Search the web
Sign In
New User? Sign Up
tb-hiv_indonesia · TB-HIV Indonesia
? Already a member? Sign in to Yahoo!

Yahoo! Groups Tips

Did you know...
Real people. Real stories. See how Yahoo! Groups impacts members worldwide.

Best of Y! Groups

   Check them out and nominate your group.
Having problems with message search? Fill out this form to ensure your group is one of the first to be migrated to the new message search system.

Messages

  Messages Help
Advanced
Kliping Media Massa Terbaru di www.aids-ina.org   Message List  
Reply | Forward Message #145 of 195 |
Kliping Media Massa Terbaru di www.aids-ina.org

Kumpulan Berita Media Massa
HIV-AIDS dan Narkoba
Dari Tanggal: 20 April 2009 Sampai Tanggal: 27 April 2009


 

1. Putus Sekolah demi Merawat Adik yang Mengidap HIV/AIDS

Batam Pos, 24 April 2009

Kalau Sembuh Aku Ingin Belajar Bersama-sama

Demi merawat adik bungsu yang menderita HIV/AIDS, Afes Hutauruk terpaksa meninggalkan bangku kelas 5 sekolah dasar. Kini bocah yang sudah kehilangan ibu akibat penyakit yang mematikan itu menjadi perawat sekaligus wakil ”kepala keluarga” setelah terusir dari kampung halamannya.

ADELINA, Medan

PAKAI kemeja bergaris-garis lengan pendek dengan ukuran yang lebih besar daripada tubuhnya, Aples Decuari Hutauruk kemarin seperti sudah hafal dengan bahasa tubuh adiknya. Ucok--bukan nama sebenarnya, sang adik yang terbaring lemah di ranjang besi untuk balita yang catnya sudah banyak mengelupas itu, seperti memberikan isyarat meminta makan.

Afes, 10.--panggilan akrab Aples Hutauruk-- tampak gelisah. Jam dinding di ruang anak kelas 3 itu sudah menunjukkan pukul 14.00. Kepada suster penjaga ruang itu, Afes menanyakan ransum bubur untuk adiknya. ”Kak, bubur untuk adik saya mana? Belum dikasih, ya?” tanya Afes kepada wanita berambut panjang itu.


Selengkapnya: http://www.aids-ina.org/modules.php?name=&file=article&sid=980



2. Menjauhi ODHA, berarti kurang paham tentang HIV/AIDS

Waspada Online, 24 April 2009

MEDAN - Rendahnya pengetahuan masyarakat mengenai HIV/AIDS (Human Immunedeficiency Virus/Acquired Immune Deficiency Syndrome) dapat menyebabkan masyarakat tersebut menjauhi ODHA (Orang Dengan HIV AIDS). Masyarakat yang rendah pengetahuannya selalu beranggapan bahwa penderita HIV/AIDS adalah seseorang yang berperilaku buruk, cenderung melakukan seks bebas.

"Banyak yang mengira virus HIV/AIDS itu menular kalau kita berbicara dengan penderita, makan dan minum dengan satu gelas dan piring yang sama, berenang sama, memakai handuk atau barang yang sama. Itulah sebabnya banyak masyarakat menjauhi ODHA. Ketika mereka mendengar kata HIV/AIDS, seakan-akan seperti momok yang menakutkan dan harus dijauhi penderitanya."


Selengkapnya: http://www.aids-ina.org/modules.php?name=&file=article&sid=979



3. 46 orang terinfeksi HIV/AIDS menjalani perawatan di Adam Malik

Waspada Online, 23 April 2009

PRAWIRA SETIABUDI

MEDAN - RSUP H Adam Malik selama bulan April ini merawat pasien HIV/AIDS sebanyak 46 orang, dimana 3 diantaranya meninggal dunia. Menurut koordinator klinik VCT-Pusyansus RSUP HAM, Rahmad Nur Kurniawan, S.Psi, kepada Waspada Online, siang ini, korban HIV yang meninggal 1 diantaranya dari Medan dan 2 lainya dari Deli Serdang.

