Kumpulan Berita
Media Massa HIV-AIDS dan Narkoba
Dari Tanggal: 12 October 2009 Sampai Tanggal: 19 October 2009
1. KELEMBAGAAN: BNP akan Optimalkan
Jaringan
Lampung Post, 17 Oktober
2009
BANDAR LAMPUNG (Lampost): Sekretariat Badan Narkoba dan Penanggulangan
HIV/AIDS (BNP) Provinsi Lampung akan mengintensifkan kerja sama dengan
institusi terkait.
Hal itu menjadi komitmen Kepala BNP Lampung Sugiarto usai acara pisah
sambut dengan pejabat lama Ruswandi Hasan, Jumat (16-10), di aula kantor
BNP Gedongmeneng, Bandar Lampung.
Sugiarto mengatakan dalam waktu dekat pihaknya akan mengadakan audiensi
dengan Polda Lampung, yakni dengan Direktur Narkoba dan Direktur Bina Mitra
di Polda Lampung. "Kami juga akan audiensi
dengan instansi terkait dan ke Badan Narkotika Nasional (BNN)," kata
dia.
2. Kematian akibat HIV/AIDS di Salatiga terus bertambah
Solo Pos, 17 Oktober
2009
Salatiga (Espos)
Kasus kematian akibat penyakit HIV/AIDS di Kota Salatiga terus bertambah
selama beberapa tahun terakhir. Hingga September 2009, jumlah orang yang
meninggal dunia setelah mengidap penyakit itu di wilayah setempat mencapai
30 orang.
Informasi yang dihimpun Espos di Kantor Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota
Salatiga, Jumat (16/10) menyebutkan, angka itu mengalami penambahan
sebanyak empat kasus dari semula hanya berjumlah 26 kasus pada tahun 2008.
Kematian terakhir diketahui menimpa seorang penderita AIDS di lingkungan
Perumahan Salatiga Permai Kelurahan Blotongan Kecamatan Sidorejo.
3. Dua Pasien HIV/AIDS Meninggal, Dinkes Bojonegoro
Kelabakan
Berita Jatim, 17 Oktober
2009
Reporter :
Abdul Qohar
Bojonegoro (beritajatim.com) - Dua warga Bojonegoro yang meninggal karena
diduga kuat mengidap penyakit HIV/AIDS membuat Dinas Kesehatan (Dinkes)
Kabupaten Bojonegoro kalabakn.
Bahkan, Kepala Dinkes Bojonegoro dr Hariyono langsung mengimbau kepada
masyarakat agar jangan bergonta-ganti pasangan. Sebab, hal tersebut kalau
dilakukan bisa cepat menularkan penyakit berbahaya itu.
"Untuk pencegahannya, kita kembalikan saja kepada aturan agama dan
hati masing-masing," kata Hariyono, kepada beritajatim.com, Sabtu (17/10/2009).
SAMARINDA – Samarinda dengan jumlah kasus HIV/AIDS mencapai 338 pada
2009, sejak Desember 2005 hingga Februari 2009, tercatat sudah 37 orang
tewas akibat virus yang menyerang kekebalan tubuh ini. Sementara, sudah
1.816 orang mengikuti tes HIV di Klinik Voluntary Counselling Test (VCT)
RSUD AW Sjahranie Samarinda, 113 di antaranya positif HIV/AIDS, 42 orang
dari Samarinda. Mereka kini menjalani rawat jalan di RSUD AW Sjahranie.
“Banyak penderita HIV/AIDS yang berobat di klinik VCT kami. Bahkan,
kami sudah berhasil membantu kelahiran anak seorang penderita HIV/AIDS
lewat operasi caesar,” kata Humas RSUD AW Sjahranie Nurliana,
kemarin.
Maret 2009 lalu ada empat orang yang menjalani perawatan intensif di RSUD
AW Sjahranie.
Bojonegoro (beritajatim.com) - Sejak dua hari terakhir, dua pasien HIV/AIDS
meninggal di ruang isolasi RSUD Sosodoro Djatikoesoemo Kabupaten Bojonegoro.
Pihak RSUD sendiri terkesan menutup-nutupi informasi tersebut dan enggan
memberikan data pasien.
Sejauh ini, informasi yang dihimpun beritajatim.com di lapangan, Jumat
(16/10/2009) menyebutkan, kedua jenazah pasien sudah diambil keluarganya
dan dimakamkan oleh famili masing-masing.
6. 4 Anak Balita Terdeteksi HIV/AIDS di Antara Ratusan
Pengidap
Kompas.Com, 16 Oktober
2009
MOJOKERTO, KOMPAS.com — Sebanyak empat anak berusia di bawah lima tahun (balita)
di wilayah Mojokerto diketahui menjadi pengidap HIV/AIDS di antara 160
orang yang diketahui mengidap HIV/AIDS hingga 2009. Pelaksana Tugas Kepala
Bidang Penanggulangan Penyakit dan Pembinaan Lingkungan (P2L) Dinas
Kesehatan Kota Mojokerto Ida Nurdiyati, Kamis (15/10), menduga, keempat
anak balita itu terinfeksi HIV/AIDS dari orangtua mereka.
7. Festival Film Transexsual Internasional Pertama di
Malang
Malang Post, 15
Oktober 2009
alur indie sering dipilih untuk memasarkan atau menunjukkan sebuah ide yang
berlawanan dengan mainstream pasar. Q Community yang merupakan komunitas
kelompok lesbian, gay, bisexual, transgender, intersexed, questioning
(LGBTIQ) mencoba merintis jalur serupa untuk menyuarakan karya sineas
tentang mereka. Sebuah pengalaman baru bagi dunia sineas Malang.
Malang Meeting Point (Mamipo), di Jalan Kediri
4 Malang,
Jumat (17/10) terlihat penuh dengan motor. Halaman samping yang merupakan
kedai kopi di tutup backdrop hitam untuk memberikan kenyamanan lebih bagi
penonton ketika film di layar besar di putar pada siang hari.
BALIKPAPAN
menempati urutan kedua jumlah kasus human immunodeficiency virus (HIV) dan
acquired immuno deficiency syndrome (AIDS) di Kaltim, setelah Samarinda,
dengan jumlah penderita 262 orang. Sebanyak 32 penderita HIV/AIDS di
antaranya melakukan rawat jalan di Rumah Sakit Umum Kanudjoso (RSKD). Hal
itu diungkapkan oleh Koordinator Pelayanan Penderita HIV/AIDS RSKD dr Edy
Iskandar SPD, kemarin.
“Untuk pasien rawat inap tidak ada untuk minggu ini. Pekan lalu, ada
dua penderita, satunya sudah membaik dan diperbolehkan rawat jalan,
sedangkan satu lagi meninggal dunia akibat adanya infeksi,” tutur
Edy.
Penderita AIDS yang meninggal itu merupakan warga Penajam Paser Utara
(PPU). Virus yang dideritanya itu
terlambat terdeteksi dan sudah cukup parah. “Dia sempat dirawat inap
selama 10 hari, tapi tak bisa ditolong lagi,” ungkapnya.
9. Sekitar 30 Persen Pengidap HIV/AIDS di Jember Bekas
Buruh Migran
Tempo Interaktif, 15 Oktober
2009
TEMPO Interaktif, Jember - Sekitar 30 persen dari 227 pengidap HIV/AIDS di
Kabupaten Jember, Jawa Timur, adalah bekas tenaga kerja yang bekerja di
luar negeri.
Menurut Kepala Klinik Voluntary Consulting Test (VCT) Rumah Sakit Umum
Daerah dr Soebandi Jember, dr Justina Evi Tyaswati Sp.Kj, kepada TEMPO,
Kamis (15/10) siang, mereka datang dan memeriksakan diri dalam kondisi
stadium III hingga stadium IV. "Malah ada yang mengaku sempat
dideportasi dari Malaysia,
terus kembali lagi ke Hongkong, kemudian sakit dan pulang," kata dia.
Seorang pria kemayu buri-buru jatuh terjulai begitu tiba di pelataran rumah
sakit di Kota Mojokerto. Belakangan dia diketahui bernama AT, lelaki
transeksual, asal Prajurit Kulon, yang kemudian dinyatakan positif mengidap
serangan HIV/AIDS.
Peristiwa jelas mengindikasikan populasi serangan HIV/AIDS di Kota
Mojokerto, dari tahun ke tahun cenderung bertambah luas dan mengganas. Hal
ini dibuktikan dengan kedatangan seorang pasien yang dinyatakan positif
mengidap virus mematikan itu di RSUD dr wahidin Sudirohusodo Kota
Mojokerto.
Setelah dirawat lebih dari tiga minggu seorang pasien penderita AIDS, Senin
(13/10) sekitar pukul 07.30 WIB, meninggal dunia. Ia dirawat di ruang 21 Rumah Sakit Umur Dr
Pirngadi Medan.
SPS (35), warga Menteng II Medan, sebelumnya telah positif AIDS, ini
ditandai adanya penyakit penyertaan, seperti batuk, pilek dan laiinya,
sehingga mengakibatkan daya tubuhnya menjadi lemah dan akhirnya meninggal
dunia.
Jumlah penderita HIV/AIDS di Provinsi Banten dari tahun ke tahun terus
meningkat sehingga perlu dilakukan upaya pencegahan sejak dini dengan
melibatkan semua pihak.
"Upaya penanggulangan HIV/AIDS harus melibatkan semua pihak termasuk
pemerintah daerah, aparat, tokoh agama, pers, dan organisasi
kemasyarakatan," kata Tim Asistensi Komisi Penanggulangan AIDS
Provinsi Banten Husnul Amri saat membuka rapat koordinasi (Rakor) HIV/AIDS
Kabupaten Lebak di Rangksabitung, Rabu.
BANGKINANG, TRIBUN -Sebanyak 11 warga Kabupaten Kampar positif mengidap
penyakit HIV/AIDS. Para penderita
berdomisili di Kecamatan Tapung dan Kecamatan Siak Hulu.
Data ini diungkapkan Komisi Penanggulangan AIDS (KPA) Kabupaten Kampar,
saat Pembekalan Pencegahan dan Penanggulangan AIDS bagi para muballigh,
da'i, pengurus MUI, dan KUA se-Kabupaten Kampar di Aula Panti Asuhan Putra
Muhammadiyah Cabang Kuok, Rabu (14/10).
LEBAK--MI: Jumlah penderita HIV/AIDS di Provinsi Banten dari tahun ke tahun
terus meningkat sehingga perlu dilakukan upaya pencegahan sejak dini dengan
melibatkan semua pihak.
"Upaya penanggulangan HIV/AIDS harus melibatkan semua pihak termasuk
pemerintah daerah, aparat, tokoh agama, pers, dan organisasi
kemasyarakatan," kata Tim Asistensi Komisi Penanggulangan AIDS
Provinsi Banten Husnul Amri saat membuka rapat koordinasi (Rakor) HIV/AIDS
Kabupaten Lebak di Rangksabitung, Rabu (14/10).
Husnul mengatakan penyebaran HIV/AIDS di Banten menjadi ancaman serius,
setelah satu keluarga meninggal dunia akibat penyakit tersebut.
"Penyebaran HIV/AIDS di Banten sangat mengkhawatirkan," katanya.
15. Penyebaran Virus HIV/AIDS di Banten Sudah ke Pedesaan
MetorNews.Com, 12 Oktober
2009
Metrotvnews.com, Lebak: Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lebak, Banten,
melalui Badan Pemberdayaan Perempuan Keluarga Berencana Masyarakat dan
Pemerintahan Desa (BPPKBMPD) setempat, membentuk tim relawan HIV/AIDS.
"Tim relawan ini nantinya akan menyosialisasikan bahaya penyakit
HIV/AIDS, hingga ke pelosok-pelosok desa terpencil," kata Sekretaris
BPPKBMPD Kabupaten Lebak Aan Sopandi, di Rangkasbitung, Senin (12/10).
Ia mengatakan, saat ini penyebaran virus HIV/AIDS cukup mengkhawatirkan.
Setiap tahun jumlahnya terus meningkat. Bahkan, penyebaran virus HIV/AIDS
di Banten sejak tahun 2003 lalu mencapai 1.450 jiwa. Puluhan orang di
antaranya meninggal dunia. Ironisnya, kata dia, penderita HIV/AIDS bukan
hanya warga perkotaan saja, melainkan saat ini orang-orang desa pun menjadi
korban. "Sebagian besar penderita
itu berusia produktif," katanya.
Selasa, 13 Oktober 2009 | 7:55 WIB | Posts by: jps |
Kategori: Berita Terkini, Tapal Kuda
Jember - Surya- Sebagian mantan tenaga kerja Indonesia (TKI) di Kabupaten
Jember, positif terjangkit virus HIV AIDS. Data yang dihimpun Surya di
klinik Voluntary Councelling and Testing (VCT) RSUD dr Soebandi Jember,
sejak Desember 2006 hingga awal Oktober 2009 ini tercatat 227 penderita HIV
AIDS yang dirawat di klinik tersebut.
“Dari jumlah tersebut sekitar 30 persen adalah mantan TKI,”
ujar Koordinator Konselor Klinik CVT RSUD dr Soebandi, dr Justina Evy Tyaswati,
Senin (12/10).
Ia menjelaskan, sebagian besar mereka tertular saat bekerja menjadi TKI di
luar negeri, dan kemudian pulang ke Indonesia sudah terinfeksi dan
positif HIV/AIDS. Ketika telah di tanah air, mereka memeriksakan diri
dengan keluhan sakit yang tidak kunjung sembuh.
Jember (beritajatim.com) - Sejak Januari hingga medio Oktober tahun ini,
sebanyak 28 orang bayi dirawat di RSUD dr. Soebandi Jember, karena mengalami
gizi buruk. Anggaran daerah perlu ditambah, untuk membiayai ujung tombak
pelayanan kesehatan.
Bayi-bayi penderita gizi buruk itu berasal dari keluarga miskin. Selain
berat badan mereka jauh dari ideal, mereka juga mengidap penyakit lain
seperti TBC, bahkan HIV/AIDS. RSUD dr. Soebandi telah memberikan pelayanan
dan perawatan gratis untuk pasien miskin ini.
18. Alim Ulama Serahkan Penanganan ke Pemerintah Daerah
Detik.Com, 13 Oktober
2009
Prostitusi
Terselubung di Kota Tahu
Samsul Hadi -
detikSurabaya
Kediri - Maraknya keberadaan layanan seks
terselubung di KotaKediri, mengundang keprihatinan kalangan
ulama. Mereka mengaku sudah melaksanakan tugas sesuai porsinya, dan
menyerahkan penanganan akhir ke pemerintah daerah.
Hal tersebut diantaranya disampaikan oleh pengasuh Pondok Pesantren Al Amin
KH Anwar Iskandar atau akrab disapa Gus War. Kalangan kiai diakuinya sudah
mendapatkan informasi terkait keberadaan layanan seks terselubung tersebut
dan mengaku sangat prihatin.
TEMPO Interaktif, Jember - Seorang bayi yang menderita gizi buruk
dinyatakan terserang virus HIV/AIDS setelah menjalani pemeriksaan di Klinik
VCT RSUD dr Subandi, Jember.
Menurut Kepala Klinik VCT RSUD dr Subandi, dr Justina Evi Tyaswati Sp.Kj,
sebelumnya selama sepekan bayi itu dirawat karena menderita gizi buruk
jenis kwaskioskor atau kekurangan protein dan penyakit tubercholuses (TBC).
20. Hampir Seluruh Subang Masuk Wilayah Penularan
HIV/AIDS
Tempo Interaktif, 13 Oktober
2009
TEMPO Interaktif, Subang - Persebaran HIV/AIDS di wilayah Kabupaten Subang,
Jawa Barat, sudah sangat memprihatinkan. “Dari 30 wilayah kecamatan
yang ada, 28 di antaranya sudah masuk wilayah penularan,” kata
Suwata, Koordinator Penanganan dan Pencegahan HIV/AIDS Dinas Kesehatan
Kabupaten Subang, Selasa (13/10).
Sedangkan yang masuk dalam kategori wilayah zona merah semuanya berada di
wilayah Pantai Utara. “Dari 10 kecamatan, enam di antaranya sudah
masuk zona merah,” tutur Suwata. Keenam kecamatan tersebut adalah
Kecamtan Patokbeusi (paling parah), Binong, Pusakangara, Tambak Dahan,
Pamanukan, dan Purwadadi.
21. Duh, 96 Kasus HIV/AIDS Ditemukan di Temanggung
Kompas.Com, 13 Oktober
2009
TEMANGGUNG, KOMPAS.com - Sebanyak 96 kasus HIV/AIDS ditemukan di wilayah
Kabupaten Temanggung, Jateng, hingga awal Oktober 2009.
Ketua I Komisi Penanggulangan AIDS (KPA) Kabupaten Temanggung Agus Winarno
di Temanggung, Selasa, mengatakan pada periode Agustus-September 2009
terjadi penambahan tiga kasus. Dari 96 kasus HIV/AIDS tersebut 36 penderita
di antaranya meninggal dunia.
[SURABAYA]
Wali Kota Surabaya, Bambang DH berharap, kampanye tentang HIV/AIDS dapat
mengubah persepsi masyarakat mengenai penyakit ini. Mereka tidak berbahaya,
karena itu warga normal bisa tetap berinteraksi dengan penderita HIV, dalam
batas tertentu.
Hal tersebut dikemukakan Bambang DH, seusai melakukan tur menyusuri lorong
kehidupan penderita HIV/AIDS, yang diselenggarakan World Vision Indonesia,
di Surabaya, Jumat (9/10). Ekshibisi interaktif tentang penyakit tersebut,
One Life Evolution (OLE) dilaksanakan sampai Minggu 11 Oktober di Tunjungan
Plaza Surabaya 1 lantai 6.
23. Duh Gusti... Bayi Yatim Piatu Bergizi Buruk kena AIDS
Berita Jatim, 12 Oktober
2009
Reporter :
Oryza A. Wirawan
Jember (beritajatim.com) - RSUD dr. Soebandi Jember merawat dua orang
balita bergizi buruk. Salah satu balita diketahui yatim piatu dan menderita
penyakit menurunnya kekebalan tubuh alias HIV/AIDS.
Sebut saja bayi yang mengidap AIDS itu bernama Elvi, 19 bulan. Ia berasal
dari Kecamatan Bangsalsari, dan mengidap gizi buruk marasmik. Selain itu,
ia juga terkena TBC dan terdapat jamur (stomatritis) di mulutnya. Berat
badannya hanya 4,5 kilogram, dari seharusnya 11 kilogram.
SUBANG (SI) – Penyebaran virus HIV/AIDS di Kabupaten Subang, Jabar,
mengkhawatirkan. Sebanyak 28 dari 30 kecamatan di Kabupaten Subang sudah
teriden-tifikasi virus mematikan tersebut.Koordinator Program Penanganan
dan Pencegahan IMS HIV/AIDS Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Subang,
Suwata mengakui evolusi penyebaran virus HIV/ AIDS satu tahun terakhir ini
memang cukup besar.
Di antara 282 kasus pada 2008, meningkat menjadi 326 kasus pada 2009.
Penyebab penyebaran paling banyak berasal dari kawasan pantai utara
(Pantura),Subang,melalui pekerja seks komersial (PSK).Menurut dia, enam
dari 10 kecamatan yang berada di sepanjang daerah pesisir tersebut jadi
tempat transaksi seks komersial.“Terutama di Kecamatan Patokbeusi.
Kawasan tersebut dinyatakan sangat merah atau parah HIV/AIDS. Di setiap
rumah, hampir ada PSK sehingga berisiko tinggi penularan,”ungkapnya.
25. 15 percent miss follow-up treatment for HIV/AIDS
the Jakarta
Post Online, 12 Oktober 2009
Luthfiana
Mahmudah, THE JAKARTA POST , JEMBER | Mon,
10/12/2009 1:28 PM | The Archipelago
At least 15 percent of people living with HIV/AIDS in Jember regency have
missed follow-up treatment for various reasons, an official at the VCT
Clinic of the RSUD Dr. Soebandi hospital said.
Clinic head Justina Evy Tyaswaty said the majority of patients abandoning
the treatment were people with high mobility such as sex workers and public
transportation drivers.
"Other factors include the fact that many of the patients are from
outside Jember," she said.
She said 65 out of the clinic's 227 HIV/AIDS patients were from outside
Jember.
Kumpulan Berita
Media Massa HIV-AIDS dan Narkoba
Dari Tanggal: 5 October 2009 Sampai Tanggal: 12 October 2009
1. 103 Warga Tewas karena AIDS
Kaltim Post Online, 08
Oktober 2009
Sudah 1.200
Mengidap HIV, Terbanyak di Samarinda
SAMARINDA – Samarinda dan Balikpapan
menjadi kota
tersubur penyebaran HIV/AIDS di Kaltim. Data yang dimiliki Dinas Kesehatan
(Diskes) Kaltim menunjukkan, dari 194 penderita AIDS di Kaltim, tercatat
103 di antaranya meninggal dunia. Dari jumlah itu, Balikpapan ditasbihkan
sebagai “pemecah rekor” terbanyak 44 warganya meninggal,
disusul Samarinda 36 orang.
“Selain AIDS, di Kaltim sudah ditemukan 1.200 kasus HIV,”
ungkap Wakil Gubernur Kaltim Farid Wadjdy saat membuka Rapat Koordinasi
Program Terpadu Penanggulangan HIV/AIDS, Narkoba, TB-Paru, DBD, dan
Zoonosis di Hotel Grand Sawit Samarinda, kemarin (7/10).
LAGOS - Nigeria is now pushing to
develop its own vaccine to prevent HIV/AIDS infection, the Nigerian Tribune
newspaper reported on Tuesday, citing a top official.
John Idoko, director general, Nigeria's
National Agency for Control of AIDS (NACA), said while flagging off the
National HIV/AIDS Strategic Framework Plan for 2010 to 2015, in Abuja on Monday.
According to him, with the latest discovery, it was very possible to
develop preventive HIV vaccines, adding that Nigeria would need 5.7 billion
U.S. dollars to fight the disease during the period.
3. Bayi di Jember Terinfeksi HIV/AIDS Stadium Tiga
Surya Online, 08 Oktober
2009
Kamis, 8 Oktober 2009 | 17:00 WIB | Posts by: Sugeng Wibowo
| Kategori: Berita Terkini, Tapal Kuda
JEMBER | SURYA Online - Seorang bayi berusia 19 bulan di Kabupaten Jember,
Jawa Timur (Jatim), terinfeksi HIV/AIDS dan menjalani rawat inap di Rumah
Sakit Umum Daerah (RSUD) dr Soebandi Jember.
Koordinator klinik “Voluntary Councelling and Testing” (VCT)
RSUD dr Soebandi Jember, dr Justina Evi Tyaswati, SpKJ, Kamis (8/10),
membenarkan adanya seorang bayi yang terinfeksi HIV/AIDS.
“Kemungkinan bayi itu tertular HIV/AIDS dari kedua orang tuanya yang
sudah meninggal dunia,” kata dr Evi.
Anggota DPRD Jateng mengusulkan agar lokalisasi pelacuran terbesar di KotaSemarang,
Sunan Kuning (SK), dipindahkan ke Pulau Karimunjawa, Jepara.
”Kita jangan bicara masalah halal dan haram untuk menangani masalah
pelacuran ini,” kata anggota Dewan dari Fraksi PPP, Khayatulmaki
kepada wartawan di Gedung Berlian, Semarang,
Rabu (7/10).
Dia mencontohkan Malaysia
yang melokalisasi perjudian di Pulau Genting, serta hanya orang tertentu
saja boleh memasuki kawasan tersebut.
5. Didiagnosa HIV - Ozzy Osbourne Sempat Putus Asa
Harian Global. 08 Oktober
2009
Betapa terkejutnya Ozzy Osbourne saat mendapat kabar bahwa ia dinyatakan
positif mengidap virus HIV.Untungnya hasil diagnosa sementara itu ternyata
salah dan Ozzy akhirnya bisa bernafas lega. Tapi
paling tidak, rocker gaek ini sempat merasa stres berat saat menerima kabar
pertama.
"Saya sempat mengunjungi dokter dan melakukan tes AIDS. Setelah itu
dokter tadi mengatakan bahwa saya positif. Hari itu adalah hari terburuk
dalam hidup saya," ungkap vokalis Black Sabbath ini seperti
diberitakan Music News, Selasa (7/10).
Ozzy sempat tak mengerti karena ia sudah lama meninggalkan gaya hidup
hura-hura yang sempat ia jalani ketika masih aktif di Black Sabbath.
6. Lelang Barang Bekas untuk Penanggulangan HIV-AIDS
Detik.Com, 08 Oktober
2009 Moksa Hutasoit
- detikNews
Jakarta - Ingin
bisa berperan terhadap penanganan penyakit HIV-AIDS di Indonesia? Tidak
harus dengan kemampuan kedokteran yang dimiliki. Anda bisa membantu lewat
penggalangan dana.
Cara yang diperlukan tidak sulit, malah tergolong mudah. Tinggal lelang
barang-barang Anda yang tidak lagi terpakai.
Taruh barang tersebut di situs Tokobagus.com. Tunggulah sampai ada orang
yang tertarik dengan barang Anda.
Surabaya -
Jumlah penderita HIV/AIDS dari tahun ke tahun terus bertambah. Di Kota
Surabaya hingga Juni 2009, jumlah penderita HIV/AIDS sudah menyebar ke tiap
kecamatan di Surabaya.
"Penderita HIV/AIDS sudah menyebar di semua kecamatan
se-Surabaya," kata Kepala Dinas Kesehatan Kota Surabaya, Esti Matiana
Rachmie, Kamis (8/10/2009).
Dia menjelaskan, dari 31 kecamatan di Surabaya jumlah penderita HIV hingga
Juni 2009 mencapai 142 orang. Sedangkan 199 orang lainnya mengalami AIDS.
Total jumlahnya mencapai 341 orang.
- SAMARINDA
– Samarinda dan Balikpapan
tampaknya menjadi kota
tersubur menyebaran HIV/AIDS di Kaltim. Data yang dimiliki Dinas Kesehatan
(Diskes) Kaltim menunjukkan, dari 194 penderita AIDS di Kaltim, tercatat
103 di antaranya meninggal dunia. Dari jumlah itu, Balikpapan ditasbihkan
sebagai “pemecah rekor” terbanyak 44 warganya meninggal,
disusul Samarinda 36 orang.
“Selain AIDS, di Kaltim sudah ditemukan 1.200 kasus HIV,”
ungkap Wakil Gubernur Kaltim Farid Wadjdy saat membuka Rapat Koordinasi
Program Terpadu Penanggulangan HIV/AIDS, Narkoba, TB-Paru, DBD, dan
Zoonosis di Hotel Grand Sawit Samarinda, kemarin (7/10). Dari data
tersebut, pengidap HIV terbesar ada di Samarinda dengan jumlah 471 orang
(selengkapnya lihat tabel).
TASIKMALAYA,(GM)-
Untuk menekan HIV/AIDS yang mayoritas ditularkan pekerja seks komersial
(PSK), Konfederasi Anti Pemiskinan (KAP) Indonesia mengumpulkan dan
mengarahkan 20 PSK di Kota Tasik, agar secara sadar memeriksakan
kesehatannya secara intensif.
"Setiap melayani teman kencannya mereka harus gunakan alat kontrasepsi
seperti kondom," tegas Koordinator Program KAP, Agus Abdulah dalam
acara sosialisasi kesehatan bagi PSK agar tidak tertular atau menularkan
HIV/AIDS.
TIMIKA – Dukungan terhadap rencana KPAD Mimika melakukan tes HIV/AIDS
pada aparatur pemerintah di Kabupaten Mimika terus berdatangan. Kali ini
dari Asisten II Setda Mimika, Drs. Taslim Tuhuteru, tokoh agama dan tokoh
pemuda.
Taslim mengatakan program KPAD yang akan dilaksanakan pertengahan Oktober
nanti bertujuan menjaga kesehatan aparatur pemerintahan. "Itu hal
penting, tapi jangan dipaksakan juga pada pegawai, karena itu hak asasi
seseorang, mau atau tidak diperiksa," kata Taslim Tuhuteru kepada
Radar Timika disela-sela Semiloka di Hotel Maranu, Rabu (30/9).
TIMIKA - Beberapa pernyataan masyarakat tentang apa kelanjutan hasil tes
HIV/AIDS yang akan dilakukan Komisi Penanggulangan AIDS (KPA) Kabupaten
Mimika pada PNS nanti, langsung mendapat respon dari KPA.
Koordinator Sekretait KPA Mimika, Reynold Ubra mengatakan bahwa yang akan
dilakukan adalah conseling, confirm dan confidensialitas. Dengan demikian
akan ada tindak lanjut dari hasil pemeriksaan HIV/AIDS itu sendiri. Selain
itu, hasil tes, dijamin kerahasiaannya.
Rabu, 7 Oktober 2009 | 19:05 WIB | Posts by: Sugeng Wibowo
| Kategori: Berita Terkini, Jabar & Banten
CIMAHI | SURYA Online - Delapan orang bayi di Kota Cimahi, Jawa Barat (Jabar),
dinyatakan positif tertular virus HIV/AIDS dari ibu kandungnya.
“Untuk kasus di Cimahi, sudah ada delapan orang bayi yang positif
terpapar HIV, akibat penularan dari ibu kandung kepada anaknya,” kata
Kepala Seksi Pengendalian Pemberantasan Penyakit Dalam Dinas Kesehatan Kota
Cimahi, dr Fitriani Manan, MKM, di Kota Cimahi, Rabu (7/10).
Menurut dr Fitriani, jumlah orang dengan HIV-AIDS (ODHA) di Kota Cimahi
terus meningkat setiap tahunnya. Dikatakannya, hingga Mei 2009, tercatat
sudah ada 105 ODHA di Kota Cimahi.
JAKARTA
(PRLM),- Bintang sinetron dan presenter Anya Dwinof ikut partisipasi dengan
melelang barang pribadinya .Anya menyerahkan koleksi pribadinya berupa jam
tangan wanita merk DKNY buatan Amerika.
Bukan hanya Anya Dwinof saja yang ikut menyerahkan barang kesayangannya
tapi ada juga Dewi Sandra .Lena Tan, Drive, Juliete, Irvan Hakim,
Anjasmara, Roy, Krisdayanti, Hendri Boomerang dan beberapa artis lainnya.
Anya yang ditemui di acara KPA luncurkan program galang dana online di room
ceria hotel Shangri La Jakarta Rabu (7/10)
Gubsu Syamsul Arifin SE mengakui peredaran narkoba di Sumut makin meluas.
Bahkan sampai ke pedesaan. Korbannya pun dari pelajar, mahasiswa, pemuda
sampai orangtua dengan status sosial yang berbeda-beda.
Hal itu dikatakan Gubsu dalam sambutannya yang dibacakan RE Nainggolan,
Sekdaprovsu saat membuka Diklat Training of Trainers (TOT)/pendidikan dan
pelatihan pencegahan dini penyalahgunaan narkoba bagi kalangan guru yang
tergabung dalam PGRI Sumut dan pelajar SMA, SMK Pencawan di aula Martabe
Jalan Diponegoro, Medan, Selasa (6/10).
Dampak dari pengguna Narkoba melalui jarum suntik saat ini menurut Gubsu
sudah berjumlah 1.802 orang. Di antaranya HIV 820 orang dan AIDS 982 orang.
"Apabila tak kita tangani secara terpadu dan secara dini maka kondisi
ini sangat mengkhawatirkan," katanya.
Nigeria
kini sedang berusaha mengembangkan vaksinnya sendiri untuk mencegah
penularan HIV/AIDS, demikian laporan Nigerian Tribune dengan mengutip
keterangan seorang pejabat tinggi, Selasa.
Direktur Jenderal Lembaga Nasional Nigeria bagi Pemantauan AIDS (NACA) John
Idoko , mengatakan dengan temuan paling akhir, sangat mungkin untuk
mengembangkan vaksin pencegah HIV. John Idoko menambahkan Nigeria
akan memerlukan dana 5,7 miliar dolar AS untuk memerangi penyakit tersebut
selama masa itu.
CIMAHI--Delapan orang bayi di Kota Cimahi, Jawa Barat, dinyatakan positif
tertular virus HIV/AIDS dari ibu kandungnya."Untuk kasus di Cimahi,
sudah ada delapan orang bayi yang positif terpapar HIV, akibat penularan
dari ibu kandung kepada anaknya," kata Kepala Seksi Pengendalian
Pemberantasan Penyakit Dalam Dinas Kesehatan Kota Cimahi, dr Fitriani
Manan, MKM, di Kota Cimahi, Rabu.
Ia menyatakan, jumlah orang dengan HIV-AIDS (ODHA) di Kota Cimahi terus
menunjukkan peningkatan setiap tahunnya. Dikatakannya, hingga Mei 2009,
tercatat sudah ada 105 ODHA di Kota Cimahi. "Dari data yang ada,
sebanyak 73 persen orang yang terpapar HIV-AIDS adalah mereka yang
merupakan pengguna narkoba suntik atau istilahnya penasun," kata dr
Fitriani.
Blitar - SURYA- Selama 5 tahun terakhir sejak 2005 hingga September 2009,
Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Blitar mencatat 41 ODHA (Orang Dengan
HIV/AIDS) atau rata-rata 8 orang tiap tahun meninggal. Kabid Pengendalian
Penyakit dan Kesehatan Masyarakat (P2KM) Dinkes Kabupaten Blitar, dr Hari
Purwanto mengatakan, jumlah kasus dan ODHA setiap tahun meningkat.
Data warga Kabupaten Blitar yang melakukan konsultasi ke klinik VCT
(Voluntary Counseling and Testing) di Tulungagung, terdapat 67 penderita
HIV dan 75 orang positif AIDS, sehingga total ada 142 ODHA. “Mereka
berasal dari berbagai latar belakang, mulai ibu rumah tangga, pegawai, PSK
sampai TKI,” jelas Hari.
SAKSI amal dapat dilakukan dengan berbagai cara. Salah satunya melalui
acara lelang barang, yang hasilnya disumbangkan untuk beramal.
Hal itu yang terlihat dalam acara Charity for AIDS Have A Heart di Hotel
Shangri-La Jakarta kemarin. Penggagasnya adalah situs jualbeli online
tokobagus.com bersama Komisi Penanggulangan AIDS (KPA) Nasional. Konsepnya
sederhana.Para selebriti secara sukarela menyumbangkan barang-barang
miliknya yang masih berharga untuk dilelang secara onlinedi tokobagus.com.
Hasilnya kemudian akan disumbangkan langsung untuk edukasi HIV-AIDS di
sejumlah wilayah di Indonesia,
seperti Bali, Lombok, Jakarta,Bandung. Menurut
Presiden Direktur Tokobagus Arnold Sebastian,HIVAIDS adalah masalah yang
cukup besar di Indonesia.
“Karena itu, edukasi seperti ini sangat penting, terutama bagi
generasi muda,” ujarnya.
TEMPO Interaktif, Jakarta
- Dinas Kesehatan Kabupaten Blitar mengumumkan terjadinya penularan virus
HIV/AIDS secara cepat. Sebanyak 41 orang dinyatakan meninggal akibat virus
mematikan tersebut dalam kurun waktu lima
tahun terakhir.
Kepala Bidang Pengendalian Penyakit dan Kesehatan Masyarakat Dinas
Kesehatan Kabupaten Blitar Hari Purwanto mengatakan jumlah penderita
HIV/AIDS setiap tahun selalu mengalami peningkatan. Sejak September 2005 -
2009 tercatat 41 orang meninggal dunia dengan jumlah Orang Dengan AIDS
(ODHA) sebanyak 142 penderita. “Mereka berprofesi sebagai pegawai,
ibu rumah tangga, PSK, hingga TKI,” kata Hari Purwanto, Selasa
(6/10).
KOMPAS.com — Sekitar tiga juta remaja mengalami kontak setiap
tahunnya dengan penyakit menular seksual (PMS) termasuk HIV. Bayangkan jika
di antara mereka ada anak-anak kita. Mengetahui bagaimana cara berkomunikasi
yang baik dengan mereka untuk membicarakan mengenai HIV bisa membantu
mengurangi angka tersebut dan tentu saja membantu mereka untuk mengambil
keputusan yang benar.
Berikut tips-tips untuk mengajak mereka berbicara dari hati ke hati
mengenai HIV. Tingkat kesulitannya memang besar dan waktu yang diperlukan
tidak bisa terukur alias selama masih diperlukan, kita akan terus mengajak
mereka untuk lebih mengenal bahaya HIV.
PEMERINTAH Kota Bitung berusaha mengurangi penyebaran virus HIV/AIDS. Untuk
itu, Badan Keluarga Berencana dan Pemberdayaan Perempuan (KB dan PP)
bekerjasama dengan TNI menggelar pelayanan alat kontrasepsi KB. Hal
ini diwujudkan dalam Bhakti Karya TNI, KB dan Kesehatan.
Dikatakan Kepala Badan KB dan PP Kota Bitung Drs Johanis Ticoalu, kegiatan
ini bertujuan mensosialisasikan alat kontrasepsi sekaligus sosialiasi
bahaya virus HIV/AIDS yang sangat mematikan. “Wilayah yang dilakukan
Bhakti Karya ini di Kecamatan Lembeh Utara, Girian dan di Aertembaga yang
akan terus digelar hingga Oktober ini,” tuturnya
RANAI- Bisnis esek-esek di Kabupaten Natuna diperikirakan akan semakin
marak. Prediksi ini diperkuat dengan dugaan adanya pertambahan jumlah PSK
(pekerja seks komersial) baru sekitar 25 persen yang masuk ke daerah ini.
Berdasar hasil pendataan Satpol PP, sampai Lebaran Idul Fitri atau bulan
September lalu, jumlah PSK di daerah ini ada sekitar 200 orang. Dengan
pertambahan 25 persen, maka diperkirakan jumlah PSK yang ada saat ini bisa
mencapai 50 orang.
Guna mengetahui jumlah PSK sebenarnya, Satpol PP akan segera melakukan
pendataan ulang yang dilakukan dengan melibatkan Ketua RT (rukung tetangga)
di lingkungan setempat terutama di titik-titik yang selama ini menjadi
sentra pemukiman PSK.
BANDUNG (SI) – Jawa Barat menduduki urutan
pertama provinsi pengidap HIV/AIDS terbesar di Indonesia dengan 3.162 kasus
dan 579 orang dinyatakan meninggal.
Kota Bandung menjadi penyumbang terbesar jumlah pengidap HIV/AIDS sebanyak
1.948 orang per Maret 2009.Kebanyakan penderita adalah anak di bawah lima tahun (balita)
yang mendapat warisan dari orangtuanya.Mereka hanya korban penyakit warisan
yang tidak ada bedanya dengan anak kebanyakan. Mereka memiliki masa depan,
cita-cita, dan keinginan sebagaimana anak kebanyakan. Hal itulah yang ingin
ditampilkan oleh Q-Munity pada pameran foto korban penyakit warisan
HIV/AIDS bertajuk What About Us di Pusat Kebudayaan Perancis (CCF), Jalan
Purnawarman,Kota Bandung.
Harian Terbit, BANGKOK
- Bagi penderita AIDS, ada kabar menggembirakan karena sebuah vaksin
penyakit mematikan tersebut telah mengalami kemajuan. Karena itu para
saintis dan para pemimpin pemerintah di Thailand
mulai mencoba meningkatkan vaksin tersebut yang kemajuannya menjadi pertama
kali terjadi di dunia setelah mampu melindungi satu dari tiga orang pasien
HIV dalam riset terbesar di Thailand.
Tapi ini belum cukup untuk segera dilakukan, jelas para periset.
Kemunduran riset atas AIDS belakangan ini memicu banyak saintis untuk
berpikir tentang vaksin yang akan mendatangkan keberhasilan. Organisasi
Kesehatan Dunia (WHO) dan agen PBB UNAIDS mengatakan hasil ini menciptakan
harapan baru dalam industri kesehatan meski kemungkinan akan membutuhkan
waktu bertahun-tahun sebelum vaksin tersebut dipasarkan.
Hubungan seks menjadi salah satu sarana penularan virus mematikan HIV yang
menyebabkan penyakit AIDS. Sekarang semakin banyak pengidap virus ini, dan
tak bisa dielakkan lagi penularannya. Salah satu saran yang selalu
dikampanyekan untuk mengurangi penularan virus tersebut adalah para pria
selalu harus menggunakan kondom saat berhubungan sebagai perlindungan.
Kondom yang kita kenal selama ini berbentuk karet dan
digunakan oleh kaum pria. Tetapi, saat ini para peneliti di Amerika menurut
laporan 'US Scientists' sedang mengembangkan kondom yang berbentuk gel. Kondom
ini nantinya bisa melindungi kaum wanita dari penularan virus HIV melalui
hubungan seks.
26. Gowongan Lor, Rumah dan Rumah Waria di Yogyakarta
Kompas.Com, 04 Oktober
2009
Laporan
wartawan KOMPAS Lukas Adi Prasetya
KOMPAS.com-Mami Vinolia menyadari, kaum waria membutuhkan rumah yang jangan
hanya diartikan sebatas rumah fisik, melainkan rumah secara jiwa. Terlepas
dari semua kekurangannya, waria adalah manusia biasa yang ingin diterima
sebagai bagian dari masyarakat.
Hampir tiga tahun, Keluarga Besar Waria (Kebaya), sebuah lembaga swadaya
masyarakat, menempati bangunan rumah di Kampung Penumping , Gowongan,
Jetis, Kota Yogyakarta. Kebaya adalah LSM yang bergerak dalam pemberdayaan
waria, dan anggotanya para waria.
KARAWANG, (PRLM).-Sedikitnya 36 pekerja seks komersial (PSK) perwakilan
dari 19 kota/kabupaten se-Jawa Barat menyelenggarakan Musyawarah Besar
Wanita Pekerja Seks Komersial (PSK) di Kabupaten Karawang. Mereka
bersepakat membicarakan masalah penanggulangan HIV- AIDS di Jawa Barat
selama dua hari, 2-3 Oktober 2009, terutama terkait dengan jaminan
fasilitas kesehatan dari negara.
