|
1. Sunat Mencegah Penularan
AIDS
Suara Pembaharuan Online, 17
April 2009
[JAKARTA]
Sunat (circumcision) mencegah berbagai penyakit, termasuk penularan AIDS,
dan telah dipraktikkan di sejumlah negara, seperti Amerika Serikat (AS) dan
Kanada, dan di banyak negara di Afrika serta juga di Asia.
Badan Kesehatan Nasional AS (NHANES) menemukan, 79 persen laki-laki di AS
disunat, bahkan pada kulit putih (non-Hispanic white men) mencapai 88
persen.
Profesor Zubairi Djoerban, Rabu (15/4), di Jakarta mengatakan, data itu
diperoleh dari majalah kedokteran Sexually Transmitted Diseases terbitan
Juli 2007, dan informasi dari CDC HIV/AIDS Science Facts: Male Circumcision
and Risk for HIV Transmission and Other Health Conditions, Implications for
the United State, February 2008.
Selengkapnya:
http://www.aids-ina.org/modules.php?name=&file=article&sid=945
2. Bea Cukai Sangkal Tahan Obat ARV
untuk Pengidap HIV/AIDS
DetikNews, 17
April 2009
Aprizal
Rahmatullah - detikNews
ilustrasi Jakarta
- Jaringan Orang Terinfeksi HIV Indonesia (JOTHI) kecewa karena sejak bulan
Maret lalu obat ARV (Anti Retro Viral) bagi penderita HIV/AIDS tertahan di
Bea Cukai Bandara Soekarno-Hatta. Namun pihak Bea Cukai menyangkal menahan
obat tersebut.
"Pengadaan obat ARV sangat dibutuhkan oleh orang terinfeksi HIV,
mengingat sudah banyak rumah sakit di Indonesia yang kekosongan obat,
terpaksa tertahan akibat kurang sistematisnya mekanisme di Bea Cukai
Bandara Soekarno Hatta," kata Koodinator Advokasi dan Kebijakan
Pengembangan JOTHI Aditya Wardhana dalam rilis yang diterima detikcom,
Jumat (17/4/2009).
Selengkapnya:
http://www.aids-ina.org/modules.php?name=&file=article&sid=944
3. Persebaran HIV/AIDS Naik Tiga Kali
Lipat
Cenderawasih Post dot Com, 16
April 2009
JAKARTA -
Persebaran penyakit HIV/AIDS di tanah air pada 2008 kian mengkhawatirkan.
Merujuk data terbaru, persebaran virus mematikan itu tiga kali lipat dari
tahun sebelumnya. Bahkan, Indonesia terancam menjadi negara dengan
tingkat persebaran HIV/AIDS terbesar di Asia.
Untuk mengatasinya, pemerintah bakal memperbaiki pola penanganan dengan
lebih seksama.
"Kondisinya memprihatinkan karena kasus HIV/AIDS hingga akhir 2008
naik tiga kali lipat daripada 2007," terang Direktur Kesehatan dan
Gizi Masyarakat Bappenas Arum Atmawikarta, di Jakarta, kemarin (15/4).
Selengkapnya:
http://www.aids-ina.org/modules.php?name=&file=article&sid=943
4. Pekerja Pelabuhan Berisiko Kena
HIV/ AIDS
Koran SINDO, 16
April 2009
SEMARANG(SI) – Para pekerja di Pelabuhan Tanjung Emas Semarang
berisiko terinfeksi HIV/ AIDS.Anak buahkapal(ABK),tenagakerjabongkar muat (TKBM),sopir
dan kernet truk teridentifikasi sebagai klien potensial wanita pekerja seks
(WPS).
Berdasarkan survei Lembaga Kalandara 2008, 19% positif IMS (Infeksi Menular
Seksual) dari 47 pekerja yang diperiksa. ”ABK, TKBM,sopir dan kernet
truk berisiko tinggi mengingat pekerjaan mereka yang membutuhkan mobilitas
tinggi dan jauh dari pasangan,” ungkap Manager Program ASA-Kalandara
Muhammad Yusuf, SKM, di Gedung Aula Adpel Tanjung Emas Semarang,kemarin.
Selengkapnya:
http://www.aids-ina.org/modules.php?name=&file=article&sid=942
5. 51 Warga Banten Meninggal Akibat
HIV/AIDS
Berita Sore, 15
April 2009
Serang ( Berita ) : Sebanyak 51 warga Provinsi Banten dilaporkan meninggal
dunia akibat tertular virus HIV/AIDS sehingga perlu adanya pencegahan, agar
penyakit itu tidak lagi menular kepada keluarga atau orang lain.
Ketua Komisi Penanggulangan AIDS (KPA) Provinsi Banten, Ariep Mulyawan,
Selasa [14/04], mengatakan, pasien penderita HIV/AIDS yang meninggal dunia
itu terakhir tiga anak usia bawah lima tahun (Balita) yang menjalani
perawatan di RSUD Serang dan Cilegon.