Rahmad menambahkan, RSUP H Adam Malik untuk bulan April ini telah dikunjungi lebih dari 150 pasien yang diduga HIV/AIDS dan 46 diantara positif menghidap HIV/AIDS.


Selengkapnya: http://www.aids-ina.org/modules.php?name=&file=article&sid=978



4. Medan Plus Advokasi bocah pengidap AIDS asal Taput

Waspada Online, 24 April 2009

DAVID SWAYANA

MEDAN - Kelompok dampingan Medan Plus telah melakukan advokasi terhadap bocah pengidap Human Immunodeficiency Virus/Aquired Immuno Deficiency Syndrome (HIV/AIDS) asal Tapanuli Utara (Taput) yang kini dirawat di RSU Dr. Pirngadi.

"Jika kondisi bocah tersebut sudah pulih dari penyakit infeksi, maka kita akan menyiapkan fasilitas tempat tinggal beserta kebutuhan hidup sehari-hari, termasuk pendidikannya," kata Koordinator Medan Plus Totonta Kaban kepada Waspada di Medan, tadi malam.


Selengkapnya: http://www.aids-ina.org/modules.php?name=&file=article&sid=977



5. Bocah pengidap AIDS berhak untuk hidup

Waspada Online, 24 April 2009

DAVID SWAYANA

MEDAN - Staf Divisi Anak Pusaka Indonesia Samara Yudha mengungkapkan kekhawatirannya terhadap bocah pengidap AIDS yang mengalami diskriminasi hingga terusir dari kampung halamannya.

"Jika hal itu benar-benar terjadi seperti yang dilansir beberapa media cetak, tindakan warga yang mengusir bocah tersebut sangat tidak manusiawi, karena anak tersebut juga mempunyai hak untuk hidup, dan tumbuh kembang," ujar Samara.


Selengkapnya: http://www.aids-ina.org/modules.php?name=&file=article&sid=976



6. Pengguna Napza Suntik Berisiko Tinggi Tularkan HIV

Kompas Online, 23 April 2009

BANDUNG, KOMPAS.com - Respon terhadap "Human Immunodeficiency Virus (HIV)" dan "Acquired Immune Deficiency Syndrome (AIDS)" di wilayah Provinsi Jawa Barat terus digalakan terutama untuk kelompok masyarakat yang berisiko tinggi seperti pengguna napza suntik dan kelompok yang aktif secara seksual.

Tri Irwanda Maulana, Media Relations Officer Komisi Penanggulangan AIDS (KPA) Jabar saat ditemui di kantornya Jalan Diponegoro Bandung, Kamis mengatakan pihaknya menempatkan epidemi HIV/AIDS sebagai masalah kesehatan dengan sasaran utama pengguna napza suntik melalui program pengurangan dampak buruk "harm reduction".


Selengkapnya: http://www.aids-ina.org/modules.php?name=&file=article&sid=975



7. Sumatera Utara Terdapat 90 Pengidap HIV

Tempo Interaktif, 23 April 2009

TEMPO Interaktif, Medan: Dinas Kesehatan Sumatera Utara mendeteksi 90 orang telah mengidap virus HIV. Mayoritas pengidap berusia rentan, 20- 40 tahun.

Kepala Seksi Pencegahan Penyakit Menular Langsung, Sukarni mengatakan, kasus HIV di Sumatera Utara sejak awal hingga April 2009, sudah mencatat 90 pengidap. "Mereka ini kategori usia rentan," ujar Sukarni kepada Tempo, di Rumah Sakit Umum Pirngadi Medan, Kamis (23/4) siang. Dikatakannya, penularan tersebut akibat perilaku seks yang dilakukan pengidap.

