Search the web
Sign In
New User? Sign Up
tb-hiv_indonesia · TB-HIV Indonesia
? Already a member? Sign in to Yahoo!

Yahoo! Groups Tips

Did you know...
Hear how Yahoo! Groups has changed the lives of others. Take me there.

Best of Y! Groups

   Check them out and nominate your group.
Having problems with message search? Fill out this form to ensure your group is one of the first to be migrated to the new message search system.

Messages

  Messages Help
Advanced
Undangan Simposium 1/2 hari: Kesinambungan Penyediaan Obat ARV di In   Message List  
Reply | Forward Message #138 of 195 |
Yayasan Spiritia akan mengadakan Simposium 1/2 Hari Informasi
Pengobatan HIV Terkini II dengan tema "Kesinambungan Penyediaan Obat
ARV". Kegiatan ini akan diadakan pada Senin, 20 April 2009 di Aula
Gedung D Universitas Atma Jaya pukul 13:00-15:30 (termasuk makan siang
pada pukul 12:00).

Jika ingin menghadiri, silakan konfirmasi dengan mengirimkan e-mail
kepada Caroline Thomas <carolt3398@...> melalui email.

Berikut adalah kerangka acuan kegiatan tersebut diatas:

Simposium Setengah Hari Informasi Pengobatan HIV Terkini Kedua

Kesinambungan penyediaan obat antiretroviral

Latar Belakang

Pada akhir 2004, Departemen Kesehatan RI memutuskan untuk menyediakan
terapi antiretroviral (ART) dengan subsidi penuh kepada semua orang
terinfeksi HIV (Odha) yang memenuhi kriteria untuk mulai. Kriteria ini
termasuk mengalami penyakit berat tanpa melihat jumlah CD4, atau
penyakit lanjutan dengan jumlah CD4 di bawah 350, dan untuk semuanya
dengan jumlah di bawah 200. Program ini diterapkan oleh Subdit AIDS,
Direktorat P2ML, Direktorat-Jenderal P2M, Depkes. Subdit AIDS
bertanggung jawab untuk menyediakan obat antiretroviral (ARV) dan
kemudian menyebarkannya.

Pada awal 25 rumah sakit (RS) di berbagai daerah di Indonesia
ditetapkan sebagai RS Rujukan ARV. Sebagian besar obat dibuat oleh
Kimia Farma (KF), dan disebarkan oleh KF pada RS Rujukan ARV, atas
permintaan dari Subdit AIDS. RS Rujukan diwajibkan melaporkan
penggunaan dan permintaan pada Subdit AIDS, dan juga untuk menyediakan
stok ARV cukup untuk tiga bulan.

Jumlah RS Rujukan berangsur ditingkatkan, dan saat ini Depkes
melaporkan ada kurang lebih 150 RS Rujukan yang menjalankan ART, pada
lebih dari 10.000 Odha di semua provinsi di Indonesia.

Sejak awal program ini, sering ada laporan mengenai kehabisan stok ARV
di RS Rujukan. Juga terjadi kehabisan stok di Depkes, terutama ARV yang
didanai oleh Global Fund; semua obat tersebut diimpor dengan risiko
penerimaannya terlambat. Karena ART harus dipakai setiap hari untuk
seumur hidup, dan pemberhentian penggunaannya dapat menyebabkan
timbulnya resistansi terhadap obat, jelas masalah ini sangat
mengkhawatirkan. Umumnya masalah dapat diselesaikan dengan kerja sama
antara RS dan para Odha, dan dengan pengiriman secara darurat dari KF.
Namun dilaporkan bahwa cukup banyak orang berhenti penggunaan ART
karena masalah ketidaksediaan ARV di RS Rujukan.

Ada banyak masalah terkait supply chain management untuk ARV, mulai
dari peramalan, pesanan, pengadaan, pelaporan dan pesanan oleh RS,
pengaturan di Subdit AIDS, dan pengiriman dari KF. ARV yang disediakan
dengan dana APBN dikelola dan disimpan secara terpisah dari ARV yang
disediakan dengan dukungan Global Fund. Subdit AIDS sudah berupaya
keras untuk menyelesaikan semua masalah ini, tetapi dengan semakin
banyak permintaan, tetap dialami kesulitan pada semua bagian program.
Kadang kala ada kesan bahwa perubahan yang dibuat belum berhasil
menghadapi masalah.