Selengkapnya:
http://www.aids-ina.org/modules.php?name=&file=article&sid=941
6. Kasus HIV/AIDS Cenderung Meningkat
Kompas.Com, 15
April 2009
MATARAM, KOMPAS.com - Penemuan kasus HIV/AIDS di Nusa Tenggara Barat (NTB)
cenderung meningkat setiap tahun, hingga Maret 2009 tercatat 236 kasus,
sebanyak 146 kasus di antaranya HIV positif dan 91 kasus AIDS.
Gubernur NTB, HM Zainul Majdi dalam sambutan tertulis dibacakan Staf Ahli
Gubernur bidang Pendidikan dan Kesehatan, H Soedaryanto, SKM di Mataram,
Rabu mengatakan, kasus HIV tersebut meningkat dibandingkan 2008 sebanyak
134 kasus.
Selengkapnya:
http://www.aids-ina.org/modules.php?name=&file=article&sid=940
7. Waspadalah, Pekerja Pelabuhan
Rentan HIV/AIDS
Kompas.Com, 15
APril 2009
SEMARANG,
KOMPAS.com — Pekerja pelabuhan yang kebanyakan terdiri dari laki-laki
rentan terhadap HIV/AIDS karena memiliki perilaku seks berisiko. Kondisi
ini diperparah dengan minimnya kesadaran mereka untuk memeriksakan diri.
Hal itu terungkap dalam Lokakarya Pencegahan dan Penanggulangan Infeksi
Menular Seksual (IMS), HIV, dan AIDS, di Kota Semarang, Rabu (15/4). Acara ini
diselenggarakan Kalandara, lembaga swadaya masyarakat yang bergerak di
bidang penanggulangan HIV/AIDS.
Selama rentang waktu 2006-2009, Kalandara meneliti pekerja pelabuhan
Tanjung Emas yang terdiri atas anak buah kapal (ABK), tenaga kerja bongkar
muat, pengemudi truk dan kernet, dan pengendara ojek.
Selengkapnya:
http://www.aids-ina.org/modules.php?name=&file=article&sid=939
8. Lima Balita Kena HIV-AIDS
Republika Online, 15
April 2009
TULUNG AGUNG - Lima bayi berusia di bawah lima tahun (balita)
ditemukan terinfeksi virus HIV yang saat ini didampingi oleh Komisi
Penanggulangan Aids (KPA) Kabupaten Tulungagung.
"Hingga saat ini, ada lima
balita yang positif terinveksi virus HIV," kata anggota KPA
Tulungagung, Farid, di Tulungagung, Jawa Timur, Rabu (15/4)
Selengkapnya: http://www.aids-ina.org/modules.php?name=&file=article&sid=938
9. Pencegahan HIV/AIDS Jangan Cuma
Fokus pada Pekerja Seks
Kompas.Com, 15
APril 2009
SEMARANG,
KOMPAS.com - Program pencegahan HIV/AIDS jangan hanya fokus pada pekerja
seks. Demikian diungkapkan Manager Program Aksi Stop AIDS (ASA) Lembaga
Kalandara, Muhammad Yusuf di Semarang, Rabu.
"Sebab, jumlah penderita HIV/AIDS terus bertambah, sementara
pencegahan hanya difokuskan pada pekerja seks," katanya usai lokakarya
Pencegahan infeksi menular seksual (IMS), HIV, dan AIDS pada Unsur Maritim
Pelabuhan Tanjung Emas Semarang.
Selengkapnya:
http://www.aids-ina.org/modules.php?name=&file=article&sid=937
10. Perda Tetapkan Calon Pengantin
Perlu Uji HIV/AIDS
Suara Merdeka CyberNews, 14
April 2009
Semarang,
CyberNews. Setiap calon pengantin atau pasangan yang berisiko tinggi yang
akan menikah disarankan untuk melakukan pemeriksaan kesehatan di klinik
Voluntary Conseling and Testing (VCT). Ketentuan itu tertuang dalam pada
pasal 10 ayat 6 Perda Penanggulangan HIV/AIDS yang ditetapkan dalam rapat
Paripurna DPRD Jateng di Gedung Berlian, Selasa (14/4).
"Sekarang tinggal menunggu aspek kepemimpinan Gubernur Jateng sebagai
kepala daerah. Merupakan tugas gubernur untuk menegakkan perda yang telah
ditetapkan ini," kata Anggota Pansus Raperda HIV/AIDS Tontowi Jauhari,
seusai rapat paripurna.
Selengkapnya:
http://www.aids-ina.org/modules.php?name=&file=article&sid=936
11. Tujuh Bayi Tertular AIDS dalam
Kandungan
Tempointeraktif.Com, 15
April 2009
TEMPO Interaktif, Mataram: Tujuh bayi di Nusa Tenggara Barat tertular
penyakit AIDS. Ketujuh-tujuhnya tertular penyakit yang dapat menurunkan
kekebalan tubuh itu sejak mereka masih berada dalam kandungan.