Dari jumlah tersebut, Sukarni tidak bisa memastikan berapa jumlah perempuan atau laki-laki. "Datanya ada di kantor," imbuhnya. Sedangkan pengidap HIV dengan kategori umur anak-anak, tutur Sukarni, baru dua kasus yang ditemukan. "Pertama itu masih dalam kandungan ibunya. Dan ini (BAH anak asal Tarutung) kasus kedua," sebut Sukarni.


Selengkapnya: http://www.aids-ina.org/modules.php?name=&file=article&sid=974



8. Ibu Rumah Tangga Berpotensi HIV/AIDS

Duta Masyarakat, 24 April 2009

TULUNGAGUNG— Hampir setiap bulan se
�kali satu penderita human immunodeficiency virus/acquired immune deficiency syndrome (HIV/AIDS) di Tulungagung me��ninggal dunia. Paling tidak itu terjadi pada triwulan pertama tahun ini. Sejak Janu�ari hingga April, tiga penderita yang kekeba�lan tubuhnya digerogoti virus HIV itu mati sia-sia.

Hal ini diungkapkan Pengelola program HIV/AIDS Dinas Kesehatan (Dinkes) Tulungagung, Desi Lusiana Wardhani, kemarin.

Menurutnya, kini tercatat 12 perempuan dan 11 pria mengidap virus mematikan tersebut. “Ini data yang kami miliki dari poliklinik RSUD dr Iskak Tu
�lungagung yang spesifik menangani masalah HIV/AIDS,” ujarnya.

Selengkapnya: http://www.aids-ina.org/modules.php?name=&file=article&sid=973



9. Penderita HIV/AIDS Diusir dari Desa

MetroTV, 24 APril 2009

Metro Siang / Sosial Budaya / Jum'at, 24 April 2009 12:47 WIB

Metrotvnews.com, Tapanuli Utara: Derita penderita HIV/AIDS tak tertanggungkan. Bukan hanya deraan penyakit, tapi lingkungan seringkali mencemooh, bahkan tidak bisa menerima. Inilah yang dialami kakak-beradik Ru dan Pales. Warga Desa Hutahuruk Habinsaran Sipoholon, Tapanuli Utara, Sumatra Utara, itu diusir oleh warga desa.

Sepeninggal Ru dan Pales, rumah yang mereka tinggali sangat tak terawat. Ru dan kakaknya yang yatim piatu menyimpan kenangan buruk di rumah yang pernah mereka tinggali. Setelah diduga terifeksi HIV/AIDS Ru kemudian diusir dari kampung ini. Warga sekitar seperti dikatakan Kepala Desa Ramli Hutahuruk, mereka tak mau Ru disini karena kuatir virus yang ia derita bisa menularkan pada anak-anak mereka.


Selengkapnya: http://www.aids-ina.org/modules.php?name=&file=article&sid=972



10. Anggota DPR Ancam Potong DAU

Koran SINDO, 23 April 2009

CIAMIS (SI) – Anggota DPR RI Agun Gunandjar Sudarsa mengancam akan memotong dana alokasi umum (DAU) sekaligus dana alokasi khusus (DAK) Kabupaten Ciamis karena tak satu pun pejabat hadir pada seminar ”Save Your Live 4 HIV/AIDS” di Lapangan Teater Terbuka Universitas Galuh (Unigal), Ciamis,siang kemarin.

”Saya melihat ada beberapa pejabat termasuk dari kepolisian yang sudah datang,tiba-tiba malah pulang lagi. Saya tersinggung dengan perlakuan pejabat di lingkungan Ciamis. Untuk kepolisian akan saya laporkan langsung ke kapolri. Begitu juga pejabat Ciamis akan saya layangkan teguran langsung, kalau perlu saya upayakan agar DAU dan DAK Ciamis saya potong dari pusat dan dipindahkan untuk kota/kabupaten lain,” kata Agun kesal.


Selengkapnya: http://www.aids-ina.org/modules.php?name=&file=article&sid=971



11. Terpaksa Berhenti Sekolah dan Diusir dari Kampung

Koran SINDO, 23 April 2009

”Alasan orang kampung mengusir kami karena takut kalau penyakit adikku menyebar.Sebenarnya aku agak dendam sama orang-orang yang mengusir,tapi kami sabar saja.”