Menurut relawan Aliansi Strategis Utara Tengah dan Selatan (Altras), Rudi,
pertemuan itu terselenggara karena adanya kesadaran para PSK untuk hidup
sehat kendati profesinya rawan terjangkit penyakit seksual menular. Mereka
menyadari cepatnya penyakit seksual itu menular ke kalangan umum. "Karena
itu mengharapkan pemerintah menjamin kemudahan layanan kesehatan," kata
Rudi.
RAMADAN lalu, petinggi Departemen Hukum dan HAM Pusat dan Kaltim dalam
acara seremonial di Samarinda menyatakan rumah tahanan (rutan) dan lembaga
pemasyarakatan (lapas) bebas narkoba dan AIDS. Hal serupa sudah dinyatakan
pula oleh Kanwil Hukum dan HAM Kaltim diwakili Rachmad Prio Sutardjo juga
Kepala Devisi Pemasyarakatan ketika tampil sebagai salah satu pembicara
Seminar Strategi Pola Budaya Bebas Narkoba yang dilaksanakan Badan Litbang
Provinsi Kaltim, 18 Agustus lalu di Samarinda.
Petinggi ASEAN dan Indonesia, kalangan Badan Narkotika Nasional (BNN),
maupun Badan Narkotika Provinsi (BNP) khususnya, sepakat bahwa masyarakat
ASEAN, Indonesia dan Kaltim sama-sama bebas dari narkoba pada 2015. Jika
dihitung mundur, dengan titik star tahun 2010 nanti, maka implementasi
pernyataan itu, sudah dapat terlaksana hanya dalam kurun waktu 5 tahun.
Mungkinkah itu?
Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Mukomuko, Edy Rusdi SH MKes mengungkapkan,
kepastian kondisi ini setelah dilakukan pengecekan ke lapangan dan lokasi
yang diduga terjakit virus tersebut. Tahun 2007 lalu kita
sudah melakukan pengecekan seperti di penjara dan tempat yang dicurigai. Hasilnya
negatif, tandasnya.
Edi pun menjelaskan, ciri-ciri seseorang terkena penyakit tersebut
terjadinya penurunan daya tahan tubuh. Ini bisa dilihat jika seseorang
terkena virus tersebut mudah terkena flu yang lama sembuhnya. Jika sudah
stadium lanjut akan rentas mengalami komplikasi berbagai penyakit seperti
penyakit diare, insfeksi saluran pernafasan, berat badan terus menurun
sehingga penderita tampak kurus kering. Infeksinya bisa melalui hubungan
seks, dan pengunaan jarum suntik yang tidak steril, urainya panjang lebar.
Agus Maryono,
The Jakarta Post , Purwokerto | Sat, 10/03/2009 2:04 PM | The Archipelago
Hundreds of female sex workers have returned to the tourist site of
Baturaden, located in Banyumas regency in the southwestern part of Central
Java, after a month's break for Ramadan.
Their numbers are expected to increase as it has been claimed some sex
workers will bring new members.
"This is common," Baturaden Tourist Community Association (PMPB)
leader, Tekad Santoso, told The Jakarta Post on Thursday.
"After their rest during Ramadan, the numbers *of sex workers* will
rise, and Baturaden will be full of new faces." He predicted
prostitute numbers would rise by up to 15 percent.
"There are usually about 200 women. But when they finish celebrating
Idul Fitri in their hometowns, this figure will grow as they will bring
along their friends," Tekad said.
KOMPAS.com - Kasus HIV/AIDS di Indonesia makin mengkhawatirkan. Di
Indonesia secara kumulatif kasus pengidap HIV dan AIDS mulai Januari 1987
hingga 31 Maret 2009 terdiri dari HIV 6.668 kasus, AIDS 16.964 kasus.
Proporsi kumulatif untuk kasus AIDS menurut golongan usia, antara lain di
bawah usia satu tahun mencapai 135, usia satu hingga empat tahun mencapai
175, usia lima
hingga empat belas tahun mencapai 88.
BUKAN Elizabeth Taylor namanya bila melakukan segala sesuatunya dengan
biasa-biasa saja. Sahabat karib almarhum Michael Jackson ini berencana
"meminjamkan" gaya
klasiknya dalam sebuah peragaan mode yang ditujukan guna menggalang dana
bagi penderita HIV dan AIDS.
Rencana aktris gaek tersebut akan diwujudkan pada acara galang dana yang
diselenggarakan peritel raksasa Macy's yang bertema Macy's Passport
Fundraiser.
Manado – Program pelayanan kesehatan mulai
digalakan pemerintah kotaManado,
untuk menjadikan kota sehat demi kesehatan
warga kota, Dinas Kesehatan (Dinkes) Manado sebagai instansi teknis kesehatan kota wajib memberikan
pelayanan demi menata kesehatan.
Ironisnya Dr. Ivone Kaunang, MA Kepala Dinas Kesehatan kota Manado sulit
sekali untuk ditemui karena sering tak berada ditmpat saat jam kerja, hal
ini diakui Fatmawati Dewi mahasiswi Unsrat, “kami ketika ada
penelitian, sulit sekali mencari data di Dinkes Manado, akhirnya ke Dinkes
Sulut,” ujarnya.
Kumpulan Berita
Media Massa HIV-AIDS dan Narkoba
Dari Tanggal: 24 August 2009 Sampai Tanggal: 31 August 2009
1. Tiga Pelayan Pub di Lembata Mengidap
HIV
Pos Kupang, 29 Agustus
2009
LEWOLEBA, POS-KUPANG.COM --Peringatan bagi kaum pria yang doyan "makan
di luar rumah." Saat ini ada tiga wanita pelayan pub dan karaoke di
sejumlah lokasi di Kota Lewoleba, terindikasi mengidap virus human immune
deviciency sydrom (HIV).
MEDAN - Sejak Juni 2008 hingga Agustus 2009 LSM Sumatera Peduli Kesehatan
(SPKs) HIV/AIDS telah menjangkau sedikitnya 900 orang kelompok resiko
tinggi terkena HIV/AIDS agar mau memeriksakan diri ke Klinik VCT (Voluntary
Counselling Testing). Mereka yang termasuk resiko tinggi yakni, PSK
(Pekerja Seks Komersil), waria, dan sesama jenis.
Hal ini disampaikan Direktur Program LSM SPKs Hendra,
tadi malam.
Hendra mengatakan, daerah-daerah yang sudah dijangkau LSM ini adalah Jl. Gajah
Mada Medan, Djamin Ginting Medan, Simpang Selayang Medan, Tj. Morawa, dan
Jl. Binjai. “Kami melakukan penjangkauan di oukup-oukup dan di tempat
PSK-PSK lainnya. Tapi, dari 900 orang yang dijangkau yang terinfeksi HIV
hanya sekitar 10 persen, mungkin saat diperiksa dengan mobile VCT atau
klinik VCT belum kelihatan, kan masa inkubasinya 5 sampai 10 tahun.”
PANITIA HUT ke 75 (GMIM Berlian) melakukan sosialisasi di wilayah Manado
Selatan (Mansel), besok (Minggu, 30/8). Sosialisasi ini akan dilaksanakan
serentak di beberapa jemaat sesuai pembagian kelompok. Salah satu materi
tentang peranan gereja terhadap pemberantasan narkoba dan penularan
HIV/AIDS.
Sekretaris Umum Panitia Pdt Lisye Pangkey Sumampouw didampingi Ibu Dewi
Bekto Suprapto menjelaskan, kegiatan ini bertujuan untuk menyosialisasikan
bahaya narkoba dan HIV/AIDS. Sebab sampai sekarang jumlah penderita sudah
semakin banyak.
BANTUL: Dinas Kesehatan Kabupaten Bantul menyatakan, kawasan Pantai Selatan
Bantul rawan terhadap penyebaran HIV/AIDS. Data sementara menunjukkan,
jumlah penderita HIV/AIDS di Bantul mencapai 9 orang.
Kepala Dinkes Pemkab Bantul, Siti Noor Zaenab mengatakan, jumlah penderita
AIDS di Bantul padas emester pertama ini tidak bergeser dari jumlah tahun
sebelumnya, yakni sembilan orang. Padahal, pihaknya menengarai ada sejumlah
orang yang belum teridentifi kasi.
5. Dirjen P2PL Ingatkan Penderita IMS agar Lebih Waspada
HIV/AIDS
Analisa Daily, 29 Agustus
2009
Medan,
(Analisa)
Direktur Jenderal Pengendalian Penyakit dan Penyehatan Lingkungan (P2PL)
Prof dr Candra Yog Aditama SpP MARS mengingatkan, penderita penyakit
Infeksi Menular Seksual (IMS) agar lebih berhati-hati terhadap Human
Immunodeficiency Virus/Aquired Immuno Deficiency Syndrome (HIV/AIDS).
"Karena penderita Ims jauh berpeluang terjangkit HIV/AIDS mencapai 5
– 9 kali lebih besar dibanding orang-orang yang tidak pernah terkena
IMS," katanya saat meninjau klinik IMS Jalan Veteran Medan, Kamis
(27/8).
BANTUL --Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Bantul menyatakan kawasan
pantai sangat rawan terhadap penyebaran AIDS. Hal itu didasarkan pada hasil
tes yang menunjukkan penyebaran AIDs di kawasan itu paling banyak.
Kepala Dinkes Kabupaten Bantul dr Siti Noor Zaenab, Jumat kemarin
mengatakan, penderita AIDS di Kabupaten Bantul pada semester pertama tahun
2009 tidak berubah dari tahun sebelumnya, yakni 9 orang.
Menurut Siti, Dinkes telah melakukan sejumlah tes darah terhadap beberapa
orang yang rentan terhadap penyakit mematikan itu. Tes dilakukan di
sepanjang Pantai Parangkusumo, Rumah Tahanan (Rutan) Pajangan dan salon
plus.
Jakarta - Pihak
Rumah Sakit Penyakit Infeksi (RSPI) Prof Dr Sulianti Saroso membantah telah
menelantarkan Kesi selama 14 jam. Kesi baru masuk ke RSPI pukul 12.00 WIB
tadi bukan sejak dini hari, seperti pengakuan keluarganya.
"Sudah saya cek, pasien itu baru masuk pukul 12.00 WIB siang tadi,
bukan sudah 14 jam, jadi tidak benar kalau kita telantarkan," jelas
Direktur RSPI, Sardikin Giriputro ketika dikonfirmasi detikcom, Jumat
(28/8/2009).
8. Kena AIDS, 14 Jam Lebih Kesi Terkatung-katung di RSPI
Detik.Com, 28 Agustus
2009
Muhammad
Taufiqqurahman - detikNews
Jakarta - Naas
benar nasib Kesi (39). Ia didiagnosa kena HIV/AIDS. Saat ingin berobat, ia
harus terkatung-katung. Ia sudah 14 jam lebih menunggu di ruang IGD Rumah
Sakit Penyakit Infeksi (RSPI) Prof Dr Sulianti Saroso. Tapi perawatan tidak
kunjung dia dapatkan.
"Saat ini belum dapat perawatan. Ibu masih di IGD, tapi belum ada
perawatan. Kata dokter tidak ada kamar kosong," ujar putri Kesi, Nini
(26) saat ditemui di RSPI, Jl Sunter Permai Raya, Jakarta Utara, Jumat
(28/8/2009).
KOMPAS.com — Banyak mitos tentang kondom yang membuat orang ragu
menggunakannya. Agar tak salah kaprah, ketahui fakta dan dapatkan
manfaatnya.
Mitos: Tetap
bisa hamil meski menggunakan kondom Fakta:
Penggunaan kondom sebenarnya lebih untuk mengurangi risiko terjadinya
kehamilan. Jadi, risiko tetap ada meski presentasenya kecil, terutama jika
kondom pecah atau bocor.
10. Pasien HIV Ditolak Dirawat di RS Sulianti Saroso
Kompas.Com, 28 Agustus
2009
JAKARTA, KOMPAS.com — Kesi (39), warga Kampung Benting, Kelurahan
Tugu Utara, Koja, Jakarta Utara, yang terinfeksi virus HIV tidak bisa
dirawat di RS Sulianti Saroso. Alasannya, ruang Dahlia di rumah sakit hanya
untuk pasien flu babi.
Kesi yang tubuhnya terlihat kurus tergeletak di ruang Instalasi Gawat
Darurat tanpa diinfus. Padahal, dia sudah dua bulan terakhir tidak bisa
makan akibat jamur yang memenuhi lidah dan tenggorokannya.
DENPASAR, KOMPAS.com — Masyarakat pedesaan ataupun perkotaan di Pulau
Dewata masih sulit hidup bersama orang dengan HIV/AIDS (ODHA), termasuk
menerima jenazahnya. Kuatnya penolakan di masyarakat karena mereka masih
khawatir dengan penularan penyakit yang dianggap mematikan tersebut dan
minim informasi.
Karena itu, kalangan tokoh agama di Pulau Dewata sepakat untuk membantu
menghilangkan diskriminasi terhadap ODHA tersebut di masyarakat luas.
Bantuan tersebut akan direalisasikan dengan membentuk tim relawan dari
kalangan rohaniawan untuk menjadi pendamping. Tim relawan tersebut dari
sejumlah lembaga swadaya masyarakat yang sudah aktif ke masyarakat.
BANTUL - Maraknya prostitusi di Kawasan Pantai Selatan Yogyakarta berakibat
pada penularan penyakit mematikan HIV-AIDS. Setidaknya dalam kurun satu
semeter ini terdapat sembilan pekerja seks komersial (PSK) di kawasan ini
dinyatakan positif mengidap HIV-AIDS.
"Jumlah penderita itu masih sama dari bulan Januari
2009 yang lalu hingga bulan ini. Hampir 90 persen lebih penderitanya adalah
PSK yang menjajakan diri di kawasan Pantai Selatan Bantul khususnya pantai
Parangkusumo," kata Kepala Dinkes Pemkab Bantul Siti Noor Zaenab,
Jumat (28/8/2009)
Blora, CyberNews. Perkembangan penyakit HIV/AIDS di Blora patut diwaspadai.
Dalam satu bulan terakhir, warga Blora yang meninggal dunia karena
pepenyakit AIDS sebanyak tiga orang. Jumlah tersebut merupakan terbanyak
dan sebelumnya tidak pernah terjadi di Blora.
Fenomena gunung es yang penyertai perkembangan penyakit menular seksual
tersebut memungkinkan jumlah penderitanya semakin banyak.
BATAM (BP) - Kepala Badan Pemberdayaan Perempuan Kota Batam, Nurmadiah
mengatakan dari 145 pengidap penderita HIV AIDS selama semester pertama
2009, sebagian besar penderita virus HIV AIDS tersebut perempuan.
”Sebanyak 80 persen penderitanya adalah perempuan, dan kita tidak
dapat mengingkari, rata-rata survei yang kita lakukan bekerja sama dengan
rumah sakit di Batam, para penderita tersebut adalah PSK,” ujar
Nurmadiah kepada Batam Pos di Batam Center, Kamis (27/8).
15. Penderita IMS memiliki peluang lebih besar terjangkit
HIV/AIDS
Waspada Online, 28 Agustus
2009
MEDAN -
Penderita penyakit Infeksi Menular Seksual (IMS) memiliki peluang lebih
besar terjangkit Human Immunodeficiency Virus/Aquired Immuno Deficiency
Syndrome (HIV/AIDS) dibanding orang yang belum pernah menderita IMS.
“Peluang terjangkit HIV/AIDS mencapai 5 – 9 kali lebih besar
dibanding orang-orang yang tidak pernah terkena IMS,” kata direktur
jenderal Pengendalian Penyakit dan Penyehatan Lingkungan (P2PL) Departemen
Kesehatan RI, Tjandra Yoga Aditama, tadi malam.
PALEMBANG (SI)
– Ini peringatan keras bagi pria yang biasa berkencan dengan pekerja
seks komersial (PSK). Pasalnya, berdasarkan hasil dari pemetaan (mapping)
yang dilakukan Badan Narkotika Kota (BNK) Palembang, ternyata pria yang menjadi
teman kencan PSK paling besar berpotensi terkena HIV.
Kepala BNK Kota Palembang Zailani UD menjelaskan, mapping yang dilakukan
BNK tersebut telah dibuat sejak Juli lalu dan melalui penjangkau yang
diterjunkan khusus untuk mendapatkan data penderita HIV dan AIDS.
“Kami sarankan warga yang termasuk risiko tinggi, seperti waria, PSK,
termasuk pasangannya dan pengguna jarum suntik, untuk periksakan diri,
apakah terkena HIV atau tidak,” jelasnya kemarin.
17. Agamawan Sepakat Tak Diskriminasi Jenazah Pengidap
HIV/AIDS
Tempo Interaktif, 27 Agustus
2009
TEMPO Interaktif, Denpasar - Kalangan tokoh agama di Bali
sepakat untuk tak akan melakukan diskriminasi terhadap jenazah pengidap
HIV/AIDS. Pengurus Parisadha Hindu Dharma Indonesia Bali Raka Santeri
menyatakan, diskriminasi terjadi karena masyarakat masih menggunakan
perasaan saat menangani jenazah. "Padahal virus sudah tidak menular
beberapa saat ketika pengidapnya meninggal," ujarnya Kamis (27/8).
Pihaknya akan membentuk tim relawan untuk mendampingi kalangan Lembaga Swadaya
Masyarakat terjun ke desa-desa di Bali untuk menyosialisasikan masalah ini.
[JAKARTA] Target Millennium Development Goals (MDGs) yang berakhir tahun
2015, khususnya tujuan keenam, yakni penanganan berbagai penyakit menular
paling berbahaya, terutama Human Immunodeficiency Virus (HIV)/Acquired
Immune Deficiency Syndrome (AIDS) di Indonesia, terancam gagal. Hingga saat
ini kasus HIV/AIDS masih tinggi yang menurut estimasi terbaru 2009 dari
Departemen Kesehatan (Depkes) masih mencapai sekitar 277.000 orang.
Kasubdit AIDS dan Penyakit Menular Seksual (PMS) Departemen Kesehatan, Dyah
Mustikawati yang dihubungi SP di Jakarta, Selasa (25/8) bahkan menyebutkan,
angka ini diperkirakan akan meningkat menjadi 501.000 pada 2014, seiring
dengan terjadinya kasus baru (infeksi baru HIV). Sebab, setiap tahun
terjadi peningkatan sekitar 50.000 kasus baru yang terinfeksi HIV.
Jambi, CyberNews. Widya Iswara Balai Diklat Badan Narkotika Nasional (BNN),
RA Kadarmanta, S.Sos, MM, mengatakan, di Indonesia saat ini terdata ada 3,6
juta pecandu nakotika dan obat-obatan (narkoba).
Ketika memberikan sambutan pada rapat koordinasi Badan Narkotika Provinsi
(BNP) Jambi di Jambi, Rabu, ia menjelaskan, berdasarkan pengamatan pakar,
sebenarnya karakteristik kejahatan narkoba yang muncul ke permukaan saat
ini hanya 10 persen.
CILACAP--Pengelola penjara di Nusakambangan Kabupaten Cilacap diminta
meningkatan kewaspadaan. Hal ini karena, berdasarkan temuan KPA (Komisi
Penanggulangan AIDS) Kabupaten Cilacap, di lingkungan penjara Nusakambangan
ditemukan empat napi yang mengidap virus HIV (human immunodeficiency virus)
penyebab penyakit AIDS.
''Mereka kami temukan dalam kegiatan VCT (voluntary counsulting and
testing) mobile yang kita lakukan selama setahun ini,'' jelas Ketua KPA
(Komite Penanggulangan AIDS) Cilacap, Sardjono, Kamis (27/8). Saat ditanya
tepatnya di LP mana napi pengidap HIV itu ditahan, Sardjono enggan
menyebutkan.
BATAM (BP) - Tanpa disadari, sejak bulan Januari hingga Juli tahun ini
sudah 22 penderita Human Immunodeficiency Virus (HIV) dan Acquired
Immunodeficiency Syndrome (Aids) di Batam tewas di Rumah Sakit Budi
Kemuliaan (RSBK).
Data yang diperoleh Batam Pos dari rumah sakit tersebut, angka kematian
paling banyak terjadi pada bulan Mei, yakni sebanyak enam orang. Lima
bulan lainnya rata-rata sebanyak tiga orang per bulannya.
KENDATI sunat sudah terbukti bisa mencegah penularan virus HIV pada pria di
Afrika, ternyata efek serupa tidak ditemukan pada pria homoseksual.
"Sunat ternyata tidak bisa mencegah penularan HIV di antara pria
gay," kata Dr Peter Kilmarx, Kepala Divisi Epidemiologi dan HIV dari
Center for Disease Control and Prevention (CDC), AS. Walau begitu, CDC
masih mempertimbangkan untuk merekomendasikan sunat pada kelompok lain,
seperti anak laki-laki dan pria heteroseksual yang beresiko tertular.
MEDAN - Kasus
Human Immunodeficiency Virus/Aquired Immuno Deficiency Syndrome (HIV/AIDS)
di Indonesia diibaratkan seperti fenomena gunung es. Dimana, kasus yang
terdata jauh lebih kecil dibanding jumlah yang tidak terdata.
"Populasi tertinggi yang terinfeksi HIV/AIDS adalah pelanggan Pekerja
Seks Komersial (PSK) dengan angka estimasi mencapai 3,14 juta orang,"
kata kadis kesehatan Sumut, Candra Syafei, melalui manager global fund
dinas kesehatan Sumut, Andi Ilham Lubis, tadi malam.
Akibat penyakit menular Human Immune Virus/Acquired Immunedeviciency
Syndrome (HIV/AIDS) kewajiban bagi Orang Dengan HIV /AIDS (ODHA) untuk
mengonsumsi obat Anti Retro Viral sepertinya diwajibkan. Setidaknya untuk
mengganti kekebalan tubuh yang habis ”disedot” virus.
Namun, obat Anti Retro Viral (ARV) yang tidak boleh putus penggunaannya
justru di RSUP H Adam Malik Medan harus dijatah. Meski, stok ARV hingga
akhir tahun 2009, dipastikan aman.
TEMPO Interaktif, Semarang - Sekitar 74 persen dari delapan ribu pengidap
HIV/AIDS di Jawa Tengah, masih belum mau memeriksakan diri melalui
konseling secara sukarela di Voluntary Counseling and Testing (VCT) yang
sudah disediakan di wilayah itu. “Dari perkirakan pengidap delapan
ribu orang, baru 2.100 pengidap yang sudah mau memeriksakan diri di
VCT,” kata Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Tengah Hartanto, Rabu
(26/8).
Hartanto mengatakan, kesadaran pengidap untuk memeriksakan diri memang
masih rendah. Sebagian pengidap HIV/AIDS enggan memeriksakan diri ke VCT
karena menganggap pemeriksaan ini tidak terlalu penting.
BANJARMASIN--Mantan Ketua Umum Pengurus Pusat Taman Pendidikan Alquran,
ustadz H. Chairani Ideris menyatakan, penyakit atau penderita HIV/AIDS
tidak akan ada, jika pelacuran dan pergaulan seks bebas tiada.
"Sebaliknya selama pelacuran dan seks bebas masih ada, maka penyakit itu
tak akan pernah tiada," tandas mantan Ketua Umum Pengurus Wilayah
Pelajar Islam Indonesia (PII) Provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel) dalam
ceramah subuh di Masjid Raya Sabilal Muhtadin Banjarmasin, Rabu (26/8).
KOMPAS.com — Kendati sunat sudah terbukti bisa mencegah penularan
virus HIV pada pria di Afrika, ternyata efek serupa tidak ditemukan pada
pria homoseksual.
"Sunat ternyata tidak bisa mencegah penularan HIV di antara pria
gay," kata Dr Peter Kilmarx, Kepala Divisi Epidemiologi dan HIV dari
Center for Disease Control and Prevention (CDC), AS. Walau begitu, CDC
masih mempertimbangkan untuk merekomendasikan sunat pada kelompok lain,
seperti anak laki-laki dan pria heteroseksual yang beresiko tertular.
SETELAH melewati pengkajian mendalam selama beberapa waktu, Dinas
Pendidikan (Disdik) Kota Bandung akhirnya memasukkan pelajaran tentang
narkoba dan HIV/AIDS ke dalam kurikulum sekolah mulai tahun ajaran
2010/2011.
Rencananya, mata pelajaran Narkoba dan HIV/AIDS ini akan ditangani langsung
para guru Bimbingan dan Penyuluhan (BK) yang sebelumnya telah dibekali
pengetahuan khusus. Setiap siswa akan mengikutinya selama satu jam paling
tidak sepekan satu kali.
29. Wah... Bandung
Masukkan Narkoba dan HIV/AIDS sebagai Kurikulum!
Kompas.Com, 26 Agustus
2009
BANDUNG,
KOMPAS.com — Setelah melewati pengkajian mendalam selama beberapa
waktu, Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Bandung akhirnya memasukkan materi
pelajaran tentang narkoba dan HIV/AIDS ke dalam kurikulum sekolah mulai
tahun ajaran 2010/2011.
Rencananya, mata pelajaran narkoba dan HIV/AIDS itu akan ditangani langsung
oleh para guru Bimbingan dan Penyuluhan (BK) yang sebelumnya telah dibekali
pengetahuan khusus. Setiap siswa akan mengikutinya selama satu jam, paling
tidak satu kali dalam sepekan.
BANDUNG, RABU - Setelah melewati pengkajian mendalam selama beberapa waktu,
Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Bandung akhirnya memasukkan materi pelajaran
tentang narkoba dan HIV/AIDS ke dalam kurikulum sekolah mulai tahun ajaran
2010/2011.
Rencananya, mata pelajaran Narkoba dan HIV/AIDS itu akan ditangani langsung
oleh para guru Bimbingan dan Penyuluhan (BK) yang sebelumnya telah dibekali
pengetahuan khusus. Setiap siswa akan mengikutinya selama satu jam, paling
tidak satu kali dalam sepekan.
Dengan adanya pengalaman ini mudah-mudahan bisa menjadi bahan pemikiran bersama. Terkadang saya bingung, untuk pengambilan obat ARV yang dilakukan oleh pasien ''dianjurkan'' oleh pihak pemberi obat 2 hari sebelum obat ARV habis, mengapa harus 2 hari sebelum obat habis.
Pengalaman saya mengambil obat, saya disarankan untuk mengambil 2 hari sebelum obat ARV habis padahal terkadang saya sudah mempersiapkan diri untuk mengambil seminggu sebelumnya dikarenakan ada acara keluarga ataupun kantor. Jika saya melakukan pengambilan obat ARV seminggu sebelum obat habis ada saja saran yang dikeluarkan (munkin ini sifatnya lebih penekanan !) agar untuk mengambil obat ARV 2 hari sebelum habis, tetapi tidak pernah memberitahukan alasannya mengapa harus 2 hari sebelum obat habis dan bagaimana jika (mungkin ada teman-teman selain saya) punya acara kegiatan keluarga ataupun kantor yang mengharuskan mengambil obat ARV seminggu sebelum habis, masa harus mendapat teguran dari pihak pemberi obat (dalam hal ini bukan dokter dan perawat, tetapi lebih pihak pemberi obat di
layanan) ?!
Mungkin pihak-pihak terkait bisa membantu menjawab apa alasannya, karena menurut saya sangat tidak logis sekali mengambil obat ARV seminggu sebelum habis mendapatkan teguran !
Terima Kasih, ~DRUGS KILL...BUT IT'S NOT NECESSARY WE KILL BECAUSE OF DRUGS~
Kumpulan
Berita Media Massa HIV-AIDS dan Narkoba
Dari Tanggal: 20 July 2009 Sampai Tanggal: 27 July 2009
1. GMIM Tangkal HIV/AIDS
Manado Post, 25 Juli
2009
KAPITU-Rangkaian peringatan HUT Berlian GMIM Bersinode, digelar berbagai
kegiatan yang sangat bermanfaat bagi jemaat. Antara lain dengan
melaksanakan penyuluhan hukum, Hak Asasi Manusia, Trafficking, dan
HIV/AIDS. Penyuluhan yang digelar di GMIM Kalvari Kapitu Amurang Jumat
(24/7) ini, melibatkan unsur pendeta, guru agama, penatua dan syamas di
rayon XI dan XII wilayah pelayanan GMIM.
Penyuluhan diawali dengan ibadah yang dipimpin Ketua Badan Pekerja Majelis
Jemaat Kalvari Kapitu Pdt Sonny Repi STh. Dilanjutkan dengan penyuluhan
yang diakhiri dengan dialog. Toar Palilingan SH selaku pembicara,
menyampaikan penjelasan tentang UUD yang berkaitan dengan kehidupan umat
beragama. Sedangkan Ronny Maramis, memberikan penekanan tentang bahaya
trafficking. “Semua harus waspada terhadap rayuan-rayuan manis yang
beselimutkan penawaran pekerjaan apalagi yang mempekerjakan manusia ke luar
negeri,” kata Maramis.
FORUM Kerukunan Umat Beragama (FUB) Sulut akan menyusun buku tentang
penyakit HIV/AIDS. Penyusunan akan diawali dengan perencanaan penyusunan
yang digelar di Lokon Resting Tomohon pagi ini (Sabtu, 25/7) pukul 09.00
wita.
Ketua FKUB Pdt Nico Gara didampingi Wakil Ketua H Halil Domu dan Sekretaris
Amien Lasena mengatakan, saat ini, enam tokoh agama di Sulut sedang menulis
tentang penyakit yang sedang mewabah di setiap daerah ini.
‘’Tulisan ini berupa renungan, pembahasan dan pembinaan dari
pandangan 6 agama,’’ jelas mereka.
MANADO —
Harus diakui, lebih mudah untuk mengetahui seseorang itu sudah mengidap
Acquire Immuno Deficiency Syndrome (AIDS), ketimbang mengetahui seseorang
itu sudah terinfeksi Human Immuno Deficiency Virus (HIV). Seseorang
mengidap AIDS, bisa dilihat dari gejala fisik yang muncul. Tetapi, HIV
tidak memunculkan gejala. “Ini yang berbahaya. Mungkin saja banyak
warga yang tidak mengetahu kalau sudah mengidap virus HIV,” kata
Sekretaris Komisi Penanggulangan AIDS (KPA) Provinsi Sulut Dr MSJ Tangel
Kairupan.
Ia menjelaskan, penyakit HIV/AIDS ini adalah penyakit istimewa. Karena,
penyebaran penyakit ini berlangsung sepanjang masa, tidak terpengaruh
dengan iklim dan musim, seperti kasus penyebaran virus influenza sekarang
ini. Karena itu, sangat penting untuk memeriksakan kesehatan. Di Sulut
sudah ada 10 lokasi Voluntary Counselling and Testing (VCT) (lihat grafis,
red). “Penyakit special, karena akan diidap sepanjang
hidupnya,” jelasnya.
WONOGIRI - Dinas Kesehatan Kabupaten Wonogiri, Jumat (24/7) mengirim pasien
suspect HIV/AIDS. Itu dilakukan karena pasien yang bersangkutan kondisinya
kian memburuk setelah dirawat di sebuah rumah sakit swasta di Wonogiri,
sejak Sabtu (18/7) lalu.
Hal itu disampaikan Kepala Dinas kesehatan Kabupaten (DKK) Wonogiri, dr Aug
Djarot Budiharso Mkes, melalui dr Widodo Mkes, Kabid Pencegahan dan
Penanggulangan Penyakit Menular serta Kesehatan Lingkungan (P3MKL) Dinas
Kesehatan Kabupaten Wonogiri.
Wonogiri (Espos)
Seorang warga Jatipurno, diduga terkena virus HIV/AIDS. Untuk
membuktikannya, Dinas Kesehatan Kabupaten (DKK) Wonogiri mengirimkan pasien
itu ke RSUD dr Moewardi, Solo, Jumat (24/7). Petugas DKK belum berani
memastikan dan masih menunggu hasil pemeriksaan oleh RSUD. Pengidap
HIV/AIDS di Wonogiri rata-rata bekerja di luar daerah dan pulang ke
Wonogiri saat sakit. Namun jika pasien itu terbukti menderita virus
HIV/AIDS, Pemkab menyediakan dana bantuan senilai Rp 1,5 juta untuk
pengobatan pasien. Demikian disampaikan Kepala DKK Wonogiri, dr Aug Djarot
melalui Kabid Pemberantasan Penyakit Menular (P2M), dr Widodo. ”Masih
observasi belum suspect dan tadi pagi (Jumat-red) diperiksakan ke RSUD Dr
Moewardi, Solo. Mayoritas penderita (HIV/AIDS) impor, walau memang warga
Wonogiri tetapi bekerja di luar daerah dan pulang saat sakit,” ujar
Widodo.
6. Nah Lo..., Suka 'Jajan' Seks Enam Pelajar Kena
HIV/AIDS
Tempointeraktif, 25 Juli 2009
TEMPO Interaktif, Malang - Enam pelajar di
kabupaten Malang,
Jawa Timur, dinyatakan pengidap HIV/AIDS. Remaja 15-18 tahun yang duduk di
bangku sekolah menengah atas ini tertular virus karena hubungan seks bebas.
Inilah penelusuran Komisi Penanggulangan AIDS (KPA). Para pelajar itu
diduga memakai jasa pekerja seks di sejumlah lokalisasi di Kabupaten Malang. "Kami
prihatin, HIV/AIDS mulai menyerang pelajar," kata Kepala Dinas
Kesehatan Kabupaten Malang Agus Wahyu Arifin kemarin.
MALANG -
SURYA-Satpol PP akan Sisir Pelajar Keluyuran di Lokalisasi. Ini peringatan
bagi para orangtua agar selalu waspada dengan perilaku anak-anaknya. Data
Komisi Penanggulangan AIDS (KPA) Kabupaten Malang menyebut, saat ini
terjadi kenaikan jumlah penderita HIV dan AIDS berusia 14-18 tahun yang
ditengarai karena seringnya mereka mencoba seks bebas di lokalisasi.
Kepala Dinas Kesehatan (dinkes) Kabupaten Malang, dr Agus W Arifin
menuturkan, kenderungan adanya kenaikan ‘konsumsi’ pekerja seks
komersial (PSK) oleh pelajar ini terdekteksi dari peningkatan jumlah korban
HIV dan AIDS. Meski relatif kecil, fakta
menunjukkan demikian.
BANDUNG, (PRLM).-Banyak pengidap HIV/AIDS tidak
mengetahui, pemerintah melalui Dinas Sosial baik itu di tingkat provinsi
maupun di Kota/Kab.,
menyediakan bantuan finansial untuk pengidap HIV/AIDS dan keluarga inti.
Hal itu diungkapkan konselor HIV/AIDS Hera kepada "PRLM" di Bandung, Jumat
(24/7). Bantuan tersebut bertujuan untuk membantu perekonomian pengidap
HIV/AIDS. Jika pengidap menikah dan memiliki anak, maka anggota keluarga
tersebut juga mendapat bantuan sosial.
BANDUNG, (PRLM).- Komisi Penanggulangan AIDS
(KPA) Jawa Barat akan mengirimkan sejumlah delegasinya untuk mengikuti
"International Congress on AIDS in Asia
and the Pasific (ICAAP) ke-9 yang akan berlangsung di Bali, 3-13 Agustus
2009 mendatang.
"ICAAP memiliki makna sangat penting, KPA Jabar dapat mempelajari
berbagai upaya yang dilakukan dunia internasional dalam memerangi epidemi
HIV-AIDS yang kian memprihatinkan di Jabar," kata Anggota KPA Jawa
Barat, Khoirul Naim seperti dikutip Antara, di Bandung, Jumat (24/7).
Jakarta (Berita): Kelompok rentan HIV/AIDS tidak
hanya mencakup masyarakat Indonesia
yang menghabiskan kebanyakan waktunya di suatu lingkungan saja. Tetapi
kelompok masyarakat yang sering bepergian (mobile population) termasuk para
buruh migran juga masuk dalam kelompok yang rentan tertular virus HIV.
Solidaritas Perempuan mencatat bahwa pada tahun 2004 mencatat, dari sekitar
296.000 orang tenaga kerja Indonesia (TKI) tujuan Timur Tengah yang
diperiksa, 131 diantaranya terkena HIV. Ratusan calon TKI yang tercatat
tertular HIV ini adalah hasil penelitian yang dilakukan oleh Himpunan
Pemeriksa Tenaga Kerja Indonesia (HIPTEK) yang beranggotakan klinik
kesehatan tempat calon TKI mencek kesehatannya sebelum pergi ke negara
penempatan.
MALANG –
Kondisi remaja di wilayah Kabupaten Malang sangat mengkhawatirkan. Sebab,
remaja yang terdeteksi terinfeksi virus HIV/AIDS sudah gawat, karena terus
mengalami pengingkatan.Hingga semester pertama ini saja, remaja yang
terdeteksi terinveksi virus HIV/AIDS itu ditemukan sekitar delapan anak.
''Ini luar biasa dibandingkan dengan tahun-tahun sebelumnya,'' Kepala Dinas
Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Malang, Agus W Arifin kepada wartwan, Jumat
(24/7).
Menurut Agus W Arifin, sesuai data yang ada di Komisi Pemberantasan HIV/AID
dan Dinkes Kabupaten Malang, tahun 2003 hanya ada satu remaja terinveksi.
Sedangkan tahun 2006 sekitar dua anak dan 2008 sebanyak tiga remaja.
Sedangkan pertengahan tahun 2009 ini mencapai delapan remaja.
MANADO —
Pemerintah Provinsi Sulut mengajak semua pihak menyatakan perang terhadap
HIV/Aids. Ajakan perang terhadap HIV/Aids disampaikan Wakil Gubernur Sulut
Fredy H Sualang, ketika membuka acara Rapat Koordinasi (Rakor) Komisi
Penanggulangan AIDS (KPA) Sulut, di ruang Mapaluse kantor Gubernur,
kemarin.
Ini sangat penting, karena penyebaran penyakit tersebut dengan berbagai
implikasi dan dampak negatifnya, merupakan ancaman terhadap tatanan
kehidupan masyarakat Sulut. Ini secara otomatis akan menghambat roda gerak
pembangunan. “Sangat penting komitmen bersama, baik pada tataran
personal maupun pada tataran institusional,” ajak Sualang di hadapan
peserta Rakor dari pejabat pemerintah, tokoh agama dan masyarakat, LSM dan
Pers.
13. Buat Berobat, Penderita AIDS Curi Tabung Elpiji
Berita Jatim, 23 Juli 2009
Reporter :
Fakhrurrozi
Surabaya
(beritajatim.com) - Mengaku tak punya uang untuk berobat, seorang penderita
HIV/AIDS mencuri tabung elpiji. Perbuatan itu
dilakukan Charles Tampubolon (32), warga Jalan Jepara II, Surabaya.
Namun, perbuatannya dipergoki pemilik toko yang diketahui bernama Tutik
Hermaningsih, (42), juga warga Jalan Jepara. Akibatnya, Charles pun gagal
mengobati penyakitnya dan sebagai gantinya harus mendekam di tahanan Polsek
Bubutan.
Pencurian yang dilakukan Charles ini terjadi sekitar pukul 15.00 WIB di
toko Aqua Fresh milik korban. Saat itu, tersangka berpura-pura hendak
membeli tabung elpiji.
ATAMBUA, SPIRIT--Penyebaran penyakit menular HIV dan AIDS di Kabupaten Belu
saat ini sangat mencemaskan bagi masyarakat setempat. Selama dua tahun
terakhir, 2008-2009, teridentifikasi 203 orang tertular HIV/AIDS. Dan,
diperkirakan yang tidak teridentifikasi antara 800 sampai 1.800 orang,
tersebar di seluruh wilayah Kabupaten Belu.
Kecemasan ini disampaikan Wakil Bupati Belu, Taolin Ludovikus, B.A, ketika
mengunjungi Kecamatan Botin Leobele dan Kecamatan Malaka Timur, Sabtu
(11/7/2009).
Dalam arahannya sebagai Ketua Komisi Penanggulangan AIDS Daerah (KPAD)
Kabupaten Belu, Taolin menyampaikan kepada masyarakat yang hadir apabila
terdapat anggota keluarga atau sanak saudara yang teridentifikasi mengidap
HIV/AIDS agar dibawa untuk berobat secara teratur.
BANDUNG: Sejak 1989 hingga Maret 2009 lalu, Dinas Kesehatan Provinsi Jawa
Barat mencatat secara kumulatif terdapat 4.520 kasus HIV-AIDS di Jabar,
1.838 diantaranya HIV positif dan 2.682 diantaranya AIDS.
Jumlah kasus HIV-AIDS terbanyak dilaporkan dari Kota Bandung mencapai 1763
kasus, disusul Kota Bekasi 589 kasus, Kota Sukabumi 392 kasus, Kota Bogor
217 kasus dan Kab. Bandung 150 kasus.
BANDUNG: Komisi Penanggulangan AIDS (KPA) Provinsi Jawa Barat akan
mengirimkan delegasnya untuk mengikuti kegiatan International Congress on
AIDS in Asia and the Pacific (ICAAP) ke-9, yang akan berlangsung di Bali,
pada 9 – 13 Agustus 2009 mendatang.
Anggota KPA Provinsi Jabar, Khoirul Naim, SKM., MEpid, mengatakan ICAAP
sangat penting karena dalam ajang tersebut peserta dapat mempelajari
berbagai upaya yang dilakukan dunia internasional dalam memerangi epidemi
HIV-AIDS yang kian memprihatinkan di Jawa Barat.
“Kita dapat menimba ilmu, sharing pengalaman, dan yang terpenting
mempelajari success story dari berbagai negara dalam menekan laju kasus
HIV-AIDS.," ujarnya.
KUCERITAKAN kisahku ini, tidak lain agar bisa menjadi inspirasi buat
teman-teman sesama ODHA (Orang yang hidup dengan HIV). Namaku Mawar, sebut
saja demikian juga manusia biasa yang bisa putus asa ketika dokter
memvonisku mengindap virus mematikan itu.
