satu tahun ada 7 orang yang teridentifikasi
HIV/Aids.
Selengkapnya: http://www.aids-ina.org/modules.php?name=&file=article&sid=946
|