KATA-KATA ini diucapkan Afles H, 12, mengenang perlakuan yang dialami bersama adiknya BH,5.Mereka diusir karena si adik menderita acquired immune deficiency syndrome (AIDS) atau kehilangan kekebalan tubuh karena serangan human immunodeficiency virus(HIV).

Pengusiran terjadi di salah satu desa di Tapanuli Utara pada Minggu (12/4) lalu. Saat itu, kesehatan BH terus memburuk. Kondisinya semakin parah setelah ibu mereka RS, 40, meninggal pada Februari lalu. Sejak itu tubuh bocah itu menyusut. Sejak ibu mereka meninggal dunia, dua adik perempuan Afles, yakni Iin SH, 11 dan Ruth TPH, 9, sudah lebih dulu dibawa bibi mereka ke Medan. ”Sejak ibu meninggal,aku dan adik pindah ke Medan dan tinggal bersama bibi. Sementara abang dan adik tetap tinggal di sana (Tarutung), tinggal sama nenek,”tutur Iin.


Selengkapnya: http://www.aids-ina.org/modules.php?name=&file=article&sid=970



12. US$2m to help Jakarta free itself of AIDS

the Jakarta Post Online, April 23, 2009

Triwik Kurniasari , THE JAKARTA POST , JAKARTA | Thu, 04/23/2009 2:08 PM | City

The city administration secured a grant of up to US$2.2 million from the Global Funds to fight AIDS, TB, Malaria (GFATM) to help combat the diseases and virus in the capital.

Governor Fauzi Bowo signed an agreement on the grant with secretary of the National AIDS Prevention Commission (KPAN) Nafsiah Mboi, on Tuesday.

Nafsiah said the grant was an additional fund intended to speed up the already-existing program combating AIDS, TB and malaria, funded by the city and national budget.


Selengkapnya: http://www.aids-ina.org/modules.php?name=&file=article&sid=969



13. Sosok Afes Hutauruk, Putus Sekolah demi Merawat Adik Pengidap HIV/AIDS

jpnn.com, 24 April 2009

ADELINA, Medan
Kalau Sembuh Aku Ingin Belajar Bersama-sama

Demi merawat adik bungsu yang menderita HIV/AIDS, Afes Hutauruk terpaksa meninggalkan bangku kelas 5 sekolah dasar. Kini bocah yang sudah kehilangan ibu akibat penyakit yang mematikan itu menjadi perawat sekaligus wakil ''kepala keluarga'' setelah terusir dari kampung halamannya.
------------------------
PAKAI kemeja bergaris-garis lengan pendek dengan ukuran yang lebih besar daripada tubuhnya, Aples Decuari Hutauruk kemarin seperti sudah hafal dengan bahasa tubuh adiknya. Ucok -bukan nama sebenarnya-, sang adik yang terbaring lemah di ranjang besi untuk balita yang catnya sudah banyak mengelupas itu, seperti memberikan isyarat meminta makan.

Afes, 10 -panggilan akrab Aples Hutauruk- tampak gelisah. Jam dinding di ruang anak kelas 3 itu sudah menunjukkan pukul 14.00. Kepada suster penjaga ruang itu, Afes menanyakan ransum bubur untuk adiknya. ''Kak, bubur untuk adik saya mana? Belum dikasih, ya?'' tanya Afes kepada wanita berambut panjang itu.


Selengkapnya: http://www.aids-ina.org/modules.php?name=&file=article&sid=968



14. Sistem Baru Pengelolaan Obat ARV Diterapkan

Kompas Online, 22 April 2009

JAKARTA, KOMPAS.com - Pemerintah berencana menerapkan sistem baru dalam pengelolaan obat antiretroviral (ARV) untuk mendukung pengobatan infeksi virus dan sindroma merapuhnya kekebalan tubuh (HIV/AIDS).

