|
*********************** No virus was detected in the attachment no filename No virus was detected in the attachment no filename Your mail has been scanned by InterScan. ***********-*********** |
Apa Anda selalu merasa lelah? Sulit tidur di malam hari? Tidak nafsu makan? Susah berkonsentrasi?
Mungkin Anda sedang mengalami defisiensi marginal. Coba baca yang berikut ini, siapa tahu Anda bisa menemukan solusinya....
Menurut definisinya, defisiensi marginal (marginal deficiency) adalah kondisi terkurasnya vitamin secara bertahap yang melibatkan kurangnya rasa sejahtera seseorang, yang disertai oleh beberapa gangguan proses kimiawi di dalam tubuh. Proses kimiawi yang terganggu tentu saja adalah proses yang bergantung pada vitamin tersebut.
Lalu, bagaimana kita tahu bahwa kita sedang mengalami defisiensi marginal?
Berikut gejala-gejalanya:
- Anda selalu merasa lelah.
- Anda mungkin sulit tidur pada malam hari atau mengalami insomnia.
- Nafsu makan Anda menurun.
- Anda sulit berkonsentrasi.
- Otak Anda tak berfungsi secara prima.
- Anda mengeluh kepada dokter bahwa Anda sering terkena selesma.
Dokter Anda bisa saja memeriksa Anda dan berkata kepada Anda bahwa ia tak menemukan sesuatu yang salah pada Anda. Jadi, ia pun menyuruh Anda minum vitamin.
Jika Anda punya masalah penyerapan atau jika lever Anda tidak dapat mengikat atau menyimpan vitamin, Anda bisa saja minum satu ton vitamin tapi itu hanya akan terbuang sia-sia di toilet. Anda bisa minum sepersepuluh atau tiga persepuluh miligram vitamin B12, tapi tubuh Anda tidak akan menyerap lebih dari sepersepuluh miligram karena tubuh cuma bisa menyerap vitamin sebanyak itu pada satu waktu. Sisanya terbuang begitu saja.
Tapi, jika Anda memecah dosisnya menjadi tiga kali sehari, Anda akan dapat menyerap semuanya, tiga persepuluh miligram tiamin (vitamin B1) sehari.
Vitamin B12 adalah salah satu vitamin yang sangat dibutuhkan oleh otak yang sedang mengalami penuaan. Vitamin ini diperlukan untuk pertumbuhan normal, sistem saraf yang sehat, dan pembentukan sel darah merah yang normal. Vitamin B12 dapat kita temukan pada daging hewan dan produk susu.
Kekurangan vitamin B12 biasanya menyebabkan anemia pernisius, yakni anemia berat yang serupa dengan yang disebabkan oleh defisiensi B6.
Anemia vitamin B12 jarang disebabkan oleh kekurangan makanan (kecuali pada vegetarian yang tidak makan produk hewani ataupun produk susu) karena lever menyimpan sejumlah besar vitamin yang cukup untuk 3 sampai 5 tahun.
Anda yang vegetarian dapat memperoleh vitamin B12 dengan makan produk fermentasi, seperti tamari atau tahu atau makan sejumlah besar makanan mentah. Makanan-makanan ini dipercaya akan menghasilkan vitamin B12 dengan bantuan bakteri baik.
Gejala-gejala kekurangan vitamin B12:
- Hilangnya nafsu makan
- Bolak-balik diare dan sembelit
- Sakit perut/lambung
- Keletihan
- Degenerasi saraf secara progresif yang menyebar luas. Bisa saja terjadi hilangnya keseimbangan, mati rasa, dan kelemahan pada lengan atau tungkai.
- Kepekaan (iritabilitas)
- Sedikit depresi
- Paranoia
Alkohol, estrogen, dan obat tidur dapat menurunkan kadar vitamin B12 dalam tubuh. Namun, vitamin C tidak merusak vitamin B12.
Dosis harian vitamin B12 yang dianjurkan untuk orang dewasa adalah 6 mikrogram dan 0,5 sampai 3 mikrogram untuk bayi dan anak-anak.
[Sumber: http://ruthwrite.wordpress.com/2007/07/31/how-do-you-know-if-you-have-a-marginal-vitamin-deficiency/]