Setelah kelahiran anak pertamaku, Sony di tahun 2004, hubunganku dengan
keluarga di Wonogiri membaik. Satu setengah tahun kemudian, Edo anak ke duaku lahir.
Aku melahirkan tanpa didampingi suami, karena Mas Joko sedang ada pekerjaan
di luar kota.
Saat itu, suamiku bekerja pada perusahaan event organizer (EO) yang
berkantor megah di Pondok Indah, sebagai guitar technical sebuah grup band
papan atas di Tanah Air. Syukurlah anak ke duaku lahir dengan selamat.
Badannya montok dan mengemaskan.
MANADO—Pengesahan
Perda HIV/AIDS akhir pekan lalu ikut menunjukkan sikap DPRD Sulut terhadap
usulan lokalisasi. Semua fraksi di Gedung Cengkih
Sario menolak tempat yang akan menjadi areal prostitusi di daerah ini.
FPG, FPDIP, FDS, FPD dan PFK menyatakan setuju rancangan peraturan daerah
(Ranperda) HIV/AIDS untuk di-perda-kan, termasuk menolak adanya lokalisasi
pekerja seks komersil (PSK) di daerah ini. “Kami menyatakan menerima
Ranperda HIV/AIDS diperdakan, dengan tegas menolak lokalisasi,” kata
pembaca pemandangan umum FPG Pdt Manuel Mantiri.
Tertular HIV/AIDS, tentu bukan menjadi keinginan setiap orang. Namun apalah
daya ketika penyakit yang menyerang kekebalan tubuh seseorang itu telanjur
hinggap. Bukan hanya jiwanya yang terancam, tetapi juga dijauhkan dari
pergaulan sosial. Seperti apa kisah orang dengan HIV/AIDS (ODHA), berikut
penuturan nyata Mawar, perempuan muda yang tinggal di Wonogiri.
MESKI suara itu disampaikan begitu lirih, tapi bagiku terdengar seperti
halilintar. Dada ini rasanya mau meledak, begitu dokter memvonisku sebagai
pengidap HIV, Oktober 2006.
Virus laknat itu bukan saja menulariku, tapi juga telah merenggut suamiku,
Joko (sebut saja demikian) dan anak keduaku, Edo
(juga bukan nama sebenarnya). Beruntung Sony (juga
nama samaran), anak pertamaku, lolos dari HIV. Keberadaan Sony yang
membuatku tetap bertahan, meski HIV selalu kugendong ke mana-mana.
Koordinator Umum Yayasan Pengembangan Kesehatan Masyarakat (YPKM) Papua
wilayah Pegunungan Tengah, Jhon Suebu, SH mengatakan, penyebaran virus
mematikan HIV-AIDS dipicu oleh Minuman Keras (Miras) dan Narkoba.
Hal itu dikatakannya saat melakukan sosialisasi tentang bahaya Narkoba dan
Miras yang berdampak pada HIV-AIDS di Jemaat GKI Oraet Labora Potikelek Wamena,
Selasa (21/7)."Kasus HIV-AIDS meningkat akibat hubungan seksual yang
berganti-ganti dan ini terjadi setelah mabuk sehingga fungsi kontrolnya
hilang,"ungkapnya.
Kumpulan Berita
Media Massa HIV-AIDS dan Narkoba
Dari Tanggal: 15 June 2009 Sampai Tanggal: 22 June 2009
1. Anak jalanan rentan terinfeksi
HIV/AIDS
Waspada Online, 20 Juni 2009
PRAWIRA
SETIABUDI
MEDAN - Anak- anak jalanan yang banyak hidup berkeliaran di jalan-jalan dan
beberapa tempat di seputar Kota Medan ini merupakan sosok yang paling
rentan terkena virus HIV&AIDS. Demikian menurut kepala sub bidang
Pencegahan dan Pemberantasan Penyakit (P2P) Dinas Kesehatan Medan, Rumondang.
melalui unit penanggulangan penyakit HIV/AIDS Dinkes Medan Mardohar
Tambunan.
Menurut Mardohar, yang biasa di panggil Dr.Edo ini kepada Waspada online
mengatakan, anak-anak jalanan memang rentan terkena HIV/AIDS,karena ruang
lingkupnya sangat luas dan tidak terjangkau.
Halim
Danusantoso,JAKARTA | Sat, 06/20/2009 11:12 AM |
Opinion
Almost all aspects of HIV have now been elucidated, and more than 15 potent
antiretrovirals (with more to follow), have become available.
There are HIV programs across the world, involving innumerable governmental
agencies and NGOs. Nevertheless, the disease continues to spread and AIDS patients
are still dying every day, especially in developing countries. This is the
greatest irony of the turn of this century.
The good news is that now HIV+ people from rich countries or those
financially able to get good medical care need not die from AIDS anymore.
They can live a normal life and might have the same life-expectancy as
those who are uninfected. The most prominent example is the former
basketball star Magic Johnson, who has appeared on the cover of Time
magazine several times. Unfortunately, Magic’s fate is not shared by
most, if not all, people in developing countries.
Tes ini yang biasa disebut sebagai total lymphocyte count atau TLC. Jika
jumlah CD4 tidak terpantau, maka semakin rusak sistem kekebalan, semakin
rendah TLC, terangnya.
Akibat dari infeksi HIV itu adalah kerusakan pada sistem kekebalan tubuh.
HIV membunuh satu jenis sel darah putih yang disebut sel CD4. Sel ini
adalah bagian penting dari sistem kekebalan tubuh. Jika jumlahnya kurang,
sistem tersebut menjadi terlalu lemah untuk melawan infeksi. Jumlah sel CD4
dapat diukur melalui tes darah khusus. Jumlah normal pada orang sehat
berkisar antara 500 sampai lebih dari 1.500., ucapnya.
4. City short of health clinics providing methadone
the Jakarta
Post Online, 19 Juni 2009
Indah
Setiawati, The Jakarta Post , Jakarta | Fri,
06/19/2009 11:57 AM
The Jakarta AIDS Eradication Commission (KPA) said the city needed more
public health clinics providing treatment for heroin addicts to prevent the
spread of HIV/AIDS caused by sharing needles.
"Currently, we only have 10 public health clinics that offer methadone
treatment. We hope to see more of those services around the city,"
John Alubwaman, Jakarta's KPA head promotion and prevention, said on the
sidelines of an AIDS prevention program, Jakarta Stop AIDS, at the Central
Jakarta municipal office on Thursday.
Kepedulian Pemkab Serdang Bedagai (Sergai) terhadap masalah penanggulangan
HIV/AIDS diaktualisasikan melalui pembentukan Komisi Penanggulan AIDS (KPA)
Kabupaten Serdang Bedagai yang diketuai oleh Bupati Sergai HT Erry Nuradi
dan Ketua Pelaksana Wabup H Soekirman.
Menindaklanjuti hasil rapat koordinasi dengan delapan daerah Kabupaten/Kota
di Sumatera Utara pada bulan Mei lalu di Medan, KPA Sergai mengadakan
evaluasi perkembangan respons terhadap masalah HIV/AIDS di Kabupaten Sergai
yang dilaksanakan di aula Sultan Serdang di Sei Rampah, Kamis (18/6).
Jakarta ( Berita ) : Kepala Humas PMI Jakarta Timur dan Project Manajer HIV
dan AIDS, Eki Komala Sari, di Jakarta, Jumat [19/06] mengatakan, jumlah
kasus AIDS didominasi oleh golongan usia produktif 20-29 tahun, yang
mencapai 8567 kasus.
“Meningkatnya kasus AIDS pada usia muda lebih banyak dikarenakan
heteroseksual atau bergonta-ganti pasangan, homoseksual, pemakaian jarum
suntik secara bergantian (IDU), dan ibu berusia muda yang sedang hamil yang
mengidap AIDS yang menyebabkan penularan terhadap bayi yang dikandungnya,”
katanya.
KUPANG, POS KUPANG.Com -- Penderita Human Immunodeficiency Virus
(HIV)/Acquired Immuno Deficiency Syndrome (AIDS) di Kota Kupang bertambah
tujuh orang. Dengan demikian, jumlah penderita HIV/AIDS saat ini menjadi
155 orang dari sebelumnya 148 orang.
Wakil Walikota Kupang yang juga menjabat sebagai Ketua Komisi
Penanggulangan AIDS Daerah (KPAD) Kota Kupang, Drs. Daniel Hurek, saat
ditemui di ruang kerjanya, Rabu (17/6/2009), menjelaskan, penambahan
penderita HIV/AIDS diketahui setelah mereka memeriksakan kesehatan di RSU
Prof. Dr. WZ Johannes Kupang. Pemeriksaan dilakukan atas kesadaran sendiri
terhadap bahaya penyakit HIV/AIDS.
BENGKULU, KOMPAS.com — Yayasan nonpemerintah, Kipas, menyayangkan
pihak RSUD M Yunus yang mengembalikan alat untuk mengetahui jumlah virus
dalam tubuh penderita HIV atau yang disebut CD4 karena alasan tidak
memiliki operator dan dana operasional.
"Ini merupakan langkah mundur bagi penanggulangan HIV di daerah
setempat, dan pengembalian alat tersebut menyebabkan para ODHA (orang
dengan HIV/AIDS) resah karena alat itu sangat penting," kata Direktur
Kipas, Merly Yuanda, Jumat (19/6).
9. Hampir 70 Persen Penularan HIV/AIDS dari Jarum Suntik
Republika Online, 19 Juni
2009
JAKARTA -- Hampir 70 persen penularan penderita HIV/AIDS di DKI Jakarta
disebabkan pemakaian jarum suntik secara bergantian oleh para pecandu
narkoba, 29 persen disebabkan perilaku seks bebas dan seks menyimpang, dan
satu persen disebabkan pertukaran (transfusi) darah. Rata-rata penderita
HIV/AIDS tersebut berusia 19-25 tahun.
Data dari Komisi Penanggulangan HIV/AIDS (KPA) DKI Jakarta tersebut
diungkapkan pada peluncuran program Pencegahan Primer Penyebaran HIV/AIDS
dan Narkoba yang bertajuk Jakarta Stop AIDS., Kamis (18/6). Program ini
diselenggarakan PT Unilever Indonesia,
Tbk melalui Yayasan Unilever Indonesia, bekerjasama dengan
Yayasan Cinta Anak Bangsa (YCAB), dan Pemerintah Kota Administrasi Jakarta
Pusat.
REMBANG - Dinas Kesehatan Kabupaten (DKK) Rembang mencatat selama enam
bulan terakhir ini (Januari-Juni) terdapat lima warga yang dinyatakan positif
mengidap human immunodeficiency virus (HIV)/acquired immuno deficiency
syndrome (AIDS).
“Namun seorang di antara mereka telah meninggal dunia,” kata
Kepala Bidang Pemberantasan Penyakit dan Penyehatan Lingkungan (P2PL) DKK
Rembang, dokter Endang Hartuti.
Semua pengidap HIV itu adalah warga Rembang yang bekerja di luar daerah
yang merupakan kelompok berisiko tinggi terkena penyakit mematikan itu.
Bahkan di antara mereka ada yang berstatus suami istri. Usia termuda dari
mereka adalah 24 tahun dan yang tertua 50 tahun.
MEDAN - Majelis Ulama Indonesia (MUI) Sumatera
Utara menilai, surat
keterangan bebas penyakit HIV/AIDS bagi pasangan yang hendak menikah sudah
pantas diterapkan di Sumut.
Ketua MUI Sumut, Abdullah Syah, tadi siang mengatakan, peraturan mengenai
cek HIV/AIDS sebagai syarat menikah sudah layak dibuat dan diterapkan di
Sumut mengingat jumlah pengidap HIV/AIDS di Sumut sudah sangat
memprihatinkan.
Dengan adanya surat
keterangan tersebut, masing-masing pasangan yang hendak menikah diharapkan
tidak tertipu jika kelak salah satu pasangan terjangkit penyakit berbahaya
itu setelah menikah, sehingga keluarga merasa benar-benar aman.
KARIMUN, METRO: Resiko penularan virus HIV dan AIDS terus menjadi ancaman.
Oleh karena itu, perlu penanganan yang serius sebelum wabah penyakit yang
belum ada obatnya dengan leluasa menular kepada siapa saja. Tidak hanya
Pekerja Sex (PS) yang memiliki resiko tertinggi tertular HIV/AIDS,
masyarakat awam juga berpotensi terjangkit virus ini, bila sering melakukan
hubungan seksual dengan cara menyimpang.
Angka terakhir, virus HIV/AIDS di Kabupaten Karimun yang terdeteksi
sebanyak HIV tercatat 315 kasus, dan AIDS sebanyak 154 kasus. "Inilah
angka kasus terakhir yang berhasil terdata," kata Program Manager
Yayasan Sri Mersing Raja Rustam Efendi, Rabu (17/6). Sebagai LSM Peduli
HIV/AIDS, terangnya lagi lembaga terus melakukan penyuluhan, penjangkauan,
pendampingan, dan jugfa diskusi kelompok.
Klojen - SURYA-Angka kematian, kesakitan, serta infeksi yang diderita
kelompok injecting drug user (IDU) atau yang biasa disebut orang dengan
HIV/AIDS (ODHA) meningkat secara signifikan. Ini terjadi karena
terlambatnya penanganan kasus, sulitnya mencapai pelayanan kesehatan, dan
terbatasnya pengetahuan tentang perawatan penderita HIV/AIDS.
Berdasarkan penderita yang periksa di Rumah Sakit Saiful Anwar (RSSA) dan
RSI Dinoyo, jumlah penderita HIV/AID sebanyak 693 orang untuk pria, dan 296
orang untuk wanita. Sedangkan bayi yang terinfeksi HIV/AID sebanyak 19
orang (selengkapnya lihat tabel).
HIV/AIDS menjadi penyakit yang ditakuti masyarakat dunia, karena sampai
sekarang belum ada obatnya. Tetapi, banyak pula yang tak menyadari setiap
orang punya kesempatan tertular virus ini jika tak memperhatikan gaya hidup.
Jeinne Weenas, salah satu public figure yang memberikan sedikit waktunya,
untuk peduli dengan penyakit yang sudah menjangkiti 489 orang di Sulut ini.
Jeinne mengungkapkan, setiap orang punya peluang tertular virus HIV,
apalagi bagi mereka yang kurang memahami HIV/AIDS. “Menurut banyak
orang, kalangan selebritis sangat rentan terjangkit virus ini. Tetapi
walaupun hidup glamour dan dekat dengan kehidupan malam, tidak selamanya
kami (selebriti, red) mengidap HIV,” kata bintang sinetron di Ada Apa
Dengan Cinta (AADC). “Dalam kenyataannya, malah yang sering
berkampanye tentang penanggulangan HIV/AIDS adalah kaum selebriti,” tambahnya.
Diberi ARV Bisa
Beraktivitas Hingga Renta Dr Denny Ngantung
MKed SpS
HIV sekarang sudah merupakan pandemi dunia, karena penyebarannya sudah
melintasi batas negara dan bahkan benua. Kasus HIV meningkat secara
eksponensial. Dr Denny Ngantung MKed SpS, spesialis saraf dan neuroAids
mengatakan, diperkirakan bila penyebaran masih terus seperti ini maka 20
tahun depan, 50 persen penduduk dunia sudah terinfeksi HIV.
“Sebenarnya keadaan seperti ini sudah menjadi ‘keadaan
darurat’, yang perlu penanganan lintas sektor secara global,”
ujarnya.
JAKARTA --
Pemerintah Kota (Pemkot) Jakarta Pusat bekerjasama dengan Yayasan Cinta
Anak Bangsa (YCAB) dan Yayasan Unilever meluncurkan program pencegahan
primer penyebaran virus HIV/AIDS serta narkoba bertajuk Jakarta Stop AIDS.
Wali Kota Jakarta Pusat, Syilviana Murni, di Jakarta, Kamis (18/6) mengatakan,
kegiatan ini diharapkan sebagai penyadaran prilaku hidup bersih dan sehat
dengan menghindari serta mencegah penyebaran dan penularan HIV/AIDS dan
narkoba, khususnya pada kalangan kelompok umur remaja. "Kami sangat
mendukung adanya kegiatan ini, agar Jakarta
terbebas dari HIV/AIDS," katanya di acara peluncuran "Jakarta
Stop AIDS" di ruang serbaguna Pemkot Jakarta Pusat.
JAKARTA, KOMPAS.com - PT Unilever Indonesia melalui payung program Yayasan
Unilever Indonesia hari ini (18/6) meluncurkan program 'Jakarta Stop AIDS'
dan memilih duta bagi program tersebut yang terdiri dari ratusan
siswa-siswi SMA dan SMP di Jakarta Pusat.
Bekerjasama dengan Yayasan Cinta Anak Bangsa (YCAB) dan Pemerintah Kota
Jakarta Pusat, peluncuran program tersebut digelar Kamis (18/6) di kantor
walikota Jakarta Pusat. Manajer Program Pendidikan Kesehatan Publik Yayasan
Unilever Indonesia, dr Leo Indarwahono, menuturkan bahwa 'Jakarta Stop
AIDS' merupakan pilot project yayasan tersebut di Jakarta, khususnya
terkait pencegahan HIV/AIDS di kalangan remaja usia sekolah.
18. PMTCT minimalkan penularan HIV/AIDS pada janin
Waspada Online, 18 Juni 2009
Dua bayi
berhasil diselamatkan
DAVID SWAYANA
MEDAN - Program Preventif Mother to Child Transmision (PMTCT) efektif
meminimalkan penularan Human Immunodeficiency Virus/Aquired Immuno
Deficiency Syndrome (HIV/AIDS) dari ibu kepada janin yang dikandungnya.
Terbukti, pada tahun 2007 ada dua bayi yang dilahirkan oleh wanita pengidap
HIV/AIDS berhasil diselamatkan dan tidak tertular virus dari penyakit
mematikan tersebut.
"Kedua ibunya HIV positif dan mengikuti PMTCT pada 2007. Hasilnya, ketika
usia bayi sudah 24 bulan, hasil tes antigennya menunjukkan negatif
HIV," kata Kadis Kesehatan Sumut dr. Candra Syafei, SpOG melalui
Pelaksana Kasubdin Penanggulangan Penyakit dan Penyehatan Lingkungan
(P2PL), Suhartini, tadi malam.
MEDAN - SPKs (Sumatera Peduli Kesehatan) siap
menampung orang dengan HIV/AIDS (ODHA) di Sumatera Utara, khususnya bagi
mereka yang berdomisili di KotaMedan.
"Kita siap menampung para pasien HIV/AIDS yang ada di Kota Medan
maupun di seluruh Sumatera Utara," kata direktur SPKs, Hendra, kepada
Waspada Online, tadi pagi.
Menurut Hendra, SPKs adalah sebuah lembaga yang bergerak di bidang
kesehatan, khususnya HIV/AIDS sejak 9 Pebruari 2007 dibawah Pembina, Rahmad
Kurniawan.
MEDAN - Untuk
membuat pengidap HIV/AIDS dapat bertahan dan tidak mengalami gangguan
kesehatan, setiap ODHA akan diberikan cairan Metadon untuk mengantisipasi
kemungkinan tersebut.
Menurut, Mardohar Tambunan, dari Dinas Penanggulangan HIV/AIDS Dinas
Kesehatan Sumut kepada Waspada Online, tadi siang, mengatakan, metadon adalah
obat yang merupakan oploid sintetik yang dapat digunakan bagi pasien ODHA
yang ketergantungan narkoba.
LUWUK - Untuk menyebarluaskan informasi tentang infeksi menular seksual
(IMS) dan Human Immunodeficiency Virus/Acquired Immune Deficiency Syndrome
(HIV/AIDS) di kalangan siswa sekolah, Dinas Kesehatan Banggai bersama
sejumlah petugas di puskesmas menggelar penyuluhan di Sekolah Menengah
Kejuruan (SMK) Kecamaan Toili dan Sekolah Menengah Atas (SMA) di Bunta.
Kegiatan ini disambut antusias ratusan siswa di daerah itu. Walaupun
berlangsung singkat, tetapi peserta antusias mengajukan pertanyaan terkait
penyakit mematikan ini.
Sedang 1 lagi warga Seluma meninggal di RS Cipto Mangunkusumo,'' ujar
Sekretaris Komisi Penanganan HIV/AIDS (KPA), Arna Maretta,SH,M.Si pada BE
kemarin.
Sementara 3 penderita HIV AIDS yang baru terdeteksi, beberapa hari ini
masuk dan dirawat di RSUD M Yunus. Ketiganya warga kota Bengkulu dan usianya sudah tergolong
dewasa. ''Baik tiga orang yang mati dan 3 orang yang baru masuk rumah sakit
semuanya terinfeksi karena menggunakan narkoba dan melakukan seks bebas.
Biasanya pemakai narkoba cenderung melakukan free seks,'' tegasnya.
PALANGKARAYA, RABU - Wakil Gubernur Provinsi Kalteng, H Achmad Diran
mengingatkan remaja agar tidak terlibat narkoba dan seks bebas. Pasalnya
hal itu sangat rentan penularan penyakit, termasuk HIV/AIDS yang mematikan.
Dia juga meminta orangtua mengawasi pergaulan anak mereka agar tidak
terjerumus. "Pergaulan dapat dihindari asal diawasi orangtua dan
lingkungan," jelas dia, Rabu (27/6).
24. Serem... 1.700 Pelajar Bandung Terjangkit HIV-AIDS
Tempo Interaktif, 17 Juni
2009
TEMPO Interaktif, Bandung: Jumlah pengidap
HIV-AIDS di Kota Bandung
berada di posisi teratas se-Jawa Barat. Hingga April 2009, menurut Kepala
Seksi Pencegahan dan Pemberantasan Penyakit Menular Dinas Kesehatan Kota
Bandung Fetty Sugiharti, tercatat ada 1.744 orang. Sebagian besar berusia
produktif dan berstatus sebagai pelajar.
Dari 1744 kasus itu, 885 orang diketahui mengidap HIV dan 859 orang adalah
penderita AIDS. Sebanyak 3,2 persen berasal dari kalangan siswa berusia
15-19 tahun. ”Paling banyak 62 persen berumur 20-25 tahun,”
kata Fetty dalam sebuah workshop HIV-AIDS di Bandung, Rabu (17/6).
MERAUKE- Untuk mengembangkan kreatif bagi para siswa dalam menyajikan
penulisan atau informasi di sekolah lewat media Komunikasi Informasi dan
Edukasi (KIA) atau sebelumnya dikenal dengan majalah dinding menyangkut
kasus HIV-AIDS atau permasalahan yang ada di sekitarnya, sekitar 40 siswa
dari 13 SMA/SMK se-Kota Merauke mengikuti pelatihan Komunikasi Informasi
dan Edukasi (KIA) Selasa (16/6), kemarin.
Ketua Panitia Penyelenggara, Daniel Taraneno, S.Pd yang juga Koordinator
Kelompok Pemerhati AIDS Sekolah (Kompas) SMA John 23, menengaskan, kegiatan
yang dilakukan ini bertujuan untuk menanamkan secara dini rasa tanggung
jawab kepada para siswa untuk mengendalikan penyebaran HIV-AIDS di
Kabupaten Merauke.
JAKARTA | SURYA Online - Jumlah kasus HIV dan
AIDS di Indonesia berdasarkan laporan Ditjen Pengendalian Penyakit dan
Pengendalian Lingkungan Departemen KesehatanRI terus meningkat.
Kepala Humas PMI Jakarta Timur dan Project Manajer HIV dan AIDS, Eki Komala
Sari, di Jakarta, Selasa (16/6) mengatakan, jumlah kasus HIV dan AIDS
tersebut setiap tahunnya semakin meningkat karena banyak masyarakat yang
tertular dan baru mengetahui berpenyakit HIV dan AIDS.
MANADO—Penetapan
Ranperda yang sudah selesai dibahas menjadi bagian di Rapat Paripurna DPRD
Sulut. Ini merupakan bagian lain dari agenda utama pengesahan pembahasan
LKPJ APBD 2008 yang akan dihadiri Gubernur SH Sarundajang. Namun khusus
Ranperda HIV/AIDS belum dapat disahkan pada rapat paripurna ini, karena
belum juga tuntas. ”Untuk Ranperda yang sudah selesai akan
diparipurnakan bersama. Tapi khusus Ranperda HIV AIDS belum,” aku
Koordinator Pansus, Arthur Kotambunan.
28. Walikota Ajukan Ranperda Penanggulangan HIV/AIDS ke
DPRD Tanjungbalai
Harian Sinar Indonesia Baru, 16 Juni
2009
Tanjungbalai
(SIB)
Sembilan rancangan peraturan daerah (Ranperda) salah satunya tentang
penanggulangan dan pencegahan penyakit HIV/AIDS, diajukan Walikota
Tanjungbalai dr Sutrisno Hadi SpOg ke DPRD setempat untuk di bahas
dijadikan peraturan daerah.
Ke-9 Ranperda itu, yakni tentang pokok-pokok pengelolaan keuangan daerah,
Ranperda tentang pencegahan dan penanggulangan penyakit HIV/AIDS, Ranperda
tentang pembangunan jangka panjang, Ranperda tentang penyedotan kakus/MCK,
Ranperda tentang pengelolaan tentang pinjaman dana bagi Koperasi, Usaha
kecil dan menengah. Ranperda tentang retribusi izin usaha pengelolaan
sarang walet, ranperda tentang retribusi pos terminal, ranperda tentang
pengelolaan PDAM Tirta Kualo dan ranperda tentang retribusi persampahan.
Divonis terjangkit HIV/AIDS, membuat Amin alias Feng Khuat frustasi.
Pedagang kain Sukaramai itu nekad mengahiri hidup dengan cara membakar
diri.
Ayah dua anak itu meregang nyawa di dalam kamar tidur lantai dua rumahnya
Jalan Keruing Nomor 2P Lingkungan VIII Sekip Medan Petisah. Hampir sekujur
tubuhnya melepuh.
Aksi nekat lelaki malang
49 tahun ini diketahui pertama kali oleh Lamsiar (42) perawat pribadinya,
Senin (15/6) sekira pukul 08.00 WIB. Lamsiar kemudian melaporkan kejadian
itu ke Polsekta Medan Baru.
Diduga karena depresi akibatkan penyakit HIV/AIDS yang diidapnya, SL (30)
mengakhiri hidupnya dengan cara gantung diri di pintu kamar jenazah Lembaga
Pemasyarakatan (LP) Narkotika Cipinang, Jakarta Timur, Senin (15/6) petang.
Informasi dihimpun, narapidana yang tengah menjalani hukuman 1 tahun 3
bulan itu gantung diri menggunakan kain sprei yang dililit-lilit menjadi
tali gantungan.
Jumlah kasus HIV dan AIDS di Indonesia, berdasarkan laporan Ditjen
Pengendalian Penyakit dan Pengendalian Lingkungan Departemen KesehatanRI,
terus meningkat. Bergonta-ganti pasangan seksual merupakan bentuk transmisi
HIV tertinggi.
Kepala Humas PMI Jakarta Timur dan Project Manajer HIV dan AIDS, Eki Komala
Sari, mengatakan pada Selasa (16/6), jumlah kasus HIV dan AIDS setiap tahun
semakin meningkat karena banyak masyarakat yang tertular dan baru
mengetahui berpenyakit HIV dan AIDS.
TARAKAN - Guna menanggulangi penyebaran HIV/ AIDS, Palang Merah Indonesia
(PMI) Tarakan membuat hotline HIV/AIDS. Dengan hotline ini masyarakat dapat
mengetahui semua informasi mengenai HIV/AIDS.
Untuk mengetahui informasi ini masyarakat cukup mengirim SMS ke 3525. Cara
mengirim SMS ketik: Keyword kirim ke 3525. Contoh ketik PMITRKHIV1 kirim ke
3525. Nantinya akan keluar pertanyaan dan jawaban apakah virus HIV?
JAKARTA- Jumlah kasus HIV dan AIDS di Indonesia berdasarkan laporan Ditjen
Pengendalian Penyakit dan Pengendalian Lingkungan Departemen KesehatanRI
terus meningkat.
Kepala Humas PMI Jakarta Timur dan Project Manajer HIV dan AIDS, Eki Komala
Sari, di Jakarta, Selasa (16/6) mengatakan, jumlah kasus HIV dan AIDS tersebut
setiap tahunnya semakin meningkat karena banyak masyarakat yang tertular
dan baru mengetahui berpenyakit HIV dan AIDS.
Jakarta,
CyberNews. Jumlah kasus HIV dan AIDS di Indonesia berdasarkan laporan
Ditjen Pengendalian Penyakit dan Pengendalian Lingkungan Departemen KesehatanRI
terus meningkat. Kepala Humas PMI Jakarta Timur dan Project Manajer HIV dan
AIDS, Eki Komala Sari, di Jakarta, Selasa (16/6) mengatakan, jumlah kasus
HIV dan AIDS tersebut setiap tahunnya semakin meningkat karena banyak
masyarakat yang tertular dan baru mengetahui berpenyakit HIV dan AIDS.
Menurut Eki, dalam triwulan Januari hingga Maret 2009 dilaporkan tambahan
kasus AIDS mencapai 854 kasus dan pengidap infeksi HIV mencapai 114,
sehingga sampai saat ini total penambahan selama triwulan pertama 2009
mencapai 968 kasus.
KAYUAGUNG(SI) – Hingga Juni 2009,empat warga Kabupaten OKI positif
terinfeksi virus HIV/AIDS. Dinas Kesehatan diminta melakukan sosialisasi
intensif terkait bahaya penyakit tersebut.
“Masalah HIV/AIDS ini perlu dicermati bersama agar tidak menular ke
banyak orang,” kata Asisten III Sekretariat Daerah (Setda) Kabupaten
OKI Ismail Faisol di sela-sela acara sosialisasi pencegahan HIV/ AIDS dan
pelayanan VCT/IMS di Aula Kelurahan Cinta Raja,Kecamatan Kota
Kayuagung,kemarin.
MEDAN - Seseorang
yang menghisap rokok merupakan awal dari penggunaan narkoba. Pasca
penggunaan narkoba tersebut akan berlanjut kepada bencana lain yakni
rentannya tubuh terinfeksi virus HIV/AIDS.
Demikian dikatakan ketua konseling pelayanan Posyansus HIV/AIDS RSUP H Adam
Malik Rahmad Kurniawan, kepada Waspada Online, tadi pagi. Rahmad
mengatakan, kecanduan narkoba di mulai dari merokok, kemudian generasi muda
mulai mencoba berganja dan yang paling parah sabu-sabu.
Liputan6.com, Medan: Seorang lelaki di Medan, Sumatera
Utara, tewas bakar diri. Diduga lelaki paruh baya itu bunuh diri karena
putus asa terinfeksi Acquired Immune Deficiency Syndrome (AIDS) dan
ditinggalkan keluarganya. Polisi berkesimpulan kasus ini murni bunuh diri.
Lelaki ini didiagnosa menderita HIV/AIDS sejak tahun 2004. Istri dan kedua
anaknya entah mengapa justru meninggalkannya. Padahal, penderita HIV/AIDS
amat membutuhkan dukungan orang-orang tercinta untuk terus
bertahan.(UPI/VIN)
TANGERANG - SURYA — Sebanyak 1.000 orang dari segala usia di
Kabupaten Tangerang, Banten, terbukti positif terinfeksi virus mematikan
HIV/AIDS.
“Tahun ini, sebanyak 800 orang terbukti positif terinfeksi HIV dan
200 orang AIDS, mereka tersebar di beberapa kecamatan,” ucap Kepala
Bidang Pemberantasan Pencegahan Penyakit dan Penyehatan Lingkungan (P2PL)
Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Tangerang dr Yully Soenar Dewanti di
Tangerang, Minggu (14/6).
39. Tahun ini, 1.000 Orang Terinfeksi HIV/AIDS di
Tangerang
Tribun Kaltim, 15 Juni 2009
TANGERANG - Sebanyak 1.000 orang dari segala usia di Kabupaten Tangerang,
Banten, terbukti positif terinfeksi virus mematikan HIV/AIDS.
"Tahun ini sebanyak 800 orang terbukti positif terinfeksi HIV dan 200
orang AIDS, mereka tersebar di beberapa kecamatan," ucap Kepala Bidang
Pemberantasan Pencegahan Penyakit dan Penyehatan Lingkungan (P2PL) Dinas
Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Tangerang, dr Yully Soenar Dewanti, di
Tangerang, Minggu (14/6).
40. Haaah... 1.000 Orang Terinfeksi HIV/AIDS di Tangerang
Kompas.Com, 15 Juni 2009
TANGERANG, KOMPAS.com — Sebanyak 1.000 orang dari segala usia di
Kabupaten Tangerang, Banten, terbukti positif terinfeksi virus mematikan
HIV/AIDS.
"Tahun ini, sebanyak 800 orang terbukti positif terinfeksi HIV dan 200
orang AIDS, mereka tersebar di beberapa kecamatan," ucap Kepala Bidang
Pemberantasan Pencegahan Penyakit dan Penyehatan Lingkungan (P2PL) Dinas
Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Tangerang dr Yully Soenar Dewanti di Tangerang,
Minggu (14/6).
KENDARI-- Penyebaran virus HIV/AIDS tidak hanya mengancam kelompok dengan
perilaku seks yang tidak aman, tetapi juga telah mengancam kalangan ibu
rumah tangga yang suaminya telah terjangkit virus mematikan itu.
Direktur Lembaga Advokasi HIV/AIDS (LAHA) Sultra, Naharuddin di Kendari,
Senin menyebutkan, kasus terbaru yang ditemukan sepanjang April-Juni 2009
ini sebanyak lima kasus, di antaranya satu kasus merupakan ibu rumah
tangga, sedangkan empat kasus lainnya dari kalangan pekerja migran, pelaut,
dan pekerja seks.
Ia mengatakan, pengidap HIV/AIDS di Sultra saat ini telah berjumlah sekitar
97 orang, di antaranya sekitar 59 orang merupakan kaum pria dan 38 orang
lainnya dari kaum wanita.
Kendari, CyberNews. Penyebaran virus HIV/AIDS tidak hanya mengancam kelompok
dengan perilaku seks yang tidak aman, tetapi juga telah mengancam kalangan
ibu rumah tangga yang suaminya telah terjangkit virus mematikan itu.
Direktur Lembaga Advokasi HIV/AIDS (LAHA) Sulawesi Tenggara, Naharuddin di
Kendari, Senin (15/6) menyebutkan, kasus terbaru yang ditemukan sepanjang
April-Juni 2009 ini sebanyak lima kasus, di antaranya satu kasus merupakan
ibu rumah tangga, sedangkan empat kasus lainnya dari kalangan pekerja
migran, pelaut, dan pekerja seks.
Ia mengatakan, pengidap HIV/AIDS di Sultra saat ini telah berjumlah sekitar
97 orang, di antaranya sekitar 59 orang merupakan kaum pria dan 38 orang
lainnya dari kaum wanita. Menurut Naharuddidn, kendati jumlah wanita dari
kalangan ibu rumah tangga yang terjangkit terbilang kecil, tetapi hal ini
tetap menjadi sinyal buruk ke depannya.
MEDAN, SENIN - Seng Khuat, warga Jalan Meranti, Medan, Sumatra Utara
(Sumut), bunuh diri, Senin (15/6), akibat stres karena mengidap penyakit
HIV/AIDS setahun terakhir.
Korban tewas kehabisan napas setelah membakar seluruh isi kamarnya. Seng
Khuat sebelumnya juga pernah mencoba bunuh diri karena penyakitnya yang
tidak kunjung sembuh, namun aksinya gagal.
WAMENA -Penyebaran kasus HIV-AIDS di Kabupaten Jayawijaya cukup
memprihatinkan. Hingga pertengahan Juni 2009 ini jumlahnya mencapai 405
kasus. Ketua Harian II KPA Jayawijaya, Gaad P Tabuni, SP mengatakan,
penyebaran virus tersebut sangat cepat sehingga semua pihak harus memerangi
penyakit yang belum ada obatnya itu.
Gaad P Tabuni, SP yang juga Asisten II Setda Jayawijaya minta agar semua
pihak memikirkan bagaimana mengatasi hal itu. Dikatakan, banyaknya tempat
hiburan yang sudah tutup adalah dampak positif dari diterapkannya Peraturan
Daerah (Perda) larangan Miras di Jayawijaya, namun ternyata tidak terlalu
berpengaruh karena yang masuk ke dalam tempat hiburan tersebut adalah orang
yang mempunyai uang.
AL JOUF - Karena diketahui terkena penyakit menular dari virus HIV. Seorang
TKW asal Indonesia
yang identitasnya dirahasiakan ditahan pemerintah Arab Saudi, guna
menghindari kemungkinan penyebaran penyakit global tersebut lebih luas di
Arab Saudi.
Salah seorang sumber memberitahukan bahwa wanita, yang diduga datang dari Indonesia
sejak dua bulan lalu, tersebut teridentifikasi mengidap AIDS di Rumah Sakit
Umum Al Qurayat. Pihak RSU tersebut mengetahuinya, ketika wanita dari Indonesia
tersebut mengikuti pemeriksaan rutin.
YOGYAKARTA,(PRLM).- Pelaporan kasus AIDS di
dalam negeri terlalu sedikit jumlahnya. Padahal United Nations Programme on
HIV and AIDS (UNAIDS) mencatat terjadi lonjakan kasus HIV/AIDS. Lembaga
dunia penanggulangan HIV/AIDS merilis 19 kali lipat jumlah kasus penyakit
lenyapnya daya immun atau ketahanan tubuh selama 2008.
Komisi Penanggulangan AIDS Nasional (KPA) mencatat hanya sebanyak 17.998
orang/kasus HIV/AIDS di Indonesia per Maret 2008. Jauh lebih kecil
dibanding catatan UNAIDS sebanyak 270.000 kasus HIV/AIDS.
"Maknanya, jumlah kasus HIV/AIDS terdapat lebih dari 19 kali lipatnya
kasus yang tercatat dan terlaporkan di tingkat nasional," kata Manajer
Asri Medical Centre (AMC) Dr. Agus Widiatmoko,SpPD.
Aksi Damai "Pemakai NAPZA bukan Kriminal" Depan Pintu Gerbang DPR/MPR RI Jakarta, 25 Juni 2009
Latar Belakang
Saat
ini pembahasan RUU Narkotika yang akan mengganti UU Narkotika 22 tahun
1997-yang sekarang masih berlaku sudah sampai tingkat tahapan
pembahasan di Panja RUU Narkotika. Ini adalah salah satu momentum bagi
para korban NAPZA, yaitu korban dari kebijakan Negara dan juga korban
pasar gelap NAPZA untuk mengusulkan aspirasi yang sesuai dengan
kebutuhan para korban napza khususnya dan masyarakat umumnya. Namun
sayangnya RUU Narkotika yang sedang digodok tersebut belum memisahkan
antara pengedar dan pemakai, yang artinya bahwa kriminalisasi terhadap
pemakai NAPZA akan tetap dipertahankan, bahkan lebih diperburuk dengan
adanya kriminalisasi terhadap orang tua pecandu dan saksi yang tidak
lapor adanya tindak pidana narkotika.
Musik, selain sebagai
wadah untuk mengekspresikan kondisi-kondisi bathin, keadaan sosial, dan
luluh lantaknya kemanusiaan ternyata juga menemukan hambatan yang
bersumber dari kebijakan Narkotika. Banyak diantara korban NAPZA
ternyata memilih hidup dengan musik sebagai sarana untuk berkomunikasi.
Dan musik sudah banyak mempengaruhi baik sudut pandang maupun jiwa
orang banyak menuju suatu kedamaian. Kedamaian dalam bermasyarakat.
Namun kehidupan bermusik sudah lama tersusupi oleh pasar gelap
narkotika, dan para pemusik dipelihara untuk menjadi konsumen dan
Negara justru malah mengkriminalkan konsumennya. Narkotika disatu sisi
menyenangkan dan sisi lain menyakitkan dan lebih menyakitkan lagi
karena ancaman penjara dan dipenjara baik di masyarakat maupun di Lapas
bagi para konsumen. Sehingga, ditengah hidup yang diteror dan karena
dipenjara, akhirnya para musisi terhadang untuk berkreatifitas.
Karena
itu, korban NAPZA perlu memberitahukan apa yang dialami dan beri
pandangan-pandangan sebagai solusi dari persoalan narkotika kepada
wakil rakyat yang sedang membahas RUU Narkotika.
Oleh karena
itu kami akan mengutarakan rasa dan pandangan dari korban NAPZA tentang
masalah yang dihadapi terkait UU Narkotika, memberikan usulan secara
kongkret dan tertulis tentang RUU Narkotika kepada Panja Narkotika DPR
RI, menekan dan memberitahukan kepada para anggota DPR bahwa para
korban NAPZA juga bisa bersuara lantang menentang penindasan dan
menciptakan perdamaian
Dengan cara orasi dengan musik dan audensi dengan Panja Narkotika
Penanggung Jawab
Herru Pribadi (0813 101 65 801)
Peserta Aksi : Forkon,
Rockin Ruby, Cesplenk, SMS, Lentera13, Stock Danger, Respito, Sativa,
40%, MUST, Sanggar DPR, Gas Oil dan beberapa teman lain dari beberapa
komunitas
Dengan ini kami mengundang teman-teman untuk berpartisipasi bersama didalam aksi damai
note : memakai kaos hitam
Salam, Adithya Faisal W Blog : www.myspace.com/redribbonmelodic2005 www.stigma-foundation.blogspot.com www.redribbonmelodic.blogspot.com ~DRUGS KILL...BUT IT'S NOT NECESSARY WE KILL BECAUSE OF DRUGS~
Kumpulan Berita Media Massa HIV-AIDS dan Narkoba
Dari Tanggal: 8 June 2009 Sampai Tanggal: 15 June 2009
1. DANA BERGULIR: KDS Dapat
Rp30 Juta dari KPA Nasional
Lampung Post, 12
Juni 2009
BANDAR LAMPUNG (Lampost): Dua kelompok dukungan sebaya (KDS) di Lampung
mendapat pinjaman modal dari Komisi Penanggulangan AIDS (KPA) Nasional.