"Mulai 1 Juli nanti kita akan pakai sistem ’Voluntary Pooled Procurement’ atau VPP dimana ARV dibeli secara global, harganya jadi lebih murah sehingga kita bisa membeli lebih banyak. Dan ada model distribusi dan penyimpanannya yang lebih baik," kata Sekretaris Komisi Penanggulangan AIDS Nasional (KPAN) Nafsiah Mboi dalam simposium mengenai kesinambungan Antiretroviral Therapy (ART) di Jakarta.


Selengkapnya: http://www.aids-ina.org/modules.php?name=&file=article&sid=967



15. Women with HIV/AIDS need help

the Jakarta Post Online, April 22, 2009

Luh De Suriyani , The Jakarta Post , Denpasar | Wed, 04/22/2009 2:16 PM | The Archipelago
While many Indonesian women donned their finest kebaya (traditional dress) to celebrate Kartini Day on Tuesday, Jero Suma wore her usual sleeveless shirt, short pants and cheap plastic shoes.

Don't ask her the original colors of her outfit. Years of hard work transporting garbage and household waste have turned the color of her clothes into various shades of battered grey.

Suma does not care about the color of the working uniform. She does not mind the exhausting work of lifting heavy iron garbage cart daily. Nor does the stench of garbage, physical testament to her long working days in Kaliungu, East Denpasar, bother her.


Selengkapnya: http://www.aids-ina.org/modules.php?name=&file=article&sid=966



16. Jakarta to receive grant to combat AIDS, TB, malaria

the Jakarta Post Online, April 23, 2009

Triwik Kurniasari , The Jakarta Post , Jakarta | Wed, 04/22/2009 9:13 PM | National
The Global Fund for AIDS, Tuberculosis and Malaria (GF-ATM) will grant the Jakarta administration with US$2.2 million to help curb cases of the three diseases in the capital, governor Fauzi Bowo says.

Fauzi said Wednesday that the administration would allocate a larger portion of the fund on the prevention of HIV and AIDS.


Selengkapnya: http://www.aids-ina.org/modules.php?name=&file=article&sid=965



17. Bocah Penderita HIV AIDS Jalani Perawatan di RSU Pirngadi Medan

Detik Com, 22 April 2009

Khairul Ikhwan - detikNews
Medan - Seorang bocah berusia lima tahun, diketahui menderita AIDS. Korban yang tertular dari kedua orangtuanya, hingga Rabu (22/4/2009) dirawat di Rumah Sakit Umum Pirngadi, Jl. HM Yamin, Medan.

Bocah tersebut, sebut saja namanya Ucok, kini dirawat secara intensif di RSU Pirngadi. Tubuhnya terlihat kurus dan kondisinya lemas. Ucok dirujuk ke rumah sakit tersebut sejak empat hari lalu, Jumat (17/4/2009), diantar EL Hutauruk, salah seorang keluarga.


Selengkapnya: http://www.aids-ina.org/modules.php?name=&file=article&sid=964



18. Bocah Pengidap AIDS Diusir dari Kampung

Pos Metro Balikpapan, 23 APril 2009

MEDAN-Tubuhnya kurus, lemah dan mata melotot menerawang jauh. Bocah malang asal Tarutung, Hassit (5) bukan nama sebenarnya, dirawat di ruang anak kelas III RSU dr Pirngadi Medan setelah divonis mengidap penyakit HIV/AIDS.

Keterangan bibinya, L Br Hutahuruk (60), sejak lahir hingga berumur lima tahun, Hassit tak pernah merasakan kasih sayang kedua orang tuanya.

Di usia 4,5 tahun, ia sudah ditinggalkan ayahnya karena penyakit yang sama. Dan hanya berjarak 2 bulan, ibunya meninggal.


