Penurunan jumlah staf layanan kesehatan di rangkaian terbatas sumber
daya sesungguhnya dapat terjadi karena berbagai faktor. Banyak yang
bekerja dalam suasana yang suram dan tidak aman serta penghasilannya
tidak sesuai.
Banyak petugas layanan kesehatan menderita tekanan karena pekerjaan -
perasaan tidak mampu memenuhi tuntutan kerja atau yang diharapkan dari
pekerjaannya. Beberapa merasa tidak mendapatkan pelatihan atau
pengawasan yang memadai untuk menjalankan tugas baru mereka, atau
merasa tidak mampu melaksanakan pekerjaan dengan baik apabila bekerja
dengan fasilitas yang tidak memadai dan sering kali sudah rusak serta
kekurangan staf, peralatan dan persediaan yang penting (termasuk,
khususnya sarung tangan dan pakaian pelindung lain). Akibatnya, banyak
juga yang khawatir tentang keamanan tempat kerja (pajanan HIV dan TB
dalam pekerjaan) - dan khawatir tentang kepastian jaminan kerja
khususnya apabila mereka menjadi terinfeksi HIV.
Banyak petugas layanan kesehatan, termasuk dokter, jatuh sakit dan
meninggal akibat TB atau penyakit terkait HIV, dengan morbiditas dan
mortalitas menyokong lebih dari 60% kehilangan petugas layanan
kesehatan di beberapa rangkaian.
Edisi HATIP ini ditujukan untuk kesehatan dan keamanan petugas layanan
kesehatan, menjajaki faktor yang membahayakan kesehatan mereka secara
fisik, perasaan, dan psikologis, intervensi yang mungkin dapat
diterapkan untuk membantu melindungi mereka dari bahaya, dan bagaimana
menyediakan akses layanan paliatif bermutu tinggi secara paling efektif
(termasuk pengobatan HIV dan TB) bagi petugas layanan kesehatan, kapan
dan di mana mereka membutuhkannya.
Untuk baca artikel HATIP 128: Memperhatikan perawat dalam menghadapi
HIV dan TB: peninjaun secara klinis (bagian pertama) ini, klik
<http://spiritia.or.id/hatip/bacahat.php?artno=0128>
--
Chris W. Green (chrisg@...)
Divisi Pelatihan dan Informasi
Yayasan Spiritia, Jakarta
Tel: (021) 422-5163 Fax: (021) 4287 1866
Situs web: <http://spiritia.or.id>