Masing-masing kelompok mendapat pinjaman sebesar Rp15 juta. KDS yang
mendapat bantuan adalah Community Care dan Paradise Support.
KDS adalah kelompok yang beranggotakan orang dengan HIV dan AIDS (ODHA) dan
orang hidup dengan HIV dan AIDS (ohidha).
JOMBANG - Perkembangan HIV/AIDS di Jombang cukup mengkhawatirkan.
Bayangkan, dalam empat bulan terakhir ini sudah terdapat 17 orang yang
positif mengidap penyakit mematikan tersebut. Ke-17 orang itu tersebar di
Kabupaten Jombang. Untuk mengantisipasi virus itu JCC (Jombang Care Centre)
terus melakukan pemantauan.
Kepastian itu dilontarkan Fatonah (25), aktivis JCC. Menurut alumni
Universitas Darul Ulum ini, dalam empat bulan terakhir, lembaganya sudah
mengantongi 17 orang yang positif mengidap HIV/AIDS. Selanjutnya, seluruh
nama tersebut mendapatkan pemantauan secara ketat.
3. Diperkirakan 40 ribu anak Indonesia
korban seksual
Waspada Online, 12
Juni 2009
MEDAN - Diperkirakan 40 ribu hingga 70 ribu anak Indonesia telah menjadi
korban eksploitasi seksual komersil anak (ESKA), yang sebagian besar
dipaksa melalui perdagangan seks dan terbanyak di Bali.
"Data UNICEF menyebutkan pada tahun 1998 di Indonesia, sekitar 30
persen pelaku kegiatan prostitusi adalah anak berusia di bawah 18 tahun dan
ada yang umur 10 tahun," kata Direktur Pemberdayaan Masyarakat
Departemen Kebudayaan dan Pariwisata, Bakri, di Medan, tadi pagi.
Dia berbicara pada "Sosialisasi Kampanye Pencegahan ESKA di Lingkungan
Pariwisata" yang dihadiri berbagai kalangan. Menurut data, katanya,
kasus ESKA terbanyak di Bali, Batam, dan
Nusa Tenggara Barat.
"Medan
juga tergolong banyak di mana praktik ESKA pada umumnya berlangsung di
pusat-pusat prostitusi dan usaha pariwisata," katanya.
Medan ( Berita ) : Diperkirakan 40 ribu hingga 70 ribu anak Indonesia telah
menjadi korban eksploitasi seksual komersil anak (ESKA), yang sebagian
besar dipaksa melalui perdagangan seks dan terbanyak di Bali.
“Data UNICEF menyebutkan pada tahun 1998 di Indonesia, sekitar 30
persen pelaku kegiatan prostitusi adalah anak berusia di bawah 18 tahun dan
ada yang umur 10 tahun,” kata Direktur Pemberdayaan Masyarakat
Departemen Kebudayaan dan Pariwisata, Bakri, di Medan, Kamis [11/06] .
BANDA ACEH - Seorang bayi berusia dua tahun di Aceh dinyatakan positif
mengidap HIV dan kini telah menjalani terapi antiretroviral (ARV).
"Bayi ini merupakan pengidap HIV berusia paling muda yang menjalani
terapi ARV di Aceh," kata Muhammad Rizal, Koordinator Jaringan Orang
Terinfeksi HIV Indonesia (JOTHI) Provinsi Aceh di Banda Aceh, tadi sore.
Rizal mengatakan, bayi tersebut tertular dari ibunya. Sedangkan awalnya
sang ibu sendiri tidak mengetahui bahwa dirinya telah mengidap virus yang
belum ditemukan obatnya itu.
BANDA ACEH -- Seorang bayi berusia dua tahun di Aceh dinyatakan positif
mengidap HIV dan kini telah menjalani terapi antiretroviral (ARV).
"Bayi ini merupakan pengidap HIV berusia paling muda yang menjalani
terapi ARV di Aceh," kata Muhammad Rizal, Koordinator Jaringan Orang
Terinfeksi HIV Indonesia (JOTHI) Provinsi Aceh di Banda Aceh, Jumat.
Banda Aceh ( Berita ) : Seorang bayi berusia dua tahun di Aceh dinyatakan
positif mengidap HIV dan kini telah menjalani terapi antiretroviral (ARV).
“Bayi ini merupakan pengidap HIV berusia paling muda yang menjalani
terapi ARV di Aceh,” kata Muhammad Rizal, Koordinator Jaringan Orang
Terinfeksi HIV Indonesia (JOTHI) Provinsi Aceh di Banda Aceh, Jumat [12/06]
.
8. Dinkes Sumut rencanakan PTRM masuk
rutan Tanjung Gusta
Waspada Online, 11
Juni 2009
DAVID
SWAYANA
MEDAN - Dinas Kesehatan Sumatera Utara berencana
memasukkan Program Terapi Rumatan Methadone (PTRM) ke Rumah Tahanan (Rutan)
Tanjung Gusta, Medan.
Gagasan ini muncul setelah 50 tahanan mengalami sakau (gejala putus zat)
akibat terhentinya PTRM dari RSUP H. Adam Malik.
"Kita masih menunggu surat
dari Kepala Rutan agar PTRM ini bisa masuk ke Rutan," kata Kadis
Kesehatan Sumut, Candra Syafei, melalui Manager Program Global Fund Dinas
Kesehatan Sumut Andi Ilham Lubis, tadi malam.
Menurut Andi, beberapa hari lalu Dinas Kesehatan Sumut berkunjung ke Rutan
Tanjung Gusta dan melakukan pertemuan guna mencari solusi bagi permasalahan
PTRM.
9. Penderita HIV/AIDS Di Bali Semakin Mengkhawatirkan
Harian Berita Sore, 11
Juni 2009
Denpasar ( Berita ) : Penularan virus HIV/AIDS di Bali kini dalam kondisi
yang semakin mengkhawatirkan, karena penderita hilangnya kekebalan tubuh
itu menunjukkan kecenderungan meningkat.
“Pasien yang dirawat di Klinik VCT RSUP Sanglah tercatat 4.000 orang,
966 orang, diantaranya positif tertular virus HIV/AIDS selama periode
2004-April 2009,” kata Kepala Seksi Pelayanan Medis Rawat Khusus RSUP
Sanglah, dokter Ida Ayu Miswarihati di Denpasar Rabu [10/06]
MEDAN - Berdasarkan data yang diperoleh, tadi malam, di Klinik VCT -
Pusyansus (Voluntary Conseling and Testing - Pusat Pelayanan Khusus) RSUP
H. Adam Malik, jumlah pasien yang dirawat di rumah sakit itu, sebanyak 431
orang dengan pasien baru 30 orang.
Koordinator VCT-Pusyansus RSUP HAM Medan Rahmat Nur Kurniawan didampingi
Kassubag Humas Sairi M Saragih mengatakan, pasien yang dirawat merupakan
pasien umum, pengguna kartu Askes dan Jamkesmas. Pasien umum sebanyak 309
dengan perincian pasien lama berjumlah 288 orang dan baru 21 orang,
pengguna kartu Askes sebanyak 12 orang dengan perincian pasien lama 11
orang dan baru 1 orang serta pengguna kartu Jamkesmas sebanyak 110 orang
dengan perincian pasien lama sebanyak 102 orang dan baru 8 orang.
BANYUMAS, C. Java: The number of people with HIV/AIDS in Banyumas regency
was the second highest in the province after Semarang, the regency AIDS committee
secretary Sudjatmiko said Tuesday.
Sudjatmiko said, as of May this year, the regency, which has a population
of 1.6 million, had 323 people with HIV/AIDS - 253 HIV- and 70
AIDS-positive - excluding 36 people who had already died.
12. Malnutrition worsens in children
with HIV/AIDS
the Jakarta
Post Online, 09 Juni 2009
Yemris
Fointuna, The Jakarta Post , Kupang | Tue,
06/09/2009 10:47 AM
The health of seven children with HIV/AIDS at shelters in East Nusa
Tenggara is jeopardized by weak immune systems and malnutrition, an
executive said Monday.
The provincial HIV/AIDS commission secretary Husein Pancratius said the
children, all aged under 5 years old, were susceptible to catching other
diseases such as diarrhea and tuberculosis, due to their weak health
conditions.
"Malnourished children have low immune systems so they contract other
diseases easily. The children are currently at malnutrition rehabilitation
centers," Pancratious said.
13. Dukungan Hukum dan HAM dalam
Penanggulangan HIV
Pos Kupang, 09
Juni 2009
Oleh
Simplexius Asa, Staf pengajar FH Undana
TEPAT pada tanggal 3-6 Mei 2009, di sebuah gedung megah persis di depan
Musei Vaticani-Kota Roma, tempat berkantornya The International Development
Law Organisation (IDLO), berlangsung The International Expert Meeting on
Strengthened and Expanded Legal Services for People Living with HIV and
Vulnerable Groups.
Forum yang diselenggarakan dalam joint cooperation antara IDLO, UNDP dan
UNAIDS, dirancang untuk memfokuskan diskusi dan pembahasan tentang
pemberian layanan bantuan hukum kepada orang yang terinfeksi HIV dan
kelompok-kelompok kunci, yang dahulu disebut secara stigmatize sebagai
kelompok rentan terhadap penularan virus HIV.
Dalam term of reference yang dikirim kepada para peserta diterangkan:
"Too often people living with HIV and experiencing related legal
problems do not know where to get informed, affordable, non-judgmental
advice. Lawyers are often ignorant of HIV basics, judgmental about sexual
or drug-taking behaviour or unaware of important developments of laws and
policies, judicial decisions, public policy arguments, which could assist
their clients."
14. Butuh Perhatian Lebih dalam
Menanggulangi HIV/AIDS
Pos Kupang, 09
Juni 2009
PEMBERITAAN media ini mengenai tiga orang bayi usia di bawah lima tahun (balita)
di Kabupaten Manggarai positif mengidap HIV/AIDS dan dirawat tim medis
Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Ruteng, menarik perhatian kita.
Menarik karena penyakit yang disebabkan oleh virus yang menyerang sistem
kekebalan tubuh ini menyerang tiga orang balita yang tidak berdosa. Tentu
ketiga bayi ini terkena virus mematikan itu dari orangtua mereka. Selama
ini, warta media kebanyakan tentang orang dewasa yang positif terkena
HIV/AIDS.
Darimana virus menakutkan itu? Ilmu kesehatan bisa menjawabnya. Tetapi
sebenarnya, pemicu utama masuknya virus tersebut ke dalam tubuh manusia
berawal dari perilaku. Ketidakmampuan pengendalian diri mengakibatkan orang
berperilaku seks bebas.
MEDAN -
Mengecekan kesehatan bebas penyakit HIV/AIDS sebagai syarat menikah perlu
didukung dan disambut baik, karena pemikiran tersebut cukup cemerlang dalam
upaya menyelamatkan kehidupan masyarakat dari penyakit yang menakutkan itu.
Hal tersebut ditegaskan Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI) Sumatera
Utara, Abdullah Syah, di Medan, tadi siang, ketika diminta pendapatnya
mengenai cek penyakit HIV/AIDS sebagai syarat nikah tersebut.
Wacana tentang pengecekan HIV/AIDS itu pertama kali dilontarkan pejabat di
Pemprov Bengkulu, tujuannya untuk menyelamatkan warga agar keturunannya
nanti tidak tertular dari penyakit berbahaya akibat menurunnya kekebalan
tubuh itu.
Abdullah Syah, yang juga Guru Besar IAIN Sumut, menyatakan program yang
dibuat Pemprov Bengkulu dinilai sangat bagus dan perlu diikuti provinsi
lain.
16. Selama bulan Mei, Adam Malik
terima 431 pasien HIV/AIDS
Waspada Online, 09
Juni 2009 PRAWIRA
SETIABUDI
MEDAN - Selama bulan Mei 2009, unit VCT (Voluntary and Counseling Testing)
Posyansus (Pos pelayanan khusus) HIV/AIDS RSUP H Adam Malik Medan mendapat
kunjungan 431 orang pasien.
Menurut ketua konselor VCT pelayanan Posyansus HIV/AIDS RSUP H Adam Malik
Medan, Rahmad Kurniawan, diantara 431 orang tersebut, 208 merupakan pasien
lama, 28 orang pasien baru dan 1 diantaranya meninggal dunia.
"Menurut petugas korban yang meninggal merupakan seorang caleg
laki-laki berusia 40 tahun warga Medan,
yang masuk ke Adam Malik hari Sabtu, dan baru sehari dirawat dia sudah
meninggal dunia," kata Rahmad, kepada Waspada Online, malam ini.
MANADO—Berbekal
studi banding ke Batam tim Panitia Khusus (Pansus) II, kabarnya tembus ke
negara tetangga Singapura pada akhir pekan kemarin. Keberangkatan rombongan
yang sebagian besar personil DPRD Sulut itu berkaitan dengan pembahasan
rancangan peraturan daerah (Ranperda) HIV/AIDS. Informasi dari di
lingkungan Sekretariat Dewan, rombongan Pansus berangkat ke Batam melalui
Jakarta, dengan dua kloter, Kamis (04/06) dan Jumat (05/6) lalu. Untuk
memantau langsung lokalisasi pekerja seks komersil (PSK) di Batam. Ternyata
itu belum cukup, karena Sabtu (06/6), mereka menyeberang ke Singapura
dengan kapal feri.
MEDAN (Berita): Pe-nanggulangan penyebaran
HIV/AIDS di Kota Medan,
bakalan tidak akan berjalan mulus. Pasalnya, meski memiliki dana yang cukup
serta LSM peduli AIDS cukup banyak, namun koordina-si yang lemah menjadi
faktor utama terhambat-nya usaha pencegahan penyebaran HIV/AIDS.
,br /> Hal tersebut diungkapkan oleh Badurani
Lubis, seorang pegiat AIDS, kemarin. Menurut salah satu pendiri Galatea
ini, Kota Medan sudah termasuk dalam kategori lampu merah untuk usaha
penaggulangan penyebaran HIV/AIDS. ‘Jangan tanya soal dana, kita
punya banyak dan berlimpah. Lalu soal LSM? Berapa banyak LSM yang sangat
peduli dengan AIDS? Semua kita punya,’ ujarnya.
19. MUI: Cek Penyakit Aids Syarat
Nikah Perlu Didukung
Harian Berita Sore, 09
Juni 2009
Medan ( Berita
) : Mengecekan kesehatan bebas penyakit HIV/AIDS sebagai syarat menikah
perlu didukung dan disambut baik, karena pemikiran tersebut cukup cemerlang
dalam upaya menyelamatkan kehidupan masyarakat dari penyakit yang
menakutkan itu.
Hal tersebut ditegaskan Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI) Sumatera
Utara, Prof Dr. Abdullah Syah, MA di Medan, Senin [08/06] , ketika diminta
pendapatnya mengenai cek penyakit HIV/AIDS sebagai syarat nikah tersebut.
Wacana tentang pengecekan HIV/AIDS itu pertama kali dilontarkan pejabat di
Pemprov Bengkulu, tujuannya untuk menyelamatkan warga agar keturunannya
nanti tidak tertular dari penyakit berbahaya akibat menurunnya kekebalan
tubuh itu.
Berdasarkan data di Pusat Pelayanan Khusus (Pusyansus) di Klinik Caluntry
Conseling and Testing (VCT) khusus penanganan HIV/AIDS jumlah pasien yang
dirawat di Rumah Sakit Umum Pusat Haji Adam Malik (RSUP HAM) Medan selama
Mei 2009 sebanyak 431 orang.
Demikian diungkapkan Koordinator VCT-Pusyansus RSUP HAM Medan Rahmat Nur
Kurniawan, S. Psi didampingi Kassubag Humas RSUP HAM Sairi M Saragih kepada
wartawan di ruang kerjanya, Senin (8/6).
Pasien HIV/AIDS yang dirawat di rumah sakit ini kata Rahmat ada pasien
umum, pengguna kartu Askes dan Jamkesmas. Pasien umum sebanyak 309 dengan
perincian pasien lama berjumlah 288 orang dan baru 21 orang, pengguna kartu
Askes sebanyak 12 orang dengan perincian pasien lama 11 orang dan baru 1
orang serta pengguna kartu Jamkesmas sebanyak 110 orang dengan perincian
pasien lama sebanyak 102 orang dan baru 8 orang.
BENGKULU - Wacana agar tes HIV/AIDS menjadi salah satu syarat sebelum
menikah terus menggelinding. Majelis Ulama Indonesia (MUI) mengamini ide
itu. Sebelum menikah, MUI menganjurkan tes kesehatan ini dilakukan para
pasangan. Sebab, angka korban HIV/AIDS terus meningkat.
"Yang jadi masalah orang sehat menikah dengan pengidap HIV/AIDS. Ini
perlu dipertimbangkan. Kalau sudah saling mengetahui, tetapi masih ngotot
mau menikah silakan saja," kata Ketua MUI Bengkulu, KHA Daroini, tadi
pagi.
Ia mengakui masalah HIV/AIDS memang sensitif. Tetapi bila tidak segera
dicarikan solusi akan membahayakan jiwa mereka berdua dan keturunan.
Pernikahan para pengidap HIV/AIDS tidak akan dilarang sepanjang
syarat-syarat nikah terpenuhi.
MEDAN - Dokter
dan perawat yang melakukan diskriminasi terhadap pasien HIV/AIDS (Human
Immunodeficiency Virus/Acquired Immune Deficiency Syndrome), dinilai tidak
memiliki etika.
Demikian dikatakan oleh ketua Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Medan, M Nur Rasyid
kepada Waspada Online, siang ini. Menurutnya, tidak semestinya pasien ODHA
(Orang Dengan HIV/AIDS) mendapat tindakan diskriminasi dari dokter dan
perawat. Karena ODHA juga pasien yang sama dengan yang lain.
MEDAN - ODHA
(Orang Dengan HIV AIDS) memerlukan rumah rehabilitasi sendiri. Rumah yang
digunakan sebagai tempat mereka bersosialisasi dengan teman sesama ODHA.
"Dengan keberadaan fasilitas rumah tersebut, nantinya mereka para ODHA
akan merasa memiliki tempat berlindung dari stigma masyarakat luas,"
jelas direktur Centre for Health Services (CHS) Medan, Zailani, kepada Waspada Online,
tadi siang.
Rumah rehabilitasi ini, lanjutnya, juga dianggap perlu dengan tujuan, untuk
menjaga pola hidup sehat dari penderita HIV/AIDS sehingga mereka dapat
memperpanjang umur harapan hidupnya.
24. Penyebaran HIV/AIDS Mayoritas
Melalui Jarum Suntik
Pikiran Rakyat, 08
Juni 2009
CIREBON, (PRLM).- Penyebaran virus HIV/AIDS di
Kota Cirebon
mayoritas karena penggunaan jarum suntik para pemakai narkoba. Menurut data
sementara sekitar 60 persen, virus HIV/AIDS di Kota Cirebon penyebarannya
melalui penggunaan jarum suntik. Sehingga, kaum prialah yang lebih banyak
yang terinfeksi AIDS/HIV dari pada wanita.
"Data sementara yang kami perolah, penggunaan jarum suntik menjadi
faktor utama penyebaran virus HIV/AIDS di Kota Cirebon," ujar anggota
DPRD Kota Cirebon, Sri Mulyati, seusai rapat paripurna penyampaian Raperda
AIDS di Gedung DPRD Kota Cirebon, Senin (8/6).
Seorang teman -- pemandu beberapa wartawan Amerika Latin -- tak mampu
berkomentar atas pernyataan wartawan saat makan malam di salah satu kafe di
kawasan Ancol, Jakarta Utara. Wartawan itu berkata, "Saya tidak
menduga remaja Indonesia begitu bebas, melebihi negara kami...."
Sebelum berkunjung ke Indonesia mengikuti "Journalist Visit
Programme", wartawan itu membayangkan Indonesia–sebagai negara
dengan penduduk mayoritas Islam -- adalah negara yang memegang teguh
prinsip-prinsip agama, etika, dan moral. Ternyata keliru. Di Ancol, dia
menyaksikan anak-anak muda bebas melakukan apa saja di depan umum.
Teman pemandu itu tidak dapat berkata apa-apa. Ia terdiam, sunyi, dan
kehilangan kebanggaan. Ia merasa asing dan terpelanting dalam fakta yang
sangat nyata.
Dan, kita juga terpelanting atas hasil survei ini: Pada 2008, menurut
keterangan Direktur Remaja dan Perlindungan Hak-Hak Reproduksi Badan
Koordinasi Keluarga Berencana Nasional Pusat (BKKBN), M Masri Muadz,
sebanyak 63 persen remaja Indonesia usia SMP dan SMA sudah melakukan
hubungan seksual di luar nikah.
Dua ibu sambil menggendong anaknya ikut mengampanyekan bahaya AIDS bersama
aktivis dari Yayasan Pelita Ilmu di Bundaran Hotel Indonesia, Jakarta,
beberapa waktu lalu.
[JAKARTA] Gubernur DKI Jakarta Fauzi Bowo alias Foke, meminta kepada
seluruh warga Jakarta untuk tidak diskriminatif kepada penderita human
immunodeficiency virus/acquired immune deficiency syndrome (HIV/AIDS). Hal
itu disampaikan gubernur saat menghadiri pergelaran malam renungan AIDS
Nusantara 2009 di lapangan silang Monas, Jakarta Pusat, Sabtu (6/6) malam.
Semestinya, kata Fauzi, untuk kota besar seperti Jakarta, sudah tidak ada
lagi perlakuan diskriminatif bagi para penderita HIV/AIDS. Selama ini,
katanya, penderita HIV/AIDS masih sering dikucilkan yang membuat para
penderita semakin tertekan dalam melanjutkan hidupnya di masyarakat.
RUTENG, Timex - Penyakit mematikan, HIV/AIDS rupanya bisa menyerang siapa
saja. Tua, muda, pria, wanita, siapa saja bisa terjangkit. Sejak Januari
hingga Juni, empat orang telah dirawat dan tiga diantaranya adalah bayi
dibawah lima tahun. Salah satunya sudah positif mengidap AIDS.
Demikian dikatakan Direktur RSUD Ruteng, Dupe Nababan dalam rapat
koordinasi Komisi Penanggulangan AIDS Daerah (KPAD) Manggarai, Sabtu (6/6)
lalu. Hadir pada kesempatan itu, ketua KPAD Manggarai, Wakil Bupati Deno
Kamelus, unsur Muspida, wakil ketua DPRD, Yakob M Naur, instansi terkait
dan sejumlah lembaga yang konsen dengan masalah HIV/AIDS.
28. Pengin Nikah? Harus Punya Surat
Bebas HIV/AIDS
Kompas.Com, 08
Juni 2009
PADANG, KOMPAS.com — Komisi Penanggulangan HIV/AIDS Sumatera Barat
(Sumbar) menilai wacana syarat bebas HIV/AIDS untuk pasangan yang akan
nikah jangan sampai menimbulkan diskriminasi dan melanggar hak asasi
manusia.
"Kita tidak setuju bila wacana syarat nikah bebas HIV/AIDS ditetapkan
sebagai kebijakan. Tapi atas keinginan pasangan yang hendak menikah sepakat
memeriksa tak ada masalah," kata Pengelola Program Komisi
Penanggulangan HIV/AIDS, Arfen, ketika minta tanggapannya di Padang, Senin
(8/6).
Menurut dia, bila wacana syarat nikah bebas HIV/AIDS berujung menjadi
kebijakan pemerintah, berarti sudah terjadi bentuk diskriminasi terhadap
orang dengan HIV/AIDS (ODHA).
AMBON | SURYA Online - Struktur kelembagaan Komisi Penanggulangan AIDS
(KPA) Maluku di seluruh kabupaten dan kota harus diperkuat agar lebih
maksimal menjalankan upaya memerangi HIV/AIDS.
Sekretaris KPA Maluku, Syamsudin Azis, M.Kes di Ambon, Minggu (7/5),
mengatakan, “Selain memperkuat dan membentuk KPA tingkat
kabupaten/kota yang belum ada, peran aktif masyarakat melalui LSM-LSM
peduli HIV/Aids harus diberdayakan.
“Ini perlu dilakukan mengingat angka penyebaran virus HIV/AIDS di
Maluku saat ini sudah sangat tinggi dan masuk urutan ke-10 di
Indonesia,” katanya.
SAMARINDA. Disinyalir keberadaan Pekerja Seks Komersial (PSK) yang ada di
Samarinda kini berjumlah lebih dari 830 orang. Untuk itu, sepekan terakhir
Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Samarinda bersama Binamitra Poltabes
Samarinda menggelar penyuluhan di beberapa kompleks prostitusi legal yang
ada di Samarinda. Penyuluhan itu melaksanakan peraturan daerah (Perda)
penanggulangan PSK agar mencegah penyakit HIV-AIDS.
Kompleks prostitusi yang memperoleh penyuluhan itu adalah yang telah
terdaftar, seperti Bandang Raya Solong dan Bayur yang berada di Samarinda
Utara serta Loa Hui di Samarinda Seberang.
31. Riau gets Rp 12.5 billion grant
to fight and prevent infections
the Jakarta Post Online, 06
Juni 2009
Rizal
Harahap, The Jakarta Post , Pekanbaru | Sat,
06/06/2009 12:27 PM | The Archipelago
The National AIDS Commission (KPAN) has handed over Rp 12.593 billion
(US$1.2 million) in a grant from the Global Fund to the Riau provincial
administration to speed up HIV/AIDS prevention and mitigation programs.
The grant will fund all activities and programs to halt the spread of
HIV/AIDS in Riau, KPAN secretary Nafsiah Mboi said Thursday.
"The funds can be used from July 1 this year until June 31,
2011," she said after meeting with Riau Deputy Governor Raja Mambang
Mit.
Kumpulan Berita Media Massa HIV-AIDS dan Narkoba
Dari Tanggal: 1 June 2009 Sampai Tanggal: 8 June 2009
1. Mulai Takut Modif Alat
Kelamin
Manado
Post, 06 Juni 2009
PENYAKIT menular seksual (PMS), saat ini, terstigma hanyalah AIDS. Padahal,
banyak ragam penyakit seksual. Penyakit ini timbul akibat kegiatan seksual,
menyerang organ-organ seksual, serta ditularkan melalui hubungan seksual.
Di Sulut, malah penyakit kelamin ada yang timbul karena tindakan sebagian
orang yang suka memdandani alat vitalnya.
Informasi dihimpun, banyak pejabat Sulut telah mempermak alat kelaminnya.
Mulai menyuntik silikon hingga pemasangan hagel. Pemugaran alat kelamin ini
banyak dilakukan para pejabat saat berada di luar daerah. Tujuannya, agar
pasangan seks-nya mengalami kenikmatan lebih dari biasanya. Tapi tak
jarang, akibat tindakan ini ada alat vital pemakainya mengalami masalah
ganda: aksesori yang terganggu hingga terjangkit PMS, akibat ingin
membuktikan moncernya aksesori itu. “Sejak ada kasus pemasangan hagel
bermasalah, banyak orang penting di Sulut mulai takut melakukan hal
serupa,” tukas salah satu sumber.
Penyakit seksual bisa menular umumnya paling dikenal adalah AIDS, sipilis
atau gonore. Kedua terakhir menyerang organ seksual. Umumnya orang
menganggap bahwa penyakit seksual idem dito dengan jenis penyakit seksual
menular. Namun tidak seperti anggapan orang bahwa PMS adalah kasus langka.
PMS merupakan kasus umum.
KUPANG, Timex-Berdasarkan data distribusi kasus HIV/AIDS di tingkat sejak
tahun tahun 1997 hingga Mei 2009, NTT mengantongi 671 orang penderita, 199
orang telah meninggal dunia.
Demikian data yang dihimpun Timor Express, Jumat kemarin dari Bidang P2MK
(Pencegahan dan Penanggulangan Masalah Kesehatan) seksi P2P (Pencegahan dan
Pemberantasan Penyakit) Dinas Kesehatan NTT.
Kepala Dinas Kesehatan NTT, dr. Stefanus Bria Seran, MPH., mengurai bahwa
dari 21 kabupaten di NTT yang melaporkan adanya kasus HIV/AIDS yakni 16
kabupaten, sedangkan lima kabupaten lainnya yakni Rote Ndao, Sumba Tengah,
Manggarai Timur, Sumba Barat Daya, dan Sabu Raijua belum melaporkan adanya
kasus tersebut.
KUPANG, Timex - Dalam kunjungannya ke Kabupaten Belu, Rabu lalu, Wagub NTT
Esthon L Foenay selain meresmikan GOR Rai Belu serta melantik Pengurus KONI
Belu, juga menyempatkan diri mengunjungi panti rehabilitasi gizi anak
Haliwen.
Dalam kunjungannya ke panti tersebut, Wagub yang didampingi ketua DPRD NTT,
Mell Adoe serta Wakil Bupati Belu, Taolin Ludovikus, Karo Kesra Setda NTT,
Filemon da Lopez serta Kabid Keolahragaan Dinas PPO NTT, Ary Moelyadi
menyempatkan diri melihat dari dekat kondisi panti mulai dari ruang
perawatan hingga dapur dan berdiskusi dengan pengelola panti, Antonia Lau
soal pengelolaan panti dan penanganan gizi buruk terhadap anak-anak yang
dirawat.
Enggannya masyarakat untuk memandikan mayat pengidap HIV/Aids mendapat
perhatian serius dari Komisi Penanggulangan AIDS Daerah (KPAD) Lamongan.
Agar tidak takut dan tertular tertular penyakit mayat pengidap penyait
mematikan itu, sebanyak 100 modin akan digelar pelatihan memandikan mayat
HIV/Aids atau orang dengan HIV/Aids (ODA).
Sekretaris KPAD Lamongan, Luluk Humam, mengatakan rencana pelatihan bagi
modin itu sebagai respon terhadap enggannya masyarakat memandikan jenazah
ODA. Pelatihan para modin itu nantinya akan digelar pada medio tribulan
ketiga tahun ini atau sekitar bulan Juli hingga September.
KESADARAN warga Sulawesi Utara (Sulut) tetap berperilaku hidup sehat dan
tidak menyimpang sangat penting. Hal ini guna mencegah terjadinya
penyebaran penyakit HIV/AIDS. Acquired Immunodeficiency Syndrome atau
Acquired Immune Deficiency Syndrome (AIDS, merupakan sekumpulan gejala dan
infeksi (sindrom) yang timbul karena rusaknya sistem kekebalan tubuh
manusia akibat infeksi virus Human Immunodeficiency Virus (HIV).
Orang yang terkena virus ini menjadi rentan terhadap infeksi oportunistik
atau mudah terkena tumor. Meski penanganan yang telah ada dapat
memperlambat laju perkembangan virus, namun penyakit tersebut belum benar-benar
bisa disembuhkan.
SURABAYA (SI)
– Pasien HIV/ AIDS yang terus membeludak dan tidak tertampung di
ruang rawat inap Unit Perawatan Intermediet dan Penyakit Infeksi (UPIPI)
RSU dr Soetomo bakal sedikit teratasi.
Sebab, rumah sakit milik Pemprov Jatim ini akan menambah lagi 15 unit
tempat tidur (bed) di ruang peralihan. Menurut Wakil Direktur Pelayanan
Medik (Wadir Yanmed) RSU dr Soetomo, dr Urip Murtejo SpB KL,penambahan 15
unit tempat tidur ini merupakan salah satu upaya untuk mengatasi
membeludaknya pasien HIV/AIDS yang perlu menjalani rawat
inap.”Jadi,nanti total ada 27 tempat tidur khusus untuk pasien
HIV/AIDS.Selain itu,masih ada tempat tidur tambahan yang disediakan jika
sewaktu-waktu pasien lebih membeludak,” ujarnya kemarin.
MEDAN - Hingga
pertengahan Maret 2009, Sumatera Utara tercatat memiliki 1609 kasus AIDS.
"Virus berbahaya ini telah menjangkiti banyak anak muda di Sumatera
Utara. Banyak sebab yang menjadi alasan penyebaran virus ini," ucap
Koordinator CHS (Center for Health Services), Zailani, kepada Waspada
Online, tadi pagi.
Menurutnya, rata-rata penyebaran virus tersebut diakibatkan karena perilaku
Heteroseksual dari para remaja. "Sekitar 314 kasus untuk HIV positif
dan 480 untuk AIDSU menjangkiti anak muda Sumut dalam penyebaran
HIV/AIDS," katanya.
MEDAN - Terkait
peringatan Departeman Agama baru-baru ini mengenai pelarangan bagi siapa
saja yang menderita penyakit HIV/AIDS untuk menikah, ditentang oleh (CHS)
Centre for Health Services Medan.
Kordinator eksekutif CHS, Zailani, kepada Waspada Online, tadi sore,
diruang kerjanya menegaskan bahwa menikah bukan faktor penyebab penularan
HIV-AIDS, justru menikah merupakan perbuatan yang halal.
JAKARTA - SURYA- Kasus sindroma merapuhnya kekebalan tubuh (AIDS) baru
terdeteksi 15 persen dari angka proyeksi, 85 persen lainnya belum
terdeteksi serta tersentuh layanan pemeriksaan maupun pengobatan.
Menurut Sekretaris Komisi Penanggulangan AIDS Nasional Nafsiah Mboi di
Jakarta, Rabu, hingga Maret 2009 secara kumulatif kasus AIDS yang terdeteksi
sebanyak 16.964 kasus, sementara proyeksi jumlah kasusnya diperkirakan
169.230 sampai 216.820 kasus.
JAYAPURA-Rencananya 9-13 Agustus nanti, Bali akan menjadi tuan rumah
International Congress on AIDS in Asia and the Pacific (ICAAP) ke-9,
kongres AIDS terbesar di kawasan Asia-Pasifik ini.
Sebanyak 3 000 peserta dari 51 negara Asia
dan 14 negara Pasifik diperkirakan hadir dalam kongres ini. Dari 3000
peserta ini, dipastikan hampir seluruh KPA kabupaten/kota dan KPA Provinsi
Papua akan mengambil bagian.
KUPANG, Timex-Meskipun belum diketahui perbandingan pasien pengidap
HIV/AIDS dari tahun ini dengan tahun-tahun sebelumnya, namun yang jelas
menurut data rekam medik RSU Prof. DR. WZ. Yohanes Kupang, bahwa untuk
tahun 2009 pengidap penyakit tersebut sebanyak 10 kasus.
Kepala Bagian perencanaan dan rekam medis, drg. Maria Krisidea Stiyawati
kepada koran ini, saat dimintai keteranganya, Kamis (4/6) kemarin via
ponsel menyebutkan bahwa dalam 10 kasus yang ditangani RSU Yohanes tersebut
hingga kemarin belum ada yang meninggal dunia.
12. Cegah AIDS, Global Fund Kucurkan
Rp12,6 Miliar
Riau Pos, 05
Juni 2009
PEKANBARU (RP) -Lembaga asing Global Fund segera mengucurkan dana sebesar
Rp12,6 miliar untuk pencegahan dan penanggulangan HIV/Aids di Riau.
Anggaran sebesar itu bakal diterima pada 1 Juli 2009 mendatang. Dana ini
dipergunakan hingga 31 Juli 2011 nanti.
Hal ini diungkapkan Sekretaris KPA (Komisi Penanggulangan Aids) Nasional Dr
Nafsiah Mboi SpA MPH kepada wartawan, Kamis (4/6), usai bertemu dengan
Wakil Gubernur Riau HR Mambang Mit.
AMBON - Jumlah pengidap HIV/AIDS di Maluku
sejak 1994 hingga periode Maret 2009 mencapai 800 orang, 489 mengidap HIV
dan 311 sudah dinyatakan positif AIDS.
"Pengidap terbanyak sekitar 83 persen berusia 15-39 tahun, dan sisanya
17 persen berusia 40-60 tahun," kata Sekretaris Komisi Penanggulangan
AIDS (KPA) Provinsi Maluku, Syamsuddin Asis di Ambon, tadi malam.
Ia mengungkapkan, 64 persen penderita berjenis kelamin perempuan,
kebanyakan penjaja seks komersial, dan 36 persen laki-laki.
MEDAN (SI) – Penanggulangan penyebaran HIV/AIDS di Kota Medan masih
jauh dari harapan.Pasalnya, dana yang cukup dan keberadaan lembaga swadaya
masyarakat (LSM) peduli AIDS tidak didukung koordinasi antar stakeholder.
Seorangpenggiat AIDSBadurani Lubis yang pendiri Galatea mengungkapkan, Kota
Medan sudah termasuk dalam kategori lampu merahuntukpenanggulangan AIDS.
“Jangan tanya soal dana, kami punya banyak dan berlimpah. Lalu soal
LSM,banyak LSM yang sangat peduli dengan AIDS.Semua kita punya. Namun, jika
kita berjalan sendiri- sendiri tanpa ada koordinator dan mediasinya, ya
tentu sulit menangani persoalan,” ungkapnya.
JAKARTA -
Persebaran kasus AIDS di tanah air terus menunjukkan perkembangan luar
biasa. Komisi Penanggulangan AIDS Nasional (KPAN) menyebut, secara
kumulatif hingga Maret 2009 tercatat 16.964 kasus AIDS. Tingginya angka itu
disebabkan masih terbatasnya sumberdaya, baik tenaga kesehatan maupun akses
atas fasilitas pencegahan, pemeriksaan, dan pengobatan.
"Tren persebaran AIDS terus meningkat. Karena itu, harus ada perhatian
lebih dari pemerintah," ujar Sekretaris KPAN Nafsiah Mboi kemarin
(3/6).
JAKARTA--Penyebaran
kasus AIDS di tanah air terus menunjukkan perkembangan luar biasa. Komisi
Penanggulangan AIDS Nasional (KPAN) menyebut, secara kumulatif hingga Maret
2009 tercatat 16.964 kasus AIDS. Tingginya angka itu disebabkan masih
terbatasnya sumberdaya, baik tenaga kesehatan maupun akses atas fasilitas
pencegahan, pemeriksaan, dan pengobatan.
"Tren persebaran AIDS terus meningkat. Karena itu, harus ada perhatian
lebih dari pemerintah," ujar Sekretaris KPAN Nafsiah Mboi kemarin
(3/6).
Ambon ( Berita ) : Jumlah pengidap HIV/AIDS di
Maluku sejak 1994 hingga periode Maret 2009mencapai 800 orang, 489 mengidap
HIV dan 311 sudah dinyatakan positif AIDS.
“Pengidap terbanyak sekitar 83 persen berusia 15-39 tahun, dan
sisanya 17 persen berusia 40-60 tahun,” kata Sekretaris Komisi Penanggulangan
AIDS (KPA) Provinsi Maluku, Syamsuddin Asis, kepada ANTARA di Ambon, Rabu
[03/06] .
MANADO-- Jumlah orang yang terinfeksi HIV (Human Immunodeficiency Virus)
dan AIDS (Acquired Immunodeficiency Syndrome) di Manado, Sulawesi Utara,
hingga akhir Mei 2009, mencapai 233 orang.
Kepala Bidang Pengendalian Penyakit dan Penyehatan Lingkungan Dinas
Kesehatan Manado, Drs. Noldi Mandolang, Bsc. mengemukakan hal itu di
Manado, Kamis.
"Orang yang terinfeksi HIV/AIDS di Manado sudah banyak dan lebih dari
dua ratus orang, tetapi ada yang berasal dari luar dan terdata di Kota
Manado," katanya.
19. Lembaga Asing Bantu Riau Rp 12,6
M untuk Tanggulangi HIV/AIDS
Berita Riau, 04
Juni 2009
Upaya penanggulangan HIV/AIDS di Riau mendapatkan sokongan asing. Sebuah
lembaga mengucurkan bantuan sebesar Rp 12,6 miliar.
Riauterkini-PEKANBARU- Upaya penanggulangan sekaligus pencegahan penyebaran
virus HIV/AIDS di Riau tahun ini diharapkan lebih maksimal. Pasalnya,
selain mendapatkan bantuan dari APBD Riau, juga ada kucuran dana sebesar Rp
12,6 miliar dari Global Fund, sebuah lembaga dunia non-profit yang
didirikan khusus penanggulangan HIV/AIDS, TBC dan malaria.
KUPANG, Timex--Berdasarkan data baru yang dikantongi oleh Komisi
Penanggulangan AIDS Daerah (KPAD) Kota Kupang, terdapat penambahan dua
pengidap virus mematikan, HIV/AIDS di Kota Kupang. Keduanya adalah ibu
rumah tangga, yang kini sedang menjalani perawatan di RSU Kupang.Sekretaris
KPAD Kota Kupang, Bastian Benufinit, kepada Timor Express, selasa (2/6)
lalu di Balaikota menjelaskan adanya fakta itu.
Ia mengurai, kedua ibu rumah tangga yang demi kenyamanan mereka, identitasnya
dirahasiakan. "Kita sudah identifikasi, seorang ibu sudah empat hari
diopname di RSU Kupang. Ibu ini sudah beberapa bulan yang lalu melahirkan
dan anaknya juga kemungkinan juga mengidap virus ini,"jelasnya.
Kasus sindroma merapuhnya kekebalan tubuh (AIDS) baru terdeteksi 15 persen
dari angka proyeksi, 85 persen lainnya belum terdeteksi serta tersentuh
layanan pemeriksaan maupun pengobatan.
Menurut Sekretaris Komisi Penanggulangan AIDS Nasional Nafsiah Mboi di
Jakarta, Rabu, hingga Maret 2009 secara kumulatif kasus AIDS yang
terdeteksi sebanyak 16.964 kasus, sementara proyeksi jumlah kasusnya
diperkirakan 169.230 sampai 216.820 kasus.
KUNINGAN,(GM)-
Kepengurusan Komisi Penanggulangan AIDS (KPA) Kab. Kuningan yang memiliki
kepedulian terhadap perkembangan HIV dan AIDS dilantik. Kepengurusan KPA
masa bakti 2009-2014 ini dilantik oleh Sekretaris KPA Jawa Barat, Dr.
Ruhiyat, M.Si., Rabu (3/6) di Pendopo Setda Kuningan.