Selengkapnya: http://www.aids-ina.org/modules.php?name=&file=article&sid=963



19. Bocah 5 Tahun Idap HIV/AIDS

Koran SINDO, 22 APril 2009

MEDAN(SI) – Tenaga medis Rumah Sakit Umum (RSU) Dr Pirngadi Medan saat ini merawat bocah berusia lima tahun yang mengidap human immunodeficiency virus (HIV) dan sudah mengalami aquired immuno deficiency syndrome (AIDS) atau hilangnya kekebalan tubuh.

Dia diduga tertular dari orangtuanya. Bocah berinisial BA tersebut diketahui sebagai warga Kecamatan Sipoholon, Kabupaten Tarutung. Dia menjalani perawatan di RSU dr Pirngadi Medan sejak Sabtu (18/4) lalu,sekitar pukul 02.00 WIB. BA masuk ke RSU Pirngadi Medan ditemani neneknya L br Hutahuruk, 60.Orangtuanya,LH,46 dan RS,30,telah meninggal dunia. Kondisi BA kurus, lemas, hingga berdiri pun tak bisa. Gejalanya yang terlihat membuat perawat yang menanganinya pertama kali menduga bahwa BA mengidap penyakit HIV.


Selengkapnya: http://www.aids-ina.org/modules.php?name=&file=article&sid=962



20. Darah di PMI Karawang Mengandung Virus HIV/AIDS

Surya Online, 21 April 2009

KARAWANG - Sekitar 10 persen darah yang disumbangkan sukarelawan ke Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Karawang, Jawa Barat (Jabar), selama 2008 lalu mengandung virus HIV/AIDS.

PMI langsung memusnahkan darah yang tercemar itu dengan cara dibakar. "Pemusnahan darahnya dilakukan di Jakarta," kata Ketua Badan Narkotika Karawang (BNK) Eli Amalia Priatna di Karawang, Selasa (21/4).


Selengkapnya: http://www.aids-ina.org/modules.php?name=&file=article&sid=961



21. Penderita HIV/AIDS di Lubuklinggau 14 orang

Waspada Online, 22 April 2009

LUBUKLINGGAU - Pihak Dinas Kesehatan Kota Lubuklinggau, Provinsi Sumatra Selatan, mengingatkan warga setempat untuk mewaspadai penyebaran HIV/AIDS, yang saat ini telah menjangkiti 14 warga daerah itu.

Kepala Dinas Kesehatan Kota Lubuklinggau, Syahrizal, pagi tadi, mengatakan, daerah-daerah yang ditengarai sebagai pusat penyebaran penyakit tersebut antara lain kawasan lokalisasi, warung remang-remang dan lembaga pemasyarakatan (Lapas).


Selengkapnya: http://www.aids-ina.org/modules.php?name=&file=article&sid=960



22. Ten housewives in Banten contract HIV/AIDS

the Jakarta Post Online, April 20, 2009

BANTEN: Serang General Hospital's Teratai Clinic in Banten said Sunday 10 women were recently identified as having HIV/AIDS.

"The women are being treated so they don't spread the virus," said Edi Santoso, a doctor at the hospital, as quoted by Antara.


Selengkapnya: http://www.aids-ina.org/modules.php?name=&file=article&sid=957



23. Sharon Stone launches HIV/AIDS campaign

the Jakarta Post Online, APril 20, 2009

JAKARTA: Actress Sharon Stone has embarked on a fundraising initiative that will help improve treatments, care and the quality of life for children living with HIV/AIDS in Asia.

Stone is global fundraising chairperson for amfAR, one of the world’s leading nonprofit foundations for AIDS research. The initiative will support amfAR’s existing TREAT Asia (Therapeutics Research, Education and AIDS Training in Asia) Pediatric program, which was founded in 2005.


Selengkapnya: http://www.aids-ina.org/modules.php?name=&file=article&sid=956



24. Terpidana mati, meninggal karena AIDS

Harian Terbit, 20 APril 2009

TANGERANG - Edith Yunita Sianturi,32, terpidana mati kasus kepemilikan heroin seberat 1 kg akhirnya meninggal dunia setelah menjalani perawatan di Rumah Sakit (RS) Bhayangkara Dr Sukamto, Kramat Jati, Jakarta Timur, selama satu bulan.