Demikian diungkapkan Staf Ahli Gubernur Nusa Tenggara Barat Soedarjanto
yang mewakili Gubernur NTB Muhammad Zainul Madjdi dalam rapat kordinasi
Komisi Penanggulangan AIDS dan sosialisasi peraturan daerah penanggulangan
HIV dan AIDS, Rabu (15/4) pagi.
Secara umum penderita HIV/AIDS terus meningkat di NTB. Jika setahun lalu
penderita HIV mencapai 134 kasus, kini sampai Maret lalu telah bertambah 12
orang menjadi 146 kasus.
Selengkapnya:
http://www.aids-ina.org/modules.php?name=&file=article&sid=935
12. Unilever Fokus CSR Berkelanjutan
Koran SINDO, 14
April 2009
JAKARTA(SI) – PT Unilever Indonesia Tbk
menekankan penerapan kualitas bahan baku
pada setiap lini produksinya melalui program corporate social
responsibility (CSR).
Program ini dilakukan guna menjaga kesinambungan ketersediaan bahan baku serta
produksinya. ”Yang kita lakukan bertujuan agar semua yang terlibat
mulai dari supplier bisa memiliki keseragaman mutu dan kualitas,”
ujar General Manager Unilever Peduli Foundation PT Unilever Indonesia Tbk
Sinta Kaniawati saat berkunjung ke Kantor Seputar Indonesia di Jakarta
kemarin. Menurut Sinta, definisi CSR saat ini sangat beragam dan berbeda-
beda bergantung tujuan perusahaan dan cost-nya tidak bisa dihitung secara
parsial.
Selengkapnya:
http://www.aids-ina.org/modules.php?name=&file=article&sid=934
13. Pemijat Wajib Periksa HIV/AIDS
Kaltim Post Online, 15
April 2009
BONTANG-Melihat jumlah penderita HIV/AIDS di Kota Bontang yang makin
bertambah, Dinas Kesehatan kini bersiap menyusun Peraturan Daerah (Perda)
yang akan mengharuskan pemijat di panti pijat memeriksakan darah secara
berkala.
Hal ini diutarakan Kepala Dinas Kesehatan Kota Bontang dr Hindar Jaya SpOG,
dalam pembahasan Laporan Pertanggungjawaban (LKPJ) Wali Kota Bontang 2008
bersama anggota DPRD di gedung DPRD Bontang, Senin (13/4) lalu.
Selengkapnya:
http://www.aids-ina.org/modules.php?name=&file=article&sid=933
14. Tato dan Tindik Bisa Tularkan
Hepatitis
Kompas Online, 15
April 2009
Infeksi
Ganda Percepat Sirosis Hati
Jakarta, Kompas
- Tato dan tindik makin digemari kaum muda di Tanah Air. Padahal, hal itu
merupakan salah satu cara penularan virus hepatitis. Karena itu, kaum muda
diimbau berhati-hati bila ingin menato dan menindik anggota badannya.
Menurut Ketua Perhimpunan Peneliti Hati Indonesia Unggul Budihusodo, Selasa
(14/4), saat dihubungi di Jakarta,
mereka yang ditindik atau ditato berisiko tinggi tertular virus hepatitis.
Kondisi ini disebabkan tato dan tindik kebanyakan menggunakan alat yang
tidak steril atau dipakai secara bergantian. Bila seseorang ditato atau
ditindik dengan alat yang dipakai tercemar virus hepatitis, ia rentan
terinfeksi virus itu. ”Hepatitis menular lewat darah dan cairan tubuh
manusia,” ujarnya.
Selengkapnya:
http://www.aids-ina.org/modules.php?name=&file=article&sid=932
15. Negligence sees five toddlers
infected with HIV/AIDS in Banten
the Jakarta
Post Online, April 14, 2009
As many as five toddlers in Banten province were found to be HIV/AIDS
positive with the infection having likely been transmitted via their
mothers, a representative of the Voluntary Counseling Treatment (VCT) and
Care Support and Treatment (CST) of Serang hospital said Tuesday.
"There is an HIV/AIDS epidemic threatening women and thus children are
becoming infected with the virus," clinic head Santoso Edi Budiono
said to kompas.com.
Selengkapnya:
http://www.aids-ina.org/modules.php?name=&file=article&sid=931
16. 5 Balita dan 10 Ibu Tertular HIV
Surya Online, 14
April 2009
SERANG | SURYA- Sebanyak lima anak bawah lima tahun (balita) di Provinsi
Banten, positif tertular HIV/AIDS dari ibu kandungnya sehingga mereka kini
ditangani intensif di Klinik Voluntary Counseling Treatment (VCT) dan Care
Support and Treatment (CST) RSUD Serang.
Selengkapnya:
http://www.aids-ina.org/modules.php?name=&file=article&sid=930
|