Ruhiyat menyebutkan, data kasus HIV dan AIDS di Jawa Barat hingga Maret
2009, tercatat sebanyak 4.520 orang terjangkit virus mematikan tersebut,
terdiri atas 2.682 penderita AIDS dan 1.838 HIV. Sebanyak 70% berada pada
kelompok usia produktif, 20-39 tahun, dan faktor risiko penyebab terbesar
67% akibat jarum suntik.
PEKANBARU (RiauInfo) - Lembaga Dunia non profit, Global Fund, secara resmi
menyatakan penyaluran bantuan untuk pencegahan penenggulangan penyebaran
virus HIV/AID ke Provinsi Riau. Lembaga dunia penanggulangan HIV/AIDS, TBC
dan malaria ini menyalurkan bantuan Rp.12,6 miliar untuk penanggulangan
HIV/AID di Riau tahun ini.
Sekretaris Komisi Nasional Penanggulangan AIDS (KPA) Nasional, Nafsiah
Mboy, secara langsung datang menemui Wakil Gubernur Riau Raja Mambang Mit
yang juga menjabat ketua Komisi Penanggulangan AIDS (KPA) Provinsi Riau, Kamis
(4/6/2009) ini di Pekanbaru.
Terkait hal itu. Wakil Gubernur HM Syamlan Lc meminta semua masyarakat
Bengkulu untuk mewasdai dan berhati-hati terhadap penyakit itu. Salah
satunya dengan cara menjaga pergaulan yang baik. Selain itu, Syamlan
mengingatkan bagi pemuda-pemudi yang mau nikah jangan sampai tertipu dengan
mendapatkan pasangan yang sudah terkena HIV/AIDS.
Bahkan, dikatakan Syamlan, saat ini Departemen Agama (Depag) Bengkulu minta
mengkaji perlunya tes kesehatan terhadap pasangan yang akan menikah. Bahkan
itu dijadikan salah satu persyaratan pernikahan. Supaya, pasangan yang akan
menikah itu tahu apakah calon suami, atau calon istrinya itu bebas dari
penyakit HIV/AIDS. Jika mereka sudah mengetahui jika salah satu pasangannya
itu mengidap HIV, tapi mereka tetap akan menikah, ya tidak masalah, asal
mau menanggung risikonya, katanya.
Ambon (ANTARA News) - Jumlah pengidap HIV/AIDS di Maluku sejak 1994 hingga
periode Maret 2009 mencapai 800 orang, 489 mengidap HIV dan 311 sudah
dinyatakan positif AIDS.
"Pengidap terbanyak sekitar 83 persen berusia 15-39 tahun, dan sisanya
17 persen berusia 40-60 tahun," kata Sekretaris Komisi Penanggulangan
AIDS (KPA) Provinsi Maluku, Syamsuddin Asis, kepada ANTARA di Ambon, Rabu.
Ia mengungkapkan, 64 persen penderita berjenis kelamin perempuan,
kebanyakan penjaja seks komersial, dan 36 persen laki-laki.
26. People with deadly virus continue
to face stigma
the Jakarta Post Online, 03
Juni 2009
Luh De
Suriyani, The Jakarta Post , Denpasar | Wed,
06/03/2009 2:35 PM | Bali
Thirty-three-year-old Nyoman Masni looked nervous as she received
antiretroviral treatment - to prevent the transmission of HIV to her unborn
baby - at Sanglah General Hospital, in Denpasar, last Wednesday.
Masni, a resident of Klungkung regency, works as a street
cleaner."Please, don't tell my family and neighbors that I am having
thistreatment because I would be exiled from the community," she
pleaded.
Masni is undergoing antiretroviral therapy (PMTCT) at the hospital and is
six months pregnant with her fifth baby. She is very skinny and pale.
Minut. Pertambahan penderita HIV AIDS di kabupaten Minahasa Utara
mengkhawatirkan. Menurut data yang ada di Dinas Kesehatan Minahasa Utara,
tahun 2008 lalu, terdapat penderita HIV 19 orang, dan AIDS 14 orang. Namun
di tahun 2009, terjadi peningkatan. Penderita HIV 21 orang, sedangkan
penyandang AIDS sebanyak 15 orang.
MEDAN - Pengidap Human Immunodeficiency Virus/Acquired Immune Deficiency
Syndrome (HIV/AIDS) di Sumatera Utara diperkirakan mengalami peningkatan.
Hal ini dapat dilihat dari jumlah kunjungan pasien HIV/AIDS ke RSUP H Adam
Malik yang mencapai 150 orang sampai akhir Mei ini.
"Kita akui pasien HIV/AIDS semakin bertambah," kata koordinator
klinik VCT (Voluntary Counseling and Testing) Pusat Pelayanan Khusus RSUP H
Adam Malik, Rahmad Nur Kurniawan kepada Waspada Online di Medan, tadi
siang.
29. Forum AIDS Se-Asia Pasifik Akan
Digelar di Bali
Tempointeraktif, 03
Juni 2009
TEMPO Interaktif, Jakarta: Bali akan menjadi tuan rumah Kongres
Internasional AIDS se Asia dan Pasifik (ICAAP) yang ke-9 pada 9-13 Agustus
mendatang. "Kami harap kongresnya nanti tidak terkotak-kotak antara
medis, sosial maupun akademisi," ujar Wakil Ketua Panitia Kongres Samsuridjal
Djauzi dalam temu wartawan di Menara Eksekutif Jakarta (3/6).
Diakuinya ketika kongres AIDS ditemukan forum dimana akademisi hanya mau
berkumpul dengan sesamanya, begitu pula ahli medis dengan ahli medis. Maka
dalam forum ini nantinya, Samsuridjal berjanji pengkotak-kotakan itu tak
lagi terjadi.
TEMPO Interaktif, Jakarta: Evaluasi Komisi Nasional AIDS Indonesia
menunjukkan hanya 35 persen lelaki penyuka seks komersial yang memakai
kondom. "Kalau yang makai kondom secara konsisten 60 persen saja,
angka kasus baru AIDS akibat seks komersial akan turun drastis," papar
Sekretaris Komisi Nasional AIDS Nafsiah Mboi di Menara Eksekutif Jakarta
Rabu (3/6)
Lelaki pemakai seks komersial di Indonesia diakuinya tidak menyukai memakai
kondom. Padahal 50 juta wanita di Asia yang terinfeksi HIV berasal dari
suaminya yang suka menjalani seks komersial. Tapi Nafsiah mencatat
penggunaan kondom diantara pekerja seks komersial berdasarkan data
Integrated Biological Behavioral Surveillance (IBBS), mengalami peningkatan
dari 25 persen (2002) menjadi 34,8 persen (2007). Menurutnya ini kemajuan
yang bagus, meski kuncinya ada di kesediaan pihak laki-laki untuk memakai
kondom.
MENDENGAR Acquired Immune Deficiency Syndrome (AIDS) memang momok yang
sangat menakutkan. Apalagi jumlah penderita AIDS semakin meningkat dan
tanpa pandang bulu membidik penderitanya.
Merespons makin besarnya tantangan dalam menghadapi masalah AIDS di wilayah
Asia-Pasifik, maka pada 9-13 Agustus mendatang akan diselenggarakan
International Congress on AIDS in Asia and the Pacific (ICAAP) ke-9 di
Bali. Sebanyak 3.000 peserta dari 51 negara Pasifik diperkirakan hadir
dalam kongres ini.
GROBOGAN Tiga warga di Kecamatan Tegowanu, yang terdiri atas ayah, ibu dan
anak diketahui mengidap virus Human Immunodeficiency Virus (HIV). Mereka
adalah TH (29), H (22), dan PAW (4), yang baru saja pulang dari merantau di
Makasar Sulawesi Selatan.
TH, selama berada di luar Jawa menghidupi keluarganya sebagai buruh
bangunan. Keluarga itu diketahui terinfeksi virus yang menyerang sistem
kekebalan tubuh, setelah memeriksakan diri, ke RSUD Kota Semarang beberapa
waktu lalu.
"Keluarga itu memang baru saja pulang dari Makasar. Kepulangannya,
juga karena TH menderita depresi ketika bekerja disana," kata Plh
Kepala Dinas Kesehatan Grobogan dokter Johari Angkasa kepada wartawan
Selasa siang.
PALEMBANG(SI) – Komisi Penanggulangan AIDS (KPA) Provinsi Sumsel
melansir jumlah kasus HIV/ AIDS di Sumsel semakin meningkat dari tahun ke
tahun.
Berdasarkan data Maret 2009 pengidap HIV sebanyak 437 kasus,AIDS sebanyak
192 kasus yang tersebar di 13 kabupaten/kota.Dan di antaranya 68 orang
telah dinyatakan meninggal dunia. Ketua KPA Provinsi Sumsel H Eddy Yusuf
yang juga Wakil Gubernur Sumsel mengatakan, epidemi HIV/AIDS setiap
tahunnya meningkat.
SINTANG. Fenomena gunung es untuk menggambarkan penyebaran virus HIV/AIDS
terjadi di Kabupaten Sintang, Melawi dan Sekadau. Dalam kurun waktu tiga
tahun terakhir, jumlah penderita meningkat. Didominasi para Pekerja Seks
Komersial (PSK), bahkan dua Waria positif terkena virus mematikan itu. Data
dari Volunteer Counseling and Testing (VCT) di RSUD Ade M Djoen Sintang
yang meliputi wilayah kerja tiga kabupaten itu mencatat pada Januari-Maret
2009 terjadi penambahan penderita sebanyak 17 orang. Setiap tahunnya memang
bertambah. Pada 2006 hanya 9 orang penderita, 2007 naik menjadi 14 orang,
kemudian pada 2008 naik menjadi 17 orang. Jumlah total Orang Dengan
HIV/AIDS (ODHA) yang sudah terinfeksi virus Human Immunodeficiency Virus
(HIV) dan Acquired Immunodeficiency Syndrome (AIDS) mencapai 57 orang. Dari
jumlah tersebut, 11 orang di antaranya sudah meninggal dunia. Dari 57 orang
penderita, 35 orang di antaranya perempuan, laki-laki 20 orang dan waria 2
orang. Selain itu, 3 orang sudah melahirkan dan 1 orang bayinya positif terinfeksi.
Rata-rata yang terjangkit adalah orang dengan usia produktif 15-25 tahun.
"Angka penderita itu diperkirakan akan terus bertambah pada 2009
ini," kata Direktur RSUD Ade M Djoen Sintang dr H Sidiq Handanu
Widoyono MKes, kepada Equator, Selasa (2/6) di ruang kerjanya, kemarin.
Kondisi itu menyebabkan perlunya digencarkan sosialisasi oleh para petugas
lapangan. Sasarannya untuk menggiring orang dengan risiko tinggi terkena
virus tersebut. Bahkan dalam setahun ditargetkan bisa memeriksakan sekitar 900
orang di klinik VCT. "Tiap tahun cenderung meningkat. Kita harapkan
semakin banyak yang memeriksakan diri di VCT ini," terang Handanu.
Terkait stock obat dan peralatan di klinik, Handanu menyatakan tidak ada
masalah karena dalam kondisi siap meskipun terjadi lonjakan penderita.
Adapun obat-obatan itu meliputi Nepiral dan Dupiral. Namun, demikian untuk
orang yang berisiko tinggi terkena virus tersebut, diharuskan memeriksakan
diri setiap 3 bulan sekali di VCT. Sementara Indra, salah seorang petugas
lapangan dari Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) yang aktif sosialisasi serta
menggiring orang yang berisiko tinggi terkena HIV-AIDS mengatakan, tetap
berkomitmen menangani hal ini. "Walaupun saya hanya petugas lapangan,
kita tetap komitmen. Target kita dalam sehari, satu orang atau lebih dapat
memeriksakan diri di VCT," ungkapnya. (sry).
SUKABUMI, (PRLM).-Penderita AIDS (Acquired Immune Deficiency Syndrome) di
Kota Sukabumi terus mengalami peningkatan. Hingga awal Juni 2009 ini,
jumlah penderita yang terjangkit human immunodeficiency virus (HIV) sudah
mencapai 317 orang. Dari sebanyak itu, terdata 187 orang penderita AIDS.
Bahkan dari sebanyak itu penderita masih berusia bayi lima tahun (Balita).
Dan satu orang balita dinyatakan meninggal karena menderita AIDS.
JAKARTA - Balai Pemasyarakatan (Bapas) Klas I Jakarta Pusat menjalin
kerjasama dengan beberapa lembaga guna meningkatkan kualitas klien
pemasyarakatan dan petugas pembimbing kemasyarakatan (PK).
Hal ini ditandai dengan penandatanganan nota kesepahaman dengan Universitas
Indonesia (UI) dan Yayasan Pelita Ilmu dalam acara peresmian gedung Bapas
Klas I Jakarta Pusat, Senin.
"Kapasitas Bapas besar sementara SDM (sumber daya manusia) sedikit dan
kualitasnya tidak begitu bagus," kata kepala Bapas Klas I Jakarta
Pusat, Priyadi usai acara.
MEDAN - Sulit untuk mengatasi terjadinya transaksi seks yang sering
dilakukan terhadap kaum remaja pada saat ini, terutama kaum remaja di
Sumatera Utara. Demikian penuturan ketua VCT (Voluntary and Counseling
Testing) Posyansus (Pos Pelayanan Khusus) dan ketua Konselor HIV/AIDS
(Human Immunodeficiency Virus/ Acquired Immune Deficiency Syndrome) RSUP H
Adam Malik Medan, Rahmad Kurniawan, kepada Waspada Online, siang ini.
“Kebiasaan para remaja melakukan transaksi seks tersebut dikarenakan
oleh beberapa alasan antar lain motif ekonomi, frustasi ditinggal pacar,
dan ada juga yang pernah menjadi korban perdagangan wanita sehingga kini
dia berkelanjutan,” katanya.
LUWUK – Pengidap penyakit human immunodeficiency virus (HIV)/
acquired immune deficiency syndrome (Aids) di Kabupaten Banggai bertambah
menjadi lima orang. Satu di antaranya meninggal dunia sekitar tiga bulan
lalu. Kini keberadaan dua di antara empat penderita penyakit mematikan itu
belum diketahui atau menghilang.
Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Banggai dr Haryadi, M.Kes kepada Radar
Sulteng Senin (1/6) mengatakan, hasil deteksi terhadap keempat pengidap
penyakit itu terus dilakukan oleh petugas yang ditugaskan khusus melakukan
pemantauan. Tetapi, kata Haryadi, dua di antara penderita yang diketahui
berjenis kelamin perempuan telah meninggalkan Kabupaten Banggai. Belum
diketahui di mana tempat domisili kedua wanita yang berusia di bawah 30
tahun itu. “Kita sudah melakukan investigasi di lapangan tetapi belum
ditemukan,” katanya.
MEDAN (Berita): Puluhan orang yang tergabung dalam enam elemen organisasi
kema- syarakatan yakni Kelompok Dukungan Sebaya (KDS), Jaringan Korban
Nafza Sumatera Utara (Jarkons), Perempuan ODHA dan OHIDHA (Permata),
Komunitas Gay atau Homoseksual Sumatera Utara (Primas), Organisasi Pekerja
Seksa Indonesia (Opsi) dan Perkumpulan Waria (Perwari) mengadakan hari
peringatan HIV/AIDS Sedunia, yang dilaksana-kan di Hotel Royal Perintis
Medan, kemarin Malam.
Dalam pertemuan tersebut, mereka mendeklarasikan diri sebagai bagian dari
upaya pe-nangulangan HIV/AIDS dan terus mendukung dan siap be-kerjasama
dengan semua pihak yang bergerak dalam respon serta tanggungjawab dalam
program penanggulangan HIV/AIDS.
Jiwa An, salah satu penderita HIV/Aids di Lamongan akhirnya tidak
tertolong. Perempuan 25 tahun ini meregang nyawa saat dalam perawatan tim
medis RS dr Soetomo Surabaya, akhir bulan kemarin.
KADAM MUSTOKO
LAMONGAN
ak banyak yang tahu, jenazah siapa yang dikebumikan di salah satu pemakaman
umum di kota Lamongan, Minggu pagi itu. Tapi bagi tetangga dekat tidak
asing lagi. Karena yang dikebumikan itu merupakan jenazah An, yang sempat
menjadi gunjingan warga sekitar.
MOJOKERTO - Kota Mojokerto termasuk kota terbanyak ke enam di Jawa Timur
dengan penderita Human Immunodeficiency Virus (HIV).
Sesuai dengan data Dinas Kesehatan Kota Mojokerto, sampai Mei 2009 tercatat
jumlah penderita HIV mencapai 120 orang, kata Manajer Kasus "voluntary
consulting testing" (VCT) Kota Mojokerto, Eko Budiono saat
dikonfirmasi di Mojokerto, Senin (1/6).
Ia mengemukakan, secara nasional jumlah penderita HIV di Jawa Timur masuk
peringkat ketiga setelah DKI Jakarta dan Papua. Sebelumnya, Jawa Timur
menduduki peringkat 4.
MEDAN - Dinas Kesehatan (Dinkes) Sumatera Utara akhirnya menerima stok obat
anti retroviral (ARV) untuk pengidap HIV/AIDS (Human Immunodeficiency
Virus/ Acquired Immune Deficiency Syndrome) dari Departemen Kesehatan
(Depkes) untuk 3 bulan ke depan.
Kepala Dinas Kesehatan Sumut, Candra Syafei, mengatakan, stok ARV untuk 3
bulan kedepan ini akan di sebar ke rumah sakit yang telah melaporkan stok
ARV nya telah menipis maupun sudah habis.
MOJOKERTO | SURYA Online - Kota Mojokerto termasuk kota terbanyak ke enam di Jawa Timur
(Jatim) dengan penderita Human Immunodeficiency Virus (HIV).
Sesuai dengan data Dinas Kesehatan Kota Mojokerto, sampai Mei 2009 tercatat
jumlah penderita HIV mencapai 120 orang, kata Manajer Kasus
“voluntary consulting testing” (VCT) Kota Mojokerto, Eko
Budiono saat dikonfirmasi di Mojokerto, Senin (1/6).
Menurutnya, secara nasional jumlah penderita HIV di Jatim masuk peringkat
ketiga setelah DKI Jakarta dan Papua. Sebelumnya, Jatim menduduki peringkat
4. Sementara di Kota Mojokerto sendiri masuk peringkat ke enam di Jawa
Timur setelah Surabaya, Banyuwangi, Malang, Tulungagung
dan Sidoarjo.
DALAM lintasan waktu, traficking atau perdagangan perempuan dan anak
(perempuan), menjadi isu yang terus menggelinding dan terdengar di telinga
kita. Berbagai media massa baik cetak mapun elektronik juga kerap
memberitakan traficking dengan pelbagai modus operandi yang dilakukan oleh
para pelakunya.
Trafiking adalah tindak kejahatan yang mengeksploitasi seseorang, terutama
perempuan dan anak. Mengapa perempuan dan anak? Ya, mungkin karena
perempuan dan anak dianggap sebagai sosok yang lemah, terutama yang tingkat
pendidikannya rendah dan taraf kehidupan ekonominya tidak memadai.
KALIBANTENG KULON - Pekerja Seks Komersial (PSK) di lingkungan
resosialisasi Argorejo (Lokalisasi Sunan Kuning), mengeluhkan kualitas dan
kuantitas kondom. Pasalnya, kondom yang dibagikan kepada mereka secara
gratis itu, mempunyai bentuk fisik yang lebih tebal, dan tanpa pelicin.
"Anak asuh lebih memilih membeli kondom komersial, daripada
menggunakan kondom gratis pemberian Dinas Kesehatan tersebut," ujar
Ketua Pengurus Resosialisasi Argorejo, Suwandi Eko Putranto, kemarin.
Dia menjelaskan, dari sekitar 750 anak asuh, setiap bulan pihaknya mendapat
jatah tiga bungkus besar kondom. Masing-masing bungkus itu, berisi sekitar
seribu buah. Jika diasumsikan setiap PSK melayani tamu sekurangnya dua kali
dalam masa kerja selama 20 hari, jumlah yang diberikan tersebut sangat
tidak mencukupi.
Teman-teman, maaf atas keterlambatan newsletternya, berhubung acara padat sekali di bulan Mei kemarin.
Topik untuk LINGUA bulan Mei adalah :
- Buprenorphine (Subutex)
- Pemahaman Negara Menghambat Hak Korban NAPZA - Surat Edaran Mahkamah Agung No 7 Tahun 2007 (SEMA)
Semoga bahan newsletter bermanfaat bagi teman-teman, selamat mebaca (bisa dibuka di attachment filenya)
Salam, Adithya Faisal W Blog : www.myspace.com/redribbonmelodic2005 www.stigma-foundation.blogspot.com www.redribbonmelodic.blogspot.com ~DRUGS KILL...BUT IT'S NOT NECESSARY WE KILL BECAUSE OF DRUGS~
Kumpulan Berita Media Massa HIV-AIDS dan Narkoba
Dari Tanggal: 25 May 2009 Sampai Tanggal: 1 June 2009
1. Malam renungan AIDS
Nusantara 2009
Waspada Online, 31
Mei 2009
FAZAR BAKTI
MEDAN - Beberapa komunitas peduli HIV (Human Immunodeficiency Virus) dan
AIDS (Acquired Immune Deficiency Syndrome) di Sumatera Utara mengadakan
malam renungan AIDS Nusantara, dengan tema ‘Together We Are The
Solution" di Hotel Perintis, Jalan Perintis Kemerdekaan, Medan, tadi
malam.
Dalam acara yang dihadiri dari beberapa komunitas yang bergerak dalam
penanggulangan HIV dan AIDS yang bernama Populasi Kunci menghasilkan
beberapa komitmen, yaitu terus mendukung dan siap untuk bekerjasama dengan
semua pihak yang bergerak dalam respon serta program penanggulangan HIV dan
AIDS, berusaha untuk terus menekan laju epidemic HIV dan AIDS.
MEDAN - Setiap
penyakit pasti ada obatnya, begitulah kata pepatah bijak. Namun bukan
berarti penyakit itu harus dibiarkan begitu saja serta tidak ada usaha yang
dilakukan untuk menyembuhkannya. Termasuk juga penyakit yang masih
‘menyeramkan' dikalangan masyarakat kita, yakni HIV (Human
Immunodeficiency Virus) dan AIDS (Acquired Immune Deficiency Syndrome).
Jangan jadikan HIV dan penyakait sebagai kutukan dan memalukan, kita harus
bantu untuk memberikan penyuluhan yang benar tentang HIV dan AIDS. Demikian
dijelaskan oleh direktur rumah sakit dr Pirngadi Medan, Umar Zein, di
sela-sela acara malam renungan AIDS Nusantara 2009, tadi malam.
Waspada Online, 30
Mei 2009 80 persen
pengidap AIDS dirawat di RS HAM
MEDAN - Setelah mengalami krisis selama beberapa
pekan, akhirnya Dinas Kesehatan Sumut menerima obat Anti Retro Viral (ARV)
dari Departemen KesehatanRI.
"Obat ini segera disalurkan untuk para pengidap Human Immunodeficiency
Virus/Aquired Immuno Deficiency Syndrome (HIV/AIDS)," kata Kadis
Kesehatan Sumut, Candra Syafei, ketika dihubungi, tadi sore.
Candra menjelaskan, ada sekitar 808 pengidap HIV/AIDS yang terdata di
Sumatera Utara. Dari jumlah tersebut, hanya sekitar 355 orang yang
membutuhkan terapi pengobatan ARV di enam rumah sakit rujukan.
ERAT kaitannya dengan masalah sosial membuat Pansus berhati-hati dalam
membahas Ranperda AIDS. Untuk mencari solusi terbaik Rancangan Peraturan
Daerah (Ranperda) ini dirembug bersama dengan melibatkan tokoh agama dan
masyarakat. Menurut Koordinator Pansus Drs Arthur Kotambunan, pasca
pembahasan dengan tokoh agama, tokoh masyarakat, LSM hingga organisasi
kepemudaan disimpulkan perlu ada masukan-masukan baru yang harus
diperbaharui dalam Ranperda ini. “Saat ini SKPD terkait sedang
membahasnya dengan tokoh agama dan tokoh masyarakat. Masukan-masukan mereka
sangat penting untuk ditindaklanjuti,” terang Kotambunan.
SLEMAN: Komisi Penanggulangan HIV/AIDS (KPA) Kota Jogja memperkirakan angka
pengidap HIV/AIDS akan terus meningkat pada 3 tahun mendatang. Sampai April
2009 ini di Jogja tercatat jumlah pengidap HIV 700 orang dan AIDS 244
orang.
Peningkatan itu diharapkan makin memperjelas jumlah riil pengidap yang
selama ini masih menjadi fenomena ‘gunung es’. Hal itu
diungkapkan Sebastian Lumowah, Sekretaris KPA Kota Jogja yang ditemui
sesuai diskusi bulanan AIDS Up Date, Menjelang ICAAP IX yang berlangsung di
Lembaga Penelitian Pendidikan dan Penerbitan Yogya (LP3Y), Jalan Kaliurang
Km.13, kemarin.
BANJAR, (PRLM).- Penderita HIV-AIDS di Kota Banjar dari tahun ke tahun
terus meningkat. Melihat trend yang berkembang sekarang, jumlahnya
dikhawatirkan akan meledak lagi. “Terus terang, kami sekarang
khawatir jumlah penderitanya di Banjar terus meningkat,” kata
Direktur RSUD Banjar drg. Darmadji Prawira Setia, Sabtu (20/5).
Menurut dia, semula warga Banjar yang diindikasi dan terbukti HIV itu hanya
2 orang saja. Namun kemudian meningkat menjadi 5, 9, dan 16. Di tahun 2009
sekarang, jumlahnya bahkan sudah mencapai 22 orang dengan kasus kematian
mencapai 5 orang.
Renungan AIDS Nusantara (MRAN) tahun 2009 yang digelar Palang Merah
Indonesia (PMI) Cabang Tapanuli Tengah (Tapteng) diwarnai penandatanganan
dukungan anti stigma dan diskriminasi terhadap Orang Dengan HIV AIDS
(ODHA), di Aula Bina Graha, Tapteng, Kamis malam (28/5).
Selain itu, renungan malam tersebut berthema "Together We Are The
Solution" dan ditandai penyalaan lilin oleh pengurus PMI Tapteng,
relawan, undangan dari unsur muspida dan pimpinan SKPD serta PMR Wira SMA
Negeri 1 Pandan.
Ketua PMI Cabang Tapteng, Panahatan Hutabarat diwakili Ketua Bidang
Organisasi, Jasman dalam sambutan mengatakan, renungan malam yang digelar
merupakan bentuk kepedulian PMI Tapteng kepada sesama manusia, mengingat
banyaknya manusia yang telah terjangkit virus HIV AIDS.
Gresik - Kasus HIV/AIDS di Kabupaten Gresik, Jawa Timur, tahun ini
berpotensi naik, melihat banyaknya jumlah temuan kasus per bulannya, seperti
April lalu ditemukan 13 kasus baru.
"Salah satunya menimpa balita berusia satu tahun dan tujuh bulan.
Sedangkan hingga awal Mei ini, sudah ada 22 orang dengan HIV/AIDS
(odha)," kata Kepala Bidang Pencegahan dan Pemberantasan Penyakit
(P2P), Dinas Kesehatan Gresik, Rosari Agustini.
KUPANG, Timex-Saat ini, pengidap HIV/AIDS di Provinsi NTT meningkat
drastis, dan kondisi ini berbeda dari tahun-tahun sebelumnya.
Walau tak menyebutkan angkanya, namun Wakil Gubernur Esthon Foenay
menghimbau kepada seluruh masyarakat NTT agar berwaspada karena tren ini
merata hampir di seluruh daerah di NTT.
Pesan ini disampaikannya ketika membuka Rakor Penguatan Kelembagaan KPA
Kabupaten/Kota di tiga wilayah dalam rangka percepatan upaya penanggulangan
HIV/AIDS di NTT, yang digelar Kamis (28/5) kemarin di Hotel Maya. Acara ini
dihelat oleh Biro Kesejahteraan Rakyat (Kesra) Setda NTT dan dihadiri oleh
sejumlah komponen yakni instansi terkait lingkup Pemprov NTT dan LSM Peduli
AIDS, juga segenap jajaran Pemkab/Kota.
10. Bali
recieves Rp 10.8b fund to fight infectious diseases
the Jakarta
Post Online, 28 Mei 2009
DENPASAR: The Global Fund to Fight AIDS, Tuberculosis and Malaria (GFATM)
has allocated Rp 10.8 billion (US$1.4 million) to assist several
institutions in Bali to fight deadly
infectious diseases.
The assistance is part of a Rp 438 billion financial assistance package
provided by the international organization to Indonesia from 2011 to 2014.
The GFATM was initiated by former UN secretary-general Kofi Annan and is
supported by eight countries.
The fund will be distributed to several local institutions, including the
Bali AIDS Commission (KPA), the Bali Health Agency and the Bali branch of the Indonesian Planned Parenthood
Association (PKBI).
MANADO—Berbagai
pendapat menyembul di hari kedua pembahasan Ranperda AIDS, Rabu (27/5)
kemarin. Pertemuan yang berlangsung dua sesi ini, berlangsung alot dengan
berbagai kritikan, pandangan bahkan usulan diberikan pada tim Pansus Deprov
Sulut maupun SKPD terkait itu. Pada pukul 10.00 Wita masukan dan pandangan
dari tokoh agama bersama tokoh masyarakat ditampung tim pansus.
Di siang harinya giliran LSM, organisasi kepemudaan baik akademis maupun
organisasi sosial yang dilibatkan. Sesi ini tebilang panas karena berbagai
argumen hingga pertanyaan dilayangkan. Seperti pro kontra soal lokalisasi,
penggunaan kalimat yang tepat dalam Ranperda AIDS sampai efektifitas dari
ranperda tersebut. ”Semua masukan akan ditampung, pastinya ini akan
dipertimbangkan untuk menjadi bagian dari isi Ranperda saat direvisi
nanti,” ujar Ketua Pansus Drs Ruben Saerang.
MEDAN - Sejumlah Orang Dengan HIV/AIDS atau ODHA yang mengonsumsi obat ARV
ditemui Waspada, tadi malam, di RSUP H. Adam Malik mengaku khawatir jika
Departemen Kesehatan RI dalam waktu dekat ini tidak segera mendistribusikan
obat antiretroviral atau ARV ke Sumut. Hal ini diungkapkan seorang ODHA,
Budi (bukan nama sebenarnya), 29.
Menurut Budi, para ODHA saat ini sibuk membicarakan tentang menipisnya stok
itu. "Setiap kita kumpul atau diskusi, ARV ini jadi topik pembicaraan
para ODHA. Kami selalu dalam keadaan tidak pasti," ujarnya.
Pontianak,
Pemerintah Kalbar akan memberdayakan Wisma Sirih Jalan Alianyang Pontianak
dengan fungsi ganda. Panti rehabilitasi pengguna narkoba itu juga
dimanfaatkan sebagai tempat penanggulangan dan penanganan pengidap
HIV/AIDS.
"Saya kira, antara HIV/AIDS dan narkoba itu dekat. Banyak pengidap HIV/AIDS
merupakan pengguna jarum suntik dari pemakai narkotika. Jadi kedepan bisa
disinergikan," ujar Drs Christiandy Sanjaya SE MM, Ketua Badan
Narkotika Provinsi (BNP) Kalbar belum lama ini.
Wisma Sirih didirikan Desember 2002 dan dijadikan panti rehabilitasi
narkoba pertama di Kalbar, menggunakan metode Therapeutic Community (TC).
Metode tersebut dinilai cukup efektif karena memanfaatkan fungsi grup yang
beranggotakan individu dengan permasalahan relatif sama. Secara
bersama-sama, individu yang memiliki permasalahan bisa saling bantu
memecahkan masalah mereka.
Andi (bukan nama sebenarnya) tampak tersenyum dalam dekapan Direktur RSUD
dr Pirngadi Medan DR
dr Umar Zein DTM&H SpPD KPTI. Tidak terasa, sudah 36 hari Andi, pasien
penderita HIV/AIDS itu dirawat di Ruang Anak Kelas III. Rabu (27/5) dia
dibenarkan meninggalkan rumah sakit itu.
Kondisinya kini jauh lebih baik dibanding ketika dirinya mulai dirawat
Selasa (21/4) lalu. Waktu itu, tubuhnya kurus, dekil, banyak luka di
sekujur kakinya serta sulit berjalan. Selanjutnya, Andi akan langsung
dibawa ke Balige.
BANJARMASIN, KAMIS - Penderita virus HIV/AIDS di Provinsi Kalimantan
Selatan (Kalsel) pada tahun 2009 tercatat mencapai angka 112 orang.
Namun jumlah tersebut tidak menggambarkan keadaan yang sebenarnya, karena
diduga masih banyak pengidap HIV/AIDS yang belum terdata, ungkap Kepala
Bidang Pemberantasan Penyakit Dinas Kesehatan Kalsel Sukamto, Kamis (28/5).
Tidak banyak penderita HIV/AIDS yang mau didata atau diperiksa, pasalnya
para penderita merasa takut jika dirinya dinyatakan positif mengidap virus
mematikan tersebut, tambahnya.
MANADO—Mulai
Selasa kemarin, Ranperda AIDS mulai dibahas tim Panitia Khusus (Pansus)
Deprov Sulut. Pada pembahasan yang dihadiri beberapa SKPD terkait terungkap
beberapa hal menarik. Seperti dikatakan Ketua Pansus Drs Ruben Saerang, di
daerah ini memang tak ada lokalisasi namun harus diakui ada lokasi-lokasi
tempat mangkal para WTS. ”Ini perlu dicari solusi dengan perlu
dibicarakan dengan tokoh-tokoh agama dan tokoh masyarakat Sulut. Rencanaya
Rabu besok (hari ini-red) kita bicarakan,” ungkap Saerang.
Sedangkan dua personil lainnya, JO Bolang dan Jus Tumurang mempertnyakan
sejauh mana koordinasi dengan instansi terkait di kabupaten/kota, karena
Perda AIDS sangat penting sebagai payung hukum di Sulut. ”Untuk itu
pada pembahasan ini perlu dipastikan siapa yang akan
bertanggungjawab,” timpal James Sumendap SH.
17. Jumlah Pengidap HIV/AIDS di Jabar
Selalu Meningkat
Pikiran Rakyat, 27
Mei 2009
BANDUNG, (PRLM).- Berdasarkan data terakhir temuan kasus HIV/AIDS di Jawa
Barat yang dikeluarkan Dinkes Provinsi Jabar, jumlah akumulatif pengidap
HIV/AIDS di Jawa Barat adalah 2682 orang, sedangkan pada 2008, tercatat
2593 orang.
Hal ini berarti, dalam waktu tiga bulan, jumlah pengidap HIV/AIDS bertambah
sekitar 89 orang. Kecenderungannya sejak tahun 1997-Maret 2009, jumlah
pengidap HIV/AIDS di Jabar selalu meningkat.
BANDUNG, (PRLM).- Maraknya bisnis obat-obatan terlarang telah menjadi
pemicu meningkatnya temuan kasus HIV-AIDS di Kota Bandung dan daerah
lainnya di Jawa Barat. Hal itu dikatakan Kepala Dinas Kesehatan Provinsi
Jawa Barat Alma Lucyati kepada "PRLM" di Bandung, Rabu (27/5).
Menurut dia, maraknya peredaran obat-obatan terlarang di Jabar berefek
negatif terhadap upaya pencegahan dan kuratif HIV-AIDS di kalangan pengguna
narkoba dan zat adiktif suntik (penasun). Berdasarkan data terakhir temuan
kasus HIV-AIDS di Jawa Barat yang dikeluarkan Dinkes Provinsi Jabar
baru-baru ini, kelompok penasun masih menjadi kelompok yang paling berisiko
terkena HIV-AIDS.
BANDUNG, (PRLM).- Jumlah pengidap HIV-AIDS di Kota Bandung merupakan yang
tertinggi di Jawa Barat. Hal tersebut terungkap pada rapat koordinasi
Komisi Penanggulangan Aids Kota Bandung, di Gedung Serba Guna, Jln.
Wastukancana, Rabu (27/5).
Kepala Inspektorat Pemerintah Kota Bandung Sukarno mengatakan, berdasarkan
data yang dimiliki tdan ercatat sejak tahun 1991 hingga Desember 2008
terdapat 1.715 orang pengidap HIV-AIDS. Perinciannya pengidap HIV 864 orang
dan AIDS 851 orang. (A-188/A-147)****
MEDAN - Berkat, bocah penghidap HIV/AIDS warga Tapanuli Utara akhirnya
meninggalkan rumah sakit, setelah menjalani perawatan selama hampir tiga bulan
di RSUP Dr Pirngadi Medan.
Hal ini dibenarkan oleh Humas RSUP Dr Pirngadi Medan, Susyanto, kepada
Waspada Online. Susyanti mengatakan pihak rumah sakit telah mengizinkan
Berkat pulang, karena kondisinya sudah sangat baik dan sudah dapat
menjalani perawatan jalan.
21. Hari Ini, Bocah Pengidap HIV/AIDS
Dibawa Pulang
Harian Global, 27
Mei 2009
Written by
Yuni
Jeritan Andi (bukan nama sebenarnya), anak lima tahun yang divonis tertular
Human Immuno Virus/Acquired Immunodeficiency Syndrome (HIV/AIDS), nyaring
terdengar saat diajak bercanda Afles (12) abangnya di RSUD Pirngadi, Selasa
(26/5).
Tidak terasa, sudah 36 hari bocah malang ini dirawat di ruang anak kelas
III RS Pirngadi Medan. Namun, kini kondisinya mulai banyak menampakkan
kemajuan.
Selain sudah bisa jalan, badannya pun naik menjadi 11 kg dari 8 kg ketika
awal masuk, serta penyakit oportunistis(penyerta) bisa ditanggulangi.
HIngga kemarin, sudah 14 hari ia mengonsumsi obat anti retroviral (ARV)
yang berfungsi untuk menekan perkembangan virus HIV. Dan belum ada
tanda-tanda efek samping, meski saat malam hari Andi merasakan kulitnya
gatal.
Anti Retro Viral, masih menjadi satu-satunya obat yang mampu melemahkan
daya kerja virus HIV di dalam darah manusia. Tidak berlebihan bila orang
dengan HIV AIDS (ODHA) sangat bergantung dengan obat tersebut.
Ironinya, terkadang persediaan/stok obat itu di beberapa rumah sakit
rujukan menipis. Dan kondisi itu telah berlangsung dalam dua minggu
terakhir ini. Seharusnya persediaan yang diperoleh ODHA untuk satu bulan
pemakaian, tetapi hanya untuk dua minggu.
"Tentunya kita sangat memprihatinkan kondisi itu. Karena menimbulkan
kekhawatiran pada ODHA," ujar Ketua Badan Pengurus Medan Plus Eban
Totonta Kaban didampingi Faiz Muhammad, Koordinator JOTHI Wilayah
Koordinasi Sumatera Utara, kemarin, di Medan.
BANDUNG (SI) – HIV/AIDS bisa menyerang siapa saja tanpa kecuali.Data
Dinas Kesehatan Kota Bandung menyebutkan, sebanyak 31 PNS di Kota Bandung
merupakan penderita HIV/AIDS.
Jumlah tersebut mencapai 1,75% dari total penderita HIV/AIDS di Kota
Bandung yang mencapai 1.774 orang. Jumlah ini merupakan akumulasi penderita
HIV/ AIDS dari 1991 hingga April 2009. ”Ini hasil rangkuman dari
teman- teman LSM dan data itu menyatakan bahwa memang ada PNS yang mengidap
HIV.
Kita harus pahami bahwa HIV/AIDS bisa menyerang siapa saja, termasuk
PNS,” ujar Kepala Dinas Pendidikan (Dinkes) Kota Bandung Gunadi Sukma
Bhinekas seusai membuka acara Rapat Koordinasi HIV/AIDS di Gedung Serbaguna
Balai Kota Bandung,Jalan Wastukencana, Kota Bandung, kemarin.
24. Regency told to avoid free sex in
bid to slow HIV/AIDS rate
the Jakarta Post Online, 26
Mei 2009
Markus
Makur, The Jakarta Post , Timika, Papua | Tue,
05/26/2009 12:33 PM | Headlines
An HIV/AIDS commission senior official who claimed Mimika regency, Papua,
had the highest HIV/AIDS rate increase in the country and in the world,
advised residents to avoid free sex.
"The disease has been spreading here for 13 years. It *the cases* has
increased 100 percent every year and is endangering people's lives. We
should act on this and advise people not to have free sex," the Mimika
HIV/AIDS commission secretary Saiful Takim said at an event Saturday
evening.
MEDAN - Saat ini hanya ada sekitar 355 penderita HIV/AIDS di seluruh rumah
sakit yang ada di Sumatera Utara.
Demikian penuturan ketua VCT Posyansus HIV/AIDS RSUP H Adam Malik Medan,
Rahmad Kurniawan, kepada Waspada Online, tadi sore.
Menurut Rahmad ke 355 penderita tersebut tersebar di rumah sakit di Sumut,
rumah sakit tersebut antara lain RSUP H Adam Malik, RSUP Dr Pirngadi, RSUD
Lubuk Pakam, RSU Bhayangkara.
"Ditambah rumah sakit Tobasa dan Serdang Bedagei," imbuh Rahmad.
Secara rinci, menurut Rahmad di Sumut sendiri terdapat sekitar 2049 penderita
HIV/AIDS yang pernah dirawat. Dari semua data ada 169 orang penderita belum
siap mengkonsumsi ARV.
26. Students, activists demand no
discrimination, transparency
the Jakarta Post Online, 25
Mei 2009
Luh De
Suriyani, The Jakarta Post , Denpasar | Mon,
05/25/2009 2:39 PM | Bali
Hundreds of students, social workers and NGOs activists celebrated the
Nusantara AIDS Vigil (MRAN) 2009 on Saturday night by issuing a five-point
statement, demanding that the health institution stops discriminating
against people with HIV/AIDS and asking the government to be more
transparent in developing AIDS mitigation programs.