Edith yang selama ini ditahan di LP Wanita Tangerang meninggal akibat mengidap penyakit AIDS.


Selengkapnya: http://www.aids-ina.org/modules.php?name=&file=article&sid=955



25. Dua Pelacur Idap HIV/AIDS Diburu

Tempo Interaktif, 22 April 2009

TEMPO Interaktif, Kediri: Dinas Kesehatan Kabupaten Kediri tengah memburu dua pelacur yang terinfeksi HIV/AIDS. Kedua pelacur itu beroperasi di tempat umum dan berisiko menularkan virus HIV/AIDS secara bebas.

Kepala Seksi Pemberantasan Penyakit Menular Langsung Kediri Nur Munawaroh mengatakan pelacakan kedua pelacur itu dilakukan setelah menerima laporan petugas kesehatan di Kecamatan Pare tentang catatan medis mereka. "Mereka diketahui terinfeksi saat melakukan pemeriksaan rutin enam bulanan," kata Nur Munawaroh kepada Tempo, Rabu (22/4).


Selengkapnya: http://www.aids-ina.org/modules.php?name=&file=article&sid=954



26. Ibu Hamil dengan HIV/AIDS Minta Keadilan

Kompas Online, 21 APril 2009

BEKASI, KOMPAS.com - Seorang ibu muda dengan HIV/AIDS yang tengah hamil, E (25) mencari keadilan atas kondisi suaminya Bn (27) penderita AIDS agar bisa mendapat pengobatan rawat jalan hingga ajal menjemputnya.

"Suami saya beratnya hanya 30 Kg dengan CD-4 tinggal 46 sementara orang normal memiliki 1.500. Ia kini terkapar tanpa bisa mendapat perawatan," ujar E, di Bekasi, Selasa


Selengkapnya: http://www.aids-ina.org/modules.php?name=&file=article&sid=953



27. Penderita HIV/AIDS di Sidoarjo Meningkat

Kompas Online, 20 APril 2009

SIDOARJO, KOMPAS.com - Jumlah penderita HIV/AIDS di Kabupaten Sidoarjo setiap tahun meningkat, karena makin pedulinya masyarakat dalam ikut menanggulangi penyebaran penyakit tersebut, sehingga penderita yang sebelumnya tidak ketahuan, kini makin terdeteksi.

"Pada tahun 2005 tercatat 60 orang penderita dan tahun 2006 meningkat 100 persen menjadi 120 orang penderita," kata Kasubdin Penanggulangan Penyakit Menular Dinkes Sidoarjo, Ika Harnasti, di Sidoarjo, Jatim.


Selengkapnya: http://www.aids-ina.org/modules.php?name=&file=article&sid=952



28. Wah, Darah PMI Mengandung Virus HIV/AIDS

Kompas Online, 21 APril 2009

KARAWANG, KOMPAS.com — Sekitar 10 persen darah yang disumbangkan sukarelawan ke Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Karawang, Jawa Barat, selama 2008 lalu mengandung virus HIV/AIDS.

PMI langsung memusnahkan darah yang tercemar itu dengan cara dibakar. "Pemusnahan darahnya dilakukan di Jakarta," kata Ketua Badan Narkotika Karawang (BNK) Eli Amalia Priatna di Karawang, Selasa (21/4).


Selengkapnya: http://www.aids-ina.org/modules.php?name=&file=article&sid=951



29. Wah, Darah PMI Mengandung Virus HIV/AIDS

Kompas Online, 21 April 2009
KARAWANG, KOMPAS.com — Sekitar 10 persen darah yang disumbangkan sukarelawan ke Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Karawang, Jawa Barat, selama 2008 lalu mengandung virus HIV/AIDS.