Sebagian dari masalah kehabisan stok disebabkan oleh terlambatnya
diturunkan dana APBN, sehingga KF tidak dibayar sesuai janji dan tidak
sanggup kirim ARV lagi sebelum hutang dicairkan. Juga terjadi gangguan
pada penyediaan ARV yang didanai oleh Global Fund Ronde 4 waktu dana
itu dibekukan. Oleh karena itu, sering muncul ketakutan antara Odha dan
pihak terkait bahwa APBN tidak akan disediakan terus-menerus, dan ada
ancaman terhadap kesinambungan program penyediaan ARV dengan subsidi
penuh.

Oleh karena ini, beberapa pemerintah daerah, provinsi maupun
kabupaten/kota, didesak atau merasa harus menyediakan dana dari APBD
untuk menyediakan `buffer stock´ ARV, atau menambah pada penyediaan
dari pemerintah pusat. Namun belum ada kebijakan jelas mengenai hal
ini, sehingga muncul risiko akan ada tumpang tindih, ketidakjelasan
mengenai tanggung jawab, dan juga stok ARV menjadi kedaluwarsa.

Untuk membahas masalah yang terjadi, dan masukan mengenai solusi
terhadap masalah, Yayasan Spiritia bekerja sama dengan PPM Atma Jaya,
akan melakukan Simposium Setengah Hari. Simposium ini akan mendengar
presentasi oleh beberapa pakar yang terlibat dalam penyediaan ARV. Akan
disediakan waktu untuk tanya-jawab dan diskusi, dan setelah itu
hasilnya akan dirangkum dan diambil kesimpulan oleh seorang pakar lain.

Tujuan

Umum

Membagi dan membahas informasi terkini mengenai topik-topik terkait
pencegahan, perawatan, dukungan dan pengobatan untuk orang terinfeksi
HIV (Odha) di Indonesia.

Khusus

Membahas ketersediaan ARV untuk Odha di Indonesia, khususnya masalah
terkait berkelanjutan dukungan dana, penyebaran, pembentukan buffer
stock (termasuk di tingkat provinsi/kabupaten), rencana ke depan, serta
keterlibatan pemerintah daerah dalam pendanaan dan ketersediaan ARV.

Bentuk kegiatan

Simposium setengah hari, dibuka oleh Dr. Nafsiah Mboi, SpA, MPH, dengan
presentasi Drg. Dyah Mustikawati (yang diminta membahas tentang
kesinambungan ketersediaan ARV), dan Dr. Muchlis AU Sofro, SpPD (yang
diminta membahas tentang masalah yang dihadapi di daerah, termasuk
rumah sakit rujukan, dalam ketersediaan ARV), diskusi tanya jawab,
tanggapan oleh Dr. Nafsiah Mboi, serta rangkuman dan kesimpulan oleh
Prof. Dr. Dewa N. Wirawan, MPH. Simposium akan dipandu oleh Prof.
Irwanto.

Peserta

Kurang lebih 100 orang yang peduli terhadap HIV, termasuk dari Depkes,
WHO, Rumah Sakit, dokter, LSM, Kelompok Dukungan Sebaya untuk Odha, dan
media massa.

Tempat dan waktu

Kegiatan akan dilakukan di Aula Gedung D Universitas Atma Jaya Jakarta,
pada hari Senin 20 April 2009, dari pk. 13:00 sampai 15:30, termasuk
makan siang (pk. 12:00).

Penyelenggaraan

Simposium ini akan dilakukan oleh Yayasan Spiritia, bekerja sama dengan
Ford Foundation, HCPI, dan Lembaga Penelitian dan Pengembangan
Masyarakat Universitas Atma Jaya.

--
Chris W. Green (chrisg@...)
Divisi Pelatihan dan Informasi
Yayasan Spiritia, Jakarta
Tel: (021) 422-5163 Fax: (021) 4287 1866
Situs web: <http://spiritia.or.id>






Mon Apr 13, 2009 6:37 am

wartaaids
Offline Offline
Send Email Send Email

Forward
Message #138 of 195 |
Expand Messages Author Sort by Date

Yayasan Spiritia akan mengadakan Simposium 1/2 Hari Informasi Pengobatan HIV Terkini II dengan tema "Kesinambungan Penyediaan Obat ARV". Kegiatan ini akan...
Chris W. Green
wartaaids
Offline Send Email
Apr 13, 2009
6:38 am
Advanced

Copyright © 2009 Yahoo! Inc. All rights reserved.
Privacy Policy - Terms of Service - Guidelines - Help