The local Drugs' Victims Association (IKON) initiated the statement in the
annual gathering that took place at the Puputan Badung square in downtown
Denpasar.
The first point of the statement asked all the relevant government agencies
to be more thorough in developing their HIV/AIDS mitigation programs so as
to create a more effective and coherent program and to prevent unnecessary
duplications and overlappings.
Dari Total 108 Kasus KEDIRI- Sepanjang bentangan kurun waktu 1996 hingga
2009, virus HIV/AIDS di Kabupaten Kediri telah merenggut nyawa 22 orang
dari total 108 kasus serupa.
"Dari kasus tersebut hampir 100 persen akibat hubungan seksual dengan
berganti-ganti pasangan," tandas Kepala Seksi Pencegahan Penyakit
Menular Langsung, Dinas Kesehatan Kabupaten Kediri, Nur Munawaroh, akhir
pekan kemarin.
Menurut dia, kasus di Kediri lebih banyak didominasi dari kelompok resiko
tinggi seperti perempuan penghibur (PSK), kelompok waria, serta para
pelanggannya. Selebihnya adalah pengguna narkoba suntik, maupun ibu rumah
tangga.
28. Five regencies in Papua lack
infrastructure, clear boundaries
the Jakarta Post Online, 25
Mei 2009
Markus
Makur, The Jakarta Post , Timika, Papua | Mon,
05/25/2009 2:39 PM | The Archipelago
Regencies of Paniai, Mappi, Puncak, Asmat and Mimika are facing many
challenges to their development, and are lagging behind other regencies in
Papua province, particularly in terms of autonomy and budget issues.
A recent working meeting involving the five regencies prioritized
infrastructure issues, revealing, for example, a lack of well-developed
roads to facilitate travel from the regency capital to district capitals
and subdistricts in Paniai regency and Puncak regency.
Papua Governor Barnabas Suebu and Deputy Governor Alex Hesegem attended the
meeting.
MEDAN- Stok obat ARV (Anti retroviral) bagi penderita Virus HIV/AIDS di
Sumatera Utara sudah menipis. Menipisnya stok ARV tersebut didapatkan dari
pengakuan dari berbagai rumah sakit di Sumut.
"Ada 5 rumah sakit yang melaporkan stok obat ARV nya sudah menipis,
diantaranya RSUP H Adam Malik, RSU Bhayangkara, RSU Lubuk Pakam, RSU Haji
dan RSUP Pirngadi Medan," kata kepala seksi Penanggulangan Penyakit
Menular Langsung (PPLM) Dinas Kesehatan (Dinkes) Sumut, Sukarni, kepada
Waspada Online, tadi pagi.
30. Prostitusi di Solo makin marak
(Bagian II) Beroperasi setiap hari, periksa IMS s
Solo Pos, 20
Mei 2009
Praktik prostitusi di Solo tersebar di beberapa titik. Masih maraknya
prostitusi di Kota Solo, akhirnya tak bisa dilepaskan dari ancaman infeksi
menular seksual (IMS) salah satunya HIV/AIDS.
Sejak Oktober 2005 hingga April 2009, Komisi Penanggulangan AIDS (KPA) Solo
mencatat ada 249 kasus HIV/AIDS di kota ini. Dari jumlah itu, 62 penderita
di antaranya telah meninggal dunia.
Seperti pernah diberitakan harian ini, pengelola program KPA Tommy Prawoto
menyebut ada sekitar 10.000 orang yang masuk kelompok risiko tinggi IMS di
kawasan Soloraya. Dari jumlah itu, 4.988 orang di antaranya bersedia
mengikuti tes HIV/AIDS. Sementara yang lain masih enggan (SOLOPOS, 7/5).
Alit
Kertaraharja, The Jakarta Post , Buleleng | Wed,
05/20/2009 1:37 PM | Bali
There are more than 580 HIV-positive people in Buleleng regency, are aged
between 20 and 40 years, chairman of the Buleleng AIDS Commission (KPAD)
Made Arga Pynatih said Monday.
"Some of them are even below 20 years old," said Pynatih, who is
also the deputy regent of Buleleng.
Pynatih was speaking at a oneday campaign on HIV/AIDS pre-vention and
awareness, targeting junior and senior high school students in Singaraja
and neighboring areas.
BITUNG—Ini tanda awas bagi masyarakat Kota Bitung bahkan pemerintah.
Betapa tidak, setiap tahunnya kasus penderita HIV/AIDS semakin meningkat.
Fakta membuktikan, tercatat di Dinas Kesehatan kini Kota Bitung sudah
memiliki 124 orang yang terdeteksi menderita penyakit mematikan tersebut.
Kondisi ini memang terbilang ‘masih baik’ mengingat Bitung
dikenal sebagai tempat 'mangkalnya' PSK.
Menurut Kadis Kesehatan dr Ellen Hartono Wuisan MKes, masyarakat yang
terkena penyakit ini pasti akan bertambah lagi. “Kasus seperti ini
sebenarnya sudah lama diderita warga, akan tetapi proses penemuannya baru
sekarang. Seperti gunung es yang perlahan-lahan mencair,” ungkap
Wuisan didampingi dr Frangky Soritan dan seorang dokter khusus yag
melakukan konseling dengan penderita di ruang kerjanya, kemarin siang.
Komunitas AIDS Indonesia (www.aids-ina.org)
mendorong organisasi nirlaba, badan pemerintah, lembaga dan organisasi lainnya
untuk terhubung ke situs Website kami melalui sindikasi mater-materi utama dari
Komunitas AIDS Indonesia.
Dengan hanya mengcopy dan paste beberapa baris kode (HTML
atau XML), Anda akan dapat memiliki ringkasan materi-materi utama dari salah satu
kategori dan fasilitas akan muncul di situs Website yang Anda kelola. Lihat Contoh di klik link berikut:http://www.aids-ina.org/syndication.htm.
Bila pengunjung Website anda klik pada ringkasan materi di
situs Anda, akan langsung dapat melihatnya ke www.aids-ina.org.
Mereka dapat membaca seluruh isi materi. (Catatan:
Mengklik sebuah headline akan meminta jendela baru muncul, sehingga pengunjung
situs tidak akan benar-benar meninggalkan situs Anda.)
Kumpulan Berita
Media Massa HIV-AIDS dan Narkoba
Dari Tanggal: 18 May 2009 Sampai Tanggal: 25 May 2009
1. Kini, di Supiori Ada 28 Kasus
HIV/AIDS
Kompas.Com, 21 Mei 2009
BIAK, KOMPAS.com - Pengidap penyakit HIV/AIDS di Kabupaten Supiori, Papua,
dalam tahun 2009 ini bertambah lima kasus sehingga jumlah keseluruhan
menjadi 28 kasus.
Kepala Dinas Kesehatan Supiori Dokter Jenggo Suwarko di Biak, Rabu (20/5),
mengatakan, penemuan lima
kasus baru HIV/AIDS di Kabupaten Supiori berdasarkan hasil pemeriksaan
medis lewat program mobile klinik di wilayahnya. "Lima pengidap kasus baru HIV yang
terdeteksi ini sedang dalam pengawasan pihaknya untuk mendapat penanganan
serius," dokter Jenggo.
DENPASAR--Penderita HIV/AIDS di wilayah Kabupaten Badung, Bali,
kondisinya belakangan ini semakin mengkhawatirkan karena jumlah kasusnya
semakin meningkat dengan menjamah ibu rumah tangga dan bayi yang
dilahirkannya.
Meskipun jumlah penderita hilangnya kekebalan daya tubuh di Badung
menempati urutan ketiga setelah Buleleng dan Denpasar, namun tetap
memerlukan penanganan yang serius agar penyakit yang mematikan itu dapat
ditekan sekecil mungkin di masa mendatang, kata Wakil Bupati Badung I Ketut
Sudikerta yang juga Ketua Komisi Penanggulangan Aids Daerah (KPAD) setempat
di Denpasar, Kamis.
TIMIKA – Relawan HIV – AIDS dan Public Health Malaria Control
(PHMC) PT Freeport Indonesia bekerja sama dengan Klub Bikers, Klub Mobil,
Klub Airsoftgun, Klub Aeromodelling, TNI AU Mimika serta PMI, Minggu (17/5)
kemarin mengadakan kegiatan pawai untuk penyebaran brosur tentang bahaya,
resiko, dampak dan penangulangan penyebaran, jumlah penderita terkini
HIV/AIDS kepada masyarakat yang berada di Mimika.
Kegiatan dalam rangka memperingati Renungan AIDS Nusantara (RAN) dengan
tema "Menjadikan hidup kita bermakna bagi sesama" itu dimulai
pukul 13.00 WIT. Diawali konvoi melalui sejumlah ruas jalan di Timika,
yakni Jalan Cendrawasih, Jalan Trokira, Ruas Jalan Bandara Moses Kilangin,
Jalan Ahmad Yani, Jalan Leo Mamiri (Pasar Damai), Jalan Yos Sudarso, Jalan
Hasanudin dan Jalan Udi Utomo.
INDRAMAYU(SI) – Data Komisi Penanggulangan AIDS Kabupaten (KPAK)
Indramayu menyebutkan, sejak 1993 hingga 2008 sebanyak 182 warga Indramayu
mengidap penyakit HIV/AIDS.
Sekretaris KPAK Kabupaten Indramayu Mujahid menyatakan, faktor penularan
tertinggi adalah dari hubungan seks sebanyak 88%. “Faktor lainnya
akibat penyalahgunaan narkoba suntik, transfusi darah, dan ibu positif HIV
ke janinnya hanya 11%,” kata Mujahid.
Wamena, Bupati Jayawijaya, Wempi Wetipo, S.sos, M.Par mengatakan, masalah
HIV/AIDS telah menjadi masalah yang sangat serius di Kabupaten Jayawijaya,
dimana sampai April 2009 jumlah kasusnya mencapai 382 kasus, bahkan
Jayawijaya menduduki peringkat tertinggi dalam peningkatan jumlah kasus
dari tahun ke tahun.
Hal itu seperti diungkapkan bupati dalam sambutannya yang dibacakan Asisten
II Setda Jayawijaya, Gad Tabuni dalam acara Pembukaan Peringatan AIDS
Candlelight Memorial ke-26 di Gedung Sosial Katolik Wamena, Senin (18/5).
Seseorang yang terinfeksi Human Immune Virus/Acquired Immunodeficiency Syndrome
(HIV/AIDS) biasanya akan frustrasi ketika divonis tertular virus tersebut.
Seakan langit akan runtuh, dan dunia akan kiamat.
Hal itu dialami Edi (bukan nama sebenarnya) yang sempat frustrasi ketika
dikabarkan dalam tubuhnya hidup virus yang hingga kini belum ada obatnya.
Kenyataan suram itupun bermula ketika pria lajang ini tinggal di Kota
Metropolitan Jakarta, kemudian mengonsumsi narkoba jenis putau. Hal itu
dijalaninya selama kurang lebih 14 tahun.
7. Bali AIDS commission holds radio ads competition
the Jakarta Post Online, 19 Mei
2009
DENPASAR: The Bali AIDS Commission (KPAD) and Bali FM radio station are
jointly holding a radio advertising competition with a special theme:
"Together, we are the solution".
The advertising must contain information on how to prevent, care for and
find solutions to problems related to HIV/AIDS.
The ad will be a public service advertisement lasting only two minutes and
produced in an MP3 format.
Individuals, organizations and institutions are eligible to submit their
work to the commission.
BANGKALAN- Diduga mengidap HIV/AIDS, mantan TKI (Tenaga Kerja Indonesia)
berinisial Hf meninggal dunia. Korban berusia 27 tahun itu tewas setelah
sebelumnya menjalani rawat inap di Rumah Sakit Syarifah Ambami Ratoh Ebuh
Bangkalan.
Kadinkes Bangkalan, Fahrurrosi, menjelaskan akan melakukan surveiling
epedimiologi (SE) terhadap keluarga korban.
"Kita akan melakukan kunjungan lapangan untuk mencari adanya penderita
baru di sekitar tempat tinggal korban," kata Rosi, panggilan akrabnya,
kemarin.
Mataram ( Berita ) : Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Nusa Tenggara
Barat (NTB) setuju sekaligus mendukung dilakukannya tes HIV bagi Tenaga
Kerja Indonesia (TKI) NTB yang baru pulang dari luar negeri.
“Sebab disinyalir TKI dan TKW ikut menyumbang jumlah penderita HIV
dan AIDS di daerah ini,” kata Kepala Dinas Tenaga Kerja dan
Transmigrasi NTB, M. Agus Patri kepada wartawan di Mataram, Selasa [19/05]
.
Seusai dengar pendapat dengan LSM dan Ormas pemerhati TKI dia menjelaskan,
untuk melakukan tes HIV bagi TKI yang baru pulang membutuhkan dana cukup
besar mencapai Rp25 miliar. Karena jumlah TKI NTB yang pulang bekerja dari
luar negeri sekitar 25.000 orang per tahun.
JAKARTA, KOMPAS.com — Buah merah yang banyak tumbuh di wilayah
pegunungan Papua belum terbukti secara klinis sebagai obat penyembuh
HIV/AIDS.
"Dari hasil penelitian yang dilakukan Departemen Bio Kimia UI
(Universitas Indonesia), komponen yang dipakai sebagai anti-HIV pada buah
merah ternyata tidak memberi respons pada hewan percobaan," kata Ketua
Program Studi Farmasi Kedokteran pada Fakultas Kedokteran Universitas
Indonesia (UI) Dr dr Ernie H Purwaningsih MS di Jakarta.
SAN FRANCISCO (Bloomberg): Penggunaan obat anti virus yang kuat untuk
pasien HIV, virus yang menimbulkan AIDS, meski mereka tengah dirawat untuk
penyakit radang paru-paru atau kanker, bisa menekan angka kematian.
Hal itu diungkapkan oleh sebuah penelitian.
Dulu, yang menjadi fokus pertama para dokter adalah mengendalikan penyakit
terkait AIDS dan menunda penggunaan obat-obatan anti virus guna
mengantisipasi timbulnya efek samping atau terlalu membebani pasien, kata
Andrew Zolopa, Direktur Unit percobaan klinis AIDS di Stanford University
School of Medicine.
JAKARTA, SELASA -- Buah merah yang banyak tumbuh di wilayah pegunungan
Papua belum terbukti secara klinis sebagai obat penyembuh HIV/AIDS.
"Dari hasil penelitian yang dilakukan Departemen Bio Kimia UI
(Universitas Indonesia), komponen yang dipakai sebagai anti HIV pada buah
merah ternyata tidak memberi respons pada hewan percobaan," kata Ketua
Program Studi Farmasi Kedokteran pada Fakultas Kedokteran Universitas
Indonesia (UI), Dr dr Ernie H. Purwaningsih MS di Jakarta.
BOGOR -- Kasus HIV/AIDS di Kota Bogor bertambah 85 orang per periode
Januari hingga April 2009. Hal ini menjadikan total kasus HIV/AIDS di Kota
Bogor berjumlah 562 kasus.
Eddy Darma, Kepala Seksi P2P Dinas Kesehatan Kota Bogor, menjelaskan bahwa
Kota Bogor masuk peringkat ke tiga kasus HIV/Aids se Jawa Barat.
“Padahal Jawa Barat sendiri merupakan provinsi dengan kasus HIV
tertinggi dari 33 provinsi se Indonesia,” katanya. Dari jumlah kasus
tersebut, menurut Eddy, 50 orang telah meninggal. Bahkan ada bayi,
diantaranya.
KLATEN -- Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Klaten meminta masyarakat untuk
mewaspadai penyakit HIV/AIDS. Pasalnya, jumlah penderita di daerah ini
meningkat dalam beberapa tahun ini.
Data yang diperoleh //Republika// di Dinas Kesehatan Klaten (DKK), Selasa
(19/5) menyebutkan, penderita HIV/AIDS sejak 2003 hingga 2009 tercatat 37
orang. Dari jumlah itu, enam diantaranya meninggal dunia.
JAKARTA -- Buah merah yang banyak tumbuh di wilayah pegunungan Papua belum
terbukti secara klinis sebagai obat penyembuh HIV/AIDS.
"Dari hasil penelitian yang dilakukan Departemen Bio Kimia UI
(Universitas Indonesia), komponen yang dipakai sebagai anti HIV pada buah
merah ternyata tidak memberi respons pada hewan percobaan," kata Ketua
Program Studi Farmasi Kedokteran pada Fakultas Kedokteran Universitas
Indonesia (UI), Dr dr Ernie H. Purwaningsih MS di Jakarta, Senin.
JAKARTA, SELASA - Buah merah yang banyak tumbuh di wilayah pegunungan Papua
belum terbukti secara klinis sebagai obat penyembuh HIV/AIDS.
"Dari hasil penelitian yang dilakukan Departemen Bio Kimia UI
(Universitas Indonesia), komponen yang dipakai sebagai anti HIV pada buah
merah ternyata tidak memberi respons pada hewan percobaan," kata Ketua
Program Studi Farmasi Kedokteran pada Fakultas Kedokteran Universitas
Indonesia (UI), Dr dr Ernie H. Purwaningsih MS di Jakarta.
JAKARTA - Buah merah yang banyak tumbuh di wilayah pegunungan Papua belum
terbukti secara klinis sebagai obat penyembuh HIV/AIDS.
"Dari hasil penelitian yang dilakukan Departemen Bio Kimia UI
(Universitas Indonesia), komponen yang dipakai sebagai anti HIV pada buah merah
ternyata tidak memberi respons pada hewan percobaan," kata Ketua
Program Studi Farmasi Kedokteran pada Fakultas Kedokteran Universitas
Indonesia (UI), Dr dr Ernie H. Purwaningsih MS di Jakarta, tadi pagi.
18. Sampai April 2009, Kasus HIV-AIDS Mencapai 382
Cenderawasih Post, 19 Mei
2009
WAMENA - Bupati Jayawijaya, Wempi Wetipo, S.sos, M.Par mengatakan, masalah
HIV/AIDS telah menjadi masalah yang sangat serius di Kabupaten Jayawijaya,
dimana sampai April 2009 jumlah kasusnya mencapai 382 kasus, bahkan
Jayawijaya menduduki peringkat tertinggi dalam peningkatan jumlah kasus
dari tahun ke tahun.
Hal itu seperti diungkapkan bupati dalam sambutannya yang dibacakan Asisten
II Setda Jayawijaya, Gad Tabuni dalam acara Pembukaan Peringatan AIDS
Candlelight Memorial ke-26 di Gedung Sosial Katolik Wamena, Senin (18/5).
MEDAN- Perkembangan Berkat, bocah penderita HIV/AIDS, kini semakin baik.
Selain berat badannya yang naik, kini Berkat sudah bisa berjalan-jalan di
sekitar rumah sakit. Demikian menurut Humas RS Pirngadi Medan, Susyanto
kepada Waspada Online, malam ini.
"Ini menunjukkan bahwa Berkat perkembangannya semakin baik. Dia
sekarang tidak hanya tergeletak tidak berdaya dirumah sakit, tapi kini dia
bisa berjalan-jalan. Ini akan berdampak pada perkembangan psikologisnya
menjadi lebih baik," ujar Susyanto.
BALIKPAPAN--Puluhan aktivis serta orang yang hidup dengan HIV/AIDS AIDS
(ODHA) pada Minggu (17/5) malam berkumpul untuk mengikuti candlelight-acara
malam renungan HIV/AIDS terhadap mereka yang meninggal akibat ganasnya
AIDS.
Manajer Program Komisi Penanggulangan AIDS Daerah (KPAD) Balikpapan,
Sugiharto mengatakan tema yang diusung pada candlelight ini “Together
we are the solution”. “Bersama kita bisa untuk menanggulangi
HIV/AIDS,” ungkap Sugiharto saat dihubungi Post Metro tadi malam.
UMBULHARJO: Manajer Proyek Implementasi Komisi Penanggulangan Aids (KPA)
Kota Lumowah Wibisono mengatakan, sampai bulan ini KPA menemukan 50 kasus
penderita HIV/AIDS baru. Dan sampai tahun 2011, diperkirakan jumlah
penderita HIV/AIDS akan terus bertambah.
“Hanya saja, jumlah penderita baru di tahun ini bisa lebih banyak
dibanding temuan yang ada karena fenomena penderita HIV/AIDS adalah
fenomena gunung es,” ungkapnya usai Malam Renungan AIDS Nusantara
2009 di Pendapa Rumah Dinas Walikota, Sabtu (16/5).
TEMPO Interaktif, Washington: Kegagalan dalam mengembangkan vaksin yang membangun
sistem kekebalan alamiah tubuh untuk menghadapi virus HIV/AIDS, membuat
para peneliti saat ini sedang menguji pengobatan HIV/AIDS dengan memasukkan
sebuah gen ke dalam otot yang dapat menyebabkannya memproduksi antibodi
terhadap HIV.
Metode baru itu bekerja pada tikus dan saat ini telah terbukti berhasil
pada monyet juga, sebagaimana dilaporkan Minggu dalam edisi online jurnal
Nature Medicine. Tim ini dipimpin oleh Dr Philip R. Johnson dari Rumah
Sakit Anak Philadelphia.
SUKABUMI,(GM)-
Penderita HIV/AIDS di Kab. Sukabumi bertambah. Berdasarkan data Kantor
Dinas Kesehatan (Dinkes) Kab. Sukabumi, hingga Mei 2009, 141 orang
terjangkit virus yang mematikan ini. Padahal tahun sebelumnya, jumlah
pengidap HIV/AIDS hanya 97 orang.
Demikian diungkapkan Kabid Penanggulangan Penyakit Menular dan Penyehatan
Lingkungan (P2MPL) Dinkes Kab. Sukabumi, Dadang Sucipta ketika dihubungi
"GM", Minggu (17/5). Menurutnya, kenaikan jumlah penderita
HIV/AIDS cukup tinggi hingga mencapai 40%.
MEDAN (SI) – Kondisi kesehatan balita penderita HIV/AIDS, BH, yang
dirawat di Rumah Sakit Umum (RSU) dr Pirngadi Medan terus menunjukkan
perkembangan positif.
BH yang sebelumnya hanya bisa berbaring di atas tempat tidurnya, kini bisa
berjalan dengan kedua kaki kecilnya.Ini perkembangan penting dalam proses
kesembuhannya. Tak hanya itu, berat badan BH saat ini telah bertambah
menjadi 11 kg, dari sebelumnya hanya 10 kg. BH kemarin terlihat mengenakan
kaus merah ditemani Nurhayati, sukarelawan konselor AIDS dari HKBP Balige,
yang selama ini membantu menjaganya.
MAKASAR (SI)-DPRD Sulsel segera menggodok rancangan peraturan daerah
(raperda) tentang penanggulangan penyakit HIV/AIDS. Raperda HIV/AIDS itu
diusulkan oleh Dinas Kesehatan Pemprov Sulsel untuk dibahas menjadi
peraturan daerah (perda).
Rencananya, raperda tersebut termasuk salah satu raperda prioritas yang
akan dibahas DPRD Sulsel dalam tiga bulan terakhir, sebelum masa tugas DPRD
periode 2004-2009 berakhir. Ketua Panitia Legislasi (panleg) DPRD Ramli
Haba mengatakan, raperda HIV/AIDS menjadi prioritas lantaran penyebaran penyakit
yang menyerang sistem kekebalan tubuh itu sudah dalam taraf yang sangat
mengkhawatirkan, terutama di Sulsel.
YOGYAKARTA (SI) – Hingga Mei 2009 Komisi Penanggulangan AIDS (KPA)
Yogyakarta menemukan 50 kasus baru Human Immunideficiency Virus (HIV) di
masyarakat.
Jumlah tersebut diprediksikan akan terus mengalami penambahan hingga 2011
mendatang. Manajer Implementasi KPA Kota Yogyakarta Lumowah Sebastianus
Wibisono mengatakan, pihaknya menargetkan kasus HIV maupun AIDS positif
akan mulai menurut setelah 2011 mendatang.
CIANJUR (SI) - Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Cianjur siap siaga dalam
menanggulangi penderita HIV/AIDS. Salah satunya menyiagakan 16 klinik
infeksi menular seksual (IMS) di 16 puskesmas di seluruh wilayah Kabupaten
Cianjur.
”Kami sudah menyiagakan 16 klinik IMS di 16 puskesmas untuk
menanggulangi HIV/AIDS,” kata Kepala Bidang Pengendalian Penyakit
Menular dan Penyehatan Lingkungan (P2MPL) Dinkes Cianjur Amin
Amsyari,kemarin. Untuk menghindari HIV/ AIDS,selain kebersihan
raga,menjauhi narkoba, dan hubungan tidak sehat,juga harus dibarengi dengan
membersihkan rohani dengan ilmu agama.
SAMARINDA - Kesehatan merupakan dambaan setiap orang. Kekayaan, kecerdasan,
kepopuleran tak ayal menjadi sirna jika tidak didukung dengan kesehatan
prima. Oleh karena itulah, masalah kesehatan adalah hal paling utama yang
harus mendapat perhatian.
Banyak faktor yang menjadikan seseorang dapat hidup sehat. Salah satunya
adalah berperilaku seks. Sumadi Atmodiharjo, Direktur Pelaksana Perkumpulan
Keluarga Berencana Indonesia (PKBI) Kaltim mengatakan, dalam gaya hidup
masyarakat saat ini, kecenderungan seseorang berperilaku seks bebas menjadi
lebih tinggi.
BANDUNG,(PRLM).-Puluhan remaja dan anggota yang tergabung dalam Kelompok
Dukungan Sebaya Untuk Masalah Penyalahgunaan Narkoba, HIV/AIDS "25
Messengers" melakukan malam renungan AIDS Nusantara atau AIDS
Candlelight Memorial di Lapangan Gasibu Kota Bandung, Sabtu (16/5) malam.
Menurut koordinator renungan, Dedy Kurniawan yang ditemui seusai renungan
AIDS tersebut, malam renungan ditujukan untuk mengenang sahabat, keluarga
dan kerabat yang telah meninggal karena HIV-AIDS sekaligus untuk
meningkatkan kesadaran masyarakat luas akan bahaya HIV-AIDS serta
menghindari stigma dan diskriminasi terhadap Orang dengan HIV-AIDS (ODHA).
MEDAN - Selama ini pencegahan HIV/AIDS hanya sebatas pemberian obat Anti
Retrival (ARV) bukannya mencoba mencari alternatif penanggulangan lain.
"Kinerja pemerintah dalam penanggulangan HIV/AIDS hanya sebatas
kuratif bukan preventif," kata Direktur CHS (Center for Health
Service) Medan, Zulaini, kepada Waspada Online, tadi sore.
SUKABUMI, (PRLM).- Penderita Human Immanodeficiency Virus (HIV) / Acquired
Immune Deficiency Syndrome (AIDS) di Kab. Sukabumi cenderung meningkat.
Data yang diperoleh dari Dinas Kesehatan (Dinkes) Kab. Sukabumi tercatat
141 orang penderita. Padahal setahun sebelumnya, jumlah hanya berkisar 97
orang.
"Terjadi kenaikan mencapai 40% dari tahun sebelumnya. Kondisi ini
sangat perlu disikapi dengan seksama," kata Kepala Bidang (Kabid)
Penanggulangan Penyakit Menular dan Penyehatan Lingkungan (P2MPL) Dinnas
Kesehatan (Dinkes) Kab. Sukabumi, Dadang Sucipta kepada PRLM, Sabtu (16/5).
Sambas, Wakil Bupati (Wabup) Sambas, dr Hj Juliarti Djuhardi Alwi MPh mengatakan,
pendidikan merupakan “senjata†terbaik untuk memerangi
penyebaran HIV/AIDS. Berbekal pengetahuan mengenai cara penularan HIV/AIDS
katanya, masyarakat bisa menghindari perilaku resiko tinggi HIV/AIDS dan
menggantinya dengan perilaku yang resikonya lebih rendah atau bahkan tak
beresiko sama sekali.
Semakin dini seseorang mendapatkan informasi akan semakin baik. Apalagi,
laporan kasus HIV/AIDS beberapa tahun terakhir menunjukkan kalau AIDS mulai
merambah kalangan muda, yakni usia 15-29 tahun. Trend epidemi itulah ujar Wabup,
membuat para penggagas HIV/AIDS merasa perlu adanya peer education
(pendidikan teman sebaya). Masalahnya, remaja biasanya lebih terbuka
berbicara soal seks dengan teman sebaya ketimbang dengan orangtua atau
guru.
KULONPROGO - Berdasarkan data dari Dinas Kesehatan Kulonprogo, jumlah penderita
HIV/AIDS sejak tahun 2002 ada 23 orang. Menurut Kepala Dinas Kesehatan
Kulonprogo dokter Lestaryono, temuan paling banyak di tahun 2008 dengan
jumlah delapan orang sedangkan tahun 2009 ini tercatat ada lima orang yang
terdeteksi mengidap HIV/AIDS. Dia mengatakan, untuk menekan jumlah
penderita perlu kerja sama berbagai pihak. Yang penting adalah penyadaran
kepada masyarakat tentang pola hidup sehat. Sementara itu, dokter Yanri
Wijayanti Subronto dari FK UGM menambahkan, kasus tersebut banyak terjadi
di daerah miskin dengan tingkat pendidikan rendah sehingga tidak mengetahui
risiko-risiko ketika melakukan penyimpangan. Dia berharap petugas kesehatan
di seluruh pelosok memberikan pengertian kepada masyarakat agar mereka
melek terhadap kesehatan. (D19-70)
CILEGON, TRIBUN - Seorang bocah berusia enam tahun di Kota Cilegon,
Provinsi Banten tertular virus HIV/AIDS, dan kini dirawat di Rumah Sakit
Umum Daerah (RSUD) Cilegon.
Direktur RSUD Cilegon dr Zainoel Arifin, Sabtu (16/5) mengatakan saat ini
terhadap pasien HIV/AIDS yang diobati hanya infeksi oportunitis yang
diderita, karena penanganan lebih lanjut harus ditangani RSUD Serang.
Untuk itu, pihaknya akan merujuk pasien tersebut ke klinik Voluntary
Counseling Treatment (VCT) dan Care Support and Treatment (CST) RSUD
Serang. Sebab, RSUD Cilegon tidak memiliki peralatan penanganan khusus bagi
penderita yang tertular virus HIV/AIDS.
Seorang bocah berusia enam tahun di Kota Cilegon, Provinsi Banten, tertular
virus HIV/AIDS dan kini dirawat di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Cilegon.
Direktur RSUD Cilegon dr Zainoel Arifin, Sabtu (16/5) mengatakan, saat ini
pasien HIV/AIDS tersebut hanya diobati infeksi oportunitis yang
dideritanya, karena penanganan lebih lanjut harus ditangani RSUD Serang.
Untuk itu, pihaknya akan merujuk pasien tersebut ke klinik Voluntary
Counseling Treatment (VCT) dan Care Support and Treatment (CST) RSUD Serang
karena RSUD Cilegon tidak memiliki peralatan penanganan khusus bagi
penderita yang tertular virus HIV/AIDS.
36. Kurang penyuluhan, LP menjadi tempat penyebaran
HIV/AIDS
Waspada Online, 15 Mei 2009 PRAWIRA
SETIABUDI
MEDAN - Banyaknya para tahanan di Lembaga Pemasyarakatan yang mengidap
virus HIV/AIDS disebabkan kurangnya penyuluhan di LP tersebut.
Ketua konselor HIV/AIDS Medan, Rahmad Kurniawan, kepada Waspada Online,
tadi pagi, mengatakan perlu dilakukan penyuluhan dan konseling tentang
HIV/AIDS di LP agar para tahanan tahu betapa beresikonya penjara tersebut,
dan yang paling utama adanya bimbingan untuk mengubah perilaku.
Waspada Online, 15 Mei 2009 PRAWIRA
SETIABUDI
MEDAN- Banyak diantara para tahanan yang berada di Lembaga Pemasyarakatan
di Sumatera Utara saat ini diduga menderita HIV/AIDS. Demikian menurut
ketua Posyansus VCT RSUP H Adam Malik Medan dan juga ketua konselor
HIV/AIDS Medan, Rahmad Kurniawan, kepada Waspada Online, tadi pagi.
"Umumnya para tahanan yang mengidap HIV/AIDS telah terinfesksi sebelum
masuk kedalam LP. Tetapi ada juga mereka terkena HIV saat mereka sudah
mendekam dalam tahanan," ujar Rahmad.
Surya Online, 15 Maei 2009
Jumat, 15 Mei 2009 | 8:02 WIB | Posts by: Judi Prasetyo
Mataram - SURYA- Sejak 2001 hingga 2008 tercatat 22 orang meninggal dunia
akibat HIV/AIDS di Kota Mataram, Nusa Tenggara Barat (NTB), dan ini
merupakan suatu ancaman bagi masyarakat.
Kepala Dinas Kesehatan Kota Mataram, Dr. IGK Lania di Mataram, Kamis,
mengatakan, jumlah korban meninggal selama delapan tahun terakhir ini terus
meningkat dan terbanyak pada 2008 sebanyak sembilan orang sementara 2007
meninggal delapan orang dann 2001 hanya seorang.
Jumlah kasus HIV tercatat 64 kasus dan AIDS sebanyak 42 kasus dan sebagian
besar menimpa usia produktif mulai 20 tahun hingga 45 tahun. Sementara
penyebab terbesar adalah dari jarum suntik dan seks dengan pasangan
berganti-ganti.
Harian Terbit, 15 Mei 2009
JAKARTA - Ketua Pelaksana Harian Komisi Penanggulangan AIDS (KPA) Kota
Administrasi Jakarta Timur, H Nugraha K Yasin mengatakan di wilayahnya
(Jakarta Timur) saat ini sudah ditemukan 127 kasus pengidap infeksi HIV dan
AIDS.
"Penyebab utama berkembangnya virus HIV, melalui dua cara yaitu jarum
tajam dan melalui jarum tumpul," ujar Nugraha, saat menyampaikan
sambutan pada acara konsolidasi program komprehensif pencegahan HIV melalui
transmisi seksual (PMTS), Kamis (14/5).
Duta Masyarakat, 15 Mei 2009
MADIUN- Komisi Penanggulangan Aids (KPA) dan Yayasan Bambu Nusantara (YBN)
Kota Madiun, menggelar aksi "Bahaya HIV/Aids", kemarin. Aksi
dilakukan dengan cara membagi bunga dan selebaran di perempatan Tugu,
sambil sesekali mengimbau dengan pengeras suara hindari HIV/Aids.
"Melalui aksi ini, kami ingin mengingatkan kepada seluruh masyarakat
akan bahaya HIV/Aids. Sebab, HIV/Aids dapat menular kepada siapa pun, lalu
mengajak masyarakat pola hidup sehat, khususnya dalam berhubungan,"
ujar koordinator aksi, Titik Sugiarti.
Harian Jogja, 14 Mei 2009
KULON PROGO: Kasus Human Immuno deficiency Virus (HIV) yang mengakibatkan
AIDS di Kulon Progo cenderung meningkat.
Berdasarkan data yang dilansir Dinas Kesehatan Kulonprogo, kasus HIV pada
2008 mengalami kenaikan delapan kasus, dari sebelumnya hanya 3 kasus. Pada
2009, berdasarkan pendataan PMI Kulonprogo, lima orang dinyatakan positif
HIV. Sehingga total jenderal terdapat 23 kasus HIV di Kulonprogo.
2. MUI tuntut lokalisasi pelacur di Malang ditutup
Waspada Online, 14 Mei
2009
MALANG - Majeis Ulama Indonesia Kabupaten
Malang, Jawa Timur, menuntut lokalisasi pelacur di Malang ditutup. Wakil Bupati menolak,
karena mereka bisa jadi pelacur liar.
Menurut KH Mahmud Zubaidi keberadaan lokalisisasi tak hanya merusak moral
pria dewasa tetapi juga anak-anak remaja. "Ini merupakan penyakit
masyarakat yang harus diberantas," ujarnya, Rabu (13/5).
Penutupan ini, sambungnya, harus dibarengi pembukaan lapangan kerja yang
layak buat mereka. Oleh sebab itu, Pemerintah Kabupaten Malang perlu
menyediakan anggaran untuk melatih keterampilan agar para pelacur, germo
dan pekerja di lokalisasi yang lain hidup mandiri. Untuk merealisasikan
sikap MUI ini, Mahmud Zubaidi tengah menyiapkan rancangan peraturan daerah
untuk pencegahan perzinahan, judi dan minuman keras.
Pagi itu, di ruang III Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Dr.Pirngadi, bocah
kurus bernama Berkat Anugerah, 5, sedang menikmati sarapan. Dia menyendok
sendiri nasi dari piring dengan tangan kanan dan tangan kiri memegang balon
plastik berwarna biru.
Berkat terlihat makan dengan lahap sambil sesekali melirik balon birunya.
Ketika sang abang menggoda dengan mengambil balonnya, dia merengek dan
meronta.
Berkat adalah salah satu anak Indonesia yang diketahui mengalami gizi buruk
dan infeksi oportunistik akibat daya tahan tubuh yang menurun karena Human
Immunodeficiency Virus (HIV) sehingga terjadi Sindroma Penurunan Daya tahan
tubuh Didapat (SPID) atau dalam istilah asing Aquired Immuno Deficiency
Syndrome (AIDS).
Lebih 5 tahun yang lalu, ketika Berkat masih dalam kandungan ibunya, HIV
mungkin sudah berkembang di dalam darahnya. Kini, diusia yang masih dini,
dia harus mengalami kondisi yang memerlukan perhatian sangat khusus dari
orang-orang yang dekat dengannya. Namun kedua orang tuanya telah tiada, dia
yatim piatu.
4. Kampanye HIV-AIDS Masih Terfokus di Kawasan Berisiko
Tinggi
Cenderawasih Post Online, 14 Mei
2009
MERAUKE-Tingginya angka penderita HIV-AIDS di Kabupaten Merauke tampaknya
menimbulkan keprihatinan bagi berbagai pihak. Salah satunya adalah kalangan
pemuka agama. Dalam rangka itu, para Dai yang tergabung dalam Majelis Ulama
Indonesia ( MUI) Kabupaten Merauke, mengikuti bimbingan penanggulangan
HIV-AIDS yang digelar KPA Kabupaten Merauke.
"Ini merupakan ide dari MUI sendiri dan sangat disambut baik oleh KPA
Kabupaten Merauke," kata Ketua MUI Kabupaten Merauke H Amiruddin
Shaleh, kepada Cenderawasih Pos, di sela-sela acara tersebut. Menurut
Amiruddin Shaleh, kegiatan yang diikuti itu sekaligus menjawab bahasa
sumbang dari masyarakat bahwa tokoh agama tidak memberi kepedulian terhadap
penyakit tersebut.
BEKASI, (PRLM).-Jumlah pengidap HIV/AIDS di Kota Bekasi terus bertambah.
Bahkan, Kota Bekasi termasuk daerah jalur merah (rawan HIV AIDS) di Jawa
Barat setelah Kota Bandung. Selain meningkatkan pantauan kepada kalangan
berisiko tinggi, saat ini pantauan juga dilakukan kepada populasi umum.
Hal ini disampaikan Penanggung Jawab Klinik Mitra Sehati (LSM di bidang
informasi HIV/AIDS-red), Jamaludin di Bekasi, Kamis (14/5). Penyisiran
terhadap kalangan populasi umum ini mulai dilakukan sekitar tahun 2006
lalu.
Berdasarkan tes yang dilakukan kepada sejumlah masyarakat yang termasuk
dalam populasi umum ini baru terdapat beberapa kasus kasuistik.
"Ada
ditemukan, tetapi hanya kasuistik. Jika sampai banyak ditemukan yang
positif pada populasi umum ini, berarti, kan, HIV/AIDS semakin menyebar dan semua
saja beresiko tinggi terkena," ujarnya.
PURWAKARTA(SI) – Dinas Kesehatan (Dinkes) Purwakarta masih mewaspadai
kawasan Cilodong, Kecamatan Bungur Sari, sebagai daerah penularan penyakit
HIV/ AIDS.
Karena itu, Dinkes mengawasi ekstra ketat wilayah sebelah utara Purwakarta
tersebut. Di lokasi, Dinkes mencatat terdapat 15 orang terjangkit HIV dan
tujuh orang lainnya dinyatakan positif menderita AIDS.Meskipun memiliki
data kuantitas, instansi ini sama sekali tidak mengetahui identitas satu
per satu warga yang menderita HIV/AIDS.
Hal ini terkait penelusuran bersifat unlinked anonymousatau pemeriksaan
sampel darah pada suatu komunitas, bukan orang per orang. Kepala Dinkes
(Kadinkes) Kabupaten Purwakarta Anne Hediana mengatakan, dirinya khawatir
jumlah penderita penyakit mematikan yang belum ada obatnya itu terus
bertambah.
MEDAN- Pemberian ARV (Anti Retroviral) obat untuk melumpuhkan virus
HIV/AIDS mempunyai efek samping kepada pengguna obat tersebut. Demikian
disampaikan ketua Konselor HIV/AIDS RSUP H Adam Malik Medan, Rahmad
Kurniawan, kepada Waspada Online, tadi pagi.
Menurut Rahmad efek samping penggunaan obat ARV tersebut antara lain dapat
menyebabkan perut mual, penyakit kulit, anemia dan kerusakan pada hati.
Mengenai belum adanya obat ARV untuk anak-anak, Rahmad mengatakan itu semua
bisa di akali dengan cara memberikan dosis obat untuk anak. "Tetapi
yang jadi permasalahan, siapa yang bisa menjamin anak-anak yang menghidap
HIV/AIDS itu mengonsumsi obat tersebut secara teratur," ujar Rahmad.
Malang - SURYA- Hingga Mei 2009, sedikitnya 109 orang ibu rumah tangga di
Kota Malang, Jawa Timur, dinyatakan positif terinfeksi HIV/AIDS dan dua di
antaranya kini tengah hamil.
Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Malang, dr. Enny Sekar Rengganingati,
Rabu, mengatakan, sejak Oktober 2008 hingga Mei 2009 ada penambahan jumlah
penderita di kalangan ibu rumah tangga sebanyak 46 orang, karena sebelumnya
hanya 63 orang.
Selain ibu rumah tangga, katanya, penambahan juga terjadi di lingkungan
Pekerja Seks Komersial (PSK), dari 63 orang pada Oktober 2008 menjadi 74
orang pada Mei 2009 atau bertambah 11 orang.
KEPANJEN - SURYA- LSM Paramitra Pertanyakan Penegakan Perda 14/2008 .
Meningkatnya penderita HIV dan AIDS di Kabupaten Malang pada triwulan pertama 2009
menimbulkan sejumlah pertanyaan. Benarkah Pemkab Malang telah menegakkan
Perda 14/2008 tentang Penanggulangan Bahaya HIV/AIDS di wilayah tersebut ?
Aktivif LSM Paramitra, Tri Gozali menuturkan, dengan disahkannya perda
tersebut semestinya bisa menjadi pintu masuk bagi pemkab untuk melakukan
pencegahan. “Salah satu item dalam perda itu menyebutkan, bagi mereka
yang menolak memakai kondom saat berhubungan dengan PSK bisa dipenjara tiga
bulan atau denda maksimal Rp 50 juta. Apakah itu sudah diterapkan?”
kata Gozali, Selasa (12/5).
MALANG, TRIBUN — Meningkatnya penderita
HIV/AIDS di Kabupaten Malang
pada triwulan pertama 2009 menimbulkan sejumlah pertanyaan. Benarkah Pemkab
Malang telah menegakkan Perda No 14/2008 tentang Penanggulangan Bahaya
HIV/AIDS di wilayah tersebut?
Aktivis LSM Paramitra, Tri Gozali, menuturkan, dengan disahkannya perda
tersebut semestinya bisa menjadi pintu masuk bagi pemkab untuk melakukan pencegahan.
“Salah satu item dalam perda itu menyebutkan, bagi mereka yang
menolak memakai kondom saat berhubungan dengan PSK bisa dipenjara tiga
bulan atau denda maksimal Rp 50 juta. Apakah itu sudah diterapkan?”
kata Gozali.
11. 109 Ibu Rumah Tangga di Malang Positif HIV/AIDS
Kompas.Com, 13 Mei
2009
MALANG, KOMPAS.com — Hingga Mei 2009, sedikitnya 109 ibu rumah tangga
di Kota Malang dinyatakan positif terinfeksi HIV/AIDS, dan dua di antaranya
kini hamil.
Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Malang dr Enny Sekar Rengganingati,
Rabu, mengatakan, sejak Oktober 2008 hingga Mei 2009 ada penambahan jumlah
penderita di kalangan ibu rumah tangga sebanyak 46 orang karena sebelumnya
hanya 63 orang.
Selain ibu rumah tangga, katanya, penambahan juga terjadi di lingkungan
pekerja seks komersial (PSK), dari 63 orang pada Oktober 2008 menjadi 74
orang pada Mei 2009 atau bertambah 11 orang.
TAK mudah memang mewajibkan para pekerja seks komersial menggunakan kondom.
Pelanggan atau lelaki hidung belang merasa tidak nikmat bila
menggunakannya.
Rediscoveri Nitta, Manajer Program Penanggulangan AIDS pada kelompok
Berisiko Tinggi Yayasan Kusuma Buana sudah membekali para PSK ilmu rayuan,
“Mas, make kondom itu enak, tidak terasa kok. Pokoknya saya pakein
ya…!”
Sayang, upaya ini masih bisa dibilang gagal. Para
pelanggan lelaki kerap enggan memakai kondom bila diminta. Para hidung belang berkilah bahwa, memakai kondom,
kenikmatannya kurang. “Enak saja, orang sudah bayar kok tidak
bersentuhan langsung,” tutur Nitta meniru kata-kata para hidung
belang.
MALANG, RABU - Meningkatnya penderita HIV/AIDS di Kabupaten Malang pada
triwulan pertama 2009 menimbulkan sejumlah pertanyaan. Benarkah Pemkab
Malang telah menegakkan Perda No 14/2008 tentang Penanggulangan Bahaya
HIV/AIDS di wilayah tersebut?
Aktivis LSM Paramitra, Tri Gozali, menuturkan, dengan disahkannya perda
tersebut semestinya bisa menjadi pintu masuk bagi pemkab untuk melakukan
pencegahan. “Salah satu item dalam perda itu menyebutkan, bagi mereka
yang menolak memakai kondom saat berhubungan dengan PSK bisa dipenjara tiga
bulan atau denda maksimal Rp 50 juta. Apakah itu sudah diterapkan?”
kata Gozali.
SUBANG - Dinas Kesehatan Subang, Jawa Barat, menemukan penderita HIV/Aids
sebanyak 284 kasus. Kasus itu paling banyak ditularkan melalui hubungan sex
(73 persen), jarum suntik (20 persen), dan penularan pada bayi dari ibu (2
persen).
Koordinator Program Penanganan dan Pencegahan IMS HIV/AIDS, Dinas Kesehatan
Subang, Suwata, mengatakan kalangan usia produktif paling banyak menderita
sekitar 80% yakni 15-30 tahun.
MEDAN - Berkat,
bocah asal Tapanuli Utara yang terinfeksi HIV/AIDS dan telah menjalani
perawatan di RS Pirngadi Medan kini telah diperbolehkan pulang. Untuk
selanjutnya, Berkat akan menjalani perawatan jalan di rumah sakit tersebut.
"Penanganan medis untuk Berkat sudah maksimal, kondisinya pun sudah
sangat baik. Nantinya, Berkat akan menjalani rawat jalan agar kondisinya
dapat terus terpantau," ungkap direktur RS Pirngadi Medan, Umar Zein,
kepada Waspada Online, malam ini.
MEDAN (SI)
– Bocah penderita HIV/AIDS,BH,5,dan ketiga saudara kandungnya akan
menjalani hidup di Panti Asuhan Elim HKBP Pematangsiantar.
Kepastian ini diperoleh setelah pihak keluarga yang mewakili keempat anak
yatim piatu itu sepakat untuk menyerahkan mereka. Poltak Simanjuntak yang
mewakili keluarga menandatangani surat
perjanjian di RSU dr Pirngadi Medan
kemarin.Kesepakatan itu disaksikan Kepala Badan Pelayanan Kesehatan (BPK)
RSU dr Pirngadi Medan Umar Zein. Poltak menyatakan,penyerahan keempat anak
dari LH,46,dan RS,30, yang telah meninggal dunia itu dilakukan pihak
keluarga dengan kesadaran penuh dan berdasarkan keterbatasan yang dimiliki.
The Jakarta Post , Jakarta |
Mon, 05/11/2009 5:47 PM | National
At least 14 toddlers in Malang, East Java, have been diagnosed HIV positive, having
contracted the virus from their mothers, who had been infected by their
husbands, the AIDS Prevention Commission says.
The commission's Malang
branch secretary, Adi Purwanto, told tempointeraktif.com that four of the
14 toddlers had been declared AIDS positive.
18. KPA Malang Khawatir Bantuan ARV untuk Penderita
HIV/AIDS Dicabut
Surya Online, 12 Mei
2009
MALANG | SURYA Online - Komisi Penanggulangan AIDS (KPA) Kabupaten Malang,
Jawa Timur (Jatim), mengkhawatirkan jika bantuan antiretroviral (ARV) untuk
para penderita HIV/AIDS dicabut oleh lembaga donor, karena saat ini stok
ARV tersebut mulai menipis.
Ketua KPA Kabupaten Malang, Adi Purwanto, Selasa (12/5), mengakui, untuk
saat ini stok ARV masih cukup untuk membantu 74 orang penyandang ODHA yang
ditangani LSM.
Hanya saja, tambahnya, kalau sewaktu-waktu bantuan itu dicabut dan stok ARV
habis, bagaimana nasib ke-74 penyandang ODHA itu, karena bantuan dari
Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kabupaten Malang tidak cukup
besar, yakni sekitar Rp 300 juta per tahun.
KEPANJEN - SURYA-Triwulan Pertama 2009, di Kabupaten Malang Meningkat 35
Orang. Jumlah penderita baru HIV dan AIDS di Kabupaten Malang pada triwulan pertama tahun ini
bertambah 35 orang. Dari data itu, setidaknya ada 14 balita yang
diperkirakan tertular oleh ibunya dan positif mengidap HIV dan AIDS.
”Kami sudah memeriksa lima
di antaranya. Dan mereka positif terkena HIV dan AIDS. Sisa yang lain
sedang kami cari keberadaannya agar bisa terpantau,” jelas dr Agus W
Arifin, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Malang, Senin (11/5).
20. Anak AIDS di RS Pirngadi Medis Selesai, Tinggal
Masalah Sosial
Harian Analisa, 12 Mei
2009
Medan, (Analisa)
Penanganan medis anak pengidap human immunodeficiency virus/aquried immuno
deficiency syndrome (HIV/AIDS) asal Tapanuli Utara di Rumah Sakit Umum
Daerah (RSUD) dr Pirngadi Medan sudah maksimal. Selanjutnya tinggal
penanganan sosial jika dipulangkan.
Soalnya, kata Direktur RSUD dr Pirngadi Medan, Dr dr Umar Zein DTM&H
SpPD KPTI, di ruang kerjanya, Senin (11/5), terlalu lama anak itu dirawat
di rumah sakit juga kurang bagus. Karena, dikhawatirkan anak tersebut akan
tertular penyakit dari pasien lain.
“Secara medis sudah maksimal kita tangani. Segala pemeriksaan sudah
dilakukan. Kondisi adik Afles itu juga sudah semakin baik,” ucap
Umar. Menurutnya, anak itu sudah laik untuk rawat jalan. Hanya saja yang
menjadi masalah, bagaimana perawatan anak itu di luar rumah sakit khususnya
memantau mengonsumsi obat antiretroviral (ARV) yang harus dimakan seumur
hidup.
21. Dua Warga Lhokseumawe Meninggal Akibat HIV-AIDS
Harian Analisa, 12 Mei
2009
Lhokseumawe, (Analisa)
Akibat terserang penyakit HIV/AIDS, dalam kurun waktu tahun 2006 hingga
2009 dua warga Lhokseumawe meninggal dunia. Demikian disampaikan Sekretaris
Komisi Penanggulangan Penyakit AIDS Provinsi Aceh (KPA), dr Ormaia
Nya’ Oemar, M.Kes pada acara rapat koordinasi penanggulangan HIV-AIDS
di ruang kerja Walikota Lhokseumawe, Senin (11/5).
Dari tahun 2006 sampai 2009 terdapat lima
kasus HIV-AIDS di kota Lhokseumawe dan Aceh
Utara, dari lima
kasus tersebut dua orang meninggal dunia dan tiga selamat setelah diobati.
Dijelaskan, pada tahun 2006 terdapat dua kasus HIV-AIDS di kota Lhokseumawe, seorang meninggal
dunia. Tahun 2008 terdapat satu kasus HIV-AIDS dan pada tahun 2009 terdapat
dua kasus HIV-AIDS dengan seorang penderita meninggal dunia.
22. Kondom Gratis Dibagikan, Pemerintah Sediakan Dana Rp
300 Miliar
Harian Sinar Indonesia Baru, 12 Mei
2009
Tulari Istri
dengan HIV, Suami Dipenjara
Jakarta (SIB)
Pemerintah bagi-bagi alat kontrasepsi KB secara cuma-cuma kepada pasangan
usia subur. Langkah ini diambil mengingat minat mereka mengikuti program
Keluarga Berencana (KB) sangat kecil.
Alat kontrasepsi KB gratis senilai Rp 300 miliar mulai dari kondom, pil dan
alat lainnya dibagikan melalui Puskesmas dan rumah sakit yang ditunjuk.
Menurut Kepala BKKBN Sugiri Syarief, turunnya minat pasangan usia subur
ikut KB karena banyak di antara mereka yang kesulitan mendapatkan layanan
memadai. Bahkan, tahun 2006, lebih dari 9% pasangan usia subur, tidak
terlayani program KB (unmed red).
“Umumnya memang masyarakat miskin dan tinggal dilokasi yang sulit
dijangkau layanan kesehatan,” tutur Kepala BKKBN, Sugiri Syarief.
MALANG –
Jumlah penderita HIV/AIDS di wilayah Kabupaten Malang sangat
memprihatinkan. Sebab, penderita penyakit menular yang mematikan itu
mengalami peningktan mengejutkan. Bahkan, sangat mengerikan, karena ada
belasan anak yang justru terjangkit penyakit tak ada obatnya itu.
"Jumlah penderita HIV/AIDS itu memang cukup mengerikan. Jumlahnya
cukup banyak. Ada
sekitar 35 penderita HIV/AIDS yang positif telah kami temukan. Tragisnya,
dari sejumlah itu ada sekitar 14 anak yang usianya masih di bawah lima tahun
(Balita-Red)," ungkap Kepala Kantor Perlindungan Anak Malang, Adi
Purwanto kepada wartwan, kemarin (11/5).
Kumpulan Berita Media Massa HIV-AIDS dan Narkoba
Dari Tanggal: 4 May 2009 Sampai Tanggal: 11 May 2009
1. Bocah HIV/AIDS akan di
berikan ARV
Waspada Online, 06
Mei 2009
PRAWIRA
SETIABUDI
MEDAN - Berkat,
bocah yang terinveksi HIV/AIDS, akan segera diberikan obat ARV (Anti Recto Viral)
oleh pihak dokter RSUP Pirngadi Medan.
Menurut Humas, drg Susyanto, kepada Waspada Online, tadi sore, mengatakan,
pemberian ARV ini dikarenakan CDV (sel darah putih) Berkat mengalami
penurunan.
"Tapi hanya sel darah putihnya saja yang mengalami penurunan,
sedangkan kondisi Berkat masih stabil, berat badannya juga semakin
naik," ujar Susyanto.
JEMBER | SURYA Online - Penderita HIV/AIDS tertinggi di Kabupaten Jember,
Jawa Timur (Jatim), didominasi oleh pekerja seks komersial (PSK).
Ketua Paguyuban Duta HIV/AIDS di Jember, Heny Sukartiningsih, Kamis (7/5),
menuturkan, jumlah penderita HIV/AIDS di Jember sejak akhir tahun 2006
hingga akhir Maret 2009, mencapai 214 penderita, 33 di antaranya meninggal
dunia.
“Jumlah penderita HIV/AIDS di Jember cukup tinggi dan sebagian besar
penularannya dari PSK,” jelasnya.
TONDANO- Ini menjadi tanda awas bagi pria hidung belang yang suka
gonta-ganti pacar lewat hubungan seksual. Pasalnya, mereka ini rentan kena
penyakit HIV AIDS apalagi yang sering mengunakan narkoba.
Data yang diperoleh, saat ini di Minahasa ada 43 warga yang terinfeksi HIV
AIDS yang umumnya tersebar di beberapa kecamatan. Bahkan kuat dugaan,
mereka ini sering beroperasi di caf-caf terdekat.
LUWUK- Kasus kematian penderita HIV dan AIDS di Provinsi Sulteng terus
bertambah. Yang terbaru, berdasarkan informasi yang dihimpun Luwuk Post
(Jawa Pos Group) menyebutkan, salah seorang warga Luwuk, Kabupaten Banggai
meninggal dunia setelah lama mengidap virus mematikan itu.
Lelaki berumur sekitar 30-an tahun tersebut meninggal April lalu. Ini
merupakan kasus pertama HIV/AIDS di Kabupaten Banggai yang berakhir dengan
kematian. Sebelumnya, tahun 2008 lalu, Dinas Kesehatan Kabupaten Banggai
telah menemukan sedikitnya dua warga di bumi Babasal yang terserang virus
HIV/AIDS.
Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Banggai, dr Hariadi MKes, yang
dikonfirmasi Luwuk Post, mengakui, pihaknya telah menemukan satu orang
penderita HIV/AIDS selama tahun 2009 ini. Namun penderita tidak berhasil
diselamatkan dan meninggal sekitar bulan April lalu. "Kami memang
menemukan kasus baru selama tahun 2009 ini, dan orangnya sudah meninggal
dunia," katanya.
BANDAR LAMPUNG (Lampost): Orang-orang terinfeksi HIV dan AIDS di Indonesia
belum terpenuhi hak-hak asasinya. Orang terinfeksi HIV di Indonesia
mengalami tantangan di dalam memenuhi hak-hak asasi.
Program penanggulangan AIDS yang telah berjalan hampir dua dekade di
Indonesia telah membawa cukup banyak perubahan di dalam kultur dan struktur
masyarakat Indonesia di dalam menghadapi epidemi AIDS.
Meski tidak memungkiri ada cukup banyak keberhasilan, JOTHI melihat masih
ada begitu banyak kekurangan di dalam menghadapi permasalahan AIDS.
MEDAN(SI)– Petugas medis di RSU Pirngadi mengalami hambatan untuk
menangani dua bocah penderita human immunodeficiency virus/ aquired
immunodeficiency syndrome (HIV/AIDS).
Pasalnya, obat antiretroviral (ARV) yang diperuntukkan bagi pengidap
HIV/AIDS (Odha) anak-anak belum tersedia. Tidak adanya obat bagi anakanak
penderita HIV/AIDS membuat tim dokter Pusat Layanan Khusus (Pusyansus) RSU
Dr Pirngadi yang merawat BH, 5, dan ARF, 6, untuk meracik obat ARV yang
tersedia. ”Obat ARV untuk anak sedang diusahakan.
Selama ini obat yang ada hanya untuk orang dewasa,” tutur Ketua Pusat
Pelayanan Khusus RSU Pirngadi Medan Irwan Fahri Rangkuti kepada wartawan di
ruang kerjanya kemarin. Irwanmenambahkan, meskipersediaan obat ARV hanya
untuk ODHA dewasa, obat ARV tetap diberikan kepada kedua bocah itu.
GRESIK, Jumlah penderita HIV/AIDS di Gresik terus bertambah. Berdasarkan
catatan Dinas kesehatan (Dinkes) Kabupaten Gresik, hingga awal Mei, sudah
22 orang tertimpa kasus HIV/AIDS. Yang lebih memprihatinkan, tiga penderita
merupakan balita berusia satu tahun dan tujuh bulan.
Kepala Dinkes Kabupaten Gresik, dr Munawan, mengatakan, jumlah penderita
dipastikan akan terus bertambah. "Dinkes bahkan memprediksi masih ada
sekitar 1.050 orang yang rentan tertular virus mematikan itu. Sekarang saja
sudah tercatat lima keluarga terinfeksi HIV/AIDS," katanya, Rabu
(6/5).
JEMBER, KOMPAS.com - Penderita HIV/AIDS tertinggi di Kabupaten Jember,
didominasi oleh pekerja seks komersial (PSK), yang mencapai 82 orang. Ketua
Paguyuban Duta HIV/AIDS di Jember, Heny Sukartiningsih, Kamis, menuturkan,
jumlah penderita HIV/AIDS di Jember sejak akhir tahun 2006 hingga akhir
Maret 2009, mencapai 214 orang, 33 di antaranya sudah meninggal dunia.
"Jumlah penderita HIV/AIDS di Jember cukup tinggi dan sebagian besar
penularannya dari PSK," kata Heny menjelaskan. Ia mengungkapkan,
secara rinci 214 kasus penderita HIV/AIDS terdiri dari PSK sebanyak 82
orang, pelanggan PSK 45 orang, pengguna jarum suntik narkoba (IDU) 30
orang, ibu rumah tangga sebanyak 40 orang dan lain-lain sebanyak 17 orang.
TEMPO Interaktif, Surakarta: Jumlah penderita HIV/AIDS di Surakarta, Jawa
Tengah, meningkat drastis selama bulan April. Komisi Penanggulangan AIDS
(KPA) Kota Surakarta menemukan 22 penderita baru selama bulan tersebut, dua
dia ntaranya melahirkan.
Menurut Kepala Sub Dinas Pencegahan Penyakit dan Penyehatan Lingkungan
Dinas Kesehatan Kota Surakarta, Titiek Kadarsih, penambahan jumlah yang
cukup besar ini justru melegakan. Sebab diperkirakan masih banyak penderita
HIV-AIDS sampai sekarang belum diketahui keberadaannya.
Hingga April ini, jumlah penderita HIV-AIDS yang berada di eks karesidenan
Surakarta mencapai 249 orang. “Kami mendata sejak Oktober
2005,” kata Titiek, Rabu (6/5).
Balaikota (Espos)
Komisi Penanggulangan AIDS (KPA) Solo dalam empat bulan pertama tahun 2009
ini berhasil mengungkap 39 kasus HIV/AIDS di kawasan Soloraya. Kasus itu
menambah jumlah kasus yang terungkap sejak Oktober 2005 lalu menjadi 249
kasus.
Dari 249 kasus tersebut, KPA Solo mencatat 62 penderita di antaranya telah
meninggal dunia, termasuk empat penderita HIV/AIDS yang meninggal pada
bulan April 2009 lalu. Kebanyakan mereka meninggal akibat penanganan yang
terlambat. Saat memeriksakan diri, kondisi yang bersangkutan sudah kronis.
MEDAN (SI) –Tim dokter yang menangani BAH,5, dan ARF, 6,belum dapat
memastikan kapan keduanya mendapatkan obat antiretroviral (ARV) yang
dikonsumsi bagi penderita HIV/AIDS.
Hingga kini tim dokter masih mengevaluasi kedua bocah malang itu, obat ARV
apakah yang cocok bagi BAH dan ARF.“Obatnya harus disesuaikan dengan
jenis dan berat badan mereka. Sekarang masih dievaluasi bersama dokter
anak,” ujar Ketua Pusat Pelayanan Khusus RSU dr Pirngadi Medan Irwan
Fahri Rangkuti kepada wartawan di ruang kerjanya kemarin.
Evaluasi pemberian obat ARV ini belum bisa dipastikan karena banyak jenis
obat bagi penderita HIV/AIDS ini.“Kami harus menyesuaikannya dengan
kondisi mereka, obat apa yang pantas untuk mereka karena obat ARV ini
banyak jenisnya,”tuturnya.
Surabaya - Sembilan daerah di Jatim masuk kategori paling rawan terjangkit
penyakit HIV/AIDS. Dengan fakta ini, Pemprop Jatim bertindak cepat dengan
menjadikan sembilan daerah itu sebagai kawasan fokus pengawasan.
Pemprop Jatim memprioritaskan sembilan kabupaten/kota yaitu kabupaten
Jember, Banyuwangi, Pasuruan, Malang, Sidoarjo, Mojokerto, Kediri, Kota
Surabaya dan Kota Kediri.
"Ada sembilan daerah yang diprioritaskan, karena memiliki lokalisasi
sehingga rawan penyebaran penyakit mematikan ini," kata Wagub Jatim
Saifullah Yusuf atau yang akrab disapa Ipul, Selasa (5/5).
MEDAN- Kesehatan dua bocah Berkat (5) dan Fitri(6) yang didiagnosis
mengidap virus HIV/AIDS yang saat ini dirawat di RSU dr Pirngadi Medan
berangsur-angsur mulai membaik. Selain berat badan yang terlihat meningkat,
juga infeksi kulit yang dialami keduanya pun mulai membaik. Setidaknya,
luka-luka di kulit kedua bocah malang tersebut mulai mengering.
Kondisi tersebut diungkapkan oleh Drg. Susyanto, Humas RSU dr. Pirngadi
Medan tatkala mengunjungi keduanya pada Selasa (5/5) di ruangan III RSU dr.
Pirngadi Medan. “Si Berkat sudah mulai membaik sekarang. Berat
badannya saat ini adalah, 8,7 kilogram. Begitupun, berat badannya belum
mencapai batas normal anak seusianya. Seharusnya berat badannya adalah 15
kilogram,” katanya kepada wartawan, kemarin (5/5).
Mataram ( Berita ) : Wakil Sekretaris Komisi Penanggulangan AIDS (KPA)
Propinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) menyatakan prihatin terhadap Tenaga
Kerja Indonesia (TKI) dan Tenaga Kerja Wanita (TKW) yang ikut memberi
kontribusi jumlah penderita HIV dan AIDS di daerah ini.
“Untuk itu, KPA NTB akan bekerja sama dengan Disnakertran dan BP3TKI
untuk melakukan pemeriksaan bagi setiap TKI yang baru pulang baik laki
untuk dites HIV,” kata Wakil Sekretaris KPA NTB, Drs. H. Arsyad Gani
di Mataram, Rabu [06/05] . Tes HIV tersebut dimaksudkan, guna mencegah
semakin merebaknya penyakit HIV dan IADS di daerah ini. “Sebab besar
kemungkinan penyakit HIV dan AIDS dibawa oleh TKI yang telah bertahun-tahun
berada di luar negeri,” katanya.
15. Bocah Tertular AIDS Bertambah di
RSU Pirngadi Medan
Harian Sinar Indonesia Baru, 2
Mei 2009
Medan (SIB) Rumah Sakit Umum (RSU) Pirngadi Medan kembali kedatangan
seorang bocah penderita AIDS, Kamis (30/4/2009). Dengan demikian, saat ini
terdapat dua bocah penderita AIDS yang dirawat di rumah sakit milik
Pemerintah Kota Medan tersebut.
Pasien baru itu yang berusia enam tahun tersebut, sebut saja namanya Butet,
warga Jl. Wahid Hasyim Medan, Sumatera Utara (Sumut). Bocah perempuan ini
terpaksa dibawa ke RSU Pirngadi karena kondisi kesehatannya memburuk dalam
sepekan terakhir akibat mengidap HIV/AIDS positif. Di rumah sakit dia hanya
bisa meringis dalam pelukan kakeknya, Misran, saat tim medis Rumahsakit
Umum (RSU) Pirngadi Medan memasang jarum infus di lengan mungilnya, Kamis
(30/4).
DIMINATI : Kedua remaja ini sedang membaca katalog untuk menentukan film
mana yang akan ditonton dalam salah satu festival film di Jakarta. Tayangan
film-film alternatif dalam sebuah festival terus mendapat apresiasi besar,
karena kehausan para pecinta film untuk menyaksikan tontonan berbeda.
BERBAGAI festival film alternatif di Indonesia makin menggeliat dan sudah
punya tempat.Tak sekadar menyajikan tontonan berbeda,para penyelenggaranya
juga berharap jadi agen perubahan.
Sebuah festival film alternatif umumnya memutar film non-mainstream yang
tidak ditayangkan di jaringan bioskop komersial. Salah satu tujuannya
adalah mengakomodasi keinginan para pencinta film yang haus akan film-film
”bermutu”. Rupanya, acara seperti ini diminati dan mendapat
tempat di Indonesia. Buktinya, penonton Jakarta International Film Festival
(JiFFest) terus bertambah setiap tahun.
MEDAN(SI) – Kondisi BH,5,bocah penderita AIDS,dikabarkan semakin
membaik. Berat badannya sudah bertambah, dia juga semakin sering merespons
sekitarnya.
Bocah yang berasal Tapanuli Utara ini juga telah bisa mengentakkan kedua
kakinya dengan cukup keras saat menolak diberi obat sirup. ”Berat
badannya sekarang sudah 8,7 kg atau naik sekitar 2,7 kg dari pertama kali
masuk kemari. Namun,untuk anak berusia 4 hingga 5 tahun, beratnya masih
jauh dari normal.
Setidaknya untuk anak seusai dia itu beratnya 15–20 kg. Jadi inilah
tugas kami untuk menanganinya,” tutur drg Susyanto Humas RS Pirngadi
Medan kemarin. Pria berkacamata ini berharap BAH bisa diberi mendapatkan
kehidupan yang layak. Dia bukan hanya membutuhkan perawatan, juga butuh
sandang dan pangan.
18. Jawa Timur Dapat Hibah Rp 21
Miliar Untuk HIV/AIDS
Tempo Interaktif, 05
Mei 2009
TEMPO Interaktif, Surabaya: Jawa Timur dapat dana hibah dari Global Found
for AIDS, Tuberculosis and Malaria (GF-ATM) sebesar Rp 21,116 miliar.
Bantuan ini didapatkan khusus untuk proses percepatan penanggulangan AIDS
di provinsi tersebut.
"Dana ini hanya dana tambahan untuk mendukung percepatan
penanggulangan AIDS. Untuk sumber dana utama penanggulangan tetap
diambilkan dari APBN dan APBD," kata Sekretaris Komisi Penanggulangan
AIDS Provinsi (KPAP) Dr Nafsiah Mboi, disela-sela penandatangann Memorandum
of Understanding dengan Provinsi Jatim di Hotel Bumi Surabaya, Selasa
(5/5).
Menurut dia, dana sebesar itu akan dikucurkan masing-masing Rp 4,784 miliar
kepada KPA Provinsi Jatim, Rp 10,826 milair untuk Dinas Kesehatan Provinsi
Jatim, serta Rp 5,507 Miliar untuk Perkumpulan Keluarga Berencana Indonesia
(PKBI) Jatim.
BEKASI, KOMPAS.com — Stok obat antiretroviral (ARV) bagi penderita
human immunodeficiency virus/acquired immune deficiency syndrome (HIV/AIDS)
lini I cukup untuk memenuhi kebutuhan selama beberapa bulan ke depan.
Menurut Hari Bagianto, pengelola program di Komisi Penanggulangan AIDS Kota
Bekasi, Minggu, stok obat tersebut cukup untuk 1.060 orang dengan HIV/AIDS
(ODHA ) yang masih hidup.
Menurut dia, pasokan obat dari pusat tetap lancar tetapi kadang masih
terjadi pasokan baru datang ketika persediaan tinggal mencukupi kebutuhan
selama satu bulan.
SURABAYA -- Komisi Penanggulangan AIDS Nasional (KPAN) menyebutkan bahwa
seks bebas kini menjadi penyebab utama dari HIV/AIDS setelah bertahun-tahun
sebelumnya narkoba suntik menjadi penyebab utama.
"Dua tahun lalu, narkoba suntik masih menjadi penyebab utama, tapi
sekarang 55 persen disebabkan seks bebas, 42 persen karena narkoba suntik,
dan sisanya penyebab lain," kata Sekretaris KPAN, Dr. Nafsiah Mboi SpA
MPH, di Surabaya, Selasa (5/5).
Ia mengemukakan hal itu di sela-sela penandatanganan nota kesepahaman (MoU)
antara KPAN dengan tiga Pemerintah Provinsi (Pemprov) yakni Jatim, Bali,
dan Sulsel untuk percepatan upaya pencegahan dan penanggulangan HIV/AIDS
yang komprehensif.
TEMANGGUNG - Penyebaran HIV/AIDS di Kabupaten Temanggung terus meningkat
dari tahun ke tahun. Selama semester awal tahun ini, tercatat 12 orang
terjangkit virus mematikan itu.
Keganasan penyakit tersebut telah mengakibatkan satu penderita dewasa
meninggal Maret lalu. Selain menyerang orang dewasa, tiga balita di juga
dinyatakan positif tertular HIV/AIDS. Lebih memprihatinkan, satu diantara
anak tersebut diketahui juga menderita gizi buruk.
SENGKANG-- Jumlah warga yang reaktif tertular virus human immunicency virus
(HIV)/acquired immuno deficiency syindrome (AIDS) di Wajo terus bertambah.
Pada 3 Mei 2009, Komisi Penanggulangan (KP) AIDS Wajo melansir ada seorang
ibu rumah tangga tertular virus yang belum memiliki obat penawarnya itu.
Lansiran Sekretariat KP AIDS itu berdasarkan hasil uji darah yang dilakukan
terhadap warga tersebut. Diduga penularan virus yang dialami ibu dimaksud
akibat tertular dari hubungan seks yang didapatkan dari suaminya.
Ngawi - Surya-Jumlah penderita HIV/AIDS atau ODHA (Orang Dengan HIV/AIDS)
yang meninggal karena tidak mampu menghadapi penyakitnya semakin banyak
saja. Di Kabupaten kediri, dari 108 ODHA yang terdata, 22 di antaranya
telah meninggal. Empat di antaranya meninggal di tahun ini.
Sayangnya, ODHA baru juga bermunculan. Dinkes Kabupaten Kediri mengakui
bahwa jumlah itu adalah yang terdata. Diprediksi masih banyak ODHA yang
belum terpantau. Dalam catatan Dinkes, di awal tahun ini sudah ada 14
penderita baru. Kalau dirata-rata, setiap bulan ada empat penderita baru
sejak Januari hingga April 2009.
Sementara di Kabupaten Ngawi, seorang penderita berinisial S, 30, warga
Desa/Kecamatan Mantingan, meninggal dunia setelah sempat dirawat sekitar 22
jam di RSUD dr Soeroto, Kabupaten Ngawi, (30/4) petang. Diduga hal itu
disebabkan daya tahan tubuh korban sudah melemah dan tidak dapat menahan
penyakit lainnya.
24. Dinkes Sumut bentuk layanan VCT
di beberapa kabupaten
Waspada Online, 04
Mei 2009
PRAWIRA
SETIABUDI
MEDAN - Dinas Kesehatan Sumatera Utara membentuk layanan VCT (Voluntary
Counseling Testing) bagi masyarakat, khususnya penderita HIV/AIDS. VCT ini
nantinya akan menjadi tempat konsultasi dan uji medis hingga beberapa
kabupaten dan kota di Sumut. Demikian menurut Kepala Dinkes Sumut, dr Chandra
Syafei, kepada Waspada Online, saat dihubungi tadi sore.
"Hal ini dilakukan berdasarkan atas penelitian yang mengatakan sekitar
11.000 penderita HIV/AIDS positif di Sumut, dan yang baru terjaring sekitar
1600 penderita HIV/AIDS," ujar Chandra Syafei.
JOMBANG - Dua orang Pekerja seks Komersil (PSK) di lokalisasi Klubuk,
Kecamatan Kabuh, Kabupaten Jombang, dinyatakan positif terjangkit HIV/AIDS.
Karena itu, sedikitnya 80 orang PSK yang ada di lokalisasi tersebut diambil
sampel darahnya oleh petugas dari Dinas Kesehatan Jombang, Kamis (30/4).
Pengambilan sampel darah tersebut guna mengantisipasi menyebarnya virus
mematikan. Secara bergantian, puluhan PSK diperiksa dan diambil darahnya.
Sampel darah tersebut selanjutnya akan dibawa ke laboratorium Dinas Kesehatan
untuk dilakukan tes.
MEDAN - Data nasional memperkirakan Pengidap Human Immunodeficiency
Virus/Aquired Immuno Deficiency Syndrome (HIV/AIDS) di Sumatera Utara
berkisar 11.044 orang. Namun kasus HIV/AIDS yang ditemukan hanya sekitar 14
- 15 persen dari total estimasi tersebut.
Demikian dikatakan Kadis Kesehatan Sumut, dr Candra Syafei, SpOG, tadi
malam. Saat ini, lanjut Candra, jumlah pengidap HIV/AIDS di Sumut yang
sudah terdata hanya berkisar 1.500 - 1.600 orang. Ini berarti, Dinas
Kesehatan Sumut beserta seluruh jajarannya harus terus melakukan deteksi
dini terhadap kasus-kasus HIV/AIDS hingga jumlahnya mencapai angka estimasi
nasional tersebut.
MEDAN - Dua bocah pengidap HIV/AIDS, Berkat dan Fitri, kondisinya saat ini
semakin membaik. Demikian penuturan Humas RSUP Pirngadi Medan, drg
Susyanto, kepada Waspada Online, tadi siang.
Berkat, menurut Susyanto, kondisinya semakin membaik dan nafsu makannya
semakin tinggi, sehingga badannya semakin gemuk, kulitnya mulai bersih dan
tidak tampak lagi luka-luka disekujur tubuhnya.
"Paru-parunya bagus cuma dia kurang gizi. Sementara Fitri kondisinya
juga semakin baik, selera makannya juga tinggi, berat badannya pun sekarang
sudah 16 kg," ujarnya.
Manado ( Berita ) : Penderita HIV/Aids di Sulawesi Utara (Sulut) selang tahun
1997 hingga 2009 telah mencapai 490 kasus, sehingga perlu ada langkah
penanggulangan secara optimal.
Langkah penanggulangan penyebaran virus mematikan itu perlu ada payung
hukum seperti Peraturan Daerah (Perda) yang mampu meminimalisai penyebaran
virus, kata anggota Komisi Penanggulangan Aids Daerah (KPAD) Sulut Jones
Oroh di Manado, Minggu [03/05] . Dari 490 kasus atau temuan penderita
penyakit itu, sekitar 20 persen telah meninggal dunia akibat tidak dapat
ditangani secara optimal.
Menurut dia, selama tiga dekade, banyak upaya dilakukan berbagai kalangan
untuk memerangi HIV/Aids, banyak pula riset dilakukan para ahli dengan
tujuan mencari vaksin/obat untuk membunuh dan melumpuhkan HIV di dalam
tubuh pengidap.
29. Pemahaman Tenaga Medis Di Sumut
Tentang HIV/AIDS Minim
Harian Berita Sore, 02
Mei 2009
MEDAN (Berita): Pemahaman tenaga medis di Sumatera Utara khususnya kota
Medan masih dinilai minim dalam penanganan pengidap HIV/AIDS atau orang
dengan HIV/AIDS (ODHA).
Akibatnya, ODHA yang masuk ke rumah sakit untuk mendapatkan perawatan
sering kali mengeluhkan diperlakukan secara diskrimi-nasi oleh dokter,
asisten dokter hingga perawat.
Dalam hal ini, Kadis Kesehatan Sumut dr Chandra Syafei SpOG, Direktur RSU
dr Pirngadi Medan (RSUPM) Dr dr Umar Zein DTM&H, MHA, SpPD-KPTI dan
Kadis Kesehatan kota Medan dr Edwin Effendi MSc yang hadir dalam acara
diskusi pelayanan pasien HIV/AIDS di Ruang Rapat II RSUPM, Jumat [01/05]
sore, mengakuinya.
30. 20.810 Pengidap HIV/AIDS Di Jatim
Tak Terdeteksi
Harian Berita Sore, 01
Mei 2009
Surabaya ( Berita ) : Sebanyak 20.810 pengidap HIV/AIDS di Jawa Timur tak
terdeteksi, kata Wakil Gubernur Jatim, Saifullah Yusuf, saat membuka rapat
konsultasi HIV/AIDS di ruang Binaloka, Kantor Gubernur Jatim, di Surabaya,
Rabu [29/04] .
Oleh sebab itu, pihaknya terus mendorong Komisi Penanggulangan AIDS (KPA)
Provinsi Jatim agar masalah HIV/AIDS ini ditangani secara terus-menerus dan
menyeluruh. “KPA harus terus melakukan identifikasi baik nama, maupun
alamat pengidap untuk mendapatkan penanganan intensif, baik secara medis,
psikologis, spiritual, maupun kultural,” katanya.
Selama ini dia hanya mendapatkan data pengidap HIV/AIDS dari Dinas
Kesehatan (Dinkes) Jatim yang jumlahnya mencapai 2.737 orang, sebanyak 612
orang di antaranya meninggal dunia.
31. Puluhan Ribu Pengidap HIV/AIDS di
Jatim Belum Terdeteksi
Surya Online, 29
April 2009
SURABAYA | SURYA Online - 20.810 pengidap HIV/AIDS di Jawa Timur (Jatim)
tak terdeteksi, kata Wakil Gubernur Jatim, Saifullah Yusuf, saat membuka rapat
konsultasi HIV/AIDS di ruang Binaloka, Kantor Gubernur Jatim, di Surabaya,
Rabu (29/4).
Karena itu, pihaknya terus mendorong Komisi Penanggulangan AIDS (KPA)
Provinsi Jatim agar masalah HIV/AIDS ini ditangani secara terus-menerus dan
menyeluruh.
“KPA harus terus melakukan identifikasi baik nama, maupun alamat
pengidap untuk mendapatkan penanganan intensif, baik secara medis,
psikologis, spiritual, maupun kultural,” kata Saifullah Yusuf.
MEDAN - Berkat Hutahuruk, bocah 5 tahun asal Tapanuli Utara yang terinfeksi
HIV/AIDS, kondisinya semakin membaik. Demikian yang diungkapkan Humas dr
Pirngadi Medan, drg Susyanto, saat dihubungi, Waspada Online, tadi siang.
"Kondisi Berkat saat ini telah mulai ada banyak kemajuan, berat
badannya sudah 8,6 Kg. Walau ini bukan berat normal anak seusia
Berkat," terang Susyanto
Selain berat badannya yang naik, lanjut Anto, luka-luka disekujur tubuhnya
juga sudah mulai kering, dan Berkat pun sudah mau makan.
RANAI- Dinas kesehatan (Dinkes) Kabupaten Natuna membangun klinik Voluntary
Counselling and Testing (VCT) tempat konseling dan pemeriksaan bagi
masyarakat terjangkit virus yang menyebabkan AIDS di Rumah Sakit Umum
Daerah (RSUD). "Pembanguna klinik VCT tersebut upaya mengoptimalkan
program penanggulangan HIV/AIDS di Kabupaten Natuna," ujar Kabid
Pencegahan Penanggulangan Penyakit Menular, dr Sunarto, Selasa (28/4)
kemarin.
Sunarto mengatakan bahwa saat ini untuk pengecekan terhadap penyakit
mematikan itu masyarakat tidak perlu lagi ke luar daerah. Karena klinik dan
konselornya sudah berdiri di Kabupaten Natuna.
Denpasar ( Berita ) : Bali menjadi tuan rumah untuk penyelenggaraan
International Congress on AIDS in Asia and the Pacific (ICAAP) IX yang akan
digelar Agustus mendatang.
“Kongres akan dihadiri para ahli, permerhati dan bahkan korban AIDS
dari berbagai belahan dunia,” kata Prof DR Dewa Nyoman Wirawan MPH,
panitia kegiatan tersebut ketika dihubungi ANTARA di Denpasar, Rabu
[29/04].
Surabaya - Di Jawa Timur, penyebaran HIV/AIDS ternyata cukup
mengkhawatirkan. Catat baik-baik: saat ini tercatat 2.737 warga terjangkit
virus yang belum ditemukan obatnya itu.