Selengkapnya: http://www.aids-ina.org/modules.php?name=&file=article&sid=950



30. Bali Bahas Kepanikan Hadapi HIV/AIDS

Republika Online, 19 APril 2009

DENPASAR--Komisi Penanggulangan AIDS Provinsi Bali menggelar dialog membahas kepanikan masyarakat, terutama pihak desa pekraman atau desa adat setempat, dalam menghadapi masalah yang terjadi pada orang dengan HIV/AIDS atau odha.

"Masih ingat, bagaimana kepanikan sebagian masyarakat ketika harus membawa odha untuk dirawat di rumah sakit. Bagaimana kepanikan menangani odha yang meninggal dunia. Apa yang harus dilakukan desa pekraman?" kata anggota Komisi Penanggulangan AIDS (KPA) Provinsi Bali Mercya Soetanto di Denpasar, Minggu.


Selengkapnya: http://www.aids-ina.org/modules.php?name=&file=article&sid=949



31. Body shop, MTV fight AIDS through campaign targeting youth

the Jakarta Post Online, April 19, 2009

To raise awareness about HIV/AIDS among young people, the Body Shop Indonesia and MTV Staying Alive Foundation held a day-event called "Fight-the-AIDS" at one of Jakarta's best hang-out places, Cilandak Town Square in South Jakarta, on April 11.

Part of the "YES YES YES To Fighting HIV" campaign, the event featured live music from Project Pop and Gruvi and also student performances from the London School of Public Relations, University of Indonesia and Pelita Harapan University.


Selengkapnya: http://www.aids-ina.org/modules.php?name=&file=article&sid=948



32. 17 new HIV/AIDS cases recorded

the Jakarta Post Online, April 18, 2009

MATARAM: The West Nusa Tenggara AIDS Eradication Commission (KPA) recorded 17 new cases of the disease in seven regencies and two municipalities in the province between January and March this year.

Head of the KPA's program and identification division, Muhammad Aspul, said on Friday that the 17 additional cases brought the total number infected between 2001 and March 2009 to 237.


Selengkapnya: http://www.aids-ina.org/modules.php?name=&file=article&sid=947



33. Bayi Empat Bulan Mengidap Aids

Duta Masyarakat, 18 April 2009

TUBAN- Penyebaran virus mematikan HIV/Aids di wilayah Kabupaten Tuban, mengalami peningkatan tajam. Terdata saat ini terdapat 35 orang terjangkit HIV/Aids di wilayah setempat. Salah satunya adalah seorang bayi berumur 4 bulan.

Sementara itu, dalam kurun tiga bulan terakhir, ditemukan terdapat tujuh orang yang terdekteksi positif mengidap HIV/Aids. Jumlah tersebut sama dengan tahun 2008, dimana dalam satu tahun ada 7 orang yang teridentifikasi HIV/Aids.


Selengkapnya: http://www.aids-ina.org/modules.php?name=&file=article&sid=946


 

 -----------------------------------------------

Pengelola aids-ina.org

A better way in strengthening strategic information to guide a more effective

Dukung dan kunjungi terus www.aids-ina.org

 



Mon Apr 27, 2009 10:07 am

komunitasaid...
Offline Offline
Send Email Send Email

Forward
Message #145 of 195 |
Expand Messages Author Sort by Date

Kumpulan Berita Media Massa HIV-AIDS dan Narkoba Dari Tanggal: 20 October 2008 Sampai Tanggal: 27 October 2008 _____ 1. Rumah Sakit Coba Atasi Kelangkaan ...
Pengelola www.aids-in...
komunitasaid...
Offline Send Email
Oct 27, 2008
2:22 am

Kumpulan Berita Media Massa HIV-AIDS dan Narkoba Dari Tanggal: 20 April 2009 Sampai Tanggal: 27 April 2009 _____ 1. Putus Sekolah demi Merawat Adik yang...
Pengelola www.aids-in...
komunitasaid...
Offline Send Email
Apr 27, 2009
10:11 am
Advanced

Copyright 2009 Yahoo! Inc. All rights reserved.
Privacy Policy - Terms of Service - Guidelines - Help