Diprediksi, kasus ini menjadi fenomena gunung es. Artinya, yang tidak
terdeteksi bisa mencapai puluhan kali lipat. Sampai-sampai Wakil Gubernur
(Wagub) Jatim, Saifullah Yusuf minta agar pemangku kebijakan segera
melakukan identifikasi terhadap para penderita HIV/AIDS di Jatim.
PEKANBARU -- Data di Dinas Kesehatan Kota Pekanbaru mencatat hingga 2009,
ditemukan sebanyak 234 kasus HIV/AIDS di Kota Pekanbaru. Angka ini
tertinggi di Provinsi Riau dibandingkan dengan kabupaten/kota lainnya yang
hanya berkisar puluhan kasus. Seperti Kampar delapan kasus, Siak 11 kasus,
atau Kuansing yang hanya tiga kasus.
Adapun rincian kasus HIV/AIDS di Pekanbaru sebagai berikut. Sebanyak 201
kasus terjadi pada laki-laki dan 33 kasus pada perempuan. Diketahui
sebanyak 159 orang dengan HIV/AIDS (ODHA) masih hidup, 73 orang meninggal
dunia dan dua sisanya tidak diketahui keberadaannya.
Kumpulan Berita Media Massa HIV-AIDS dan Narkoba
Dari Tanggal: 28 April 2009 Sampai Tanggal: 5 May 2009
1. Lagi,Penderita HIV/AIDS
Meninggal
Koran SINDO, 28
April 2009
CILEGON (SI) - Seorang perempuan, warga Kelurahan Mekar Sari, Kecamatan
Pulo Merak yang terjangkit virus HIV/AIDS meninggal dunia kemarin.
Wanita berinisial RI,yang diketahui positif HIV sejak 2007 ini, meninggal
karena penyakit penyerta yaitu tuberkulosis (TBC). Kepala Puskesmas Pulo
Merak Evi membenarkan ada warga Pulo Merak yang positif HIV/AIDS telah
meninggal. ”Korban dulu sempat kami periksa dan menderita penyakit
TBC kronis.
SURABAYA (SI)
– Program penanggulangan HIV/AIDS di Surabaya tidak berjalan efektif.
Buktinya, setiap bulan ada lebih 10 pasien HIV/AIDS yang meninggal saat
menjalani perawatan di Unit Perawatan Intermediet dan Penyakit Infeksi
(UPIPI) RSU dr Soetomo.
Itu belum termasuk pasien HIV/AIDS yang meninggal di luar rumah sakit. Dari
penelusuran Seputar Indonesia,
pasien HIV/AIDS yang menjalani perawatan di UPIPI juga banyak yang kabur
karena tak tahan harus menjalani perawatan cukup panjang. Selain itu,
banyak juga pasien HIV/AIDS yang terlunta- lunta dan tidak diurus lagi oleh
keluarganya. Pendamping dan relawan sebaya orang dengan HIV AIDS (ODHA) di
UPIPI RSU dr Soetomo setiap hari selalu ada.
Terutama Senin dan Kamis, saat ada olahraga bersama dan makan sehat
bersama.Hanya, program semacam itu kurang mengena, terutama bagi pasien
HIV/AIDS yang tidak mau menjalani rawat inap di rumah sakit. Menurut
Supervisor UPIPI RSU dr Soetomo,dr Mohammad Vitanata Sp PD, sebetulnya penanganan
pasien HIV/AIDS itu akan lebih bagus jika dilakukan sejak dini atau pasien
tersebut masih dalam status HIV.
MEDAN -
Sosialisasi akan bahaya HIV/AIDS sudah harus mulai sedini mungkin untuk
dapat mencegah perkembangan HIV/AIDS masyarakat, khususnya di kalangan remaja.
HIV/AIDS ini sendiri sangat rentan terjadi pada usia produktif dan jumlah
penderitanya selalu bertambah tiap tahunnya.
Wakil Gubernur Sumatera Utara, Gatot Pujo Nugroho, bersama dengan dr Linda
T Maas dari Komisi Penanggulangan AIDS (KPA) Sumut, dan dr Chandra Syafei,
SpOG, dari Dinas Kesehatan Provinsi Sumut bekerjasama dengan RSU Pirngadi
akan undang Kepala Rumah Sakit di Sumatera Utara untuk sosialisasi mengenai
HIV/AIDS.
MEDAN -
Voluntary and Counseling Testing (VCT) adalah suatu program yang dapat
digunakan bagi pihak medis untuk mengetahui sudah seberapa jauh seorang
pengidap HIV/AIDS menderita penyakitnya. VCT sendiri merupakan suatu jalan
keluar yang sangat baik dalam proses penghentian penularan yang berakibat
meningkatnya jumlah penderita HIV/AIDS.
Upaya tersebut merupakan terobosan yang baik untuk mengetahui tingkat
sebaran virus HIV/AIDS ini sudah sampai stadium berapa terjangkit di dalam
tubuh penderita.
5. Jamkesmas diberikan pada pasien
penderita HIV AIDS
Waspada Online, 24
APril 2009
WAHYU HIDAYAT
MEDAN - Pihak Dinas Kesehatan Sumatera Utara
memberikan Jaminan Kesehatan Masyarakat (Jamkesmas) kepada bocah yatim
piatu yang sejak lahir terjangkit virus HIV-AIDS melalui Wagubsu di RSU
Pirngadi Medan.
Wakil Gubernur Sumatera Utara Gatot Pujo Nugroho beserta rombongan menjenguk
Berkat Hutabarat, pasien penderita HIV AIDS yang masih berumur 5 tahun
bernama di RSU Pirngadi Medan.
"Jamkesmas tadi sudah diberikan langsung, dan untuk selanjutnya akan
dibiayai langsung oleh pihak rumah sakit," kata Gatot.
JAYAPURA - Penyakit HIV/AIDS masih menjadi ancaman tersendiri bagi
Pemerintah Kota Jayapura yang memiliki catatan kasus tinggi terhadap
penyakit mematikan ini.
Kepada ANTARA, di Jayapura, Papua, Jumat, Beno Satya Utama, S.Kom dari
Yayasan Harapan Permata Hati Kita (Yakita), mengatakan, penyakit ini masih
menjadi masalah global yang perlu segera disikapi kemungkinan penyebarannya
setiap saat.
"Tingginya temuan kasus HIV/AIDS di Jayapura menjadi tugas kita
bersama, baik pemerintah, masyarakat, dan pihak terkait untuk
mencegahnya," ujarnya saat membuka Pelatihan Kesehatan Reproduksi,
HIV/AIDS, dan Hepatitis C di aula yakita Jl. Batu Putih No. 97 Polimak,
Jayapura.
MEDAN -
Sebanyak 18 bayi dan anak-anak di Sumatera Utara terjangkit Human
Immunodeficiency Virus/Aquired Immuno Deficiency Syndrome (HIV/AIDS). Dari
jumlah tersebut, seorang di antaranya meninggal dunia.
"Jadi, saat ini masih ada 17 bayi dan anak-anak yang terjangkit
HIV/AIDS," kata Kadis Kesehatan Sumut dr. Candra Syafei, SpOG.
Candra menjelaskan, ke-18 bayi dan anak-anak yang terjangkit HIV/AIDS
tersebut terdiri dari usia 0 - 1 tahun (3 HIV dan 2 AIDS), usia 1 - 4 tahun
(6 HIV dan 2 AIDS) serta usia 5 - 9 tahun (5 HIV). Sebagian besar bayi dan
anak-anak yang terjangkit HIV/AIDS tersebut berasal dari Medan.
DENPASAR: Two people with HIV/AIDS died at the Sanglah GeneralHospital
in Denpasar on Friday.
The two patients, identified as MTh from Kuta, 31, and Gas, 35, from
Denpasar, were too ill to be treated.
They were both unaware they were HIV positive.
They had previously been diagnosed with acute tuberculosis, one of early
indications of HIV/AIDS.
Istina Dewi from the Bali+ Foundation, a non profit organization which
supports people with HIV/AIDS in Bali,
said many people with HIV were first admitted to hospital in the very late
stages of the virus.
9. Society discriminates against
people with HIV/AIDS
the Jakarta
Post Online, April 24, 2009
Alit
Kartarahardja, The Jakarta Post , Singaraja |
Fri, 04/24/2009 12:55 PM | Bali
People suffering from HIV/AIDS still experience discrimination - including
after their deaths - because of a lack of adequate information and
knowledge about the subject.
"Discrimination against people with HIV/AIDS take place in their own
villages, workplaces, in hospitals and even in the cemeteries," Ketut
Sudhiarta told The Jakarta Post on Thursday.
Sudhiarta, chairman of Citra Usada Indonesia Foundation, was speaking on
the sidelines of a gathering involving community and religious leaders.
Medan - SURYA -
Penyebaran virus HIV/AIDS yang pesat semakin memperbesar risiko penularan
HIV/AIDS pada anak jalanan. Hal ini terjadi karena kini semakin banyak anak
yang turun ke jalan dan berisiko menjadi korban perilaku seksual menyimpang
atau menggunakan jarum suntik.
”Setiap kali kami melakukan VCT (voluntary counselling and
testing/konseling dan dan pengujian sukarela) keliling pada kelompok
masyarakat berisiko, kami pasti menemukan minimal satu orang yang positif
terinfeksi HIV,” kata konselor VCT RS Pirngadi, Indah Kemala
Hasibuan, pekan lalu.
JAKARTA -
Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) tak ketinggalan
"berteriak" menanggapi kasus Aples Decuari Hutauruk (10). Seperti
diketahui, Afes - panggilan akrab Aples - harus meninggalkan bangku sekolah
untuk menunggui adiknya yang terkena HIV/AIDS (Human Immunodeficiency
Virus/Acquired Immune Deficiency Syndrome) di RS Pirngadi, Medan.
Anggota KPAI, H Abdul Ghoffur, menyayangkan mengapa Afes dan adiknya sempat
terusir dari kampung halaman, serta dari kampung neneknya di Tobasa. Hal
ini bisa terjadi, lanjutnya, berkemungkinan karena aparat pemerintah
setempat tidak peka terhadap kasus ini.
12. Masih Ada Masyarakat Bersikap
Diskriminasi Terhadap HIV/AIDS
Harian Sinar Indonesia Baru, 25
April 2009
Wagubsu
Gatot Pujinugriho ST Kunjungi Balita Penderita HIV/AIDS di RS Pirngadi
Medan
Medan (SIB)
Wakil Gubernur Sumut Gatot Pujonugroho ST mengunjungi balita yang diduga
mengidap HIV/AIDS di Rumah Sakit Umum dr Pirngadi Medan, Jumat (24/4) sore.
Dalam kunjungan itu, Wagubsu didampingi Kepala Dinas Kesehatan Sumut dr
Candra Syafei SpOG, Direktur Rumah Sakit Umum dr Pirngadi Medan Dr dr Umar
Zein DTM&H SpPD KPTI, Ketua Komisi Perlindungan AIDS Sumut dr Linda
Maas, Ketua Komisi Perlindungan Anak Daerah Sumut M Zahrin Piliang.
Turut juga Kadis Kesehatan Medan dr Edwin Effendi MKes, Ketua Badan
Pengurus Medan Plus Eban Totonta Kaban.
Sanggau, Sebagai salah satu wilayah transit, Kabupaten Sanggau ternyata
rawan penyebaran dan penularan virus HIV/AIDS. Buktinya, dalam kurun waktu
sebulan terakhir, 7 pengidap baru berhasil terdeteksi. Mereka diketahui
masih berkeliaran bebas di tempat-tempat berisiko.
"Berdasarkan data terbaru temuan kita di VCT, jumlah pengidap per
bulan April ini bertambah menjadi tujuh pasien," ungkap Utin K SKm,
petugas klinik Voluntary Conseling and Testing (VCT) Tulip RSUD Sanggau di
sela-sela screening test ke berbagai tempat prostitusi di Kota Sanggau,
Senin (27/4) kemarin.
Jayapura ( Berita ) : Penyakit HIV/AIDS masih menjadi ancaman tersendiri
bagi Pemerintah Kota Jayapura yang memiliki catatan kasus tinggi terhadap
penyakit mematikan ini.
Kepada ANTARA, di Jayapura, Papua, Jumat [24/04] , Beno Satya Utama, S.Kom
dari Yayasan Harapan Permata Hati Kita (Yakita), mengatakan, penyakit ini
masih menjadi masalah global yang perlu segera disikapi kemungkinan
penyebarannya setiap saat.
“Tingginya temuan kasus HIV/AIDS di Jayapura menjadi tugas kita
bersama, baik pemerintah, masyarakat, dan pihak terkait untuk
mencegahnya,” ujarnya saat membuka Pelatihan Kesehatan Reproduksi,
HIV/AIDS, dan Hepatitis C di aula yakita Jl. Batu Putih No. 97 Polimak,
Jayapura.
15. Pendekatan Teaterikal Menekan
HIV/AIDS di Papua
Kompas. Com, 24
April 2009
JAKARTA, KOMPAS.com — World Vision bekerja
sama dengan mitra lokalnya Wahana Visi Indonesia melakukan pelatihan
penulisan naskah, seni peran dan pementasan dan teater untuk pelajar SMA di
Jayapura.
Difasilitasi oleh anggota senior Teater Koma Jakarta Rita Matu Mona, 30
pelajar dari SMA 1 Jayapura mengikuti pelatihan lima hari yang dilangsungkan sejak Senin
lalu di Hotel Mutiara Kotaraja Dalam, Abepura.
16. Idap HIV/AIDS, Penyelundup Heroin
Minta Dideportasi
Termpo Interaktif, 27
April 2009
TEMPO Interaktif, Surabaya: Khawatir menularkan berbagai penyakit, kuasa
hukum Chanraem Suwanson, tersangka penyelundup heroin seberat 2,671
kilogram asal Thailand melalui bandara Juanda beberapa waktu lalu, meminta
polisi segera melakukan deportasi terhadap tersangka.
"Klien kami mengaku terkena HIV/AIDS, bahkan selama ini dia terkena
TBC yang cukup berat," kata Harlim Napitupulu, kuasa hukum Chanraem
Suwanson, ketika di Mapolda Jatim Senin (27/4).
MEDAN(SI)
– Pengusiran yang dilakukan warga Kecamatan Sipoholon,Tapanuli Utara
(Taput),terhadap dua abang beradik Afles H,12 dan BAH,5,yang diduga
menderita HIV dinilai melanggar undang-undang.
Ketua Komisi Perlindungan Anak Indonesia Daerah (KPAID) Sumut M Zahrin
Piliang mengungkapkan, perlakuan yang dialami kedua bocah itu sungguh tidak
mencerminkan rasa kemanusiaan.Keduanya diusir dari kampung hanya karena
bocah tersebut diduga menderita human immunodeficiency virus/ aquired
immuno deficiency syndrome(HIV/AIDS).
Kumpulan Berita Media Massa HIV-AIDS dan Narkoba
Dari Tanggal: 20 April 2009 Sampai Tanggal: 27 April 2009
1. Putus Sekolah demi Merawat
Adik yang Mengidap HIV/AIDS
Batam Pos, 24
April 2009
Kalau
Sembuh Aku Ingin Belajar Bersama-sama
Demi merawat adik bungsu yang menderita HIV/AIDS, Afes Hutauruk terpaksa
meninggalkan bangku kelas 5 sekolah dasar. Kini bocah yang sudah kehilangan
ibu akibat penyakit yang mematikan itu menjadi perawat sekaligus wakil
”kepala keluarga” setelah terusir dari kampung halamannya.
ADELINA, Medan
PAKAI kemeja bergaris-garis lengan pendek dengan ukuran yang lebih besar
daripada tubuhnya, Aples Decuari Hutauruk kemarin seperti sudah hafal
dengan bahasa tubuh adiknya. Ucok--bukan nama sebenarnya, sang adik yang
terbaring lemah di ranjang besi untuk balita yang catnya sudah banyak
mengelupas itu, seperti memberikan isyarat meminta makan.
Afes, 10.--panggilan akrab Aples Hutauruk-- tampak gelisah. Jam dinding di
ruang anak kelas 3 itu sudah menunjukkan pukul 14.00. Kepada suster penjaga
ruang itu, Afes menanyakan ransum bubur untuk adiknya. ”Kak, bubur
untuk adik saya mana? Belum dikasih, ya?” tanya Afes kepada wanita
berambut panjang itu.
2. Menjauhi ODHA, berarti kurang
paham tentang HIV/AIDS
Waspada Online, 24
April 2009
MEDAN -
Rendahnya pengetahuan masyarakat mengenai HIV/AIDS (Human Immunedeficiency
Virus/Acquired Immune Deficiency Syndrome) dapat menyebabkan masyarakat
tersebut menjauhi ODHA (Orang Dengan HIV AIDS). Masyarakat yang rendah
pengetahuannya selalu beranggapan bahwa penderita HIV/AIDS adalah seseorang
yang berperilaku buruk, cenderung melakukan seks bebas.
"Banyak yang mengira virus HIV/AIDS itu menular kalau kita berbicara
dengan penderita, makan dan minum dengan satu gelas dan piring yang sama,
berenang sama, memakai handuk atau barang yang sama. Itulah sebabnya banyak
masyarakat menjauhi ODHA. Ketika mereka mendengar kata HIV/AIDS,
seakan-akan seperti momok yang menakutkan dan harus dijauhi
penderitanya."
3. 46 orang terinfeksi HIV/AIDS
menjalani perawatan di Adam Malik
Waspada Online, 23
April 2009
PRAWIRA
SETIABUDI
MEDAN - RSUP H
Adam Malik selama bulan April ini merawat pasien HIV/AIDS sebanyak 46
orang, dimana 3 diantaranya meninggal dunia. Menurut koordinator klinik
VCT-Pusyansus RSUP HAM, Rahmad Nur Kurniawan, S.Psi, kepada Waspada Online,
siang ini, korban HIV yang meninggal 1 diantaranya dari Medan dan 2 lainya
dari Deli Serdang.
Rahmad menambahkan, RSUP H Adam Malik untuk bulan April ini telah
dikunjungi lebih dari 150 pasien yang diduga HIV/AIDS dan 46 diantara
positif menghidap HIV/AIDS.
4. Medan Plus Advokasi bocah pengidap AIDS
asal Taput
Waspada Online, 24 April 2009
DAVID
SWAYANA
MEDAN - Kelompok dampingan Medan Plus telah melakukan advokasi terhadap
bocah pengidap Human Immunodeficiency Virus/Aquired Immuno Deficiency
Syndrome (HIV/AIDS) asal Tapanuli Utara (Taput) yang kini dirawat di RSU
Dr. Pirngadi.
"Jika kondisi bocah tersebut sudah pulih dari penyakit infeksi, maka
kita akan menyiapkan fasilitas tempat tinggal beserta kebutuhan hidup
sehari-hari, termasuk pendidikannya," kata Koordinator Medan Plus
Totonta Kaban kepada Waspada di Medan, tadi malam.
MEDAN - Staf
Divisi Anak Pusaka Indonesia Samara Yudha mengungkapkan kekhawatirannya
terhadap bocah pengidap AIDS yang mengalami diskriminasi hingga terusir
dari kampung halamannya.
"Jika hal itu benar-benar terjadi seperti yang dilansir beberapa media
cetak, tindakan warga yang mengusir bocah tersebut sangat tidak manusiawi,
karena anak tersebut juga mempunyai hak untuk hidup, dan tumbuh
kembang," ujar Samara.
6. Pengguna Napza Suntik Berisiko
Tinggi Tularkan HIV
Kompas Online, 23
April 2009
BANDUNG, KOMPAS.com - Respon terhadap "Human Immunodeficiency Virus
(HIV)" dan "Acquired Immune Deficiency Syndrome (AIDS)" di
wilayah Provinsi Jawa Barat terus digalakan terutama untuk kelompok
masyarakat yang berisiko tinggi seperti pengguna napza suntik dan kelompok
yang aktif secara seksual.
Tri Irwanda Maulana, Media Relations Officer Komisi Penanggulangan AIDS
(KPA) Jabar saat ditemui di kantornya Jalan Diponegoro Bandung, Kamis
mengatakan pihaknya menempatkan epidemi HIV/AIDS sebagai masalah kesehatan
dengan sasaran utama pengguna napza suntik melalui program pengurangan
dampak buruk "harm reduction".
TEMPO Interaktif, Medan:
Dinas Kesehatan Sumatera Utara mendeteksi 90 orang telah mengidap virus
HIV. Mayoritas pengidap berusia rentan, 20- 40 tahun.
Kepala Seksi Pencegahan Penyakit Menular Langsung, Sukarni mengatakan,
kasus HIV di Sumatera Utara sejak awal hingga April 2009, sudah mencatat 90
pengidap. "Mereka ini kategori usia rentan," ujar Sukarni kepada
Tempo, di Rumah Sakit Umum Pirngadi Medan,
Kamis (23/4) siang. Dikatakannya, penularan tersebut akibat perilaku seks
yang dilakukan pengidap.
Dari jumlah tersebut, Sukarni tidak bisa memastikan berapa jumlah perempuan
atau laki-laki. "Datanya ada di kantor," imbuhnya. Sedangkan
pengidap HIV dengan kategori umur anak-anak, tutur Sukarni, baru dua kasus
yang ditemukan. "Pertama itu masih dalam kandungan ibunya. Dan ini
(BAH anak asal Tarutung) kasus kedua," sebut Sukarni.
TULUNGAGUNG— Hampir setiap bulan se�kali
satu penderita human immunodeficiency virus/acquired
immune deficiency syndrome (HIV/AIDS) di Tulungagung me��ninggal
dunia. Paling tidak itu terjadi pada triwulan pertama tahun
ini. Sejak Janu�ari hingga April, tiga
penderita yang kekeba�lan
tubuhnya digerogoti virus HIV itu mati sia-sia.
Hal ini diungkapkan Pengelola program HIV/AIDS Dinas Kesehatan (Dinkes)
Tulungagung, Desi Lusiana Wardhani, kemarin.
Menurutnya, kini tercatat 12 perempuan dan 11 pria mengidap virus mematikan
tersebut. “Ini data yang kami miliki dari poliklinik RSUD dr Iskak Tu�lungagung
yang spesifik menangani masalah HIV/AIDS,” ujarnya.
Metro Siang
/ Sosial Budaya / Jum'at, 24 April 2009 12:47 WIB
Metrotvnews.com, Tapanuli Utara: Derita penderita HIV/AIDS tak
tertanggungkan. Bukan hanya deraan penyakit, tapi lingkungan seringkali
mencemooh, bahkan tidak bisa menerima. Inilah yang dialami kakak-beradik Ru
dan Pales. Warga Desa Hutahuruk Habinsaran Sipoholon, Tapanuli Utara,
Sumatra Utara, itu diusir oleh warga desa.
Sepeninggal Ru dan Pales, rumah yang mereka tinggali sangat tak terawat. Ru
dan kakaknya yang yatim piatu menyimpan kenangan buruk di rumah yang pernah
mereka tinggali. Setelah diduga terifeksi HIV/AIDS Ru kemudian diusir dari
kampung ini. Warga sekitar seperti dikatakan Kepala Desa Ramli Hutahuruk,
mereka tak mau Ru disini karena kuatir virus yang ia derita bisa menularkan
pada anak-anak mereka.
CIAMIS (SI) – Anggota DPR RI Agun Gunandjar Sudarsa mengancam akan
memotong dana alokasi umum (DAU) sekaligus dana alokasi khusus (DAK)
Kabupaten Ciamis karena tak satu pun pejabat hadir pada seminar ”Save
Your Live 4 HIV/AIDS” di Lapangan Teater Terbuka Universitas Galuh
(Unigal), Ciamis,siang kemarin.
”Saya melihat ada beberapa pejabat termasuk dari kepolisian yang
sudah datang,tiba-tiba malah pulang lagi. Saya tersinggung dengan perlakuan
pejabat di lingkungan Ciamis. Untuk kepolisian akan saya laporkan langsung
ke kapolri. Begitu juga pejabat Ciamis akan saya layangkan teguran
langsung, kalau perlu saya upayakan agar DAU dan DAK Ciamis saya potong
dari pusat dan dipindahkan untuk kota/kabupaten lain,” kata Agun
kesal.
11. Terpaksa Berhenti Sekolah dan
Diusir dari Kampung
Koran SINDO, 23
April 2009
”Alasan orang kampung mengusir kami karena takut kalau penyakit
adikku menyebar.Sebenarnya aku agak dendam sama orang-orang yang
mengusir,tapi kami sabar saja.”
KATA-KATA ini diucapkan Afles H, 12, mengenang perlakuan yang dialami
bersama adiknya BH,5.Mereka diusir karena si adik menderita acquired immune
deficiency syndrome (AIDS) atau kehilangan kekebalan tubuh karena serangan
human immunodeficiency virus(HIV).
Pengusiran terjadi di salah satu desa di Tapanuli Utara pada Minggu (12/4)
lalu. Saat itu, kesehatan BH terus memburuk. Kondisinya semakin parah
setelah ibu mereka RS, 40, meninggal pada Februari lalu. Sejak itu tubuh
bocah itu menyusut. Sejak ibu mereka meninggal dunia, dua adik perempuan
Afles, yakni Iin SH, 11 dan Ruth TPH, 9, sudah lebih dulu dibawa bibi
mereka ke Medan. ”Sejak ibu meninggal,aku dan adik pindah ke Medan
dan tinggal bersama bibi. Sementara abang dan adik tetap tinggal di sana
(Tarutung), tinggal sama nenek,”tutur Iin.
Triwik
Kurniasari , THE JAKARTA POST , JAKARTA | Thu, 04/23/2009 2:08 PM | City
The city administration secured a grant of up to US$2.2 million from the
Global Funds to fight AIDS, TB, Malaria (GFATM) to help combat the diseases
and virus in the capital.
Governor Fauzi Bowo signed an agreement on the grant with secretary of the
National AIDS Prevention Commission (KPAN) Nafsiah Mboi, on Tuesday.
Nafsiah said the grant was an additional fund intended to speed up the
already-existing program combating AIDS, TB and malaria, funded by the city
and national budget.
ADELINA,
Medan Kalau
Sembuh Aku Ingin Belajar Bersama-sama
Demi merawat adik bungsu yang menderita HIV/AIDS, Afes Hutauruk terpaksa
meninggalkan bangku kelas 5 sekolah dasar. Kini bocah yang sudah kehilangan
ibu akibat penyakit yang mematikan itu menjadi perawat sekaligus wakil
''kepala keluarga'' setelah terusir dari kampung halamannya.
------------------------
PAKAI kemeja bergaris-garis lengan pendek dengan ukuran yang lebih besar
daripada tubuhnya, Aples Decuari Hutauruk kemarin seperti sudah hafal
dengan bahasa tubuh adiknya. Ucok -bukan nama sebenarnya-, sang adik yang
terbaring lemah di ranjang besi untuk balita yang catnya sudah banyak
mengelupas itu, seperti memberikan isyarat meminta makan.
Afes, 10 -panggilan akrab Aples Hutauruk- tampak gelisah. Jam dinding di
ruang anak kelas 3 itu sudah menunjukkan pukul 14.00. Kepada suster penjaga
ruang itu, Afes menanyakan ransum bubur untuk adiknya. ''Kak, bubur untuk
adik saya mana? Belum dikasih, ya?'' tanya Afes kepada wanita berambut
panjang itu.
JAKARTA, KOMPAS.com - Pemerintah berencana menerapkan sistem baru dalam
pengelolaan obat antiretroviral (ARV) untuk mendukung pengobatan infeksi
virus dan sindroma merapuhnya kekebalan tubuh (HIV/AIDS).
"Mulai 1 Juli nanti kita akan pakai sistem ’Voluntary Pooled
Procurement’ atau VPP dimana ARV dibeli secara global, harganya jadi
lebih murah sehingga kita bisa membeli lebih banyak. Dan ada model
distribusi dan penyimpanannya yang lebih baik," kata Sekretaris Komisi
Penanggulangan AIDS Nasional (KPAN) Nafsiah Mboi dalam simposium mengenai
kesinambungan Antiretroviral Therapy (ART) di Jakarta.
Luh De
Suriyani , The Jakarta Post , Denpasar | Wed, 04/22/2009 2:16 PM | The
Archipelago While many Indonesian women donned their finest kebaya
(traditional dress) to celebrate Kartini Day on Tuesday, Jero Suma wore her
usual sleeveless shirt, short pants and cheap plastic shoes.
Don't ask her the original colors of her outfit. Years of hard work
transporting garbage and household waste have turned the color of her clothes
into various shades of battered grey.
Suma does not care about the color of the working uniform. She does not
mind the exhausting work of lifting heavy iron garbage cart daily. Nor does
the stench of garbage, physical testament to her long working days in
Kaliungu, East Denpasar, bother her.
16. Jakarta to receive grant to
combat AIDS, TB, malaria
the Jakarta Post Online,
April 23, 2009
Triwik
Kurniasari , The Jakarta Post , Jakarta | Wed, 04/22/2009 9:13 PM |
National The Global Fund for AIDS, Tuberculosis and Malaria (GF-ATM) will
grant the Jakarta administration with US$2.2 million to help curb cases of
the three diseases in the capital, governor Fauzi Bowo says.
Fauzi said Wednesday that the administration would allocate a larger
portion of the fund on the prevention of HIV and AIDS.
17. Bocah Penderita HIV AIDS Jalani
Perawatan di RSU Pirngadi Medan
Detik Com, 22
April 2009
Khairul
Ikhwan - detikNews Medan - Seorang bocah berusia lima tahun, diketahui menderita
AIDS. Korban yang tertular dari kedua orangtuanya, hingga Rabu (22/4/2009)
dirawat di Rumah Sakit Umum Pirngadi, Jl. HM Yamin, Medan.
Bocah tersebut, sebut saja namanya Ucok, kini dirawat secara intensif di
RSU Pirngadi. Tubuhnya terlihat kurus dan kondisinya lemas. Ucok dirujuk ke
rumah sakit tersebut sejak empat hari lalu, Jumat (17/4/2009), diantar EL
Hutauruk, salah seorang keluarga.
MEDAN-Tubuhnya kurus, lemah dan mata melotot menerawang jauh. Bocah malang
asal Tarutung, Hassit (5) bukan nama sebenarnya, dirawat di ruang anak
kelas III RSU dr Pirngadi Medan setelah divonis mengidap penyakit HIV/AIDS.
Keterangan bibinya, L Br Hutahuruk (60), sejak lahir hingga berumur lima
tahun, Hassit tak pernah merasakan kasih sayang kedua orang tuanya.
Di usia 4,5 tahun, ia sudah ditinggalkan ayahnya karena penyakit yang sama.
Dan hanya berjarak 2 bulan, ibunya meninggal.
MEDAN(SI) – Tenaga medis Rumah Sakit Umum (RSU) Dr Pirngadi Medan
saat ini merawat bocah berusia lima tahun yang mengidap human
immunodeficiency virus (HIV) dan sudah mengalami aquired immuno deficiency
syndrome (AIDS) atau hilangnya kekebalan tubuh.
Dia diduga tertular dari orangtuanya. Bocah berinisial BA tersebut
diketahui sebagai warga Kecamatan Sipoholon, Kabupaten Tarutung. Dia
menjalani perawatan di RSU dr Pirngadi Medan sejak Sabtu (18/4)
lalu,sekitar pukul 02.00 WIB. BA masuk ke RSU Pirngadi Medan ditemani
neneknya L br Hutahuruk, 60.Orangtuanya,LH,46 dan RS,30,telah meninggal
dunia. Kondisi BA kurus, lemas, hingga berdiri pun tak bisa. Gejalanya yang
terlihat membuat perawat yang menanganinya pertama kali menduga bahwa BA
mengidap penyakit HIV.
20. Darah di PMI Karawang Mengandung
Virus HIV/AIDS
Surya Online, 21
April 2009
KARAWANG - Sekitar 10 persen darah yang disumbangkan sukarelawan ke Palang
Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Karawang, Jawa Barat (Jabar), selama 2008
lalu mengandung virus HIV/AIDS.
PMI langsung memusnahkan darah yang tercemar itu dengan cara dibakar.
"Pemusnahan darahnya dilakukan di Jakarta," kata Ketua Badan
Narkotika Karawang (BNK) Eli Amalia Priatna di Karawang, Selasa (21/4).
LUBUKLINGGAU - Pihak Dinas Kesehatan Kota Lubuklinggau, Provinsi Sumatra
Selatan, mengingatkan warga setempat untuk mewaspadai penyebaran HIV/AIDS,
yang saat ini telah menjangkiti 14 warga daerah itu.
Kepala Dinas Kesehatan Kota Lubuklinggau, Syahrizal, pagi tadi, mengatakan,
daerah-daerah yang ditengarai sebagai pusat penyebaran penyakit tersebut
antara lain kawasan lokalisasi, warung remang-remang dan lembaga
pemasyarakatan (Lapas).
JAKARTA: Actress Sharon Stone has embarked on a fundraising initiative that
will help improve treatments, care and the quality of life for children
living with HIV/AIDS in Asia.
Stone is global fundraising chairperson for amfAR, one of the world’s
leading nonprofit foundations for AIDS research. The initiative will
support amfAR’s existing TREAT Asia (Therapeutics Research, Education
and AIDS Training in Asia) Pediatric program, which was founded in 2005.
TANGERANG - Edith Yunita Sianturi,32, terpidana mati kasus kepemilikan
heroin seberat 1 kg akhirnya meninggal dunia setelah menjalani perawatan di
Rumah Sakit (RS) Bhayangkara Dr Sukamto, Kramat Jati, Jakarta Timur, selama
satu bulan.
Edith yang selama ini ditahan di LP Wanita Tangerang meninggal akibat
mengidap penyakit AIDS.
TEMPO Interaktif, Kediri: Dinas Kesehatan Kabupaten Kediri tengah memburu
dua pelacur yang terinfeksi HIV/AIDS. Kedua pelacur itu beroperasi di
tempat umum dan berisiko menularkan virus HIV/AIDS secara bebas.
Kepala Seksi Pemberantasan Penyakit Menular Langsung Kediri Nur Munawaroh
mengatakan pelacakan kedua pelacur itu dilakukan setelah menerima laporan
petugas kesehatan di Kecamatan Pare tentang catatan medis mereka.
"Mereka diketahui terinfeksi saat melakukan pemeriksaan rutin enam
bulanan," kata Nur Munawaroh kepada Tempo, Rabu (22/4).
BEKASI, KOMPAS.com - Seorang ibu muda dengan HIV/AIDS yang tengah hamil, E
(25) mencari keadilan atas kondisi suaminya Bn (27) penderita AIDS agar
bisa mendapat pengobatan rawat jalan hingga ajal menjemputnya.
"Suami saya beratnya hanya 30 Kg dengan CD-4 tinggal 46 sementara
orang normal memiliki 1.500. Ia kini terkapar tanpa bisa mendapat
perawatan," ujar E, di Bekasi, Selasa
SIDOARJO, KOMPAS.com - Jumlah penderita HIV/AIDS di Kabupaten Sidoarjo
setiap tahun meningkat, karena makin pedulinya masyarakat dalam ikut
menanggulangi penyebaran penyakit tersebut, sehingga penderita yang
sebelumnya tidak ketahuan, kini makin terdeteksi.
"Pada tahun 2005 tercatat 60 orang penderita dan tahun 2006 meningkat
100 persen menjadi 120 orang penderita," kata Kasubdin Penanggulangan
Penyakit Menular Dinkes Sidoarjo, Ika Harnasti, di Sidoarjo, Jatim.
KARAWANG, KOMPAS.com — Sekitar 10 persen darah yang disumbangkan
sukarelawan ke Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Karawang, Jawa Barat,
selama 2008 lalu mengandung virus HIV/AIDS.
PMI langsung memusnahkan darah yang tercemar itu dengan cara dibakar.
"Pemusnahan darahnya dilakukan di Jakarta," kata Ketua Badan
Narkotika Karawang (BNK) Eli Amalia Priatna di Karawang, Selasa (21/4).
Kompas Online, 21
April 2009 KARAWANG,
KOMPAS.com — Sekitar 10 persen darah yang
disumbangkan sukarelawan ke Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten
Karawang, Jawa Barat, selama 2008 lalu mengandung virus HIV/AIDS.
DENPASAR--Komisi Penanggulangan AIDS Provinsi Bali menggelar dialog
membahas kepanikan masyarakat, terutama pihak desa pekraman atau desa adat
setempat, dalam menghadapi masalah yang terjadi pada orang dengan HIV/AIDS
atau odha.
"Masih ingat, bagaimana kepanikan sebagian masyarakat ketika harus
membawa odha untuk dirawat di rumah sakit. Bagaimana kepanikan menangani
odha yang meninggal dunia. Apa yang harus dilakukan desa pekraman?"
kata anggota Komisi Penanggulangan AIDS (KPA) Provinsi Bali Mercya Soetanto
di Denpasar, Minggu.
31. Body shop, MTV fight AIDS through
campaign targeting youth
the Jakarta Post Online,
April 19, 2009
To raise awareness about HIV/AIDS among young people, the Body Shop
Indonesia and MTV Staying Alive Foundation held a day-event called
"Fight-the-AIDS" at one of Jakarta's best hang-out places,
Cilandak Town Square in South Jakarta, on April 11.
Part of the "YES YES YES To Fighting HIV" campaign, the event
featured live music from Project Pop and Gruvi and also student
performances from the London School of Public Relations, University of
Indonesia and Pelita Harapan University.
MATARAM: The West Nusa Tenggara AIDS Eradication Commission (KPA) recorded
17 new cases of the disease in seven regencies and two municipalities in
the province between January and March this year.
Head of the KPA's program and identification division, Muhammad Aspul, said
on Friday that the 17 additional cases brought the total number infected
between 2001 and March 2009 to 237.
TUBAN- Penyebaran virus mematikan HIV/Aids di wilayah Kabupaten Tuban,
mengalami peningkatan tajam. Terdata saat ini terdapat 35 orang terjangkit
HIV/Aids di wilayah setempat. Salah satunya adalah seorang bayi berumur 4
bulan.
Sementara itu, dalam kurun tiga bulan terakhir, ditemukan terdapat tujuh
orang yang terdekteksi positif mengidap HIV/Aids. Jumlah tersebut sama
dengan tahun 2008, dimana dalam satu tahun ada 7 orang yang teridentifikasi
HIV/Aids.
Kumpulan Berita Media Massa HIV-AIDS dan Narkoba
Dari Tanggal: 13 April 2009 Sampai Tanggal: 20 April 2009
1. Sunat Mencegah Penularan
AIDS
Suara Pembaharuan Online, 17
April 2009
[JAKARTA]
Sunat (circumcision) mencegah berbagai penyakit, termasuk penularan AIDS,
dan telah dipraktikkan di sejumlah negara, seperti Amerika Serikat (AS) dan
Kanada, dan di banyak negara di Afrika serta juga di Asia.
Badan Kesehatan Nasional AS (NHANES) menemukan, 79 persen laki-laki di AS
disunat, bahkan pada kulit putih (non-Hispanic white men) mencapai 88
persen.
Profesor Zubairi Djoerban, Rabu (15/4), di Jakarta mengatakan, data itu
diperoleh dari majalah kedokteran Sexually Transmitted Diseases terbitan
Juli 2007, dan informasi dari CDC HIV/AIDS Science Facts: Male Circumcision
and Risk for HIV Transmission and Other Health Conditions, Implications for
the United State, February 2008.
2. Bea Cukai Sangkal Tahan Obat ARV
untuk Pengidap HIV/AIDS
DetikNews, 17
April 2009
Aprizal
Rahmatullah - detikNews
ilustrasi Jakarta
- Jaringan Orang Terinfeksi HIV Indonesia (JOTHI) kecewa karena sejak bulan
Maret lalu obat ARV (Anti Retro Viral) bagi penderita HIV/AIDS tertahan di
Bea Cukai Bandara Soekarno-Hatta. Namun pihak Bea Cukai menyangkal menahan
obat tersebut.
"Pengadaan obat ARV sangat dibutuhkan oleh orang terinfeksi HIV,
mengingat sudah banyak rumah sakit di Indonesia yang kekosongan obat,
terpaksa tertahan akibat kurang sistematisnya mekanisme di Bea Cukai
Bandara Soekarno Hatta," kata Koodinator Advokasi dan Kebijakan
Pengembangan JOTHI Aditya Wardhana dalam rilis yang diterima detikcom,
Jumat (17/4/2009).
JAKARTA -
Persebaran penyakit HIV/AIDS di tanah air pada 2008 kian mengkhawatirkan.
Merujuk data terbaru, persebaran virus mematikan itu tiga kali lipat dari
tahun sebelumnya. Bahkan, Indonesia terancam menjadi negara dengan
tingkat persebaran HIV/AIDS terbesar di Asia.
Untuk mengatasinya, pemerintah bakal memperbaiki pola penanganan dengan
lebih seksama.
"Kondisinya memprihatinkan karena kasus HIV/AIDS hingga akhir 2008
naik tiga kali lipat daripada 2007," terang Direktur Kesehatan dan
Gizi Masyarakat Bappenas Arum Atmawikarta, di Jakarta, kemarin (15/4).
SEMARANG(SI) – Para pekerja di Pelabuhan Tanjung Emas Semarang
berisiko terinfeksi HIV/ AIDS.Anak buahkapal(ABK),tenagakerjabongkar muat (TKBM),sopir
dan kernet truk teridentifikasi sebagai klien potensial wanita pekerja seks
(WPS).
Berdasarkan survei Lembaga Kalandara 2008, 19% positif IMS (Infeksi Menular
Seksual) dari 47 pekerja yang diperiksa. ”ABK, TKBM,sopir dan kernet
truk berisiko tinggi mengingat pekerjaan mereka yang membutuhkan mobilitas
tinggi dan jauh dari pasangan,” ungkap Manager Program ASA-Kalandara
Muhammad Yusuf, SKM, di Gedung Aula Adpel Tanjung Emas Semarang,kemarin.